Artikel Ilmiah : B1J014143 a.n. AGUNG MUSHOFFA ZAIN

Kembali Update Delete

NIMB1J014143
NamamhsAGUNG MUSHOFFA ZAIN
Judul ArtikelPotensi Mycena pelianthina dan Tyromyces chioneus dalam Menghambat Pertumbuhan Staphyllococcus aureus dan Escherichia coli
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jamur makroskopis memproduksi berbagai jenis metabolit yang menunjukkan aktivitas antibakteri, antifungi, antivirus, antitumor, immunomodulator, anti inflamasi. Jamur liar seperti Mycena pelianthina dan Tyromyces chioneus memiliki potensi untuk menghasilkan senyawa antibakteri. Tubuh buah, miselium dan spora menyimpan dan mengakumulasi berbagai macam metabolit biokatif yang memiliki sifat antibakteri.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui waktu inkubasi optimum kultur M. pelianthina dan T. chioneus yang dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli dan mengetahui konsentrasi hambat minimum ekstrak M. pelianthina dan T. chioneus dalam menghambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga variasi waktu inkubasi yang berbeda sehingga didapatkan 12 perlakuan dan tiap pengulangan dilakukan 3 kali ulangan. Variabel bebasnya adalah jenis jamur dan lama waktu inkubasi, sedangkan variabel tergantung yang diamati adalah aktivitas penghambatan dari ekstrak senyawa antibakteri dari masing-masing isolat jamur. Parameter utama yang diamati adalah diameter zona hambat yang terbentuk serta nilai konsentrasi hambat minimum dari ekstrak yang menghasilkan zona hambat terbaik. Parameter pendukung terdiri dari nilai bobot kering miselium dan nilai pH medium di akhir masa inkubasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimum isolat M. pelianthina dalam menghasilkan senyawa antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli adalah 21 hari yang merupakan ekstrak dari filtrat kultur isolat jamur tersebut dengan diameter zona hambat berturut 9,33 untuk S. aureus mm dan 7,83 mm untuk E. coli, sedangkan untuk isolat T. chioneus adalah 14 hari yang merupakan ekstrak dari filtrat kultur isolat jamur tersebut dengan diameter zona hambat berturut 27,3 untuk S. aureus mm dan 9,5 mm untuk E. coli. Konsentrasi Hambat minimum ekstrak M. pelianthina yang dapat menghambat pertumbuhan S. aureus adalah 1.000 µg/mL sedangkan untuk menghambat E. coli adalah >1.000 µg/mL. Konsentrasi Hambat minimum ekstrak T. chioneus adalah 1000 µg/mL untuk S. aureus maupun E. coli.
Abtrak (Bhs. Inggris)Macroscopic fungi produce various type of metabolite compounds that has an antibacterial activity, antifungal activity, antitumor, immunomodulator, anti-inflamation. A wild mushroom like Mycena pelianthina and Tyromyces chioneus has a potential of produce an antibacterial compound. Fruit body, misselium and the spore are saving and accumulating various metabolites that has an antibacterial activity.
The purpose of this research was to know optimal incubation period of M. pelianthina and T. chioneus that produce highest antibacterial activity against S. aureus and E. coli and to know the minimum concentration of M. pelianthina and T. chioneus extract that could still inhibit S. aureus and E. coli growth. This research used Complete Randomly Design experimental method with the three variation of incubation period so it is obtained 12 treatment with 3 replication. The independent variable were mushroom isolates and incubation period, while the dependent variable was the inhibitory activity of the antibacterial extract from each mushroom on growth of S. aureus and E. coli. The main parameter was the inhibitory zone diameter of the antibacterial activity on growth of S. aureus and E. coli and the minimum concentration of antibacterial extract that had highest activity from each mushroom. The supporting parameters were dry biomass weight and medium pH value at the end of incubation period.
The result of the research were the optimum incubation period of M. peliathina to produce antibacterial compound was 21 days which was an extract from that mushroom culture filtrate with inhibitory zone diameter was 9,33 mm for S. aureus and 7,83 for E. coli, while the optimum period of T. chioneus to produce antibacterial compound is 14 days which was an extract from that mushroom culture filtrate with inhibitory zone diameter 27,3 mm for S. aureus and 9,5 mm for E. coli. The minimum concentration of M. pelianthina extract that could inhibit S. aureus growth was 1.000 µg/mL, while for E. coli was >1.000 µg/mL. The minimum concentration of T. chioneus extract that could inhibit S. aureus growth was 1.000 µg/mL for S. aureus and E. coli
Kata kunciMycena pelianthina, Tyromyces chioneus, antibacterial activity, MIC
Pembimbing 1Dr. Nuraeni Ekowati, M.S
Pembimbing 2Dra. Dyah Fitri Kusharyati, M.P
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2018-11-21 18:15:53.623013
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.