Artikelilmiahs
Menampilkan 20.741-20.760 dari 50.125 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20741 | 23696 | H1K014034 | KARAKTERISTIK SUARA KAPAL BERDASARKAN JARAK DAN KECEPATAN KAPAL DI ALUR PELAYARAN TANJUNG INTAN CILACAP | Air merupakan media akustik yang tidak sempurna, dimana energi dari gelombang suara dapat dihamburkan dan diserap. Aktivitas pelayaran merupakan sumber suara antropogenik yang akan mengalami pengurangan sejalan dengan penambahan jarak dan dipengaruhi oleh kecepatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik suara kapal dan hubungan jarak dan kecepatan kapal terhadap karakteristik suara. Akuisisi data suara kapal diperoleh dengan hydrophone dan data kapal oleh CCTV. Data suara dan data kapal terhubung ke komputer pribadi untuk merekam sinyal audio dan visual secara bersamaan selama tiga hari berturut-turut. Data dianalisis dengan regresi untuk melihat hubungan jarak dan kecepatan kapal terhadap karakteristik suara kapal. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik suara setiap kapal berbeda, intensitas rata-rata tertinggi sebesar 70,55 dB dimiliki Kapal Pengayoman dan intensitas rata-rata terrendah sebesar 67,98 dB dimiliki Kapal Ikan. Sedangkan, frekuensi suara rata-rata tertinggi sebesar 7345,52 Hz dimiliki Kapal Pandu dan frekuensi rata-rata terrendah sebesar 6492,90 Hz dimiliki Kapal Pengayoman. Karakteristik suara (intensitas dan frekuensi) lebih dipengaruhi oleh jarak dibandingkan dengan kecepatan kapal. | Water is an imperfect acoustic medium, where acoustic energy can lost due to spreading and absorption. Cruise activity is a source of anthropogenic sound that will be reduced in line with the increase in distance and influenced by the speed of the vessel. This research aimed to investigate the sound characteristics of a vessel and its relationship to the distance and speed of vessel. The acquisition of vessel sound data was obtained by hydrophone and vessel data by CCTV. Both sound data and vessel data was connected to personal computer to record the audio and visual signal synchronously for three consecutive days. Data were analyzed by regression to determined of the distance and speed of vessel on the sound characteristics of a vessel. Results showed that the sound characteristics of each vessel were different, the highest average intensity is 70.55 dB presented by a Pengayoman Vessel and the lowest average intensity is 67.98 dB presented by a Fishing Vessel. Whereas, the highest average sound frequency is 7345.52 Hz presented by a Pandu Vessel and the lowest average frequency is 6492,90 Hz presented by a Pengayoman Vessel. Sound characteristics (intensity and frequency) is more influenced by distance compared to the speed of vessel. | |
| 20742 | 23697 | A1C014032 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM MEMILIH KEDAI KOPI DI KOTA PURWOKERTO | Indonesia merupakan negara produsen kopi terbesar ketiga di dunia. Pertumbuhan konsumsi minuman kopi di Indonesia semakin tahun semakin meningkat. Banyak kedai–kedai kopi yang mulai bermunculan dan menawarkan banyak kemudahan sampai fasilitas yang mendukung. Hadir dan berkembangnya bisnis kedai kopi di tengah pertumbuhan jumlah restoran merupakan salah satu dampak dari perubahan gaya hidup masyarakat. Perkembangan industri kedai kopi menyebabkan semakin tingginya persaingan antar kedai kopi untuk menarik minat konsumen dengan latar belakang yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di 4 Kedai Kopi di Kota Purwokerto, dengan sampel sebanyak 100 responden. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik, motivasi, pola konsumsi, dan faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih kedai kopi di Kota Purwokerto. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan metode analisis yang digunakan adalah analisis Deskriptif dan Regresi Linear Berganda dengan atribut yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan bauran pemasaran 7P. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa konsumen yang datang mayoritas adalah laki-laki berstatus pelajar/mahasiswa dan berdomisili di Kota Purwokerto. Motivasi konsumen berkunjung ke kedai kopi adalah menikmati suasana kedai kopi yang nyaman dan cita rasa kopi itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam berkunjung ke kedai kopi yaitu faktor produk, harga, tempat, proses, orang dan bukti fisik. | Indonesia is a country with the third largest coffee producer in the world. Cofee drinks consumption growth in Indonesia is countinously increasing year on year. Many coffee shops which began to emerge and offer many convenience until supporting facilities. The existence and the development of cofee shop business in the midst of growing quantity of restaurant is one of the impacts of people’s lifestyle changes. The development of Coffee shops industry cause more high competition between coffee shops for attracting consumers interest with different background. This research was conducted in 4 Cofee Shops in Purwokerto City, with 100 samples of respondents. This research aimed to determine characteristic, motivation, consumption pattern, and factors that considered by consumers in choosing coffee shop in Purwokerto City. The type of this research was quantitative research with descriptive and multiple linear regression method. The atributes of this research were used 7P marketing mixed. According to the results of this research the mayority of consumers who came were male students and domiciled in Purwokerto City. Consumers motivation visiting coffee shop were enjoying the cozy coffee shop atmosphere and the taste of its coffee. Factors affecting consumer decisions in visiting coffee shops were product, price, place, process, people, and physical evidence. | |
| 20743 | 23698 | E1A014214 | TURUT SERTA MELAKUKAN PEMBUNUHAN BERENCANA DISERTAI DENGAN PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Kebumen Nomor : 102/Pid.B/2017/PN.KBM) | ABSTRAK Tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan berencana disertai dengan pencurian dalam keadaan memberatkan merupakan kejahatan yang dilakukan lebih dari satu orang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 363 ayat (1) butir 3 dan 4 KUHP tentang pencurian dalam keadaan memberatkan, serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhan pidana dalam perkara pidana Nomor : 102/Pid.B/2017/PN.KBM Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, metode pengumpulan data studi kepustakaan dan studi dokumen, metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulakan bahwa majelis hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa telah mempertimbangkan unsur-unsur Pasal 340 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan Berencana dan Pasal 363 ayat (1) butir 3 dan 4 KUHP tentang Pencurian Dalam Keadaan Memberatkan dan hal-hal meringankan maupun memberatkan terdakwa serta perlu mempertimbangkan peranan dari masing-masing pelaku dalam melaksanakan perbuatan pidana. Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana juga harus sesuai dengan teori tujuan pemidanaan, dalam penelitian ini menggunakan teori gabungan, sehingga pidana yang diajtuhkan terahadap terdakwa tidak hanya membalas perbuatan terdakwa saja, tetapi juga ada upaya untuk memperbaiki terdakwa agar dapat diterima dalam masyarakat. | ABSTRACT Criminal acts involved in carrying out premeditated murder accompanied by theft in a burdensome state constitute crimes committed by more than one person. This research was conducted with the aim to find out the application of elements of Article 340 of the Criminal Code concerning premeditated murder and Article 363 paragraph (1) points 3 and 4 of the Criminal Code concerning theft in burdensome circumstances, as well as judicial legal considerations in imposing criminal cases in criminal cases Number: 102 / Pid .B / 2017 / PN.KBM The research method used is normative juridical, descriptive research specifications, library study data collection methods and document studies, qualitative normative analysis methods. Based on the results of research and discussion it can be concluded that the panel of judges in imposing criminal charges against the defendant has considered the elements of Article 340 of the Criminal Code concerning the Criminal Actions of Planned Murder and Article 363 paragraph (1) points 3 and 4 of the Criminal Code concerning Theft in Incriminating circumstances and mitigating matters or incriminating defendants and need to consider the role of each actor in carrying out criminal acts. Judges' legal considerations in imposing a criminal sentence must also be in accordance with the purpose of the criminal theory, in this study using a combined theory, so that the criminal charged to the defendant not only repaid the defendant's actions, but also an attempt to correct the defendant in society. | |
| 20744 | 26077 | D1A015017 | PANJANG BADAN DAN BOBOT POTONG DOMBA LOKAL YANG DIBERI PAKAN KONSENTRAT DISUBTITUSI Indigofera sp DENGAN LEVEL BERBEDA | Tujuan penelitian ini untuk mengkaji panjang badan dan bobot potong domba lokal yang diberi Indigofera sp sebagai pengganti konsentrat dengan level berbeda. Metode penelitian ini adalah Experimen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis ragam (ANCOVA) data panjang badan dan bobot badan awal sebagai covariat. Perlakuan yang diuji adalah Indigofera sp sebagai pengganti konsentrat dengan level berbeda yaitu; P0 (Rumput Gajah 20% + Konsentrat 80% + Indigofera sp 0%), P1 (Rumput Gajah 20% +Konsentrat 40% + Indigofera sp 40%) P2 (Rumput Gajah 20% + Konsentrat 30% + Indigofera sp 50%), dengan 6 ulangan di setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberi perlakuan selama 70 hari panjang badan akhir untuk P0, P1, dan P2 masing-masing adalah 44,67±1,75, 46,67±3,45, 45,50±2,95 cm, tidak berbeda nyata (P>0,01) antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot potong untuk P0, P1, dan P2 masing-masing adalah 15,57±3,64, 13,58±2,76, dan 12,58±1,65 kg, tidak berbeda nyata (P>0,01) antar perlakuan. Rata-rata konsumsi bahan kering untuk P0, P1, dan P2 masing-masing sebanyak 350, 330 dan 290 gr/kg/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata (P>0,01) antar perlakuan terhadap konsumsi bahan kering. Namun demikian pemberian Indigofera sp dapat mensubtitusi konsentrat pakan domba sampai 50%. | The purpose of this study was to examine the body length and slaughtered weight of local sheep given Indigofera sp as a substitute for concentrates with different levels. The method of this research was an experiment. The design used from this study was a Completely Randomized Design (CRD). The data obtained was processed using analysis of covariance (ANCOVA), data on body length and initial body weight as covariat. The treatments tested were addition of Indigofera sp as a substitute for concentrates with different levels, namely; P0 (Elephant Grass 20% + Concentrate 80% + Indigofera sp 0%), P1 (Elephant Grass 20% + Concentrate 40% + Indigofera sp 40%), P2 (Elephant Grass 20% + Concentrate 30% + Indigofera sp 50%). Each treatment was repeated 6 times. The results showed that after being treated for 70 days the final body length for P0, P1, and P2 were 44.67±1.75, 46.67±3.45, 45.50±2.95 cm, respectively, no significant difference (P>0.01) between treatments. The results of the study showed that the slaughtered weight for P0, P1, and P2 were 15.57±3.64, 13.58±2.76, and 12.58±1.65 kg, no significant difference (P>0.01) between treatments. The average dry matter consumption for P0, P1, and P2 was 350, 330 and 290 gr/kg/day, respectively. The results showed that there was no significant difference (P>0.01) between treatments. However, giving Indigofera sp can substitute sheep feed concentrate up to 50%. | |
| 20745 | 23703 | F1A014051 | Di Balik Janji Sehidup Semati ( Studi Tentang Pengalaman Perempuan Kristen Jawa Di Pepanthan Kajoran, Kabupaten Kebumen Dalam Mempertahankan Perkawinan ) | Secara teologi perceraian dalam Agama Kristen dilarang. Namun, disisi lain terdapat kasus KDRT ditengah keluarga Kristen. Dalam penelitian ini dibahas mengenai upaya perempuan Kristen Jawa di Pepanthan Kajoran dalam mempertahankan perkawinan mereka. Sasaran dalam penelitian ini adalah perempuan Kristen Jawa yang sudah menikah dan pernah mengalami kasus KDRT tetapi tidak bercerai. Secara umum tujuan dari penelitian ini untuk mendengar suara perempuan Kristen Jawa korban KDRT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun sasaran utama dalam penelitian ini yaitu jemaat perempuan Kristen Jawa di Pepanthan Kajoran yang sudah menikah, pernah mengalami KDRT, dan tidak bercerai, dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan proses analisa data menggunakan analisa interaktif atau on going analysis. Penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial rasional nilai Max Weber, yaitu setiap tindakan yang dilakukan memiliki makna subjektif dan berorientasi pada nilai sosial dan agama yang dimiliki masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa alasan jemaat perempuan Kristen Jawa di Pepanthan Kajoran yang pernah mengalami KDRT dan tidak bercerai dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial yang melekat pada masyarakat Jawa seperti sikap “nrimo”, sabar, “rila” atau ikhlas; dan nilai-nilai Agama Kristen seperti pikul salib, cinta kasih, mengekang diri, dan pernikahan yang tak terceraikan. Upaya yang dilakukan oleh jemaat perempuan Kristen Jawa untuk mempertahankan perkawinan yaitu pisah rumah atau kembali ke orang tua masing-masing untuk sementara waktu, sebagai jalan untuk menenangkan perasaan, pikiran dan memberikan efek jera terhadap suami, disamping sikap sabar dan pasrah kepada Tuhan. Selanjutnya gereja juga harus mengembalikan fungsi pendampingan dan memperkuat fungsi katekisasi paranikah. Kata kunci: Gereja Kristen Jawa, Perempuan Kristen Jawa, Keluarga, Perceraian, dan Pernikahan. | Behind The Life Promise (Case Study Of Javanese Christian Women’s Experience In Pepanthan Kajoran, Kebumen In Maintaining Marriage) Abstract. Theologically divorce in Christianity is prohibited. However, there were domestic violence among Christian families. This study discussed Javanese Christian women’s efforts in Pepanthan Kajoran in maintaining their marriage. This study was targetted to Javanese Christian women experiencing domestic violence but not divorced. In general, the purpose of this study was to listen their voices as victims. Descriptive qualitative method was used in this study. This study was targetted to Javanese Christian women in Pepanthan Kajoran who were married, had experienced domestic violence but not divorced, using purposive sampling. Interviews, observation, and documentation were done to collect data while interactive analysis or on going analysis was used to analyze collected data. Max Weber's rational value social action theory was used in this study: every action taken has a subjective meaning and is oriented towards community’s social and religious values. The result shows that Javanese women experiencing domestic violent but not divorced were influenced by social values such as "nrimo" means patient, "rila" or sincere; and Christian values such as carry the cross, love, restraint, and inseparable marriage. Javanese Christian women preferred to separate houses while calming their minds, giving a deterrent effect to their husbands, being patient and submissive to God. In responding to this, family assistance and pre-marital catechism by the church through spiritual activities were needed. Keywords: Javanese Christian Church, Javanese Christian Women, Family, Divorce and Marriage | |
| 20746 | 23366 | C1A014067 | Analisis Faktor Internal dan Eksternal yang Memengaruhi Pertumbuhan Aset Bank Syariah di Indonesia | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel internal (NPF, ROA, FDR, CAR dan BOPO) serta variabel ekstrernal (inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan BI rate) terhadap pertumbuhan aset bank syariah di Indonesia. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis tren pertumbuhan aset bank syariah di Indonesia sejak Tahun 2009 sampai dengan tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk menganalisis pengaruh variabel NPF, ROA, FDR, CAR, BOPO, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan BI rate terhadap pertumbuhan aset bank syariah di Indonesia. Analisis tren dengan metode kuadrat terkecil digunakan untuk menganalisis tren pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia Periode penelitian dimulai sejak bulan Maret 2009 sampai dengan bulan Desember 2017. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa variabel ROA, CAR serta pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan aset perbankan syariah di Indonesia. Variabel FDR, BOPO serta inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan aset perbankan syariah di Indonesia. Sedangkan variabel NPF dan BI rate memiliki pengaruh yang negatif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan aset perbankan syariah di Indonesia. Nilai adjusted R^2 sebesar 0,565 menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini telah menjelaskan variasi variabel pertumbuhan aset perbankan syariah di Indonesia sebesar 56,5 persen, sedangkan sisanya sebesar 43,5 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Hasil analisis tren menunjukkan bahwa pertumbuhan aset perbankan syariah di Indonesia memiliki tren yang negatif dan signifikan. | This study analyzes the influence of internal variables (NPF, ROA, FDR, CAR, BOPO) and external variables (inflation, economic growth, BI rate) on the growth of the Islamic banking assets in Indonesia. In addition, this study also aims to analyze the growth of Islamic banking assets in Indonesia from 2009 to 2020. This study uses secondary data. Data analysis method used is multiple linear regression to analyze the influence of variables NPF, ROA, FDR, CAR, BOPO, inflation, economic growth, and BI rate on the growth of Islamic banking assets in Indonesia. Trend analysis with Ordinary Least Squares method (OLS) is used to analyze the growth trends of Islamic banking assets in Indonesia. The research period starts from March 2009 to December 2017. The results of the linear regression analysis show that the ROA, CAR and economic growth has a positive and significant effect on the growth of Islamic banking assets in Indonesia. FDR, BOPO and inflation has a negative and significant effect on the growth of Islamic banking assets in Indonesia. While the NPF and BI rate has a negative but not significant influence on the growth of Islamic banking assets in Indonesia. The value of adjusted R^2 is 0.565 indicating that the variables used in this study has explained the variation variables growth of Islamic banking assets in Indonesia by 56.5 percent, while the remaining 43.5 percent is explained by other variables outside the model. The trend analysis results show that the growth of Islamic banking assets in Indonesia has a negative and significant trend. | |
| 20747 | 23702 | H1C014001 | ANALISIS KOORDINASI KERJA PMT (PEMUTUS TENAGA) DENGAN RECLOSER AKIBAT GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG KSN-12 GARDU INDUK KEBASEN PT. PLN (PERSERO) | Energi listrik pada saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting baik untuk konsumen rumah tangga, maupun perusahaan. Pelayanan yang ramah, bersih dan bebas dari rugi-rugi (losses), serta handal dalam berbagai situasi wajib diutamakan PT. PLN (Persero) selaku perusahan yang menyediakan energi listrik nasional. Untuk menjaga sebuah sistem yang handal, terutama dalam menangani gangguan listrik, maka peran peralatan proteksi dengan koordinasi yang baik menjadi hal yang sangat penting. Pada penyulang KSN-12, peralatan proteksi utama yang dipasang yaitu PMT (Pemutus Tenaga) dan recloser, dimana keduanya bekerja secara koordinatif dengan peralatan proteksi cadangan di masing-masing zonanya. Menurut data dari PT. PLN (Persero) Area Tegal, frekuensi terjadinya gangguan di penyulang KSN-12 cukup tinggi. Hal itu diindikasikan dengan tripnya PMT (Pemutus Tenaga) dan recloser dalam jangka waktu setahun terakhir (2015-2017) mencapai angka 24 kali dengan rata-rata durasi padam mencapai 30-60 menit. Analisis koordinasi proteksi ini dilakukan untuk menguji seberapa baik peralatan proteksi yang terpasang di penyulang KSN-12 dalam menangani gangguan arus hubung singkat melalui perbandingan data di lapangan, perhitungan teoritis, serta simulasi menggunakan software ETAP12.6.0. Dari penelitian disimpulkan bahwa koordinasi relay 0,34-1,06 detik sangat jauh dari SPLN dan IEC. Setelah diseting ulang didapatkan 0.05-0.5 detik, sesuai dengan SPLN dengan waku koordinasi (Δt) sekitar 0.4 detik dan IEC 606255 dengan granding time 0.4-0.7 detik. Nilai tms yang tepat adalah 0,229 dan Iset 754,635 A untuk OCR PMT. Tms = 0,289, Iset = 297 A untuk GFR PMT. Nilai Tms = 0,167 dan Iset = 552,64 A untuk OCR recloser 1, dan Tms = 0,246 dan Iset = 132,2885 A untuk GFR recloser 1. Nilai Tms = 0,159 dan Iset = 352,88 A untuk OCR recloser 2, dan Tms = 0,211 dan Iset = 97,789 A untuk GFR recloser 2. | Electrical energy nowadays has already been a main need for all customers. A friendly service, clean, free from losses, and reliable in many situation must be underlined by PT. PLN (persero) as the company which provide national electrical energy. In order to keep a reliability of system, especially in solving electrical interupt, protection tools’s role with its good coordination is the most important one. In KSN-12 feeder, PMT and recloser is the main protection tool which is used in. Both of it have operation principle that have to be synchronized to alternative protection tool in each zone. Based on PT. PLN (Persero) Purwokerto Area’data, a number of interupt in KSN-12 feeder is very high. That’s showed by PMT and recloser’s operation frequency within last one year (2015-2017). It is about 30-60 minutes in which has reached about 24 times of average blackout duration. Basically, analysis for protection coordination itself is the kind of step to check how reliable its protection tool which is implementated in Kalibakal-10 feeder that is used to solve interupt such as short circuit condition. It’s done by comparing between real data, teoritically calculation, and simulation using software ETAP12.6.0. From the study it was concluded that the coordination of the relay was 0.34-1.06 seconds very far from SPLN and IEC. After reset, 0.05-0.5 seconds is obtained, according to SPLN with coordination time (Δt) of around 0.4 seconds and IEC 606255 with granding time 0.4-0.7 seconds. The right tms value is 0.229 and Iset 754,635 A for OCR PMT. Tms = 0.289, Iset = 297 A for GFR PMT. Tms = 0,167 and Iset = 552,64 A for recloser 1 OCR, and Tms = 0,246 and Iset = 132,2885 A for GFR recloser 1. Tms = 0,159 and Iset = 352,88 A for recloser 2 OCR, and Tms = 0.211 and Iset = 97.789 A for GFR recloser 2. | |
| 20748 | 25965 | H1C014062 | SEGMENTASI KROMATIN SEL BLAST MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING | Leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Penderita leukemia akan memproduksi sel darah putih yang abnormal dan secara berlebihan. Penyakit ini dapat menimpa anak-anak dan orang dewasa. Acute Lymphoid Leukimia (ALL) dan Acute Myeloid Leukimia (AML) termasuk jenis leukemia yang menyerang sel darah yang belum matang (blast). Perawatan yang diperlukan untuk penderita leukemia biasanya melibatkan kemoterapi, radioterapi, hingga transplantasi sel induk. Tahap pemeriksaan pasien meliputi pemeriksaan gejala fisik hingga pemeriksaan darah. Pada pemeriksaan darah biasanya menemui kesulitan untuk meneliti dan menganalisis citra sel blast pasien. Untuk itu, dibutuhkan sistem otomatis yang mampu menganalisis dan memberikan mendiagnosis dengan cepat dan akurat. Segmentasi pada citra sel blast bertujuan untuk memisahkan region kromatin sel blast dari region lainnya. Pada penelitian ini diusulkan metode segmentasi kromatin pada citra sel blast menggunakan analisis cluster dengan metode K-Means. K-Means merupakan metode pengelompokkan citra ke dalam bentuk satu atau lebih kelompok (cluster). Metode berbasis clustering merupakan metode yang efektif untuk dapat melakukan segmentasi pada sel blast dengan citra mikroskopis yang memiliki variasi staining yang beragam. Dari hasil segmentasi nantinya akan dilakukan perhitungan parameter dari kromatin yang ditemukan seperti jumlah, luas dan diameter. | Leukemia is a cancer that attacks white blood cells. Leukemia sufferers will produce abnormal and excessive white blood cells. This disease can affect children and adults. Acute lymphoid leukemia (ALL) and Acute Myeloid Leukemia (AML), including the type of leukemia that attacks blast blood cells. The treatment needed for people with leukemia usually involves chemotherapy, radiotherapy, and stem cell transplantation. The patient examination phase includes examining physical symptoms until a blood examination. Blood tests usually find it difficult to research and analyze the patient's blast cell image. For this reason, an automatic sistem is needed that is able to analyze and provide diagnosis quickly and accurately. Segmentation of the blast cell image aims to separate the chromatin regions of blast cells from other regions. In this study proposed the method of chromatin segmentation in blast cell images using cluster analysis using the K-Means method. K-Means is a method of grouping images into one or more groups (clusters). Clustering based method is an effective method for segmenting blast cells with microscopic images that have a variety of staining variations. From the results of segmentation, parameters will be calculated from chromatin found such as number, area and diameter. | |
| 20749 | 23704 | F1B014063 | EFEKTIVITAS ORGANISASI BANK SAMPAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS BANK SAMPAH INDUK KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini berjudul “Efektivitas Organisasi Bank Sampah dalam Pengelolaan Sampah (Studi Kasus Bank Sampah Induk Kabupaten Banyumas)”. Judul tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Banyumas, diataranya yaitu peningkatan jumlah produksi sampah dan keterbatasan lahan untuk membuang sampah. Sehingga dibentuklah suatu organisasi pengelolaan sampah yang menerapkan prinsip tabungan sampah sebagai upaya untuk membantu mengurangi permasalahan sampah, organisasi tersebut adalah bank sampah. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan efektivitas organisasi bank sampah dalam pengelolaan sampah di Bank Sampah Induk Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data digunakan dengan wawancara mendalam, observasi secara langsung, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator pencapaian tujuan dapat dikatakan berhasil, dilihat dari adanya pengumpulan sampah secara rutin bagi setiap nasabah yaitu minimal satu kilogram setiap bulannya. Sedangkan pada indikator integrasi belum sepenuhnya dikatakan optimal, karena kurang terjadwalnya pengadaan sosialisasi secara rutin dan masih berdasarkan permintaan. Kemudian pada indikator adaptasi dapat dikatakan optimal, dilihat dari ketersediaan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang cukup memadai. | This research entitled “The Effectiveness of Waste Bank Organization in Waste Management (A Case Study at Main Waste Bank of Banyumas Regency)”. The title is motivated by various waste problems in Banyumas Regency include increasing the amount of waste production and limited land to dispose of waste. So that a waste management organization is formed which applies the principle of waste management as an effort to help reduce waste problems, the organization is a waste bank. The purpose of this research is to describe the effectiveness of waste bank organization in the waste management at Main Waste Bank of Banyumas Regency. The metode of this research uses qualitative descriptive. Selection of informants using purposive sampling technique. Data collection is used with in-depth interviews, direct observation, and documentation. Data analysis method used is interactive analysis method. The results showed that on the indicator of achievement of goals can be said successful, judging from the regular garbage collection for each customer, that is at least one kilogram per month. While on the indicator of integration can’t be said optimal, because of the lack of schedule procurement of regular socialization and still on demand. Than the indicator of adaption can be said optimal, judging from the availability of adequate facilities and infrastructure and human resources. | |
| 20750 | 23572 | A1M014033 | Kajian Mutu Formula Teh Rosela sebagai Minuman Fungsional berdasarkan Jenis Gula dan Variasi Rasio Kelopak Bunga Rosela dengan Air | Kelopak bunga dari tanaman rosela (Hibiscus sabdariffa) mengandung vitamin C yang memiliki kemampuan sebagai antidiabetes. Adanya vitamin C dalam teh rosela menyebabkan rasa teh menjadi asam yang mungkin tidak disukai oleh sebagian konsumen. Agar rasa teh rosela dapat diterima, maka perlu dilakukan penambahan gula. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari: (1) Mutu fisikokimia teh rosela berdasarkan variasi rasio kelopak bunga rosela dengan air; (2) Mutu fisikokimia teh rosela berdasarkan jenis gula; dan (3) Mutu fisikokimia dan sensori teh rosela berdasarkan interaksi antara jenis gula dan variasi rasio kelopak bunga rosela dengan air. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diuji meliputi variasi rasio kelopak rosela dengan air (b/v) yaitu 1:100 (R1), 4:100 (R2), 7:100 (R3), dan 10:100 (R4), dan jenis gula yaitu gula pasir (G1), gula semut (G2), dan Tropicana Slim (G3). Adapun variabel yang diamati meliputi variabel fisikokimia (pH, vitamin C, dan gula reduksi) dan sensori (warna, aroma, tingkat kemanisan, dan rasa). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Variasi rasio berpengaruh nyata terhadap nilai pH, kadar vitamin C dan kadar gula reduksi teh rosela; (2) Jenis gula berpengaruh nyata terhadap pH dan kadar gula reduksi teh rosela; serta (3) Interaksi kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap nilai pH, kadar gula reduksi, warna, dan aroma teh rosela yang dihasilkan. Kombinasi perlakuan rasio 1:100 (b/v) dengan gula semut memberikan nilai pH tertinggi yakni 4,03. Kombinasi perlakuan rasio 1:100 (b/v) dengan gula pasir maupun Tropicana Slim memberikan kadar gula reduksi terendah yakni 0,47 g/100 mL. Kombinasi perlakuan tersebut juga memberikan skor warna terendah yakni 1,1 dan 1 (tidak pekat). Kombinasi perlakuan rasio 10:100 (b/v) dengan gula semut memberikan skor aroma tertinggi yakni 2,9 (kuat). | The calyx of roselle (Hibiscus sabdariffa) contains vitamin C which has an ability as antidiabetic. The presence of vitamin C in roselle tea causes the taste of tea become sour that probably not be liked by some consumers. In order that the taste of roselle tea can be acceptable, it is necessary to add sugar. This study aims to learn about: (1) Physicochemical quality of roselle tea by ratio variations of roselle calyx to water; (2) Physicochemical quality of roselle tea by types of sugar; and (3) Physicochemical and sensory quality of roselle tea by the interaction between types of sugar and ratio variations of roselle calyx to water. The experimental design used in this study was factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications. The factor that was tested included the ratio variations of roselle calyx to water (b/v) which consisted of 4 levels, they are 1:100 (R1), 4:100 (R2), 7:100 (R3), and 10:100 (R4), and the types of sugar which consisted of 3 types, they are white cane sugar (G1), coconut palm sugar (G2), and Tropicana Slim (G3). The variables observed in this study were physicochemical (pH, vitamin C, and reducing sugar) and sensory (color, aroma, sweetness level, and taste). The results showed that: (1) ratio variations of roselle calyx to water (R) significantly affected to pH value, vitamin C content and reducing sugar content of roselle tea; (2) The type of sugar (G) significantly affected pH value and reducing sugar content of roselle tea, and also (3) The interaction between both treatments (RxG) significantly affected to pH, reducing sugar content, color, and aroma of roselle tea. The treatment combination between the ratio of 1:100 (b/v) and coconut palm sugar gave the highest pH value of roselle tea by 4.03. The treatment combination between the ratio of 1:100 (b/v) and white cane sugar as well as Tropicana Slim gave the lowest reducing sugar content of roselle tea by 0,47 g/100 mL. These treatment combinations also gave the lowest color score by 1.1 and 1 respectively (not concentrated). While the treatment combination between the ratio of 10:100 (b/v) and coconut sugar gave the highest aroma score by 2.9 (strong). | |
| 20751 | 23706 | F1A013033 | KESADARAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DALAM PERTAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI DESA PANINGKABAN KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengidentifikasi kesadaran lingkungan masyarakat di Desa Paningkaban dan juga menjelaskan pengelolaan limbah di pertambangan emas di Desa Paningkaban. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode penelitian kualitatif. Untuk teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini berlokasi di Desa Paningkaban, Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan masyarakat di Desa Paningkaban dapat dikategorikan kesadaran naif. Di tengah kondisi kesadaran para penambang belum sepenuhnya mengetahui dampak negatif jangka panjang yang ditimbulkan dari bahan kimia merkuri, ditambah lagi dengan perilaku mandor yang mengkonstruksi pikiran para penambang dengan mengesampingkan dampak negatif merkuri yang jangka panjang dan menggantinya dengan keadaan dampak positif yang menaungi dirinya dan anggota keluarganya. Dengan keadaan yang seperti itu, perangkat desa hanya sebatas mengadakan sosialisasi anti merkuri tanpa adanya proses kampanye seperti gerakan anti merkuri, dan cenderung berharap bantuan kepada instansi dari pusat seperti BPPT dan DLH. Kekurangan sumber daya manusia yang mempunyai vokal atau talk active dalam artian, orang-orang yang kritis terhadap pemakaian merkuri yang memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan ekosistem di Desa Paningkaban. Pengelolaan limbah tailing yang menjadi salah satu proses pertambangan emas yang paling mencemari ekosistem juga belum sepenuhnya dicarikan solusi. Faktor ketidaktahuan menjadi faktor sosial yang paling berpengaruh dalam masalah pengelolaan limbah ini. | ABSTRACT This research aims to explain and identify the environmental awareness of the community in Paningkaban Village and also explain the management of waste in gold mining in Paningkaban Village. This research uses the constructivism paradigm with qualitative research methods. For informant retrieval techniques using purposive sampling technique. This research is located in Paningkaban Village, Banyumas Regency. The results of the research show that the environmental awareness of the community in Paningkaban Village can be categorized as naive awareness. In the midst of the awareness of the miners not yet fully aware of the long-term negative effects of chemical mercury, coupled with the behavior of the foreman who constructs the minds of the miners overriding the long-term negative impact of mercury and replacing it with a positive impact situation that shelves himself and his family members . With such conditions, village officials are only limited to conducting anti-mercury socialization without a campaign process such as the anti-mercury movement, and tend to expect assistance to agencies from the center such as BPPT and DLH. Lack of human resources that have active vocals or talk in the sense that people who are critical of the use of mercury have a large impact on the ecosystem environment in Paningkaban Village. Tailings management which is one of the most gold mining processes that pollutes the ecosystem has also not been fully sought for a solution. The ignorance factor is the most influential social factor in this waste management problem. | |
| 20752 | 23538 | A1L014120 | EVALUASI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI DENGAN APLIKASI BIOPESTISIDA Bacillus subtilis B298 DAN FUNGISIDA BERBAHAN AKTIF KARBENDAZIM | Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Tanaman cabai mempunyai daya adaptasi yang cukup luas. Salah satu faktor rendahnya produksi cabai di Indonesia adalah adanya penyakit antraknosa. Berbagai upaya pengendalian penyakit antraknosa dapat dilakukan, diantaranya adalah penggunaan fungisida dan biopestisida. Fungisida merupakan bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk memberantas dan mencegah pertumbuhan jamur. Biopestisida adalah bahan yang mengandung mikroba tertentu baik berupa jamur, bakteri maupun virus yang bersifat antagonis atau menghasilkan senyawa tertentu yang bersifat racun baik bagi serangga ataupun nematoda. Salah satu contoh mikroba antagonis adalah B. subtilis B298. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman cabai dengan aplikasi B. subtilis B298 dan fungisida berbahan aktif Karbendazim, mengetahui pengaruh aplikasi B. subtilis B298 dan fungisida berbahan aktif Karbendazim terhadap hasil tanaman cabai, mengetahui perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan di lahan Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2018, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu kontrol, B. subtilis B298, Fungisida berbahan aktif Karbendazim, kombinasi antara B. subtilis B298 + Fungisida berbahan aktif Karbendazim dan 6 ulangan sehingga ada 24 unit percobaan. Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, laju pertumbuhan tanaman, bobot buah dan jumlah buah. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F dengan taraf kesalahan 5%, apabila terdapat pengaruh nyata maka diuji lanjut dengan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kombinasi B. subtilis B298 + Fungisida berbahan aktif Karbendazim menjadi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. | Chili is one of the horticultural commodities that has an important economic value in Indonesia. Chili plants have a wide adaptability. One factor causing low chili production in Indonesia is due to anthracnose disease. Various efforts to control anthracnose disease can be carried out, including the use of fungicides and biopesticides. Fungicides are substances containing toxic chemicals used to kill and prevent growth fungi. Biopesticides are substance containing certain microbes in the form of antagonistic fungi, bacteria and viruses or producing certain toxic compounds to insects or nematodes. One example of microbes is B. subtilis B298. The research of this study was to find out the response of chili plant growth with B. subtilis B298 and Karbendazim active fungicides, to find out the effect of B. subtilis B298 application and the active ingredient of Karbendazim on the yield of chilli plants, to find out the best treatment of chili plant growth and yield. This research was conducted on the land in Gandatapa Village, Sumbang Sub-District, Banyumas Regency. This research was conducted from February to June, 2018, use a Randomized Complete Block Design (RAKL) consisting of 4 treatments, namely control, B. subtilis B298, fungicide with active substance of Carbendazim, combination between B. subtilis B298 and fungicide with active substance of Carbendazim; and 6 replications, so that there were 24 experimental units. Variables observed were plant height, number of leaves, leaf area, fresh plant weight, dry plant weight, plant growth rate, fruit weight and number of fruit. Data obtained were analyzed using F test with error rate of 5%. If there was a significant effect, then it would be tested with LSD of 5%. The yield indicated that the application of combination of B. subtilis B298 + Fungicide with active Carbendazim be the best treatment for the growth and yield of chili plants. | |
| 20753 | 23535 | A1L014050 | PENEKANAN INTENSITAS PENYAKIT PENTING PADA CABAI DENGAN Bacillus subtilis B298 DIDUA KETINGGIAN TEMPAT | Penelitian bertujuan mengetahui ciri–ciri patogen yang menyerang tanaman cabai, mengetahui efektifitas B. subtilis B298 terhadap patogen penting pada uji in-vitro, mengetahui pengaruh pemanfaatan B. subtilis B298 dalam penekanan penyakit penting pada cabai di dua ketinggian tempat yang berbeda, dan mengetahui perbedaan peran B. subtilis B298 dalam menekan penyakit penting pada tanaman cabai di dua ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2018 sampai Juni 2018 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Pengujian in-vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan (isolat B. subtilis B298 dan mikroenkapsulan B. subtilis B298) dan 16 ulangan, apabila berbeda nyata antar perlakuan maka di uji lanjut menggunakan BNT pada taraf 5%. Penelitian lapang dilaksanakan di desa Tambaksari, Kecamatan kembaran, Kabupaten Banyumas pada ketinggian 117mdpl dan lahan desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada ketinggian 331mdpl. Penelitian lapang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap pada pengujian lapang dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan yang terdiri atas perlakuan kontrol, fungisida, Bacillus subtilis B298, dan kombinasi antara fungisida dan Bacillus subtilis B298, kemudian di uji T untuk membandingkan efektifitas B. subtilis B298 pada dua ketinggian tempat. Variabel yang diamati meliputi identifikasi patogen, uji antagonis, mekanisme hambatan, gejala dan tanda penyakit, intensitas serangan, dan AUDPC, Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Patogen antraknosa, bercak daun, layu bakteri dan virus yaitu Colletotrichum capsici, Cercospora capsici, R. solanacearum, dan Begomovirus, 2) Isolat B. subtilis B298 lebih baik dalam menekan pertumbuhan patogen antraknosa, bercak daun dan layu bakteri, dan 3) B. subtilis B298 dalam formulasi mikroenkapsulan paling baik dalam menekan penyakit antraknosa, bercak daun dan layu bakteri di desa Gandatapa. | The aim of the reseach was to determine the characteristics of pathogens against chili plants, to determine the effectiveness of B. subtilis B298 against important pathogens in the in-vitro test, to determine the effect of the use of B. subtilis B298 in suppressing the important diseases in chili at two different altitudes, and to find out the differences of the role of B. subtilis B298 in suppressing important diseases in chilli plants at two different altitudes. This research was conducted from January 2018 to June 2018 at the Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. In-vitro testing using Completely Randomized Design with 2 treatments (isolates B. subtilis B298 and microencapsulant B. subtilis B298) and 16 replications, if significantly different between treatments then further tested by using BNT at the level of 5%. Field research was conducted in Tambaksari village, Kembaran sub-district, Banyumas regency at an altitude of 117mdpl and the land of Gandatapa village, Sumbang sub-district, Banyumas district at an altitude of 331mdpl. Field research used a Complete Randomized Block Design in field testing with 4 treatments and 6 replications consisting of control treatment, fungicide, Bacillus subtilis B298, and a combination of fungicide and Bacillus subtilis B298, then T test was used to compare the effectiveness of B. subtilis B298 at two altitudes. The variables observed consist of identification of pathogens, antagonism test, mechanism of inhibition, symptoms and signs of disease, disease intensity, and AUDPC. The results showed that 1) Anthracnose pathogens, leaf spots, bacterial and viral wilt, Colletotrichum capsici, Cercospora capsici, R. solanacearum, and Begomovirus, 2) Isolates of B. subtilis B298 are better at suppressing the growth of anthracnose pathogens, bacterial leaf and wilt spots, and 3) B. subtilis B298 in microencapsulant formulation is best in suppressing anthracnose diseases, bacterial leaf and wilt spots in the village of Gandatapa. | |
| 20754 | 23705 | C1C014022 | ANALISIS SERAPAN ANGGARAN DANA DESA TERKAIT PENGADAAN BARANG/ JASA DI KECAMATAN AJIBARANG | Penelitian ini dilakukan pada Pengelola Keuangan Desa, Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan Panitia Penerima Hasil Pengadaan Barang/ Jasa (PPHP) di tujuh (7) desa pada Kecamatan Ajibarang. Serapan Anggaran Dana Desa diteliti terkait dengan pengadaan barang/ jasa secara swakelola. Pendekatan kualititatif studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi dan memahami lebih dalam mengenai tahapan pengadaan barang/ jasa di desa secara swakelola, mengidentifikasi hambatan-hambatan dan memberikan solusi dengan mewawancarai ahli keuangan desa dan inspektorat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengadaan barang/ jasa secara swakelola didukung oleh penyedia barang/ jasa untuk menyediakan kebutuhan barang/ jasa yang diperlukan dan selanjutnya pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh masyarakat desa setempat. Hambatan yang dihadapi terjadi di semua elemen pemerintahan, baik di pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat. Oleh karena itu solusi dan juga implikasi yang dibutuhkan berupa kesinergian evaluasi dan perbaikan antarpemerintah dalam mensukseskan program Dana Desa. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu perluasan lokasi penelitian, penggunaan data tahun anggaran 2018 dimana ada aturan Padat Karya Tunai/ Cash for Work yang berhubungan dengan swakelola dan penambahan informan yaitu PD BPR BKK selaku RKDes dan masyarakat desa. | This research was conducted in the Village Finance Manager, Activity Management Team (TPK) and the Procurement of Goods / Services Procurement Committee (PPHP) in seven (7) villages in Ajibarang Subdistrict. The Village Fund Budget Absorption was investigated related to the procurement of goods / services in self-management. A qualitative case study approach is used to explore and understand more deeply the stages of procurement of goods/ services in a self-managed manner, identify obstacles and provide solutions by interviewing village finance experts and the inspectorate. The results of this study indicate that the procurement of goods / services is self-managed conducted by providers of goods / services that support the supply of goods / services. Furthermore, the activities carried out by the local village community. The obstacles faced occurred both in the village government, sub-district government, district government and central government. Therefore the solution and the implications needed are the departure of intergovernmental for the success of the Village Fund program. Suggestions for further research are location expansion, data usage in 2018 where there is a regulation related to self-management and additional informants PD BPR BKK as RKDes and the community. | |
| 20755 | 25781 | A1L113053 | EVALUASI SERAPAN UNSUR HARA FOSFOR (P) TANAMAN JAGUNG PADA TANAH DI ANDOSOL KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya serapan unsur hara P tanaman jagung di tanah Andosol, memetakan status serapan hara P tanaman jagung di tanah Andosol dan mengetahui korelasi antara serapan P dan jenis kelerengan tanah kecamatan Karangreja. Penelitian ini dilaksanakan di tanah Andosol Kecamatan Karangreja pada bulan Januari sampai bulan April. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan pengambilan sampelnya menggunakan metode Purposive Sampling. Analisis serapan P dilakukan di Laboratorium Kimia Tanah Universitas Jenderal Soedirman.Pengambilan sampel ditentukan berdasarkan satuan lahan homogen (SLH), yang dibentuk dengan menumpangtindihkan peta jenis tanah dan peta kelerengan lahan. Analisis serapan P pada tanaman jagung menggunakan pengabuan basah H2SO4 dan H2O2. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Nilai serapan hara P di wilayah tingkat kelerengan datar adalah 23,05 kg/ ha P, pada wilayah dengan tingkat kelerengan landai adalah 13,15 kg/ ha P, pada wilayah dengan tingkat kelerengan agak curam adalah 12,55 kg/ ha P, dan pada wilayah dengan tingkat kelerengan curam adalah 10,36 kg/ ha P. Semakin tinggi tingkat kecuraman maka semakin kecil serapan hara P. 2) Pemberian pupuk P yang dilakukan oleh petani diduga masih belum cukup dan perlu penambahan pemupukan guna mendapatkan nilai kecukupan kadar P2O5. | This research aimed to find out the amount of P uptake by corn in an Andosol, to map the status of P uptake by corn plant in an Andosol and to know the correlation between P uptake and land slope in Karangreja district. This research was conducted in Andosols in Karangreja subdistrict from January to April. The research method used was survey with sampling method using the Purposive Sampling method. P uptake analysis was conducted at the Soil Laboratory of Jenderal Sudirman University. Sampling was determined based on Land Homogenity (SLH), which was carried out by overlapping soil type map and land slope map. Analysis of P absorption by corn plants used wet H2SO4 and H2O2 method. The results showed: 1) P absorption in areas with flat slope level was 23,05 P kg/ha, in areas with a weavy slope was 13,15 P kg/ha, in areas with a slightly steep slope had an absorption value of 12,55 P kg/ha, and in the area with a steep slope level had an absorption value of 10,36 P kg/ha, these mean that the higher the level of steepness the smaller absorption in the plant. 2) The use of P fertilizer applied by farmers was still not enough and needed to be added to reach the adequate levels of P2O5. Keywords: Andosol, corn plants, absorption P, fertilization | |
| 20756 | 23707 | H1A014038 | PENGARUH WAKTU SIMPAN TERHADAP KARAKTERISTIK SAMPO BERBAHAN DASAR SURFAKTAN MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) | Sampo adalah sediaan yang mengandung surfaktan yang berguna untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada rambut. Penelitian ini menggunakan MES yang berasal dari minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) sebagai surfaktan utama. Penelitian tentang pembuatan sampo bersurfaktan minyak biji nyamplung telah dilakukan dan hasilnya sesuai SNI, namun belum diketahui data umur simpan dari produk tersebut. Stabilitas sampo sangat mempengaruhi kualitas sehingga diperlukan data tentang umur simpan dari produk tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara waktu simpan terhadap karakteristik sampo, menentukan umur simpan serta mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap produk sebelum dan sesudah penyimpanan. Karakterisasi dilakukan secara berkala selama 12 minggu. Parameter karakteristik yang diuji yaitu, derajat keasaman (pH), alkali bebas, kadar air, stabilitas emulsi, dan stabilitas busa. Berdasarkan hasil analisis uji korelasi terhadap pH, kadar air, stabilitas emulsi, stabilitas busa menunjukkan pengaruh hubungan terhadap waktu simpan dengan nilai korelasi kurang dari 0,05. Analisis penentuan umur simpan dengan meggunakan metode time series menunjukkan bahwa lama waktu penyimpanan produk yang masih baik untuk digunakan adalah 89 minggu yang didasarkan dari data parameter pH. Tingkat kesukaan konsumen terhadap sampo sebelum disimpan yaitu sebesar 2,85 dan sesudah disimpan sebesar 2,98 yang keduanya masuk dalam tingkat kategori normal. | Shampoo is a preparation that contains surfactants that are useful for removing impurities that adhere to the hair. This study uses MES derived from nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) seed oil as the main surfactant. The research on the manufacture of nyamplung seed oil bersfaktan shampoo has been carried out and the results are in accordance with SNI, but the shelf life data of the product is not yet known. The stability of shampoo greatly affects the quality so data is needed about the shelf life of the product. The purpose of this study was to determine the correlation between the time saved for the characteristics of shampoo, determine the shelf life and know the level of preference for the product panelists before and after storage. Characterization is carried out periodically for 12 weeks. Characteristic parameters tested were, acidity (pH), free alkali, moisture content, emulsion stability, and foam stability. Based on the results of the correlation test analysis of pH, water content, emulsion stability, foam stability shows the effect of the correlation with the save time with a correlation value of less than 0.05. Analysis of determining shelf life by using the time series method shows that the product storage time is still good to use is 89 weeks based on pH parameter data. The level of consumer preference for shampoo before storage is 2.85 and after it is stored at 2.98, both of which are included in the normal category level. | |
| 20757 | 23708 | E1A014010 | CERAI GUGAT KARENA PELANGGARAN TAKLIK TALAK (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Magelang Nomor:0159/Pdt.G/2017/PA.Mgl.) | Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan disebutkan bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, namun dalam praktiknya berumahtangga ini banyak terjadi permasalahan yang berujung dengan perceraian, sehingga tujuan dari perkawinan tersebut tidak tercapai, seperti salah satu perkara mengenai cerai gugat yang terjadi di Pengadilan Agama Magelang dengan Putusan Nomor: 0159/Pdt.G/2017/PA.Mgl. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pertimbangan hukum Hakim dalam memutus cerai gugat Pengadilan Agama Magelang Nomor: 0159/Pdt.G/2017/PA.Mgl. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskiptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan mengenai Cerai Gugat Pengadilan Agama Magelang Nomor:0159/Pdt.G/2017/PA.Mgl, dapat disimpulkan bahwa Pertimbangan Hukum Hakim mendasarkan pada peraturan perundang-undangan, yaitu Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Menurut Peneliti akan lebih lengkap lagi, jika Majelis Hakim menambahkan ketentuan Pasal 116 huruf (g) angka 1 (satu), 2 (dua) dan 4 (empat) Kompilasi Hukum Islam. | Article 1 on Law No. 1 of 1974 about Marriage that "Marriage is an external and internal union between a man and a woman as a husband and wife with the aim of forming a family (household) that is eternally happy based on the One Godhead", but in practice of household there are many problems that lead to divorce, so that the purpose of the marriage is not achieved, such as one of the cases regarding divorce that occurred in the Magelang Religion Court with Decision Number:0159/Pdt.G/2017/PA.Mgl. The problem in this study is regarding legal considerations of the Judge in deciding divorce in the Magelang Religion Court Number:0159/Pdt.G/2017/PA.Mgl The method used in this study is normative juridical, specification of prescriptive analysis research, library study data collection techniques with inventory, the collected data then presented in the form of narrative texts and qualitative normative analysis. Based on the results of research and the discussion it can be concluded that claim divorce of the Magelang Religion Court Number:0159/Pdt.G/2017/PA.Mgl, that the Judicial Legal Consideration is based on legislation, namely Article 33 of Act Number 1 of 1974 and Explanation of Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 Year 1974 jo. Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 concerning Implementation of Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. According to the Researcher, it will be even more complete, if the Panel of Judges adds the provisions of Article 116 letter (g) number 1 (one), 2 (two) and 4 (four) Compilation of Islamic Law. | |
| 20758 | 23709 | E1A113100 | PELANGGARAN TAKLIK TALAK SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan No. 2153/Pdt. G/2015/PA.JS) | PELANGGARAN TAKLIK TALAK SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan No. 2153/Pdt. G/2015/PA.JS) Oleh : ANNISA ULFAH ABSTRAK Pada hakikatnya manusia hidup di dunia ini diciptakan secara berpasang-pasangan oleh Allah SWT, yaitu laki-laki dan perempuan. Tujuannya adalah agar mereka dapat bersatu dalam ikatan yang sah yang disebut perkawinan. Perkawinan merupakan hal yang sakral bagi yang menjalaninya, tujuan dari perkawinan tersebut adalah untuk membentuk sebuah keluarga yang harmonis sakinah mawaddah warohmah yang dapat menciptakan kebahagiaan bagi pasangan tersebut serta kepada masing-masing anggota keluarga, namun tidak setiap perkawinan dapat memenuhi apa yang diinginkan dan hal tersebut menjadi pembuka kemungkinan adanya perceraian. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara Perceraian karena melanggar taklik talak (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan No. 2153/Pdt.G/2015/PA.JS). Metode penelitian yang penulis pakai adalah dengan pendekan Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian dengan menggunakan preskriptif analitis, sumber data yang digunakan data sekunder, metode pengumpulan data dengan kepustakaan dan inventarisasi data, dan metode analisis dengan menggunakan normative kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan No.2153/Pdt.G/2015/PA.JS dengan menggunakan Pasal 39 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Jo. Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam kurang tepat, sebaiknya hakim melengkapinya dengan menggunakan Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam. Kata Kunci : Gugat Cerai, Pelanggaran Taklik Talak. | TAKLIK VIOLATION OF TALK AS A REASON OF DIVORCE (Juridical Review of the Decision of the South Jakarta Religious Court No. 2153 / Rev. G / 2015 / PA.JS) By: ANNISA ULFAH ABSTRACT In essence humans live in this world created in pairs by Allah SWT, namely men and women. The aim is so that they can unite in a legitimate bond called marriage. Marriage is a sacred thing for those who live it, the purpose of the marriage is to form a harmonious family sakinah mawaddah warohmah that can create happiness for the couple and for each family member, but not every marriage can fulfill what is desired and that opening the possibility of divorce. The problem in this study is judicial legal considerations in deciding divorce cases for violating taklik talak (Juridical Review of the Decision of the South Jakarta Religious Court No. 2153 / Pdt.G / 2015 / PA.JS). The research method that I use is a normative juridical mentor, research specifications using prescriptive analytics, data sources used secondary data, methods of data collection with literature and data inventory, and analytical methods using normative qualitative. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that judicial legal considerations in deciding divorce in the South Jakarta Religious Court No.2153 / Pdt.G / 2015 / PA.JS using Article 39 of Act Number 1 of 1974 concerning Marriage Jo. Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 Jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law is inappropriate, the judge should complete it by using Article 116 letter (g) Compilation of Islamic Law. Keywords: Divorce Claims, Violation Taklik Talak. | |
| 20759 | 26078 | H1A015003 | Analisis Uji Kualitas Jaringan LTE Berdasarkan Variabel Jarak eNodeB dengan User Menggunakan Metode Drivetest di Purwokerto | Teknologi telekomunikasi merupakan salah satu pencapaian yang digunakan untuk mempermudah komunikasi antar manusia. Seiring berjalannya waktu teknologi ini terus mengalami pembaruan, hingga pada saat ini lahirlah sebuah teknologi jaringan yang disebut 4G LTE. Kualitas jaringan LTE ditentukan oleh beberapa parameter, diantaranya adalah RSRP, RSRQ, SINR, dan Throughput. Secara teori telekomunikasi, semakin jauh jarak pemancar dan penerima akan berpengaruh pada kualitas jaringan LTE, dalam kasus ini berpengaruh pada 4 parameter tersebut. Metode drivetest dilakukan untuk mengambil nilai dari 4 parameter tersebut dengan menggunakan software G-net Track Pro. Drivetest sendiri merupakan metode yang digunakan untuk mengamati performasi jaringan di area tertentu. Metode drivetest dilakukan untuk mengambil nilai dari 4 parameter tersebut dengan menggunakan software G-net Track Pro. Drivetest sendiri merupakan metode yang digunakan untuk mengamati performasi jaringan di area tertentu dengan cara berjalan melalui jalur yang telah ditentukan sebelumnya. Nantinya perangkat drivetest akan mengambil sampel data sepanjang jalur yang telah dilalui. Hasil pengamatan data drivetest menunjukan bahwa untuk parameter RSRP mengalami penurunan nilai ketika jarak pemancar semakin jauh, dan mengalami kenaiikan nilai ketika jarak pemancar semakin dekat. RSRQ, SINR, dan Throughput mengalami nilai yang fluktuatif ketika ada perubahan jarak, artinya jarak tidak berpengaruh secara langsung terhadap parameter tersebut. Dari 4 daerah uji (Alun-alun, UMP, UNSOED, Baturaden) rata-rata nilai paling baik untuk setiap parameter berada di wilayah Alun-alun yang merupakan daerah urban, sedangkan nilai rata-rata paling buruk untuk setiap parameternya berada di wilayah baturaden yang merupakan daerah rural. | Telecommunication technology is an agreement that is used for communication between humans. Over time, this technology has continued to be updated, until now, a Network technology called 4G LTE was born. The quality of the LTE Network is determined by several parameters, which means RSRP, RSRQ, SINR, and throughput. In theory telecommunications, the farther distance of the transmitter and receiver will affect the quality of the LTE Network, in this case it affects of the 4 parameters. The drivetest method is done to retrieve the values of these 4 parameters using G-net Track Pro software. Drivetest itself is a method used to perform Network performance in certain areas The drivetest method is used to retrieve the values of these 4 parameters using the G-net Track Pro software. Drivetest itself is a method used to observe network performance in certain areas by walking through a predetermined path. Later the drivetest device will take data samples along the path that has been passed. The drivetest data observations show that for the RSRP parameter the value decreases when the distance of the transmitter gets farther away, and experiences a value increase when the transmitter distance gets closer. RSRQ, SINR, and Throughput experience fluctuating values when there is a change in distance, meaning that the distance does not directly affect the parameter. From the 4 test areas (Alun-alun, UMP, UNSOED, Baturaden) the average best value for each parameter is in the Alun-alun area which is an urban area, while the worst average value for each parameter is in the baturaden region which is an rural area.. | |
| 20760 | 24581 | A1C014046 | EFISIENSI PEMASARAN GULA KELAPA KRISTAL DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Kecamatan Cilongok merupakan salah satu sentra produksi gula kelapa kristal di Kabupaten Banyumas. Kemajuan perkembangan usaha salah satunya dipengaruhi oleh pola pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui saluran pemasaran gula kelapa kristal di Kecamatan Cilongok; (2) Mengetahui pelaku pemasaran dan fungsi pemasaran yang dilakukan pada pemasaran gula kelapa kristal di Kecamatan Cilongok; (3) Mengetahui struktur pasar gula kelapa kristal di Kecamatan Cilongok; (4) Mengetahui saluran yang paling efisien pada pemasaran gula kelapa kristal di Kecamatan Cilongok. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penentuan responden Perajin menggunakan metode simple random sampling, sementara responden lembaga pemasaran menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat 3 saluran pemasaran gula kelapa kristal di Kecamatan Cilongok: Saluran Pemasaran I terdiri atas Perajin-Pedagang Pengepul-Pedagang Besar, Saluran Pemasaran II terdiri atas Perajin-Pedagang Pengecer, Saluran Pemasaran III terdiri atas Perajin-Pedagang Besar. 2) Perajin melakukan fungsi pemasaran berupa penjualan, pengemasan, penyimpanan, pengangkutan, dan informasi pasar; Pedagang pengepul yang menjalankan fungsi pemasaran berupa pembelian, penjualan, pengeringan, pengemasan, penyimpanan, sortasi dan informasi pasar; Pedagang besar menjalankan fungsi pemasaran berupa pembelian, penjualan, pengeringan, pengemasan, penyimpanan, sortasi, standarisasi dan grading serta informasi pasar; Pedagang pengecer melakukan fungsi pemasaran berupa penjualan, pembelian, pengeringan, pengemasan, penyimpanan, pengangkutan dan informasi pasar. 3) Struktur pasar gula kelapa kristal di Kecamatan Cilongok di tingkat produsen dari sisi pembeli adalah oligopsoni ketat, pada tingkat pedagang pengepul dari sisi pembeli adalah oligopsoni longgar, sementara di tingkat pedagang besar dari sisi pembeli adalah oligopsoni ketat. 4) saluran pemasaran gula kelapa kristal yang paling efisien terdapat pada saluran I, memiliki nilai indeks efisiensi teknis terkecil (98,94) dan indeks efisiensi ekonomis terbesar (4,37). | Cilongok District is one of the crystal coconut sugar production center in Banyumas Regency. In general, one of the business advanced is influenced by the pattern of marketing. This research is aim to (1) Know marketing channel of crystal coconut sugar in Cilongok District; (2) Know marketing agents and marketing functions that carried out in crystal coconut sugar marketing in Cilongok District; (3) Know the market structure of crystal coconut sugar in Cilongok District; 4) Know the most efficient marketing channel of crystal coconut sugar in Cilongok District. This research was conducted in July until August 2018. The research method was survey. The farmer samples were determined using simple random sampling method while the marketing agency samples were determined using snowball sampling method. The results showed that: 1) Cilongok District has 3 marketing channels for crystal coconut sugar; Marketing Channel I consists of Farmers-Collectors-Wholesalers, Marketing Channel II consists of Farmers-Retailers, Marketing Channel III consists of Farmers-Wholesalers; 2) Farmers doing the marketing functions such as sales, packaging, storage, transportation, and market information; Collectors doing the marketing functions such as purchasing, selling, drying, packaging, storing, sorting, standardizing and grading, and market information. Wholesalers doing the marketing function such as purchasing, selling, drying, packaging, storing, sorting, standardizing and grading, and market information. Retailers doing the marketing function such as purchasing, selling, drying, packaging, storing, and market information; 3) The market structure for crystal coconut sugar in Cilongok District at the producer level from the buyer side is tight oligopsonism, at the level of traders who buy from the buyer side is loose oligopsonies, while at the level of large traders from the buyer side are tight oligopsonies; 4) The most efficient marketing channel for crystal coconut sugar is Channel I, because it has the smallest technical efficiency index value (98,94) and the largest economic efficiency index value (4,37). |