Artikelilmiahs
Menampilkan 19.901-19.920 dari 50.084 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19901 | 23014 | G1H014015 | PERILAKU KEBIASAAN MAKAN PADA REMAJA PUTRI YANG BERISIKO TERPAPAR ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | LATAR BELAKANG : Anemia adalah salah satu masalah kesehatan yang belum terselesaikan terutama bagi remaja putri. Remaja putri yang mengalami anemia lebih berisiko saat hamil di masa mendatang. Salah satu faktor pendorong kejadian anemia remaja putri adalah perilaku kebiasaan makan yang belum baik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku kebiasaan makan pada remaja putri yang berisiko terpapar anemia di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. METODOLOGI : Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan total 18 subjek, yaitu 6 informan utama dan 12 informan. HASIL PENELITIAN : Perilaku kebiasaan makan remaja putri belum bergizi seimbang dan belum beranekaragam. Remaja putri melewatkan jam makan atau hanya makan jajanan saja. Asupan zat besi dan protein hewani, sayuran dan buah masih rendah dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Selain itu, remaja putri masih sering konsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi (teh, susu) setelah makan. Faktor-faktor pendorong perilaku kebiasaan makan remaja putri adalah pengetahuan, status sosial ekonomi, pengaruh teman sebaya, paparan informasi dari media massa, body image, akses pelayanan kesehatan, hygiene dan sanitasi. KESIMPULAN : Perilaku kebiasaan makan remaja putri belum teratur, jarang membawa bekal, masih kurangnya konsumsi makanan bergizi seimbang dan belum beranekaragam. | BACKGROUND : Anemia is one of the unresolved health problems especially for female adolescents. Female adolescents who have anemia cause more at risk during pregnancy in the future. One of the factors which caused anemia in female adolescents is the eating habits that haven’t been good. The purpose of this study is describing the eating habits in female adolescents which are assessed by anemia in the work area of Puskesmas Kedungbanteng, Banyumas Regency. METHODS : This study is descriptive qualitative study with 18 subjects, consist of 6 main subjects and 12 secondary subjects. RESULT : The eating habits of female adolescents are still not yet balanced and diverse consumption. Female adolescents often skip meals or just eat snacks. Female adolescents have low iron from animal protein intake, vegetables and fruits of daily food consumption. In addition, female adolescents often eat food that can inhibit the absorption of iron (tea, milk) after eating. The factors that can stimulate the eating habits of female adolescents are knowledge, socio economic status, peer influence, exposure of information from mass media, body image, access to health services, hygiene and sanitation. CONCLUSION : The eating habits of female adolescents is not yet organized, rarely bring packed meal, still lack of having food with diverse and balance nutrition. | |
| 19902 | 22874 | B1J014156 | PENGARUH PEMBERIAN BENZILADENIN (BA) TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLETANGGREK HITAM (Coelogyne pandurata Lindl.) SECARA IN VITRO | Anggrek hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) merupakan salah satu jenis anggrek alam yang banyak diminati oleh masyarakat dan merupakan spesies endemik dari Kalimantan. Keberadaan anggrek hitam yang semakin menurun dan terancam punah mengakibatkan keberadaannya di alam menjadi langka dikarenakan pengambilan yang berlebih dan relatif sulit dilakukan perbanyakan generatif di alam karena ukuran biji anggrek yang kecil dan tidak memiliki endosperm. Oleh sebab itu perlu adanya upaya untuk melestarikan anggrek langka dan peningkatan produksi bibit tanaman anggrek hitam dengan perbanyakan tanaman, baik perbanyakan generatif maupun vegetatif secara in vitro. Pemberian zat pengatur tumbuh berupa Benziladenin (BA) dapat digunakan untuk memacu pertumbuhan planlet yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian BA terhadap pertumbuhan planlet anggrek hitam dan mengetahui konsentrasi BA terbaik terhadap pertumbuhan planlet anggrek hitam secara in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 konsentrasi BA yaitu 0 ppm; 0,5 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm; 2 ppm dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumah akar dan panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA (Analisis of variance) dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kepercayaan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BA berpengaruh terhadap pertumbuhan planlet anggrek hitam. Konsentrasi terbaik untuk multipikasi tunas terdapat pada perlakuan BA 1,5 ppm yang menghasilkan 4 tunas dan penambahan BA 1 ppm merupakan konsentrasi yang optimal untuk meningkatkan panjang akar mencapai 13 mm. | Black orchid (Coelogyne pandurata Lindl.) is one of species orchid nature which is liked by people and an endemic species from Kalimantan. The existence of black orchid was decreased and its extinction threatened to be extinct causes existence in their habitat become rare and relatively difficult to do generative propagation in nature because the small size of seed and don’t have endosperm. Therefore in vitro propagation was performed and increasing seed production of black orchid by plant propagation, with generative propagation or vegetative propagation in vitro culture. Addition plant growth regulator like BA can use to stimulate on optimal growth of planlet black orchid. The aim of this study was to determine the effect of BA on the growth of black orchid plantlets and determine the best BA concentration on the growth of black orchid plantlets in vitro. This research used experimental methods through a completely randomized (CRD), with BA treatment consists of 5 consentration: 0; 0,5; 1; 1,5; 2 (ppm), each treatment was multiplied three times. Parameters that observed in this research were days of the buds appear, number of buds, number of root and length of root. Data obtained were analysed with ANOVA (Analysis of Variance) and continued with BNT test in 5% level. The results showed that BA had significantly effect on number of buds and length of root but has no significantly effect on number of root. BA in 1,5 ppm was the best consentration for parameter number of buds reached 4 buds and the addition of 1 ppm BA was an optimal treatment to increase length of root 13 mm. | |
| 19903 | 23022 | C1K011033 | FACTORS INFLUENCING BRAND SWITCHING BEHAVIOR: ROLE OF VARIETY SEEKING NEED AS MODERATOR VARIABLE (Survey on Smartphone Customers in Purbalingga Who Switch from Samsung to Another Brand) | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PERPINDAHAN MEREK: PERAN KEBUTUHAN MENCARI VARIASI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (Survei Terhadap Konsumen Smartphone di Purbalingga yang Beralih dari Samsung ke Merk Lain)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ketidakpuasan maupun karakteristik kategori produk terhadap perpindahan merek, untuk menganalisis peran moderasi dari variabel kebutuhan mencari variasi terhadap hubungan kausal antara ketidakpuasan maupun karakteristik kategori produk dengan perpindahan merek, serta untuk menganalisis pengaruh langsung dari persepsi harga maupun promosi pesaing terhadap perpindahan merek. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah semua konsumen smartphone di Purbalingga yang pernah menggunakan merek Samsung dan mereka beralih ke merek lain yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik interval taksiran dan pendapat dari Hair et al., sehingga dapat ditentukan ukuran sampel dalam penelitian sebanyak 150 responden. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ketidakpuasan dan karakteristik kategori produk mempunyai pengaruh yang positif terhadap perpindahan merek, kebutuhan mencari variasi tidak memoderasi pengaruh ketidakpuasan maupun karakteristik kategori produk terhadap perilaku perpindahan merek, dan persepsi harga maupun promosi pesaing mempunyai pengaruh yang positif terhadap perpindahan merek. Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat dimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk meminimalisir perilaku perpindahan merek dari para pelanggannya, manajer pemasaran produk smartphone merek Samsung perlu memprioritaskan kebijakan pemasaran untuk mengatasi ketidakpuasan pelanggan, karakteristik kategori produk, kebutuhan mencari variasi, persepsi harga dan promosi pesaing. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan mengurangi risiko yang dihadapi oleh pengguna smartphone Samsung agar terhindar dari keragu-raguan dan selalu menindaklanjuti keluhan pelanggan terkait dengan masalah atau kerusakan produk smartphone Samsung secara cepat dan akurat, menciptakan produk smartphone yang spesifik dan tidak dapat ditiru oleh para pesaing, menerapkan strategi diversifikasi produk smartphone Samsung melalui modifikasi produk yang ada atau menambahkan produk baru berdasarkan tingkat harga dan segmentasi pasar sasaran, membuat berbagai inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kegunaan produk smartphone Samsung sesuai dengan perubahan kebutuhan, keinginan dan preferensi konsumen, menetapkan harga produk smartphone Samsung yang lebih murah dibandingkan harga produk smartphone pesaing dengan tetap menjaga kualitas dan keunggulan produk, dan membangun citra merek “SAMSUNG” serta selalu menjaga dan memperkuat kualitas hubungan pemasaran jangka panjang dengan para pelanggannya agar mereka tidak terpengaruh oleh program promosi dari produk atau merek pesaing. | This research was entitled “FACTORS INFLUENCING BRAND SWITCHING BEHAVIOR: ROLE OF VARIETY SEEKING NEED AS MODERATOR VARIABLE (Survey on Smartphone Customers in Purbalingga Who Switch from Samsung to Another Brand)”. The aims of research were to analyze the effect of dissatisfaction as well as characteristic of product category on brand switching, to analyze the moderating role of variety seeking need on the causal relationship between dissatisfaction as well as characteristic of product category and brand switching, and so to analyze the direct effect of perceived price as well as competitors’ promotion on brand switching. Type of this research uses survey. Population of this research was all customers of smartphone in Purbalingga who ever use the Samsung brand and they switch to another brand of smartphone product which the number is uncertainty. Sampling technique of this study used interval estimate technique and the opinion by Hair et al., so it could be determined that sample size within study was 150 respondents. Furthermore, technique data analysis of this study used Structural Equation Model (SEM) analysis. Based on the result of data analysis, it could be concluded that dissatisfaction as well as characteristics of product category has a positive influence on brand switching, need of variety seeking no moderates the influence of dissatisfaction as well as characteristics of product category on brand switching, and perceived price to another brand as well as competitors’ promotion has a positive influence on brand switching. Refers to these conclusions, it could be implied that in order to minimize its customers’ brand switching behavior, marketing manager of Samsung smartphone products needs to make priority on marketing policy to address the customer dissatisfaction, characteristic of product category, need of variety seeking, perceived price and competitors’ promotion policies. The ways can be done by decrease the several risks are faced by Samsung smartphone users in order to minimize their feel doubt and always to follow up the customers’ complaints related to the problems or error of the Samsung smartphone product quickly and accurately, create the specific products of smartphone which cannot be imitated by competitors, apply the product diversification strategy through modifying existing products or adding the new product of Samsung smartphone based on price levels and target market segmentation, make the various technological innovations to improve the quality and usefulness of smartphone products in accordance with the changing needs, desires and consumers’ preferences, set price of Samsung smartphone products that are cheaper than price of competitors’ smartphone products with still maintain the quality and benefits of Samsung smartphone products, and build the brand image of “SAMSUNG”, and always maintain and strengthen the quality of long-term marketing relationships with its customers to keep them from being influenced by the promotional programs of competitors’ product or brand. | |
| 19904 | 22996 | D1E011058 | Studi Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Susu Pasteurisasi "MILBA" Koperasi Pesat Kabupaten Banyumas | Penelitian ini berjudul “Studi Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Susu Pasteurisasi “MILBA” Koperasi Pesat Kabupaten Banyumas yang telah dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2018 di di Wilayah Kerja Koperasi PESAT Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik konsumen (usia, jenis kelamin, dan pendidikan) dan atribut produk (rasa, kemasan, kandungan gizi, harga, promo penjualan, dan kemudahan mendapatkan produk) terhadap kepuasan konsumen susu pasteurisasi “MILBA” produksi Koperasi PESAT Kabupaten Banyumas. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis korelasi dalam penelitian ini menggunakan korelasi Spearman’s Rank. Hasil penelitian didapatkan bahwa (1) Tidak ada pengaruh usia dan jenis kelamin terhadap kepuasan konsumen. (2) Ada pengaruh pendidikan dan atribut produk (rasa, kemasan, kandungan gizi, harga, promo penjualan, kemudahan mendapatkan produk) terhadap kepuasan konsumen. Harga suatu produk mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap kepuasan konsumen. Kesimpulan bahwa konsumen merasa puas terhadap produk susu pasteurisasi “MILBA” Koperasi Pesat Kabupaten Banyumas. | This study is entitled “Study Of Customer Satisfaction On "MILBA" Pasteurization Milk Products Of PESAT Cooperation Banyumas Regency” which was conducted on July - August 2018 in the work area of Banyumas PESAT Cooperative. The purpose of this study was to analyze the influence of consumer characteristics (age, sex, and education) and product attributes (taste, packaging, nutrient content, prices, sales promotions, and ease of obtaining products) on the satisfaction of consumers of "MILBA" pasteurized milk produced by PESAT Cooperative of Banyumas Regency. Respondents in this study as many as 100 people. Correlation analysis in this study used Spearman 's Rank. The results showed that (1) there was no effect of age and sex on consumer satisfaction. (2) There is an influence of education and product attributes (taste, packaging, nutritional content, price, sales promotion, ease of obtaining products) on the satisfaction of consumers. The price of a product has the greatest influence on consumer satisfaction. Conclusion that consumers were satisfied with the "MILBA" pasteurized milk product of PESAT Cooperation Banyumas Regency. | |
| 19905 | 23018 | B1J011067 | KEANEKARAGAMAN DAN HUBUNGAN KEMIRIPAN KULTIVAR TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) DI KABUPATEN TEMANGGUNG DAN WONOSOBO | Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman kultivar tembakau serta hubungan kemiripan antar kultivar tembakau di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Parameter penelitian terdiri dari karakter morfologi batang, daun dan bunga dari masing-masing kultivar tembakau. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dari karakter morfologinya. Hubungan kemiripan dianalisis menggunakan metode UPGMA dengan software MEGA 10.0.1. Hasil Penelitian diperoleh dua belas kultivar tembakau yaitu Nicotiana tabacum ‘Mantili’, N. tabacum ‘Boyolali’, N. tabacum ‘Kemloko 3’, N. tabacum ‘Markotop’, N. tabacum ‘Kemloko Lokal’, N. tabacum ‘Madura’, N. tabacum ‘Sampoerna’, N. tabacum ‘Genjah’, N. tabacum ‘Kemloko 4’, N. tabacum ‘Jawa’, N. tabacum ‘Kopeng’ dan N. tabacum ‘Gober’. Hubungan kemiripan terdekat yaitu yaitu kultivar N. tabacum ‘Jawa’ dan N. tabacum ‘Sampoerna’ dengan indeks disimilaritas 0,19. Hubungan kemiripan terjauh yaitu N. tabacum ‘Kopeng’ dan N. tabacum ‘Jawa’.dengan indeks disimilaritas 0,88. | Tobacco (Nicotiana tabacum L.) is one of the most cultivated plant in Temanggung and Wonosobo Regencies. This research is aimed to find out the diversity and the similarity relationship of tobacco cultivar in Temanggung and Wonosobo Regencies.A survey method was used in this research by taking the samples with a purposive sampling. This research parameter consisted of stem, leaf and flower morphology of each tobacco cultivar. The morphological data were described and then analyzed based on the similarity relationship with UPGMA method using the MEGA 10.0.1 software. The result of this research showed that there were twelve tobacco cultivars namely Nicotiana tabacum ‘Mantili’, N. tabacum ‘Boyolali’, N. tabacum ‘Kemloko 3’, N. tabacum ‘Markotop’, N. tabacum ‘Kemloko Lokal’, N. tabacum ‘Madura’, N. tabacum ‘Sampoerna’, N. tabacum ‘Genjah’, N. tabacum ‘Kemloko 4’, N. tabacum ‘Jawa’, N. tabacum ‘Kopeng’ and N. tabacum ‘Gober’. The closely related tobacco are N. tabacum ‘Jawa’ and N. tabacum ‘Sampoerna’ cultivars with the dissimilarity index of 0,19. While the most distantly related was between N. tabacum ‘Kopeng’ and N. tabacum ‘Jawa’ cultivars with the dissimilarity index of 0,88. | |
| 19906 | 23089 | F1K014033 | PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN METODE PETA PIKIRAN BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 6 PURWOKERTO | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita Dengan Metode Peta Pikiran Berbantuan Media Gambar pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 6 Purwokerto”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis teks berita dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas VIII B SMP Negeri 6 Purwokerto setelah dilaksanakan pembelajaran menulis teks berita dengan metode peta pikiran berbantuan media gambar. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas VIII B SMP Negeri 6 Purwokerto yang berjumlah 36 siswa. Objek penelitian ini adalah keterampilan menulis teks berita siswa. Data ini diperoleh menggunakan teknik observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Selanjutnya, data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis teks berita dengan metode peta pikiran berbantuan media gambar dapat meningkatkan keterampilan dan minat menulis teks berita siswa. Peningkatan keterampilan dan minat dalam pembelajaran menulis teks berita terjadi dari tahap siklus I, dan siklus II. Nilai rata-rata menulis teks berita siswa pada siklus I yaitu 74,00 dalam kategori cukup, pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80,58 dalam kategori baik. Peningkatan keterampilan menulis teks berita diikuti dengan perubahan perilaku siswa ke arah yang positif, yaitu siswa semakin aktif, antusias, senang, dan semangat saat mengikuti pembelajaran menulis teks berita. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode peta pikiran berbantuan media gambar dapat meningkatkan keterampilan menulis teks berita. | SUMMARY This study entitled “The Improvement Skill on News Text Writing by Mind Map Method Assisted by Picture Media in B Eighth Graders in SMP Negeri 6 Purwokerto”. This study has purposed to describe about The improvement skill on news text writing and behavior change in B Eighth Graders in SMP Negeri 6 Purwokerto as well after the learning to write news text has been done by mind map method assisted by picture media. This Study is Class Action Research by using a subject of B Eighth Graders in SMP Negeri 6 Purwokerto that has 36 students. The object of this study is students writing skill on news text. The data has gained by using observation technique, journal, interview, and photo documentation. Further, the data that has been gained on this study has analysed by using quantitave technique and qualitative technique. The result of this class action study is showing that learning to write news text by mind map method assisted by picture media is able to be improving students’s skill and their interest to write news text. Improvement skill and interested in learning to write news text has happened from cycle phase I, and cycle II. Average value on students news text writing at cycle I is 74,00 in medium category, yet at cycle II it has improvement become 80,58 in good category. The improvement skill on news text writing has been followed by students behavior change into positive direction, which is the student becomes active, enthusiastic, happy, and passion more while they learning to write news text. This case shows that application of mind map method assisted by picture media can be improving writing skill on news text. Keyword: news text writing, mind map methode, picture media | |
| 19907 | 22892 | F1A014045 | PERAN PENGASUH CHILDREN LEFT BEHIND DI KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP JAWA TENGAH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR | Adipala merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Cilacap yang cukup signifikan dalam menyumbang jumlah Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Indonesia. Pengasuhan anak kemudian diberikan kepada figur ayah dan atau kerabat keluarga lainnya. Anak-anak tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Children Left Behind/CLB. Dalam pengasuhan, pendidikan CLB perlu diperhatikan, salah satunya yaitu dengan meningkatkan motivasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relasi antara pengasuh dengan CLB, peran dan kendala yang dihadapi pengasuh dalam meningkatkan motivasi belajar CLB serta upayanya dalam menyikapi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan 29 informan. Lokasi penelitian meliputi Desa Welahan Wetan, Glempangpasir dan Pedasong Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebagian besar para pengasuh di Adipala, Cilacap, umumnya sudah lebih dari 5 tahun mengurus CLB. Sebagian besar pengasuh adalah figur ayah dari CLB yang juga bekerja di luar rumah, sehingga relasi yang terjalin di antara keduanya kurang intim dan upaya peningkatan motivasi belajar CLB yang dilakukan pun kurang maksimal. Dalam meningkatkan motivasi belajar CLB, sebagian besar dilakukan secara lisan dan juga melibatkan pemberian hadiah dan hukuman. | Adipala is one of the important areas in Cilacap which contributes the number of women workers in Indonesia. Parenting is then replaced by the father's role or their family. Then, these children referred to as Children Left Behind/CLB. In parenting, the education of the CLB must be concerned and the only possible way is by lifting up their motivation to study. This research is aimed to find out the relation between the caretaker and the CLB, role, the caretaker's obstacle to raise up the CLB's motivation to study and the attempt to handle it. This research is using the descriptive qualitative method which is involved 29 informant. The locations of this research is Welahan Wetan, Glempangpasir and Pedasong in Adipala, Cilacap. The research result showed that the caretakers have been caretaking the CLB for more than five years. The majority of the caretakers are the fathers of the CLB itself who are also working, therefore the bond between them is less intimate and the attempt to raise up the CLB's motivation to study isn't maximum. In order to help the CLB being well motivated to study, the caretakers give them advise, reward and punishment. | |
| 19908 | 25607 | A1D115053 | Pola Segregasi Karakter Fisik Biji pada Tanaman Kedelai (Glycine max [L.] Merrill) Generasi F2 Hasil Persilangan Varietas Grobogan dan Genotipe Asal Nigeria | Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengestimasi bentuk sebaran dan pola segregasi karakter fisik biji F2 hasil persilangan kedelai varietas Grobogan dan genotipe asal Nigeria, 2) mengetahui jumlah gen yang mengatur karakter fisik biji kedelai generasi F2 hasil persilangan varietas Grobogan dan genotipe asal Nigeria, 3) mengetahui beberapa karakter agronomi generasi F2 hasil persilangan varietas Grobogan dan genotipe asal Nigeria beserta kedua tetuanya. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Oktober 2018 - Maret 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Augmented Design yang selanjutnya diuji kenormalan dengan uji Liliefors dan diuji dengan uji Khi Kuadrat. Faktor yang digunakan adalah genotipe F2 hasil persilangan varietas Grobogan dan genotipe asal Nigeria. Karakter yang diamati meliputi panjang biji, lebar biji, rasio panjang/lebar biji, bobot 100 biji, tinggi tanaman, bobot biji per tanaman, warna biji, dan warna hilum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran frekuensi karakter panjang biji, lebar biji, dan bobot 100 biji pada populasi F2 mengikuti kurva sebaran normal sehingga merupakan karakter kuantitatif sedangkan sebaran frekuensi untuk karakter rasio panjang/lebar biji tidak mengikuti sebaran normal sehingga merupakan karakter kualitatif. Jumlah gen yang mengendalikannya yaitu dua gen yang bekerja secara epistasis dominan duplikat dengan nisbah 15:1. Populasi F2 hasil persilangan kedelai varietas Grobogan dan genotipe asal Nigeria berada di antara kedua tetua kedelai varietas Grobogan dan genotipe asal Nigeria dengan karakter rerata tinggi tanaman 112 cm, warna biji kuning dan coklat, warna hilum coklat, dan rerata bobot biji per tanaman 13,04 gram. | The research aimed to : 1) estimate the form of distribution and segregation pattern of physical characteristics of the F2 seeds resulted from crossing Grobogan variety and Nigerian genotype, 2) know the total of gen that regulate the physical characteristics of the F2 generation soybean resulted from the crossing of Grobogan variety and Nigerian genotype, 3) know some charateristics agronomy of the F2 generation soybean resulted from the crossing of Grobogan variety and Nigerian genotype and the progeny. The research was conducted in the Screen House and Agronomy and Horticulture Laboratory of Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto in October 2018 – March 2019. The experimental design used is Augmented Design with Completely Randomized Design (CRD) which is then gone through normality test using Liliefors test a further testing using Khi Kuadrat test. Factor that is used is genotype F2 resulted from crossing Grobogan variety and Nigerian genotype. The observed variable were the length of seed, width of seed, length/width ratio of seed, the 100 seed weight, the plant height, the total weight of seeds per plant, the color of seed, and the color of hilum. The result of the research showed that the distribution of the character frequency of length of seed, the width of seed, and the 100 seed weight on F2 population follow the normal distribution curve which are quantitative character, while the distribution of the character frequency of the length/width ratio of seed do not follow the normal distribution curve which are qualitative character. The total of gen regulate this is two gen which work in duplicate dominant epistasis manner with 15:1 ratio. Population F2 the resulted from crossing Grobogan variety and Nigerian genotype between the two progeny soybean Grobogan variety and Nigerian genotype with the characteristic average of the pant height 112 cm, the color of seed yellow and brown, the color of hilum is brown, and the total weight of seeds per plant 13,04 grams. | |
| 19909 | 23020 | G1D014083 | PERBEDAAN KUALITAS HIDUP ANTARA LANSIA YANG MENJALANI GRANDPARENTING DAN NON-GRANDPARENTING DI DESA KARANGDADAP KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Pengasuhan cucu memiliki berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Hal tersebut akan mempengaruhi kesejahteraan hidup lansia. Persepsi individu terhadap kesejahteraan hidup berdasarkan kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual disebut dengan kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas hidup antara lansia yang menjalani grandparenting dan non-grandparenting di Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 30 lansia grandparenting dan 30 lansia non-grandparenting. Pengukuran kualitas hidup lansia menggunakan instrumen WHOQOL-BREF. Uji yang digunakan adalah uji Mann-Whitney dan uji t tidak berpasangan. Hasil: Hasil uji Mann-Whitney dan uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada aspek kualitas hidup kedua kelompok. Aspek kualitas hidup secara umum menunjukkan nilai p=0,595, persepsi kesehatan secara umum p=0,601, domain fisik p=0,915, domain psikologis p=0,385, domain sosial p=0,089, dan domain lingkungan p=0,711. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan kualitas hidup antara lansia yang menjalani grandparenting dan non-grandparenting. | Background: Well-being grandparenting has both positive and negative impact. This might affect the elderly. Individual perception of their well-being that incorporate individuals’s physical health, psychological health, social relations, and environment is called as quality of life. Purpose: To identify difference in quality of life between elderly who assume grandparenting and non-grandparenting in Karangdadap village, Sub district Kalibagor, District Banyumas. Methods: This research used analytic comparative design with cross sectional approach. 30 grandparenting elderly and 30 non-grandparenting elderly were participated in this study. WHOQOL-BREF instrument was used to measure quality of life. Data was analyzed used Mann-Whitney test and Independent t test. Result: Mann-Whitney test and Independent t test showed that there was no difference in quality of life on between groups. P value for overall quality is 0.595, general health is 0.601, physical health is 0.915, psychological health is 0.385, social relations is 0.089 and environment is 0.711. Conclusion: There was no difference in quality life between elderly who assume grandparenting role and those who does not. | |
| 19910 | 23021 | B1J011126 | FAKTOR EKOLOGI KELIMPAHAN TUNGAU HAMA Tetranychus urticae DAN TUNGAU PREDATOR Phytoseius sp. PADA BERBAGAI KULTIVAR SINGKONG (Manihot esculenta) DI DATARAN RENDAH HINGGA TINGGI | Tetranychus urticae merupakan hama pada tanaman singkong yang dapat menyebabkan kerusakan pada daun sehingga tanaman singkong berkurang kemampuan dalam berfotosintesisis. Selain tungau hama T. urticae pada tanaman singkong terdapat juga tungau predator Phytoseius sp. Kelimpahan tungau hama dan tungau predator dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain biotik dan abiotik. Faktor abiotik meliputi suhu udara, kelembaban udara dan ketinggian tumbuhan singkong ditanam. Faktor biotik meliputi kultivar tanaman singkong dan kelimpahan tungau predator. Dengan demikian, tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor apa saja yang menentukan kelimpahan tungau hama T. urticae dan tungau predator Phytoseius sp. dan menentukan faktor kunci mana yang berpengaruh terhadap kelimpahan tungau hama T. urticae dan tungau predator Phytoseius sp. pada berbagai macam kultivar tanaman singkong yang ditanam pada dataran tinggi hingga dataram rendah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tungau predator Phytoseius sp. dan tungau hama T. urticae yang diperoleh dari beberapa kultivar tanaman singkong yang ditanam di kebun singkong dari berbagai daerah yang memiliki ketinggian lokasi yang berbeda seperti Cilacap, Banyumas dan Wonosobo. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis variansi univariate dimana hasil yang berbeda nyata dilakukan pengujian lanjut menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelimpahan tungau hama T. urticae di pengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ketinggian lokasi penanaman, kultivar tanaman singkong, suhu udara dan kelembaban udara. Kelimpahan tungau predator Phytoseius sp. pada beberapa faktor yang di tentukan tidak ada yang berpengaruh nyata hal tersebut di karenakan sedikitnya tungau predator yang di temukan. Kelimpahan tungau hama T. urticae tertinggi terdapat pada dataran rendah cilacap, suhu 34.7°C dan 34°C, kelembaban udara 47.7% dan 46.3% , pada kultivar martapura dan gatotkaca. | Tetranychus urticae is a pest on cassava plant that causes damage to the leaves, so that the plant decreases its photosynthetic ability. Beside T. urticae as pest mite in cassava plant, there is Phytoseius sp. as predatory mite. Abundance of pest mites and predatory mites can be affected by some factors, such as biotic and abiotic factors. Abiotic factors include temperature, humidity, and the height that the cassava planted. Biotic factors include the cultivar of cassava and abundance of predatory mites. Therefore, the purpose of this research are to find out what factors determine the abundance of pest mite T. urticae and predatory mite Phytoseius sp., and to determine which key factors influence the abundance of pest mite T. urtica and predatory mite Phytoseius sp. on various kinds of cassava cultivars grown in the highland to lowland. Material used in this research are predatory mite Phytoseius sp. and pest mite T. urticae that obtained from several cassava cultivars grown in cassava farm from various district which have different location height such as Cilacap, Banyumas, and Wonosobo. This research used survey method with systematic sampling technique. The obtained data was analyzed with univariate variance analysis method and the significance result further was analyzed using Duncan test. The result shown that abundance of pest mite T. urticae influenced by some factors, such as planting location height, cultivar of cassava plant, temperature, and humidity. Abundance of predatory mite Phytoseius sp. shown there is no influence of factors to be tested, this is due to the lack of predatory mites to be found. The highest abundance of pest mite T. urticae can be found in lowland Cilacap, temperature 34.7 & 34oC, humidity 47.7% and 46.3%, on Martapura and Gatotkaca cultivar. | |
| 19911 | 23023 | F1K014031 | Kritik Sosial pada Kumpulan Cerpen Corat-coret di Toilet Karya Eka Kurniawan | Penelitian ini berjudul “Kritik Sosial pada Kumpulan Cerpen Corat-coret di Toilet karya Eka Kurniawan (Kajian Sosiologi Sastra)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kritik sosial dan bentuk penyampaian kritik sosial dalam kumpulan cerpen tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk menganalisis kritik sosial dalam kumpulan cerpen sebagai fokus penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Pembahasan dimulai dari mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik dalam cerpen, seperti: alur, tokoh dan penokohan, dan latar yang membangun cerpen dari dalam. Tema kritik sosial menjadi dasar penceritaan, sehingga pembahasan selanjutnya adalah mendeskripsikan kritik sosial terhadap beberapa bidang, diantaranya yaitu politik, ekonomi, kebiasaan, pendidikan, keluarga, moral, dan agama dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil analisis tentang kritik sosial mengenai bidang politik adalah tentang kediktatoran yang terlalu lama menguasai negeri dan kritik terhadap anggota dewan. Kritik terhadap bidang ekonomi yaitu tentang kesenjangan sosial, kelaparan yang diakibatkan peperangan, dan kapitalisme. Kritik dalam bidang kebiasaan yaitu tentang krisis literasi yang terjadi di masyarakat. Kritik terhadap bidang pendidikan yaitu tentang sistem pendidikan yang terlampau sulit. Kritik terhadap bidang keluarga yaitu tentang perlakuan larangan dan kurangnya kasih sayang dari orang tua terhadap anaknya. Kritik terhadap bidang moral yaitu tentang perilaku menilai orang hanya dari luarnya saja dan tidak dari dalam. Namun, tidak ditemukan adanya kritik sosial tentang agama dalam cerpen. Kritik-kritik sosial tersebut disampaikan pengarang dengan bentuk penyampaian langsung dan atau tidak langsung. | This research is entitled “Social Criticism on Collection of Short Story Corat-coret di Toilet by Eka Kurniawan (Sociology Literature Approach)”. The purpose of this research is to describe the social critics and delivery form within those collection of the short story. This research employs sociology literature to analyze the social criticism on the collection of the short story as the focus on this research. The methods that used on this research is descriptive analysis. The research discussion start by describing the intrinsic elements, including plot, character and characterization, and setting that build the short story from the inside. Social critic is a theme that based on this short story. The following research discussion are to describe social critics related to the field of politics, economics, habits, educations, family, moral, and religion by employing sociology of literature approach. The analytical result related to the social critics in the field of politics is related to dictatorship that rules a country for too long and critics about councils. Critics that related in the field of economics are social barrier, starvation that caused by war, and capitalism. Critics that related in the field of habits are literary crisis that happened in people. Critics that related in the field of educations are about how hard the educational system is. Critics that related in the field of family are the applyment of prohibition and lack of love between parents and children. Critics that related in the field of moral is about the behavior of people that often to judge other people by its cover and not the inside. But, there is no critics that related to religions found on the short story. Those social critics delivered with direct and indirect form. | |
| 19912 | 23042 | F1B014006 | Kapasitas Pemerintah Desa dalam Pemanfaatan Dana Desa (Studi Kasus di Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas) | Pemanfaatan Dana Desa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa menjadi kunci dari keberhasilan program Dana Desa tersebut. Namun, Pemerintah Desa menurut hasil studi yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya mengatakan bahwa kapasitas yang dimiliki oleh pemerintah desa masih rendah, dan Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas merupakan salah satu dari puluhan ribu desa yang menerima Dana Desa di Indonesia. Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas dipilih untuk diteliti karena berawal dari adanya perbedaan data pelaporan penggunaan Dana Desa antara data yang didapatkan dari Pemerintah Desa Pasinggangan dengan data yang didapatka dari Badan Keuangan Daerah Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kapasitas yang dimiliki oleh pemerintah desa di Desa Pasinggangan didalam memanfaatkan Dana Desa dan juga mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pemanfaatan Dana Desa di Desa Pasinggangan. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan teknik trianggulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari segi aspek pengetahuan, Aparatur Desa di Desa Pasinggangan sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang pemanfaatan Dana Desa, baik itu dibidang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan kemasyarakatan. Hanya saja di anggota Badan Permusyawaratan Desanya masih belum paham tentang Dana Desa dan belum bisa membedakan Dana Desa dengan sumber pendapatan Desa yang lainnya. Dari aspek keterampilan, Aparatur Desa belum memiliki keterampilan yang baik didalam memanfaatkan Dana Desa apalagi dalam hal pembukuannya. Dan dari aspek sikap, Aparatur Desanya sudah mempunyai sikap yang baik terhadap pemanfaatan Dana Desanya hal ini didukung oleh adanya sosialisasi dan memberikan contoh langsung kepada masyarakat sebelum program kegiatan dilaksanakan. | Utilization of Village Funds carried out by the Village Government is the key to the success of the Village Fund program. However, the Village Government according to the results of studies conducted by researchers previously said that the capacity of the village government is still low, and Pasinggangan Village, Banyumas District, Banyumas Regency is one of tens of thousands of villages that receive Village Funds in Indonesia. Pasinggangan Village, Banyumas Subdistrict, Banyumas Regency was chosen to be studied because it began with a difference in data reporting on the use of Village Funds between data obtained from the Pasinggangan Village Government and data obtained from the Banyumas District Finance Agency. The purpose of this study is to find out the picture of the capacity of the village government in Pasinggangan Village in utilizing the Village Fund and also to know what factors support and hamper the utilization of the Village Fund in Pasinggangan Village. The selection of informants used purposive sampling technique. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Check the validity of the data by using source triangulation techniques. Data analysis techniques used are interactive models of Miles and Huberman. The results showed that in terms of aspects of knowledge, the Village Apparatus in Pasinggangan Village already had good knowledge about the use of Village Funds, both in the field of governance, development implementation, community empowerment, and community development. It's just that the members of the Village Consultative Body are still not aware of the Village Fund and have not been able to distinguish the Village Fund from other sources of Village income. From the aspect of skills, the Village Apparatus does not have good skills in utilizing the Village Fund, especially in terms of bookkeeping. And from the aspect of attitude, the Village Apparatus already has a good attitude towards the utilization of the Village Fund. This is supported by the socialization and provides a direct example to the community before the activity program is implemented. | |
| 19913 | 23024 | B1J013127 | KARAKTERISASI GENETIK ILER (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) BERDASARKAN MARKA RAPD | Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) merupakan tanaman asal Indonesia yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan obat. Tanaman ini digunakan secara tradisional untuk menyembuhkan batuk dan luka. Iler juga telah ditetapkan sebagai salah satu komponen dalam formula jamu hemoroid yang dikategorikan sebagai jamu saintifik oleh Kementerian Kesehatan. Dengan munculnya kasus substitusi dan adulterasi obat herbal serta kurangnya informasi mengenai keragaman genetik iler yang dapat berakibat pada misidentifikasi, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik genetik iler menggunakan marka RAPD. DNA genom diekstraksi dari 15 aksesi iler dan 3 akesi dari 2 spesies outgroup dan digunakan sebagai templat PCR. Enam primer RAPD mampu menghasilkan 425 amplikon DNA dengan kisaran ukuran 293-2667 bp yang teridentifikasi dari 52 lokus yang dapat diskor. Analisis pita DNA menunjukkan tingkat polimorfisme sebesar 94,23%. Analisis kemiripan dengan metode Pairwise Distance dan analisis klaster dengan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) dilakukan menggunakan software MEGA 7.0 dan menghasilkan nilai jarak genetik yang berkisar antara 0,016–0,484 serta dendrogram yang menunjukkan kecenderungan pengelompokkan aksesi iler berdasarkan kesamaan karakter morfologi sederhana seperti bentuk dan warna daun. Pita spesifik iler berukuran 315 bp yang diperoleh dari hasil amplifikasi primer OPB-1 dapat digunakan untuk autentikasi spesies iler pada 15 aksesi yang diujikan. | Coleus (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) is an Indonesian plant often used for ornamental and medicinal purposes. The plant is used traditionally to treat cough and wounds. Coleus has also been determined as one of the components in Hemorrhoid Traditional Medicine Formula categorized as Jamu Saintifik (Scientific Indonesian Traditional Medicine) by Indonesian Ministry of Health. With the emerging cases of substitution and adulteration of herbal drug and the lack of information on coleus genetic diversity which may result in misidentification, this research was conducted to determine coleus genetic characteristics using RAPD markers. The genomic DNA was extracted from 15 accessions of coleus and 3 accessions of 2 outgroup species and used as PCR template. Six RAPD primers were able to produce 425 DNA amplicons within the size range of 293-2667 bp identified from 52 scorable loci. Analysis of DNA band results in 94.23% polimorphism level. Similarity analysis with Pairwise Distance method and cluster analysis with Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) method were carried out using MEGA 7.0 software and result in genetic distances ranging from 0.016‒0.484 and a dendrogram that shows clustering trend of coleus accessions based on the similarity of simple morphological characters such as leaf shape and color. A specific band of coleus with a size of 315 bp obtained from amplification using OPB-1 can be used for future authentication purpose of the 15 studied coleus accessions. | |
| 19914 | 23025 | G1F014061 | Aktivitas Kombinasi Fraksi Etil Asetat Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta) dan Isoproterenol Terhadap Respon Kontraksi Reseptor β2-Adrenergik Trakea Marmut Terisolasi | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kandungan flavonoid dan efek kombinasi fraksi etil asetat (FEA) daun patikan kebo dan isoproterenol terhadap respon kontraksi reseptor β2-adrenergik otot polos trakea marmut terisolasi. Ekstraksi daun patikan kebo menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi selama 3x24 jam, lalu difraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, kloroform, dan etil asetat hingga diperoleh FEA. Identifikasi flavonoid menggunakan standar rutin dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Uji pelarut DMSO dan uji farmakodinamik FEA diamati dengan menganalisis persentase respon kontraksi/relaksasi (independent t-test), EC50 dan pD2 (One way Anova). Profil KLT menunjukkan adanya senyawa flavonoid dalam FEA daun patikan kebo. FEA konsentrasi 0,05 mg/mL; 0,1 mg/mL; dan 0,2 mg/mL mampu menggeser kurva ke kiri, serta meningkatkan persentase respon relaksasi isoproterenol, nilai pD2 isoproterenol namun tidak signifikan (p>0,05). FEA daun patikan kebo belum dapat disimpulkan sebagai agonis reseptor β2 adrenergik karena peningkatan respon relaksasi dan nilai pD2 isoproterenol yang tidak signifikan (p>0,05). | This study aims to know the existence of flavonoid also the effect of patikan kebo EAF combined with isoproterenol to relaxation response of β2-adrenergic receptors on pig guinea tracheal smooth muscle. Patikan kebo leaves was extracted using ethanol 96% with maseration method for 3x24 hours, then fractionated using n-hexane, chloroform, and ethyl acetate solvent to obtained patikan kebo leaves of EAF. Identification of flavonoids using standard rutin with Thin Layer Chromatography (TLC) method. DMSO test and pharmacodinamic test of EAF are analyzed by the percentage of contraction/relaxation (independent t-test), EC50 and pD2 (One way Anova). The TLC profile was showed that flavonoids were contained in patikan kebo leaves of EAF. EAF of patikan kebo leaves 0,05; 0,1; and 0,2 mg/mL are able to shift the curve to the left, and increasing the percentage of relaxation response of isoproterenol, but not significantly (p>0,05). EAF of patikan kebo leaves could not be concluded as β2-adrenergic receptor agonist because the enhancement of relaxation response and pD2 value was not significant (p>0,05). | |
| 19915 | 23026 | C1K011030 | ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING LEVEL OF UNDERPRICING (Empirical Study on Companies Listed In Indonesia Stock Exchange) | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)” Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Reputasi Underwriter, Persentasi saham yang ditawarkan, Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Leverage, ROA ke tingkat level underpricing pada penawaran harga saham perdana (IPO). Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan IPO yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2011 hingga 2014. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jenis data yang digunakan bersifat sekunder yaitu dikumpulkan dari laporan tahunan dan dokumen pendukung dari perusahaan yang melakukan IPO dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hipotesis dari penelitian ini adalah: Reputasi underwriter, Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, ROA memiliki pengaruh signifikan efek negatif terhadap underpricing, Persentasi saham yang ditawarkan dan Leverage memiliki signifikan efek positif terhadap underpricing. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Usia perusahaan dan Leverage keuangan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap underpricing. Tetapi untuk reputasi Underwriter, Persentase saham yang ditawarkan, Ukuran Perusahaan, ROA memiliki pengaruh yang signifikan terhadap underpricing. | This study entitled “Analysis Of Factors Affecting Level Of Underpricing (Empirical Study On Companies Listed In Indonesia Stock Exchange)” The main objective of this study is to analyze the effect of underwriter’s reputation, stock offering measurement, firm’s size, firm’s age, Leverage, ROA to under-pricing degree on premier public stock offering (IPO). The population of this study was the firm which did IPO that listed in Indonesian Stock Exchange Effect during 2011 to 2014. Sampling technique of this research uses purposive sampling. The types of data used were secondary it is the collected from annual report and supporting documents from the firm that did IPO and listed in Indonesia Stock Exchange Effect. Techniques of data analysis used were multiple regression analysis. Hypotheses of this research are : Underwriter’s reputation, Firm Size, Firm Age, ROA have significant negative effect on under-pricing Percentages of shares offered and Financial leverage have significant positive effect on under-pricing. The results of regression analysis showed that Firm age and Financial leverage have no significant effect on under-pricing. But for Underwriter’s reputation, Percentages of shares offered, Firm Size, ROA have significant effect on under-pricing. | |
| 19916 | 23043 | C2C016016 | PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DAN KINERJA PADA PEGAWAI RRI PURWOKERTO | Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja, dan budaya organisasi terhadap organizational citizenship behavior dan kinerja pegawai RRI Purwokerto, serta menganalisis pengaruh organizational citizenship behavior terhadap kinerja pegawai RRI Purwokerto, serta menganalisis pengaruh mediasi organizational citizenship behavior dalam hubungan antara kepuasan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja RRI Purwokerto. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, survey dilakukan terhadap 87 responden yang merupakan pegawai RRI Purwokerto. Metode analisis data yang digunakan adalah partial least square dengan bantuan program SmartPLS 3.0. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja dan budaya organisasi berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior dan kinerja pegawai RRI Purwokerto; hasil analisis juga menunjukkan bahwa organizational citizenship behavior berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai RRI Purwokerto; hasil analisis juga membuktikan bahwa organizational citizenship behavior mampu memediasi secara parsial dalam hubungan antara kepuasan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai RRI Purwokerto. Implikasi penelitian ini yaitu bagi manajemen RRI Purwokerto hendaknya meningkatkan gaji karyawan supaya bisa meningkatkan kepuasan kerja pada karyawan, serta memikirkan bagaimana memberikan tantangan bagi para karyawan supaya merasa pekerjaannya sebagai pekerjaan yang menarik. Manajemen RRI Purwokerto hendaknya juga mengkaji kembali Standar Operasional Prosedur dan bila perlu memperketat kriteria dan syarat untuk orang yang pantas menduduki posisi puncak dalam organisasi, sehingga orang yang menduduki posisi puncak adalah benar-benar orang yang kapabel dan kompeten. | The study aimed to analyze the effect of job satisfaction, and organizational culture on organizational citizenship behavior and employee’s performance RRI Purwokerto, also analyze the effect of organizational citizenship behavior on employee’s performance of RRI Purwokerto, also analyze the effect of mediating role of organizational citizenship behavior in the relationship between job satisfaction and organizational culture on employee’s performance of RRI Purwokerto. The study was conducted using survey methods. The sampling method uses total sampling, the survey was conducted on 87 respondents who were RRI Purwokerto employees. The data analysis method used is partial least square with the help of the SmartPLS 3.0 program. Based on the results of the analysis, it can be concluded that job satisfaction and organizational culture have a positive effect on organizational citizenship behavior and employee’s performance of RRI Purwokerto; the results of the analysis also showed that organizational citizenship behavior have a positive effect on the employee’s performance of RRI Purwokerto; the results of the analysis also prove that organizational citizenship behavior is able to partially mediate in the relationship between job satisfaction and organizational culture on the employee’s performance of RRI Purwokerto. The implication of this study is that the management of RRI Purwokerto should increase employee salaries in order to increase job satisfaction for employees, and think about how to challenge employees to feel their work as an interesting job. The management of RRI Purwokerto should also review Standard Operating Procedures and if necessary tighten the criteria and requirements for people who deserve to occupy the top positions in the organization, so that the person who occupies the top position is truly capable and competent. | |
| 19917 | 23058 | F1F013073 | A Critical Discourse Analysis: Framing and Tendency Analysis of BBC and CNN Toward Donald Trump Retweet Anti-Muslim Videos | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui framing yang ada pada BBC dan CNN serta mengetahui bagaimana framing dapat mempengaruhi tendensi pada berita Donald Trump retweeted anti-Muslim videos. Media masa dalam menyajikan informasi tidak hanya menyajikan berita terkini dari dunia saja, tetapi juga memiliki cara pandang pada ideologi yang dipegang oleh jurnalis atau media tersebut. Ideologi atau framing biasanya tercantum pada struktur berita. Teori framing dari Entman (1993) diterapkan untuk menganalisis framing yang terdapat pada berita BBC dan CNN sedangkan teori struktur wacana dari Van Dijk (1988) digunakan untuk menganalisis kecenderungan dengan membandingkan berita dari BBC dan CNN. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data diambil dari tiga pasang berita dari BBC dan CNN yang dipublikasikan pada 29-30 November 20017 mengenai Donald Trump Retweeted anti-Muslim videos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) seleksi isu framing yang terdapat pada BBC yaitu Donald Trump memposting kembali tweet yang berisikan video-video anti-Muslim dari grup Far-Right adalah hal yang salah. 2) Penekanan isu framing yang terdapat pada BBC yaitu membagikan konten rasisme dan fasisme. 3) Seleksi isu framing yang terdapat pada CNN yaitu memperingatkan para imigran dan meningkatkan keamanan nasional. 4) Penekanan isu framing yang terdapat pada CNN yaitu ancaman-ancaman dan video-videonya adalah nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa BBC cenderung untuk menolak aksi Donald Trump dengan adanya pemilihan leksikon dan pemilihan argumen-argumen yang subjektif sehingga memberatkan pihak Donald Trump, sedangkan CNN cenderung untuk memihak Donald Trump dengan adanya pemilihan leksikon dan argumen-argumen yang subjektif sehingga memberatkan pihak British. Kedua media memiliki keberimbangan berita yang berat sebelah dalam memberitakan isu Donald Trump retweeted anti-Muslim video. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Framing, Kecenderungan, BBC, CNN. | This research aims to determine the framing on BBC and CNN and to know how framing can affect tendency on Donald Trump retweeted anti-Muslim videos. Mass media in revealed information, not only provides the latest information from the world but also it has its own views on the ideology held by the journalist or the media. Ideology or framing is usually listed through the news structure. Entman’s framing theory (1993) is applied in analyzing framing while Van Dijk’s Discourse Structure theory (1988) is applied in analyzing tendency by comparing news from BBC and CNN. The research used descriptive qualitative method. The data are taken from three pairs of news from BBC and CNN published on November 29-30, 2017 discuss Donald Trump retweeted anti-Muslim videos. The result of this research shows that 1) Selection of framing issue on BBC is Donald Trump retweeted anti-Muslim videos from Far-right group is wrong. 2) Salience of framing issues on BBC are Donald Trump sharing racist and fascist content. 3) Selection of framing issues on CNN are to warn immigrant and to build strong national security. 4) Salience of framing issues on CNN are the threats and the videos are real. Based on the result, it can be concluded that BBC tend to be contra or reject Donald Trump’s action with the selection of lexicon and arguments to incriminate Donald Trump, while CNN tend to be pro or defend Donald Trump with the selection of lexicon and arguments to incriminate British. Both of media have one-sided balance in reporting Donald Trump retweeted anti-Muslim Videos issue. Keywords: Critical Discourse Analysis, Framing, Tendency, BBC, CNN. | |
| 19918 | 22991 | F1B011074 | ANALISIS PENGELOLAAN DANA DESA (STUDI KASUS DESA PANGEBATAN KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018) | Dana desa adalah salah satu Program pemerintah yang diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang pelaksanaannya dikelola oleh Desa, dan diupayakan dengan lebih banyak menyerap tenaga kerja masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengelolaan Dana Desa di Desa Pangebatan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas). Lokasi yang diambil adalah Desa Pangebatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Model Kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan untuk memperoleh data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan pengelolaan Dana Desa di Desa Pangebatan belum berjalan dengan optimal. Aspek perencanaan yang masih belum efisien. Partisipasi masyarakat tinggi, walaupun pemahaman masyarakat akan penggunaan Dana Desa masih kurang. Masyarakat menganggap Dana Desa diperuntukan untuk pembangunan fisik hal ini membuat penggunaan dana desa lebih besar ke arah pembangunan. Pada aspek pengorganisasian yang belum optimal. Hal ini dikarenakan pelatihan dan pendampingan dari pemerintah yang minim membuat pelaksana program belum mampu mengetahui tugas dan fungsi masing-masing jabatan. Pada aspek pelaksanaan belum berjalan dengan optimal. Ketiadaan pemangku jabatan kepala desa membuat semua program desa terkendala. Pada aspek pengawasan belum berjalan optimal. Pengawasan yang dilakukan dengan menyerahkan bukti laporan kepada BPD maupun kecamatan melalui siskudes dianggap belum efisien. | Village funds are one of the government programs that are prioritized to finance the development and empowerment of the community whose implementation is managed by the Village, and strived to absorb more labor from the local community. This study aims to analyze the management of Village Funds in Pangebat Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas District). The location taken was Pangebat Village. The type of research used is a Qualitative Model research using descriptive analysis. The selection of informants using purposive sampling technique and to obtain research data using interviews, observation and documentation. While the data analysis technique using is an interactive analysis model. The results of the study show that the Village Fund management in Pangebat Village has not run optimally. Planning aspects that are still not efficient. Community participation is high, although community understanding of the use of Village Funds is still lacking. The community considers that the Village Fund is intended for physical development, this makes the use of village funds greater towards development. In the aspect of organizing that is not yet optimal. This is because training and mentoring from the government have made the program implementers unable to know the duties and functions of each position. In the aspect of implementation it has not run optimally. The absence of the position of village head made all village programs constrained. In the aspect of supervision it has not run optimally. Supervision carried out by submitting report evidence to BPD and sub-districts through siskudes is deemed inefficient. | |
| 19919 | 23044 | B1J014016 | KEANEKARAGAMAN GULMA PADA TANAMAN KUBIS (Brasicca oleracea) DI DATARAN TINGGI ARGAPURA KABUPATEN MAJALENGKA | Kubis (Brasicca oleracea L.) adalah spesies tanaman sayur-sayuran yang berasal dari daerah subtropis yang mempunyai arti ekonomi penting. Produksi kubis dapat menurun akibat adanya gulma. Gulma adalah tumbuhan yang tidak diinginkan keberadaannya karena merupakan pesaing dalam penggunaan air, cahaya, dan unsur hara bagi tanaman pokok. Gulma juga dapat berperan sebagai inang bagi hama atau penyakit dan dapat mengeluarkan senyawa alelopat. Dalam praktik pengendalian gulma, pengetahuan tentang keanekaragaman gulma yang tumbuh di suatu perkebunan perlu diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman gulma di beberapa ketinggian yang berbeda pada tanaman kubis di dataran tinggi Argapura, Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel gulma secara stratified random sampling yang mewakili tiga ketinggian yang berbeda. Gulma yang diamati pada penelitian ini terletak di dataran tinggi Argapura, Kabupaten Majalengka yang memiliki ketinggian 529-2.080 m dpl. Penelitian ini dilakukan ditiga ketinggian yang berbeda yaitu 1.000 m dpl, 1.100 m dpl dan 1.200 m dpl, hal ini dilakukan karena pada ketinggian tersebut banyak dijumpai perkebunan kubis. Parameter utama yang diukur adalah jumlah spesies dan individu gulma. Parameter pendukung yaitu suhu udara, pH, dan kelembaban udara. Data jumlah spesies dan jumlah individu gulma pada masing-masing ketinggian digunakan untuk menghitung menghitung indeks nilai penting dan indeks keanekaragaman antar lokasi sampling. Hasil penelitian menunjukan keanekaragaman gulma pada ketinggian 1.000, 1.100 dan 1.200 m dpl berturut turut adalah Cyperus rotundus (INP= 16,96%), Selaginella plana (INP= 17,82%) dan Amaranthus spinosus (INP= 17,66%), sedangkan untuk hasil Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener pada ketinggian 1.000, 1.100 dan 1.200 m dpl memiliki keanekaragaman yang sedang yaitu 2,974, 2,802 dan 2,934. | Cabbage (Brasicca oleracea L.) is a species of vegetable plants originating from subtropical areas that have important economic significance. Cabbage production may decrease due to weeds. Weeds are undesirable plants because they are competitors in the use of water, light, and nutrients for staple crops. Weeds can also act as hosts for pests or diseases and may secrete alelopathic compounds. In the practice of weed control, knowledge of the growing diversity of weeds in a plantation needs to be known. The purpose of this study was to determine the diversity of weeds at different altitudes in cabbage plants in Argapura highlands, Majalengka District. The method used in this research is survey method with stratified random sampling weed sampling technique that represents three different altitudes. The weeds observed in this research are located in Argapura highlands, Majalengka regency which has a height of 529-2,080 m above sea level. This study took three different altitudes of 1,000 m asl, 1,100 m asl and 1,200 m asl because at that altitude there are many plantations of cabbage. The main parameters measured were the number of species and individual weeds. Supporting parameters are air temperature, pH, and air humidity. Data on the number of species and the number of weed individuals in each altitude were used to compute the count of important value index and diversity index between sampling sites. The results showed that the diversity of weeds at 1,000, 1,100 and 1,200 m asl was Cyperus rotundus (INP = 16.96%), Selaginella plana (INP = 17.82%) and Amaranthus spinosus (INP = 17.66%), while for the results of the Shannon-Wiener Diversity Index at 1,000, 1,100 and 1,200 m asl have moderate diversity of 2,974, 2,802 and 2,934. | |
| 19920 | 23029 | G1F013081 | Profil Pelayanan Kefarmasian dan Kepuasan Pasien di Apotek Kabupaten Pekalongan | Latar Belakang : Pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek harus sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian nomor 73 tahun 2016. Pelayanan kefarmasian di apotek yang bermutu dan berkualitas dapat berimbas pada peningkatan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek, tingkat kepuasan pasien di apotek, serta ada atau tidaknya hubungan antara presentase pelayanan kefarmasian dengan skor rata-rata kepuasan pasien di apotek Kabupaten Pekalongan. Metodologi : Penelitian ini merupakan jenis pendekatan cross sectional. Penentuan sampel dilakukan stratified sampling kepada 38 apoteker dan purposive sampling kepada 114 pasien. Instrumen dalam penelitian berupa kuesioner standar pelayanan kefarmasian di apotek dan kepuasan pasien. Selanjutnya dianalisis korelasi menggunakan spearman rank. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek tergolong kategori baik (91,18%). Kepuasan pasien tergolong kategori puas (3,16). Tidak terdapat hubungan antara pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien (p>0,05). Kesimpulan : Penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek Kabupaten Pekalongan sudah baik. Kepuasan pasien di apotek Kabupaten Pekalongan sudah merasa puas. Tidak terdapat hubungan antara pelayanan kefarmasian dan kepuasan pasien di Apotek Kabupaten Pekalongan. | Background: The implementation of pharmaceutical care at pharmacy must be in accordance with pharmaceutical care standards, minister of health regulations number 73 in 2016. Pharmaceutical care at qualified and quality pharmacy can have an impact on increasing patient satisfaction. This study aims to find out the pharmaceutical care at the pharmacy, the level of customer satisfaction, and whether or not there is a relationship between pharmaceutical care and customer satisfaction in the pharmacy of Pekalongan Regency. Method: This study is a cross sectional approach. Determination of sample was done by stratified sampling and purposive sampling to 38 pharmacists and 114 patients. Instruments in this study were a standard questionnaire of pharmaceutical care in pharmacy and patient satisfaction. Furthermore, The analysis of correlation between pharmaceutical care and consumer satisfaction using spearman rank analysis. Result: The results showed that the standard of pharmaceutical care was categorized as good (91.18%). The result of patient satisfaction is categorized as satisfied (3.16). Showed no relationship between pharmaceutical care and patient satisfaction (p >0,05). Conclusion: The application of pharmaceutical care at the Pekalongan Regency is good. satisfaction of patient in Pekalongan Regency is satisfied. There is no relationship between pharmaceutical care and patient satisfaction at the Pekalongan Regency pharmacies. |