Artikelilmiahs
Menampilkan 20.801-20.820 dari 50.125 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20801 | 23742 | G1A015034 | Korelasi Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Glukosa Darah Postprandial Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap | Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik dengan tanda hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya. Peningkatan pada indeks massa tubuh menyebabkan peningkatan sitokin proinflamasi yang akan membuat sensitifitas insulin menurun atau biasa disebut resistensi insulin. Ketika terjadi resistensi insulin maka glukosa darah gagal diambil menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat. Tujuan Penelitian: Mengetahui korelasi indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah postprandial pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Metode Penelitian: observasi analitik cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis consecutive sampling. Subjek penelitian berjumlah 38 sampel. Instrumen yang digunakan adalah microtoise stature meter dan timbangan berat badan untuk mengukur indeks massa tubuh, serta glucometer merk Glucocard untuk mengukur kadar glukosa darah postprandial. Hasil: Analisis Univariat karakteristik responden rata-rata IMT 27,50±5,33 kg/m2, rata-rata kadar glukosa darah postprandial responden 249,82±64,23 mg/dl dan rata-rata umur responden 55,29±5,63 tahun. Untuk pengujian hipotesis digunakan uji korelasi Pearson didapatkan nilai p=0,007 dan r=0,433, nilai signifikan p < 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah postprandial pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap dengan kekuatan korelasi sedang dan arah hubungan berbanding lurus jadi semakin tingggi indeks massa tubuh maka semakin tinggi kadar glukosa darah postprandial. | Introduction: Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases with signs of hyperglycemia that occur due to abnormalities in insulin secretion, insulin performance, or both of them. The increase of body mass index causes an increase in proinflammatory cytokines which will decrease insulin sensitivity or commonly called insulin resistance. When insulin resistance occurs, blood glucose failed to enter and cause the increase of blood glucose level. Objective: To determined correlation of body mass index with postprandial blood glucose levels in diabetes mellitus type 2 patients. Method: This experiment used analytic observation with cross sectional. The method that used for took the sample was non probability type consecutive sampling. Total subjects for this research were 38 diabetes mellitus type 2 patients in General Hospital of Cilacap. The instrument used microtoise stature meter and weight scales to measured body mass index and glucometer to measured postprandial blood glucose levels. Result: Univariat analyses shows the average result of respondents’ IMT are 55.15±5.45 kg/m2 and the average result of respondents’ postprandial blood glucose levels are 232.42 ± 82.01 mg/dl, and the average result of respondent’ age are 55.29±5.63. For the hypothesis testing, this experiment use Pearson correlation test and the result p=0.001 and r=0.433, significant result p<0.05. Therefore, H0 rejected and H1 accepted. Conclusion: There are significant correlation between body mass index with postprandial blood glucose levels in diabetes mellitus type 2 patients in general hospital of Cilacap with medium strength correlation and directly proportional correlation so higher body mass index causes higher of postprandial blood glucose levels. | |
| 20802 | 23829 | D1E014197 | PENGARUH PENAMBAHAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) TERHADAP SINERESIS DAN TINGKAT KESUKAAN YOGURT SUSU KAMBING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bunga telang dengan persentase yang berbeda terhadap sineresis dan tingkat kesukaan yogurt susu kambing. Penelitian dilaksanakan tanggal 26 Juni 2018 sampai 30 Juni 2018, di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan adalah susu kambing 12,5 liter, starter komersial 5 gr dan bunga telang 750 ml. Metode penelitian yaitu metode eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji sineresis dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji tingkat kesukaan secara organoleptik. Penelitian menggunakan 4 perlakuan yaitu P0: tanpa penambahan bunga telang, P1: penambahan bunga telang sebanyak 1%, P2: penambahan bunga telang sebanyak 3%, P3: penambahan bunga telang sebanyak 5%. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan bunga telang dengan persentase berbeda tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) terhadap sineresis dan tingkat kesukaan (aroma) yogurt susu kambing. Rata-rata yang diperoleh dari masing-masing perlakuan yaitu untuk sineresis 49,85% ± 4,51% dan tingkat kesukaan (aroma) 2,5 ± 0,9 tetapi hasil uji organoleptik tingkat kesukaan (warna) menunjukkan bahwa penambahan bunga telang dengan persentase berbeda sangat berpengaruh secara nyata (P<0,01) dengan rataan yang diperoleh yaitu 2,55 ± 0,62. Kesimpulan penggunaan bunga telang pada yogurt menghasilkan sineresis dan tingkat kesukaan (aroma) yang realtif sama, tetapi menghasilkan tingkat kesukaan (warna) yogurt, sehingga bunga telang dapat digunakan untuk pewarna yogurt susu kambing. | The purpose of the research was to know the effect of adding butterfly pea syneresis and levels of liking of goat's milk yoghurt. The research was conducted on June 26 to 30, 2018 at the Animal Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, General Soedirman University. The material used in the research were 12,5 liters of goat milk, 5 grams of commercial starter, 750 milligrams of butterfly pea. The research method was the experimental method. The research used a Completely Randomized Design (CRD) for syneresis and Randomized Block Design (RBD) for levels of liking with organoleptic test . The research used 4 treatments, namely P0: without the addition of butterfly pea, P1: the addition of butterfly pea as much as 1%, P2: the addition of butterfly pea as much as 3%, P3: the addition of butterfly pea by 5%. Data were analyzed using analysis of variance. The results showed that the addition of butterfly pea with different percentages did not significantly (P>0,05) affect the syneresis and levels of pleasure (flavor) of goat milk yogurt. The average obtained from each treatments of syneresis was 49,85% ± 4,51% and levels of liking (flavor) was 2,5 ± 0,9, but the result organoleptic test for levels of liking (color) showed that adding of butterfly pea with different percentage did significantly (P<0,01) with the results average obtained was 2,55 ± 0,62. The conclusion of the addition of butterfly pea of yogurt results of syneresis and levels of liking (flavor) was relatively the same, but the results of levels of liking (color) of yogurt did not affect the syneresis and levels of preasure (flavor), but the addition of butterfly pea was affect the levels of preasure (color) of the yogurt, so that butterfly pea can be used for coloring goat milk yogurt. | |
| 20803 | 23743 | G1A015098 | Korelasi Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kadar Glukosa Darah Postprandial Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap | Latar Belakang: Diabetes merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein sehingga menyebabkan hiperglikemia (peningkatan kadar glukosa darah) yang terjadi karena kurangnya respon terhadap insulin (resistensi insulin) sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel. Permeabilitas membran terhadap glukosa meningkat saat otot berkontraksi karena kontraksi otot memiliki sifat seperti insulin, sehingga pada saat beraktivitas fisik seperti berolahraga resistensi insulin berkurang. Tujuan Penelitian: Mengetahui korelasi tingkat aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah postprandial pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Metode Penelitian: Observasi analitik cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis consecutive sampling. Subjek penelitian berjumlah 48 sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner RISKESDAS untuk menilai tingkat aktivitas fisik, serta glucometer merk Glucocard untuk mengukur kadar glukosa darah postprandial. Hasil: Analisis univariat karakteristik responden rata-rata umur 55,35±5,35 tahun, hasil rata-rata kadar glukosa darah postprandial responden 232,42±82,01 mg/dl dan hasil rata-rata tingkat aktivitas fisik 221,15±116,73 menit. Untuk pengujian hipotesis digunakan uji korelasi Pearson didapatkan nilai p = 0.001 dan r = -0,454, nilai signifikan p < 0.05. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara tingkat aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah postprandial pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap dengan kekuatan korelasi sedang dan arah hubungan berbanding terbalik sehingga semakin tingggi tingkat aktivitas fisik, semakin redah kadar glukosa darah postprandial. | Introduction: Diabetes mellitus is a chronic disease that has signs body’s disability to metabolize carbohydrate, fat, and protein and it causes hyperglycemia (The increasing of blood glucose levels) because there is a lack of response to insulin (insulin resistance) so that glucose can not enter the cells. The increasing of membrane permeability towards glucose due to muscles contraction because muscles contraction have characteristics like insulin, therefore when we do physical activities like sport, the insulin resistance will decrease Objective: To determine correlation of physical activity levels with postprandial blood glucose levels in diabetes mellitus type 2 patients. Method: This experiment used analytic observation with cross sectional. The method that used for took the samples was non probability type consecutive sampling. Total subjects for this research were 48 diabetes mellitus type 2 patients in General Hospital of Cilacap. The instruments that used in this experiment were RISKESDAS questionnaire to measured physical activity levels and glucometer to measured postprandial blood glucose levels. Result: Univariat analyses shows that the characteristic of respondents’ age are 55,35 ± 5,35 years old, the average result of respondents’ postprandial blood glucose levels are 232,42 ± 82,01mg/dl and the average results of respondents’ physical activity levels are 221,15 ± 116,73 . For the hypothesis testing, this experiment uses Pearson correlation test and obtain p= 0.001 and r= -0,454, significant result p <0.05. Therefore, H0 rejected and H1 accepted. Conclusion: There are significant correlation between physical activity levels with postprandial blood glucose levels in diabetes mellitus type 2 patients in general hospital of Cilacap with medium strength correlation and inversely proportional correlation so the higher levels of physical activity the lower of postprandial blood glucose levels will get. | |
| 20804 | 23744 | H1B014038 | Analisis BIfurkasi pada Model Leslie-Gower dengan Respon Fungsional Tipe II dan Pemanenan pada Predator | Penelitian ini membahas bifurkasi Hopf yang terjadi pada model Leslie-Gower dengan pemanenan pada predator. Model ini bergantung pada empat parameter, yaitu tingkat interaksi predator terhadap prey, tingkat pertumbuhan intrinsik predator, tingkat reduksi predator per kapita, dan tingkat pemanenan predator. Model tersebut mempunyai empat titik kesetimbangan. Dari hasil analisis menggunakan teorema bifurkasi Hopf, diperoleh bahwa bifurkasi Hopf terjadi pada titik kesetimbangan positif dengan tingkat pertumbuhan intrinsik predator sebagai parameter bifurkasi dan nilai bifurkasi terjadi pada nilai tingkat pertumbuhan intrinsik predator tertentu. Simulasi model dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat pertumbuhan intrinsik predator terhadap eksistensi populasi prey dan predator dan mengetahui bagaimana bifurkasi Hopf terjadi. Simulasi model pada kasus khusus menunjukkan bahwa jika tingkat pertumbuhan intrinsik predator yang dilakukan lebih besar dari nilai bifurkasi, maka populasi prey dan predator untuk jangka waktu yang lama coexistence di TE3. | This research discusses Hopf bifurcation on Leslie-Gower model with functional response type II and predator harvesting. This model depends on four parameters, namely predator interaction rate with prey, the predator growth rate, reduction of predator rate per capita, and harvesting. The model has four equilibrium points. The analysis uses Hopf bifurcation theorem, parameter bifurcation and bifurcation value occur at a certain value of the intrinsic rate of predator growth. Model simulation is conducted to determine the effect of the intrinsic rate of predator growth toward existence of predator and prey populations andknows how Hopf bifurcation occurs. Model simulation in particular case shows that if the predator growth rateis greater than the bifurcation value, then the prey and predator populations for long periods coexistence in a TE3. | |
| 20805 | 23745 | F1B014012 | PENGARUH KOMUNIKASI, SUMBER DAYA, DISPOSISI DAN STRUKTUR BIROKRASI TERHADAP KEBERHASILAN IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DI SMP NEGERI 1 BATURRADEN | Kebijakan Publik dapat diartikan sebagai apa yang dilakukan oleh pemerintah atau aktor yang berwenang untuk memecahkan suatu permasalahan publik. Permasalahan yang sering terjadi saat ini yaitu permasalahan mengenai lingkungan hidup. Salah satu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan lingkungan yaitu kebijakan berupa program adiwiyata. Program adiwiyata merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk mendorong terciptanya kesadaran dan kepedulian warga sekolah terhadap pelestarian lingkungan. SMP Negeri 1 Baturraden merupakan salah satu sekolah di kabupaten Banyumas yang telah melaksanakan program adiwiyata. Namun berdasarkan hasil dilapangan, mengindikasikan bahwa pelaksanaan program adiwiyata di SMP Negeri 1 Baturraden belum mencapai hasil maksimal. Menurut Edward III, keberhasilan implementasi kebijakan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi terhadap keberhasilan implementasi program adiwiyata di SMP Negeri 1 Baturraden. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan samling jenuh dengan sampel sebanyak 56 orang. Metode analisis yang digunakan adalah Kendall Tau-c, Koefisien Konkordasi Kendall W dan Analisis Regresi Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi program adiwiyata dengan koefisien regresi masing – masing secara berurutan yaitu sebesar 0,290 ; 0,352 ; 0,236 dan 0,657. Sedangkan, untuk pengaruh secara bersama antara komunikasi, sumber daya disposisi dan struktur birokrasi terhadap keberhasilan implementasi program adiwiyata dibuktikan dengan hasil koefisien regresi sebesar 0,922. | Public policies is what ever government to do to solve a public problem. Problems that often occur today is an environmental problems. One of the policies made by the government to overcome environmental problems is the policy in the form of adiwiyata program. The adiwiyata program is a program that aims to encourage the creation of awareness and concern for school residents towards environmental preservation. SMP Negeri 1 Baturraden is one of the school in the Banyumas district that has implemented adiwiyata program. However, based on the results of the research, it indicate that the implementation of adiwiyata program at SMPN 1 Baturraden has not achieved in maximum results. According to Edward III, the success of policy implementation can be influence by several factors including communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. This research aims to determine how much influence between communication, resources, disposition and bureaucratic structure on the effectiveness of adiwiyata program at SMPN 1 Baturraden. The research method using quantitative correlational. Technique for taking samples using sampling census with a sample of 56 respondents. The analytical method using Kendall Tau-c, Kendall W Concordance Coefficient and Ordinal Regression Analysis. The results showed that communication, resources, disposition and bureaucratic structure had an effect on the effectiveness of implementation the adiwiyata program with the regression coefficients respectively in the amount of 0,290 ; 0,352 ; 0,236 and 0,657. Whereas, for the joint effect of communication, resources, disposition and bureaucratic structure on the effectiveness of adiwiyata program implementation is proven by the results of the regression coefficient of 0,922. | |
| 20806 | 23746 | E1A014141 | Hak Konstitusional Pekerja Dalam Penentuan Upah Minimum (Tinjauan Yuridis Terhadap Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan) | Upah merupakan hak pekerja yang timbul karena adanya hubungan kerja antara pekerja dengan pengusaha. Konstitusi Republik Indonesia telah menjaminkan hak tersebut didalam Pasal 28D UUD NRI Tahun 1945. Dewasa ini, regulasi upah terdapat dalam PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang merupakan peraturan pelaksana daripada Pasal 97 Undang-Undang No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Peraturan ini memuat ketentuan baru terhadap mekanisme penentuan upah minimum yang sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri. Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimanakah hak pekerja dalam penentuan upah minimum berdasarkan PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan apakah penentuan upah minimum berdasarkan PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan telah sesuai dengan Pasal 28D UUD NRI Tahun 1945. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan historis. Sementara itu, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang selanjutnya dianalisis dengan metode analisis normatif kualitatif. Adapun penyajian data dalam penelitian ini adalah preskriptif dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perubahan dalam mekanisme penentuan upah minimum, dimana dalam penentuan setiap tahunnya menggunakan rumus formula yang telah ditentukan oleh undang-undang. Kondisi demikian, menyebabkan berkurangnya hak pekerja dalam penentuan upah minimum tersebut dimana sebelumnya mengikuti survey bersama dengan dewan pengupahan yang selanjutnya direkomendasikan kepada Gubernur. Hal demikian pun menandakan bahwa PP No 78 Tahun 2015 khususnya yang mengatur mengenai upah minimum bertentangan dengan Pasal 28D UUD NRI Tahun 1945. | Wage is a right of employee coming from a relationship between workers and employer. Indonesia Republic Constitution has guaranteed it in Article 28D of Constitution year 1945. Nowadays, the wage regulation in Government Regulation (PP) No. 78 Year 2015 on payment is an Implementing Regulation than Article 97 Law No. 13 Year 2003 on Labor Law. This regulation involves new provision towards the mechanism of minimum wages determination that regulated in Ministry Regulation previously. Then, the discussion will be about how the right of employees is based on minimum wage determination in PP No 78 year 2015 on payment and whether the determination of minimum wage based on PP No 78 year 2015 on Payment has been right or not with Article 28D Constitution year 1945. This study uses normative juridical method with legislation and historical approach. The data used by this study is secondary data that collected through literature study. After that the researcher analyzed it using normative qualitative method. Then the data display is prescriptive that be described and arranged systematically, logically, and rationally. The result of this study shows that there are differences in minimum wage determination mechanism where it is determined annually using formula from law. Because of that, there is a decrease of employee right in determining the minimum wage which previously it relates to the survey held with wage councils that it is recommended to Governor further. It shows that Government Regulation (PP) No. 78 Year 2015, particularly on which regulates the minimum wage, contradicts Article 28D Constitution Year 1945. | |
| 20807 | 23747 | E1A013085 | DISSENTING OPINION PADA PUTUSAN PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL TENTANG GUGATAN PENGGUGAT TIDAK DAPAT DITERIMA DALAM PERKARA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Hubungan Industrial Nomor : 08/Pdt.sus-PHI/2014/PN.Palu) | Sejak diberlakukanya Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2004 tentang kekuasaan kehakiman, terdapat kesepakatan yang lahir dari konvensi diantara para anggota suatu majelis hakim, jika dalam persidangan permusyawarahan majelis hakim tidak mencapai permufakatan dalam memutuskan putusan, maka pendapat hakim minoritas wajib dicantumkan dalam putusan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari putusan. Dissenting Opinion dapat dikatakan sebagai hal baru dalam dunia peradilan di Indonesia. Penerapan Dissenting Opinion dalam ranah Hukum Acara Perdata salah satunya terdapat pada Putusan Nomor 08/Pdt.Sus-PHI/2014/PN Pa dengan susunan majelis hakim yaitu I Dewa Gede B. D. Asmara, S.H.,MH sebagai Hakim Ketua; Drs. ABD. Malik Bram,SH,MH dan M.Tadzwif Mustari,SH masing masing sebagai Hakim Anggota. Metode pendekatan penelitian ini adalah yuridis normative. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Dissenting opinion yang diajukan kurang cermat karena kurang memiliki kekuatan hukum argumen yang disampaikan tidak memperhatikan fakta-fakta hukum bahwa Penggugat menerima anjuran dari Mediator Hubungan Industrial. (2) Mayority Opinion sudah tepat karena pada positanya Penggugat telah menerima saran dari DISNAKERTRANS Provinsi Sulawesi Tengah yang mendasarkan tindakan Penggugat tergolong dalam Pasal 168 Undang-Undang Ketenagakerjaan. Implikasi hukum dari penelitain ini adalah: (1) Dissenting Opinion dapat menjadi gambaran baru dalam menetapkan daluwarsa gugatan terhadap perkara pemutusan hubungan kerja, karena daluwarsa gugatan Penggugat pada perkara ini tidak boleh hanya dilihat dari dikeluarkannya Surat Keputusan Pemutusan Hubungan Kerja, namun dilihat pada saat Penggugat mengajukan Surat Pengaduan Ke DISNAKERTRANS Kab. Buol karena pengaduan ke DISNAKERTRANS merupakan salah satu tahapan dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial sebelum tahap Pengadilan Hubungan Industrial (2) Majority Opinion memiliki implikasi hukum dikabulkanya Eksepsi Tergugat, dalam Pokok Perkara gugatan Penggugat tidak dapat diterima dalam Rekonvensi gugatan Penggugat tidak dapat diterima, dan dalam Konvensi dan Rekonvensi Membebankan biaya perkara yang timbul dalam perkara ini kepada Negara. | Since the enactment of Law Number 48 of 2004 concerning judicial power, there is an agreement born of the convention among members of a panel of judges, if in deliberation proceedings the panel of judges does not reach agreement in deciding the decision, the opinion of a minority judge must be included in the decision and is a part that is inseparable from the decision. Dissenting Opinion can be said to be a new thing in the world of justice in Indonesia. The application of Dissenting Opinion in the realm of Civil Procedure Law is one of them is in Decision Number 08 / Pdt.Sus-PHI / 2014 / PN Pa with the composition of the panel of judges namely I Dewa Gede B. D. Asmara, S.H., MH as Chief Judge; Drs. ABD. Malik Bram, SH, MH and M.Tadzwif Mustari, SH respectively as Member Judges. The method of this research approach is normative juridical. The results of the research obtained were: (1) Dissenting opinions submitted were not accurate because they lacked the legal power of the arguments submitted did not pay attention to legal facts that the Plaintiff received recommendations from the Industrial Relations Mediator. (2) Majority Opinion is right because in the positives the Plaintiff has received advice from DISNAKERTRANS of Central Sulawesi Province which based the actions of the Plaintiff belonging to Article 168 of the Manpower Act. The legal implications of this research are: (1) Dissenting Opinion can be a new description in determining the expiry of a lawsuit against a case of termination of employment, because the Plaintiff's claim on this case may not only be seen from the issuance of the Termination Letter but seen when the Plaintiff submit a Complaint Letter to DISNAKERTRANS Kab. Buol because the complaint to DISNAKERTRANS is one of the stages in the settlement of industrial relations disputes before the Industrial Relations Court stage (2) Majority Opinion has legal implications in the granting of the Defendant's Exception, in the Principal Case of the Plaintiff's claim cannot be accepted in the Reconciliation claim the Plaintiff cannot be accepted, and in the Convention and Reconstruction Charges the case costs incurred in this case to the State | |
| 20808 | 23748 | H1G014035 | STRUKTUR MIKROANATOMI INSANG IKAN BANDENG (Chanos chanos) YANG TERAKUMULASI LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DI WILAYAH PERTAMBAKAN TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2018 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat kadmium dalam media air dan kerusakan struktur mikroanatomi insang ikan bandeng antar stasiun, serta hubungan keduanya. Stratified random sampling diterapkan pada lokasi penelitian yang dibagi 4 stasiun pengamatan berdasarkan jarak sumber cemaran. Sampel diambil 4 kali ulangan. Data kadar logam berat kadmium dan skoring kerusakan insang diuji Anova, dan diuji Korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Cd antar stasiun berkisar 0,0133-0,0527 mg/L (berbeda nyata). Kadar Cd tertinggi ditemukan pada stasiun I sebesar 0,0527 mg/L. Kadar Cd berbeda pada tiap stasiun pengamatan karena adanya jarak stasiun dengan sumber cemaran, TSS dan COD. Kerusakan insang ikan bandeng berupa edema, hiperplasia, fusi lamella dan nekrosis. Hasil skoring kerusakan edema 0-3; kerusakan hiperplasia 0-3; kerusakan fusi 0-3; kerusakan nekrosis 0-2. Kadar Cd dengan kerusakan edema berkorelasi positif dengan keeratan sedang. Kerusakan hiperplasia berkorelasi positif dengan keeratan sangat kuat. Kerusakan fusi lamella berkorelasi positif dengan keeratan kuat, dan kerusakan nekrosis berkorelasi positif dengan keeratan sedang. Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, DO dan ammonia dalam kondisi optimum sedangkan TSS, COD dan BOD melebihi baku mutu perairan. | This study dealt with levels of Cd heavy metals in water, among stations, and damages of the microanatomy structure gills in milkfish. Stratified random sampling methods were applied on four sampling site stations, based on their distances from polution sources. Samplings were run in quadruplicates. Data on Cd levels and gill damage scoring were tested in ANOVA. Their correlations were also analysed. The results showed that Cd levels varied between 0.0133-0.0527 mg/L. The highest one was found in station I (0.0527 mg/L). Gill damages were form of oedeme, hyperplasia, lamella fusion and necrose. Oedeme scores were 0-3; hyperplasia 0-3; lamella fusion 0-3; and necrosis 0-2. The positive correlation was found between Cd levels and oedeme damages with moderate relation. Hyperplasia damage positively correlated with very high relation. Lamella fusion damages positively correlated with high relation. However, necrose damages positively correlated with moderate relation. Environmental parameters i.e. temperature, salinity, dissolved oxygen, and ammonia remained in optimum conditions, while TSS, COD and BOD excessed quality standards. | |
| 20809 | 23749 | G1F014049 | DAYA PEREDAMAN RADIKAL BEBAS FRAKSI KLOROFORM HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata Ness.) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) | Tujuan dari penelitian ini adalah utnuk mengetahui daya peredaman radikal bebas fraksi kloroform herba sambiloto dan identifikasi kandungan senyawa kimianya yang telah diketahui peranannya dalam meredam radikal bebas. Pembuatan ekstrak herba sambiloto dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Fraksinasi dikerjakan secara bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, kloroform, dan etil asetat. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan dilakukan pada beberapa seri konsentrasi sampel yaitu 648 ppm, 756 ppm, 864 ppm, 972ppm dan 1080 ppm. Pembanding yang digunakan dalam pengujian daya peredaman radikal bebas adalah vitamin C dengan seri konsentrasi 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, dan 50 ppm. Identifikasi kandungan senyawa kimia menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi kloroform herba sambiloto memiliki daya peredaman dengan nilai IC50 sebesar 953,626 ppm, sementara vitamin C sebesar 33,659 ppm. Hasil skrining fitokimia terhadap fraksi uji menunjukkan adanya senyawa golongan flavonoid, alkaloid, terpenoid dan polifenol. | The aim of this study was to determine the reduction of free radical power of chloroform fraction from sambiloto herbs and the identification of the content of their chemical compounds which have been known to play a role in reducing free radicals. Making extracts of Andrographis paniculata Ness. were carried out by maceration method using methanol. Fractionation was carried out in stages using n-hexane, chloroform, and ethyl acetate solvents. Antioxidant activity test using DPPH method and carried out in several series of sample concentrations of 648 ppm, 756 ppm, 864 ppm, 972ppm dan 1080 ppm. The comparison used in testing reducton of free radical power was vitamin C with a concentration series of 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, and 50 ppm. Identification of chemical compounds using Thin Layer Chromatography (TLC). The results showed that the chloroform fraction from methanol extract of Andrographis paniculata Ness. had the ability to reduce free radicals with IC50 values of 953,626 ppm, while vitamin C was 33,659 ppm. The results of phytochemical screening on the test fraction showed the presence of flavonoid, alkaloid, terpenoid and polyphenol compounds. | |
| 20810 | 23750 | D1E014240 | PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK BUAH PEPAYA DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KADAR LEMAK GELATIN CEKER AYAM BROILER | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji antara konsentrasi ekstrak buah pepaya dan lama perendaman terhadap kadar protein dan lemak gelatin ceker ayam broiler. Materi penelitian berupa 27 kg ceker ayam broiler, getah pepaya, akuades, Nacl, NaOH, dan air bersih. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola factorial (3x3) dengan dua factor yaitu factor (Y) konsentrasi ekstrak pepaya Y1=5%, Y2=10%, dan Y3=15% sedangkan faktor (L) adalah lama perendaman yaitu L1= 2 jam, L2= 4 jam, L3= 6 jam, dan setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil analisis variansi konsentrasi ekstrak buah pepaya berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein secara linier dengan persamaan Y=30.42+0.46X. Lama perendaman berpengaruh sangat nyata secara kuadrater dengan persamaan Y=30.93+1.73X-0.14X2. Interaksi antara konsentrasi ekstrak buah pepaya dengan lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein gelatin. Hasil analisis variansi konsentrasi ekstrak buah pepaya pengaruh sangat nyata secara linier terhadap kadar lemak dengan persamaan Y=4.68-0.05X. Hasil analisis variansi bahwa Lama perendaman dan interaksinya berpengaruh tidak nyata terhadap kadar lemak gelatin. Kesimpulan, peningkatan konsentrasi ekstrak buah pepaya 15% dan lama perendaman 6 jam menghasilkan gelatin dengan kadar protein tinggi dan kadar lemak rendah. | This study aimed to examine the effect of extract papaya fruit concentration and soaking time on protein content and fat content broiler chicken claw gelatin. The study material included 27 kg of chicken claw, papaya sap, aquadest, Nacl, NaOH, and clean water The study used a completely randomized design (CRD) factorial pattern of (3x3) with two factors: factor (Y) concentration of extract papaya fruit Y1 = 5%, Y2 = 10%, and Y3 = 15% while factor (B) was long soaking is L1 = 2 hours, L2 = 4 hours, L3 = 6 hours, and each treatment is repeated 3 times. The results of the analysis showed that deferent concentration of extract papaya fruit high significant effect on the protein levels with linier equation Y = 30.42 + 0.46X. Soaking times head high significant effect on protein content with quadratic equation Y=30.93+1.73X-014X2. The interaction between the concentration of extract papaya fruit and soaking time was not significant affect the protein content of gelatin. The result of the varience analysis showed that the concentration of papaya ekstract high significant effect on the fat content with linier equation Y=4.68-0.05X. The result of the varience analysis showed soaking times and its interaction no significaly affacet the fat content of the gelain. The counclusion, the increase in concentration of 15% extract papaya fruit and 6 hours soaking time of produced gelatin with the high protein content and the low fat content. | |
| 20811 | 25785 | C1C015003 | AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN ORGANISASI MAHASISWA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana akuntabilitas pengelolaan keuangan Organisasi Mahasiswa X dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan keuangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Aspek yang dianalisis adalah proses perencanaan anggaran, pengelolaan keuangan, pelaporan laporan keuangan dan hambatan dalam pengelolaan keuangan Organisasi Mahasiswa X yang didapat dari pernyataan informan, observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan Organisasi Mahasiswa X dapat dikatakan cukup akuntabel karena proses pengelolaan keuangan yang dijalankan sangat baik, namun terdapat satu kesalahan dalam pelaporan laporan keuangan, yaitu missstatement dalam laporan arus kas. | The purpose of this research to determine the extent to which accountability of financial management of Student Organization X and the obstacles faced in financial management. This study used qualitative methods with a case study approach. The aspects analyzed are the budget planning process, financial management, reporting of financial statements and obstacles in the financial management of Student Organization X obtained from the statements of informants, observation, and documentation. The results show that the financial management of Student Organization X can be said to be quite accountable because the financial management process is run very well, but there is one error in reporting financial statements, namely misstatement in the cash flow statement. | |
| 20812 | 23751 | D1E014259 | PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAH BUAH PEPAYA DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP RENDEMEN DAN WARNA GELATIN CEKER AYAM BROILER | ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi ekstrak buah pepaya dan lama perendaman terhadap rendemen dan warna gelatin ceker ayam broiler. Materi yang digunakan adalah ceker ayam broiler 27.000 g, getah buah pepaya 4.050 ml, aquades, NaOH dan Hcl. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial (3x3) dengan faktor A adalah konsentrasi ekstrak buah pepaya (A1 = 5%, A2= 10% dan A3 = 15%). Faktor B adalah lama perendaman (B1 = 2, B2 = 4 dan B3 = 6 jam). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak buah pepaya berpengaruh nyata terhadap rendemen secara kuadrater mengikuti persamaan garis Y = -0,98 + 1.16 X – 0.05 X2. Lama perendaman berpengaruh tidak nyata, sedangkan interaksinya berpengaruh nyata terhadap rendemen gelatin secara kuadrater pada A1 dan A2 masing-masing mengikuti persamaan garis Y A1 = 9.63 – 4.16 X + 0.56 X2 dan Y A2 = 10.36 – 3.30 + 0,43 X2. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsentrasi, lama perendaman dan interaknya tidak berpengaruh nyata terhadap warna gelatin ceker ayam broiler. Kesimpulan, peningkatan konsentrasi ekstrak buah pepaya dan lama perendaman menghasilkan rendemen dan warna gelatin yang sama, dengan konsentrasi maksimal 10,60%. | ABSTRACT This study aimed to examine the effect of extract papaya fruit concentration and soaking time on yield and color broiler chicken claw gelatin. The material used in this study was broiler chicken claw 27.000 gram, papaya sap 4.050 ml, aquades, NaOH and Hcl. The research method was conducted experimentally. The study used the factorial with completely randomized design (CRD) pattern (3x3), as factor A was the concentration of papaya fruit extract (A1 = 5%, A2 = 10% and A3 = 15%). Factor B was soaking time (B1 = 2, B2 = 4 and B3 = 6 hours). Each treatment combination was repeated 3 times. The results of the variance analysis showed that different concentrations of papaya extract significantly affect on the yield with the quadratic equation Y = -0.98 + 1.16 X - 0.05 X2. Soaking time no significant effect, while the interaction had effect on the gelatin yield squared in A1 and A2. Each of which followed the equation Y A1 = 9.63 - 4.16 X + 0.56 X2 and Y A2 = 10.36 - 3.30 + 0.43 X2. The results of the variance analysis showed that the concentration, the soaking time and the interaction not significantly affect the gelatin color of broiler chicken claw. The conclusion, the increase of extract papaya fruit concentration and soaking time resulted in the same yield and gelatin color, with a maximum concentration of 10.60%. | |
| 20813 | 23752 | D1E014243 | PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KULIT NANAS DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP VISKOSITAS DAN KEKUATAN GEL GELATIN CEKER AYAM BROILER | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi ekstrak kulit nanas dan lama perendaman terhadap viskositas dan kekuatan gel gelatin ceker ayam broiler. Materi yang digunakan berupa ceker ayam broiler 27.000 g, ekstrak kulit nanas 4050 ml, akuades, NaCl, dan HCl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial (3x3) dengan faktor A konsentrasi ekstrak kulit nanas (A1= 5%, A2= 10%, A3= 15%) dan faktor B lama perendaman (B1= 2 jam, B2= 4 jam, B3= 6 jam), setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak kulit nanas berpengaruh nyata terhadap viskositas secara linear dengan persamaan Y=1,708-0,023. Lama perendaman berpengaruh sangat nyata secara linear dengan persamaan Y=0,768+0,177. Interaksi antara konsentrasi ekstrak kulit nanas dan lama perendaman selama 4 jam berpengaruh nyata secara linear dengan persamaan Y=1,187+0,035 X dan interaksi antara konsentrasi ekstrak kulit nanas dan lama perendaman selama 6 jam berpengaruh sangat nyata terhadap viskositas gelatin secara kuadrater dengan persamaan Y=4,517–0,544 X +0,023 X2. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa konsentrasi, lama perendaman, dan interaksinya tidak berpengaruh nyata terhadap kekuatan gel gelatin. Kesimpulan, peningkatan konsentrasi ektrak kulit nanas dan lama perendaman menghasilkan viskositas dan kekuatan gel yang sama dengan konsentrasi maksimal 11,66%. Kata kunci: Gelatin, Ceker Ayam Broiler, Kulit Nanas, Viskositas, Kekuatan Gel. | This study aimed to examine the effect of extract pineapple peels concentration and soaking time on viscocity and gel strenght broiler chicken claw gelatin. The material used in this study was broiler claw 27.000 g, pineapple peels extract 4050 ml, aquades, NaCl, and HCl. The study used the Factorial with Completly Randomized Design (CRD) pattern (3x3), as a factor A was the concentration of pineapple peels extract (A1 = 5%, A2 = 10%, A3 = 15%) and factor B was soaking time (B1 = 2 hours, B2 = 4 hours, B3 = 6 hours), each combination of treatments was repeated 3 times. The results of the variance analysis showed that different concentration of pineapple peels extract significantly affect on the viscocity with linear equation Y=1,708-0,023. Soaking times had a high significant effect on the viscocity with linear equation Y=0,768-0,177. The interaction between concentration of pineapple peels extract and 4 hours soaking time significant effect on linear equation Y= 1,187 + 0,035 X and interaction between pineapple peels extract concentration and 6 hours soaking time had a high significant effect on the viscosity of the gelatin quadratic equation Y= 4,517 - 0.544 X + 0.023 X2. The results of the variance analysis showed that the concentration, the soaking time, and the interaction not significantly affect the strength of the gelatin gel. The conclusion, the increase of extract pineapple peels concentration and soaking times resulted in the same viscocity and strenght of the gelatin gel, with a maximum concentration of 11,66%. Keywords: Gelatin, Broiler Chicken Claw, Pineapple peels, Viscocitas, Gel Strength. | |
| 20814 | 23753 | D1E014191 | PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KULIT NANAS DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KADAR LEMAK GELATIN CEKER AYAM BROILER | Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh konsentrasi ekstrak kulit nanas dan lama perendaman terhadap kadar protein dan kadar lemak gelatin. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 3x3 dengan faktor A adalah konsentrasi ekstrak kulit nanas (A1 = 5%, A2 = 10%, A3 = 15%) dan faktor B lama perendaman (B1 = 2 jam, B2 = 4 jam, B3 = 6 jam). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil analisis variansi konsentrasi ekstrak kulit nanas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein dan kadar lemak sedangkan lama perendaman dan interaksi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar protein dan kadar lemak. Hasil uji orthogonal polynomial konsentrasi ekstrak kulit nanas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) secara linear terhadap kadar protein gelatin mengikuti persamaan Y = 31,06 + 0,30 X. Hasil uji orthogonal polynomial konsentrasi ekstrak kulit nanas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) secara linear terhadap kadar lemak gelatin mengikuti persamaan Y = 4,74 – 0,06 X. Lama perendaman dan interaksinya berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar protein dan kadar lemak gelatin. Kesimpulan, konsentrasi ekstrak kulit nanas 15% dan lama perendaman 6 jam menghasilkan kadar protein gelatin tinggi dan kadar lemak gelatin rendah. | The aim of the study was to examine the effect of pineapple peel extract concentration and soaking time on protein content and fat content of gelatin. The study used a Complete Randomized Design factorial pattern of 3x3x3 with factors. A concentration of pineapple peel extract (A1 = 5%, A2 = 10%, A3 = 15%) and B-factor of soaking time (B1 = 2 hours, B2 = 4 hours, B3 = 6 hours). Each combination treatment was repeated 3 times. The results of the variance analysis of pineapple peel extract concentration highly significant effect on protein and fat content (P <0.01), while the soaking time and the interaction no significant effect on the protein and fat content (P> 0.05). The polynomial orthogonal test results of the concentration of pineapple peel extract highly significant effect (P <0.01) on the protein content following the equation Y = 31.06 + 0.30 X. The results of polynomial orthogonal tests of pineapple peel extract concentration highly significant effect (P <0.01) linearly on fat content following the equation Y = 4.74 - 0.06 X. The soaking time and its interaction no significant effect (P> 0.05) on the protein and fat content of gelatin. The conclusion, the concentration of 15% pineapple peel extract and 6-hours soaking time produced gelatin with the high protein content and low fat content. | |
| 20815 | 23754 | D1E014088 | Pengaruh Penambahan Bunga Telang (Clitoria ternatea) dengan Persentase Berbeda terhadap Warna dan Titrable Acidity Yogurt Susu Kambing | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan bunga telang dengan persentase berbeda terhadap warna dan titrable acidity yogurt susu kambing. Materi yang digunakan adalah 7,5 liter susu kambing dan 16 gram bunga telang kering. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri dari: P0 (tanpa penambahan bunga telang), P1 (penambahan bunga telang 1%), P2 (penambahan bunga telang 3%) dan P3 (penambahan bunga telang 5%). Peubah yang diukur adalah warna dan titrable acididy yogurt susu kambing. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan bunga telang dengan persentase berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna dan titrable acidity yogurt susu kambing. Uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bahwa antar perlakuan berbeda sangat nyata (P<0,01). Bunga telang dapat dijadikan sebagai pewarna alami yogurt susu kambing hingga 5% memberikan warna ungu kebiruan yang lebih pekat. Penambahan bunga telang 1% dalam pembuatan yogurt susu kambing menghasilkan nilai titrable acidity yang sesuai Standar Nasional Indonesia. | The purpose of this research was to find out the effect of adding telang flowers on color and titrable acidity of goat milk yogurt. The materials used 7.5 liters of goat milk and 16 grams of dried telang flowers. The method of this research used experimental method. The design of this research was used Completely Randomized Design (CRD) that consisted of 4 treatment and each treatment was repeated five times. The treatments were: P0 (without adding telang flowers), P1 (addition of telang flowers 1%), P2 (addition of telang flowers 3%) and P3 (addition telang flowers 5%). The variables observed were color and titrable acididy of goat milk yogurt. Analysis of variance showed that the addition of telang flowers was very significant effect (P<0.01) on the color and titrable acidity of goat milk yogurt. Further test of Honest Significant Difference (HSD) showed that all of treatment was very significant effect (P<0.01) on color and titrable acidity of goat milk yogurt. From this research, telang flowers can be used as a natural dyes with 5% of goat milk yogurt have a purplish blue more than control. Adding telang flowers 1% of goat milk yogurt have a resulted titrable acidity as Indonesian National Standard. | |
| 20816 | 25786 | D1A015133 | SUPLEMENTASI TEPUNG BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) PADA PAKAN TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE ORGAN-ORGAN ASSESORIS PUYUH (Coturnix coturnix Japonica) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung biji alpukat pada pakan terhadap bobot dan persentase organ-organ assesori (hati, pankreas dan limpa) puyuh. Penelitian dilaksanakan di kandang percobaan Ketapang Farm Desa Sokaraja Kulon Kecamatan Sokaraja selama 10 minggu. Materi penelitian yang digunakan yaitu 100 ekor puyuh betina, kandang, tempat air minum, tempat pakan dan timbangan digital. Bahan pakan yang digunakan adalah tepung biji alpukat, jagung, dedak padi, tepung ikan, bungkil kedelai, minyak kelapa sawit, kalsium karbonat, premix, Lysin, dan methionin. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari pakan dengan suplementasi tepung biji alpukat 0%, 3%, 6% dan 9%. Variabel yang diamati yaitu bobot dan persentase organ-organ assesoris. Hasil rataan berdasarkan perlakuan R0, R1, R2 dan R3 secara berurutan adalah bobot hati 4,04 ± 0,73 g, 3,79 ± 0,37 g, 3,75 ± 0,26 g, bobot pankreas 0,30 ± 0,07 g, 0,32 ± 0,07 g, 0,36 ± 0,10 g, 0,38 ± 0,07 g, dan bobot limpa 0,11 ± 0,03 g, 0,14 ± 0,03 g, 0,12 ± 0,03 g, 0,11 ± 0,04 g. Rataan persentase hati 2,661 ± 0,531%, 2,530 ± 0,179%, 2,360 ± 0,169%, 2,411 ± 0,162%, persentase pankreas 0,1951 ± 0,0537%, 0,2163 ± 0,0507%, 0,2253 ± 0,0588%, 0,2340 ± 0,0444%, dan persentase limpa 0,0708 ± 0,0203%, 0,0901 ± 0,0217%, 0,0754 ± 0,0174%, 0,0667 ± 0,0177%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung biji alpukat pada pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase organ-organ assesoris puyuh. Kesimpulan penelitian adalah suplementasi tepung biji alpukat pada pakan puyuh dengan level pemberian sampai 9% tidak mempengaruhi bobot dan persentase organ-organ assesoris (hati, limpa dan pankreas) puyuh. | This research was carried out to study the effect of supplementation of avocado seed meal towards the weight and the percentage of quail accessorys organs (heart, pancreas and spleen). This research has been done on the Ketapang experimental cage farm, Sokaraja village, sub-District Sokaraja for 10 weeks. The materials used for this research are 100 female quails, cages, drinker, feeder and palm oil, carbonat Calcium, premix, lysine, and methionine. This research has been done with experiment method using complete randomized design (RAL) within 4 treatments of avocado seed meal 0%, 3%, 6% and 9%. The variable was observed on the weight and the percentage of quails accessorys organs. The average results on treatments R0, R1, R2 and R3 in sequence of weight heart 4,04 ± 0,73 g, 3,79 ± 0,37 g, 3,75 ± 0,26 g, pancreas 0,30 ± 0,07 g, 0,32 ± 0,07 g, 0,36 ± 0,10 g, 0,38 ± 0,07 g, and spleen 0,11 ± 0,03 g, 0,14 ± 0,03 g, 0,12 ± 0,03 g, 0,11 ± 0,04 g. The average results of percentage heart 2,661 ± 0,531%, 2,530 ± 0,179%, 2,360 ± 0,169%, 2,411 ± 0,162%, pancreas 0,1951 ± 0,0537%, 0,2163 ± 0,0507%, 0,2253 ± 0,0588%, 0,2340 ± 0,0444%, and spleen 0,0708 ± 0,0203%, 0,0901 ± 0,0217%, 0,0754 ± 0,0174%, 0,0667 ± 0,0177%. The result of the research shows that supplementation of avocado seed meal in feed had no significant effect (P>0,05) towards the weight and the percentage of quails accessorys organs. The conclusion of the research was that the use of supplementation avocado seed meal in feed up to 9% has not been able to increase of weight and percentage accessorys organs of quail (heart, spleen and pancreas). | |
| 20817 | 23755 | D1E014218 | PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KULIT NANAS DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KADAR AIR DAN pH GELATIN CEKER AYAM BROILER | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi ekstrak kulit dan lama perendaman terhadap kadar air dan pH gelatin. Materi penelitian yang digunakan adalah 27 kg ceker ayam broiler, ekstrak kulit nanas 4050 ml, aquades dan Nacl 0,8%. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan design Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, sebagai faktor A adalah konsentrasi ekstrak kulit nanas (5%, 10%, 15%) dan faktor B lama perendaman (2, 4, dan 6 jam). Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Orthogonal Polynomial. Hasil analisis variansi konsentrasi dengan ekstrak kulit nanas dan lama perendaman serta interaksinya berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kadar air dan pH gelatin, sedangkan pada pH berpengaruh sangat nyata (P<0.01). Kesimpulan, konsentrasi ekstrak kulit nanas 15 % dan lama perendaman 4 jam menghasilkan gelatin dengan kadar air dan pH yang sama. Kata Kunci : Gelatin, Ceker Ayam Broiler, Kulit Nanas, Kadar Air dan pH. | The study aimed to examine the effect of pineapple peel extract concentration and soaking time on water content and gelatin pH. The research materials were 27 kg broiler chicken claws, 4050 ml pineapple peel extract, aquades and Nacl 0.8%. The method used was the experimental method with the design Completely Randomized Design (RAL) with factorial pattern, as the A factor were the pineapple peel extract concentration (5%, 10%, 15%) and factor B was soaking time (2, 4, and 6 hours). Each combination treatment was repeated three times. The data was analyzed using variance analysis and continued by Orthogonal Polynomial tests. The results of analysis of pineapple peel extract concentration variance and soaking time and the interaction was not significant (P> 0.05) with water content and gelatin pH, while pH values were very significant (P<0.01 ). In conclusion, the pineapple peel extract concentration of 15% and four hours soaking time produced gelatin with the same water content and pH. Keywords: Gelatin, Broiler Chicken Claw, Pineapple Peel, Water Content and pH. | |
| 20818 | 26080 | F1B113017 | IMPLEMANTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN BAGI RUMAH TANGGA SANGAT MISKIN (RTSM) DI DESA KEDUNGBANTENG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Tujuan di dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Program Keluarga Harapan dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga sangat miskin di Desa Kedungbanteng Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.Jenis penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purpose sampling dan untuk memperoleh data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dengan menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan implementasi Program Keluarga Harapan dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga sangat miskin di Desa Kedungbanteng Kecamatan Kedungbanteng yang belum optimal. Aspek banyaknya aktor yang terlibat belum optimal, dimana ada dari 13 aktor yang terlibat ada salah satu aktor yang merangkap 2 jobdesk yaitu menjadi pendamping dan menjadi korcam. Aspek hubungan antar aktor sudah optimal, ini karena semua aktor yang terlibat sudah menjalin komunikasi dan saling berpartisipasi dengan baik satu sama lain. Aspek sosialisasi sudah optimal, dimana sosialisasi rutin dilakukan oleh pendamping PKH jika ada informasi-informasi terbaru tentang PKH. Aspek tujuan program sudah optimal, karena para sasaran PKH sudah merasa paham semua tujuan PKH yang telah dijelaskan oleh pendamping PKH. Aspek keluhan pelaksanaan PKH belum optimal, tetapi keluhan paling banyak timbul dari mereka yang tidak menerima PKH mereka merasa adanya kesenjangan sosial. Aspek penyelesaian keluhan belum optimal, karena penyelesaian keluhan hanya diselesaikan oleh pemerintah pusat. | The purpose of this study was to determine the implementation of the Family Hope Program in improving the welfare of very poor households in Kedungbanteng Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. This type of research uses descriptive qualitative. The selection of informants uses purpose sampling techniques and to obtain research data using interviews, observation and documentation. While the data analysis technique uses an interactive analysis model. Data collection techniques using interviews, documentation, and observation. Data analysis using data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the implementation of the Family of Hope Program in improving the welfare of very poor households in Kedungbanteng Village, Kedungbanteng District is not yet optimal. The aspect of the number of actors involved has not been optimal, where there are 13 actors involved, there is one actor who also works as a jobdesk, who is a companion and a korcam. The aspect of relations between actors is optimal, this is because all the actors involved have established communication and participated well with each other. The socialization aspect is optimal, where routine socialization is carried out by PKH facilitators if there is the latest information about PKH. Aspects of program objectives are optimal, because PKH targets already feel they understand all the PKH objectives that have been explained by PKH facilitators. Aspects of complaints about the implementation of PKH have not been optimal, but most complaints arise from those who do not receive PKH, they feel there is a social gap. The complaint resolution aspect is not optimal, because the resolution of complaints is only solved by the central government. | |
| 20819 | 23757 | H1F014018 | Karakteristik Paleotsunami Daerah Pandanwangi dan Sekitarnya, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur | Daerah Pandanwangi dan sekitarnya, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur merupakan daerah yang berada di pantai selatan Pulau Jawa dimana ditemukan zona subduksi akibat pertemuan lempeng Indo-australia dan Eurasia. Zona subduksi ini boleh jadi menyebabkan daerah yang dijadikan lokasi penelitian rentang mengalami gempa bumi yang diikuti gelombang tsunami. Masih kurangnya penelitian mengenai endapan tsunami purba di lokasi penelitian mendukung untuk membuktikan bahwa di daerah penelitian pernah mengalami tsunami. Penelitian endapan tsunami purba atau paleotsunami dilakukan dengan analisis granulometri, mineralogi, x-ray fluorescene dan mikrofosil. Berdasarkan analisis tersebut, endapan paleotsunami di daerah penelitian berupa : 1) Lapisan lanau C (endapan paleotsunami C) yang berada pada kedalaman 221 – 222 cm memiliki ukuran besar butir lanau sangat kasar dengan kandungan mineral amfibol dan zircon serta unsur Sr dan Ca yang teramati mengalami peningkatan dibanding lapisan non-paleotsunami. Lapisan ini juga mengandung cangkang Foraminifera yang hancur. 2) Lapisan lanau B (endapan paleotsunami B) yang berada pada kedalaman 150 – 155 cm memiliki ukuran besar butir lanau sedang hingga lanau kasar dengan kandungan mineral zircon, mika, dan biotit serta unsur Sr dan Ca yang teramati mengalami peningkatan dibanding lapisan non-paleotsunami. Lapisan ini juga mengandung mengandung cangkang Foraminifera Globigerinoides spp, Globigerina spp, dan Globoquadrina spp. 3) Lapisan lanau A (endapan paleotsunami A) yang berada pada kedalaman 50 – 52 cm memiliki ukuran besar butir lanau kasar hingga lanau sangat kasar. Dengan kandungan mineral magnetit, ilmenite, zircon dan mika serta unsur Sr yang teramati mengalami peningkatan dibanding lapisan non-paleotsunami. Lapisan ini juga mengandung cangkang Foraminifera dan ditemuka cangkang mirip Bivalvia. | Pandanwangi and surrounding area, Lumajang regency, East Java province is an area on the southern coastal of Java Island where the subduction zone are found result by the meeting between Indo-Australian and Eurasian plates. This subduction zone may cause the area to be used as the research location susceptible for experience an earthquake followed by a tsunami wave. There is still a lack research about paleotsunami in research location, support the evidence that in the research area there was a tsunami. Ancient tsunami deposits or paleotsunami deposits can be identified by several analyze are granulometry, mineralogy, x-ray fluorescene and microfosil analysis. Based on these analysis, paleotsunami deposits in the research area are : 1) Silt C layer (paleotsunami C deposit) which is at a depth of 221 – 222 cm have very coarse silt grains with amphibole and zircone minerals and elements of Zr, Co, Fe, V, Sc and Ca have increased compared to non-paleotsunami layers. In this layer found also crushed Foraminfera shells. 2) Silt B layer (paleotsunami B deposit) which is at a depth 150 – 155 cm have medium silt to coarse silt grains with zircon, mica, and biotie minerals and elements of Mo, Sr, Zr, W, Zn, Co, Fe, Cr, V, Hg and Ca have increased compared to non-paleotsunami layers. In this layer found also Foraminifera shells of Globigerinoides spp, Globigerina spp, and Globoquadrina spp. 3) Silt A layer (paleotsunami A deposit) which is at a depth 50 – 52 cm have coarse silt to very coarse silt grains with magnetite, ilmenite, zircon and mica minerals and elements of Mo, Co, Sc, and Zr have increased compared to non-plaeotsunami layers. In this layer found also Foraminifera shell and found shell like Bivalvia species. | |
| 20820 | 23759 | E1A014104 | ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENERAPAN KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN ANTARA KONSUMEN DAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN PT. CIMB NIAGA AUTO FINANCE PURWOKERTO (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 09/PDT.G/2016/PN.PWT) | ABSTRAK Klausula baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh Pelaku Usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan/atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh Konsumen, oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas lebih dalam penelitian ini dengan judul “Analisis Yuridis Terhadap Penerapan Klausula Baku Dalam Perjanjian Pembiayaan Antara Konsumen Dan Perusahaan Pembiayaan PT. CIMB Niaga Auto Finance Purwokerto (Studi Kasus Putusan Nomor 09/PDT.G/2016/PN.PWT)”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, dengan spesifikasi penelitian deskriptif, dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer sebagai pendukung data sekunder, metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pencantuman klausula baku diperbolehkan asalkan tidak merugikan konsumen dan pencantuman klausula baku dalam perjanjian tidak membuat perjanjian tersebut batal, oleh karena itu Perjanjian Pembiayaan Konsumen yang dituangkan dalam Sertifikat Jaminan Fidusia Nomor: W13.00447839.AH.05.01 tanggal 11 Agustus 2015 tetap sah dan mengikat sebagai Undang-Undang bagi para pihak. Berdasarkan Pasal 1320 KUH Perdata mengenai syarat sahnya perjanjian dan Pasal 18 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengenai larangan pencantuman klausula baku, dalam Putusan Pengadilan No. 09/PDT.G/2016/PN.PWT, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto sudah tepat dalam menerapkan hukumnya, karena Sumartoyo sebagai konsumen telah melanggar klausula baku yang telah disepakati dengan pelaku usaha. | ABSTRACT Standard clauses are any rules or terms and conditions have been prepared and determine by enterpreneur set in a document and / or a binding contract and must be implement by consumers, therefore the author is interested to discuss this research with title “JURIDICAL ANALYSIS OF THE APPLICATION OF STANDARD CLAUSES IN FINANCE AGREEMENT BETWEEN CONSUMER AND FINANCING COMPANY PT. CIMB NIAGA AUTO FINANCE PURWOKERTO (Study of Decision No. 09/Pdt.G/2016/PN.Pwt)”. The research method used is normative juridical approach to legislation, with descriptive research specification, and the data used in this study are secondary data and primary data supporting secondary data, data analysis method used is qualitative normative method. The survey results revealed that the standard clauses are allowed as long as it does not harm consumers and besides of standard clauses in the agreement does not make the agreement void, therefore the Consumer Financing Agreement as outlined in the Fiduciary Guarantee Certificate Number W13.00447839.AH.05.01 August 11, 2015 remain valid and binding as the law for the parties. Based on Article 1320 KUH Perdata regarding the legal terms of the agreement and Article 18 paragraph (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 regarding of prohibition on the inclusion of standard clauses, in Court Desicion No. 09/PDT.G/2016/PN.PWT, District Court Judges of Purwokerto have appropriate to apply the law, because Sumartoyo as a consumer has violated the standard clause that has been agreed with the enterpreneur. |