Artikelilmiahs
Menampilkan 20.981-21.000 dari 50.127 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20981 | 23394 | C1J013013 | INEQUALITY OF INCOME BETWEEN COMMUNITY INCOME GROUPS IN KARANGPUCUNG VILLAGE, SUB-DISTRICT OF SOUTH PURWOKERTO, BANYUMAS REGENCY | Penelitian ini meneliti ketimpangan distribusi antar kelompok pendapatan masyarakat di suatu wilayah Kelurahan Karang Pucung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat ketimpangan distribusi pendapatan antar golongan masyarakat di Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Total sampel dalam penelitian ini didapatkan dengan menggunakan teknik Slovin dan diambil dengan menggunakan metode simple random sampling sebesar 100 orang, dimana responden adalah penduduk Kelurahan Karang Pucung. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini meggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan koefisien Gini dilengkapi dengan kurva Lorenz, hasil indeks gini menunjukan angka 0.27. Angka tersebut menunjukan bahwa ketimpangan pendapatan antar golongan masyarakat cenderung rendah. Hal tersebut didukung oleh kurva Lorenz yang berada tidak terlalu jauh dengan garis pemerataan sempurna. Sebagai implikasi dari hasil penelitian ketimpangan pendapatan antar golongan masyarakat yang cenderung rendah, dari itu perlu adanya usaha untuk mempertahankannya supaya tingkat ketimpangan tetap berada diposisi rendah. Namun, usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang masih dikatakan rendah juga sangat diperlukan supaya tingkat kemerataan distribusi pendapatan bukan pada level yang rendah. Jadi, jika pendistribusian pendapatan masyarakat merata maka diharapkan pembangunan ekonomi dapat stabil dan meningkat. | This research is researching of distribution inequality between groups of income in a region Karang Pucung Village. The purpose of this study was to analyze the level of inequality of income distribution between groups of people in the Karangpucung Village, South Purwokerto District, Banyumas Regency. The total sample in this study was obtained using Slovin techniques and was taken using a simple random sampling method of 100 people, where the respondents were residents of Karang Pucung Village. The technique of collecting data using a questionnaire. This research uses a qualitative and quantitative approach. Based on the results of research and data analysis using the Gini coefficient equipped with the Lorenz curve, the gini index results show the number 0.27. This figure shows that income inequality among groups of people tends to be low. This is supported by the Lorenz curve which is not too far from the perfect equalization line. As implication of the conclusion above, it is known that the results of research on income inequality between groups of people tend to be low, therefore it is necessary to have an effort to maintain it so that the level of inequality remains low. However, efforts to increase people's income which are still low are also very necessary so that the level of equal income distribution is not at a low level. So, if the distribution of public income is evenly distributed, it is expected that economic development can be stable and increase. | |
| 20982 | 23893 | A1L114033 | EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BEBERAPA JENIS TANAMAN PERKEBUNAN DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kesesuaian lahan untuk beberapa tanaman perkebunan di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. (2) mengetahui faktor-faktor pembatas lahan terhadap kesesuaian lahan untuk beberapa tanaman perkebunan di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan pertanian di Kecamatan Karangreja. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Laboratorium Tanah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Waktu pelaksanaan pada bulan Juni sampai Agustus 2018. Metode dalam penelitian ini adalah survei. Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografis, dimana wilayah survei dikelompokan menjadi beberapa satuan lahan berdasarkan kesamaan lereng, jenis tanah, dan penggunaan lahan, dihasilkan 13 satuan lahan. Pada setiap satuan lahan, sampel diambil di tiga titik pengamatan yang didasarkan bagian kelerengannya. Pada setiap titik pengamatan sampel tanah tidak terganggu, dan tanah terganggu diambil pada kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm kemudian dicampurkan. Sampel tanah terganggu masing-masing titik sampel kemudian dicampur untuk mendapat sampel tanah komposit. Variabel yang diamati adalah karakteristik lahan atau kualitas lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa di lahan pertanian Kecamatan Karangreja terdapat satuan lahan yang sesuai untuk budidaya tanaman kopi, cengkeh, teh dan kakao dengan faktor pembatas yaitu temperatur, curah hujan, bulan kering, kelerengan, N total, pH, tekstur, kedalaman efektif. Terdapat satuan lahan yang tidak sesuai untuk beberapa jenis tanaman perkebunan dengan faktor pembatas yaitu kelerengan dan temperatur. | This research aims to: (1) to know the land suitability for some plantation crops in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. (2) to know the land limiting factors for the suitability of land for some plantation crops in Karangreja Subdistrict, Purbalingga District. This research was carried out on agricultural land in Karangreja Subdistrict. Soil analysis was carried out at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and the Laboratory of Soil Science, Yogyakarta Agricultural Technology Assessment Center. The research was conducted from June to August 2018. The method in this study was a survey. Land unit analysis was carried out using physiographic analytic approach, where the survey area was grouped into several land units based on similarity in slope, soil type, and land use, resulting in 13 land units. Sample points were taken at three observation points in various parts of the land unit based on the slope section. Every sample consisted of undisturbed, and the disturbed soil sampels which were collected from a depth of 0-20 cm and 20-40 cm. The soil samples taken from each land units were than mixed to get a composite soil sample. The variables observed were land use, land quality and characteristics. The results showed that in the of survey at Karangreja Subdistrict was suitable for cultivation of coffee, clove, tea and cocoa plants, with limiting factors namely temperature, rainfall, dry month, slopes, total N, pH, soil texture, soil depth. There were also survey land units that were not suitable for some plantation crops with the limiting factors, namely slope and temperature. | |
| 20983 | 23565 | E1A014001 | PRAPERADILAN TENTANG SAH TIDAKNYA PENETAPAN TERSANGKA EDDY RUMPOKO (Studi Putusan Nomor : 124/Pid/Prap/2017/PN.Jkt.Sel) | Undang-undang memberi kewenangan kepada penyidik dalam melaksanakan kewajibannya dalam rangka mencari alat bukti dan tersangka dalam suatu perkara pidana yang tidak terlepas dari kemungkinan melakukan pelanggaran yang tidak sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Sehingga dalam mewujudkan negara yang menghormati dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia maka di dalam hukum acara pidana mengenal praperadilan. Penyidik saat melakukan penyidikan kepada Eddy Rumpoko diduga melakukan pelanggaran dalam menetapkan status tersangka. Pemohon meminta hakim dalam praperadilan untuk menyatakan bahwa penetapan tersangka atas pemohon tidak sah. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim menolak permohonan praperadilan yang diajukan Eddy Rumpoko dan akibat hukum ditolaknya praperadilan tentang sah tidaknya penetapan tersangka Eddy Rumpoko dalam Putusan Nomor 124/Pid.Prap/2017/PN.Jkt.Sel. Metode penelitian yang digunakan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian prespektif dan menggunakan data sekunder. Dalam putusan ini penyidik sudah menetapkan tersangka berdasarkan bukti permulaan cukup dan hakim menolak permohonan pemohon dengan alasan penyidik telah melakukan penyidikan sebagai penyidik yang sah sehingga hakim berdasarkan kewenangan yang diberikan Mahkamah Konstitusi dalam praperadilan mengenai penetapan tersangka. Akibat hukum dari putusan ini yaitu tetap dilakukannya penyidikan terhadap pemohon sehingga meneruskan tahapan proses hukum selanjutnya dan pemohon tetap berstatus sebagai tersangka. Kata Kunci : Praperadilan, Penetapan Tersangka. | Law gives authority to investigators to carry out their obligations in the context of searching for evidence and suspects in a criminal case that is inseparable from the possibility of committing a violation that is not in accordance with the Criminal Procedure Code. In realizing a country that respects and upholds human rights, the criminal procedure the law recognizes pretrial. Investigators when carrying out investigations to Eddy Rumpoko allegedly committed violations in determining the suspect's status. The applicant asked the judge in the pretrial to declare that the determination of the suspect on the applicant was invalid. This study intends to find out the legal basis for judges rejecting pretrial requests filed by Eddy Rumpoko and the legal consequences of pretrial rejection of the validity of the determination of suspect Eddy Rumpoko in Decision Number 124/Pid/Prap/2017/PN.Jkt.Sel. The research method used is normative juridical with the specification of perspective research and uses secondary data. In this decision the investigator has determined the suspect based on sufficient preliminary evidence and the judge rejects the request of the applicant on the grounds that the investigator has carried out the investigation as a legitimate investigator so that the judge based on the authority granted the Constitutional Court in the pretrial regarding the determination of the suspect. The legal consequence of this ruling is that it continues to investigate the applicant so that the next step of the legal process continues and the applicant remains a suspect. Keywords : Pretrial, Determination of Suspects. | |
| 20984 | 23894 | A1L014150 | KAJIAN TINGKAT ERODIBILITAS TANAH PADA JENIS TANAH ANDOSOL DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Erodibilitas tanah merupakan kepekaan tanah terhadap erosi. Erodibilitas tanah dipengaruhi oleh tekstur tanah, struktur tanah, bahan organik, dan permeabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat erodibilitas tanah di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga (2) Faktor-faktor erodibilitas dan pengaruhnya terhadap tingkat erodibilitas jenis tanah andosol di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan dengan menggunakan survei tanah semi detail dengan pengamatan dan pencatatan di lapangan dan uji laboratorium, sedangkan pengambilan sampelnya dilakukan berdasarkan peta satuan lahan homogen (SLH) yang dilakukan dengan cara menumpangsusunkan peta administrasi, peta jenis tanah, peta kelerengan dan peta penggunaan lahan dengan setiap titik sampel mewakili 56,25 Ha tanah sebenarnya dan sampel yang diambil berupa tanah terganggu dan tanah tidak terganggu Analisis data dilakukan dengan perhitungan faktor erodibilitas (K) dari model parametrik USLE menggunakan nomograf yang dilaporkan oleh Wischmeier dan Smith. Hasil penelitian menunjukkan pada jenis tanah andosol memiliki tingkat erodibilitas agak tinggi sampai sangat tinggi (nilai erodibilitas 0,37 hingga 0,70). Ini menunjukkan tanah andosol di Kecamatan Karangreja peka terhadap erosi. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi erodibilitas menunjukkan bahwa kandungan debu dan pasir sangat halus memiliki nilai korelasi yang tinggi, berhubungan erat dengan tingkat erodibilitas tanah dan menjadi faktor yang paling berpengaruh pada tingginya nilai erodibilitas tanah. | Soil erodibility is the soil sensitivity to erosion. Soil erodibility is influenced by soil texture, soil structure, organic matter, and permeability. This study aimed to determine: (1) The level of soil erodibility in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency (2) Erodibility factors and their effect on the erodibility level of andosol soil types in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. The study was conducted using semi-detailed land surveys with field observations and laboratory tests, while sampling was carried out based on homogeneous land unit maps (SLH) carried out by arranging administrative maps, soil type maps, slope maps and land use maps with each sample points represent 56.25 Ha of actual land and samples were taken in the form of disturbed soil and undisturbed soil Data analysis was carried out by calculating the erodibility factor (K) of the USLE parametric model using the nomograph reported by Wischmeier and Smith. The results showed that the type of andosol soil has an erodibility level from mid high to very high (erodibility values of 0.37 to 0.70). This shows that Andosol soil in Karangreja is sensitive to erosion. Analysis of factors that affect erodibility shows that very fine dust and sand content has a high correlation value so that it is closely related to the level of soil erodibility and is the most influential factor in the high erodibility value of the soil. | |
| 20985 | 23880 | F1C014062 | ANALISIS RESEPSI K-POPERS TERHADAP PERILAKU FANATIK DALAM SERIAL DRAMA KOREA REPLY 1997 | Penelitian ini mendeskripsikan tentang pemaknaan dan penerimaan penggemar K-Pop terhadap perilaku fanatic dalam serial drama korea Reply 1997. Drama ini merupakan drama yang menggambarkan realitas budaya penggemar K-Pop. Sebagai media, serial drama korea juga memiliki pengaruh yang besar terhadap audiensnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemaknaan dan penerimaan penggemar K-Pop terhadap perilaku fanatik dengan melihat latar belakang sosial kultural yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah empat orang anak SMA dan A orang mahasiswa yang merupakan penggemar K-Pop. Peneliti menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara dalam mengumpulkan data. Pemaknaan dan penerimaan tersebut selanjutnya dipaparkan dalam 3 spectrum of reading yaitu hegemonic reading, negotiated reading dan oppositional reading. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pemaknaan dan penerimaan perilaku fanatic.Penelitian ini menemukan bahwa dari delapan informan, satu diantaranya (berasal dari kelompok siswa SMA) masuk dalam posisi hegemonic reading, 6 orang (masing-masing 3 orang dari kelompok SMA dan mahasiswa) masuk dalam posisi negotiated reading, dan satu orang lainnya merupakan informan dari kelompok mahasiswa menempati posisi oppositional reading. | This study describes the meaning and acceptance of K-Pop fans toward the fanatic behavior in the Korean drama series Reply 1997. This drama series shows how the cultural reality of K-Pop fans. As a media, Korean drama series also has a big influence on their audiences just like other media. This research attempts to uncover how the meaning and acceptance of K-Pop fans towards fanatic behavior by looking at diverse socio-cultural backgrounds. This study used qualitative research methods . The subject of this research are four High School students and four university students who are K-Pop Fans. The data obtained by Focus Group Discussion (FGD) and depth interview. This research used 3 Spectrum of Reading; Hegemonic reading, Negotiated Reading, and Oppositional reading to analyze further the data. The results showed that there were differences in the meaning and acceptance of fanatic behavior. This research found that from the eight subjects, one of them (High School student) is included in Hegemonic Reading position, six of them (3 High school students and 3 university students) are included in Negotiated Reading position, and the last one (a university student) is included in Oppositional Reading position. | |
| 20986 | 23895 | C1C014023 | ANALISIS PERBANDINGAN IMPLEMENTASI ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PAJAK DI INDONESIA DENGAN MALAYSIA DAN SINGAPURA | Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan implementasi zakat sebagai pengurang pajak dan pendapat stakeholder yang terdiri dari BAZ/LAZ, muzaki, akademisi, pegawai KPP apabila zakat dijadikan sebagai pengurang pajak terutang. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Perbandingan Implementasi Zakat sebagai Pengurang Pajak di Indonesia dengan Malaysia dan Singapura”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis penerapan Zakah Core Principle (ZCP) di Indonesia, mengeksplorasi dan menganalisis implementasi zakat sebagai pengurang pajak di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, serta untuk mengeksplorasi dan menganalisis pendapat stakeholder apabila zakat dijadikan sebagai pengurang pajak terutang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan fungsi-fungsi yang terdapat dalam kriteria pada Zakah Core Principle (ZCP) 8, 9, 12, 15, dan 16 sebenarnya telah berjalan. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat pembagian wewenang fungsi yang belum sesuai dengan apa yang telah ditentukan di dalam ZCP. Banyak masyarakat yang belum memanfaatkan fasilitas zakat sebagai pengurang PKP dikarenakan berbagai alasan, serta sebagian besar masyarakat tidak sependapat apabila peraturan zakat sebagai pengurang PKP diubah menjadi zakat sebagai pengurang pajak terutang dikarenakan muzaki tidak ingin mencampurkan urusan zakat dengan urusan pajaknya. Muzaki menganggap bahwa zakat merupakan urusan individu dengan Tuhannya, sedangkan pajak merupakan urusan individu dengan pemerintah. Hal tersebut menandakan bahwa muzaki masih belum sepenuhnya memahami arti zakat yang sesungguhnya, karena zakat bukan hanya hubungan hamba dengan Allah (Hablum Minallah), tetapi juga hubungan manusia dengan manusia (Hablum Minannas). Diperlukan berbagai pemikiran dan persiapan yang matang dari berbagai pihak mulai dari lembaga zakat, lembaga pajak, pemerintah, maupun dari sisi muzaki itu sendiri untuk menghadapi kendala yang mungkin saja dihadapi apabila menginginkan untuk dilakukan perubahan peraturan zakat sebagai pengurang PKP menjadi pengurang pajak terutang. Lembaga zakat di Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas operasionalnya agar dapat memperoleh lebih banyak kepercayaan dari para muzaki. | This research is a descriptive qualitative research that describe the implementation of zakat as a tax deduction and stakeholder opinion which consists of BAZ/LAZ, muzaki, academics, KPP employees if zakat is used as a deduction of tax payable. The title of this research is “Comparative Analysis of Zakat Implementation as Tax Deduction in Indonesia with Malaysia and Singapore”. The purpose of this research is to explore and analyze the application of the zakah core principle (ZCP) in Indonesia, explore and analyze the implementation of zakat as a tax deduction in Indonesia, Malaysia and Singapore, and to explore and analyze stakeholder opinions if zakat is used as a deduction of tax payable. The results of this study indicate that the application of zakah core principle (ZCP) 8, 9, 12, 15, and 16 in zakat institutions in Indonesia actually has been carried out. But there was still a division of authority of the functions in the implementation that are not in accordance with what has been specified in the ZCP. Many people have not used zakat facilities as a deduction from PKP due to various reasons, and most people disagree if the zakat regulation as a deduction from PKP is converted into zakat as a deduction of tax payable because muzaki does not want to mix zakat with its tax affairs. Muzaki considers that zakat is a matter individual with God, while tax is an individual affair with the government. This indicates that Muzaki still does not fully understand the true meaning of zakat, because zakat is not only the relationship of the servant to Allah (Hablum Minallah), but also human relations with other humans (Hablum Minannas). Various thoughts and preparations are needed from various parties ranging from zakat institutions, tax institutions, the government, and from the side of the muzaki itself to deal with obstacles that may be faced if they want to make changes to zakat regulations as a deduction of PKP into deductible tax payable. Zakat institutions in Indonesia also need to improve the quality of their operations in order to obtain more trust from the muzaki. | |
| 20987 | 23840 | H1C014038 | PERANCANGAN SISTEM PEMISAH BARANG PADA KONVEYOR BERDASARKAN BENTUK OBJEK BERBASIS DELPHI MENGGUNAKAN WEBCAM DAN PLC | Salah satu penggunaan teknologi otomasi yang digunakan sebuah industri adalah penggunaan PLC dengan konveyor yang bertujuan untuk memindahkan barang yang diproduksi dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan cepat dan mudah. Teknologi pemisah ini memerlukan pengenalan yang digunakan sebagai media pengidentifikasian atau dapat disebut pengenalan. Saat sekarang ini, pengidentifikasi tersebut mulai dikembangkan dengan teknologi kamera. Kamera ini dapat mengidentifikasikan cukup dengan mengetahui bentuk produk itu sendiri. Pada penelitian ini dirancang suatu sistem konveyor yaitu modul Feedback 34-120 Dual Conveyor Workcell dengan menambahkan WebCam yang digunakan sebagai pembaca bentuk dari objek, yang akan diolah oleh software Delphi sehingga dapat mengenal objek tersebut berdasarkan rasio kebulatan. Arduino akan menerima luasan oleh Delphi yang di baca oleh WebCam dan nantinya PLC akan melakukan tindakan sesuai dengan perintah yang diberikan Arduino UNO melalui Relay. Bagian mekanik dan elektrik yang sudah ada di dalam sistem konveyor seperti motor DC, solenoid, dan sensor proximity dikendalikan oleh PLC Mitsubishi MELSEC FX2N-32MR yang di program menggunakan GX-Programmer 8.91v. Prototipe penyortir barang pada konveyor dengan menggunakan WebCam dan Arduino pendeteksi barang dapat berjalan dengan baik. Pada hasil pengujian dapat mengindentifikasi objek berdasarkan rasio kebulatan. Tingkat kebulatan 1 memiliki rasio kebulatan 0,52 sampai 0,59 mendekati bentuk persegi,tingkat kebulatan 2 memiliki rasio kebulatan 0,70 sampai 0,79 mendekati bentuk persegi,tingkat kebulatan 3 memiliki rasio kebulatan 0,85 sampai 1 mendekati bentuk lingkaran,dan selain rasio kebulatan yang telah ditentukan akan terbaca objek tidak terdefinisi. Berdasarkan analisis unjuk kerja, sistem konveyor mampu bekerja dan menyortir dengan baik dengan objek yang ada pada masing-masing kotak yang dibaca oleh WebCam. Terbukti dengan hasil pengujian keseluruhan tidak terjadi kesalahan, sehingga dapat dikatakan sistem berhasil dengan tingkat keberhasilan 100%. | One of the uses of automation technology used by an industry is the use of PLCs with conveyors that aim to move goods produced from one place to another quickly and easily. This separation technology requires an introduction that is used as a medium of identification or can be called introduction. At present, these identifiers are being developed with camera technology. This camera can identify enough by knowing the shape of the product itself. In this study a conveyor system was designed, namely Feedback 34-120 Dual Conveyor Workcell module by adding WebCam which is used as a reader of the form of the object, which will be processed by the Delphi software so that it can recognize the object based on roundness ratios. Arduino will receive an area by Delphi which is read by WebCam and later the PLC will take action according to the order given by Arduino UNO via Relay. Mechanical and electrical parts that already exist in conveyor systems such as DC motors, solenoids, and proximity sensors are controlled by the Mitsubishi MELSEC FX2N-32MR PLC which is programmed to use GX-Programmer 8.91v. The goods sorter prototype on the conveyor using WebCam and Arduino goods detectors can run well. The test results can identify objects based on roundness ratios. Roundness 1 has a roundness ratio of 0.52 to 0.59 close to a square, roundness 2 has a roundness ratio of 0.70 to 0.79 close to a square, roundness 3 has a roundness ratio of 0.85 to 1 close to a circle, and in addition to the predetermined roundness ratio, undefined objects will be read. Based on the performance analysis, the conveyor system is able to work and sort properly with the objects in each box that is read by WebCam. Evidenced by the results of the overall test there was no error, so it can be said the system succeeded with a 100% success rate. | |
| 20988 | 25800 | H1B015031 | DETEKSI DAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS DATA SATELIT MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK DI PROVINSI JAWA TENGAH DAN DIY | Sejarah kejadian bencana alam yang tercatat dalam BNPB (2019) menjelaskan bahwa jumlah seluruh kejadian bencana alam di Pulau Jawa bagian tengah (Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) menempati urutan paling tinggi dalam hal jumlah frekuensi kejadiannya secara nasional. Dari keseluruhan bencana alam yang pernah terjadi di Jawa Tengah, jumlah kejadian bencana banjir menempati urutan ketiga setelah bencana tanah longsor dan bencana puting beliung yaitu sekitar 1500 kejadian bencana. Berbagai faktor yang dapat menyebabkan banjir tidak dapat sepenuhnya dihilangkan. Namun, yang lebih perlu dilakukan adalah bagaimana mengontrol dampak yang disebabkan banjir sehingga dapat dikelola dan dipantau dengan tepat. Salah satu upaya untuk mengatasi persoalan ancaman banjir adalah dengan mengembangan model deteksi daerah rawan banjir. Dalam penelitian ini, dilakukan deteksi daerah rawan banjir dengan menggunakan metode regresi logistik yang memperhitungkan variable-variabel penyebab terjadinya banjir seperti elevasi, kemiringan lahan, jarak sungai, flow accumulation, curah hujan, dan koefisien runoff. Hasil pemodelan regresi logistik yang telah dilakukan, didapatkan koefisien-koefisien dari variabel/parameter yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu intercept (5.05766 – 16.13210), curah hujan (-0.01547 – 0.04075), elevasi (-0.02173 – -0.00592), slope (-0.28108 – -0.01940), koefisien runoff (-9.10476 – 7.15039), jarak sungai (0.00038 – 0.00783), dan flow accumulation (-9.26342E-06 – 0.00309). Tingkat keberhasilan dalam uji kehandalan pemodelan ini sebesar 93.47826% -98.26087% dari 329 data titik kejadian banjir dan tidak banjir. Setelah dilakukan pemetaan titik-titik rawan banjir, terdapat 25 kabupaten yang memiliki potensi rawan banjir di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Hal ini disimpulkan dari lebih luasnya luas 1 (prediksi banjir) daripada 0 (prediksi tidak banjir) dari masing-masing kabupaten. | The history of natural disasters recorded in BNPB (2019) explains that the total number of natural disaster events in the central part of Java (Central Java Province and Special Region of Yogyakarta Province) ranks highest in terms of the number of frequency of occurrences nationally. Of the total natural disasters that have occurred in Central Java, the number of floods is ranked third after the landslide and tornado disaster, which is around 1500 disasters. Various factors that can cause flooding cannot be completely eliminated. However, what is more necessary is how to control the impacts caused by floods so that they can be managed and monitored appropriately. One effort to overcome the problem of the threat of flooding is to develop a detection model for flood-prone areas. In this study, detection of flood-prone areas was carried out by using a logistic regression method that takes into account the variables that cause flooding such as elevation, land slope, river distance, flow accumulation, rainfall, and runoff coefficients. The results of the logistic regression modeling, obtained coefficients of the variables / parameters mentioned earlier, namely intercept (5.05766 – 16.13210), rainfall (-0.01547 – 0.04075), elevation (-0.02173 – -0.00592), slope (-0.28108 – -0.01940), runoff coefficient (-9.10476 – 7.15039), river distance (0.00038 – 0.00783), and flow accumulation (-9.26342E-06 – 0.00309). The level of success in this modeling testing was 93.47826% -98.26087% of 329 flood event data points and not floods. After mapping the flood-prone points, there are 25 districts that have potential for flood-prone areas in Central Java and Yogyakarta. This is inferred from the breadth of area 1 (flood prediction) rather than 0 (non-flood prediction) of each district. | |
| 20989 | 23892 | F1C014020 | Pemaknaan Tato Oleh Kalangan Wanita Bertato Di Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan | PEMAKNAAN TATO OLEH KALANGAN WANITA BERTATO DI KECAMATAN PEKALONGAN TIMUR KOTA PEKALONGAN Muhammad Najmuddin1, Muh Sulthan2, Mite Setiansah3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman e-mail : mnajmuddin29@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pemaknaan Tato Oleh Kalangan Wanita Bertato di Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang makna tato serta motivasi oleh kalangan wanita bertato. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Interaksi Simbolik, Teori Produksi Makna, dan Teori Motivasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa makna tidak melihat pada objek, akan tetapi ada pada interaksi oleh orang yang memaknai. Motif tiap individu dalam menggunakan tato pun beragam, ada yang menggunakan tato karena alasan seni dan keindahan, ada juga informan yang menato tubuh karena ingin mengabadikan momen melalui gambar tato dan yang terakhir menggunakan tato karena untuk meyampaikan perasaanya kepada seseorang. Pemaknaan tato yang diperoleh dari informan cenderung mengarah pada tato yang dimaknai sebagai ungkapan perasaan dan tato sebagai wujud seni dan keindahan. Walaupun ada salah satu informan yang memaknai tatonya sebagai bentuk pengingat kenangan masa lalunya. | PEMAKNAAN TATO OLEH KALANGAN WANITA BERTATO DI KECAMATAN PEKALONGAN TIMUR KOTA PEKALONGAN Muhammad Najmuddin1, Muh Sulthan2, Mite Setiansah3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman e-mail : mnajmuddin29@gmail.com ABSTRACT This research is entitled "Tattoos' Interpretation by Tattooed - Women in East Pekalongan Regency, Pekalongan City". The aim of this research is to find out the meaning of the tattoos along with the motivation behind their making according to the tattooed-women. This research uses qualitative method. Moreover, this research uses purposive sampling technique in choosing the respondents. Theories that are used are Symbolic Interactionism, Meaning Production Theory, and Motivation Theory. From the research, it can be concluded that meaning is not conceived from the object, yet it is conceived from the interaction of people who interpret the meaning it self. The reasons for each individual having tattoos are also vary. Some respondents got tattoos for the sake of arts and beauty. Some got tattoos because they want to cherish the moment of their lives through the tattoos. The other respondents got tattoos because they want to express their feelings to someone. The respondents' interpretation about the tattoos tend towards interpretation of expression. | |
| 20990 | 23897 | F1C013028 | Perbedaan Kepuasan Penggunaan LINE Group Chat dan WhatsApp Group Chat di Kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman | Aplikasi pengirim pesan singkat (instant messaging) diketahui kini telah semakin berkembang dan beragam. LINE dan WhatsApp dapat dikatakan sebagai instant messaging yang saat ini cukup populer digunakan oleh masyarakat. Kedua aplikasi tersebut memiliki banyak fitur yang dapat memudahkan penggunanya dalam berkirim pesan. Salah satu fitur yang sebagian besar digunakan oleh pengguna aktif LINE dan WhatsApp adalah group chat. Adanya fitur tersebut dirasa semakin memudahkan dan menguntungkan penggunanya dalam berkomunikasi dengan anggota kelompok. Pada penelitian ini, tujuan yang ingin ditempuh adalah mengetahui ada tidaknya perbedaan kepuasan penggunaan LINE Group Chat dan WhatsApp Group Chat di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan teori uses and gratifications pengembangan dari Phillip Palmgreen dalam tahap analisis hasil penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada 73 mahasiswa yang terpilih sebagai responden melalui teknik stratified random sampling. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan kepuasan penggunaan LINE Group Chat dan WhatsApp Group Chat di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman dengan kesenjangan kepuasan LINE Group Chat sebesar 2.16 dan WhatsApp Group Chat sebesar 1.47. Hasil tersebut menunjukkan pula bahwa WhatsApp Group Chat lebih dapat memuaskan dibandingkan dengan LINE Group Chat. WhatsApp termasuk aplikasi yang simple dan menawarkan fitur yang berbeda kepada penggunanya. Faktor tersebut kemungkinan dapat menjadi penyebab mengapa WhatsApp Group Chat lebih dapat memuaskan dibandingkan LINE Group Chat. | Instant messaging application is now getting more popular and multifarious. LINE and WhatsApp can be said as the mostly-used application by people nowadays. Both have many features that can make easier the users to send messages each other. One of features that is mostly used by active users of LINE and WhatsApp is a chat group. The presence of this feature can facilitate and benefit users to communicate among group members. The study purposed to discover whether there is a difference of satisfaction in using LINE and WhatsApp Chat Groups among Communication students at Jenderal Soedirman University. It is categorized as quantitative research by using Uses and Gratifications Theory of Phillip Palmgreen in the analysis step of research result. Data collection was executed by distributing questionnaires to 73 selected students as respondents through stratified random sampling technique. Result showed that there is no significant difference of satisfaction in using LINE and WhatsApp Chat Groups among communication students at Jenderal Soedirman University with satisfaction gap of LINE was 2,16 and WhatsApp was 1,47. The conclusion is WhatsApp Chat Group is more satisfying than LINE. WhatsApp is a simple application and offers different features to their users. These factors might be the reasons why WhatsApp Chat Group is more satisfying than LINE. | |
| 20991 | 23898 | H1K014033 | INTERAKSI IKAN KARANG DENGAN KONDISI TERUMBU KARANG PADA DAERAH LEEWARD DAN WINDWARD PULAU GILI TRAWANGAN DAN GILI AIR LOMBOK | Penelitian ini tentang interaksi ikan karang dengan kondisi terumbu karang pada daerah leeward dan windward Pulau Gili Trawangan dan Gili Air Lombok. Tujuan penelitian yaitu mengetahui persentase tutupan karang, jumlah ikan karang, kelimpahan, kekayaan, serta dominansi ikan karang dan interaksi ikan karang dengan terumbu karang di daerah leeward dan windward Pulau Gili Trawangan dan Gili Air. Metode penelitian antara lain Line Intercept Transect (LIT) dan Underwater Visual Census (UVC). Analisis data yang digunakan yaitu Principal Correspondance Analysis (PCA). Hasil penelitian adalah persentase tutupan karang di Pulau Gili Trawangan dan Gili Air berkisar 5,40 - 67,80%. Jumlah ikan karang sebanyak 909 individu yang termasuk ke dalam 16 famili. Kelimpahan antara 47 – 263 ind/250m², kekayaan antara 1,039 – 4,555 serta dominansi antara 0,084 – 0,296. Tutupan karang 30% memiliki interaksi dengan 8 spesies, tutupan karang 7,1% memiliki interaksi dengan 8 spesies, tutupan karang 16,24% memiliki interaksi dengan 1 spesies, tutupan karang 67,8% memiliki interaksi dengan jenis 7 spesies, tutupan karang 46,2% memiliki interaksi dengan 13 spesies, tutupan karang 18,1% memiliki interaksi dengan 9 spesies, tutupan karang 5,4% memiliki interaksi dengan 4 spesies dan tutupan karang 54,6% memiliki interaksi dengan 2 spesies. | A study entitled interaction of reef fish with the condition of coral reefs on the Leeward And Windward of Gili Trawangan And Gili Air Island, Lombok. Research purpose was found the percentage of coral cover, the number and family of reef fish, abundance, richness, dominance and reef fish interactions with coral reefs in the area of leeward and windward of Gili Trawangan and Gili Air island. Research methods used Line Intercept Transect and Underwater Visual Census. Data analysis used Principal Correspondance Analysis (PCA). Research result was percentage of coral cover of Gili Air and Gili Trawangan island is 5.40 - 67.80%. Obtained as many as 909 individual include 16 families. The abundance between 47 – 263 ind/250 m², species richness between 1.039 – 4.555, and dominance between 0,084 – 0,296. Coral cover with 30% has interacted with 8 species, coral cover with 7,1% has interacted with 8 species, coral cover with 16,24% has interacted with 1 species, coral cover with 67,8% has interacted with 7 species, coral cover with 46,2% has interacted with 13 species, coral cover with 18,1% has interacted with 9 species, coral cover with 5,4% has interacted with 4 species and coral cover with 54,6% has interacted with 2 species. | |
| 20992 | 23899 | A1L014103 | PENGARUH BOKASHI DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) Azolla microphylla TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PUTIH (Brassica rapa pekinensis) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pupuk bokashi dan pupuk organik cair (POC) Azolla microphylla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi putih, (2) dosis pupuk bokashi dan konsentrasi pupuk organik cair Azolla microphylla yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi putih, (3) pengaruh interaksi antara dosis pupuk bokashi dengan konsentrasi pupuk organik cair Azolla microphylla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi putih. Penelitian ini dilakukan di Screen house yang berada di Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, dengan ketinggian tempat 517 meter dpl. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, mulai bulan April sampai Juli 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang terdiri atas 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor. Faktor pertama dosis pupuk bokashi 0 g/tanaman (N,P,K dengan dosis Urea 150 kg/ha atau 0,6 g/tanaman, SP-36 100 kg/ha atau 0,4 g/tanaman dan KCl 75 kg/ha atau 0,3 g/tanaman), 2,5 ton/ha atau setara 10 g/tanaman dan 5 ton/ha atau setara 20 g/tanaman. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair Azolla microphylla 0, 10 dan 20 ml/liter air. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), bobot tajuk segar (g), dan bobot tajuk kering (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bokashi terbaik adalah 20 g/tanaman. Konsentrasi pupuk organik cair Azolla microphylla terbaik adalah 10 ml/tanaman. Kombinasi perlakuan dosis pupuk bokashi dan konsentrasi Azolla microphylla terbaik pada kombinasi perlakuan K2 (20 g/tanaman) dan P1 (10 ml/tanaman), K1 (10 g/tanaman) dan P0. | This research aims to: (1) determine the effect of bokashi fertilizer and Azolla microphylla liquid organic fertilizer on the growth and yield of white mustard greens, (2) find out the right dosage of Azolla microphylla liquid organic fertilizer for growth and yield of white mustard plants, (3) determine the effect of the interaction between bokashi fertilizer dosages and the concentration of Azolla microphylla liquid organic fertilizer on the growth and yield of chicory plants. This research was conducted at the Screen house in Melung Village, Kedung Banteng Subdistrict, Banyumas Regency, with altitude of 517 masl. The study was conducted for 3 months, from April to July 2018. The experimental design used was a complete randomized block design consisting of 9 treatments and 3 replications. The treatment tried included two factors. First factor a dose of 0 g bokashi fertilizer / plant (N,P,K with a dose of Urea 150 kg / ha or 0.6 g / plant, Sp-36 100 kg / ha or 0.4 g / plant and KCl 75 kg / ha or 0.3 g / plant), 2.5 tons / ha or equivalent to 10 g / plant and 5 tons / ha or equivalent to 20 g / plant. The second factor is concentration of Azolla microphylla liquid organic fertilizer i.e. 0, 10 and 20 ml / liter of water. Observation variables included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), fresh canopy weight (g), and dry canopy weight (g). The results showed that the best bokashi dose is 20 g / plant. The best concentration of Azolla microphylla liquid organic fertilizer is 10 ml / plant. The best combination of bokashi fertilizer and the concentration of Azolla microphylla is K2 (20 g / plant) and P1 (10 ml / plant, K1 (10 g/plant) and P0. | |
| 20993 | 23900 | C1B012125 | PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, MOTIVASI INTRINSIK, DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP KINERJA TENAGA PARAMEDIS DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Tenaga Paramedis RSU Allam Medika Bumiayu) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Lingkungan kerja, Motivasi Intrinsik, dan Motivasi Ekstrinsik Terhadap Kinerja Tenaga Paramedis Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan penelitian sebelumnya tentang faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dengan menambahkan variabel kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode survey. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda metode Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa, secara parsial lingkungan kerja, motivasi intrinsik, maupun motivasi ekstrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, secara parsial lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja tenaga paramedis, sedangkan motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik maupun kepuasan kerja secara parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga paramedis, kepuasan kerja memediasi secara signifikan pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja tenaga paramedis, namun, kepuasan kerja tidak memediasi pengaruh motivasi intrinsik terhadap kinerja tenaga paramedis, sedangkan kepuasan kerja memediasi secara signifikan pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap kinerja tenaga paramedis. Implikasi untuk penelitian ini yaitu perusahaan harus meningkatkan lingkungan kerja, motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan kepuasan kerja agar meningkatkan kinerja tenaga paramedis. | This study entitled "The Effect of Work Environment, Intrinsic Motivation, and Extrinsic Motivation on the Performance of Paramedic Workers with Job Satisfaction as a Mediation Variable". The purpose of this study is to develop previous research on factors that influence employee performance by adding job satisfaction variables as mediating variables. The type of this research is quantitative research. This research is a case study using survey method. Analyzer used in this research is multiple linear regression method Ordinary Least Square (OLS). Based on the results of research and data analysis shows that, partially the work environment, intrinsic motivation, and extrinsic motivation have a positive and significant effect on job satisfaction, partially the work environment does not affect the performance of paramedics, while intrinsic motivation, extrinsic motivation and job satisfaction partially has a positive and significant influence on the performance of paramedics, job satisfaction mediates significantly the influence of the work environment on the performance of paramedics, however, job satisfaction does not mediate the influence of intrinsic motivation on paramedic performance, while job satisfaction mediates significantly the effect of extrinsic motivation on labor performance paramedics. The implication for this research is that the company must improve the work environment, intrinsic motivation, extrinsic motivation and job satisfaction in order to improve the performance of paramedics. | |
| 20994 | 23901 | E1A014264 | GUGATAN PERCERAIAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Kediri No. 1382/Pdt.G/2016/PA.Kab.Kdr) | Pasal 1 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 menjelaskan tentang pengertian perkawinan, yaitu ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tujuan dasar perkawinan yaitu dapat memiliki keluarga yang bahagia serta merasa aman dan nyaman didalamnya, serta sesuai dengan syariat Tuhan Yang Maha Esa, namun tidak selamanya tujuan tersebut dapat terwujud adakalanya perkawinan tersebut menjadi putus. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hukum Hakim dalam memutus perkara perceraian pada putusan Pengadilan Agama Kediri Nomor : No. 1382/Pdt.G/2016/PA.Kab.Kdr. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan, dengan inventarisasi, metode analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Hakim dalam memutus perkara gugatan perceraian tersebut berdasarkan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, sebaiknya Hakim menambahkan beberapa pasal juga yaitu Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (d) Kompilasi Hukum Islam sebagai alasan dikabulkannya gugatan perceraian tersebut, karena hal tersebut merupakan dasar terjadinya perkara, serta Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam yang mana hal tersebut juga merupakan permasalahan yang ada dalam perkara. | Article 1 of Law No. 1/1974 explains the marriage, is a bond physically and mentally between a man with a woman as husband and wife with the aim of forming a family (household) who are happy and everlasting based on God. The ultimate goal of marriage is to have a happy family and to feel safe and secure in it, and according to the almighty God, but it is not always possible to be fulfilled at times when the marriage breaks up. The problem in this study is that the judges' legal considerations are to cut off divorce litigation of the decision of the Kediri Religious Court Number:1382/ Pdt.G/2016/PA.Kab.Kdr. The research method used in this study is a normative juridical approach, prescriptive analytical research specifications, library data collection methods with inventory, qualitative normative data analysis methods. The result of this study is that the judge’s in the divorce proceedings is based on article 39 paragraph (2) of Law No.1/1974 and article 19 letter (f) Goverment Regulation No.9/1975 in conjuction article 116 letter (f) KHI. Better judge a few chapters that is article 19 letter (d) Goverment Regulation No.9/1975 in conjunction article 116 letter (d) KHI as an excuse for sued divorce because this is the basis of the case, and article 116 letter (g) KHI, which is a problem. | |
| 20995 | 23896 | F1G014040 | Gaya Bahasa Kiasan pada Grand Finalis di Stand Up Comedy Indonesia 4 (SUCI 4) | Penelitian ini berjudul “Gaya Bahasa Kiasan pada Grand Finalis di Stand Up Comedy Indonesia (SUCI 4)”. Penelitian ini tergolong penelitian dekriptif kualitatif. Data yang dianalisis yaitu gaya bahasa kiasan yang terdapat pada Grand Finalis di Stand Up Comedy Indonesia (SUCI 4). Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu metode simak dengan teknik dasar menggunakan teknik sadap dan teknik lanjutannya menggunakan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode padan. Metode padan yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode padan ortografis. Teknik dasar yang digunakan pada analisis data ini yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutannya menggunakan teknik hubung banding memperbedakan. Data yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 31 data dari 2 komika. Data tersebut meliputi 5 gaya bahasa simile, 12 gaya bahasa ironi, 1 gaya bahasa alusi, 2 gaya bahasa epitet, 4 gaya bahasa antonomasia, 4 gaya bahasa sinekdoke, 1 gaya bahasa personifikasi, 2 gaya bahasa satire. Selain itu, fungsi bahasa yang ditemukan pada teks stand up comedy indonesia (SUCI 4) yang ditemukan pada penelitian ini adalah fungsi emotif, fungsi metalingual, fungsi imaginatif, dan fungsi referensial. Data tersebuat meliputi 10 fungsi emotif, 18 fungsi imaginatif, 1 fungsi referensial. | This research is entitled "The style of figurative language in the Grand Finalists of Stand Up Comedy Indonesia (SUCI 4)". This research is included in qualitative descriptive research. The data analyzed is the figurative style which is found in the Grand Finalists of Stand Up Comedy Indonesia (SUCI 4). This research used data collection methods, namely the attentive method with tapping techniques as the basic techniques and note-taking techniques as the advanvced techniques. Data analysis method used in this study is the method of matching. The equivalent method used in this study is the orthographic equivalent method. The basic technique used in this data analysis is the technique of sorting out the determinant elements, while using comparative linkage differentiate technique as the the advanced techniques. The data obtained in this study are 31 data from 2 comics. The data includes 5 simile language style, 12 irony language style, 1 allusive language style, 2 epytet language style, 4 antonomasia language style, 4 synecdoke language style, 1 personification language style, 2 satire language style. Besides, the language functions found in the stand up comedy 4 text found in this study are emotive functions, metalingual functions, imaginative functions, and referential functions. The data includes 10 emotive functions, 18 imaginative functions, 1 referential function. | |
| 20996 | 23908 | F1A013085 | Komunitas Kolektif Ampas Kopi di Purwokerto, Kreativitas dan Kritik Sosial | Seni sebagai bentuk kritik sosial dan perlawanan bukan merupakan yang baru. di Purwokerto, hadir Kolektif Ampas Kopi yang menempatkan seninya sebagai demikian. Penelitian ini menjawab tentang bagaimana aktivitas kesenian Kolektif Ampas Kopi dan makna di balik aktivitas kesenian Kolektif Amaps Kopi. Peneltian ini dilakukaan secara kualitatif deskriptif. Interaksionisme simbolik sebagai pisau analisa, digunakan untuk menggali makna kegiatan kesenian bagi Kolektif Ampas Kopi. Teknik purposive sampling dipilih untuk menentukan sasaran penelitian. Sasaran utama penelitian ini akan ditentukan berdasarkanpertimbangan tertentu, diantaranya adalah kontribusi dan seberapa jauh mengetahui tentang dinamika dalam Kolektif Ampas Kopi. Sedangkan untuk validasi, mempertimbangkan seberapa orang – orang diluar Kolektif Ampas Kopi yang turut beraktivitas bersama dan mengetahui kegiatan mereka. Lokasi yang menjadi fokusan adalah Purwokerto. Untuk memperoleh data, dilakukan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang aktivitas kesenian yang dilakukan Kolektif Ampas Kopi mulai dari seputar kesenian itu sendiri, maupun aktivitas sosial. Menciptakan karya hingga workshop terjelaskan dalam penelitian ini. Seni musik, rupa, dan sastra adalah bentuk yang selama ini dikaryakan. Selain itu, aktivitas sosial juga tidak luput dilakukan. Peran dalam gerakan – gerakan sosial juga begitu kental dalam aktivitas mereka. Segala kegiatan yang lakukan baik berkarya maupun kegiatan sosial, kritik sosial dan perlawanan adalah makna yang mendasari Kolektif Ampas Kopi. Makna kritik sosial dan perlawanan menjadikan segala karya Kolektif Ampas Kopi selalu mengangkat tentang isu – isu yang ada dalam masyarakat. Serta dalam aktivitas sosial yang dilakukan adalah bentuk solidaritas. Makna ini hadir berdasarkan proses yang panjang dari masing – masing pegiat di dalamnya. Sebelum tersatukan dalam makna yang sama, interaksi sosial menjadi kunci berlangsungnya pembentukan makna. | Art is a form a social critism and resistance was never something new. For intance in Purwokerto, the presence of Kolektif Ampas Kopi placed the art as such of critisism and resistance. This research answer how artistic activities by Kolektif Ampas Kopi and what’s the meaning behind Koleketif Amaps Kopi artistic activities. This research used qualitative method to analyze the data. Symbolic interactionism is used to explore the meaning of artistic activities of Kolektif Ampas Kopi. The purposive sampling technique was choosen ti determined basedon certain considerations, including contributions and how deep the researcher’s knowledge of dynamicsin Kolektif Ampas Kopi. As for validation, considering how mane people outside Kolektif Ampas Kopi Joining the activities together and analyzing their activities. In this study, the location of focussing is Purwokerto, and events which involves Kolektif Ampas Kopi. To obtain data, in-depth interviews, obsevations dan documentaions were conducted. After the data is collected, data analysis is done inveractively, The results of this study explain the artistic activities carried out by Kolektif Ampas Kopi starting from the artist itself, as well as social activities. From producing the art to do some workshop are explained in this study. The art of music, visuals, and literature are forms the have been produced. In addition, social activities are also carried out. Roles in social movement are also very thick in their activities. All activites that do both work and social activites, social critisism and ressistance are the underlying meanings of Kolektif Ampas Kopi. The meaning of social critisism and resistance make every works produces by Kolektif Ampas Kopi always incude the issuesthet exsist in society. And in social activities carried out is a form of solidarity. This meaning is present based on the long process of each activist in it. Before united in the same meaning, social interaction is the key to the ongoing formation of meaning. | |
| 20997 | 23939 | G1A014045 | PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK BIJI RAMBUTAN DAN DAUN SERAI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA TIKUS PUTIH MODEL DIABETES | Latar Belakang: Biji rambutan (Nephelium lappaceum L.) dan daun serai (Cymbopogon citratus) mempunyai kemampuan untuk menurunkan kadar glukosa darah karena kandungan terpenoid, saponin, tanin yang ada pada biji rambutan serta quercetin, kaempferol, dan apigenin yang ada pada daun serai. Aktivitas hipoglikemik biji rambutan dan daun serai ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada tikus putih model diabetes. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak biji rambutan dan daun serai terhadap penurunan kadar GDP tikus putih model diabetes. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode pre and post test with control group design. Tiga puluh ekor tikus putih dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol positif dibuat diabetes dengan pemberian glibenklamid 0,45 mg/kgBB, kontrol negatif, kelompok 1 (500;0), 2 (0;500), kelompok 3 (250;250). Kadar GDP diukur pada hari pertama dan hari ke 21 setelah pemberian ekstrak dengan metode GOD-PAP. Hasil: Rerata kadar GDP post test pada kelompok kontrol positif 115,4±5,22 mg/dl, kontrol negatif 439,4±1,41 mg/dl, kelompok 1 124,5±3,53 mg/dl, 2 134±5,65 mg.dl, dan 3 123±2,82 mg/dl. Uji Post Hoc LSD menunjukan hasil perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok kontrol positif dengan kontrol negatif, dan antara kontrol negatif dengan semua kelompok data (p<0,05), kelompok 1 dan 3 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan: Pemberian kombinasi ekstrak biji rambutan dan daun serai mampu menurunkan kadar GDP pada tikus putih model diabetes bila dilihat dari rerata penurunan kadar GDP, namun tidak lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak biji rambutan tunggal dalam menurukan kadar GDP. | Background: Rambutan seed (Nephelium lappaceum L.) and lemongrass leaves (Cymbopogon citratus) have the ability in lowering blood glucose level because of terpenoids, saponins, and tannins contain in rambutan seed and quercetin, kaempferol, and apigenin in lemongrass leaves. Hypoglycemic effect of rambutan seed and lemongrass leaves can be measured by fasting blood glucose level in diabetic model of white mice. Objective: The purpose of this study was to find out the effect of the combination of rambutan seed and lemongrass leaves extracts on lowering blood glucose level of the diabetic model of white mice. Design: This study adopted pre and post-test method with control group design. Thirty white mices were divided into 5 groups. The positive control group was the mice group treated with glibenclamide in the dosage of 0.45 mg/kg body weight, the negative control group, group 1 (500;0), group 2 (0;500), group 3 (250:250). Fasting blood glucose levels were measured on the first day and 21st day after administration. GDP levels were measured by the GOD-PAP method. Results: The average of post-test fasting blood glucose level in the positive control group was 115.4 ± 5.22 mg / dl while negative control was 439.4 ± 1.41 mg / dL, group 1, 2, and 3 were 124.5 ± 3.53 mg / dl, 134 ± 5.65 mg.dl, and 123 ± 2.82 mg/dL respectively. Post Hoc LSD Test showed that there was a significant difference between positive and negative control, and between negative control with all groups data (p<0.05), but there wa no significant differences between group 1 and 3 (p> 0.05). Conclusion: The combination of rambutan seed extract and lemongrass leaves extracts was capable in lowering blood glucose level in diabetic model of white mice but was not more effective than rambutan seed extract. | |
| 20998 | 23902 | F1D014016 | ANALISIS SUMBER DAYA POLITIK KANDIDAT AKTIVIS BURUH PADA PILKADA KABUPATEN BEKASI 2017 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Sumber Daya Politik Kandidat Aktivis Buruh pada Pilkada Kabupaten Bekasi 2017. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik wawancara mendalam dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi yang mendukung analisis intepretasi data. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian tersebut mengungkap bahwa sumber daya politik yang dimiliki Obon dan Bambang dilatar belakangi oleh tiga modal. Hasil dari penelitian ini bahwa sumber daya politik yang dimiliki pasangan Obon Tabroni dan Bambang Sumaryono berupa modal sosial, modal politik, dan modal ekonomi. Jenis-jenis modal sosial yang dimiliki, yaitu seperti figur/ketokohan, jaringan sosial, dan gagasan/nilai-nilai. Kemudian modal politik Obon dan Bambang untuk memperoleh dukungan dari para pemilih, yaitu dari modal sosial yang dimilikinya sendiri. Modal sosial yang dimaksud merujuk pada jaringan sosial yang sudah dimiliki Obon dan Bambang. Jaringan sosial ini yang digunakan sebagai mesin politiknya mencari dukungan dan mendapatkan suara dari masyarakat. Selanjutnya modal ekonomi yang dimiliki Obon dan Bambang, yaitu berasal dari dana pribadi dan dana sumbangan. Dalam analisis penelitian ini pasangan Obon dan Bambang lebih diuntungkan oleh modal sosial dan modal politik yang dimilikinya, tanpa mengesampingkan modal ekonominya. | The article results of this study aim to Analysis of Political Resources of the Labour Activist Candidate in Bekasi District Election in 2017. The method used is qualitative with case study approach. The data was collected with in-depth interview and documentation to support the interpretation in analysing data. Purposive sampling techniques and snowball sampling were used to select the informant. The result of this research show that the political resources owned by the regent candidate Obon Tabroni and Bambang Sumaryono is social capital, political capital, and economiccapital. The types of social capital they possess are like figures, social networks, and ideas / values. Then, Obon and Bambang’s political resources to obtain election votes is from social capital. The social capital refers to social networks that have already been owned by them. This social network is used as a political engine to seek support and get vote from the public. Afterward, the economic capital owned by Obon and Bambang comes from personal funds and donation funds. In the analysis of this research, the Obon and Bambang pairs were more benefited by their social capital and political, without neglecting their economic capital. | |
| 20999 | 23376 | C1C013016 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN SAK ETAP / EMKM PADA UKM DI BREBES | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenjang pendidikan, umur usaha, pelatihan akuntansi dan teknologi informasi terhadap penerapan SAK ETAP di Brebes. Populasi dalam penelitian ini adalah UKM yang terdapat di Brebes yang terdaftar di Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan di Brebes. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sehingga didapat sampel yang berjumlah 42 UKM. Data yang didapat dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Jenjang pendidikan berpengaruh positif terhadap penerapan SAK ETAP; (2) Umur usaha tidak berpengaruh positif terhadap penerapan SAK ETAP; (3) Pelatihan akuntansi tidak berpengaruh positif terhadap penerapan SAK ETAP; (4) Teknologi informasi tidak berpengaruh positif terhadap penerapan SAK ETAP pada UKM di Brebes. | This study aims to determine the effect of education levels, business age, accounting training and information technology on the application of SAK ETAP in Brebes. The population in this study are SMEs located in Brebes registered in the Department of Cooperatives, UMKM, and Trade in Brebes. The purposive sampling is a sampling technique, in order to obtain a sample of 42 SMEs. The data obtained were analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The results of this study indicate that: (1) the level of education has a positive effect on the application of SAK ETAP; (2) Business age does not have a positive effect on the application of SAK ETAP; (3) Accounting training does not have a positive effect on the implementation of SAK ETAP; (4) Information technology does not have a positive effect on the implementation of SAK ETAP in SMEs in Brebes. | |
| 21000 | 23903 | A1L014132 | KARAKTERISASI KERAGAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI KECAMATAN KALIKAJAR, KABUPATEN WONOSOBO | Ubi jalar merupakan salah satu komoditas pangan di Indonesia yang memiliki potensi ekonomi dan sosial yang tinggi, antara lain sebagai bahan pangan yang efisien pada masa mendatang, bahan pakan ternak, dan bahan baku industri. Guna meningkatkan potensi ekonomi dan sosial budidaya ubi jalar yang tinggi, perlu dilakukan perbaikan varietas melalui pemuliaan tanaman. Karakterisasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh deskripsi tanaman untuk dimanfaatkan sebagai bahan tetua dalam program pemuliaan tanaman dan hasil. Kegiatan karakterisasi tanaman ubi jalar diharapkan dapat memberi informasi dan referensi ilmiah keragaman sifat morfologi ubi jalar sehingga dapat digunakan untuk upaya-upaya meningkatkan hasil dan produksi ubi jalar,. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) karakter morfologi beberapa varietas tanaman ubi jalar di Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, (2) keragaman antar varietas ubi jalar berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian warga di Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo pada bulan Maret Hingga Agustus 2018. Penelitian dilakukan dengan metode survei, deskripsi kualitatif berpedoman pada Descriptors for Sweet Potato yang dikeluarkan oleh IBPGR dan menggunakan aplikasi PAST (Paleontological Statistic), dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilanjutkan uji DMRT. Variabel yang diamati adalah bentuk daun, tipe lobus daun, bentuk lobus tengah, warna petulang daun, warna daun pucuk, warna daun tua, ukuran daun, panjang tangkai daun, warna batang utama, warna batang sekunder, warna bunga, bentuk bunga, warna putik, bentuk umbi, ketebalan kulit umbi, warna kulit umbi, warna dominan daging umbi, warna sekunder daging umbi, pola warna sekunder daging umbi, bobot umbi pertanaman, diameter umbi, dan jumlah umbi pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ubi jalar di Kecamatan Kalikajar memiliki keragaman yang tinggi yang ditunjukkan dengan karakter morfologi ubi jalar yang beragam, mulai dari daun, batang, bunga, hingga umbi. Sehingga berdasarkan dendrogram terdapat dua kelompok yaitu kelompok I (ubi jalar Rengganis, Mangsi, Sembawa, dan Goplem) dengan kelompok II (ubi jalar Mentrik, Jonggol, Madu, Klanteng, dan Cirebon), dengan berdasarkan bobot pertanaman ubi jalar diperoleh varietas dengan produksi terbaik adalah ubi Cirebon. | Sweet potato is one of the food commodities in Indonesia which has high economic and social potential, as an efficient food in the future, animal feed ingredients, and industrial raw materials. In order to increase the economic and social potential of high sweet potato cultivation, it is necessary to improve varieties through plant breeding. Characterization is an activity to obtain a description of plants to be used as parent material in plant breeding programs and yields. Characterization of sweet potato is expected could increase the yield and production of sweet potatoes, provide scientific information and reference to the diversity of morphological characteristics of sweet potatoes. This study aims to determine: (1) the morphological characters of several sweet potato plant varieties in Kalikajar, Wonosobo, (2) the diversity between sweet potato varieties based on morphological characters. This research was carried out on the farmland of residents in Kalikajar, Wonosobo in March to August 2018. The research was carried out by survey method, qualitative description guided by IBPGR Descriptors for Sweet Potato and using PAST (Paleontological Statistic) application, with Random Design Complete (CRD) followed by DMRT test. Variables observed were leaf shape, leaf lobe type, middle lobe shape, abixal leaf vein color, immature leaf leaf color, mature leaf color, leaf size, petiole length, main stem color, secondary stem color, flower color, flower shape, pistil color , tuber shape, tuber skin thickness, tuber skin color, dominant color of tuber meat, secondary color of tuber meat, secondary color pattern of tuber meat, plant tuber weight, tuber diameter, and number of planting tubers. The results showed that sweet potatoes in Kalikajar had a high diversity which was shown by the morphological characteristics of sweet potatoes which varied, ranging from leaves, stems, flowers, to tubers. So based on the dendrogram there are two groups, namely group I (Rengganis, Mangsi, Sembawa, and Goplem sweet potato) with group II (Mentrik, Jonggol, Madu, Klanteng, and Cirebon sweet potato), with the best production yield of sweet potatoes is Cirebon sweet potato. |