Artikel Ilmiah : D1E014109 a.n. DESSY RISMA SETYAWATI

Kembali Update Delete

NIMD1E014109
NamamhsDESSY RISMA SETYAWATI
Judul ArtikelSuplementasi Berbagai Bentuk Limbah Teh Terfermentasi Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik Pakan Puyuh Jantan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek penggunaan ampas teh terfermentasi EM4 dari berbagai bentuk terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada puyuh jantan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor puyuh jantan umur 4 minggu, pakan, peralatan dan kandang. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh. Perlakuan terdiri dari T0= pakan basal; T1 = pakan basal + limbah teh serbuk terfermentasi sebanyak 2%, T2= pakan basal + limbah teh butiran terfermentasi sebanyak 2%, dan T3 = pakan basal + limbah teh daun terfermentasi sebanyak 2%. Hasil rataan yang diperoleh untuk kecernaan bahan kering berkisar 67,16-73,65% dan kecernaan bahan organik berkisar 72,58-77,52%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan limbah teh terfermentasi EM4 sebanyak 2% pada pakan puyuh jantan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada puyuh jantan. Kesimpulan bahwa penggunaan berbagai bentuk limbah teh terfermentasi EM4 sebanyak 2% dalam pakan puyuh jantan tidak meningkatkan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada puyuh jantan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to evaluate the effect of using EM4 fermented tea waste of various shapes to dry matter and organic matter digestibility in the male quail. The material used in this research is 100 male quail age 4 weeks, feed, equipment and cage. Experiments were performed with experimen methods and using Completely Randomized Design (RAL). The design consisted of 4 treatments and each treatment was repeated 5 times with each replication consisting of 5 quail. The treatment consisted of T0 = quail feed; T1 = quail feed + 2% powder shape of tea dregs fermented, T2 = quail feed + 2% granula shape of tea dregs fermented,, and T3 = quail feed + 2% leafs shape of tea dregs fermented. The result of variance analysis showed that the use of EM4 fermented tea waste in feed was very significant (P <0.01) to the dry matter digestibility. The average results obtained for dry matter digestibility ranged from 67,16 – 73,65% and the digestibility of organic matter ranged from 72,58 - 77,52%. The use of EM4 fermented tea waste 2% has no significant effect (P> 0.05) on the dry matter digestibility and organic matter digestibility. The conclusion from this research was the supplementation of EM4 fermented tea waste 2% in male quail diet not improves the dry matter digestibility and organic matter digestibility.
Kata kunciLimbah Teh, Fermentasi, Puyuh Jantan, Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik
Pembimbing 1Dr. Ir. Emmy Susanti, MP
Pembimbing 2Ir. Ibnu Hari Sulistyawan, MSc
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman5
Tgl. Entri2018-08-23 09:21:47.040058
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.