Home
Login.
Artikelilmiahs
22879
Update
ARIYANTO
NIM
Judul Artikel
Kajian Formula Cair Trichoderma harzianum Isolat jahe Berbahan Beberapa Tepung Terhadap Penyakit Rebah Semai (Pythium sp.) Pada Bibit Mentimun
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai bahan pembawa tepung yang paling tepat dalam pembuatan formula cair untuk pertumbuhan dan perkembangan T. harzianum, pengaruh T. harzianum dalam formula cair berbahan beberapa tepung yang paling efektif dalam menekan perkembangan penyakit rebah semai (Pythium sp.) pada bibit mentimun, dan pengaruh T. harzianum dalam formula cair berbahan beberapa tepung terhadap pertumbuhan bibit mentimun. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Maret 2018 sampai Juni 2018. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu in vitro dan in planta. Tahap in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan dan 5 ulangan, meliputi perlakuan T. harzianum dalam Potato Dextrose Broth (PDB), dalam bahan pembawa tepung kedelai 2%, tepung terigu 2%, tepung tapioka 2%, tepung beras 1,5%, tepung jagung 1,5%, dan tepung ketan 1,5%. Variabel yang diamati adalah kepadatan konidium. Tahap in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan dan 5 ulangan, meliputi kontrol dan 7 formula T. harzianum. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, kejadian penyakit, area under disease progress curve (AUDPC), daya kecambah, potensi tumbuh maksimum, tinggi tanaman, panjang akar, bobot segar akar, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan pembawa tepung terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan T. harzianum adalah tepung kedelai 2% yang menghasilkan kepadatan konidium sebesar 1,04x108 konidium/mL dengan peningkatan sebesar 97,85% dibandingkan medium PDB. Aplikasi T. harzianum yang paling efektif untuk menekan penyakit rebah semai adalah medium formula cair tepung kedelai 2% yang mampu menekan kejadian penyakit sebesar 100%, menunda masa inkubasi 13,52%, dan memiliki nilai AUDPC terendah sebesar 0% hari. T. harzianum belum mampu meningkatkan komponen pertumbuhan tanaman.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to determine the most appropriate type of flours in developing liquid formula for growth and development of T. harzianum, the effect of T. harzianum in the most effective liquid formula based on several flours types in suppressing the disease, and on growth of cucumber seedlings. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from March 2018 to June 2018. The research was conducted in two stages, namely, the in vitro and in planta stage. In vitro test used Rendomized Completely Design with 7 treatments and 5 replicates included T. harzianum in Potato Dextrose Broth (PDB), in 2% soybean, 2% wheat, 2% tapioca, 1.5% rice, 1.5% corn, and 1.5% glutinous flours. The observed variable was conidial density. In planta test used Rendomized Block Design with 8 treatments and 5 replicates, consisted of control and 7 liquid formulas of T. harzianum. Variables observed were conidia density, incubation period, disease incidence, area under disease progress curve (AUDPC), germination rate, maximum growth potential, plant height, root length, fresh root weight, and fresh crop weight. Result of the research showed that the best flour carrier for growth and development of T. harzianum was 2% soybean flour resulting in a conidia density of 1.04x108 conidia/mL or an increase of 97.85% compared to PDB. The most effective application of T. harzianum to suppress damping off was 2% soy flour medium formula by decreasing disease incident, delaying incubation period and decreasing AUDPC value as 100, 13,52, and 0 % respectively, compared to control. T. harzianum has not been able to increase the component of plant growth.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save