Artikel Ilmiah : F1C014091 a.n. BELLA AYU ARISTA

Kembali Update Delete

NIMF1C014091
NamamhsBELLA AYU ARISTA
Judul ArtikelIMPLEMENTASI METODE GETOK TULAR PADA INDUSTRI BATIK SETIA USAHA GUMELEM BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Banjarenegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Komoditi khas Kabupaten Banjarnegara antara lain ikan, kopi, kerajinan bambu dan batik khas Banjarnegara. Sentra pengrajin batik di Kabupaten Banjarnegara terletak di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan. Industri Batik Banjarnegara pernah mengalami kondisi vakum dan kini baru bangkit kembali.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi metode getok tular yang dilakukan pada industri batik Setia Usaha di Gumelem Banjarnegara selaku pelopor usaha batik yang ada di desa ini. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode dari Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa getok tular yang dilakukan pada industri batik Setia Usaha Gumelem masuk dalam kategori organic word of mouth, yang muncul dari kepuasan pelanggan terhadap produk. Penyebaran pesan getok tular dilakukan dengan cara tatap muka dan komunikasi langsung melalui WhatsApp. Sementara itu, hambatan yang dihadapi adalah ruang lingkup yang terbatas serta kesibukan dan kondisi pemilik usaha yang kurang terampil mengoperasikan aplikasi WhatsApp.
Abtrak (Bhs. Inggris)Banjarnegara is a region in Central Java with a high economic potential. Some local products are the fish, coffee, bamboo crafts, and batik. The batik industry central is located in Gumelem, Susukan. Batik industry had been vacuum for several years before it re-emerges in late 90s.
The study is purposed to understand the word of mouth method implementation on Batik Setia Usaha, Gumelem as the pioneer of batik industry in this area. The study used descriptive qualitative method. Data collection was conducted by doing in-depth interview, observation and documentation.To analyze the data, Miles and Huberman method was used.
The result of the study shows that Batik Setia Usaha used organic word of mouth as the customers are happy and satisfied with their products. The messages are delivered through face-to-face communication and the direct communication via WhatsApp. However, there are some obstacles like the small, limited scope and owner’s activities and the condition where the owner cannot optimize the use and function of WhatsApp application.
Kata kunciBatik, getok tular, pemasaran
Pembimbing 1Dr. Agoeng Noegroho, M.Si.
Pembimbing 2Drs. Chusmeru, M.Si.
Pembimbing 3Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si.
Tahun2018
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2018-11-14 09:58:14.874222
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.