Home
Login.
Artikelilmiahs
21975
Update
IMAM AWALUDIN
NIM
Judul Artikel
PROSES AGENDA SETTING PADA RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG PENATAAN TEMPAT HIBURAN DI KABUPATEN WONOSOBO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) mengetahui dan menjelaskan proses agenda setting pada Rancangan Peraturan Daerah tentang penataan tempat hiburan di Kabupaten Wonosobo; 2) mengetahui dan menjelaskan siapa aktor yang berperan penting dalam proses agenda setting pada Rancangan Peraturan Daerah tentang penataan tempat hiburan di Kabupaten Wonosobo dan apa kepentingannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.Kemudian data dianalisis menggunakan metode analis model interaktif Miles dan Huberman.Maka untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukan awal mula munculnya gagasan tentang perumusan raperda tentang penyelenggaraan tempat hiburan ke dalam parlemen adalah atas inisiatif Fata Zaki, salah satu anggota dewan periode 2014-2019 yang merupakan wakil dari Partai Hanura. Dalam proses perumusan raperda, DPRD Kabupaten Wonosobo mendefinisikan permasalahan tempat hiburan di Wonosobo terkait banyaknya jumlah usaha tempat hiburan karaoke, juga baru terdapat 6 Dari total 27 tempat hiburan karaoke yang sudah memiliki ijin gangguan/HO di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Dalam penyelenggaraan tempat hiburan karaoke terdapat berbagai macam pelanggaran diantaranya: 1) jam operasional yang melebihi jam tayang yaitu dari sore bahkan sampai menjelang subuh, 2) ketersediaan minuman-minuman beralkohol yang bisa mempengaruhi kesadaran si peminum dan menyebabkan gangguan bagi lingkungan sekitar, 3) ketersediaan layanan pemandu lagu. Keberadaan pemandu lagu yang berpakaian serba ketat di dalam tempat hiburan karaoke, juga dianggap akan dapat menimbulkan tindakan pelecehan terhadap pemandu lagu yang dapat juga akan mengarah pada tindakan protitusi. Agar dapat mengatasi permasalah-permasalah tersebut, pemerintah daerah berinisiatif mengaturnya melalui perda. Perumusan raperda ini bisa dikatakan cukup alot, dengan adanya penolakan dari ormas-ormas islam, elemen mahasiswa dan santri. Bentuk penolakan-penolakan tersebut bukan tanpa syarat. Namun dengan adanya masukan dari pihak ormas islam terkait larangan minuman keras dan pemandu lagu, akhirnya menjadi bahan pertimbangan untuk pihak dewan. Aktor-aktor yang terlibat selain DPRD adalah Ormas-ormas islam di Kabupaten Wonosobo, pengusaha tempat hiburan karaoke dan media massa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research was conducted in order to: 1) understand and explain the process of agenda setting in the formulation of the Draft Regulation concerning of entertainment centers in Wonosobo Regency; 2) identify and explain the actors and dominant actors who play a role in the process of formulation of the Draft Regional Regulation concerning of entertainment centers in Wonosobo Regency. The research used a qualitative method with a case study approach. The data were obtained from the results of observations, interviews, and documentation. Then the data were analyzed using the analysis methods of Miles and Huberman interactive model. So to ensure the validity of the data, this research use the data triangulation technique. The result of this research suggests the beginning of the ideas on the draft regulation on the formulation of entertainment centers into parliament is at the initiative of fata zaki, one member of the board period 2014-2019 a representative of Hanura party. In the process of the formulation of the draft regulations, the DPRD of Wonosobo Regency defines the entertainment centers in Wonosobo problems regarding the high number of the number of entertainment centers karaoke, is new there are 6 of the total 27 entertainment centers that already has permission karaoke disorder ho in several areas sub district in Wonosobo Regency. In the places karaoke there are various violation of them: 1 ) operational hour more than an hour tayang from afternoon even before dawn, 2 ) the availability of alcoholic wherever that will influence awareness the drinker and cause trouble for the environment, 3) the supply of song guide. The existence of song guide dressed all in tight in a place entertainment karaoke, also is considered to be can give rise to an immoral which will also lead to the act of prostitution. In order to overcome the questions, local governments initiative to extend the bylaw. The formulation of this draft regulation can is tough, with the opposition from Islamic mass organizations, students and santri elements. The form of rejections was not unconditional. But the input from the Islamic mass organizations related prohibition liquor song and guide, finally into account to the board. Actors involved in addition to the local parliament is islamic mass organizations in Wonosobo Regency, open their business entertainment karaoke and mass media
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save