Artikelilmiahs

Menampilkan 19.881-19.900 dari 50.084 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1988122999H1K013016POTENSI EKSTRAK DAUN MANGROVE Avicennia alba, Rhizophora mucronata DAN Bruguiera gymnorrhiza SEBAGAI ANTIFOULINGBiofouling merupakan fenomena penempelan organisme laut pada permukaan substrat akibat kontak dengan air laut terutama oleh organisme microfouling yang telah mengakibatkan banyak kerugian pada sektor perikanan dan industri perkapalan. Pengendalian dengan penggunaan cat antifouling berbahan dasar tributyltin (TBT) dan logam berat merupakan metode yang sering digunakan untuk menanggulangi organisme penyebab fouling. Namun kenyataannya cat tersebut memiliki efek negatif pada lingkungan perairan dan merusak organisme non-target. Solusi alternatif untuk menangani permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan mengganti bahan antifouling yang alami sehingga ramah lingkungan. Sumber bahan tersebut dapat berupa organisme laut seperti tumbuhan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri microfouling sebagai organisme penguji antifouling dan mengetahui potensi penghambatan ekstrak daun mangrove Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorrhiza terhadap bakteri microfouling. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri microfouling yang diisolasi dari permukaan substrat kayu diperoleh sebanyak 8 jenis morfologi isolat dan rata-rata jumlah koloni bakteri microfouling yang diperoleh yaitu sebanyak 14.316 x 101 CFU’S/mL. Hasil uji antifouling menunjukkan bahwa ketiga ekstrak daun mangrove berpotensi sebagai antifouling. Ekstrak daun mangrove yang paling potensial yaitu ekstrak daun mangrove Avicennia alba, kemudian Bruguiera gymnorrhiza dan paling rendah Rhizophora mucronata.Biofouling is a phenomenon of marine organisms attached to the surface of substrate due to contact with sea water, especially by microfouling organisms which has resulted in many disadvantages in the fisheries sector and shipping industry. Controling by using antifouling paint based on tributyltin (TBT) and heavy metals is a method that was often used to overcome fouling-caused organisms. However, these paints has a negative effect on the aquatic environment and damage non-target organisms. Alternative solution to solve with these problems could be done by replaced natural antifouling materials so that they are environmentally friendly. The source of these materials can be marine organisms such as mangroves. This study aims to obtain microfouling bacteria as tester organism for antifouling and determine the potential inhibition of Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract to microfouling bacteria. The method was used in this research is exploration. The results showed microfouling bacteria that isolated from surface of the wood substrate was obtained as many as 8 types of morphology isolates and the average number of microfouling bacterial colonies obtained was as many as 14,316 x 101 CFU 'S / mL. Antifouling test results showed that all three mangrove leaf extracts has the potential as antifouling. The most potential mangrove leaf extract is Avicennia alba mangrove leaf extract, then Bruguiera gymnorrhiza and the lowest is Rhizophora mucronata.
1988223003G1H014036STUDI KUALITATIF KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATANLatar Belakang: Pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan angka kematian bayi dan balita. Cakupan ASI eksklusif Puskesmas Purwokerto Selatan meningkat sebesar 48,2% pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui.
Metodologi: Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi pada lima ibu menyusui yang dipilih secara purposive sampling. Data kualitatif diperoleh dengan wawancara mendalam dan dilakukan triangulasi sumber data pada suami dan kader posyandu.
Hasil Penelitian: Keberhasilan ASI eksklusif didukung oleh faktor pemudah (pengetahuan dan sikap ibu, lingkungan sosial, budaya, IMD, pengalaman menyusui, motivasi ibu), faktor pemungkin (kondisi kesehatan ibu), dan faktor pendorong (dukungan suami, peran kader posyandu, peran kelompok potensial, sikap petugas kesehatan, promosi kesehatan ASI eksklusif).
Kesimpulan: Determinan yang mendukung keberhasilan ASI eksklusif adalah pengetahuan ibu baik, sikap ibu positif, tidak mengikuti budaya, motivasi kuat ibu, ibu sehat, dukungan suami baik, kader posyandu berperan positif, dan promosi kesehatan ASI eksklusif baik.
Kata Kunci: Keberhasilan ASI Eksklusif, Faktor, Kualitatif
Background: Exclusive breastfeeding can reduce infant and toddler mortality. Exclusive breastfeeding coverage in Purwokerto Selatan Public Health Center increased by 48.2% in 2017. This study aims to explore exclusive breastfeeding success on breastfeeding mothers.
Methodology: This qualitative descriptive research using phenomenology approach on five breastfeeding mothers) selected by purposive sampling. Qualitative data were obtained by in depth interviews and was triangulated based on data sources including husbands and posyandu cadres.
Results: Exclusive breastfeeding success are supported by easier factors (knowledge and attitudes, social environment, culture, early breastfeeding initiation, breastfeeding experience, motivation), enabling factors (maternal health conditions), reinforcing factors (husband support, posyandu cadre role, potential group role, health officer attitudes, exclusive breastfeeding health promotion).
Conclusions: Determinants supporting the success of exclusive breastfeeding are good mother's knowledge, mother's positive attitude, not following culture, strong mother’s motivation, healthy mother, good husband support, posyandu cadres being positive, and good exclusive breastfeeding health promotion.
Keywords: Success Exclusive Breastfeeding, Factors, Qualitative
1988322888F1K014007PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA KARTU DIKSI BERGAMBAR PADA SISWA KELAS VIII E
SMP NEGERI 2 SOKARAJA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan dan minat menulis puisi pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Sokaraja. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Sokaraja yang berjumlah 35 siswa. Objek penelitian ini adalah keterampilan menulis puisi siswa. Data diperoleh menggunakan instrumen tes dan non tes. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Kriteria keberhasilan tindakan ditentukan berdasarkan hasil proses dan produk.
Penggunaan media kartu diksi bergambar dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Sokaraja dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi pada setiap siklusnya. Perolehan nilai rata-rata menulis puisi pada siklus I yaitu 67,71 meningkat menjadi 77,07 pada siklus II. Persentase keberhasilan siklus I sebanyak 34,29% meningkat menjadi 81,82% pada siklus II. Pesentase ini dihitung dari banyaknya siswa yang telah mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal sebesar 75 yang telah ditetapkan pihak sekolah. Penggunaan media kartu diksi bergambar dalam pembelajaran menulis puisi dapat meningkatkan minat menulis puisi. Siswa mengalami perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Hasil data nontes, menunjukkan peningkatan pada beberapa aspek, yaitu antusias siswa, keaktifan mengerjakan tugas, ketepatan waktu mengumpulkan tugas, dan siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib. Peningkatan minat menulis puisi diperkuat berdasarkan hasil jurnal yaitu 77,14% siswa termotivasi untuk menulis puisi menggunakan media kartu diksi bergambar. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media kartu diksi bergambar dapat meningkatkan keterampilan dan minat menulis puisi.
This study aims to describe the improvement of skills and interest in writing poetry for class VIII E students of SMP Negeri 2 Sokaraja. This study is a Classroom Action Research (CAR) with research subjects of class VIII E of SMP Negeri 2 Sokaraja, amounting to 35 students. The object of this research is students' poetry writing skills. Data were obtained using test and non-test instruments. The data obtained in this study were analyzed using quantitative and qualitative techniques. The success criteria for an action are determined based on the results of the process and product.
The use of pictorial diction card media in learning to write poetry in class VIII E of SMP Negeri 2 Sokaraja can improve poetry writing skills in each cycle. The average value of writing poetry in cycle I is 67.71, increasing to 77.07 in cycle II. Percentage of success in the first cycle as much as 34.29% increased to 81.82% in the second cycle. This percentage is calculated from the number of students who have reached the minimum completeness criteria value of 75 that has been determined by the school. The use of pictorial diction card media in learning poetry writing can increase interest in writing poetry. Students experience behavioral changes in a more positive direction. The non-test data results showed an increase in several aspects, namely students' enthusiasm, active work on assignments, timeliness of collecting tasks, and students taking part in the learning activities in an orderly manner. The increasing interest in writing poetry was strengthened based on the results of the journal, namely 77.14% of students motivated to write poetry using illustrated diction cards. This shows that the use of pictorial diction card media can improve skills and interest in writing poetry.
1988423004G1D014022Hubungan Self Management dengan Depresi pada Pasien Paska Stroke di Poliklinik Syaraf RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga
Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit penyebab kematian dan kecacatan yang dapat mengakibatkan depresi. Faktor yang dapat memengaruhi depresi paska stroke yaitu mobilitas yang menurun. Mobilitas yang menurun dapat menyebabkan kemandirian menurun. Self management merupakan bagian dari kemandirian individu sehingga self management diduga memengaruhi depresi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self management dengan tingkat depresi pada pasien paska stroke di poliklinik syaraf RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan besar sampel adalah 76 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur self management yaitu The Southampton Stroke Self Management Quissionairre (SSSMQ). Sedangkan kuesioner yang digunakan untuk mengukur depresi yaitu kuesioner Beck Depression Inventory BDI-II. Data self management dan tingkat depresi dianalisis menggunakan uji statistik Kolmogorof-smirnov.
Hasil: Pasien paska stroke berada pada usia lansia (≥55 tahun), mayoritas laki-laki (64,5%), tingkat pendidikan SD (65,8%), sebagian besar tidak bekerja (67,1%). Mayoritas responden memiliki self management yang baik (75%) dan mengalami depresi minimal (68,4%). Hasil uji Kolmogorof-smirnov menunjukkan nilai p=0,002, artinya terdapat hubungan yang bermakna antara self management dengan tingkat depresi.
Kesimpulan: Ada hubungan antara self management dengan tingkat depresi pada pasien paska stroke.
Background : Stroke is one of the death and disability causes which can lead depression. The factor that can affecting post-stroke depression is the decreased mobility. Decreased mobility can causing the decreased independence. Self management is part of individual independence, thus self management is suspected lead depression.
Objectives: To examine the relationship between self-management and depression level among pasca-stroke patients at RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga neurological clinic.
Methods: This study was included in quantitative study with cross sectional approach. The subject was selected through consecutive sampling technique consisted of 64 respondents which fulfilled the inclusion and exclusion criteria. The instruments was used to measure self management was The Southampton Stroke Self Management Quissionairre (SSSMQ). The instruments was used to measure depression was Beck Depression Inventory (BDI-II). The data against self-management and depression were analyzed by Kolmogorof smirnov statistical test.
Results: Post-stroke patients were at an elderly (≥55 years), most respondents are man (64,5%), primary school education (65,8%), most of respondents did not work (67,1%). Most respondents had good self management (75%) and minimal depression (68,4%). The result of kolmogorof smirnov test obtained p=0,021. There was a significant correlation between self-management with depression level among pasca-stroke patients.
Conclusion: There was a significant corelation between self management and the depression.
1988523005G1D014040PERBEDAAN EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT PADA AREA LUMBAL DAN ABDOMINAL TERHADAP DISMENORHEA MAHASISWI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOLatar Belakang: Dismenorhea kebanyakan pada usia remaja dan menyebabkan ketidaknyamanan aktivitas sehari-hari dapat ditangani kompres hangat. Uterus dipersarafi oleh L1-S4 stimulasi pada lumbal dapat merangsang saraf desenden sehingga menghambat impuls nyeri, dan menghasilkan analgesik fisiologis. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan efektifitas kompres hangat area lumbal dan abdominal terhadap nyeri dismenorhea.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experimental pretest and posttest with control group. Populasi adalah 1.670 mahasiswi Unsoed berstatus aktif. Jumlah sampel 36 responden dibagi menjadi kelompok lumbal dan kelompok abdominal. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen menggunakan kuesioner skala nyeri dengan Numerical Rating Scale. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon, Mann-Whitney, dan Independent-Samples t-test.
Hasil: Rerata usia kedua kelompok 20.86 tahun, usia menarche 12.25 tahun, tekanan darah sistol 101.67 dan diastol 60.83, nadi 78.28, RR 17.44. Terdapat penurunan signifikan pada kelompok lumbal dan kelompok abdominal terhadap dismenorhea dengan nilai p=0,000. Tidak terdapat perbedaan pretest antara kedua kelompok dengan nilai p=0,517. Tidak terdapat perbedaan efektifitas posttest antara kedua kelompok dengan nilai p=0,251.
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan efektifitas kompres hangat antara kelompok lumbal dan kelompok abdominal terhadap dismenorhea.
Background: Dysmenorrhea mostly occur among adolescence and causes of discomfort during daily activity. It can be handled by warm compress. The uterus is innervated by L1-S4 stimulation in lumbar region and it can stimulate nerves desenden. It causes block impulse pain, and produce analgesic physiological. The aim of this study was to eximine the differences of effectiveness warm compress lumbar and abdominal region toward dysmenorrhea.
Method: The design of this study was used quasy experimental pretest and posttest with control group. The population of active Unsoed students was 1.670. The total sample was 36 respondents, and it was divided into lumbar and abdominal region. Sampling technique used accidental sampling. Numerical Rating Scale was used as instrumental quistionare. The data were analyzed by Wilcoxon, Mann-Whitney, and Independent-Samples t-test.
Result: The mean scores of age for each group was 20,86 years and menarche’s was 12,25 years, the blood systole pressure was 101,67 and 60.83 was the diastole pressure, the pulse was 78,28, RR was 17,44. There was a significant decreases of pain for lumbar and abdominal region toward dysmenorrhea with p=0,000. There was no differences score of pretest between lumbar and abdominal region with p=0,517. There was no differences effectiveness of posttest score between lumbar and abdominal region with p=0,251.
Conclusion: There was no difference effectiveness of warm compress between lumbar and abdominal region against dysmenorrhea.
1988623006G1F014072Analisis GC-MS Minyak Atsiri Daun Salam Curup dan Baturaden dan Aktivitasnya terhadap Pityrosporum ovaleTujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil GC-MS dan senyawa utama minyak atsiri daun salam daerah Curup dan Baturaden serta efek antifunginya terhadap P.ovale.

Metodologi: Penelitian secara eksperimental meliputi destilasi uap dan air daun salam asal Curup dan Baturaden untuk memperoleh minyak atsiri. Senyawa kimia dalam minyak diidentifikasi menggunakan GC-MS. Aktivitas antifungi minyak menggunakan metode uji difusi cakram.

Hasil penelitian: Rendemen minyak atsiri asal Curup sebesar 0,067%, sedangkan asal Baturaden sebesar 0,12%. Minyak atsiri Curup mengandung 7 senyawa utama, sedangkan asal Baturaden mengandung 4 senyawa utama. Diameter zona hambat uji antifungi minyak atsiri Baturaden sebesar 8,5-11,89 mm, sedangkan asal Curup sebesar 0 mm.

Kesimpulan: Profil GC-MS menunjukkan masing-masing 33 dan 37 senyawa teridentifikasi pada minyak atsiri daun salam asal Curup dan Baturaden. Senyawa utama minyak atsiri asal Curup ada 7, sedangkan asal Baturaden ada 4. Minyak atsiri daun salam Baturaden memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan fungi P.ovale dalam kategori resisten.
Goals: The aim of this research is to determine the GC-MS profile and main constituents of bay leaves essential oil originated from Curup and Baturaden, and their antifungal effect against P.ovale.

Methods: This research was experimentally which include steam and water distillation of bay leaves from Curup and Baturaden to obtain essential oil. Chemical compounds in oil were identified using GC-MS. The antifungal activity of essential oil used by disc diffusion test method.

Results: The yield of essential oil from Curup was 0.067%, while from Baturaden was 0.12%. Essential oil from Curup contained 7 major compounds, while from Baturaden contained 4 major compounds. The inhibitory zone diameter of essential oil from Baturaden was 8.5-11.89 mm, while from Curup was 0 mm.

Conclusion: The GC-MS profile showed 33 and 37 chemical constituents were identified in essential oil from Curup and Baturaden. The major compounds of essential oil from Curup were 7 compounds, while from Baturaden were 4 compounds. Bay leaves essential oil of Baturaden has inhibitory fungal activity against P.ovale in resistant category.
1988722998D1E011229HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN MOTIVASI PETERNAK SAPI PERAH
DI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik peternak sapi perah (umur, pendidikan, lama beternak) dan mengetahui motivasi peternak sapi perah berdasarkan motivasi biogenetis, sosiogenetis dan teogenetis di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Penetapan sampel responden digunakan metode sensus yaitu sebanyak 54 peternak. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui umur peternak, tingkat pendidikan, dan lama beternak dalam satuan tahun. Hasil penelitian diperoleh data yaitu umur peternak sapi perah di Kelompok Ternak Lestari 1, Lestari 2 dan Setia Kawan sebagian besar dalam kategori antara 15 – 59 tahun (92,6%), berpendidikan SMP (50,0%) dan lama beternak dalam kategori antara 10 – 20 tahun (87,0%). Motivasi peternak pada motivasi biogenetis, sosiogenetis dan teogenetis ada kecenderungan semakin tua usia motivasi ke arah teogenetis. Pendidikan makin tinggi cenderung motivasi ke arah biogenetis dan makin lama beternak motivasi ke arah motivasi sosiogenetis. The purpose of this study was to determine the characteristics of dairy farmers (age, education, length of breeding) and to know the motivation of dairy farmers based on biogenetic, sociogenetic and theogenetic motivation in Pekuncen District, Banyumas Regency. The research target is dairy farmers in Pekuncen District, Banyumas Regency. Determination of the sample of respondents used census method as many as 54 farmers. The study was conducted in Pekuncen Subdistrict, Banyumas Regency. The research method used is survey method. Descriptive analysis is used to determine the age of the farmer, the level of education, and the length of the farm in years. The results of the study obtained data, namely the age of dairy farmers in the Livestock Group Lestari 1, Lestari 2 and Setia Kawan mostly in the category between 15 - 59 years (92.6%), junior high school education (50.0%) and the length of farming in the intermediate category 10-20 years (87.0%). Farmers' motivation on biogenetic, sociogenetic and theogenetic motivations is the tendency of the older age of motivation in theogenetic direction. Higher education tends to be motivated toward biogenetic and more motivated toward sociogenetic motivation.
1988823008G1H014032FORMULASI SELAI LEMBARAN TERONG BELANDA SEBAGAI MAKANAN PELENGKAP KAYA SERAT UNTUK MENU SARAPAN BAGI ANAK SEKOLAH Latar Belakang : Selai lembaran terong belanda merupakan makanan pelengkap yang praktis dalam penyajian dan tinggi kandungan serat sehingga tepat digunakan sebagai makanan pelengkap untuk menu sarapan bagi anak sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi gula, proporsi terong belanda dan apel yang dapat menghasilkan selai lembaran dengan karakteristik kimia terbaik dan sifat organoleptik yang dapat diterima

Metodologi : Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu konsentrasi gula (G) sebesar 30% (G1); 35% (G2); 40% (G3) dan proporsi terong belanda:apel (P) sebesar 90%:10% (P1); 80%:20% (P2); 70%:30% (P3). Sampel pada penelitian ini sebanyak 18 unit percobaan. Analisis variabel kimia menggunakan uji Ragam jika berbeda nyata dilanjut dengan Duncan’s Multiple Rank Test taraf 5% dan variabel organoleptik menggunakan Uji Friedman, jika berbeda nyata dilanjut dengan Uji Banding Ganda taraf 5%. Kombinasi perlakuan terbaik menggunakan Indeks Efektivitas.

Hasil : Perlakuan terbaik adalah formulasi dengan konsentrasi gula 35% dan proporsi terong belanda:apel 70%:30% yang menghasilkan total padatan terlarut 23,72%; kadar gula reduksi 3,37%; kadar serat pangan 5,49%; derajat keasaman 4; dengan tekstur lentur; warna merah kekuningan; aroma khas selai sedikit kuat; rasa sedikit asam dan tingkat kesukaan suka.

Kesimpulan : Selai lembaran dengan perlakuan konsentrasi gula 35% dan proporsi terong belanda:apel 70%:30% dengan takaran saji dua lembar memberikan persen AKG serat sarapan anak sekolah dasar 55,5-75,8%.
Background : Slice jam of tamarillo is a complementary food which practical in serving and high in fiber content, so that suitable for use as a complementary menu breakfast for school children. The research aims to determine the concentration of sugar, the proportion of tamarillo and apples that can produce sliced jam with the best chemical characteristics and acceptable sensory characteristics.

Methods : The research used Randomized Block Design with two factors that is sugar concentration (G) with amount of 30% (G1); 35% (G2); 40% (G3) and proportions of tamarillo:apple (P) with amount of 90%:10% (P1); 80%:20% (P2); 70%:30% (P3). The research samples consisted 18 experimental units. Chemical variables analysed with Analysis of Variance, if there significant different continued with Duncan’s Multiple Rank Test as level 5% and sensory variables analysed with Friedmant test, if there significant different continued by Comparative Test Dual as level 5%. Effectiveness Index used to obtain the best combination treatment.
Result : The best treatment is formulation with 35% sugar concentration and the proportion of tamarillo:apple 70%:30%. The product obtained total dissolved solids 23.72%; reducing sugar content 3.37%; dietary fiber 5,49%; degree of acidity (pH) 4; flexible texture; yellowish red color; rather strong aroma of jam; rather sour flavor and panelist like the sliced jam at overall assessment.

Conclusion : Sliced jam with treatment 35% sugar concentration and the proportion of tamarillo:apple 70%:30% with a serving size of two slice jam give a percent recommended dietary allowance of dietary fiber breakfast for school children 55.5-75.8%.
1988922945B1J014117Variasi Morfologi Carassius auratus auratus yang Diperdagangkan Di Wilayah PurwokertoIkan mas koki (Carassius auratus auratus) merupakan salah satu ikan hias popular yang banyak digemari dan dibudidayakan oleh masyarakat. Ikan mas koki memiliki banyak jenis yang diakibatkan karena perkawinan antara mutan dengan induk atau antara mutan dengan mutan dari induk yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter pembeda antar strain, jumlah strain ikan mas koki yang terdapat di wilayah Purwokerto. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling pada lokasi pedagang ikan mas koki yang terdapat di wilayah Purwokerto. Variabel yang diamati adalah karakter morfologi, morfometrik standar, meristik dan truss morphometrics. Parameter yang diukur adalah pengamatan morfologi, pengukuran morfometrik standar, perhitungan meristik dan perbandingan rasio antara jarak truss dengan panjang standar. Data morfologi dan morfometrik standar ditabulasikan kemudian dirasiokan dengan panjang standar tubuh kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai rata-rata, standar deviasi, modus dan median menggunakan program Excel. Hasil pengukuran truss morphometrics dianalisis dengan Uji F menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian ini diperoleh sebanyak enam strain keturunan ikan mas koki yang diperdagangkan di wilayah Purwokerto, diantaranya pearlscale, oranda, blackmoor, ranchu, tosakin dan telescope eye. Karakter morfologi yang dapat membedakan diantara enam keturunan adalah warna tubuh, warna sirip caudal, variasi bentuk mata, operkulum, bentuk kepala, bentuk tubuh, dan pola batang caudal.Goldfish (Carassius auratus auratus) is a popular ornamental fish are much favored and cultivated by the people. Goldfish have many types caused by marriage between mutant and mother or between mutants with mutants from the same parent. This study aims to determine the number of strain, distinguishing characters between strain of goldfish traded in the Purwokerto. The method used is a survey method with a purposive sampling technique at the location of goldfish farmers and traders located in the Purwokerto area. Variables observed were morphological characters, standard morphometrics, meristic and truss morphometrics. Parameters measured were morphological observations, standard morphometric measurements, meristic calculations and comparison of the ratio between truss distances and standard lengths. The tabulated morphology and standard morphometrics data were then laced with standard body length and then analyzed descriptively based on the mean value, standard deviation, mode and median using the Excel program. Truss morphometrics measurement results were analyzed by F test using SPSS 16. The results of this study obtained six strain of goldfish generation traded in the Purwokerto, including pearlscale, oranda, blackmoor, ranchu, tosakin, and telescope eye. Morphological characters that can distinguish between six breeds are body color, caudal fin color, variation in eye shape, operculum, head shape, body shape, and caudal stem pattern.
1989023009H1H014009PERTUMBUHAN LARVA IKAN NILA (Oreochromis niloticus)YANG DIBERI PAKAN MIKROKAPSUL BERBAHAN DASAR TEPUNG IKAN RUCAHMikrokapsul adalah pakan buatan yang berukuran 50 nm – 2,0 mm untuk larva ikan. Pembuatan pakan mikrokapsul dapat memanfaatkan sumber-sumber bahan baku lokal yaitu ikan rucah yang dijadikan sebagai tepung. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan larva ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang diberi pakan mikrokapsul berbahan dasar tepung ikan rucah. Pembuatan mikrokapsul dilakukan dengan menggunakan modifikasi metode dasar thermal cross-linking, serta menerapkan teknik pengeringan suhu konstan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. P1 inklusi tepung ikan rucah 20%, P2 inklusi tepung ikan rucah 30%, P3 inklusi tepung ikan rucah 40%, dan P4 (kontrol) tepung ikan rucah. Hasil penelitian pemberian pakan mikrokapsul dan tepung ikan rucah menunjukan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan berat mutlak dan panjang mutlak. P1 mempunyai pertumbuhan berat dan panjang mutlak yang lebih baik jika dibandingkan dengan P2 dan P3, namun pertumbuhan spesifik dan sintasan larva ikan nila tidak menunjukan pengaruh nyata (P>0,05). P4 (kontrol) mempunyai pertumbuhan lebih baik, karena kemungkinan dalam pembuatan mikrokapsul kurang sempurna.
Microcapsules is artificial feeds with diameter between 50 nm – 2,0 mm for fish larvae. Preparation of microcapsulated was utilized locally sourced raw materials which were trash-fish. The aim of this research was to know the growth and survival rate of Nila (Oreochromis niloticus) larvae fed with microcapsules based on trash fish meal. The preparation of microcapsules was done by using thermal cross-linking. Completely randomized design was applied using 4 treatment and 4 replication. P1 inclusion of trash fish meal 20%, P2 inclusion of trash fish meal 30%, P3 inclusion of trash fish meal 40%, and P4 (control) trash fish meal. The results of feed microcapsules and trash fish meal showed a significant effect (P <0.05) on the growth rate of absolute weight and absolute length. P1 has absolute weight and absolute length which is better when compared to P2 and P3, but not significant effect (P>0,05) on the specifik grwoth rate and survival rate of fish larvae. P4 (control) had better growth, because the possibility of making microcapsules is less than perfect.



1989125604F1B015052PENGARUH KOMUNIKASI PROGRAM, SUMBER DAYA, DISPOSISI
PELAKSANA, DAN STRUKTUR BIROKRASI TERHADAP
KEBERHASILAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN
HIV-AIDS MELALUI WARGA PEDULI AIDS DI KECAMATAN
MREBET KABUPATEN PURBALINGGA
Warga Peduli AIDS adalah salah satu program penanggulangan HIV-AIDS yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat, sehingga meningkatkan kepedulian kepada ODHA. Program ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan masyarakat yang responsif terhadap HIV-AIDS dan menumbuhkan kesadaran untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan dan positif antara Variabel Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi terhadap Keberhasilan Implementasi Kebijakan Penanggulangan HIV-AIDS melalui Warga Peduli AIDS di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survey. Sasaran pada penelitian ini adalah pengurus warga peduli aids dengan sampel 160 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, Kendall Tau, Kendall W, dan analisis regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari keempat variabel yang terdiri dari komunikasi program, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi berpengaruh positif terhadap keberhasilan implementasi. Hal ini membuktikan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap variabel dependen yaitu keberhasilan implementasi.
Warga Peduli Aids is one of the programs from the policy of HIV-AIDS Prevention that has a purpose for giving knowledge to the citizen about HIV and AIDS. This program expected to realize a responsive society about HIV and AIDS and then it can raise awareness of HIV-AIDS prevention. This research aims to determine the significant and positive influence among the variable of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure to the successful implementation of HIV-AIDS Prevention through Warga Peduli Aids Program in Mrebet, Purbalingga Regency. This research conducted in Mrebet, Purbalingga Regency. The research method used associative quantitative with a survey approach. The object of research is a member of Warga Peduli Aids with a sample of 160 people. Data collection used questionnaire and documentation. Data analysis method used frequency distribution, Kendall Tau, Kendall W, and ordinal regression analysis. The result of the research showed that of the four variable consisting of communication, resource, disposition, and bureaucratic structure had a positive influence on the success of the implementation. That sentence proves that all the independent variables have a significant and positive influence on the dependent variables that is the success of the implementation.

1989223010H1K013023ANALISIS KETEBALAN SEDIMEN MENGGUNAKAN SUB BOTTOM PROFILER DI PERAIRAN ALUR PELAYARAN CILACAPAlur pelayaran mempunyai fungsi sebagai jalan yang aman bagi kapal untuk keluar masuk wilayah pelabuhan. Alur pelayaran sering sekali mengalami pendangkalan yang diakibatkan oleh sedimentasi. Pendangkalan yang terjadi dapat dipantau dari ketebalan sedimen dasar perairan dengan sub bottom profiler. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ketebalan dan tipe sedimen berdasarkan sub bottom profiler dan mengetahui kontur ketebalan sedimen di alur pelayaran Cilacap. Analisis data penelitian ketebalan sedimen dengan menginterpretasi amplitude yang berasal dari echogram sub bottom profiler dengan nilai SS, skala kedalaman pada echogram dibuat layer pertama dan layer kedua kemudian dihitung selisih layernya untuk mendapatkan nilai ketebalan sedimen. Selanjutnya, nilai ketebalan dan posisi koordinat pemeruman data x,y,z dipetakan dengan menggunakan software surfer 13 untuk mendapatkan kontur ketebalan di alur pelayaran Cilacap. Hasil ketebalan sedimen di alur pelayaran Cilacap adalah kurang dari 1 meter. Tipe sedimen stasiun 1,2,3,4,5 dan 6 adalah lumpur dengan kategori laminasi. Tipe Sedimen stasiun 7,8,9 adalah pasir dengan kategori adalah laminasi tipis. Kontur ketebalan sedimen di alur pelayaran Cilacap adalah bervariasi yaitu antara 0,07 m sampai 0,58 m.Cruise line has a function as a safe path for ships enter and leave the port area. The cruise line was shallowed due to changes sedimentation. The superficial cruise line can be monitored from the basic thickness of sediments waters with sub bottom profiler. The purpose of this research is analyze the thickness and sediments type based on sub bottom profiler and to ascertain sediment thickness contour on Cilacap cruise line. Analysis of the sediment thickness with research data to interpret the amplitude derived from the echogram sub bottom profiler with the value of the depth scale on the SS, created the first layer echogram and a second layer then calculated the difference in layer to get the value of the thickness of sediments. Furthermore, the value of the thickness and position coordinates x,y,z are mapped by using surfer software 13 to get the thickness contours in Cilacap cruise line. The results of the thickness of the sediments in Cilacap cruise line is less than 1 meter. The type of sediment stations 1,2,3,4,5 and 6 are silt with laminate category. The type of sediment stations 7,8,9 is the sand with category is thin laminate. Sediment thickness contours in the Cilacap cruise line is varies between 0.07 m up 0.58 m.
1989323012B1J011155SELEKSI JAMUR INDIGENOUS LIMBAH BATIK, UJI DEKOLORISASI PEWARNA INDIGOSOL BIRU DAN AKTIVITAS ENZIMNYA Pewarna indigosol biru merupakan pewarna yang bersifat tahan terhadap degradasi dan karsinogenik, sehingga perlu dilakukan pengolahan yang efektif agar benar-benar aman apabila dibuang ke perairan. Pengolahan yang dapat diterapkan adalah pengolahan secara biologi menggunakan jamur indigenous limbah batik yang secara alami tumbuh dan telah beradaptasi dalam lingkungan limbah batik. Jamur yang hidup pada lingkungan terkontaminasi pewarna diketahui mampu mendegradasi senyawa – senyawa organik dan pencemar yang terdapat pada limbah pewarna. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi jamur indigenous yang diisolasi dari limbah batik yang berbeda dalam mendekolorisasi pewarna indigosol biru, menyeleksi isolat jamur yang memiliki kemampuan paling besar dalam mendekolorisasi pewarna indigosol biru dan mengetahui aktivitas enzim pada jamur yang memiliki kemampuan paling besar dalam mendekolorisasi pewarna indigosol biru. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 20 perlakuan dan 2 kali ulangan. Data persentase dekolorisasi pewarna yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 isolat jamur indigenous yang diisolasi dari limbah batik yang berbeda mampu mendekolorisasi pewarna indigosol biru. Isolat J3 merupakan isolat jamur yang paling efektif dalam mendekolorisasi pewarna indigosol biru dengan persentase dekolorisasi sebesar 92,572% dan rata – rata berat kering miselium sebesar 0,45 gram. Berdasarkan hasil identifikasi, isolat J3 merupakan isolat Penicillium sp. Isolat tersebut memiliki aktivitas enzim mangan peroksidase, lignin peroksidase dan lakase. Isolat Penicillium sp. memiliki aktivitas enzim lignin peroksidase lebih tinggi dibandingkan dengan enzim mangan peroksidase dan lakase.Indigosol blue dye is a dye that is resistant to degradation and carcinogenic, so it is necessary to be processed effectively so it will be completely safe when discharged into water environment. Method that can be applied is a biological treatment using indigenous fungi batik waste that naturally grows and has adapted in batik waste environment. Fungi that live in dye-contaminated environments are known to be able to degrade organic compounds and contaminants found in dye waste. The purpose of this study is to know the potential of indigenous fungi isolated from different batik waste in decolorizing indigosol blue dyes, select the fungal isolates that have the greatest ability to decolorize indigosol blue dyes and to know the enzyme activity in fungi that have the greatest ability to decolorize indigosol blue dyes. The research method used experimental method with Completely Randomized Design consisted of 20 treatments and 2 replications. Percentage data of dye decolorization obtained were analyzed using variance analysis with 95% and 99% confidence level. The results showed that 20 isolates of indigenous fungi isolated from different batik wastes were able to decolourize indigosol blue dyes. Isolate J3 is the most effective fungal isolate in decolorizing indigosol blue dye with 92,572% decolorization percentage and average dry weight of mycelium 0,45 gram. Based on identification result, isolate J3 is isolate Penicillium sp. These isolates have enzyme activity of manganese peroxidase, lignin peroxidase and lacase. The enzyme activity of lignin peroxidase is higher than manganese peroxidase and lacase.
1989423015D1E011196Perilaku Konsumen Produk Susu Pasteurisasi Koperasi Pesat Kabupaten BanyumasPenelitian yang berjudul “Perilaku Konsumen Produk Susu Pasteurisasi Koperasi Pesat Kabupaten Banyumas” bertujuan : (1) Menggambarkan profil sosio demografi konsumen susu pasteurisasi produksi Koperasi PESAT dan (2) Menganalisis perilaku konsumen terkait dengan orientasi konsumsi (tujuan konsumsi, frekuensi konsumsi, akses informasi produk, dan pengambilan keputusan konsumsi). Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan 30 responden yang dipilih menggunakan metode quote sampling dengan teknik pengambilan responden incidental sampling pada konsumen susu di showroom penjualan Koperasi PESAT. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden susu pasterurisasi Koperasi PESAT di dominasi golongan usia muda dengan rataan 23,63 tahun, sebagian besar berjenis kelamin laki laki dengan katar belakang pelajar dan pegawai swasta. Responden sebagian besar melakukan pembelian susu Koperasi PESAT ditujukan untuk penjualan kembali. Konsumen langsung sebagian besar melakukan pembelian tiga kali perbulan. Harga dan lokasi menjadi prioritas tertinggi yang dipertimbangkan konsumen dalam melakukan aktifitas pembelian. Sebagian besar konsumen tertarik membeli produk susu Koperasi PESAT dikarenakan warna/rasa dan pemahaman kandungan gizi. Konsumen memiliki penilaian yang bagus terhadap kualitas produksi susu Koperasi PESAT. Research entitled “CONSUMER BEHAVIOR OF PASTEURIZATION MILK OF PESAT COOPERATIVE BANYUMAS DISTRICT " aims: (1) Describe the socio-demographic profile of pasteurized milk consumers produced by PESAT Cooperative and (2) Analyzing consumer behavior related to consumption orientation (consumption goals, consumption frequency, access to product information, and consumption decision making). The study was conducted using a survey method with 30 respondents selected using the quote sampling method with incidental sampling respondents' retrieval techniques on milk consumers in the PESAT Cooperative sales showroom. The data obtained were analyzed using descriptive statistics. The results of this study indicate that PESAT Cooperative pasterurized milk respondents were dominated by young people with an average of 23.63 years, most of them were male with the back of students and private employees. Most of the respondents purchased PESAT Cooperative milk for resale. Most direct consumers make purchases three times per month. Prices and locations are the highest priority that consumers consider in purchasing activities. Most consumers are interested in buying PESAT Cooperative milk products due to the color / taste and understanding of nutritional content. Consumers have a good assessment of the quality of PESAT Cooperative milk production.
1989523144B1J011011HUBUNGAN ANTARA NITRAT DAN FOSFAT DENGAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN WADUK SEMPOR, KEBUMENSecara alamiah konsentrasi zat hara dalam perairan bervariasi untuk masing-masing bentuk senyawanya, termasuk nitrat dan fosfat. Namun dalam kondisi tertentu dapat terjadi keadaan di luar batas yang dinyatakan aman untuk kategori perairan tertentu. Peranan nitrat dan fosfat yang terkandung didalam perairan sebagai unsur penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisme didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui konsentrasi nitrat (N03), fosfat (P04), dan klorofil-a Waduk Sempor. 2). Untuk hubungan antara nitrat (N03), fosfat (P04), dan klorofil-a di Waduk Sempor.
Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Parameter utama yang diukur adalah Nitrat, Fosfat, dan Klorofil-a. Parameter pendukung yaitu kualitas air. kualitas air yang diukur meliputi faktor fisika - kimia perairan yang berupa suhu, kecerahan, kedalaman, pH, oksigen terlarut (DO). Variabel yang diukur pada penelitian ini yaitu konsentrasi klorofil-a, konsentrasi nitrat, konsentrasi fosfat. Hubungan konsentrasi klorofil-a dan konsentrasi nitrat, dan konsentrasi klorifil-a denan fosfat digunakan analisis Regresi dan Kolerasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi nitrat, fosfat, dan klorofil-a mengalami kenaikan dan penurunan. Hubungan antara klorofil-a dengan nitrat menunjukan nilai korelasi R Sq 27,3%. Hubungan antara klorofil-a dengan fosfat menunjukan nilai korelasi R Sq 5,2%.
Naturally the concentration of nutrients in water varies for each form of compounds, including nitrates and phosphates. However, in certain conditions there may be circumstances beyond the stated safe limits for certain water categories. The role of nitrates and phosphates contained in water as an important element for the growth and survival of organisms therein. The purpose of this study is 1). To determine the concentration of nitrate (N03), phosphate (P04), and chlorophyll-a Sempor Reservoir. 2). For the relationship between nitrate (N03), phosphate (P04), and chlorophyll-a in Sempor Reservoir. This research uses survey method with purposive sampling technique. The main parameters measured are Nitrate, Phosphate, and Chlorophyll-a. Supporting parameters are water quality. Water quality measured includes physical - chemical water factors in the form of temperature, brightness, depth, pH, dissolved oxygen (DO). The variables measured in this study are chlorophyll-a concentration, nitrate concentration, phosphate concentration. The relationship between chlorophyll-a concentration and nitrate concentration, and the concentration of chloryphyl-a and phosphate are used by Regression and Chromatography analysis. The results showed that the value of concentration nitrate, phosphate, and chlorophyll-a increases and decreases. The relationship between chlorophyll-a and nitrate showed a weak correlation value R Sq 27.3%. The relationship between chlorophyll-a and phosphate showed a weak correlation value R Sq 5.2%.
1989625605F1K014029Nilai Karakter dalam Novel Genduk Karya Sundari Mardjuki (Pendekatan Sosiologi Sastra)Penelitian ini berjudul “Nilai Karakter dalam Novel Genduk Karya Sundari Mardjuki (Pendekatan Sosiologi Sastra)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Unsur intrinsik yang terdapat pada novel Genduk karya Sundari Mardjuki (2) Nilai-nilai karakter yang terdapat dalam novel Genduk karya Sundari Mardjuki.
Penelitian ini merupakan deskriptif analisis, karena data dalam penelitian ini berwujud kalimat atau penggalan-penggalan wacana novel yang didalamnya mengandung nilai karakter. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Genduk Karya Sundari Mardjuki. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pembacaan heuristik dan hermeneutika. Hasil analisis data dalam penelitian ini disajikan dengan menggunakan metode penyajian informal.
Hasil penelitian menunjukan bahwa unsur intrinsik pada novel Genduk Karya Sundari Mardjuki antara lain: Tema, latar, alur, penokohan dan sudut pandang. Nilai karakter yang terdapat dalam novel Genduk karya Sundari Mardjuki yaitu: (1) Religius (2) Jujur, (3) Disiplin, (4) Kerja keras, (5) Kreatif, (6) Demokratis, (7) Rasa ingin tahu, (8) Menghargai prestasi, (9) Bersahabat, (10) Gemar membaca, dan (11) Peduli sosial. Novel Genduk karya Sundari Mardjuki memiliki kesesuaian/relevan untuk digunakan sebagai salah satu materi dalam pembelajaran sastra di SMA

Kata Kunci: Nilai−nilai Karakter, Sosiologi Sastra, Genduk.
This research is entitled "Character Value in Genduk Novel by Sundari Mardjuki (Sociology Approach to Literature)". The research aims to describe (1) the intrinsic element found in Sundari Mardjuki's Genduk novel (2) Character values contained in the novel Genduk by Sundari Mardjuki.
This research is a descriptive analysis research, because the data in this study are in the form of sentences or fragments of novel discourse which contain character values. The data source in this study is the Genduk Karya Sundari Mardjuki novel. The data were collected by using library techniques and documentation. The data analysis method used in this study uses heuristic and hermeneutic reading methods. The results of data analysis in this study are presented using informal presentation methods.
The results showed that the intrinsic elements of the Genduk Karya Sundari Mardjuki novel included: Themes, background, plot, characterization and point of view. The character values found in Sundari Mardjuki's Genduk novel are: (1) Religious (2) Honest, (3) Discipline, (4) Hard work, (5) Creative, (6) Democratic, (7) Curiosity, ( 8) Appreciating achievements, (9) Friendly, (10) Loving to read, and (11) Caring socially. Genduk's novel by Sundari Mardjuki has relevance to be used as one of the material in learning literature in high school

Keywords: Character Values, Sociology of Literature, Genduk
1989725731C1I015006THE EFFECT OF TECHNOLOGY UTILIZATION, INTERNAL CONTROL SYSTEM AND HUMAN RESOURCES CAPACITY ON THE QUALITY OF FINANCIAL STATEMENTS IN SAVING AND LOAN COOPERATIVES IN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi, sistem pengendalian internal, kapasitas sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan dalam koperasi simpan pinjam. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh koperasi simpan pinjam di Banyumas. Penelitian ini menggunakan Teori Penilaian Tangga Pengembangan. Data penelitian diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner dengan teknik stratified random sampling yang tidak proporsional dan pendekatan kuantitatif SPSS 23.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pada koperasi simpan pinjam di Banyumas. Sistem pengendalian internal berpengaruh negatif terhadap kualitas laporan keuangan pada koperasi simpan pinjam di Banyumas. Kapasitas sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan dalam koperasi simpan pinjam di Banyumas.
Implikasi untuk penelitian ini koperasi simpan pinjam di Banyumas perlu mempertahankan dan meningkatkan pemanfaatan teknologi yang ada, sehingga kesempurnaan, keakuratan, dan kecepatan dalam pelaporan laporan keuangan semakin ditingkatkan dan semakin mutakhir sesuai dengan kebutuhan koperasi. sistem pengendalian internal telah dilakukan secara efektif dan efisien jika struktur organisasi koperasi harus dibentuk. Untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, koperasi harus memastikan keterampilan untuk staf mereka, dan juga memberikan pelatihan secara berkala untuk staf mereka.
This study aims to analyze the effect of technology utilization, internal control system, human resources capacity on the quality of financial statements in savings and loan Cooperatives. The population in this study was all savings and loan Cooperatives in Banyumas. This study used Theory of Development Ladder Assessment. The research data was obtained directly from respondents through a questionnaire with disproportionate stratified random sampling technique and quantitative approaches of SPSS 23.
The results of this research indicate that the technology utilization has a positive effect on the quality of financial statements in savings and loan cooperatives in Banyumas. Internal control system has a negative effect on the quality of financial statements in savings and loan cooperatives in Banyumas. Human resources capacity has a positive effect on the quality of financial statements in savings and loan cooperatives in Banyumas.
The implication for this research savings and loan cooperatives in Banyumas need to maintain and improve existing technology utilization, so that perfection, accuracy and speed in reporting financial reports are increasingly enhanced and more up to date according to the needs of the cooperative. internal control system has been carried out effectively and efficiently if cooperative organizational structure must be formed. To improve human resources capacity cooperatives have to make sure skill for their staff, and also giving the training periodically for their staff.
1989825606F1C015018Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media komunikasi Pemasaran Dan Promosi Trans Jateng Dalam Menarik Minat KonsumenPada era sekarang ini perkembangan teknologi bergerak sangat cepat. Begitupun didalam teknologi informasi, yang mana pada era sekarang terkenal dengan era digital. Didalam era digital ini segala informasi dapat dicari dan dibagi. Didalam era digital terdapat media sosial, yang mana didalam media sosial dapat melakukan interaksi dengan orang banyak. Perkemabangan media sosial ini dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran, salah satu yang menggunakan media sosial dijadikan sebagai alat informasi dan pemasaran yaitu BRT Trans Jateng. BRT Trans Jateng memberikan informasi kepada para konsumennya menggunakan media sosial karena efektif dilakukan karena dapat diakses secara cepat dan disebarkan secara luas. Tujuan utama dari pemanfaatan media sosial ini untuk menarik para konsumen dan calon konsumen untuk menggunaan BRT Trans Jateng terutama rute Purwokerto – Purbalingga. Fenomena ini dijadikan penulis sebagai sebuah penelitian yang berjudul “Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Komunikasi Pemasaran dan Promosi Trans Jateng Dalam Menarik Minat Konsumen”. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan media sosial sebagai media promosi Trans Jateng (rute Purwokerto- Purbalingga) dalam menarik minat konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan media sosial sebagai media promosi Trans Jateng (rute Purwokerto- Purbalingga) dalam menarik minat konsumen.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Serta teori yang digunakan didalampenelitian ini menggunakan teori komunikasi pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence dan Process ) dan Promotion Mix (Advertising, Personal Selling, Sales Promotion, Publicity and Direct Marketing) . Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dapat diperoleh dari hasil wawancara dan observasi dilapangan .
Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa promosi BRT Trans Jateng rute Purwokerto – Purbalingga didalam media sosial Instagram, Facebook dan Youtube sangatlah efektif dilakukan. Melihat dari respond beberasa narasumber yang diwawancarai menunjukan bahwa peranan media sosial dianggap sebagai media yang sangat efektif, karena dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan luas. Jumlah penumpang juga terus meningkat dilihat dari data perbulan.
In the current era, technological developments are moving very fast. Like in information technology, which in the present era is famous for the digital era. In this digital era all information can be searched and shared. In the digital era there is social media, in social media we can interact with many people. The development of social media can be used for a marketing , one of which uses social media as an information and marketing is BRT Trans Jateng. BRT Trans Jateng provides information to consumers using social media, because it is effective, it can be accessed quickly and widely disseminated. The main purpose of the use of social media is to attract consumers and potential consumers to use BRT Trans Jateng , especially Purwokerto - Purbalingga route. Writer use this phenomenon as a study. The tittle of this research is " Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Komunikasi Pemasaran dan Promosi Trans Jateng Dalam Menarik Minat Konsumen ". The problem statement of this study is how the use of social media as a promotional media for BRT Trans Jateng (Purwokerto-Purbalingga route) in attracting consumer interest. The purpose of this study is to find out how the use of social media as a promotional media for BRT Trans Jateng (Purwokerto-Purbalingga route) in attracting consumer interest.
This study uses a qualitative method. The theory in this research uses the theory of marketing communication 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence and Process) and Promtion mix there are (Advertising, Personal Selling, Sales Promotion, Publicity and Direct Marketing). The data sources used are primary data and secondary data that can be obtained from the results of interviews and observations in the field.
Based on the data analysis conducted, the result is that the promotion of BRT Trans Jateng in Purwokerto - Purbalingga route on Instagram, Facebook and Youtube social media was very effective. Looking at the responses of several interviewees, it was shown that the role of social media was considered a very effective media, because it could reach the community quickly and widely. The number of passengers also increase seen from monthly data.
1989923013G1D014075PENGARUH RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER IIILatar Belakang: Ibu hamil trimester III mengalami kecemasan yang terus meningkat dan intensif seiring dengan mendekatnya kelahiran bayi. Kecemasan dapat memberikan efek negatif bagi ibu dan bayi. Teknik relaksasi genggam jari merupakan salah satu teknik relaksasi yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan.
Tujuan: Mengetahui pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap kecemasan ibu hamil trimester III.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experimental pretest and posttest with control group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Sampel berjumlah 36 (18 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol). Instrumen kecemasan yang digunakan yaitu Zung-Self Anxiety Rating Scle (ZSAS). Uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon, Mann-Whitney, dan Paired T Test.
Hasil: Rata-rata usia kelompok intervensi yaitu 28,17 tahun dan kontrol yaitu 28,83 tahun. Kebanyakan responden berpendidikan SMA/SMK dan mayoritas tidak bekerja. Tidak ada perbedaan skor kecemasan antara kelompok intervensi dan kontrol sebelum perlakuan dengan p=0.135. Terdapat perbedaan skor kecemasan kedua kelompok sesudah perlakuan dengan p=0,000.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh relaksasi genggam jari terhadap kecemasan ibu hamil trimester III.
Background: Pregnant women in the third trimester have increased intensively anxiety along with the approaching of childbirth. Anxiety can have a negative effect on mother and baby. One of relaxation technique used to deal with anxiety is the fingerhold relaxation technique.
Objective: To determine the effect of fingerhold relaxation technique on maternal anxiety in the third trimester.
Method: This study used quasy experimental pretest and posttest with control group design. Sampling technique used purposive sampling. A total of 36 respondents were divided into intervention (18) and control group (18). The anxiety instrument used Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS). Data was analyzed by Wilcoxon, Mann-Whitney, and Paired T-test.
Results: The mean age of the intervention group was 28.17 years old and control group was 28.83 years old. Majority of respondents had high school / vocational education and did not work. There were no differences in anxiety scores between the intervention group and control group before treatment with p = 0.135. There were differences in anxiety scores on between groups after treatment with p = 0,000.
Conclusion: There was an effect of fingerhold relaxation on the anxiety of third trimester pregnant women.
1990022920C1K011017The Effect of Company’s Characteristic on Capital Structure Based on Pecking Order Theory (Empirical Study on Trade, Services, and Investment Companies Listed on Indonesia Stock Exchange)Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji signifikansi pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, pertumbuhan aset, struktur aset, kepemilikan saham oleh institusional, likuiditas, non-debt tax shield maupun leverage operasi terhadap struktur modal berdasarkan teori Pecking Order. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan populasi sebanyak 131 perusahaan sektor perdagangan, jasa dan investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016. Berdasarkan teknik purposive sampling, maka dapat ditentukan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 23 perusahaan. Namun, mengacu pada hasil uji outlier diketahui terdapat 15 perusahaan yang harus dikeluarkan dari sampel karena memiliki data outlier sehingga terdapat 8 perusahaan sampel dalam penelitian ini. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal dan leverage operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Namun, struktur aset memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal, likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal, serta non-debt tax shield memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Namun, pertumbuhan aset memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap struktur modal dan kepemilikan institusional memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap struktur modal.The aim of this research was to analyze the significant effect of profitability, firm size, assets growth, assets structure, institutional ownership, liquidity, non-debt tax, shield as well as operating leverage on capital structure based on pecking order theory. Type of this research is a case study with population of 131 companies of trade, services, and investment sector listed on Indonesia Stock Exchange in 2012-2016. Based on purposive sampling technique, it can be determined the sample size within study of 23 companies. Refers to the result test of outliers data, it is known that 15 companies were dropped as sample that have the significant outliers data, so there are 8 sample companies within study. Furthermore, technique data analysis within study uses multiple regression analysis. Based on the result of data analysis, it can be concluded that firm size has positive and significant effect on capital structure and operating leverage has positive and significant effect on capital structure. However, assets structure has positive and insignificant effect on capital structure. Profitability has negative and significant effect on capital structure, liquidity has negative and significant effect on capital structure, as well as non-debt tax shield has negative and significant effect on capital structure. However, assets growth has negative and insignificant effect on capital structure and institutional ownership has negative and insignificant effect on capital structure.