Artikelilmiahs

Menampilkan 20.961-20.980 dari 50.127 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2096123875F1F014031HUMAN PERSPECTIVES TOWARDS NATURE IN BARBARA BISCO'S "A TASTE FOR GREEN TANGERINES"Penelitian ini berjudul “Pandangan Manusia terhadap Alam dalam A Taste for Green Tangerines Barbara Bisco” berfokus pada bagaimana manusia menggambarkan lingkungannya yang digambarkan dalam novel A Taste for Green Tangerines milik Barbara Bisco. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Demi menjawab permasalahan dalam penilitian ini, teori Bagula tentang perspektif terhadap alam digunakan untuk menganalisis data yang terkumpul dengan menggunakan pendekatan ekokritik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa A Taste for Green Tangerines menggambarkan bermacam pandangan manusia terhadap alam. Penelitian ini mengemukakan bahwa setiap kaakter menunjukkan pendapat yang berbeda mengenai alam, (1) para peneliti Kanyalang menganggap alam sebagai tempat yang tidak menyenangkan dan berbahaya (2) para peneliti percaya jika alam dan orang-orang yang ada di dalam hutan menjadi korban exploitasi dari aktifitas pembalakan dan penambangan didalamnya (3) beberapa peneliti dan orang Dayak menganggap alam sebagai tempat yang suci and mencoba untuk hidup dengan harmonisd engan alam karena mereka menghormatinya.

Kata Kunci: ekokritik, manusia, alam, hubungan.
This research entitled “Human Perspectives toward Nature in Barbara Bisco’s A Taste for Green Tangerines” focuses on how human sees the environment depicted in Barbara Bisco’s A Taste for Green Tangerines. This research uses the descriptive-qualitative method. To answer the research question, Bagula’s theory about the perspectives toward nature is used to analyze the collected data using ecocriticism as the approach.

The results show that the novel depicts various perspective from the human. This exposes that each character shows different opinion about nature, (1) Kanyalang researchers see nature as an unpleasant and dangerous place (2) the researchers believe that the nature and the people inside the jungle have become the victim of exploitation from the logging and mining activities in it. (3) some researchers and the Dayak people see nature as a sacred place and try to live in harmony with it because they respect it.

Keywords: ecocriticism, human, nature, relationship.
2096225796D1A015009Suplementasi Tepung Biji Alpukat Pada Pakan Terhadap Nilai Indeks Telur dan Massa Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica)Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji taraf terbaik dari suplementasi tepung biji alpukat pada pakan terhadap nilai indeks telur dan massa telur puyuh. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang dilakukan yaitu R0 : Pakan basal tanpa suplementasi tepung biji alpukat 0%; R1 : Pakan basal + suplementasi tepung biji alpukat 3%; R2: Pakan basal + suplementasi tepung biji alpukat 6%; R3 : Pakan basal + sulementasi tepung biji alpuakat 9%. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis variansi. Rataan nilai indeks telur yang dihasilkan yaitu R0 : 79,11%; R1 : 79,20%; R2: 78,87%; R3: 78,15%. Rataan nilai massa telur yaitu R0: 3,66 (g/ekor/hari); R1: 3,31 (g/ekor/hari) ; R2: 3,96 (g/ekor/hari); R3: 3,34 (g/ekor/hari). Hasilnya suplementasi tepung biji alpukat pada pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai indeks telur dan nilai massa telur puyuh. Kesimpulan yang didapat adalah suplementasi tepung biji alpukat sampai level 9% belum mampu meningkatkan nilai indeks telur dan massa telur puyuh.This research was carried out to assess the best level of supplementation of avocado seed flour in feed on egg index values and quail egg mass. The research was conducted experimen method used a completely randomized design with 4 treatments 5 replications. The treatments were R0: Basal feed without supplementation of 0% avocado seed flour; R1: Basal feed + supplementation of avocado seed flour 3%; R2: Basal feed + 6% avocado seed flour supplementation; R3: Basal feed + sulementation of alpakat seeds 9%. Data from the research results were analyzed by analysis of variance. The average egg index value produced is R0: 79.11%; R1: 79.20%; R2: 78.87%; R3: 78.15%. The average value of egg mass is R0: 3.66 (g / head / day); R1: 3.31 (g / head / day); R2: 3.96 (g / head / day); R3: 3.34 (g / head / day). The result of supplementation of avocado seed flour on feed has no significant effect (P> 0.05) on the value of the egg index and the mass value of quail eggs. The conclusion obtained was that supplementation of avocado seed flour to a level of 9% had not been able to increase the egg index value and mass of quail egg
2096323874H1F014051Geokimia Hidrokarbon dan Sejarah Kematangan Batuan Induk Lapangan “Anggoro” Cekungan Sumatra UtaraEksplorasi dan eksploitasi di Indonesia saat ini masih terfokus pada energi konvensional hidrokarbon dibandingkan energi nonkonvensional hidrokarbon seperti gas serpih. Dalam proses eksplorasi, dibutuhkan analisis geokimia batuan induk yang meliputi kuantitas atau jumlah material organik, kualitas atau tipe material organik, dan kematangan termal sebagai salah satu faktor penting dalam mengkarakterisasi batuan induk. Daerah penelitian terletak di Cekungan Sumatra Utara, Provinsi Sumatra Utara. Penelitian dilakukan terhadap 5 sumur yaitu Sumur ANS-1, Sumur DBNA-1, Sumur MRA-1, Sumur DAS-1, dan Sumur USS-1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis geokimia hidrokarbon pada batuan induk yang meliputi analisis TOC (Total Organic Carbon), tipe kerogen, vitrinite reflectance, dan Potential Yields. Selain itu untuk mengetahui waktu kematangan dari batuan induk maka dilakukan pemodelan sejarah kematangan batuan induk dengan membuat sejarah pemendaman. Sejarah pemendaman dibuat dengan 2 cara yaitu secara manual dan menggunakan software Petromod. Berdasarkan hasil analisis, Formasi Baong Bawah dan Formasi Belumai pada Sumur ANS-1 berpotensi sebagai batuan induk dengan nilai TOC antara cukup-baik termasuk tipe II dan III, tingkat kematangan immaturedry gas, dan potential yields berkisar antara buruk-cukup. Batuan induk pada Sumur DBNA-1 memiliki kandungan TOC antara cukup-baik termasuk tipe II dan III, tingkat kematangan immature-dry gas, dan potential yields antara buruk-cukup. Batuan induk Sumur MRA-1 memiliki kandungan TOC antara cukup-baik, termasuk tipe II dan III, tingkat kematangan peak oil-late oil, potential yields buruk-cukup. Batuan induk Sumur DAS-1 memiliki kandungan TOC antara cukup-baik termasuk tipe II dan III, tingkat kematangan immature, potential yields buruk-cukup. Batuan induk Sumur USS-1 memiliki kandungan TOC antara cukup-baik termasuk tipe II dan III, tingkat kematangan immature-peak oil, potential yields buruk-cukup. Waktu kematangan batuan induk pada Sumur ANS-1 yaitu diperkirakan sekitar 9 Ma secara manual dan 14 Ma dengan software. Sumur DBNA-1 matang pada recent secara manual dan 14 Ma dengan software, Sumur MRA-1 matang pada recent secara manual dan 5 Ma dengan software, Sumur DAS-1 matang pada recent secara manual dan 5 Ma dengan software, sedangkan Sumur USS-1 matang pada recent secara manual dan 2 Ma dengan software. Terdapat perbedaan dari kedua hasil waktu kematangan yaitu secara manual lebih lambat dibandingkan software karena tidak ada perhitungan faktor litologi, heat flow, dan tipe kerogen. Exploration and exploitation in Indonesia is currently still focused on conventional hydrocarbon compared to nonconventional hydrocarbons such as shale gas. In the exploration process, geochemical analysis of source rock is needed which includes the quantity or amount of organic material, quality or type of organic material, and thermal maturity as one of the important factors in characterizing source rock. The research area is located in North Sumatra Basin, North Sumatra Province. Research carried out on 5 wells, there are ANS-1 well, DBNA-1 well, MRA-1 well, DAS-1 well, and USS-1 well. The methods that is used in this research is hydrocarbon geochemistry analysis of source rock: TOC (Total Organic Carbon) analysis, Kerogen type, Vitrinite Reflectance, and Potential Yields. In addition to knowing the time of maturity of the source rock, it used maturity history modelling by making burial history. The burial history is made by two ways: manually, and using Petromod software. Based on the result of analysis, Belumai and Lower Baong Formation at ANS-1 well have potential as source rock with TOC values between fair-good included type II and type III, immature-dry gas level of oil, and potential yields ranged from poor-fair. The source rock of DBNA-1 well have TOC contents between fair-good included type II and type III, maturity level is immature-dry gas window, and potential yields is poor-fair. The source rock of MRA-1 well have TOC contents between fair-good included type II and type III, maturity level is peak oil-late oil window, and potential yields is poorfair. The source rock of DAS-1 well have TOC contents between fair-good included type II and type III, maturity level is immature window, and potential yields is poorfair. And the source rock for USS-1 well have TOC contents fair, included type II and type III, maturity level is immature-peak oil window and potential yields is poor-fair. Source rock maturity time on ANS-1 well is estimated at around 9 Ma manually and 14 Ma with using software. DBNA-1 well’s source rock is recent manually and 14 Ma with using software, MRA-1 well’s source rock is recent manually and 5 Ma with using software, DAS-1 well’s source rock is recent manually and 5 Ma with using software while USS-1 well’s source rock is recent with manually and 2 Ma with using software. There are the differences of maturity time from both methods, from manually the result is slower than using software, because there is no calculation for litology factor, heat flow, and kerogen type.
2096425968H1E015001ANALISIS TINGKAT KEWASPADAAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR TERHADAP PERLENGKAPAN JALAN DI PURBALINGGAPerlengkapan jalan merupakan fasilitas yang berfungsi untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas, khususnya dalam keselamatan berkendara. Rendahnya tingkat kewaspadaan dan perilaku yang lalai terhadap perlengkapan jalan dapat menyebabkan kecelakaan. Sebanyak tiga puluh responden digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis efek perlengkapan jalan terhadap pengendara sepeda motor dengan profesi sebagai karyawan/swasta di Purbalingga, menggunakan metode Quantitative Analysis Of Situational Awareness dan Verbal Protocol Analysis, serta memberikan rekomendasi dalam meningkatkan tingkat kewaspadaan mereka. Empat puluh satu butir pernyataan digunakan dalam kuesioner yang diisi setelah responden melakukan eksperimen dengan berkendara pada lokasi yang telah ditentukan. Tingkat kewaspadaan dikatakan cukup baik apabila nilai tingkat kewaspadaan berada >60% dan titik kalibrasi berada diatas garis well-calibrated. Sedangkan tingkat efektivitas dari perlengkapan jalan dinilai berdasarkan banyaknya responden yang memberikan reaksi, seperti mengurangi kecepatan kendaraan dan lebih memperhatikan keadaan sekitar saat berkendara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tingkat kewaspadaan adalah sebesar 57.13% dan kurva kalibrasi termasuk dalam kategori over-confident, artinya tingkat kewaspadaan pengendara sepeda motor dengan profesi sebagai karyawan/swasta di Purbalingga masih rendah, serta merasa percaya diri telah berkendara sesuai peraturan namun kenyataannya belum. Berdasarkan hasil analisis, faktor road environment adalah yang paling berpengaruh terhadap tingkat kewaspadaan pengendara, dan perlengkapan jalan paling efektif adalah rambu lalu lintas.Traffic equipment is one of the facilities that serve to maintain orderliness and smooth traffic, especially in riding safety. Low levels of situational awareness (SA) and negligent behavior towards traffic equipment can cause accidents. Thirty respondents were used in this study to find out and analyze the effects of traffic equipment on motorcyclists with the profession as employees / private in Purbalingga, using the Quantitative Analysis of Situational Awareness and Verbal Protocol Analysis methods, and provide recommendations to increase their SA level. Forty-one statement items were used and filled out after they riding in a predetermined location. SA level is said to be quite good if its level is >60% and the calibration point is above the well-calibrated line. While the effectiveness of traffic equipment was assessed based on the number of respondents who gave reactions, such as reducing vehicle speed and paying more attention to surrounding conditions when riding. The results showed that the value of the alertness level was 57.13% and the calibration curve was included in the over-confident category, meaning that the level of SA of a motorcyclist with the profession / private sector in Purbalingga was still low, and felt confident that they had driven according to regulations but were not yet. Based on the results of the analysis, the traffic environment factor is the most influential on the level of awareness of riders, and the most effective road equipment is traffic signs.
2096526084E1A115054 Pembuktian Digital Forensik Sebagai Alat Bukti Dalam Tindak Pidana Pornografi (Tinjuan Yuridis Putusan Nomor PN/PWT/2018/Pid. B/270).ABSTRAK
PEMBUKTIAN DIGITAL FORENSIK SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA “PORNOGRAFI” ( Tinjuan Yuridis Putusan Nomor 270/Pid.B/2018/PN.PWT )
Oleh : Ires Hanifan Kenutama
E1A115054
Pembuktian merupakan ketentuan dan pedoman tentang cara dalam membuktikan kesalahan terdakwa dan merupakan ketentuan yang mengatur alat-alat bukti yang dibenarkan undang-undang yang dapat dipergunakan hakim untuk membuktikan kesalahan terdakwa.
Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak negatif semakin berkembangnya modus operandi dari tindak pidana, salah satunya pada perkara nomor 270/Pid.B/2018/PN.PWT pada perkara tersebut terdapat hasil pemeriksaan laboratoris kriminalistik terhadap barang bukti elektronik namun apakah alat bukti tersebut sesuai dengan Pasal 184 KUHAP dan bagaimana pembuktian tindak pidana pornografi menggunakan alat bukti tersebut. Pada penulisan ini metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. berdasarkan hasil penelitian, perbuatan terdakwa terbukti dengan adanya keterangan saksi dan alat bukti surat berita acara pemeriksaan laboratoris kriminalistik nomor 1826/FKF/20018 yang merupakan hasil identifikasi ahli digital forensik terhadap barang bukti handphone milik terdakwa.
Hasil pemeriksaan ahli digital forensik pada alat bukti elektronik sebagai alat bukti berdasarkan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik merupakan perluasan dari alat bukti Hukum yang sah sesuai dengan Hukum acara yang berlaku di Indonesia.
Kata kunci : Pembuktian ,Tindak Pidana Pornografi , Digital Forensik
ABSTRACT
PEMBUKTIAN DIGITAL FORENSIK SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA “PORNOGRAFI” ( Tinjuan Yuridis Putusan Nomor 270/Pid.B/2018/PN.PWT )
by : Ires Hanifan Kenutama
E1A115054

Proof is a provision and guideline on how to prove a defendant's fault and is a provision that regulates evidence justified by a law that can be used by a judge to prove the defendant's fault.
Today the development of information and communication technology has a negative impact on the development of the modus operandi of criminal acts, one of which is in case number 270 / Pid.B / 2018 / PN.PWT the results of criminal criminal laboratory tests on electronic evidence but evidence this is in accordance with article 184 of the Criminal Procedure Code and how to prove the crime of pornography using the evidence. At this writing the research method used is normative juridical. based on the results of the research, the defendant's actions were proven by witness testimonies and evidence of the official criminalistic laboratory examination number 1826 / FKF / 20018 which was the result of the identification of a digital forensic expert on the evidence of the defendant's handphone.
The results of digital forensic expert examinations on electronic evidence as evidence based on Law Number 44 of 2008 concerning Pornography and Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions are extensions of legal evidence that are valid in accordance with the applicable Law in Indonesia
Key words : Proof, Pornography crime , Digital forensics
2096625797A1C015006MODEL PEMBUKAAN STOMATA BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) PADA PLANT FACTORY: RADIASI, SUHU DAN KELEMBAPANTanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak diminati masyarakat Indonesia karena kaya kandungan gizinya. Peningkatan jumlah penduduk telah menyebabkan peningkatan kebutuhan bahan pangan, namun terkendala luas lahan dan perubahan iklim yang fluktuatif. Plant Factory merupakan salah satu sistem yang dapat mengatasi masalah produksi tanaman pertanian karena dengan sistem ini tidak perlu lahan yang luas dan bersifat terkontrol sehingga tanaman di dalam tidak terpengaruh ketidakstabilan lingkungan di alam. Perancangan plant factory membutuhkan pengendalian dalam banyak hal, diantaranya parameter lingkungan mikro.Tujuan dari penelitian ini adalah 1. membuat pemodelan bukaan stomata tanaman bayam merah pada plant factory dengan metode analisi berganda, 2. mengetahui penggunaan variabel radiasi, suhu, dan kelembapan terhadap akurasi model. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa penambahan variabel kelembapan meningkatkan nilai besarnya hubungan (R2). Hasil pemodelan lampu biru pukul 07.00 Y= 0,11444h - 0,41077T+0,10895i + 2,50416, lampu merah Y= -0,11255h + 0,14093T -1,32592i + 18,51781. Lampu biru pukul 12.00 Y= -0,02153h -0,35440T-0,27059i+17,89457, lampu merah Y= 0,14612h + 0,38009T + 0,34390i -21,41549. Lampu biru pukul 19.00 Y= 0,00238h -0,51710T -0,12582i + 17,12692, lampu merah Y=-0,41283h + 2,16057T -7,23594i + 33,68257. Secara umum,penggunaan lampu biru lebih baik dibandingkan lampu merah.ABSTRACT
Red spinach (Amaranthus tricolor L.) become one of vegetable commodities that are in great proclivity by Indonesian people because of its rich nutritional content. Increase in population has caused increase in food needs, but it is obstacled by land area and fluctuating climate change. Plant Factory is one system that can resolve the problem of agricultural crop production because with this system farmers do not need extensive land and controlled so that the plants inside are not affected by environmental instability. The design of a factory plant requires control, including micro environment parameters. The purpose of this study is: 1. to make modeling of red spinach stomata openings at factory plants with multiple analytical methods, 2. know usage of variable radiation, temperature and humidity to model accuracy. The model results show that the addition of the humidity variable increases the value of the relationship (R2). The blue light model results at 07.00 a.m Y = 0.11444h - 0.41077T + 0.10895i + 2.50416, the red light Y = -0.11255h + 0.14093T -1.32592i + 18.51781. Blue light at 12.00 a.m Y = -0.02153h -0.335440T-0.27059i + 17.89457, red light Y = 0.14612h + 0.38009T + 0.34390i -21.41549. Blue light at 19.00 p.m Y = 0.00238h -0.51710T -0,12582i + 17,12692, red light Y = -0,41283h + 2,16057T -7,23594i + 33,68257. In general, use of blue light is better than red light.
2096723876C1B014102ANALISIS SISTEM ANTRIAN PELAYANAN NASABAH DAN OPTIMALISASI LAYANAN TELLER MENGGUNAKAN MODEL MULTI CHANNEL-SINGLE PHASE (Studi pada Bank X di Kabupaten Kuningan)Penelitian ini berjudul “Analisis Sistem Antrian Pelayanan Nasabah dan Optimalisasi Layanan Teller Menggunakan Model Multi Channel-Single Phase (Studi pada Bank X di Kabupaten Kuningan)”. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui sistem pelayanan teller yang optimal pada Bank X di Kabupaten Kuningan, 2) Untuk mengetahui analisis biaya total (TC) pada Bank X di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori antrian, dengan struktur antrian yang digunakan adalah Multi Channel-Single Phase, yang artinya terdapat lebih dari satu teller yang disediakan untuk melayani nasabah dan hanya ada satu tahapan pelayanan yang harus dilalui oleh nasabah untuk menyelesaikan transaksi. Berdasarkan hasil penelitian, sistem pelayanan teller yang ada sudah cukup optimal karena rata-rata jumlah pelanggan yang menunggu di dalam sistem (Ls) adalah 0,8502 orang (satu orang nasabah) dan rata-rata waktu pelayanan per nasabah (1/miu) adalah 1 menit 45 detik. Hasil tersebut sudah sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan oleh Bank X yaitu antara 1-2 menit.This research entitled “Analysis of Customer Service Queue System and Optimization of Teller Service Using Multi Channel-Single Phase Models (Study at Bank X in Kuningan Regency)”. The purpose of this research were: 1)To knowing the optimal teller services system at Bank X in Kuningan Regency. 2) To knowing the total cost (TC) analysis at Bank X in Kuningan Regency. The research analyzed using Queueing Theory, queue structure used is the Multi Channel-Single Phase, is the number of service facilities (teller) more than one in a single queue, giving rise to a queue. Based on the result study, the teller service system is optimal because the average number of customers waiting (Ls) is 0,8502 people (one customers) and the average service time of each customer (1/miu) is 1 minute 45 seconds. These results are appropriate with the standard time determined by the Bank X, which is between 1-2 minutes.
2096829004F1D016004PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DI DESA BUNIAYU, KECAMATAN TAMBAK, KABUPATEN BANYUMAS DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANYUMAS TAHUN 2018Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Status Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat di Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Dalam Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Tahun 2018. Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif, adapun perspektif penelitian ini adalah behavioralisme dan paradigma positivisme. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis kerja atau H1 diterima, artinya ada pengaruh Status Sosial Ekonomi terhadap Tingkat Partisipasi Politik. Hal tersebut dilandasi dari model regresi (hubungan rata rata variabel) memenuhi kriteria linieritas yaitu nilai sig < 0,05. Dan untuk nilai koefisien regresi benilai poistif atau, artinya Status Sosial Ekonomi (x) berpengaruh positif terhadap Partsipasi Politik dengan persamaan regresi Y= 9,896 + 6,714x. Serta R Squarnya juga menunjukkan angka R Squere sebesar 0,743 yang berarti bahwa pengaruh Status Sosial Ekonomi terhadap Partisipasi Politik adalah sebesar 74,3 %.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, hipotesis H1 diterima atas dasar persamaan regresi linear sederhananya dan R Squarnya. Artinya ada pengaruh Status Sosial Ekonomi terhadap tingkat Partisipasi Politik masyarakat di Desa Buniayu pada Pilbup tahun 2018. Sedangkan implikasinya yaitu dengan diketahuinya bahwa kecenderungan pengaruh antara variabel Status Sosial Ekonomi terhadap variabel tingkat Partisipasi Politik adalah positif. Maka, tingkat Partisipasi Politik masyarakat di Desa Buniayu akan meningkat/menurun seiring dengan meningkat/menurunnya pula Status Sosial Ekonomi yang diterima oleh masyarakat.
The article of this study aims to determine the effect of socioeconomic status on on the level of political participation of Buniayu village community, subdistrict of Tambak, district of Banyumas in the election of Regent and Vice regent Year 2018. The method used is a quantitative method, with perspective of behavioralism and positivism paradigms. The results of this study showed that the work hypothesis or H1 was accepted, meaning there was an influence of socio-economic status on the level of political participation. It is based on the regression model (a variable average relationship) meeting the interference linearity criteria i.e. the value of sig < 0.05. And for the value of the coefficient of regression is poistif or, social economic Status (x) positively affect the political participation with the regression equation Y= 9,896 + 6,714x.. And R Squere also shows figures of 0.743 which means that the influence of socio-economic status on political participation is 74.3%...
The conclusion of the study, it has H1 hypotheses are accepted on the basis of simple linear regression equations and R-squere, it means the influence of socio-economic status on the level of public political participation in Buniayu Village in Pilbup in 2018. The implication is that it is to be aware that the tendency to influence the socio-economic status variables of the variable level of political participation is positive, the level of public political participation in Buniayu Village will increase/decrease as the social economic status increases.
2096925969E1A015129PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA LARANGAN KAWIN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor 1160/Pdt.G/2018/PA.Bms)
PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA LARANGAN KAWIN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Banyumas
Nomor 1160/Pdt.G/2018/PA.Bms)

Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyatakan bahwa, Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Artinya, suatu perkawinan adalah sah baik menurut agama maupun hukum negara apabila dilakukan dengan memenuhi segala rukun dan syaratnya serta tidak melanggar larangan kawin, akibat hukum dari adanya larangan kawin adalah perkawinan tersebut dapat batal demi hukum.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena larangan kawin pada Putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor 1160/Pdt.G/2018/PA.Bms. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, analisis data normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa permohonan pembatalan perkawinan karena larangan kawin terhadap Putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor : 1160/Pdt.G/2018/PA.Bms, Hakim mendasarkan Pasal 28 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 70 huruf (d) Kompilasi Hukum Islam. Menurut Peneliti, Hakim sebaiknya dalam memutus perkara dengan menggunakan kata “batal demi hukum” karena terdapat unsur larangan kawin yang tercantum dalam ketentuan Pasal 8 huruf b dan f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 39 ayat (1) huruf b Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 14 Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam serta Hakim, Pegawai Pencatat Nikah, Pegawai Desa agar kedepannya lebih cermat dan teliti lagi dalam bidang administrasi.
CANCELLATION OF MARRIAGE DUE TO THE PROHIBITION OF MARRIAGE
(Juridical Review of the Decision of the Banyumas Religious Court
Number 1160/Pdt.G/2018/PA.Bms)

Article 2 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage states that, A marriage is legal if it is done according to the law of each religion and belief. This means, a marriage is legal according to religion and state law if it is done by fulfilling all the terms and conditions and does not violate the prohibition of marriage, the legal consequence of the prohibition of marriage is that the marriage can be null and void.
The formulation of the problem in this research is how the Judge's legal considerations in granting the request to cancel the marriage due to the prohibition of marriage in the Decision of Banyumas Religion Court Number 1160/Pdt.G/2018/PA.Bms. The research method used is a normative juridical approach, the research specifications are analytical prescriptive, data collection method is the study of literature with data inventory, data analysis is qualitative normative.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the request for a marriage cancellation due to the prohibition of marriage on the Decision of the Banyumas Religious Court Number : 1160/Pdt.G/2018/PA.Bms, The judge's decision is based on Article 28 paragraph (2) letter a of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and Article 37 of Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage in conjunction with Article 70 letter (d) of Compilation of Islamic Law. According to the researcher, the judge should decide on the case by using the word "null and void" because there are elements of the prohibition of marriage contained in the provisions of Article 8 letters b and f of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage in conjunction with Article 39 paragraph (1) letter b of Presidential Instruction Number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law and Article 14 of Presidential Instruction Number 1 of 1991 concerning Compilation of Islamic Law and Judges, Marriage Registrar, Village Employees so that in the future more carefully and thoroughly in the field of administration.
2097026163A1L114021KERAGAMAN FENOTIPE DAN HERITABILITAS 5 VARIETAS TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) PADA KONDISI CEKAMAN TANAH MASAMPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui keragaman fenotip dari 5 varietas melon yang diuji 2) Mengetahui nilai heritabilitas tanaman melon yang ditanam pada kondisi cekaman masam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Agustus 2018 di Desa Rempoah, kecamatan Baturaden, kabupaten Banyumas. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah Ultisol dan penanaman dilakukan di dalam polybag. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Split Plot dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini terdiri atas 2 faktor yaitu 5 varietas melon yaitu sebagai petak utama dan 3 taraf P sebagai anak petak. Pemupukan fosfat diberikan saat pra tanam. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk Biofosfat yang mengandung 14% P2O5. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang, bobot segar tanaman (g), panjang akar (cm), bobot kering kering (g), bobot akar segar (g), warna daun, waktu berbunga (hari), jumlah bunga, warna kulit buah, bobot buah (gram), dan diameter buah (cm). Hasil penelitian menunjukkan: Varietas Orange Meta menampilkan performa terbaik pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, dan bobot akar, sedangkan varietas Sky Rocket unggul pada variabel diameter buah dan variabel bobot buah. Selain itu varietas Sunrise Meta unggul pada variabel panjang akar, serta variabel jumlah bunga dan varietas Aramis berbunga dengan waktu tercepat. Karakter-karakter seperti bobot buah, jumlah daun, jumlah bunga, umur berbunga, tinggi tanaman, diameter buah, dan diameter batang memiliki nilai heritabilitas yang tinggi.This study aims to: 1) Determine the diversity of phenotypes arising from the 5 types of melon varieties tested 2) Determine the heritability of melon plants planted in acidic stress conditions. This research was conducted from January to August 2018 in Rempoah Village, Baturaden Subdistrict, Banyumas Regency. The land used in this study was Ultisol soil and planting was carried out in polybags. The research design used was Split Plots with the basic design of Randomized Block Design (RBD). This study consisted of 2 factors, namely 5 melon varieties, namely as the main plot and 3 levels of P as subplots. Phosphate fertilization is given during pre-planting. The fertilizer used is Biophosphate fertilizer containing 14% P2O5. Observation variables included plant height (cm), number of leaves (strands), stem diameter, plant fresh weight (g), root length (cm), dry dry weight (g), fresh root weight (g), leaf color, flowering time (days), number of flowers, fruit skin color, fruit weight (grams), and fruit diameter (cm). The results showed: Orange Meta varieties performed the best performance on plant height, leaf number, stem diameter, plant fresh weight, plant dry weight, and root weight, while Sky Rocket varieties were superior in fruit diameter variables and fruit weight variables. In addition, the Sunrise Meta variety is superior to the root length variable, and the number of flowers and Aramis varieties flower with the fastest time. Characters such as fruit weight, number of leaves, number of flowers, age of flowering, plant height, fruit diameter, and stem diameter have high heritability values.
2097125798A1C015001ANALISIS PERBEDAAN WARNA LAMPU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) DALAM PLANT FACTORYTujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui pengaruh penggunaan warna lampu terhadap pertumbuhan dan perkembangan biomassa pada tanaman bayam merah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Pengembangan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, selama 4 bulan. Dua jenis spektrum cahaya yang digunakan adalah LED merah dan LED biru. Alat dan bahan yang digunakan antara lain bibit bayam merah, rockwool, styrofoam, nutrisi (pupuk AB-Mix), air dan netpot. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi rak penanaman (plant factory), penggaris, cutter, timbangan analitik, oven, cawan, bak penyemaian, kamera dan alat tulis. Data yang diambil selama penelitian adalah data jumlah daun, data tinggi tanaman, data total panjang akar, data berat basah dan data berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman dengan menggunakan lampu biru memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan biomassa tanaman bayam merah. Pada HST 40 pada penggunaan lampu biru memiliki rata-rata berat daun basah 2,3 g, berat batang basah 1,8 g, berat akar basah 0,7 g , berat total basah 4,8 g, berat daun kering 0,3 g, berat batang kering 0,1 g, berat akar kering 0,06 g dan berat total kering 0,46 g.The purpose of this research was to determine the effect of light spectrum on growth and development of biomass of red spinach. The research was conducted at the Bio-Environmental Management and Control Engineering Laboratory of Jenderal Soedirman University Purwokerto for 4 months. Two kinds of light spectrum from red LED and blue LED were used Materials used include red spinach seeds, rockwool, Styrofoam, nutrients (AB-Mix fertilizer), water and netpot. The tools used in this research is planting rack (plant factory), ruller, cutter, analitycal scale, oven, saucer, seedling rack, camera and stationery. Data taken during the research were the number of leaves data, plant height data, total root length data, wet weight data and dry weight data. Data obtained from this research indicate that planting with blue light has a better influence on the growth and biomass of res spinach. The 40 days after harvest, with blue lamp, on the use of blue lamp have an average wet leaf weight of 2,3 g, wet rod weight of 1,8 g, wet root weight of 0,7 g, total wet weight of 4,8 g, dry leaf weight of 0,3 g, dry rod weight of 0,1 g, dry root weight of 0,06 g and total dry weight of 0,46 g
2097225970F1D014010Dinamika Konflik Politik dalam Rencana Pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Purbalingga tahun 2017
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika konflik politik tentang rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Purbalingga pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan studi kasus. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif, dalam model analisis interaktif Miles dan Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Purbalingga dikarenakan hasil studi kelayakan pada tahun 2014 yang menyebutkan bahwa umur dari TPA Banjaran tidak mampu lagi menampung sampah dalam waktu dekat dan direkomendasikan agar dipindah. Sehingga pemerintah membutuhkan lahan pengganti untuk TPA yang baru.
Pemerintah mengalami kendala dalam mencari lokasi pengganti TPA baru. Pasalnya, terdapat penolakan dari masyarakat sekitar yang daerahnya menjadi calon lokasi pengganti TPA Banjaran. Pada tahun 2017, daerah yang gagal menjadi calon lokasi pengganti TPA Banjaran yaitu Desa Tetel, Desa Onje, Desa Binangun, Desa Arenan, dan Desa Sumilir. Tidak adanya panduan yang jelas tentang syarat kriteria calon lokasi TPA sampah serta terdapat kepentingan aktor dalam proses penentuan lokasi TPA sampah tersebut mengakibatkan proses penentuan lokasi TPA sampah menjadi berlarut-larut. Selain itu kurangnya manajemen yang baik dalam menangani permasalahan sampah menimbulkan Kabupaten Purbalingga di awal tahun 2018 mengalami darurat sampah. Hal tersebut dikarenakan keputusan Bupati tanggal 28 Februari 2018 menutup TPA Banjaran, namun TPA baru belum siap difungsikan.
The purpose of this research is to describe dynamics of political conflict the plan for the landfill site construction in Purbalingga 2017. This research uses qualitative method with contructivism paradigm and case study approach. This research also uses descriptive qualitative analysis technique, with Miles and Huberman interactive analysis model.
The results of this research indicates the plan for the landfill site construction in Purbalingga that according to 2014 studies, Banjaran landfill site is no longer capable to sustain all the waste in the near future. In short, the goverment needs new place for the garbage site.
The goverment is facing difficulties in finding a new landfill site. In 2017, some villager won’t accept their homeland to become such a site. The villages that failed to become candidates for new landfill site were the Tetel Village, Onje Village, Binangun Village, Arenan Village, and Sumilir Village. There is no clear guide about the criteria for such site and there are interests of few people in the process of determining the landfill site that make the situation more complicated. On top of that, the management for the landfill site is quite bad in Purbalingga since 2018. One of the reason is because the government closed the old site since February 28 2018 while the new one is not quite ready.
2097326086E1A014277PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN GULA KRISTAL PUTIH TIDAK BERLABEL DALAM PUTUSAN NOMOR : 72/PID.SUS/2016/PN PTSBanyak pelaku usaha yang menjual barang daganganya tidak dilengkapi label atau keterangan sesuai dengan produk yang dijual berupa Gula Kristal Putih, pelaku usaha disini tidak melaksanakan kewajibannya yang mengakibatkan konsumen kehilangan haknya mendapatkan informasi yang jelas atas barang yang akan di beli/dikonsumsi.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku – buku literatur, peraturan perundang – undangan dengan cara studi pustaka. Data – data yang diperoleh dianalisis dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. Lokasi penelitian dilakukan di Pusat Informasi Ilmiah (PII) Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman.
Hasil penelitian berdasarkan Putusan Nomor : 72/PID.SUS/2016/PN PTS menunjukan bahwa Jailani Als Jai Bin Iskandar Langgeng telah terbukti melakukan perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha yang diatur dalam Pasal 86 ayat (1) dan Pasal 8 ayat (1) khususnya huruf (i) Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam hal ini Jailani Als Jai Bin Iskandar Langgeng harus bertanggungjawab sesuai dengan Pasal 19 UUPK dan dikenakan sanksi yang diatur di Pasal 62 angka (1) dan Pasal 63 UUPK.
Many businesses that sell merchandise are not equipped with labels or information in accordance with the product sold consisting of White Crystal Sugar, the business here does not involve purchases that require consumers who get information that explains the goods to be purchased / purchased.
The method used is a normative juridical method. The data used is secondary data which consists of literature books, regulations, and literature studies. The data obtained are analyzed and elaborated on legal norms related to the object of research. The location of the study was conducted at the Scientific Information Center (PII) of the Faculty of Law, Jenderal Sudirman University.
The results of the study based on Decision Number: 72 / PID.SUS / 2016 / PN PTS show that Jailani Als Jai Bin Iskandar Langgeng has proven to do research that weakens the researchers who compiled Article 86 paragraph (1) and Article 8 paragraph (1) letters (i ) Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. In this case Jailani Als Jai Bin Iskandar Langgeng must be responsible in accordance with Article 19 of the UUPK and subject to sanctions stipulated in Article 62 number (1) and Article 63 UUPK.
2097423881F1C014094Pengelolaan Kecemasan Dan Ketidakpastian Diri Mahasiswa Perantau Dalam Komunikasi Antarbudaya Pada Mahasiswa Universitas Jenderal SoedirmanPenelitian ini dilatar belakangi oleh ketidakmampuan mahasiswa dan mahasiswi perantau dari luar Pulau Jawa dalam mengelola perasaan kecemasan dan ketidakpastian yang timbul ketika akan melakukan sebuah proses komunikasi antarbudaya di lingkungan budaya baru. Hal tersebut dapat memicu terjadinya ketidakmampuan mahasiswa dan mahasiswa perantau dalam menyesuaikan diri, beradaptasi serta bersosialisasi dengan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi serta teknik pemilihan informan melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian diri yang dilakukan mahasiswa dan mahasiswi perantau dalam komunikasi antarbudaya, dan proses penyesuaian diri di lingkungan budaya baru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Anxiety Uncertainty Management Theory, konsep komunikasi, konsep budaya, konsep komunikasi antarbudaya, konsep mindfulness dan adaptasi budaya. Jenis validitas data yang digunakan yaitu, trianggulasi sumber, membandingkan hasil wawancara dengan hasil pengamatan dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian diri yang dilakukan mahasiswa dan mahasiswi perantau dalam komunikasi antarbudaya, direduksi dengan baik oleh mahasiswa dan mahasiswi perantau. Langkah yang digunakan dalam proses pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian antara lain, mengikuti kegiatan organisasi, aktif berkomunikasi dan bertanya, keterbukaan diri. Langkah-langkah proses penyesuaian diri antara lain, organisasi sebagai wadah penyesuaian diri, aktif bersosialisasi, bertanya dan membuka pembicaraan, dan mempelajari budaya lokal.
This research discusses about the problems and self-uncertainties of migrant students in Purwokerto in intercultural communication with Jenderal Soedirman University Students. This research is based on the inability of students and students from Java to manage the feelings and uncertainties that arise to carry out the process of intercultural communication in a new cultural environment. Things that can cause the inability of students and students to adjust, adapt and socialize with the environment. Because anxiety and uncertainty are one of the main factors in intercultural settings.
This study uses qualitative methods with information techniques, interviews, and techniques and informant selection techniques through purposive sampling technique. This study aims to determine the processes and responsibilities of students and students in intercultural communication and self-process in a new cultural environment. The theory used in this study is Anxiety Uncertainty Management Theory, the concept of communication, cultural concepts, the concept of intercultural communication, the concept of mindfulness and cultural adaptation. The type of data validity used is, source triangulation, comparing the results of interviews with the results of document observations.
The results of the study show that the processes and responsibilities of students and students in intercultural communication are well reduced by overseas students and students. The steps used in the process and others, 1follow the activities of the organization, 2actively communicate and ask, 3self-disclosure. Process steps include 1organizing as a place of self, 2actively socializing, asking questions and opening up with the local community, and 3learning about local culture.
2097526130H1C012046Perancangan Prototype Sistem Elevator 4 Lantai Dengan Arduino Uno Berbasis Software LabVIEWElevator atau lift sudah menjadi alat bantu yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa elevator mungkin aktifitas sehari-hari menjadi terkendala karena pekerjaan-pekerjaan harus dilakukan dengan cepat dan kegunaannya sudah sangat penting dalam kehidupan di zaman modern ini. Untuk itu perlu perancangan prototype sistem elevator yang mampu memantau sistem elevator dengan pengawasan handal. Sistem ini memerlukan perancangan hardware menggunakan kontroller mudah dirancang yang dimasukkan software pemrograman grafis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan hardware dan software prototype sistem elevator 4 lantai dengan basis modul elevator 34-150. Pertama-tama dilakukan perancangan hardware terlebih dahulu dengan berbasis input dan output pada elevator 34-150. Arduino Uno akan menjadi kontroller dan software LabVIEW dengan firmware LINX terinstall di laptop. Hasil dari pengujian dalam tugas akhir ini dibagi menjadi 3 yaitu: pengujian sensor pendeteksi, pengujian motor DC, dan pengujian keseluruhan. Di pengujian sensor pendeteksi semua infrared obstacle sensor bisa mendeteksi lantai yang berada didepannya dan menyalakan LED sesuai lantai elevator. Pada pengujian motor DC rancangan hardware dan software bisa memutarkan motor DC ketika kabin bergerak naik atau turun. Kemudian hasil pengujian keseluruhan semua input dengan saklar pushbutton mampu menggerakkan kabin elevator pada GUI front panel di software LabVIEW. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan perancangan prototype sistem elevator 4 lantai dapat bekerja dengan hasil 100%.Elevators have become an important tool in everyday life. Without elevators, it is possible that daily activities are constrained because the work must be done quickly, and its use is very important in this modern life. For this reason, it is necessary to design a prototype elevator system that able to monitor the elevator system with reliable supervision. This system requires hardware design using an easily designed controller that includes graphical programming software. The method used in this study is the design of hardware and software prototype 4-floor elevator system with 34-150 elevator module base. First thing to do is design hardware based on input and output on 34-150 elevators. Arduino Uno will be a controller and LabVIEW software with LINX firmware installed on the laptop. The results of testing in this final project are divided into 3 namely: detection sensor testing, DC motor testing, and overall testing. In detection sensor testing all infrared obstacle sensors can detect the floor in front of him and turn on the LED according to the elevator floor. In DC motors testing hardware and software designs can rotate DC motor when the cabin moves up or down. Then the overall testing results of all inputs with pushbutton switches able to move the elevator cabin on the front panel GUI in LabVIEW software. Based on the results of tests carried out the design of a 4-floor elevator system prototype can work with 100% result.
2097623889F1B014040PENGARUH RELIABILITY (KEHANDALAN) DAN RESPONSIVENESS (DAYA TANGGAP TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI PT. PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO RAYON PURWOKERTO KOTASebuah kepuasan pelanggan merupakan salah satu tujuan utama keberhasilan suatu perusahaan, baik yang bergerak di bidang barang maupun jasa. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan antara lain adalah kehandalan dan juga daya tanggap pegawai perusahaan. Penelitian ini dilakukan di PT. PLN (Persero) APJ Purwokerto Rayon Purwokerto Kota.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kehandalan dan daya tanggap terhadap kepuasan pelanggan di PT. PLN APJ Purwokerto Rayon Purwokerto Kota. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Korelasi Kendall Tau dan Analisis Regresi Ordinal.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang positif signifikan antara Kehandalan terhadap Kepuasan Pelanggan yang ditunjukkan dengan angka sebesar 0,222 atau 22,2 persen. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Daya Tanggap terhadap Kepuasan Pelanggan yang ditunjukkan dengan angka sebesar 0,072 atau 7,2 persen. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kehandalan dan Daya Tanggap terhadap Kepuasan Pelanggan yang ditunjukkan dengan angka sebesar 0,233 atau 23,3 persen. Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Dengan demikian, seluruh hipotesis alternatif dalam penelitian ini diterima.
A customer satisfaction is one of the main goals for the success of a company, whether a goods or services company. Some factors that may affect customer satisfaction amongst other things is the reliability and responsiveness of the company employees. This research was conducted in the PT. PLN (Persero) APJ Purwokerto Rayon Purwokerto Kota.
The purpose of this research is to find out and analyze how big the influence of reliability and responsiveness to customer satisfaction in the PT.PLN APJ Purwokerto Rayon of Purwokerto Kota. This research is quantitative research with survey method. The data analysis technique used Kendall Tau Correlation Analysis and Ordinal Regression Analysis.
The results of this research indicate: (1) There was a significant and positive influence between Reliability towards the Customer Satisfaction which was proven by a number of 0,222 or 22,2 percent. (2) There was a significant and positive influence between the Responsiveness towards the Customer Satisfaction which was proven by number of 0,072 or 7,2 percent.(3) There was a significant and positive influence between the Reliability and Responsiveness towards the Customer Satisfaction which was proven by number of 0,233 or 23,3 percent. It proved that all the independent variables have a significant and positive influence towards the dependent variable. Therefore, all the alternative hypothesis in this study was accepted.
2097724657E1A013164PENERAPAN UNDANG UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (Studi Putusan Nomor : 07/Pid.Sus.Anak/2015/PN.PwtTerjadinya Tindak Pidana yang dilakukan oleh Anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yakni faktor keluarga yang bermasalah, tekanan ekonomi, hingga pengaruh lingkungan sosial yang buruk, untuk menjaga kepentingan anak sebagai tunas bangsa, negara harus hadir dan memberikan perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum khususnya yang melakukan Tindak Pidana.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka. Data yang terkumpul akan di analisa menggunakan metode analisis data normatif kualitatif.
dalam perkara ini penulis menilai penegak hukum belum belum menerapkan kebijakan keadilan restoratif kepada Anak yang melakukan tindak pidana, sejak tahap penyidikan, penyelidikan, hingga putusan. Sesuai yang dirumuskan dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Anak.
Children that break the law caused by many factors, it may come from broken home family, economic pressure, or affected by bad social environment, to protect children interest, whose will inherit our country in the future, goverment must accompany and protect children that face law’s problem. Especially Children that break the Law.
This is qualitative research that using normative law method, which using secondary data from law book. Afterwards the data analyzed using analysis methode normative qualitative
Researcher in this case assume that law enforcer doesnt apply restorative justice yet to children that break the law, since arrestment, investigation till decision at court’s face, as stated at Constitution Number 11 2012 About children court
2097823890F1D013033GERAKAN SOSIAL BARU KOMUNITAS PUNK MUSLIM DI DKI JAKARTAPenelitian dengan judul “Gerakan Sosial Baru Komunitas Punk Muslim di DKI Jakarta” berteujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana upaya-upaya yang dilakukan oleh Komunitas Punk Muslim dalam menghilangkan stigma negatif anak punk yang diberikan oleh masyarakat umum dan tantangan apa saja yang mereka hadapi dalam melakukan gerakan tersebut.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan persepktif pasca struktrualis dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Penelitian ini berlokasi di wilayah DKI Jakarta dengan situs berada di Pulo gadung. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian ini yaitu, pertama Komunitas Punk Muslim adalah komunitas yang berbeda dengan komunitas punk lainnya. Komunitas Punk Muslim menjunjung tinggi nilai-nilai islam didalam kehidupan mereka. Dengan menjunjung nilai-nilai islam, punk muslim berharap dapat memunculkan citra asli punk kepada masyarakat. Punk asli tidaklah berbuat onar dan kerusuhan di masyarakat. Serta, upaya penghilangan stigma negatif kelompok punk dari masyarakat umum dilakukan dengan cara membina anak-anak punk. Namun, kegiatan pembinaan ini sudah tidak berjalan. Komunitas Punk Muslim DKI Jakarta saat ini sedang stagnan.
The study entitled “The New Social Movement of Punk Muslim Communities in DKI Jakarta” aims to understand and describe how the efforts of the Muslim Punk Community in eliminating the negative stigma of punk children given by the general public and what challenges they face in carrying out the movement.
This study uses the constructivism paradigm and perspective post-structuralist with qualitative research methods. The approach used is an phenomenology approach. This research is located in DKI Jakarata with a site location in Pulo Gadung. The informant selection technique uses purposive sampling. Data collection techniques using interviews, observation and document study. As for the validity of the data using source triangulation techniques.
The result of this study are, first the Punk Muslim Community has an identity that is different from other Punk Communities. The Punk Muslim Community upholds Islamic values in their lives. By upholding Islamic values, Punk Muslim hopes to emerge the original punk image to society. Genuine punk does not do troubles and riots in society. As well as negative punk attempts from the general public by fostering Punk Communities. However, Punk Muslim Community in Jakarta is currently stagnant.
2097923891D1E014013STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KABUPATEN WONOSOBOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats), serta menganalisis strategi pengembangan usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Wonosobo. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah di Kabupaten Wonosobo. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu dengan mengambil tujuh kecamatan yang memiliki ternak sapi perah terbanyak. Pengambilan sampel responden dilakukan secara sensus yang berjumlah 35 peternak. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kabupaten Wonosobo mempunyai potensi dalam usaha pengembangan peternakan sapi perah, mengingat ketersedian sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang saling mendukung dalam upaya pengembangan usaha peternakan sapi perah. Hasil analisis SWOT, strategi yang dipilih untuk pengembangan peternakan sapi perah di Kabupaten Wonosobo adalah strategi strength – oportunity (SO), yaitu mengoptimalkan sumber daya alam (SDA) untuk mendukung kinerja usaha peternakan sapi perah. Strategi weakness – opportunities (WO), yaitu perencanaan yang matang dalam usaha peternakan sapi perah agar produksi susu yang dihasilkan dapat maksimal. Strategi strenghts – threats (ST), yaitu harga susu yang menjanjikan menjadi semangat baru bagi peternak. Strategi weakness – threats (WT), yaitu perencanaan yang matang memudahkan peternak untuk proses budidayaThis study aims to determine the strengths, weaknesses, opportunities, and threats, and analyze the strategy for developing a dairy farming business in Wonosobo Regency. The research target is dairy farmers in Wonosobo Regency. Sampling was done by purposive sampling, with the number of respondents as many as 35 breeders. The results of the study show that Wonosobo Regency has the potential in developing a dairy farming business, given the availability of natural resources (SDA) and human resources (HR) that are mutually supportive in the efforts to develop a dairy farming business. The results of the SWOT analysis, the chosen strategy for the development of dairy farms in Wonosobo District is a strategy of strength - oportunity (SO), namely optimizing natural resources (SDA) to support the performance of dairy farming businesses. Weakness - opportunities (WO) strategy, which is careful planning in the dairy farming business so that the milk production produced can be maximized. The strategy of STRENGTHS (threats), which is the promising price of milk, is a new spirit for farmers. Strategy weakness - threats (WT), namely careful planning makes it easy for farmers to cultivate
2098025799H1B015006Prediksi Daerah Rawan Banjir Menggunakan Metode Regresi Logistik
(Studi Kasus Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat)
Bencana yang terjadi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sepanjang tahun 2017 telah terjadi 2.862 kali bencana. Dari jumlah tersebut, hampir 99 persen adalah bencana hidrometeorologi, yaitu bencana yang dipengaruhi oleh cuaca dan aliran permukaan. Rincian kejadian bencana tersebut terdiri dari banjir (979), puting beliung (886), tanah longsor (848), kebakaran hutan dan lahan (96), kekeringan (19), gempabumi (20), gelombang pasang dan abrasi (11), dam letusan gunungapi (3). Pulau Jawa bagian barat ini meliputi tiga provinsi yakni Provinsi Jawa Barat, Provinsi DKI Jakarta, dan Provinsi Banten. Dari ketiga provinsi tersebut sudah tidak asing lagi jika mendengar bencana banjir terutama di Ibu Kota Jakarta dan Jawa Barat. Permasalahan banjir sampai saat ini belum dapat diselesaikan secara tuntas bahkan persoalan bencana banjir tersebut kecenderungan semakin meningkat baik dari sisi intensitas, frekuensi, maupun sebarannya akibat perubahan iklim dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS). Berdasarkan kondisi diatas, perlu dilakukan suatu penelitian yang dapat memberikan informasi tentang faktor-faktor penyebab utama dan memprediksi wilayah yang berpeluang mengalami bencana banjir. Dalam mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan model matematis dari analisis regresi logistik dan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dilakukan berdasarkan variabel-variabel penyebab terjadinya bencana banjir yakni curah hujan, topografi, kemiringan lereng, flow accumulation, penggunaan lahan, dan jarak terhadap sungai terdekat. Hasil pemodelan didapatkan tingkat akurasi untuk memprediksi bencana banjir di wilayah studi menggunakan regresi logistik yakni antara 85.05% - 94.39%.Disasters that occur in Indonesia continue to increase from over the years. The National Disaster Management Agency (BNPB) noted that throughout 2017 there had been 2,862 disasters. Of these, almost 99 percent are hydrometeorological disasters, namely disasters that are affected by weather and surface flow. The details of the disaster include floods (979), tornadoes (886), landslides (848), forest and land fires (96), drought (19), earthquakes (20), tidal waves and abrasions (11), and volcanic eruptions (3). The western part of Java Island includes three provinces namely West Java Province, DKI Jakarta Province, and Banten Province. Of the three provinces, they are no stranger to hearing floods, especially in the capital city of Jakarta and West Java. Flood problems until now have not been resolved completely even the problem of floods is the tendency to increase both in terms of intensity, frequency, and distribution due to climate change and damage to watersheds (DAS). Based on the above conditions, it is necessary to do a study that can provide information about the main causal factors and predict areas that are likely to experience floods. In achieving these objectives, this study uses a mathematical model of logistic regression analysis and application of Geographic Information Systems (GIS) conducted based on the variables that cause flooding, namely rainfall, topography, slope, flow accumulation, land use, and distance to nearest river. The modeling results obtained an accuracy rate for predicting flood disasters in the study area using logistic regression which was between 85.05% - 94.39%.