Artikelilmiahs
Menampilkan 20.761-20.780 dari 50.125 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20761 | 24722 | E2A016031 | UPAYA LAPAS KEMBANGKUNING DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN PAHAM RADIKALISME OLEH NARAPIDANA TERORISME | RINGKASAN ARDIANSYAH, Program Studi Ilmu Hukum Konsentrasi Sistem Peradilan Pidana, Upaya Lapas Kembangkuning Dalam Pencegahan Penyebaran Paham Radikalisme Oleh Narapidana Terorisme. Ketua : Dr. Angkasa, S.H., M.Hum Anggota : Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum. Penyebaran paham radikalisme dapat terjadi di dalam lingkungan sempit dengan aktivitas yang monoton. Lapas Kembangkuning merupakan salah satu lapas di Indonesia yang menampung narapidana kasus terorisme, hal ini menyebabkan adanya kemungkinan penyebaran paham radikalisme di dalam lapas. hal inilah yang menjadi permasalahan Bagaimana upaya Lapas Kembangkuning dalam melakukan pencegahan penyebaran paham radikalisme dan Kendala apa yang dihadapi Lapas Kembangkuning dalam pencegahan penyebaran paham radikalisme. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, upaya yang dilakukan Lapas Kembangkuning dalam pencegahan paham radikalisme adalah dengan melakukan optimalisasi program pembinaan, Optimalisasi pemberian pembebasan bersyarat, melakukan pemisahan penempatan narapidana terorisme, melakukan pembatasan kunjungan narapidana terorisme, dan melakukan pemindahan narapidana kasus terorisme ke lapas lain. dan kendala yang dihadapi Lapas Kembangkuning dalam upaya lapas kembangkuning dalam pencegahan penyebaran paham radikalisme oleh narapidana terorisme adalah sarana dan prasarana, faktor narapidana, faktor sumber daya manusia dan program pembinaan. Saran dari penulis adalah diperlukan pendampingan khusus bagi narapidana terorisme dan aturan yang jelas dalam menangani narapidana kasus terorisme. | SUMMARY ARDIANSYAH, Law Study Program Concentration of the Criminal Justice System, Kembangkuning Prison Efforts in Preventing the Spread of Radicalism by Terrorism Prisoners. Chairperson: Dr. Angkasa, S.H., M.Hum Member: Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum. The spread of radicalism can occur in a narrow environment with monotonous activities. Kembangkuning prison is one of the prisons in Indonesia that accommodates prisoners of terrorism cases, this causes the possibility of the spread of radicalism in prisons. this is the problem that is the effort of Kembangkuning prison in preventing the spread of radicalism and what obstacles faced by Kembangkuning prison in preventing the spread of radicalism. The problem approach used in this study is an empirical approach. The results showed that the efforts made by Kembangkuning prison in preventing radicalism were by optimizing the development program, optimizing the provision of parole, separating the placement of terrorist prisoners, limiting the visit of terrorist inmates, and transferring terrorism cases to other prisons. and the obstacles faced by Kembangkuning prison in the efforts to rebuild prisons in preventing the spread of radicalism by terrorist prisoners are facilities and infrastructure, prisoners' factors, human resource factors and coaching programs. Suggestions from the author is that special assistance is needed for terrorism inmates and clear rules in dealing with terrorism inmates. | |
| 20762 | 23711 | E1A114044 | IMPLEMENTASI PELAYANAN GIZI RAWAT INAP OLEH TENAGA GIZI BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 78 TAHUN 2013 DALAM PEMBERIAN ASUHAN GIZI DI RUMAH SAKIT | ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi pelayanan gizi rawat inap oleh tenaga gizi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 78 Tahun 2013 di rumah sakit dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi implementasi pelayanan gizi rawat inap oleh tenaga gizi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di RSU Bunda, RSU Hidayah, dan RSU. Medika Lestari Kabupaten Banyumas. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder dengan metode wawancara dan studi pustaka. Metode pengolahan data dengan reduksi data dan display data kemudian disajikan dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dengancontent analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan gizi rawat inap oleh tenaga gizi berdasarkan Permenkes Nomor 78 Tahun 2013 telah terimplementasi dalam pemberian asuhan gizi di rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari parameter sebagai berikut : terselenggaranya assesment/pengkajian gizi kepada pasien rawat inap sesuai dengan pedoman pelayanan gizi rawat inap; adanya kegiatan diagnosis gizi kepada pasien rawat inap yang diaplikasikan sesuai dengan standar pelayanan gizi rumah sakit; adanya kegiatan intervensi gizi yang dapat diterapkan kepada pasien sesuai dengan pedoman pelayanan gizi rumah sakit; adanya pengawasan dengan monitoring gizi kepada pasien rawat inap sesuai dengan pedoman pealayanan gizi di rumah sakit; dan adanya kegiatan evaluasi gizi kepada pasien sesuai dengan pedoman pelayanan gizi yang berlaku di dalam rumah sakit yang bersangkutan. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi pelayanan gizi rawat inap oleh tenaga gizi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 78 Tahun 2013 dalam asuhan gizi di rumah sakit adalah faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat dan faktor budaya. | ABSTRACT This research aims to discover the implementation of inpatient nutrition services and to know factors which influence inpatient nutrition service implementation by the nutritionists in hospital accordance with Ministry of Health Regulation Number 78 Year 2013. This research uses qualitative research method with sociological juridical and descriptive research specification. This research is conducted in Public Hospital RSU Bunda, RSU Hidayah, RSU Medika Lestari in Banyumas Regency. The used data source and type are involving primary and secondary data by using interview and literary review methods. The data using reduction and data display are presented in form of qualitative matrix method and narrative text. Furthermore, the data are analyzed by content analysis. The result of the research shows that inpatient nutrition service based on Ministry of Health Regulation Number 78 Year 2013 has been implemented in form of nutrition care in the hospitals. It can be seen from the parameter as follows: implementation of nutrition assessment for inpatients according to inpatient nutrition service guidance; the existence of nutrition diagnosis for inpatients which is applied according to hospital nutrition service standard; the existence of nutrition intervention and the existence of nutrition monitoring for inpatients according to hospital nutrition service guidance; as well as the evaluation of nutrition for the patients according to the related applicable hospital’s guidance. Moreover, the factors which influence inpatient nutrition service implementation based on Ministry of Health Regulation Number 78 Year 2013 are law, law enforcement, infrastructure and facility, community, and cultural factors. | |
| 20763 | 23717 | G1F014052 | ANALISIS KUALITAS HIDUP PASIEN PROLANIS DI PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT DAN PURWOKERTO SELATAN MENGGUNAKAN KUESIONER EQ-5D-5L | Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi (HT) merupakan penyakit kronis tidak menular yang tidak dapat sembuh sempurna, dimana membutuhkan perawatan medis dalam waktu yang lama untuk mencegah komplikasi dan mempertahankan kualitas hidupnya. Penelitan ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM dan HT yang dinyatakan dengan nilai utility serta mengetahui perbedaan berdasarkan karakteristik di Puskesmas Purwokerto Barat dan Purwokerto Selatan. Methode: Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan subjek penelitian adalah pasien DM dan HT yang mengikuti Prolanis. Sebanyak 79 pasien DM dan 110 pasien HT didapatkan sebagai subjek yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner EQ-5D-5L versi Indonesia untuk mengukur kualitas hidup berdasarkan karakteristik pasien. Hasil Penelitian: Rata-rata kualitas hidup pasien berdasarkan nilai utility yaitu 0,876±0,180 untuk DM dan 0,881±0,118 untuk HT berdasarkan EQ-5D-5L, sedangkan berdasarkan EQ-VAS didapatkan 82,28±13,44 untuk DM dan 81,00±14,68 untuk HT. Sedangkan pada uji perbedaan berdasarkan karakteristik pasien didapatkan adanya perbedaan yang signifikan hanya pada karakteristik komplikasi pada pasien DM dan karakteristik jenis kelamin dan komplikasi pada pasien HT dengan dimensi rasa nyeri yang paling menjadi masalah pada kedua penyakit tersebut. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien DM dan HT yang mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di Puskesmas Purwokerto Barat dan Purwokerto Selatan cukup baik yaitu mendekati 1. | Introduction: Diabetes Mellitus and hypertension are chronic non-infectious disease that cannot be completely cured, which requires with long-term medical to prevent complication and maintains for quality of life. This reasearch was conducted to determine quality of life DM and HT patients be avowed by the utility value to know the differences based on characteristic at Puskesmas Purwokerto Barat and Purwokerto Selatan. Methode: This research was conducted by cross-sectional method with the subjects of research are DM and HT were prolanis patients. 79 DM patients and 110 HT patients were obtained as subjects taken by accidental sampling technique. Data retrieval done by filling in Indonesian version of EQ-5D-5L questionnaire to measure the quality of life based on characteristic of patients. Result: The average quality of life patients based on utility value was 0,876±0,107 for DM, and 0,881±0,118 for HT based on EQ-5D-5L, whereas based on EQ-VAS obtained 82,28±13,44 for DM patients, and 81,00±14,68 for HT. Then the difference test based on patients characteristics found a significant difference in DM patients was the characteristic of complications, whereas in HT patients is the characteristic of sex and complications, with the dimension of pain that are a problem in both disease. Conclusion: The quality of life of DM and HT patients for participating in the Chronic Disease Management program (Prolanis) at Puskesmas Purwokerto Barat and Purwokerto Selatan is quite good, which is close 1. | |
| 20764 | 23710 | E1A014275 | Gugat Cerai karena Suami Melalaikan Kewajibannya (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Barabai Nomor:365/Pdt.G/2017/PA.Brb) | Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan disebutkan bahwa Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, meskipun demikian, tidak setiap perkawinan akan mencapai tujuan yang diharapkan, sehingga kebahagiaan yang diinginkan dan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya perselisihan dan perceraian yang berakibat pada perceraian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus gugat cerai karena suami melalaikan kewajibannya dalam permohonan cerai gugat pada Pengadilan Agama Barabai dalam putusan Pengadilan Agama Nomor:365/Pdt.G/2017/PA.Brb. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, metode analisis data normatif kualitalif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tersebut mendasarkan pada Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 atau Pasal 116 huruf (f) KHI. Menurut peneliti sebaiknya dilengkapi dengan ketentuan penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (f) Peratutan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) KHI, Pasal 34 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Al-Anwar Juz II halaman 130. | Article 1 of Law No. 1/1974 concerning Marriage states that marriage is a bond physically and mentally between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a family (household) who are happy and everlasting based on God, however, not every marriage will achieve the expected goals, so that happiness is desired and does not rule out the possibility of disputes and divorce that result in divorce. The problem in this study is how judges' legal considerations in adjudicating divorce because the husband neglects his obligations in a claim for divorce at the Barabai Religious Court in the decision of the Religious Court Number: 365 / Pdt.G / 2017 / PA.Brb. The research method used in this study is a normative juridical approach, prescriptive analytical research specifications, library data collection methods with inventory, qualitative normative data analysis methods. Based on the results of the research and discussion it can be concluded that the judicial legal considerations in deciding the case are based on Article 39 paragraph (2) of Law No. 1/1974 jo Article 19 letter (f) Government Regulation No. 9/1975 or Article 116 letter (f ) KHI. According to the researcher, it should be complemented by the explanation provisions of Article 39 paragraph (2) of Law No. 1/1974 in conjunction with Article 19 letter (f) Government Regulation No. 9/1975 in conjunction with Article 116 letter (f) KHI, Article 34 paragraph (1) and paragraph (3) Law No. 1/1974, Article 116 letter (g) Compilation of Islamic Law and Kitab Al-Anwar Juz II page 130. | |
| 20765 | 23716 | G1F014059 | Aktivitas Fraksi Etil Asetat Herba Sambiloto (Andrographis paniculata) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat | Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang terjadi akibat adanya inflamasi pada unit polisebaseus yang ditandai munculnya komedo, papul, pustul, dan nodul. Salah satu penyebab jerawat karena adanya bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari fraksi etil asetat herba sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap bakteri P.acnes. Ekstraksi herba sambiloto menggunakan metanol dengan metode maserasi selama 3x24 jam, lalu difraksinasi menggunakan pelarut n- heksan, kloroform, dan etil asetat. Dan dilakukan skrining fitokimia flavonoid, terpenoid, steroid, alkaloid, tanin, dan saponin dari fraksi etil asetat (FEA) herba sambiloto. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasil data uji dilakukan analisis secara deskriptif dan statistik one way ANOVA. Perubahan warna hasil skrining fitokimia menunjukan adanya kandungan flavonoid, terpenoid, dan alkaloid dalam FEA herba sambiloto, konsentrasi 25%, 20%, 15 %, 10 %, 5 % FEA herba sambiloto memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes. Dengan hasil zona hambat berturut-turut yaitu 11,16 mm, 11,5 mm, 10, 91 mm, 9,3 mm, 8,4 mm. Terdapat perbedaan signifikan antara konsentrasi uji dan kontrol positif (P<0,05). FEA herba sambiloto memiliki kandungan flavonoid, terpenoid, dan alkaloid serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan kekuatan daya hambat termasuk sedang. | Acne is a skin problem characterized by inflammation in the polysebaseus unit with the appearance of blackheads, papules, pustules, and nodules which is commonly experienced by teenagers. One of the causes of acne is caused by Propionibacterium acnes. This study aims to determine the antibacterial activity of the ethyl acetate fraction of sambiloto herbs (Andrographis paniculata) against P. acnes. Sambiloto herbs extracted using methanol by maceration for 3x24 hours, then fractionated using n-hexane, chloroform, and ethyl acetate solvents. The component of ethyl acetate fraction (EAF) of sambiloto herbs then identified with phytochemical screening. Furthermore, antibacterial activity test was carried out against Propionibacterium acnes bacteria. The results of the test data analyzed descriptively and one way ANOVA statistics. The color changes in phytochemical screening results showed the presence of flavonoids, terpenoids, and alkaloids in EAF sambiloto herbs. The concentrations of 25%, 20%, 15%, 10%, and 5% EAF sambiloto herbs have antibacterial activity in the Propionibacterium acnes bacteria with inhibitory zones respectively 11,16 mm, 11,5 mm, 10, 91 mm, 9,3 mm, and 8.4 mm. There is a significant difference between test concentration and positive control (P<0,05). EAF sambiloto herbs contain flavonoids, terpenoids, and alkaloids that have antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria with moderate inhibitory strength. | |
| 20766 | 23699 | C1J014026 | ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE PRICE OF RICE IN CENTRAL JAVA | Judul penelitian ini adalah Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Beras di Jawa Tengah. Latar belakang dari penelitian ini adalah kenaikan harga beras di Jawa Tengah setiap tahun, dan tingginya tingkat fluktuasi harga beras di Jawa Tengah yang harus diminimalkan karena Jawa Tengah merupakan pusat produksi beras di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa faktor seperti harga gabah, inflasi (Indeks Harga Konsumen), populasi, dan volume impor beras di Jawa Tengah dan menganalisis faktor mana yang paling berpengaruh terhadap harga beras di Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa harga gabah dan indeks harga konsumen berpengaruh signifikan terhadap harga beras di Jawa Tengah, sedangkan faktor lain seperti penduduk, dan volume impor beras tidak berpengaruh terhadap harga beras di Jawa Tengah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa harga gabah merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap harga beras di Jawa Tengah. Dari semua hasil yang telah ditemukan, hasil regresi menunjukkan bahwa harga gabah sebagai variabel independen adalah variabel yang paling mempengaruhi harga beras di Provinsi Jawa Tengah, oleh karena itu Pemerintah harus lebih tepat dalam membuat kebijakan. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terhadap harga gabah agar tidak merugikan petani. | This research title is Analysis of Factors Affecting The Price of Rice in Central Java. The background of this research is the increasing price of rice in Central Java each year, and the high level of fluctuations in rice prices in Central Java that should be minimized because Central Java is a center of rice production in Indonesia. This research is aim to analyze the effect of several factors such as grain price, inflation (Consumer Price Index), population, and volume of rice import in Central Java and analyze which one is the most influencial factors on the price of rice in Central Java. The data used in this research are secondary data and then analyzed using multiple regression analysis. The result of multiple regression analysis indicated that grain price and consumer price index have significant effect on price rice in Central Java, while the other factors such as population, and volume of rice import have no influence on rice price in Central Java. This research also indicated that grain price was the most influencial factors on rice price in Central Java. From all the result that has been found, the result of regression shows that the price of grain as an independent variable is the variable that most influences the price of rice in the Province of Central Java, therefore the Government must be more precise in making policies on Government Purchase Prices (HPP) against grain so as not to harm farmers. | |
| 20767 | 23712 | D1E014056 | PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) TERHADAP KADAR AIR, DAYA IKAT AIR (WATER HOLDING CAPACITY) DAN TEKSTUR YOGURT SUSU KAMBING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga telang terhadap kadar air, daya ikat air dan tekstur yogurt susu kambing. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 Juni sampai dengan 30 Juni 2018, di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu susu kambing 12,5 liter, starter kering komersial 5 gr, ekstrak bunga telang 750 ml. Metode penelitian yaitu metode eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji kadar air dan daya ikat air dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji tekstur. Penelitian menggunakan 4 perlakuan yaitu P0: tanpa penambahan bunga telang, P1: penambahan bunga telang sebanyak 1%, P2: penambahan bunga telang sebanyak 3%, P3: penambahan bunga telang sebanyak 5%. Data dianalisis menggunakan analisis varians. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan bunga telang dengan persentase berbeda tidak berpengaruh secara nyata terhadap kadar air, daya ikat air dan tekstur yogurt susu kambing. Rataan yang diperoleh untuk kadar air 82,83% ± 1,51, daya ikat air 60,30% ± 6,40 dan tekstur 1,39% ± 0,31. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan ekstrak bunga telang tidak mempengaruhi kadar air, daya ikat air dan tekstur yogurt, sehingga ekstrak bunga telang dapat digunakan untuk pewarna yogurt susu kambing. | The purpose of the research was to know the effect of adding butterfly pea extract on water content, water holding capacity and texture of goat's milk yoghurt. The research was conducted on June 26 to 30, 2018 at the Animal Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, General Soedirman University. The material used in the research were 12,5 liters of goat milk, 5 grams of commercial dry starter, 750 milligrams of butterfly pea. The research method was the experimental method. The research used a Completely Randomized Design (CRD) for water content and water holding capacity and Randomized Block Design (RBD) for texture. The research used 4 treatments, namely P0: without the addition of butterfly pea, P1: the addition of butterfly pea as much as 1%, P2: the addition of butterfly pea as much as 3%, P3: the addition of butterfly pea by 5%. Data were analyzed using analysis of variance. The results showed that the addition of butterfly pea extract with different percentages did not significantly affect the water content, water holding capacity and texture of goat milk yogurt. The average of moisture content was 82.83% ± 1.51, the water holding capacity was 60.30% ± 6.40 and the texture score was 1.39 ± 0.31. The conclusion of this research is the addition of butterfly pea extract did not affect the water content, water holding capacity and texture of the yoghurt, so that butterfly pea can be used for coloring goat milk yogurt. | |
| 20768 | 23713 | E1A113088 | GUGAT CERAI KARENA SUAMI TIDAK MEMENUHI KEWAJIBANNYA (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin No.0275/Pdt.G/2016/PA.Bjm). | ABSTRAK Menurut Pasal 30 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang menyatakan bahwa “Suami Istrei memikul kewajiban yang luhur untuk menegakan rumah tangga yang menjadi sendi dasar dari susunan masyarakat. Namun demikian dalam prakteknya kehidupan rumah tangga tidak selalu dapat berjalan dengan harmonis, sehingga berujung pada perceraian, salah satu halnya karena kurangnya keterbukaan atau kejujuran antara suami isteri. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara gugat cerai pada putusan Pengadilan Agama Banjarmasin dengan nomor perkara : 0275/Pdt.G/2015/PA.Bjm. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian prespektif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan, metode analisis dan normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertimbangan Hakim dalam putusannya berdasarkan Pasal 77 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti Hakim mengesampingkan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. | ABSTRACT According to Article 30 Laws of the Republic of Indonesia Number 1 of 1974 which states “Husband and wife bear a honorable responsibility to build a household as the basic pillar of community structure.” However, maintaining a harmonious household can be tough at times, some even go through divorce, as it is caused mostly because of the lack of openness or honesty between them. In this case, we research on how legal consideration taken in ruling divorce by judge of the Banjarmasin Religious Court case number 0275/Pdt.G/2016/PA.Bjm. Research method used in our research was normative juridical approach, research specification in analytical perspective, data collection method using literature study, analytical method and normative qualitative. The result of this research showed legal consideration taken by judge was based on Article 77 Paragraph (2) Islamic Laws Compilation and Article 19 (f) of Government Regulation Number 9 of 1975 jo Article 116 (f) Islamic Laws Compilation. As we investigated, the judge ruled out Article 33 of the Republic of Indonesia Number 1 of 1974. | |
| 20769 | 23714 | C1L014027 | Analyzing The Effects of Working Capital, Accounting Information and Information Technology on Business Performance. (Study on Travel Agency in Banyumas Residency, Central Java) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Modal Kerja, Informasi Akuntansi dan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Usaha Travel Agency di Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan Cencus Sampling Method yang berjumlah 32 perusahaan Travel Agency. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada sampel. Sedangkan, metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan bantuan software SPSS 23. Hasil penelitian menunjukan bahwa Modal Kerja, Informasi Akuntansi dan Teknologi Informasi secara parsial berpengaruh positif terhadap Kinerja Usaha Travel Agency di Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah | This research aims to analysing the effects of variables of Working Capital, Accounting Information and Information Technology on Business Performance of Travel Agency in Banyumas Residency, Central Java. Method to collected research sampling using Cencus Sampling method to 32 Travel Agencies in Banyumas Residency. The data used in this research are primary data. Data collection method using questionnaire distribute to sample. Meanwhile, data analysis in this research using multiple linear regression analysis which is processed by using SPSS 23 software. The results showed that Working Capital, Accounting Information and Information Technology partially have a positive effect on Business Performance of Travel Agency in Banyumas Residency, central java. | |
| 20770 | 23715 | C1B014049 | PENGARUH ROTASI PEKERJAAN, PELATIHAN, PENGAWASAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Karyawan Bank BRI Kantor Cabang Banjarnegara) | Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Rotasi Pekerjaan, Pelatihan, Pengawasan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Karyawan BRI. KC Banjarnegara)”. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh adanya rotasi kerja, pelatihan, pengawasan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui motivasi. Metode yang digunakan adalah survey dengan jumlah responden sebanyak 61 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji reliabilitas, regresi berganda, sobel test dan pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan regresi berganda, menunjukkan bahwa (1) Rotasi pekerjaan berpengaruh positif terhadap motivasi. (2) Pelatihan berpengaruh positif terhadap motivasi. (3) Pengawasan berpengaruh positif terhadap motivasi. (4) Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap motivasi. (5) Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. (6) Rotasi pekerjaan berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. (7) Pelatihan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. (8) Pengawasan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. (9) Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. (10) Motivasi memediasi rotasi pekerjaan terhadap kinerja karyawan. (11) Motivasi memediasi pelatihan terhadap kinerja karyawan. (12) Motivasi memediasi lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Implikasi dari penelitian ini adalah upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan BRI KC Banjarnegara. Rotasi pekerjaan merupakan salah satu program untuk mengurangi kejenuhan kerja. Maka perlu diupayakan adanya penyegaran dengan rotasi kerja secara berkala dan terencana. Perusahaan juga perlu meningkatkan kembali program pelatihan dengan memperhatikan metode dan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan pekerja. Selanjutnya, dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan, pimpinan perlu memperhatikan pekerjaan misalnya dengan memberi arahan, motivasi, memeriksa hasil pekerjaannya. Mengenai lingkungan kerja, perusahaan bisa menambah fasilitas kantin atau foodcourt mini untuk memudahkan karyawan dan membuat karyawan merasa senang dengan suasana dan fasilitas yang ada. | This research takes the title "The Effect of Job Rotation, Training, Supervision and Work Environment on Employee Performance through Motivation as Mediation Variables (Study on BRI Employees KC Banjarnegara)". The purpose of this study was to determine the effect of job rotation, training, supervision and work environment on employee performance through motivation. The method used is a survey with a total of 61 respondents. The analysis used in this study is validity test, reliability test, multiple regression, sobel test and hypothesis testing. Based on the results of research and data analysis using multiple regression, shows that (1) job rotation has a positive effect on motivation. (2) Training has a positive effect on motivation. (3) Supervision has a positive effect on motivation. (4) Work environment has a positive effect on motivation. (5) Motivation has a positive effect on employee performance. (6) Job rotation has a negative effect on employee performance. (7) Training has a positive effect on employee performance. (8) Supervision has a positive effect on employee performance. (9) Work environment has a positive effect on employee performance. (10) Motivation mediates job rotation on employee performance. (11) Motivation mediates training on employee performance. (12) Motivation mediates the work environment towards employee performance. The implication of this research is the effort that can be done to improve the motivation and performance of BRI KC employees in Banjarnegara. Job rotation is one of program to reduce work saturation. Then it is necessary to seek refresher with planned work rotation. The company also needs to improve the training program by paying attention to training methods and materials according to the needs of workers. In carrying out supervisory activities, leaders need to pay attention to work, for example by giving direction, motivation, checking the results of their work. Regarding the work environment, the company can add a canteen or mini food court facilities to facilitate employees and make employees feel enjoy with the facilities. | |
| 20771 | 26161 | D1A015037 | Pengaruh Pemberian Curcuma®Fct Terhadap Kadar Ureum Dan Kreatin Pada Darah Kambing Jawarandu Betina Dewasa | Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian Curcuma®FCT terhadap kadar ureum dan keratin pada darah kambing Jawarandu betina dewasa. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 ekor kambing Jawarandu betina dewasa dengan rataan bobot badan awal 25 kg. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan dan 6 ulangan dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan terdiri atas P0 : Rumput Odot tanpa pemberian Curcuma®FCT (kontrol), P1 : Rumput Odot + 1 tablet Curcuma®FCT (mengandung curcumin 20 mg/ekor), dan P2 : Rumput Odot + 2 tablet Curcuma®FCT (mengandung curcumin 40 mg/ekor). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian Curcuma®FCT berpengaruh nyata (P˂0,05) terhadap kadar ureum dan kreatin darah. Uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) terhadap kadar ureum dan kreatin menunjukkan bahwa P1 dan P2 berbeda nyata dengan perlakuan kontrol P0, sedangkan perlakuan P2 berbeda tidak nyata dengan perlakuan P1. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian Curcuma®FCT dosis 20 mg dapat menurunkan kadar ureum 49,50±8,16 mg/dL menjadi 47,17±2,13 mg/dL tetapi meningkatkan kadar kreatin 0,92±0,09 mg/dL menjadi 1,02±0,11 mg/dL. Hasil menunjukkan bahwa pemberian Curcuma®FCT 20 mg menurunkan kadar ureum 4,7% terjadi peningkatan kadar kreatin 10,8%. Pemberian Curcuma®FCT dosis 40 mg dapat menurunkan kadar ureum 49,50±8,16 menjadi 29±4,14 mg/dL atau 41% dan kadar kreatin 0,92±0,09 menjadi 0,70±0,08 mg/dL atau 13.9%. | The purpose of this research was to study the effects of Curcuma®FCT administration on the level of urea and creatine in the blood of the Jawarandu does. The material used in this research was 18 heads of Jawarandu does with an average initial body weight of 25 kg. The research method used was the experimental method with Completely Randomized Design (CRD) using 3 treatments and 6 replications and and continued with the Smallest Significantly Difference test (LSD). The treatment consisted of P0: odot grass without Curcuma®FCT (control), P1: odot grass + 1 tablet Curcuma®FCT (containing curcumin 20 mg/head), and P2: odot grass + 2 tablets Curcuma®FCT (containing curcumin 40 mg/head). Variance analysis showed that the use of Curcuma®FCT had a significantly effect (P˂0.05) on urea and creatine levels in goat's blood. The smallest significantly difference test (LSD) at the urea and creatine levels showed that P1 and P2 significantly different from the control treatment P0, while treatment P2 was not significantly different from the P1. The conclusion of this research is that the administration of Curcuma®FCT dose of 20 mg can reduce urea levels from 49.50 mg/dL to 47.17±2.13 mg/dL and creatine levels from 0.92 mg/dL to 1.02±0.11 mg/dL. Result is shown that the introduction of Curcuma® FCT 20 mg reduces the rate of ureum 4.7% while the administration of Curcuma® FCT 40 mg resulted in an increase in the creatine rate of 10.8% increased ureum content caused by poor goat condition and experienced Stress. The administration of Curcuma®FCT with a dose of 40 mg can reduce urea levels from 0,92 mg/dL to 29±4.14 mg/dL decreased by 41% and creatine levels from 0,92 mg/dL to 0.70±0.08 mg/dL decreased by 13.9%. | |
| 20772 | 23719 | H1B014028 | Semigrup Reguler dan Sifat-sifatnya | Pada makalah ini dibahas tentang semigrup reguler beserta contohnya, sifat-sifat semigrup reguler, dan keterkaitan semigrup reguler dengan grup dan semigrup lainnya. Semigrup reguler yaitu semigrup yang setiap elemennya merupakan elemen reguler. Contoh dari semigrup reguler antar lain adalah himpunan bilangan bulat modulo yang dilengkapi dengan operasi penjumlahan modulo Semigrup reguler mempunyai beberapa sifat yang antara lain adalah subsemigrup dari semigrup reguler adalah semigrup reguler, ideal dari semigrup reguler adalah semigrup reguler, dan hasil kali Cartesius dua semigrup reguler merupakan semigrup reguler. Semigrup reguler juga memiliki kaitan dengan grup dan semigrup lainnya. Suatu grup pasti merupakan semigrup reguler. Selain itu, band dan semigrup invers juga merupakan semigrup reguler. | This paper discusses about regular semigroups and their examples, the properties of these regular semigroups, as well as the relationships between regular semigroups with groups and other semigroups. A regular semigroup is a semigroup in which each of its element is a regular element. An example of regular semigroup is a set of modulo integers which is equipped with addition operation of modulo Regular semigroups have several properties as follows. A subsemigroup of a regular semigroup is a regular semigroup, an ideal of a regular semigroup is a regular semigroup, and the Cartesian product of two regular semigroups is a regular semigroup. Regular semigroups also have relationship with groups and other semigroups. A group must be a regular semigroup. Also, a band and an inverse semigroup are also regular semigroups. | |
| 20773 | 23720 | C1C014087 | PENGARUH UKURAN KOPERASI, JENIS KOPERASI, TINGKAT PENDIDIKAN KARYAWAN, PENGALAMAN KERJA, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN ( Studi Empiris Pada Koperasi Di Kabupaten Purbalingga) | RINGKASAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan objek Kualits Sistem Pengendalian Intern pada koperasi di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Ukuran Koperasi, Jenis Koperasi, Tingkat Pendidikan Karyawan, Pengalaman Kerja, dan Budaya Organisasi Terhadap Kulaitas Sistem Pengendalian Intern (Studi Empiris Pada Koperasi Di Kabupaten Purbalingga)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran koperasi, jenis koperasi, tingkat pendidikan karyawan, pengalaman kerja, dan budaya organisasi terhadap kualitas sistem pengendalian intern pada Koperasi di Kabupaten Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengurus koperasi yang terdaftar di DINKOPKUM Kabupaten Purbalingga, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sehingga didapat sampel yang berjumlah 45 unit koperasi dengan jumlah 159 responden. Data yang didapat dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ukuran Koperasi tidak berpengauh terhadap Kualitas Sistem Pengendalian Intern; (2) Jenis Koperasi tidak berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Pengendalian Intern; (3) Tingkat Pendidikan Karyawan berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Pengendalian; (4) Pengalaman Kerja berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Pengendalian; (5) Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Pengendalian Intern pada pengurus koperasi di Kabupaten Purbalingga. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu kualitas sistem pengendalian intern pada koperasi yang berada Kabupaten di Purbalingga dapat ditingkatkan dengan memperhatikan beberapa faktor yang memengaruhinya seperti aspek tingkat pendidikan karyawan, pengalaman kerja dan budaya organisasi agar terbentuknya pengetahuan dan ketrampilan pengurus koperasi serta menumbuhkan nilai-nilai kedisipilan pengurus demi tercapainya prestasi kerja yang lebih baik . Kata Kunci : Ukuran Koperasi, Jenis Koperasi, Tingkat Pendidikan Karyawan, Pengalaman Kerja, Budaya Organisasi, Sistem Pengendalian Intern. | SUMMARY This study is a qualitative research and the object is the quality of internal controlling system of koperasi in Purbalingga Regency. The title of this study is : “the influence of the size of the koperasi, the type of koperasi, the level of education of employees, the work experience, and the organizational culture of the quality of the internal control system. (Empirical Study of Cooperatives in Purbalingga Regency)”. This research is aimed to figure out the influence of cooperation's size, cooperation's type, education level of the employee, work experience, as well as organizational culture toward the quality of internal controlling system at Cooperation in Purbalingga Regency. The population of this research is all of the registered-administrators at DINKOPKUM Purbalingga Regency by using purposive sampling so that about 45 cooperation units with 159 respondents can be taken. Later, the data is analyzed by using doubled linear regression technique. Furthermore, result of the research shows that: (1) the quality of internal controlling system is not affected by the cooperation's size. (2) the quality of internal controlling system is not affected by the cooperation's type. (3) the level of education of employees influences the quality of internal controlling system. (4) work experience influences the quality of internal controlling system. (5)organizational culture influences the quality of internal controlling system toward the cooperation administrators in Purbalingga Regency. Thus, the implication that can be drawn of the summary is that the quality of internal controlling system in Purbalingga Regency can be increased by watch on several influenced-factors such as education level of the employee, work experience and organizational culture. so that the formation of knowledge and skills of management of cooperatives and foster the values of management discipline to achieve better work performance Keywords : Cooperation's size, Cooperation's type, Education Level of Employee, Work Experience, Organizational Culture, Internal Controlling System. | |
| 20774 | 23651 | C1C014015 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (Studi pada Kantor SAMSAT Kabupaten Purbalingga) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran wajib pajak, sosialisasi perpajakan, sanksi perpajakan, kualitas pelayanan dan modernisasi sistem terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kantor SAMSAT Kabupaten Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak yang kendaraannya terdaftar di SAMSAT Kabupaten Purbalingga, dengan teknik pengambilan sampel yaitu metode Non-probability Sampling dengan menggunakan teknik Accidental Sampling, sehingga didapat sampel yang berjumlah 100 wajib pajak yang memiliki jenis kendaran roda dua dan roda empat. Data yang didapat dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kesadaran wajib pajak, sosialisasi perpajakan, sanksi perpajakan, kualitas pelayanan dan modernisasi sistem berpengaruh secara simultan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor; (2) Kesadaran wajib pajak berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor; (3) Sosialisasi perpajakan berpengaruh tidak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor; (4) Sanksi perpajkan berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor; (5) Kualitas pelayanan berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor; (6) Modernisasi sistem berpengaruh tidak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor; (7) Kesadaran wajib pajak berpengaruh paling dominan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. | This study aims to determine the effect of taxpayer awareness, taxation socialization, taxation sanctions, service quality and system modernization of motor vehicle taxpayer compliance in the SAMSAT Office of Purbalingga Regency. The population in this study are all taxpayers whose vehicles are registered in SAMSAT Purbalingga Regency, with sampling techniques namely Non-probability sampling method using Accidental Sampling technique, so that a sample of 100 taxpayers who have two-wheeled and four-wheeled vehicles are obtained. The data obtained were analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The results of this study indicate that: (1) Awareness of taxpayers, tax socialization, taxation sanctions, service quality and system modernization have a simultaneous effect on motor vehicle taxpayer compliance; (2) Awareness of taxpayers has a significant positive effect on motor vehicle taxpayer compliance; (3) Tax socialization has no significant effect on motor vehicle taxpayer compliance; (4) Exemption sanctions have a significant positive effect on motor vehicle taxpayer compliance; (5) Service quality has a significant positive effect on motor vehicle taxpayer compliance; (6) Modernization of the system has no significant effect on motor vehicle taxpayer compliance; (7) Awareness of taxpayers has the most dominant influence on motor vehicle taxpayer compliance. | |
| 20775 | 23726 | H1B013046 | PENGGUNAAN METODE PARAMETRIK UNTUK MENENTUKAN BESARAN PREMI ASURANSI USAHA TANI PADI DI JAWA TENGAH | Dalam penelitian ini akan dibahas tentang cara menentukan perhitungan premi program AUTP (Asuransi Usulan Tani Padi) di Indonesia dengan metode distribusi normal yang berdasarkan pada data produktivitas padi di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukan bahwa taksiran premi yang terkecil adalah Rp 66.034,00 dan yang terbesar adalah Rp 212.866,00 sedangkan premi tunggal untuk provinsi Jawa Tengah adalah Rp 109.662,00 dengan interval nilai premi pada tingkat signifikansi 0,05 adalah Rp 57.061,00 sampai Rp 162.263,00. | This research will discuss about the step to determine AUTP (Rice Farm Insurance) program premium calculation in Indonesia with normal distribution method based on data of rice productivity in regency/city in Central Java Province. The results showed that the smallest of estimated premium is Rp 66.034,00 and the largest is Rp 212.866,00 whereas the single premium for the province of Central Java is Rp 109.662,00 with the interval of premium value at significance level is Rp 57.061,00 till Rp 162.263,00. | |
| 20776 | 26079 | D1A015036 | KADAR VFA DAN N-NH3 SECARA IN VITRO KLOBOT JAGUNG DAN ARES PISANG YANG MENDAPAT PENGOLAHAN YANG BERBEDA | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh tipe pengolahan dan memperoleh jenis pengolahan terbaik terhadap klobot jagung dan ares pisang ditinjau dari produksi VFA dan N-NH3 secara in vitro. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01 Juni 2019 sampai 06 Juli 2019 di Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung klobot jagung 3 kg, tepung ares pisang 3 kg, urea, jamur trichoderma viride dan cairan rumen yang berasal dari 3 ekor sapi lokal berumur 2 tahun yang diambil dari RPH Bntarwuni segera setelah disembelih. Perlakuan yang diberikan yaitu P1= Klobot jagung tanpa perlakuan, P2= Klobot jagung amoniasi, P3= Klobot jagung fermentasi, P4= Ares pisang tanpa perlakuan, P5= Ares pisang amoniasi, P6= ares pisang fermentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental secara in vitro. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan uji Kontras Ortogonal. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan amoniasi dan fermentasi dapat meningkatkan kadar VFA pada klobot jagung dan ares pisang. Perlakuan amoniasi merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatan kadar N-NH3 pada klobot jagung. Perlakuan amoniasi dan fermentasi tidak dapat meningkatkan maupun menurunkan kadar N-NH3 pada ares pisang.. | The purpose of this a study that aims to assess the effect of processing types and obtain the best types of cornhusk and banana steam reviewed from the production of VFA and N-NH3 in vitro. The research was conducted on June 1th to July 6th 2019 at the Laboratory of Animal Food Materials and Laboratory of Nutrition and Animal Feed Sciences, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials used in this study were 3 kg cornhusk flour, 3 kg dried banana steam flour, urea, trichoderma viride mushrooms and rumen liquid derived from 3 heads of local catle 2-year-old taken from RPH Bntarwuni immediately after slaughtered. The treatment given is P1 = Cornhusk without treatment, P2 = Ammoniated cornhusk, P3 = Fermented cornhusk, P4 = Banana steam without treatment, P5 = Ammoniated Banana steam, P6 = Fermented banana steam. The research method used was experimental in in vitro. The study design was a Complete Randomized Design. The data obtained were analyzed using analysis of variance then continued with the Orthogonal Contrast test. The results of the analysis of variance showed that the treatment of ammoniation and fermentation can increase VFA levels in cornhusk and banana steam. Ammoniation treatment is the best treatment in increasing levels of N-NH3 in cornhusk. Ammoniation and fermentation treatments cannot increase or decrease N-NH3 levels in banana steam. | |
| 20777 | 23721 | G1A014104 | GAMBARAN LESI ATEROSKLEROSIS ULTRASONOGRAFI ARTERI KAROTIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 OBES DENGAN DAN TANPA HIPERTENSI DI RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO | Aterosklerosis merupakan penyebab utama kematian pada individu dengan diabetes melitus (DM). Individu dengan DM memiliki risiko penyakit aterosklerosis 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan individu tanpa DM. Hipertensi merupakan kondisi yang berhubungan langsung dengan DM yang menyebabkan penyakit aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran lesi aterosklerosis pada pasien DM tipe 2 obes dengan dan tanpa hipertensi di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada 18 subjek pasien DM tipe 2 obes. Masing-masing kelompok memiliki 9 subjek yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu DM dengan hipertensi dan DM tanpa hipertensi sebagai kelompok kontrol. Sampel yang diambil adalah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Lesi aterosklerosis pada sampel akan diperiksa dengan mengukur ketebalan tunika intima media arteri karotis (CIMT) dengan menggunakan ultrasonografi. Hasil penelitian memperlihatkan nilai rerata lesi aterosklerosis pada kelompok dengan hipertensi 1,177±0,405 mm sedangkan pada kelompok tanpa hipertensi 0,644±0,166 mm. Penelitian ini menunjukan penderita DM tipe 2 obes dengan hipertensi memiliki rerata lesi aterosklerosis lebih tinggi dibandingkan dengan penderita DM tipe 2 obes tanpa hipertensi. | Atherosclerosis is the leading cause of death in individuals with diabetes mellitus (DM). Individuals with DM have atherosclerotic disease risk 4-5 times higher than individuals without DM. Hypertension is a condition directly related to DM that causes atherosclerosis. This study aims to determine the atherosclerotic lesions in patients with type 2 DM and obesity with and without hypertension in Margono Soekarjo Hospital. This research was a descriptive study in terms of cross-sectional approach on 18 subjects of patients with type 2 DM and obesity. Each group consisted of 9 subjects divided into two groups namely DM with hypertension and DM without hypertension as a control group. Samples taken are samples who meet inclusion and exclusion criteria. Atherosclerotic lesions in the sample will be examined by measuring the carotid intima media thickness (CIMT) using ultrasound. The result showed that mean value of atherosclerotic lesions in the group with hypertension was 1,177±0.405 mm while in group without hypertension was 0.644±0.166 mm. This study showed patients with type 2 DM and obesity with hypertension had a higher rate of atherosclerotic lesion compared to patients with type 2 DM and obesity without hypertension | |
| 20778 | 23722 | F1A014065 | Dasar dan Praktik Keagamaan Saksi-Saksi Yehuwa di Kabupaten Banyumas (Fundamental beliefs and religion practices of Jehova’s Witnesses in the District of Banyumas) | Kebebasan dalam menafsirkan suatu agama memiliki konsekuensi lahirnya berbagai macam sekte. Di Kabupaten Banyumas sendiri, khususnya di Purwokerto terdapat suatu sekte yang bernama Saksi-Saksi Yehuwa. Sekte ini secara tegas dan konsisten menyatakan bahwa mereka adalah bagian dari umat Kristen, akan tetapi bagi banyak kelompok Kristen mainstream mereka justru dianggap sebagai antitesa dari Kristen itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan Saksi-Saksi Yehuwa tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan sekaligus Juru Selamat. Pada perkembangan selanjutnya Saksi-Saksi Yehuwa mendapatkan cap sesat, dan menyimpang. Berdasarkan cap yang mereka dapatkan maka menjadi menarik untuk melihat bagaimaana sebenarnya dasar dan praktik keagamaan dari sekte yang dianggap sesat dan menyimpang ini, dan bagaiamana relasi Saksi-Saksi Yehuwa dengan kelompok keagamaan lainnya di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan informannya dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah menggunakan model analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai macam praktik keagamaan Saksi-Saksi Yehuwa yang berbeda dengan kelompok-kelompok Kristen mainstream, di antaranya adalah 1) tidak merayakan hari natal; 2) tidak merayakan hari raya paskah; 3) tidak diperbolehkan merayakan ulang tahun; 4) netral secara politik; 5) tidak melakukan transfusi darah; 6) tidak menyanyikan lagu kebangsaan; 7) tidak diperbolehkan hormat kepada bendera; dan 8) tidak diperbolehkannya wanita untuk berkotbah di mimbar. Selain itu relasi Saksi-Saksi Yehuwa dengan kelompok keagamaan lainnya dapat dikatakan tidak terjalin dengan baik bahkan cenderung rawan akan konflik, hal ini dikarenakan Saksi-Saksi Yehuwa cenderung tertutup, dan hanya melakukan komunikasi dengan kelompok keagamaan lainnya ketika mereka sedang melakukan tugas penyebaran ajaran agamanya dari rumah ke rumah. Metode penyebaran agama yang mereka pilih pun menjadi faktor mengapa keberadaan Saksi-Saksi Yehuwa tidak begitu ditanggapi secara positif oleh kelompok-kelompok keagamaan lainnya. | The freedom to interpret beliefs leads to creation of various cults – or faiths. In District of Banyumas, especially Purwokerto area, a cult’s existence emerges with a name of Saksi-Saksi Yehuwa (Jehova’s Witnesses). This order boldly identify itself as part of Christians; However; many of Christian-religion-based groups, stated that the cult stand in opposition with their faith. This is because the cult does not believe that Jesus as the god and the saviour of the people. As the result, the cult considered as fallacious and misleading. Because of the disbelief statements to the cult from the faithful ones, this issue interests me as to study their fundamental beliefs and religion practices as well as to discover their relationship condition with other religion groups in the District of Banyumas. This research is using qualitative methods in which informant is chosen through purposive sampling technique processes. This sampling technique allows researcher to collect data by observations, series of intense and sophisticated interviews, and documentations. In the other hand, for the analyzation technique is using interactive analysis model. The result of this research shows numerous kinds of religion practices conducted by the cult are distinct to other Christian-based-group in the district, those practices are listed as follow: 1) The cult does not celebrate Christmas; 2) The cult does not celebrate Easter; 3) The cult does not celebrate birthday; 4) The cult are politically neutral; 5) The cult does not do blood transfusion; 6) The cult does not sing national anthem; 7) The cult does not salute to the national flag; 8) The cult forbids women to deliver her preaching on the pulpit (stage). In addition, the relation between the cult with the other groups are troubled. Moreover, the tension between them could be resulting in unwanted conflict. Therefore, the cult is very careful and only communicate with other group when they are in duty to spread their teachings and beliefs from house to house in order to have more members. Lastly, their chosen methods in spreading teachings is also become a factor for other Christian-based-group to ignore the cult even more. | |
| 20779 | 25782 | J1A015001 | The Hybridity Depicted in Roy's The Folded Earth | ABSTRAK Penelitian yang berjudul “The Hybridity Depicted in Roy’s The Folded Earth” bertujuan untuk menemukan bentuk hibriditas yang digambarkan dalam novel The Folded Earth. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data. Data primer untuk penelitian ini diambil dari novel The Folded Earth karya Anuradha Roy, sedangkan data sekunder bersumber dari buku, artikel, esai, jurnal, dan informasi lain yang berhubungan. Terlebih lagi, teori hibriditas yang dikemukakan oleh Homi K Bhaba diterapkan untuk menemukan hibriditas dalam novel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada tiga jenis hibriditas yang digambarkan dala bahasa, kehidupan social, dan arsitektur bangunan. Khusus dalam hibriditas bahasa diklasifikasikan lagi menjadi lima kategori yaitu salam, panggilan, penunjukkan ekspresi, penamaan, dan salah pengucapan. Kata kunci: poskolonialisme, hibriditas, The Folded Earth | ABSTRACT This research entitled “The Hybridity Depicted in Roy’s The Folded Earth” aims find out the form of hybridity depicted in The Folded Earth. In conducting this research, a qualitative method is used to analyze the data. The primary data of this research is taken from The Folded Earth novel written by Anuradha Roy, while the secondary data are from books, articles, essays, journals, and other relevant information. In addition, the hybridity theory by Homi K Bhaba is applied to find out the hybridity appeared in the novel. The result of this research shows that there are three kinds of hybridity depicted in language, social life, and building architecture. Especially for language hybridity, it is classified into five categories those are greeting, calling, showing expression, naming, and miss-pronouncing. Keywords: post-colonialism, hybridity, The Folded Earth | |
| 20780 | 23724 | F1C014091 | IMPLEMENTASI METODE GETOK TULAR PADA INDUSTRI BATIK SETIA USAHA GUMELEM BANJARNEGARA | Banjarenegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Komoditi khas Kabupaten Banjarnegara antara lain ikan, kopi, kerajinan bambu dan batik khas Banjarnegara. Sentra pengrajin batik di Kabupaten Banjarnegara terletak di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan. Industri Batik Banjarnegara pernah mengalami kondisi vakum dan kini baru bangkit kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi metode getok tular yang dilakukan pada industri batik Setia Usaha di Gumelem Banjarnegara selaku pelopor usaha batik yang ada di desa ini. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa getok tular yang dilakukan pada industri batik Setia Usaha Gumelem masuk dalam kategori organic word of mouth, yang muncul dari kepuasan pelanggan terhadap produk. Penyebaran pesan getok tular dilakukan dengan cara tatap muka dan komunikasi langsung melalui WhatsApp. Sementara itu, hambatan yang dihadapi adalah ruang lingkup yang terbatas serta kesibukan dan kondisi pemilik usaha yang kurang terampil mengoperasikan aplikasi WhatsApp. | Banjarnegara is a region in Central Java with a high economic potential. Some local products are the fish, coffee, bamboo crafts, and batik. The batik industry central is located in Gumelem, Susukan. Batik industry had been vacuum for several years before it re-emerges in late 90s. The study is purposed to understand the word of mouth method implementation on Batik Setia Usaha, Gumelem as the pioneer of batik industry in this area. The study used descriptive qualitative method. Data collection was conducted by doing in-depth interview, observation and documentation.To analyze the data, Miles and Huberman method was used. The result of the study shows that Batik Setia Usaha used organic word of mouth as the customers are happy and satisfied with their products. The messages are delivered through face-to-face communication and the direct communication via WhatsApp. However, there are some obstacles like the small, limited scope and owner’s activities and the condition where the owner cannot optimize the use and function of WhatsApp application. |