Artikelilmiahs
Menampilkan 20.941-20.960 dari 50.127 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20941 | 23860 | F1D014052 | RELASI POLITIK AKTOR DALAM IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NO. 18 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI DESA PANINGKABAN KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS | Artikel hasil penelitian ini bertujuan implementasi Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2014 serta bagaimana pola relasi yang terjalin dalam proses immplementasi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai prespektif institusinalis dan paradigma non-potivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan relasi politik yang terjadi dan aktor aktor yang terlibat yaitu Bupati, DPRD, Satpol PP, DLH dan Pemerintah Desa Paningkaban. Hasil penelitian menunjukan bahwa relasi politik dalam implementasi perda yang terjadi tidak berjalan sesuai apa yang diamanahkan dalam Perda Nomor 18 Tahun 2014. Adanya kepentingan politik dari masing-masing aktor, serta adanya kerjasama kolutif membuat implementasi tidak berjalan sesuai regulasi. Merujuk pada teori politik implementasi oleh McLaughlin, menunjukan bahwa implementasi Perda Nomor 18 Tahun 2014 dalam kasus penambangan emas rakyat di Desa Paningkaban implementasi, jumlah kepentingan, komitmen disertai dukungan aktor memiliki pengaruh dominan bagi keberhasilan implementasi. Serta kerjasama kolutif atau pemufakatan kerjasama melawan hukum membuat implementasi tidak berjalan sesuai regulasi. Adanya kepentingan dari masing-masing aktor serta relasi yang tidak berjalan sesuai perda membuat Perda Nomor 18 Tahun 2014 tidak dapat memberikan solusi terkait permasalahan lingkungan akibat penambangan emas di Desa Paningkaban | ABSTRACK The results of this research article aim to implement Regional Regulation No. 18 of 2014 and how the patterns of relations are interwoven in the process of implementation. By using qualitative methods and a case study approach in the frame of institutional perspective and the non-potivism paradigm, the results of the study reveal the political relations that occur and the actors involved, namely the Regent, DPRD, Satpol PP, DLH and Paningkaban Village Government. The results showed that political relations in the implementation of regional regulations that did not work according to what was mandated in Perda Number 18 Year 2014. The existence of political interests of each actor, as well as the existence of collaborative collaboration made the implementation not run according to regulation. Referring to McLau4ghlin's political theory of implementation, it shows that the implementation of Perda Number 18 Year 2014 in the case of people's gold mining in Paningkaban Village implementation, number of interests, commitment along with actor support has the dominant influence for successful implementation. As well as collaborative collaboration or agreement on cooperation against the law, the implementation does not run according to regulations. The interests of each actor and the relations that are not running according to the local regulation make Perda Number 18 Year 2014 unable to provide solutions related to environmental problems due to gold mining in Paningkaban Village | |
| 20942 | 23861 | C1B014037 | PENGARUH KEPEMIMPINAN SERTA PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Guru SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto Tahun 2018) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan serta pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja dengan motivasi sebagai variabel mediasi pada guru di SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto tahun 2018.Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 42 guru. Hasil penelitian menggunakan analisis Partial Least Square (PLS) ini menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja; (2) Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kinerja; (3) Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap motivasi; 4) Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap motivasi; 5) Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja; 6) Motivasi memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja; 7) Motivasi memediasi pengaruh pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja. Implikasi penelitian ini adalah kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengomunkasikan dan membangun hubungan manusia yang baik dapat meningkatkan motivasi dan kinerja guru. Selain itu, pelatihan dan pengembangan yang memberikan reaksi positif setelah melaksanakan program tersebut, adanya penambahan pengetahuan saat pelatihan, dan peningkatan pengetahuan setelahnya juga dapat meingkatkan motivasi dan kinerja guru di SMA IT Al Irsyad Purwokerto. | This study aims to determine the influence of leadership and traningadevelopment of human resources and also motivation as mediation variable toward performance. There were 42 respondents selected as the sample of this study. Based on the results of research data and data analysis by Partial Least Square (PLS), it can be conclude: 1) leadership has positive affect to performance, 2) training and development has positive affect to performance, 3) leadership has positive affect to motivation, 4) training and development has positive affect to motivation, 5) motivation has positive affect to performance, 6) motivation mediates the relationship between leadership toward performance, 7) motivation mediates the relationship between training and motivation toward performance. The implications of the above conclusions are to improve the communication and human relations skill of head master so it will greatly affect teachers’s motivation and performance. The traning and development program which gives positive response and increase the knowledge during and after it, also will greatly affect teachers’s motivation and performance. Keywords : Leadership, Training and Development, Motivation, Performance | |
| 20943 | 23863 | G1I014027 | PERBEDAAN TINGKAT KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BOLA VOLI PADA SISWA PUTERA KELAS VIII SMP NEGERI WILAYAH KOTA DAN PEDESAAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Proses pembelajaran teknik dasar bola voli di sekolah banyak timbul perbedaan dalam pengusaan tingkat keterampilan, baik keterampilan teknik dasar Sekolah Menengah Pertama yang berada di wilayah Kota, maupun berada di wilayah Pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan tingkat keterampilan teknik dasar bola voli pada siswa putera kelas VIII SMP Negeri wilayah Kota dan Pedesaan di Kabupaten Banyumas. Metodologi: Desain penelitian ini adalah deskripsi kuantitatif dengan menggunakan metode survei dengan teknik tes dan pengukuran. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar siswa SMP Negeri 4 Purwokerto (kota) memiliki kemampuan “Kurang” sebesar 54.8% dan SMP Negeri 3 Kalibagor (pedesaan) memiliki kemampuan “Kurang Sekali” sebesar 50.0%. Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat keterampilan teknik dasar bola voli pada siswa putera kelas VIII SMP Negeri 4 Purwokerto (kota) dan SMP Negeri 3 Kalibagor (pedesaan) di Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2018/2019. | Background: The volleyball process the basic volleyball learning proses has many differences in skill level mastery, either basic technique of junior high school in urban area and in the rural area. The purpose of this study was to analyze the difference levels of basic volleyball technique skills in 8TH grade male students of the Junior High School in the urban and rural area in Banyumas regency. Methodology: The design of this study is a quantitative description by using the survey method with technical tests and measurements. Simple Random Sampling was used in this study. Results: The result showed that most students of SMP N 4 Purwokerto (urban) have “less” ability at “54.8%” and at SMP N 3 Kalibagor (rural) have “very less” at “50.0%”. Conclusion: There are differences levels of basic volleyball technical skills in VIII grade male students between SMP N 4 Purwokerto (urban) and SMP N 3 Kalibagor (rural) in Banyumas Regency in the 2018/2019 school year. | |
| 20944 | 23862 | F1C013097 | Implementasi Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tentang Program Lokal pada Radio Berjaringan di Purwokerto | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan regulasi KPI tentang program lokal pada radio swasta berjaringan di Kota Purwokerto. Penelitian dilaksanakan terhadap tiga radio, yaitu Radio Paduka, Thomson dan Sonora Purwokerto. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara terhadap station manager ketiga radio tersebut, observasi berupa mendengarkan siaran radio di frekuensi masing-masing dan studi dokumen pada jadwal program yang mereka siarkan setiap harinya. Dalam penelitian ini, program lokal di radio berjaringan pelaksanaannya dilihat dalam dua parameter, yaitu secara sistem dan isi. Dari parameter sistem, program lokal didefinisikan sebagai program non relai yang diproduksi sendiri oleh radio lokal berjaringan. Sementara dari parameter isi, program lokal dilihat dari konten-konten program yang mengangkat lokalitas daerah setempat, seperti program berbahasa daerah, berita dan pengembangan potensi lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pelaksanaan siaran berjaringan di daerah berbeda-beda, yang salah satunya tercermin dari kontrol induk jaringan terhadap radio anggotanya masing-masing. Secara persentase jam siaran program lokal sudah memenuhi regulasi Sistem Stasiun Jaringan yang diamanahkan KPI, yaitu lebih dari 60% dari total waktu siaran. Relai terbanyak dilakukan oleh Sonora Purwokerto, namun dari segi konten program untuk Thomson Purwokerto masih cenderung memutarkan lebih banyak lagu dengan diselingi topik-topik ringan yang bersifat umum. | The purpose of this research was to find out how the application of KPI provisions regarding local programs on networked radio in Purwokerto. The research was executed on Radio Paduka, Thomson and Sonora Purwokerto. The method used in this research is descriptive qualitative. Informants in this study were selected through purposive sampling technique based on certain criteria. The data collection methods in this research are interviewing the stations manager of the radios, observations in the form of listening to radio broadcasts on their respective frequencies and study documents on the program’s schedule that they broadcast every day. In this study, local programs on networked radio were implemented in two parameters, systematically and content. Systematically, local programs are defined as nonrelay-programs that are produced by networked local radio. While from the content parameters, local programs are seen from program content that elevates localities, such as programs with regional language, local news and local potential development. This research shows that the implementation of SSJ in Thomson network, Sonora network and Paduka were different. As a percentage, the broadcast hours of local programs have met SSJ regulations mandated by Indonesian Broadcasting Commission (KPI), which is more than 60% of the total broadcast time. Most of the relays activity were carried out by Sonora Purwokerto, but in terms of program content for Thomson Purwokerto, they still tended to play more songs interspersed with general topics. | |
| 20945 | 23882 | G1B012058 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS SEKSUAL PADA WANITA PRA LANJUT USIA (45-59 TAHUN) DI WILAYAH PUSKESMAS I PURWOKERTO TIMUR | Latar Belakang : Aktivitas seksual merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, dimana wanita pra lanjut usia mengalami perubahan dalam perihal aktivitas seksual yang disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas seksual pada wanita pra lanjut usia di wilayah Puskesmas I Purwokerto Timur. Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan rancangan studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 53 orang ( usia 45 – 59 tahun) yang diambil dengan teknik proporsional random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi Square, dan analisis multivariat dengan analisis regresi logistik. Hasil Penelitian : Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan aktivitas seksual yaitu pengetahuan dan menopause, dan variabel yang tidak berhubungan yaitu sikap, riwayat penyakit, faktor psikologis, dan dukungan suami. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap aktivitas seksual yaitu variabel menopause. Kesimpulan : Menopause merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap aktivitas seksual. Diharapkan wanita pra lanjut usia mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai seksualitas dan menopause, agar dapat mempersiapkan masa tua lebih baik dan kehidupan seksual yang lebih baik. | Background : Sexual acitivity is an important part of human life, where middle-aged women experienced changes in sexual activity which caused by several factors. The aims of this study is to analyse factors which influences the sexual activity of middle-aged women in East Purwokerto I Community Health Centre. Method : This study was an analytical study with cross sectional design. Number of samples in this study were 53 ( 45 – 59 years old), taken with proportional random sampling. Data analysis used univariate analysis, bivariate analysis by chi square, and multivariate analysis by logistic regression. Result : Based on bivariate analysis, there was a correlation between knowledge and menopause with the sexual activity, and there was no correlation between attitude, case history, psychological factors and husband’s support. Based on multivariate analysis only menopause which had significant correlation with sexual activity. Conclusion : Menopause was the most influential factors to the sexual activity. It is important tot middle-aged women to get more in-depth information about sexuality and menopause, so they can prepare for a better quality of life including her sexual activity. | |
| 20946 | 23888 | F1G014045 | Pemanfaatan Metafora dan Simile Serta Efek yang Ditimbulkannya dalam Kumpulan Cerpen Reruntuhan Musim Dingin Karya Sungging Raga | Penelitian ini berjudul “Pemanfaatan Metafora dan Simile Serta Efek yang Ditimbulkannya dalam Kumpulan Cerpen Reruntuhan Musim Dingin Karya Sungging Raga”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan efek estetis yang ditimbulkan dari pemanfaatan metafora dan simile di dalam tiga cerpen, di antaranya: Melankolia Laba-laba, Untuk Seseorang yang Kepadanya Rembulan Menangis, dan Reruntuhan Musim Dingin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Sumber data berupa buku kumpulan cerpen Reruntuhan Musim Dingin karya Sungging Raga yang diterbitkan oleh Diva Press pada 2016. Data diperoleh melalui teknik membaca, menginventarisasi, serta mengklasifikasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemanfaatan metafora dan simile dalam kumpulan cerpen Reruntuhan Musim Dingin karya Sungging Raga, menimbulkan efek estetis antara lain sebagai berikut: 1) metafora dapat menghasilkan efek mengindahkan bahasa karena pemanfaatannya sebagai sarana pengkiasan makna; 2) metafora dapat pula menimbulkan efek ketaksaan sehingga membuat penarasian menjadi bercabang maknanya; 3) metafora dapat memberikan efek penonjolan karena menyimpang dari aturan keserasian perbandingan; 4) metafora dapat menjadi modus berpikir bagi pembaca karena digunakan untuk membandingkan suatu peristiwa dalam cerita dengan peristiwa lain dalam cerita yang lain; 5) metafora menghasilkan efek tidak membosankan karena dimanfaatkan sebagai sarana penghematan kata; dan 6) simile menjadi pelengkap penggunaan metafora karena tidak mungkin sebuah karya sastra hanya menggunakan metafora saja. Simile menghasilkan efek mengongkretkan imajinasi pembaca, dengan pemilihan leksikal yang lebih mudah dipahami karena menggunakan kata tugas seperti, bak, bagaikan, dan sebagainya. | This research entitled “Pemanfaatan Metafora dan Simile Serta Efek yang Ditimbulkannya dalam Kumpulan Cerpen Reruntuhan Musim Dingin Karya Sungging Raga”. The purpose of this study is to describe the aesthetic effects arising from the use of metaphors and similes in three short stories, including: Melankolia Laba-laba, Untuk Seseorang yang Kepadanya Rembulan Menangis, and Reruntuhan Musim Dingin. The method used in this study is a qualitative descriptive analysis method. The data source is a collection of short stories Reruntuhan Musim Dingin from Sungging Raga published by Diva Press in 2016. Data was obtained through the techniques of reading, inventorying, and classifying. The results of the study concluded that the use of metaphors and similes in the collection of short stories of Reruntuhan Musim Dingin by Sungging Raga, have the aesthetic effects, they are as follows:1) metaphor can produce the effect of heeding the language because of its use as a means purifying meaning; 2) metaphors can also cause the effect of coercion so that the narration becomes branched in meaning; 3) metaphor can give a protruding effect because it deviates from comparative harmony rules; 4) metaphor can be a mode of thinking for the reader because it is used to compare an event in a story with another event in another story; 5) metaphor produces a non-boring effect because it is used a means of saving words; and 6) simile is a complement to the use of metaphors because it is impossible for a literary work to use only metaphors. Simile produces the effect of concealing the reader’s imagination, with lexical choices that are easier to understand because they use task words seems, looks like, like, and so on. | |
| 20947 | 23864 | D1E014130 | HUBUNGAN BOBOT TUBUH DENGAN RASIO LINGKAR PAHA DAN PANJANG PAHA BAWAH (OS tibia) DAN LINGKAR DADA DOMBA BATUR BETINA MUDA | Penelitian bertujuan mengetahui bobot tubuh, lingkar paha dan panjang paha bawah (Os tibia) dan lingkar dada domba Batur betina muda dan mengetahui hubungan antara bobot tubuh dengan rasio lingkar paha dan panjang paha bawah (Os tibia) dan lingkar dada. Materi yang digunakan yaitu 60 ekor domba Batur dengan umur 6-12 bulan. Metode yang digunakan survey dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Variabel yang diukur yaitu bobot tubuh, rasio lingkar paha dan panjang paha bawah (Os tibia) dan lingkar dada domba Batur betina muda. Hasil penelitian menunjukan bobot tubuh dengan rasio lingkar paha dan panjang paha bawah (Os tibia) berhubungan nyata (P<0,05), dengan persamaan Y=13.821+14.693X dan koefisien determinasi 0,199. Sedangkan bobot tubuh dengan lingkar dada berhubungan sangat nyata (P<0,01) dengan persamaan Y=-9.4134+0.5061X dan koefisien determinasinya 0,356. Rataan bobot tubuh, rasio lingkar paha dan panjang paha bawah (Os tibia) dan lingkar dada domba Batur betina muda masing-masing sebesar 30.60 ± 4.73 kg, 1.14 ± 0.14 dan 79.07 ± 5.58 cm. Kesimpulan, terdapat hubungan positif antara bobot tubuh domba Batur betina muda dengan rasio lingkar paha dan panjang paha bawah (Os tibia) dan lingkar dada, lingkar dada memiliki hubungan lebih kuat dengan koefisien korelasi 0,597 dengan persamaan Y= -9.4134+0.5061X terhadap bobot tubuh. | The research was aimed to determine body weight, thigh circumference and length of lower thigh (Os tibia) and chest circumference of young female Batur sheep and find out the relationship between body weight with the ratio of thigh circumference and length of the lower thigh (Os tibia) and chest circumference. The material used was 60 Batur sheep with ages 6-12 months. The method used was a survey with sampling using purposive sampling. The variables measured were body weight, ratio of thigh circumference and length of the lower thigh (Os tibia) and chest circumference of young female Batur sheep. The results showed that body weight with a ratio of thigh circumference and length of lower thigh (Os tibia) was significantly related (P <0.05), with the equation Y = 13.821 + 14,693X and the coefficient of determination 0.199. While body weight with chest circumference was very significantly related (P <0.01) with the equation Y = -9.4134 + 0.5061X and its determination coefficient was 0.356. Average body weight, ratio of thigh circumference and length of the lower thigh (Os tibia) and chest circumference of young female Batur sheep was 30.60 ± 4.73 kg, 1.14 ± 0.14 and 79.07 ± 5.58 cm respectively. Conclusion, there is a positive relationship between body weight of young female Batur sheep with ratio of thigh circumference and length of lower thigh (Os tibia) and chest circumference, chest circumference has a stronger relationship with a correlation coefficient of 0.597 with the equation Y = -9.4134 + 0.5061X to body weight. | |
| 20948 | 23866 | C1L012057 | THE EFFECT OF PROFITABILITY, LIQUIDITY, LEVERAGE, AND ACTIVITY ON STOCK PRICE (EMPIRICAL STUDY ON INDONESIAN PRIMARY SECTOR COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE 2011 - 2016) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, likuiditas, leverage dan aktivitas terhadap harga saham perusahaan sektor primer. Populasi penelitian ini adalah 63 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel di pilih menggunakan metode purposive sampling, dan diperoleh 42 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel. Durasi penelitian ini adalah 6 tahun, dari 2011 hingga 2016, sehingga diperoleh 252 pengamatan. Hipotesis diuji dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa profitabilitas dan aktivitas keduanya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sementara itu, likuiditas dan leverage keduanya memiliki efek positif pada harga saham tetapi efeknya tidak signifikan. Adjusted R square dari penelitian ini adalah 0,320 yang menggambarkan bahwa variabel independen yang disajikan dalam model mampu menjelaskan 32% dari variabel dependen sedangkan 68% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. | This study is aimed to examine the effect of profitability, liquidity, leverage and activity on stock price of primary sector companies. The population is 63 companies which are listed in Indonesian Stock Exchange. By using purposive sampling, 42 companies are obtained as sample. The duration of this research is 6 year from 2011 until 2016, thus there are 252 observable firm years. The hypotheses are tested using multiple linear regression method. The results show that profitability and activity both have positive and significant effect on stock price. Meanwhile, liquidity and leverage both have positive effect on stock price but the effects are not significant. Adjusted R square of this research is 0.320 which illustrate that the independent variables presented in the model are able to explain 32% of the dependent variable while the 68% are explained by other variables outside of the model. | |
| 20949 | 23883 | E1A014020 | TALAK RAJ’I (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor:0454/Pdt.G/2018/PA.Pwt.) | TALAK RAJ’I (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor:0454/Pdt.G/2018/PA.Pwt.) Oleh : TITI MUFLIKHAH E1A014020 ABSTRAK Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan yang diawali ketidakjujuran terhadap pasangan akan menghilangkan rasa kepercayaan dari pasangan, hal tersebut merupakan awal dari sebuah ketidakharmonisan dalam rumah tangga yang berujung pada perceraian. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan ikrar talak raj’i terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor:0454/Pdt.G/2018/PA.Pwt. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian menggunakan preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan ikrar talak raj’i terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor:0454/Pdt.G/2018/PA.Pwt mendasarkan pada Pasal 39 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) KHI. Menurut peneliti, sebaiknya dilengkapi dengan ketentuan penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) KHI, Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 77 ayat (2) KHI. Kata Kunci : Perkawinan, Talak Raj’i. | TALAK RAJ’I (Juridical Review of the Decision of the Purwokerto Religious Court Number:0454/Pdt.G/2018/PA.Pwt.) By: TITI MUFLIKHAH E1A014020 ABSTRACT Article 1 of Law No.1/1974 concerning Marriage states that marriage is a bond physically and mentally between a man with a woman as husband and wife with the aim of forming a family (household) who are happy and everlasting based on God. Marriage that can start a dishonest relationship with couples will dispel the sense of belief from a spouse, that is the start of a disharmony in a household that leads to divorce. The problem in this study is how judge’s legal considerations in consented ta lak raj’i vow of the decision of the Purwokerto Religious Court Number:0454/ Pdt.G/2018/ PA.Pwt. The research method used in this study is a normative juridical approach, prescriptive analytical research specifications, library data collection methods with data inventory, qualitative normative data analysis methods. Based on the results of the research and discussion it can be concluded that the judicial legal considerations in consented talak raj’i vow of the decision of the Purwokerto Religious Court Number:0454/Pdt.G/2018/PA.Pwt. based on Article 39 of Law No. 1/1974 jo Article 19 letter (f) Government Regulation No.9/1975 jo Article 116 letter (f ) KHI. According to the researcher, it should be complemented by the explanation provisions of Article 39 paragraph (2) of Law No.1/1974 in conjunction with Article 19 letter (f) Government Regulation No.9/1975 in conjunction with Article 116 letter (f) KHI, Article 33 of Law No.1/1974 in conjuction with Article 77 paragraph (2) KHI. Keywords: Marriage, Talak Raj’i. | |
| 20950 | 26129 | B1A015115 | KERAPATAN DAN DISTRIBUSI GENUS ACANTHUS PADA AREA KERUSAKAN MANGROVE DI SEGARA ANAKAN BAGIAN BARAT, CILACAP | Mangrove merupakan salah satu ekosistem langka dan khas yang terdapat di dunia luasnya hanya 2 % di seluruh permukaan bumi. Ekosistem mangrove terluas di dunia berada di Indonesia. Ekosistem mangrove berperan dalam bidang ekologi, ekonomi serta sosial dan budaya. Hutan mangrove setiap tahun terus mengalami penurunan luas dan perubahan tingkat kerapatan akibat kerusakan. Salah satu tumbuhan yang terdapat di ekosistem mangrove adalah genus Acanthus. Genus Acanthus merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bioindikator kerusakan mangrove dan dapat berkembangbiak secara vegetatif dan generatif. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung kerapatan dan distribusi genus Acanthus pada area kerusakan mangrove di Segara Anakan bagian barat Cilacap. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel vegetasi mangrove purposive sampling pada 11 stasiun terpilih di Segara Anakan bagian barat Cilacap. Nilai kerapatan dan Pola distribusi genus Acanthus dianalisis menggunakan Surfer 15 untuk mendapatkan pola distribusi genus Acanthus. Nilai kerapatan dan faktor lingkungan dianalisis menggunakan BIOENV dengan Primer 5 kemudian dianalisis secara deskriptif. Nilai kerapatan genus Acanthus pada 11 stasiun terpilih yaitu 15.520 ind.ha-1. Pola distribusi genus Acanthus di Segara Anakan bagian barat Cilacap yaitu pola distribusi mengelompok (aggregate). | Mangrove is one of the rare and unique ecosystems found in the world. The widest of mangrove ecosystem is located in Indonesia. The largest mangrove ecosystem in the world found in Indonesia. Mangrove ecosystem play a role in ecology, economics, social and culture aspecs. Mangrove continue to widespread decline and change every year density due to damage. One of the species found in the mangrove ecosystem is the genus Acanthus. Genus Acanthus can be used as a bioindicator of mangrove damage. The reproductions of this genus are vegetative and generative. The purpose of this study is to calculate the density and distribution of the genus Acanthus in the area of mangrove damage in Segara Anakan, western part of Cilacap. The method used in this study is survey with purposive sampling technique of mangrove vegetation at 11 selected stations in Segara Anakan. The distribution patterns of the genus Acanthus are analyzed using Surfer 15. The density values and environmental factors were analyzed descriptively using BIOENV with Primer 5. The density value of the genus Acanthus at 11 selected stations is 15,520 ind.ha-1. Distribution pattern of the genus Acanthus in Segara Anakan is an aggregate distribution pattern. | |
| 20951 | 23867 | D1E014180 | HUBUNGAN BOBOT TUBUH DENGAN KONFORMASI PAHA DAN LINGKAR DADA DOMBA BATUR JANTAN MUDA DI KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARA | Tujuan penelitian untuk mengetahui bobot tubuh, konformasi paha, dan lingkar dada domba Batur jantan muda dan mempelajari hubungan antara bobot tubuh dengan konformasi paha dan lingkar dada domba Batur jantan muda. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah domba Batur jantan muda umur 6 – 12 bulan sebanyak 47 ekor. Metode penelitian menggunakan metode survei dilakukan secara purposive sampling. Variabel penelitian terdiri dari lingkar dada (LD), bobot tubuh (BT), lebar paha (LP), panjang paha (PP) dan konformasi paha (KP). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lingkar dada berhubungan sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot tubuh, sedangkan konformasi paha berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot tubuh. Penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan bobot tubuh sejalan dengan peningkatan lingkar dada tetapi tidak dipengaruhi oleh konformasi paha. Ukuran lingkar dada dapat digunakan untuk menduga bobot badan domba Batur muda jantan dengan mengikuti persamaan BT= 1,16 LD˗56,80 dengan nilai R2 = 0,93. Kata kunci: Domba Batur, Bobot Tubuh, Konformasi Paha, Lingkar Dada. | The aim of this study is to know body weight, thigh conformation and chest circle of young male Batur sheep, and to study the relationship between body weight with thigh conformation and chest circle of young male batur sheep. The material used for the research was 47 heads of Batur sheep with the age was 6-12 month. The method used in this research was survey method with census for collecting data. The measured variables were chest circle (CC), body weight (BW), thigh width (TW), thigh length (TL) and thigh conformation (TC) of young male Batur sheep. The result of the analysis of variance showed that chest circle very significan effect (P<0,01) on body weight, and thigh conformation no significantly effect (P>0,05) It can be concluded, that the increasing body weight is associated with increased chest circle but is not affected by thigh conformation. Measurement of chest circle can be used for estimating the body weight of Batur sheep by following the equation BW= 1,16 CC˗56,80 with value R2 = 0,93. Keywords : chest circle, thigh conformation, body weight, Batur sheep. | |
| 20952 | 23877 | F1D014057 | WHITE ANGLO-SAXON PROTESTANT (WASP) DAN WACANA OTHERING MINORITAS MELALUI JARGON “MAKE AMERICA GREAT AGAIN” DALAM PEMILIHAN PRESIDEN AMERIKA SERIKAT TAHUN 2016 | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kecenderungan apa saja yang menjadikan white anglo-saxon protestant (WASP) mewacanakan othering minoritas melalui jargon “Make America Great Again” dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat Tahun 2016 serta mendeskripsikan bagaimana WASP melakukannya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis wacana dalam bingkai perspektif pascastrukturalisme dan paradigma dekonstruksionisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa dalam periode Pemilihan Presiden Amerika Serikat Tahun 2016 terjadi praktik politik kebudayaan berupa peminggiran/ peliyanan (othering) terhadap kelompok minoritas atau the Others (kaum kulit hitam, penganut non-Kristiani, kaum imigran, dan kaum lesbian-gay-bisexual-transgender (LGBT)) oleh kelompok mayoritas atau the Self, yaitu kaum WASP. Untuk mewacanakan othering minoritas tersebut, WASP memiliki kecenderungan berupa keyakinan-keyakinan dan oportunitas: Manifest Destiny yang diklaim sebagai Anglo-Saxon Destiny, white supremacy, konservatisme dan oportunitas melalui pencalonan Trump sebagai figur representatif dari kaum WASP. Dalam mewacanakan othering minoritas tersebut, WASP menggunakan pola retorika post-truth (pascakebenaran), yaitu dengan: mempertontonkan bullshit (ketidakpedulian terhadap kebenaran) sebagai kebenaran, mempertontonkan xenophobia sebagai patriotisme, dan mempertontonkan ethos-pathos sebagai hal yang logis. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa pola retorika post-truth tersebut telah memperkuat dominasi WASP sebagai kaum mayoritas di Amerika Serikat. | This research-based paper aims at knowing and describing the WASP preferences who’s spreading othering minority discourse through “Make America Great Again” jargon at US Election 2016 and also describing about how’s the WASP doing that. By using a qualitative method and discourse analysis approach in the framework of the poststructuralist perspective and the deconstructionism paradigm, the result of the research reveals that in the US Election 2016, there’s cultural politics as subordination/ othering toward minority group or the Others (blacks, non-Christians, immigrants, and LGBTs) by majority group or the Self, that is WASP. For spreading that othering minority discourse, WASP has some preferences: Manifest Destiny claimed as Anglo-Saxon Destiny, white supremacy, conservatism, and an opportunity through Trump nomination as representative figure of WASP. In that spreading othering minority discourse, WASP using post-truth rhetoric pattern: bullshit parading as truth, xenophobia parading as patriotism, and ethos-pathos parading as logos. The conclusion of this research is that post-truth rhetoric has strengthen the WASP domination as majority group in US. | |
| 20953 | 25794 | F1F015002 | ANALISIS KEPENTINGAN UNI EROPA DALAM MENGELUARKAN EUROPEAN PARLIAMENT RESOLUTION ON PALM OIL AND DEFORESTATION OF RAINFOREST TERHADAP INDONESIA TAHUN 2017 | Penelitian yang berjudul “Analisis Kepentingan Uni Eropa dalam Mengeluarkan European Parliament Resolution on Palm Oil and Deforestation of Rainforest Terhadap Indonesia Tahun 2017” ini dianalisis berdasarkan teori merkantilisme dan konsep green protectionism. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis kepentingan apa saja yang melatar belakangi Uni Eropa dalam mengeluarkan Resolution on Palm Oil and Deforestation of Rainforest terhadap Indonesia pada tahun 2017. Berdasarkan data-data yang diperoleh, terdapat dua kepentingan Uni Eropa dalam mengeluarkan resolusi sawit terhadap Indonesia. Pertama, kepentingan lingkungan, karena adanya kepentingan lingkungan dimana dalam resolusi sawit tersebut Uni Eropa berusaha untuk membatasi penggunaan minyak sawit untuk bahan bakar biofuel dalam rangka efisiensi energi. Kedua, kepentingan ekonomi terkait persangan dagang minyak nabati Indonesia (minyak sawit) dan Uni Eropa (rapeseed oil, sunflower oil, dan minyak kedelai). | Abstract The study entitled "Analysis of the European Union's Interest in Removing European Parliament Resolution on Palm Oil and Deforestation of Rainforest Against Indonesia in 2017" was analyzed based on mercantilism theory and the concept of green protectionism. The focus of this study is to analyze what interests are behind the European Union in issuing Resolution on Palm Oil and Deforestation of Rainforest to Indonesia in 2017. Based on the data obtained, there are two European Union interests in issuing palm resolution to Indonesia. First, the interests of the environment, because of the existence of environmental interests where in the palm oil resolution the European Union is trying to limit the use of palm oil for biofuel fuel in the context of energy efficiency. Secondly, economic interests related to trade in Indonesian vegetable oil (palm oil) and the European Union (rapeseed oil, sunflower oil, and soybean oil). | |
| 20954 | 23869 | C1M014012 | Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share menggunakan Media Whatsapp Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Kelas X IIS SMA Negeri 3 Purwokerto | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share menggunakan media Whatsapp dengan model pembelajaran konvensional serta untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan batas nilai ketuntasan Hasil belajar ekonomi kelas X IIS SMA Negeri 3 Purwokerto. Jumlah sample yang diambil dalam penelitian ini adalah 72 siswa, yaitu 2 kelas X IIS dengan masing-masing kelas 36 siswa. Purposive sampling digunakan dalam penentuan sample yaitu kelas X IIS 3 dan kelas X IIS 5. Hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa: (1) Ada perbedaan pengaruh terhadap hasil belajar antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share menggunakan media whatsapp dengan model pembelajaran konvensional. (2) Ada perbedaan nilai rata-rata antara kelas eksperimen dengan batas nilai ketuntasan belajar. (3) Ada perbedaan nilai rata-rata antara kelas kontrol dengan batas nilai ketuntasan belajar. | This study aims to determine the differences in learning outcomes between cooperative learning models Think Pair Share using Whatsapp media with conventional learning models and to determine the difference in the average value of the experimental class and control class with the limits of the value of completeness class X IIS SMA 3 Purwokerto . The number of samples taken in this study were 72 students, namely 2 classes X IIS with each class 36 students. Purposive sampling is used in determining the sample, namely class X IIS 3 and class X IIS 5. The results of research and data analysis show that: (1) There are differences in the effect of learning outcomes between cooperative learning models Think Pair Share using whatsapp media with conventional learning models. (2) There is a difference in the average value between the experimental classes and the learning completeness limit. (3) There is a difference in the average value between the control class and the learning completeness limit. | |
| 20955 | 23870 | F1D013050 | KONFLIK PEMBEBASAN TANAH PROYEK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP DI DESA KARANGGENENG KABUPATEN BATANG TAHUN 2017 | RINGKASAN Penelitian dengan judul “Konflik Pembebasan Tanah Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Desa Karanggeneng Kabupaten Batang Tahun 2017” bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan konflik yang terjadi dalam proses pembebasan tanah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Desa Karanggeneng Kabupaten Batang yang membuat proyek PLTU menjadi terlambat dalam proses pembangunannya. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif strukturalis dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di Desa Karanggeneng, Kabupaten Batang. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa konflik pembebasan tanah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Desa Karanggeneng dengan aktor utama PT. Bhimasena Power Indonesia selaku pengembang PLTU dan masyarakat Desa Karanggeneng kontra PLTU yang tanahnya terdampak pembangunan PLTU. Konflik pembebasan tanah PLTU di Desa Karanggeneng berawal dari kegagalan sosialisasi pembangunan PLTU yang bedampak sulitnya proses pembebasan tanah. Untuk meredam konflik pembebasan tanah dibentuklah forum komunikasi warga guna menyampaikan tuntutan masyarakat kepada PT. BPI. Namun, forum komunikasi warga gagal menyelesaikan konflik dalam hal tuntutan masyarakat mengenai masalah harga beli tanah PLTU. Proses konsensus selanjutnya PT. BPI mengupayakan berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Batang untuk menjadi mediator antara PT. BPI dan masyarakat Desa Karanggeneng kontra PLTU. Konsensus tersebut menghasilkan harga tanah final pembelian untuk pembangunan PLTU. Namun, dalam proses pembayaran tanah ada masyarakat yang masih tidak setuju dengan penawaran harga tersebut dan menyisakan tanah untuk PLTU seluas 12,5 Hektar. Kemudian, PT. BPI angkat tangan dalam pembebasan tanah seluas 12,5 Hektar dan menyerahkan kepada PT. PLN yang juga membutuhkan listrik. Proses konsensus dilakukan PT. PLN dengan melakukan mediasi dengan mediator BPN Kabupaten Batang. Mediasi dilakukan dengan dasar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang pembebasan tanah untuk kepentingan umum. Mediasi diakhiri dengan keluarnya putusan di Pengadilan Batang tentang penitipan uang pengganti tanah seluas 12,5 Hektar. Lambatnya proses konsensus dalam konflik pembebasan tanah PLTU di Desa Karanggeneng karena masyarakat kontra PLTU tetap mempertahankan pendapatnya yaitu mengenai ketidaksepakatan harga tanah yang tidak mempertimbangkan nilai non histori tanah, yaitu nilai budaya dan nilai sejarah tanah. Hingga pada saat ini masih ada warga yang belum mengambil uang pengganti sisa tanah PLTU di Pengadilan Kabupaten Batang. Perlu adanya komunikasi kembali antara PT. BPI dengan pemilik sisa tanah PLTU untuk melakukan negosiasi di antara kedua belah pihak. | SUMMARY The research entitled "Land Acquisition Conflict of Steam Power Plant Project in Karanggeneng Village, Batang Regency in 2017" aims to understand and describe the conflict that occurred in the process of land acquisition of the Steam Power Plant project in Karanggeneng Village, Batang Regency which made the PLTU project late in the process construction. This study uses the constructivism paradigm and structuralist perspective with qualitative research methods. The approach used is a case study approach. This research is located in Karanggeneng Village, Batang Regency. The informant selection technique used purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation and data analysis techniques using interactive analysis techniques. While for the validity of the data using the source triangulation technique. The results of this study revealed that the conflict of land acquisition for the Steam Power Plant project in Karanggeneng Village with the main actor PT. Bhimasena Power Indonesia as the developer of the PLTU and the community of Karanggeneng Village contradicted the PLTU whose land was affected by the construction of the PLTU. The conflict in the land acquisition of PLTU in Karanggeneng Village originated from the failure to socialize the construction of the PLTU, which affected the difficulty of the land acquisition process. To reduce conflicts over land acquisition a community communication forum was formed to convey the demands of the community to PT. BPI. However, the citizen communication forum failed to resolve the conflict in terms of community demands regarding the issue of the purchase price of the PLTU land. The next consensus process is PT. BPI seeks to communicate with the Regional Government of Batang Regency to become a mediator between PT. BPI and the Karanggeneng Village community counter the PLTU. The consensus resulted in the final land price of the purchase for the construction of the power plant. However, in the process of land payments, there are people who still disagree with the price offer and leave land for a 12.5 hectare power plant. Then, PT. BPI hands up in the release of 12.5 hectares of land and submits it to PT. PLN which also needs electricity. The consensus process was carried out by PT. PLN by mediating with the mediator of Batang Regency BPN. Mediation is carried out on the basis of Law Number 2 of 2012 concerning land acquisition for public purposes. The mediation ended with the issuance of a verdict in the Batang Court regarding the safekeeping of the replacement money for an area of 12.5 hectares. The slow process of consensus in the conflict over land acquisition in the PLTU in Karanggeneng Village due to the contradictory community of the PLTU still maintains its opinion regarding land price disagreements that do not consider non-historical land values, namely cultural values and historical values of land. Until now, there are still not taken money from the remaining PLTU land in the Batang District Court. Need for communication again between PT. BPI with the remaining owners of PLTU land to conduct negotiations between the two parties. | |
| 20956 | 23871 | F1D013044 | GERAKAN SOSIAL AKSI KAMISAN DI JAKARTA DALAM PERJUANGAN KEADILAN HAM DI INDONESIA | Abstrak Penelitian dengan judul “Gerakan Sosial Aksi Kamisan dalam Perjuangan Keadilan HAM di Indonesia” bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan perjuangan gerakan sosial tersebut, mulai dari munculnya, mobilisasi sumber daya yang dilakukan hingga dapat melahirkan aksi Kamisan di daerah, serta upayanya dalam memperjuangkan keadilan HAM di Indonesia. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif strukturalis dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di wilayah DKI Jakarta dengan situs berada di Jakarta Pusat. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa gerakan sosial aksi Kamisan di Jakarta adalah sebuah gerakan sosial yang dilakukan oleh korban pelanggaran HAM berat masa lalu yang bernaung di JSKK dengan aktor utama yaitu Sumarsih yang didampingi oleh beberapa elemen sipil seperti LSM HAM dan LBH Jakarta, serta YLBHI. Gerakan sosial aksi Kamisan hadir sebagai salah satu bentuk alternatif dorongan kepada pemerintah untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu melalui mekanisme yudisial sesuai dengan Undang-Undang No. 26 Tahun 2000. Pada praktiknya mobilisasi sumber daya yang dilakukan oleh gerakan sosial aksi Kamisan menggunakan dua cara yaitu mobilisasi secara offline dan online. Mobilisasi offline dilakukan dengan memanfaatkan sumberdaya jaringan yang dimiliki oleh lembaga-lembaga pendamping. Sedangkan mobilisasi online dilakukan dengan menggunakan media sosial, yaitu twitter dan instagram. Selain itu, aksi Kamisan memperjuangkan keadilan HAM dengan cara mengirim surat kepada presiden setiap hari Kamis dan melakukan audiensi kepada lembaga-lembaga tinggi negara yang bertanggung jawab terhadap kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia. Lebih jauh lagi, aksi Kamisan melalui JSKK juga membuat buku tentang pengetahuan HAM dan narasi sejarah HAM di Indonesia. Buku tersebut kemudian digunakan untuk workshop sebagai bentuk edukasi HAM demi terciptanya pemahaman yang mendalam bagi masyarakat akan pentingnya keadilan HAM, serta demi kehidupan yang lebih baik lagi di masa depan dengan menghormati HAM. Kata Kunci: Gerakan Sosial, Mobilisasi Sumber Daya, Hak Asasi Manusia | Abstrack This research which entitled "The Social Movement of Kamisan Action in the Struggle of Human Rights Justice in Indonesia" is aims to understand and describe the struggle for collective action in the struggle for human rights justice in Indonesia, from the emergence, mobilization of resources, and the appereance of Kamisan in the region, and its efforts to fight for human rights justice in Indonesia. This research used constructivism paradigm and structuralist perspective with qualitative research methods. The approach used in this case is case study approach. This research was located in the Special Capital Region of Jakarta that located in Central Jakarta. The informant selection technique used purposive and snowball sampling. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation and data analysis techniques used interactive analysis techniques.Meanwhile, the validity of the data used source triangulation techniques. The results of this research revealed that the Kamisan social movement in Jakarta was a social movement carried out by victims of past gross human rights violations which were sheltered in JSKK with the main actor was Sumarsih who was accompanied by several civil elements such as the Human Rights and LBH Jakarta NGOs, and YLBHI. The Kamisan action social movement is present as an alternative form for resolve the crucial human right cases through legislation in accordance with Undang-Undang No. 26 Tahun 2000. In reality of resources mobilization carried out by social movements Kamisan uses two ways, namely offline mobilization and online. Offline mobilization is carried out using networks issued by escort agencies. While online mobilization is using social media, through twitter and instagram. In addition, the Kamisan action fought for human rights justice by sending a letter to the president every Thursday and conducting hearings to high-state institutions responsible for cases that had occurred in Indonesia. Furthermore, the Kamisan action through the JSKK also made a book about the knowledge of human rights and the history of human rights in Indonesia. The book used for workshops as a form of education to create a deep understanding of the importance of human rights justice, and also for a better life in the future through respect the human rights. Keywords: Social Movements, Resource Mobilization, Human Rights | |
| 20957 | 23872 | F1A014019 | PAYUNG TRADISIONAL KALIBAGOR (Studi Tentang Strategi Pengrajin dalam Mempertahankan Eksistensi Payung Kertas) | Sejak dulu Desa Kalibagor dikenal sebagai sentra pengrajin payung. Hingga saat ini payung kertas kalibagor merupakan potensi dan komoditi khas Desa Kalibagor yang sudah disahkan dan diakui menjadi icon product Budaya Banyumas. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi adaptasi pengrajin dalam mempertahankan eksistensi payung kertas kalibagor di era modern dan apa saja faktor pendorong dan faktor penghambat pengrajin dalam mempertahankan eksitensi payung kertas kalibagor karena seiring perkembangan zaman payung kalibagor kurang diminati oleh masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan strategi pengrajin dalam mempertahankan eksistensi payung kertas serta menceritakan faktor pendorong dan faktor penghambat dalam mempertahankan eksitensi payung kertas. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam pada 5 orang sasaran utama dan 5 orang sasaran pendukung serta dengan melakukan observasi secara langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh pengrajin adalah (1) Mempertahankan kualitas payung (2) Memasarkan melalui internet (3) Menjalin kerjasama (4) Mempertahankan ciri khas payung kertas Kalibagor dan (5) Melakukan inovasi. Faktor pendorong dan Faktor penghambat dalam mempertahankan eksistensi payung kertas terdiri dari faktor intern pengrajin dan faktor ekstern pengrajin. | A long time ago Kalibagor knewn as paper umbrella craft, until now it is a typical potencial and commodity kalibagor which has already been ratified and recorgnize culture product Banyumas icon. The problem were taken in this research, how the strategy adaptation craftman in the maintaining exsistence paper umbrella in the modern era, and whatever driving factors and barrier factors, because this time community progress is so less attactive. This research name is a qualitative descriptive that discribe about strategies the craftsman in maintaining existence paper umbrella. The obtained datas through interview in the five subjective and five by supporting. The direct target observation and documentation. The result showed that the strategy took by pottens are : (1) maintain the quality paper umbrella (2) market through internet (3) improve coorperation and relationship (4) maintain typical Kalibagor paper umbrella and (5) innovations. Driving factors and barrier factors in maintaining existence paper umbrell consists of factors internail craftsman and factors external craftsman. | |
| 20958 | 25795 | D1E014237 | SUSUT MASAK DAN DAYA IKAT AIR DAGING PUYUH BETINA AFKIR DENGAN PEMBALURAN KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr) PADA DOSIS DAN LAMA WAKTU YANG BERBEDA | Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis dan lama waktu pembaluran kulit nanas yang berbeda terhadap susut masak dan daya ikat air daging puyuh betina afkir. Penelitian menggunakan materi 24 ekor puyuh betina afkir umur 16 bulan, 4 buah nanas yang matang (kulit berwarna kuning) dan aquades. Penelitian menggunakan metode eksperimen. Rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial 3 × 2, faktor pertama dosis pembaluran kulit nanas yaitu 0% (D1), 15% (D2) dan 30% (D3), faktor kedua lama pembaluran kulit nanas selama 10 menit (L1) dan 20 menit (L2). Variabel yang diamati yaitu susut masak dan daya ikat air. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian, interaksi antara dosis dan lama waktu pembaluran kulit nanas yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap susut masak dan daya ikat air, sedangkan dosis pembaluran kulit nanas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap susut masak dan lama waktu pembaluran kulit nanas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya ikat air daging puyuh betina afkir. Rataan susut masak daging puyuh betina afkir adalah D1: 15,858 %, D2: 20,275 %, D3: 21,064 %. Rataan nilai daya ikat air: L1: 48,956 %, L2: 51,777 %. Kesimpulan, pemakaian kulit nanas sebagai bahan pembalur daging puyuh betina afkir sampai dengan dosis 30 % meningkatkan susut masak daging puyuh betina afkir dan diperoleh nilai daya ikat air daging puyuh betina afkir yang relatif sama. Pembaluran kulit nanas pada daging puyuh betina afkir sampai dengan 20 menit dapat meningkatkan daya ikat air dan diperoleh nilai susut masak daging puyuh betina afkir yang relatif sama. | The aim of this study was to determine the interaction between different doses and duration of lubrication of pineapple skin at Cooking Losses and Water Holding Capacity of Spent females Quail Meat. The research uses material, namely 24 spent quail females aged 16 months, 4 ripe pineapple (yellow skin) and aquadest. The study used the experimental method. The design of the study was a Completely Randomized Design (CRD) Factorial Pattern 3 × 2, the first factor of pineapple skin rationing dose was 0% (D1), 15% (D2) and 30% (D3), second factor for 10 minutes (L1) and 20 minutes (L2) of lubrication of pineapple skin. The variables observed were cooking losses and water holding capacity. The data obtained were analyzed using variance analysis and continued with the Honest Real Difference test. The results of the study showed that the interaction between different dosage and duration of pineapple skin lubrication had no significant effect (P> 0.05) at cooking losses and water holding capacity, while pineapple skin rationing dose had a very significant effect (P <0.01) at cooking losses and the duration of lubrication of pineapple skin had a significant effect (P <0.05) at the water holding capacity of the spent females quail meat. The average cooking losses of spent females quail meat are D1: 15,858 %, D2: 20,275 %, D3: 21,064 %. The average value of water holding capacity: L1: 48,956 %, L2: 51,777 %. Conclusion, the higher use of pineapple skin dosing doses up to 50% can increase the cooking losses of spent quail females meat and the relatively similar value of water holding capacity of spent quail females meat. The duration of pineapple skin lubrication up to 20 minutes can increase the water holding capacity and obtain the same value of cooking losses of spent females quail meat. | |
| 20959 | 23873 | F1B114043 | RESPONSIVITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS 1 PURWOKERTO UTARA | Responsivitas merupakan suatu acuan penilaian kinerja dalam suatu organisasi baik pemerintah maupun swasta. Salah satu pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah adalah pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas). Puskesmas merupakan pelayanan publik yang diberikan pemerintah untuk masyarakat di bidang kesehatan. Kesehatan merupakan sesuatu yang selalu menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan yang baik di bidang kesehatan. Untuk mencapai suatu pelayanan yang baik maka dibutuhkan responsivitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui responsivitas atau ketanggapan pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas 1 Purwokerto Utara dalam memberikan pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalahAccidental Sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 26.237 orang yang diambil dari jumlah pasien pada tahun 2017. Sampel yang didapatkan dari jumlah populasi dengan teknik slovin adalah 99.96 yang dibulatkan menjadi 100 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, mean, median modus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian kuantitatif deskriptif ini menunjukkan bahwa 65% pasien dari sampel mengatakan rendahnya indikator responsivitas sumberdaya yang diberikan oleh Puskesmas 1 Purwokerto Utara, dimulai dengan munculnya keluhan yang diterima Puskesmas 1 Purwokerto Utara tetapi kurang ditanggapi oleh sumberdaya yang ada di Puskesmas. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ketanggapan tidak hanya dari responsivitas potensial maupun aktual saja, tetapi juga dibutuhkan responsivitas sumberdaya yang seimbang agar pelayanan yang diberikan dapat menjadi lebih baik. Dalam memberikan pelayanan, memerlukan ketanggapan dukungan sumber daya yang telah ada seperti fasilitas yang perlu dibenahi lagi untuk tiap ruangan untuk lansia, saat ada kegiatan lansia atau imuniasi fasilitas kursi harus ditambahkan agar pasien lansia tidak kelelahan menunggu sambil berdiri. | ABSTRACT Responsiveness is a performance assessment reference in both government and private organizations. One of the public servicesrun by the government is the public health service (Puskesmas). Public health service is a public service in the health field provided by the government for people. Health is something that the society always need. Government is obliged to provide the best service in health field. To achieve the best service, a good responsiveness is needed.This study aims to determine the responsiveness or responsiveness services provided by the Clinic 1 North Purwokerto in providing services. This studyused descriptive quantitative method. The sampling technique employedin this study wasAccidental Sampling. The total of population in this study was 26,237 which was taken from the number of patients in 2017. The 99.96 samples were obtained from the population using slovin technique which rounded up to 100. The methods used in data analysis were the frequency distribution, mean, median mode. The method used in collecting the data was questionnaire, which was supported by the observation and documentation. The result of this descriptive quantitative studyshowed that 65% patients from the sample claimed the indicator of resources responsiveness given by Clinic 1North Purwokerto was low,started with the complaints adressed toClinic 1 North Purwokerto but poorly responded by their public health service resources. The conclusion of this study was responsiveness should not just given by potential and actual responsiveness, a balanced resource responsiveness is also needed in order to achieve the best services. In providing these services, it requires the existing support resource responsivenesssuch as readjust the facilities in elderly room, add more chair facilities for patients in elderly or immunization activities hence the patients especially elderly do not get exhausted while waiting for their turn. Keywords: Responsiveness, Publik Service, Public Health Center | |
| 20960 | 23884 | A1M014008 | ANALISIS KELAYAKAN USAHA YOGHURT JAGUNG KACANG HIJAU DI UD ANISA KABUPATEN WONOSOBO | Produk yoghurt jagung merupakan produk yang baru akan dikomersilkan di UD Anisa Kabupaten Wonosobodan dan belum pernah dilakukan studi kelayakan terhadap usaha yang sedang dijalankan. Studi kelayakan usaha sangat penting dan menjadi dasar untuk pengambilan keputusan bagi seseorang yang ingin membangun perusahaan. Studi kelayakan dilakukan untuk melihat apakah produk yang akan dibuat dibutuhkan oleh masyarakat dalam jumlah yang cukup besar dan berkesinambungan. Studi kelayakan ini dilakukan untuk meminimalkan resiko kegagalan dalam pengambilan keputusan pendirian industri yoghurt jagung kacang hijau. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha yoghurt jagung kacang hijau di UD. Anisa Kabupaten Wonosobo dari segi aspek finansial. Analisis aspek finansial yang dihitung dalam penelitian ini adalah NPV, IRR, PBP, PI, BEP dan analisis setivitas. Analisis aspek finansial dihitung dengan bantuan Microsoft Excell. Hasil penelitian menunjukan usaha yoghurt jagung kacang hijau di UD Anisa layak untuk dilaksanakan dengan nilai NPV Rp 1.068.425.313 dimana lebih besar dari 0; nilai IRR 64% lebih besar dari suku bunga bank yang digunakan (12%); nilai PI sebesar 3,55; nilai PBP 2,46 tahun; nilai BEP sebesar Rp 465.450.048 dan 6.786 unit yoghurt jagung, analisis sensitivitas memiliki nilai kriteria investasi yang layak untuk dijalankan. | Corn yogurt is a new product that will be commercialized at UD Anisa in Wonosobo Regency and a feasibility study has not been conducted on the business. Business feasibility studies are very important and become the basis for someone who wants to build a company. A feasibility study is conducted to see whether the products that will be made are needed by the community in a sufficiently large and sustainable amount. This feasibility study is conducted to minimize the risk of failure in making decisions on the establishment of the mung bean corn yogurt industry. The purpose of this study was to determine the business feasibility of mung bean corn yogurt at UD. Anisa, Wonosobo Regency in terms of financial aspects. The financial aspects analysis calculated in this study are NPV, IRR, PBP, PI, BEP and sensitivity analysis. Analysis of financial aspects is calculated with the help of Microsoft Excel. The results showed that the mung beans corn yogurt business at UD Anisa was feasible to be carried out with an NPV value of Rp 1,068,425,313 which was greater than 0; IRR value of 64% greater than the bank interest rate used (12%); PI value of 3.55; PBP value of 2.46 years; BEP value of Rp. 465,450,048 and 6,786 units of corn yogurt, sensitivity analysis has the value of investment criteria that are feasible to run. |