Artikel Ilmiah : E1A013192 a.n. YUDISTIRA MARIN RONDONUWU

Kembali Update Delete

NIME1A013192
NamamhsYUDISTIRA MARIN RONDONUWU
Judul ArtikelTINJAUAN YURIDIS KEWENANGAN NEGARA DALAM MENGADILI PELAKU TINDAK PIDANA TERORISME INTERNASIONAL DALAM PESAWAT UDARA (Studi Tentang Kasus Pengeboman Pesawat Pan Am 103, Lockerbie, Skotlandia, 1988.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perkembangan teknologi penerbangan membawa banyak keuntungan, baik peranannya terhadap ekonomi nasional maupun internasional suatu bangsa, memelihara perdamaian dunia, mendekatkan pergaulan negara yang satu dengan yang lainnya. Seiring meningkatnya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penerbangan ini, perkembangan teknologi penerbangan juga menimbulkan berbagai masalah yang sulit dipecahkan oleh masyarakat internasional, dimana sektor penerbangan dapat dimanfaatkan sebagai sarana tindak kejahatan oleh orang atau kelompok tertentu demi mencapai tunjuan mereka yang dilatarbelakangi oleh kepentingan ekonomi, sosial, maupun politik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kewenangan negara dalam mengadili pelaku tindak pidana terorisme internasional dalam pesawat udara dengan studi kasus pengeboman penerbangan Pan Am 103, Lockerbie. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif terhadap peraturan yang ada dan menggunakan metode penyajian teks naratif.
Kasus Lockerbie telah menarik perhatian masyarakat internasional, yang mana disebabkan bukan hanya karena merupakan sebuah kasus kejahatan terhadap penerbangan sipil saja, kasus ini melibatkan lebih dari tiga negara dan dua organ utana PBB yaitu Dewan Keamanan dan Mahkamah Internasional, dimana keduanya merasa memiliki yurisdiksi atas kasus tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)The development of aviation technology brings many advantages, both its role to the international and national economy of a nation, maintaining world peace, and bringing the close relationship between countries. Along with the increasing efforts made to improve the comfort and security of aviation, the technology also raises problem that are difficult to be solved by the international community, where the aviation sector can be used as means of crime by certain people or groups in order to achieve their objectives which based on economic, social interest, or political motivation.
The purpose of this research is to understand of the authority of a state in order to prosecute the perpetrators of international terrorism offences on aircraft with a case study of the Pan Am 103 flight bombing, Lockerbie. The research method used in this writing is descriptive with a normative judicial approach to existing regulations and using narrative texts as the method of presentation.
The Lockerbie case has attracted the attention of international community, which is caused not only because it is a crime against civil aviation, but also because this case involves more than three states and two organs of the United Nations, the Security Council and the International Court of Justice, with both have the same opinion which they have their jurisdiction over the case.
Kata kunciPesawat udara, Kewenangan, Terorisme
Pembimbing 1Dr. Noer Indriati, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Dr. H. Isplancius, S.H., M.Hum.
Pembimbing 3Wismaningsih, S.H., M.H.
Tahun2013
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2018-08-23 10:57:34.399569
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.