Artikel Ilmiah : E1A014275 a.n. RYANI HESA EKA PUTRI

Kembali Update Delete

NIME1A014275
NamamhsRYANI HESA EKA PUTRI
Judul ArtikelGugat Cerai karena Suami Melalaikan Kewajibannya (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Barabai Nomor:365/Pdt.G/2017/PA.Brb)
Abstrak (Bhs. Indonesia) Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan disebutkan bahwa Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, meskipun demikian, tidak setiap perkawinan akan mencapai tujuan yang diharapkan, sehingga kebahagiaan yang diinginkan dan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya perselisihan dan perceraian yang berakibat pada perceraian.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus gugat cerai karena suami melalaikan kewajibannya dalam permohonan cerai gugat pada Pengadilan Agama Barabai dalam putusan Pengadilan Agama Nomor:365/Pdt.G/2017/PA.Brb. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, metode analisis data normatif kualitalif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tersebut mendasarkan pada Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 atau Pasal 116 huruf (f) KHI. Menurut peneliti sebaiknya dilengkapi dengan ketentuan penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf (f) Peratutan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) KHI, Pasal 34 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Al-Anwar Juz II halaman 130.

Abtrak (Bhs. Inggris)Article 1 of Law No. 1/1974 concerning Marriage states that marriage is a bond physically and mentally between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a family (household) who are happy and everlasting based on God, however, not every marriage will achieve the expected goals, so that happiness is desired and does not rule out the possibility of disputes and divorce that result in divorce.
The problem in this study is how judges' legal considerations in adjudicating divorce because the husband neglects his obligations in a claim for divorce at the Barabai Religious Court in the decision of the Religious Court Number: 365 / Pdt.G / 2017 / PA.Brb. The research method used in this study is a normative juridical approach, prescriptive analytical research specifications, library data collection methods with inventory, qualitative normative data analysis methods.
Based on the results of the research and discussion it can be concluded that the judicial legal considerations in deciding the case are based on Article 39 paragraph (2) of Law No. 1/1974 jo Article 19 letter (f) Government Regulation No. 9/1975 or Article 116 letter (f ) KHI. According to the researcher, it should be complemented by the explanation provisions of Article 39 paragraph (2) of Law No. 1/1974 in conjunction with Article 19 letter (f) Government Regulation No. 9/1975 in conjunction with Article 116 letter (f) KHI, Article 34 paragraph (1) and paragraph (3) Law No. 1/1974, Article 116 letter (g) Compilation of Islamic Law and Kitab Al-Anwar Juz II page 130.
Kata kunciPerceraian,suami melalaikan kewajibannya.
Pembimbing 1Rochati, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Haedah Faradz, S.H., M.H.
Pembimbing 3Sarsiti , S.H., M.H.
Tahun2018
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2018-11-13 19:08:29.415969
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.