Home
Login.
Artikelilmiahs
22937
Update
RECHA AYU SAPUTRI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH KEMASAN TERHADAP KEHILANGAN HASIL (Losses) DAN UMUR SIMPAN KENTANG (Solanum Tuberosum L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman umbi yang hidup di daerah dataran tinggi, termasuk jenis tanaman sayuran semusim, berumur pendek, dan berbentuk perdu atau semak. Produksi kentang di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 1.219.277 ton dan pada tahun 2016 sebesar 1.213.041 ton. (BPS, 2016). Data tersebut menunjukan adanya penurunan produksi pada kentang. Salah satu penyebab penurunan produksi kentang dikarenakan adanya penanganan pasca panen yang tidak tepat. Dengan perlakuan pasca panen yang tepat dapat mempertahankan mutu agar tetap tinggi dan mendekati standar serta kehilangan hasil dapat dikurangi atau dihilangkan, selain itu umur simpan juga dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap kehilangan hasil dan umur simpan kentang selama masa penyimpanan 2) menentukan jenis kemasan yang baik selama penyimpanan terhadap ketahanan mutu kentang selama masa penyimpanan. Penelitian dilaksanakan di Pasar Wage Purwokerto, bahan yang digunakan adalah kentang dengan varietas granola. Dikemas menggunakan 3 kemasan yaitu kardus, plastik polipropilen dan waring dengan sampel sebanyak 1 kg setiap kemasan. Kentang disimpan selama 14 hari dengan pengamatan setiap 2 hari sekali. Variabel yang diukur pada peneltian ini yaitu kekerasan, kadar air, suhu, susut bobot dan kehilangan hasil. Penelitian menghasilkan setiap kemasan memiliki kemampuan yang berbeda untuk menekan kehilangan hasil, mempertahankan kadar air, menekan susut bobot dan mempertahankan tingkat kekerasan selama penyimpanan. Jenis kemasan yang paling baik untuk mempertahankan mutu kentang selama penyimpanan dari ketiga kemasan adalah kemasan plastik karena kehilangan hasil yang terjadi cukup rendah dengan nilai sebesar 6,17%, mampu menekan susut bobot dengan nilai sebesar 6,74%, dapat mempertahankan nilai kadar air sebesar 86,38% dan tingkat kekerasan sebesar 0,15kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Potatoes (Solanum tuberosum L.) are tubers that live in upland areas, including seasonal vegetable crops, short-lived, and shrubs or shrubs. Potato production in Indonesia in 2015 amounted to 1,219,277 tons and in 2016 amounted to 1,213,041 tons. (CPM, 2016). The data shows a decrease in production in potatoes. One of the causes of decreased production of potatoes due to post-harvest handling is not appropriate.. Post-harvest treatment can maintain the quality to remain high and can be close to the standard and the yield loss can be reduced or eliminated, in addition to shelf life can also be improved. The purpose of this study is 1) to know the effect of packaging type on yield loss and potato save age during the storage period, 2) to determine the type of good packaging during storage against potato quality during storage. The research took place at Purwokerto Wage Market. The material used in this study is Potato with granola varieties stored using 3 packs of cardboard, polypropylene plastic and waring with a sample of 1 kg per pack. Potatoes are stored for 14 days with observations every 2 days. The variables measured in this study are hardness, moisture content, temperature, weight loss and yield loss. Research produces each pack having different capabilities to suppressing yield loss, maintaining moisture content, suppressing weight loss and maintaining the level of hardness during storage. The best type of packaging to maintain the quality of potatoes during the storage of the three packs is plastic packaging because the yield loss is quite low with a value of 6.17%,, capable of suppressing weight loss by value of 6,74%, it can maintain a water content value of 86.38% and hardness level of 0.15 kg
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save