| NIM | A1C114014 |
| Namamhs | WIWIT UTAMI |
| Judul Artikel | KEUNGGULAN KOMPARATIF DAN KOMPETITIF USAHATANI KEDELAI DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kedelai merupakan bahan pangan yang biasa dimanfaatkan untuk membuat tahu, tempe, tauco dan lain sebagainya. Permintaan kedelai saat ini belum dapat dipenuhi oleh produksi domestik sehingga pemerintah menerapkan kebijakan impor. Tingginya volume impor kedelai setiap tahunnya membuat usahatani kedelai domestik harus memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif agar kedelai lokal dapat bersaing dengan kedelai impor. Penelitian bertujuan untuk: 1) Menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani kedelai; 2) Mengetahui dampak kebijakan pemerintah terhadap usahatani kedelai; 3) Mengetahui pengaruh perubahan harga input dan output terhadap keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani kedelai di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2018 sampai dengan bulan April 2018. Metode penelitian menggunakan metode survei. Penentuan sampel menggunakan metode simple random sampling dan diperoleh 32 orang responden. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder yang dianalisis dengan menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kedelai di Kecamatan Kalibagor hanya memiliki keunggulan kompetitif dan tidak memiliki keunggulan komparatif. Kebijakan pemerintah terhadap output dan input usahatani kedelai saat ini secara keseluruhan memberikan insentif kepada petani sehingga petani menerima keuntungan lebih besar dari keuntungan yang seharusnya diterima. Usahatani kedelai di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas sensitif terhadap perubahan harga kedelai impor karena kenaikan harga kedelai impor menyebabkan usahatani kedelai memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Soybean are food ingredient that usually used to make tofu, tempeh, tauco etc. The current soybean demand can not be fulfilled by domestic production only , so the government has to apply soybean import policy. The volume of soybean import has a tendency to increase annually, it makes local soybean compete with soybean import. This research is aim to: 1) Analyze comparative and competitive advantageof soybean farming; 2) Knowing the impact of government policy on soybean farming; 3) Knowing the impact of changes in input and output prices in the district of Kalibagor, Banyumas Regency. The research was conducted in March 2018 until April 2018. The research method was survey. The samples were determined using simple random sampling method and obtained 32 respondents. The research utilized both primary and secondary data and was analyzed using Policy Analysis Matrix (PAM). The results showed that soybean farming in district of Kalibagor only have competitive advantage and did not have comparative advantage. The government policy on output and input of soybean farming make the famers have an intensive because they receive greater profit than they should be. Soybean farming in district of Kalibagor, Banyumas Regency sensitive to the changes of soybean import price, it cause soybean farming have comparative and competitive advantages. |
| Kata kunci | keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif, usahatani kedelai, PAM |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Kusmantoro Edy Sularso, M.S. |
| Pembimbing 2 | Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2018-11-13 04:23:33.382809 |
|---|