Artikel Ilmiah : A1L014030 a.n. AULIYA LUKMAN

Kembali Update Delete

NIMA1L014030
NamamhsAULIYA LUKMAN
Judul ArtikelTRANSFORMASI DAN REGENERASI TEBU (Saccharumo officinarum L.) KULTIVAR
BULULAWANG DENGAN FUSI GEN Cry1Ab-Cry1Ac
MELALUI Agrobacterium tumefaciens
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bululawang merupakan varietas tebu yang umum digunakan petani di Indonesia karena
dikategorikan memiliki daya hasil tinggi. Namun varietas ini peka terhadap serangan penggerek
batang sehingga berpotensi menurunkan daya hasilnya. Perakitan tanaman transgenik melalui
transformasi genetik tebu varietas Bululawang merupakan upaya untuk meningkatkan ketahanan
tebu terhadap serangan penggerek batang sehingga kehilangan hasil dapat diturunkan. Gen Cry1Ab-
1Ac digunakan sebagai gen target sebagai upaya awal proses pengembangan ketahanan pada tebu
Bululawang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mentransformasi kalus tebu dengan fusi gen Cry1Ab-
1Ac melalui bantuan Agrobacterium tumefaciens, 2) mendapatkan komposisi media seleksi yang
tepat untuk menyeleksi pertumbuhan kalus tebu transforman, dan 3) membandingkan efisiensi
transformasi antara strain Agrobacterium tumefaciens EHA105 dan GV3101. Penelitian ini
dilaksanakan di Laboratorium Biologi Sel dan Jaringan, Biologi Molekuler dan rumah kaca Balai
Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Bogor pada
Maret sampai dengan Agustus 2018. Kegiatan penelitian dibagi menjadi 4 bagian utama, yakni
induksi kalus tebu Bululawang sebagai objek yang akan ditransformasi, persiapan kultur
Agrobacterium yang telah membawa plasmid pCambia bersama gen Cry1Ab-1Ac, inkubasi kalus
yang telah ditransformasi pada media kokultivasi, resting, seleksi, hingga perbesaran tunas. Tahap
akhir adalah analisis gen target dengan proses amplifikasi gen Cry1Ab-Ac dengan primer 316 pada
genome semua sampel planlet yang tumbuh. Variabel yang diamati terdiri atas persentase jumlah
tunas putatif transforman yang berhasil tumbuh melalui media seleksi berdasarkan penggunaan
kedua jenis strain Agrobacterium, dan hasil amplifikasi gen Cry1Ab-Ac yang berada pada genom
tiap sampel planlet yang berhasil tumbuh.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan pengaruh yang signifikan pada perlakuan media seleksi pada faktor kombinasi maupun
faktor tunggal. Hasil amplifikasi gen target pita positif dihitung sebagai data perhitungan efisiensi
transformasi. Efisiensi transformasi dihasilkan oleh strain EHA105 menunjukkan nilai 11,1%, lebih
tinggi dibandingkan strain GV3101 dengan nilai 9,5%. Berdasarkan hasil amplifikasi primer 316
yang menunjukkan pola amplifikasi pita pada ukuran 316 bp, mengindikasikan gen target berhasil
tersisipi pada genom tebu.
Abtrak (Bhs. Inggris)Bululawang is the most-used sugarcane variety in Indonesia regarding its high productivity
trai. It is categorized as susceptible to stem-borer attack therefore decreases the productivity.
Assembling transgenic plants through the genetic transformation of sugar cane of the Bululawang
variety is an effort to increase the resistance of sugarcane to the attack of stem borer so that the yield loss can be reduced. This research aimed to: 1) transform calli of Bululawang variety with
fusion gene Cry1Ab-1Ac mediated Agrobacterium tumefaciens, 2) obtain the most optimum media
selection for the growth of putative transformed shoot, 3) compare the eficiency transformation
between two Agrobacterium strains; EHA105 dan GV3101. This research was conducted at
molecular biology laboratory, tissue culture laboratory and green house at Biotechnology and
Genetic Resource Research and Development Bogor started from March until August 2018. This
research was primarily divided into 4 main parts, i.e. calli initiation as the main object to be
transformed, preparation of Agrobacterium culture harboring plasmid pCambia inserted Cry1Ab-
1Ac gene, calli incubation in cocultivation media, resting media, selection media and shoot
regeneration media. Last step was to analyze gene of interest by amplifying gene targeted using
primer 316 for all genome of putative transformed shoot. The variables measured consisted of
percentage of putative transformed calli that successfully grown on selection media based on two
strain of Agrobacterium, and amplified the gene target of all shoot planlet utilizing primer 316. The
research result showed there was only one single factor that showed significant difference which
was in hygromicin treatment of 30 mg/l for strain GV3101 transformed shoots and result of
amplified genes showed positive band. Positive band were calculated to measure eficiency
transformation data. The transformation efficiency resulted from EHA105 strain showed a value of
11.1%, higher than strain GV3101 with a value of 9.5%. Based on the results of primary
amplification 316 which showed a band amplification pattern at a size of 316 bp, indicating the
target gene was successfully inserted into the sugarcane genome.
.
Keywords: Bulu Lawang, Cry1Ab-Ac gene, eficiency transformation, selection media optimation,
genetic transformation.
Kata kunciBululawang, efisiensi transformasi, gen Cry1Ab-Ac, optimasi media seleksi, transformasi genetik.
Pembimbing 1Sapto Nugroho Hadi, S.Si., M. Biotech.
Pembimbing 2Drs. Deden Sukmadjaja, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman94
Tgl. Entri2018-11-13 06:07:55.966725
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.