Artikelilmiahs
Menampilkan 19.541-19.560 dari 50.081 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19541 | 25580 | A1D015020 | UJI BERBAGAI pH MEDIUM TERHADAP PRODUKSI METABOLIT SEKUNDER Trichoderma harzianum T10 UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT REBAH SEMAI BIBIT MENTIMUN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH medium efektif pada produksi metabolit sekunder T. harzianum T10, pengaruh pemberian metabolit sekunder T. harzianum T10 untuk mengendalikan penyakit rebah semai, dan pertumbuhan bibit tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai Maret 2019 di laboratorium Perlindungan Tanaman dan di screen house, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Uji in vitro dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu pH medium 5; 3; 3,5; 4; 4,5; 5,5; 6; 6,5; dan 7. Rancangan percobaan pada uji in planta yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 4 kali ulangan dan 8 perlakuan. Perlakuan yang diuji, yaitu kontrol, fungisida (mancozeb), metabolit sekunder pH 5 dan 5,5 masing-masing konsentrasi 5, 10, dan 15%. Variabel yang diamati meliputi kepadatan konidium, daya hambat, daya kecambah, enzim kitinase, enzim ß-1,3-glukanase, masa inkubasi, kejadian penyakit, AUDPC, jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pH medium yang efektif pada produksi metabolit sekunder T. harzianum T10 yaitu pH 5 dan 5,5 dengan masing-masing kepadatan konidium 1,09×108 dan 4,2×107 konidium mL-1, daya hambat 76,8 dan 75,6%, adanya enzim ß-1,3-glukanase, dan kitinase; 2) pemberian metabolit sekunder T. harzianum T10 pada medium pH 5 dan 5,5 dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% masing-masing mampu menekan penyakit rebah semai ditunjukkan dengan memperlama masa inkubasi selama 42 hari, menurunkan kejadian penyakit sebesar 100%, dan nilai AUDPC sebesar 0% hari apabila dibandingkan kontrol dan 3) pemberian metabolit sekunder T. harzianum T10 pada medium pH 5 dan 5,5 dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% mampu meningkatkan tinggi tanaman berturut-turut sebesar 53,85, 55,1, 58,23, 62,19, 56,02, dan 54,98%, jumlah daun berturut-turut sebesar 40,63, 38,7, 42,42, 53,66, 44,12, dan 44,12%. panjang akar berturut-turut sebesar 61,58, 63,49, 62,95, 68,05, 67,7, dan 56,57%, dan bobot segar tanaman berturut-turut sebesar 60,25, 69,3, 66,48, 71,39, 70,52, dan 70,32% apabila dibandingkan kontrol. | This research aimed to determine the effective pH medium on production of T. harzianum T10 secondary metabolites, the effect of the T. harzianum T10 secondary metabolites application on controlling the diseases, and on cucumber seedling growth. The research was conducted from November 2018 to March 2019 at the Laboratory of Plant Protection and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. In vitro test used completely randomized design with 3 replicates and 9 treatments, consisted of pH 5; 3; 3.5; 4; 4.5; 5.5; 6; 6.5; and 7. In planta test used randomized block design with 4 replicates and 8 treatments, consisted of control, fungicide (mancozeb), secondary metabolites in pH 5 and 5.5 with concentration of 5, 10 and 15% each. Variables observed were conidial density, inhibition ability, germination ability, chitinase, ß-1,3-glucanase, incubation period, disease incidence, AUDPC, number of leaves, crop height, root length, and crop fresh weight. Result of the research showed that: 1) the effective pH medium on production of T. harzianum T10 secondary metabolites was pH 5 and 5.5 indicated by conidial density of 1.09×108 and 4.2×107 conidium mL-1, inhibiton ability of 76.8 and 75.6%, ß-1,3-glucanase, and chitinase, respectively; 2) application of the T. harzianum T10 secondary metabolites on pH 5 and 5.5 with a concentration of 5, 10, and 15% could decrease the disease incidence by lengthening the incubation period as 42 days, degress disease incidence as 100% and AUDPC 0% days compared to controls respectively; and 3) application the T. harzianum T10 secondary metabolites on pH 5 and 5.5 with a concentration of 5, 10, and 15% could increase crop height as 53.85, 55.1, 58.23, 62.19, 56.02, and 54.98%, respectively, number of leaves 40.63, 38.7, 42.42, 53.66, 44.12, and 44.12%, respectively, root lengths as 61.58, 63.49, 62.95, 68.05, 67.7, and 56.57%, respectively, and crop fresh weight as 60.25, 69.3, 66.48, 71.39, 70.52, and 70.32%, respectively, compared to controls. | |
| 19542 | 22724 | E1A014031 | IMPLEMENTASI KONEKSITAS DALAM PERKARA KORUPSI DI LINGKUNGAN KEMILITERAN (Studi Kasus Pengadilan Tinggi Militer Jakarta Dengan Putusan Nomor : 30-K/PMT-II/AD/IX/2016) | ABSTRAK Tindak pidana korupsi dapat dilakukan oleh kalangan masyarakat apapun. Tidak menutup kemungkinan korupsi dilakukan oleh anggota militer (TNI) bersama-sama dengan sipil, yang secara yuridis formal harus diadili dalam peradilan koneksitas, baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus (korupsi). Dasar hukum peradilan koneksitas diatur dalam Pasal 89 KUHAP, Pasal 198 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 Tentang Peradilan Militer dan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman ini diperlukan suatu peraturan pelaksanaan mengenai Pasal 16 tersebut, agar ada keragaman ketentuan Pasal-Pasal mengenai peradilan koneksitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi peradilan koneksitas dalam penyelesaian kasus tindak pidana korupsi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode penelitian yang diginakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif yaitu mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada putusan maupun perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian yang dilakukan dari Putusan Nomor 30-K/PMT-II/AD/IX/2016 di Pengadilan Militer Tinggi Jakarta diperoleh hasil sebagai berikut: implementasi koneksitas belum diterapkan dalam perjalanan persidangan sampai dengan diputusnya penjatuhan pidana pada Terdakwa. Dimana hakim hanya menjatuhkan pidana kepada terdakwa dan tidak melakukan implementasi koneksitas. | ABSTRACT Corruption can be carried out by any community. Do not rule out the possibility of corruption carried out by members of the military (TNI) together with civilians, who must be judged formally in a connectivity court, both general crimes and special crimes (corruption). The legal basis of the connectivity law is regulated in Article 89 of the Criminal Procedure Code, Article 198 of Law Number 31 of 1997 concerning Military Courts and Article 16 of Law Number 48 of 2009 concerning Judicial Power is required for an implementation of Article 16, so that there are various provisions of Article - Article about connectivity justice. This study aims to determine the implementation of connectivity justice in solving corruption cases. This study uses the Normative Juridical approach method by examining existing library material (secondary data). The research method used in this research is qualitative normative namely processing and interpreting based on decisions and legislation relating to research. Research conducted from Decisions Number 30-K / PMT-II / AD / IX / 2016 in the Jakarta High Military Court resulted in the following results: the implementation of connectivity has not been implemented in the course of a trial until the conviction of the Defendant is terminated. Where the judge only imposes a penalty on the defendant and does not carry out the connectivity. | |
| 19543 | 22723 | E1A014034 | TINDAK PIDANA MEMBUJUK ANAK UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN CABUL (Studi Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2016/PN.Tpg) | Anak merupakan pihak yang rentan menjadi korban kejahatan kesusilaan. Tindak pidana pencabulan terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa sehingga penegakan hukum atas perkara tersebut haruslah luar biasa juga. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah penerapan unsur-unsur Pasal 82 ayat (2) Jo ayat (1) Jo Pasal 76E UU No. 35 Tahun 2014 dalam Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2016/PN.Tpg, serta pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhan pidananya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data sekunder yang telah terkumpul disajikan dalam bentuk teks naratif, serta di analisis dengan menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari interpretasi gramatikal, sistematis, sosiologis, dan komparatif. Terdakwa telah melakukan pembujukan terhadap anak didiknya untuk melakukan perbuatan cabul. Hal tersebut menunjukan bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 82 ayat (2) Jo ayat (1) Jo Pasal 76E UU No. 35 Tahun 2014. Hakim dalam menjatuhkan pidana pada putusan Nomor 42/Pid.Sus/2016/PN.Tpg telah mempertimbangkan dasar mengadili dan dasar memutus sesuai dengan Pasal 50 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Sebelum menjatuhkan pidana, Majelis Hakim juga memperhatikan dari segi hukum pidana formilnya, yakni pembuktian dilakukan dengan melihat alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 Ayat (1) dan Pasal 183 KUHAP, Majelis Hakim telah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, serta terdakwa telah dikenakan penahanan yang sah sehingga masa penahanan tersebut dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. | Children are vulnerable for being a victim of sexual abuse. Child abuse is an extraordinary crime, so the enforcement of the law of that case must be extraordinary too. The issues that will be analyzed are application of the elements of Article 82 Verse (2) Jo Article 76E of Law No. 35 of 2014 applies correctly of final judgement No. 42/Pid.Sus/2016/Pn.Tpg, and the consideration of the judges in the criminal judgement. The method of this research used a juridical normative with regulation approach and analytical approach. Data used a secondary data with mandatory primary, secondary, and tertiery sources. Secondary data is presented in narrative text, and analyzed by qualitative analysis with grammatical interpretation, systematical, sociological, and comparative. The defendant has persuaded his student for sexual abuse. It has fulfillled the elements of Article 82 Verse (2) Jo Verse (1) Jo Article 76E of Law No. 35 of 2014. The judge make the final criminal judgement consider the basis of adjudication and basis of decision according to Article 50 of Law No. 48 of 2009 about Judicial Power. The proof with valid evidence of Article 184 Verse (1) Criminal Code Procedure with witness and letter. The judge considers the things that incriminates and mitigates, and the defendant already had a legal detention so that the detention reduced from imprisontment. | |
| 19544 | 22727 | D1E014253 | HUBUNGAN ANTARA BOBOT BADAN DENGAN LINGKAR DAN PANJANG PAHA SAPI BALI FLORES YANG DIPELIHARA SECARA INTENSIF | Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bobot badan, lingkar paha, dan panjang paha sapi Bali Flores yang dipelihara secara intensif serta mempelajari hubungan bobot badan dengan lingkar dan panjang paha sapi bali Flores yang dipelihara secara intensif. Materi penelitian yang digunakan yaitu sapi Bali Flores jantan yang dipelihara secara intensif dengan kisaran umur 1,5-2 tahun. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sumber data berasal dari hasil penimbangan dan pengukuran lingkar dan panjang paha sapi Bali Flores. Peubah yang diukur yaitu bobot badan, lingkar dan panjang paha sapi Bali Flores yang dipelihara secara intensif. Data yang diperoleh dianalisis secara analisis deskriptif, analisis variansi, koefisien determinasi, koefisien korelasi, regresi berganda, dan dilanjutkan dengan uji t partial. Hasil analisis variansi menunjukkan hubungan antara bobot badan dengan lingkar dan panjang paha sapi Bali Flores sangat nyata (P<0,01), mengikuti persamaan Y = -31,46 + 3,23X1 + -0,48X2 dengan nilai R = 0,99 dan R2 = 0,98. Hasil uji t partial menunjukan lingkar paha berhubungan sangat nyata (P<0,01) dengan bobot badan mengikuti persamaan regresi linier sederhana Y = -53,97 + 3,14X1 dengan nilai r = 0,99 dan r2 = 0,98. Kesimpulan penelitian, bobot badan memiliki hubungan yang positif dengan lingkar paha sapi Bali Flores yang dipelihara secara intensif. | The aim of this research is to know the weight of the body, circumference of the thighs, and the length of the thigh Bali Flores cattle observed intensively and relationship with body weight and the length of the thigh circumference Bali Flores cattle observed intensively. Research material used were Bali Flores cattle males observed intensively by age range 1.5-2 years. Research done by the method of survey. Data source derived from the results of body weight weighing Bali Flores cattle and measuring the circumference of the cow and the cow's thigh length Bali Flores cattle. Variables measured body weight were the circumference and thigh length on Bali Flores cattle observed intensively. The data obtained were analyzed using descriptive analysis, the analysis of the variansi, the determination coefficient, the correlation coefficient, multiple regression and continued with t partial. Variance analysis results showed a relationship between body weight and the length of the thigh circumference with Bali Flores cattle had highly significant effect (P<0.01), follows the equation Y = -31.46 + 3.23X1 + -0.48X2 with a value of R = 0.99 and R2 = 0.98. T partial test results showed thigh circumference highly related (P<0.01) with cattle weight followed simple linear regression equations Y = -53.97 + 3.14X1 with a value of r = 0.99 and r2 = 0.98. The conclusion of the research, the weights of the cattle have a positive relationship with the thigh circumference of Bali Flores cattle observed intensively. | |
| 19545 | 22725 | E1A014047 | IMPLEMENTASI PERADILAN IN ABSENTIA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI DANA PNPM KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI (Studi Kasus Putusan No .69/Pid.Sus-TPK/2014/PN.Smg) | ABSTRAK IMPLEMENTASI PERADILAN IN ABSENTIA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI DANA PNPM KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI (Studi Kasus Putusan No .69/Pid.Sus-TPK/2014/PN.Smg) Korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crimes) maka pencegahannya juga harus dilakukan dengan luar biasa pula,salah satu cara yang dilakukan secara luar biasa adalah dilangsungkannya pemeriksaan perkara korupsi tanpa dihadiri oleh terdakwa (Pengadilan In Absentia),namun dalam pelaksanannya peradilan in absentia dianggap berpotensi untuk merampas hak-hak terdakwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan suatu tindak pidana korupsi dapat diadili secara in absentia dan bagaimana Perlindungan Hak-hak terdakwa yang diadili secara in absentia dalam perkara korupsi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif yaitu mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada putusan maupun perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian dilakukan dari Putusan Nomor: 69/Pid.Sus-TPK/2014/PN.Smg. dan diperoleh kesimpulan bahwa alasan dilaksanakanya peradilan in absentia yaitu karena terdakwa tidak menghadiri persidangan tanpa alasan yang sah meskipun telah dipanggil secara sah serta terdakwa tidak diketahui lagi keberadaanya sehingga penuntut tidak dapat menghadirkannya secara paksa kepersidangan, kemudian mengenai hak terdakwa yang diadili secara in absentia, hak-hak terdakwa sebagaimana tertuang dalam Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan peraturan perundang-undang lain di Indonesia dianggap hilang atau tidak ada. adapun sarannya yakni perlunya pembentukan aturan hukum acara mengenai pelaksanaan peradilan in absentia dimulai pada tahap penyidikan hingga persidangan dalam perkara tindak pidana korupsi, serta perlunya dilakukan penahanan atas diri tersangka sejak penyidikan hingga pemeriksaan untuk mencegah terjadinya peradilan in absentia. | ABSTRACT IMPLEMENTATION OF IN ABSENTIA TRIAL IN CRIMINAL ACT CORRUPTION OF PNPM FUNDS BANYUDONO SUBDISTRICT, BOYOLALI REGENCY (Case Study of Decision No.69 / Pid.Sus-TPK / 2014 / PN.Smg) Corruption is an extraordinary crime (extraordinary crimes), so its prevention must also be carried out extraordinary, one of the ways that is done extraordinarily is the examination of corruption cases without being attended by the defendant (Court of Absentia), but in the implementation of the trial in absentia is considered potential to seize the rights of the accused. This study aims to find out the reason for a criminal act of corruption can be tried in absentia and how to protect the rights of defendants who are tried in absentia in corruption cases. This study uses a normative juridical approach method by examining existing library material (secondary data). The research method used in this research is qualitative normative namely processing and interpreting based on decisions and legislation relating to research. The research was carried out from Decision Number: 69 / Pid.Sus-TPK / 2014 / PN.Smg. and it was concluded that the reason for the implementation of in absentia trial was because the defendant did not attend the trial without a valid reason even though he was legally called and the defendant was not known again so that the claimant could not present him forcibly, then the right of the defendant to be tried in absentia, right - the defendant as stated in Law Number 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law (KUHAP) and other laws and regulations in Indonesia are considered missing or absent. As for the suggestion, it is necessary to establish procedural law regarding the implementation of justice in absentia starting from the stage of investigation to trial in cases of corruption, as well as the need to detain suspects from investigation to examination to prevent the occurrence of justice in absentia. | |
| 19546 | 25726 | C1J014031 | POVERTY MAPPING BASED ON PROSPERITY INDEX PERSPECTIVE IN CENTRAL JAVA | Tujuan Penelitian ini adalah untuk memetakan kemiskinan Jawa Tengah. Variabel yang digunakan dalam melakukan pemetaan kemiskinan pada penelitian ini berasal dari Prosperity index. Variabel-variabel tersebut adalah pengangguran, rata-rata pertumbuhan ekonomi, perempuan di parlemen nasional, kemiskinan absolut, infrastruktur bisnis, angka melek huruf remaja, angka harapan hidup saat lahir dan pemilih terdaftar. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dan data yang digunakan adalah data tahun 2017 pada 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Metode pemetaan kemiskinan yang digunakan penelitian ini menggunakan analisis klaster. Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa wilayah Jawa Tengah terbagi menjadi 4 kategori wilayah yaitu wilayah maju, wilayah menengag keatas, wilayah menengah kebawah dan wilayah miskin. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah kemiskinan pada wilayah maju dan menengah keatas, pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat berfokus pada masalah pengangguran diwilayah maju, masalah infrastruktur bisnis di wilayah menengah keatas dan masalah partisipasi perempuan dalam pemerintahan di kedua wilayah. Untuk wilayah menengah kebawah dan miskin, pemerintah dapat berfokus pada masalah pengangguran, pertumbuhan ekonomi, masalah infrastruktur bisnis, jumlah penduduk miskin dan masalah angka harapan hidup yang rendah. | The purpose of this research is to map Central Java poverty. The variables used in conducting poverty mapping in this study came from Prosperity index. These variables are unemployment, average economic growth, women in the national parliament, absolute poverty, business infrastructure, adolescent literacy rates, life expectancy at birth and registered voters. The type of data in this research uses secondary data and the data used is 2017 data on 35 districts / cities in Central Java Province. The poverty mapping method used in this study uses cluster analysis. Based on the results of research, it can be concluded that the Central Java region is divided into 4 regional categories, namely developed regions, middle to upper regions, middle to lower regions and poor regions. The implication of this research is to overcome the problem of poverty in the developed and middle to upper regions, the Central Java provincial government can focus on the problem of unemployment in advanced regions, business infrastructure problems in the middle to upper regions and the problem of women's participation in government in both regions. For the middle to lower and poorer regions, the government can focus on the problem of unemployment, economic growth, business infrastructure problems, the number of poor people and the problem of low life expectancy. | |
| 19547 | 22728 | B1J014012 | EFEK HEPATOTOKSIK KADMIUM PADA TIKUS PUTIH DITINJAU DARI KADAR ALBUMIN DAN GLOBULIN | Kadmium merupakan logam berat berbahaya yang bersifat hepatotoksik dan mempengaruhi sintesis protein termasuk albumin dan globulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian variasi dosis subletal Cd terhadap kadar albumin dan globulin tikus putih serta mengetahui dosis subletal Cd yang memberikan efek paling toksik terhadap hati tikus putih. Hewan percobaan sebanyak 24 ekor tikus putih jantan Wistar berumur 10 minggu dengan berat ± 200 g diinduksi dengan variasi dosis subletal Cd yaitu kontrol; 0,007 mg.kg-1 BB; 0,014 mg.kg-1 BB; dan 0,028 mg.kg-1 BB selama 14 hari secara i.p. Kadar albumin dan globulin dari serum darah tikus diukur menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian ini menunjukkan efek pemberian dosis subletal Cd terhadap kadar albumin dan globulin tikus putih menyebabkan penurunan kadar albumin secara signifikan pada semua kelompok perlakuan ditunjukkan dengan semakin tinggi dosis yang diberikan semakin menurun kadar albumin, sedangkan kadar globulin tikus putih mengalami peningkatan yang tidak signifikan. Dosis subletal Cd yang dapat menurunkan kadar albumin dan meningkatkan kadar globulin tikus putih adalah dosis 0,028 mg.kg-1 BB tikus. | Cadmium is a dangerous heavy metal that is hepatotoxic and affects protein synthesis including albumin and globulin. The aim of this research is to know the effect of variation of Cd subletal dosage on white albumin and globulin white rat and to know the dose of subletal Cd which gives the most toxic effect to liver of white rat. Animal experiments of 24 male Wistar white rats aged 10 weeks weight ± 200 g were induced by variations of subletal dose of Cd ie control; 0,007 mg.kg-1 BW; 0,014 mg.kg-1 BW; and 0,028 mg.kg-1 BW for 14 days on i.p. Levels of albumin and globulin from rat blood serum were measured using a spectrophotometer. The results of this study showed that the effect of giving a subletal dosage of Cd to albumin and globulin levels of white rat caused a significant decrease in albumin levels in all treatment groups was shown by the higher doses given decreasing albumin levels, while the white rat globulin level had an insignificant increase. A subacial dose of Cd which decreases albumin levels and raises globulin levels of white rats is a dose of 0,028 mg.kg-1 BW of rat. | |
| 19548 | 22729 | F1I013018 | Representasi International Migrants' Alliance dalam Aktivisme Buruh Migran di Hong Kong | Dalam membangun interaksinya di level internasional, masyarakat sipil meningkatkan kapasitas dan pengaruhnya dengan wadah organisasi baik dalam bentuk LSM ataupun gerakan akar rumput. International Migrants’ Alliance (IMA) adalah salah satu organisasi non-pemerintah yang memberikan kritikan keras terhadap problematika migrasi internasional. Dibentuknya IMA bertujuan untuk memperkuat dan mengedepankan suara para migran dan keluarganya agar mampu terdengar di level global. Pengalaman panjang aktivisme migran di Hong Kong mempunyai catatan penting terhadap IMA dalam merepresentasikan pengaruhnya di level politik lokal ataupun nasional. Hong Kong yang mempunyai sistem regulasi migrasi yang terbuka ternyata belum menjamin adanya pemenuhan dan perlindungan hak terhadap migran. Kasus kekerasan terhadap buruh migran, temuan praktek kerja paksa (forced labour) dan human trafficking banyak mendapat sorotan dunia pada periode 2014-2016. Aktivisme buruh migran yang terorganisasikan secara akar rumput turut andil besar dalam kontestasinya pada periode tersebut. Dalam penelitian ini, penulis akan menganalisa terkait kontribusi International Migrants’ Alliance sebagai representasi gerakan sosial transnasional di Hong Kong. Tahun 2014 hingga 2016 menjadi pembatasan periode tahunnya. Tahun 2014 hingga 2016 dipilih untuk memfokuskan pada kasus-kasus yang sering mencuat terkait perlindungan buruh migrant di Hong Kong, serta aktivitas IMA dalam meresponnya baik dalam bentuk kampanye, pembangunan jaringan advokasi yang dilakukannya dengan badan atau organisasi lainnya. | Abstract In building its interaction at the international level, civil society increases its capacity and influence with the organization of organizations in the form of NGOs or grassroots movements. The International Migrants' Alliance (IMA) is one of the non-governmental organizations that has strongly criticized the problems of international migration. The establishment of IMA aims to strengthen and prioritize the voices of migrants and their families to be able to be heard at the global level. The long experience of migrant activism in Hong Kong has an important record of IMA in representing its influence at the level of local or national politics. Hong Kong, which has an open migration regulation system, has not guaranteed the fulfillment and protection of rights against migrants. Cases of violence against migrant workers, findings of forced labor and human trafficking practices have received much global attention in the 2014-2016 period. The grassroots organized by migrant workers activism contributed greatly to the contestation during this period. In this study, the author will analyze the contribution of the International Migrants' Alliance as a representation of the transnational social movement in Hong Kong. The year 2014 to 2016 is a limitation of the period of the year. The years 2014 to 2016 were chosen to focus on cases that often arise related to the protection of migrant workers in Hong Kong, as well as the activities of IMA in responding to it both in the form of campaigns, the development of advocacy networks that it does with other agencies or organizations. | |
| 19549 | 22730 | B1J014057 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JAMUR LINGZHI (Ganoderma lucidum) TERHADAP KADAR KETON DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL DIABETES | Ekstrak Ganoderma lucidum mengandung senyawa bioaktif yang bersifat antihiperglikemik dan berpotensi sebagai obat antidiabetes. Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan meningkatnya kadar glukosa darah di atas normal dan dapat menyebabkan komplikasi ketoasidosis diabetik. Penderita ketoasidosis diabetik mengalami peningkatan kadar keton di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak G. lucidum terhadap kadar keton darah dan mengetahui dosis efektif ekstrak G. lucidum yang mampu menurunkan kadar keton darah pada tikus putih model diabetes. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan dengan 4 ulangan, yaitu perlakuan tikus putih sehat (K1), tikus putih diinduksi aloksan (K2), tikus putih diinduksi aloksan dan pemberian metformin (K3), tikus putih diinduksi aloksan dan pemberian ekstrak G. lucidum dosis 250 mg/Kg BB (K4), tikus putih diinduksi aloksan dan pemberian ekstrak G. lucidum dosis 500 mg/Kg BB (K5), tikus putih yang diinduksi aloksan dan pemberian ekstrak G.lucidum dosis 1000 mg/Kg BB (K6). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian ekstrak G. lucidum berpengaruh secara signifikan terhadap kadar keton darah tikus putih model diabetes dan hasil uji lanjut DMRT menunjukkan perlakuan pemberian ekstrak G. lucidum dosis 1000 mg/Kg BB merupakan dosis yang efektif menurunkan kadar keton darah tikus putih model diabetes. | Ganoderma lucidum extract contains active compounds one of them is antihyperglycemic and potentially as an antidiabetic drug. Diabetes mellitus is a disease that caused the increasing levels of blood glucose at higher levels from the normal level and diabetic ketoacidosis complications. Diabetic ketoacidosis patients have increased ketone levels in the body. This study aims to determine the effect of giving G. lucidum extract to blood ketone levels and knowing the effective dose of G. lucidum extract that can reduce blood ketone levels in diabetic models of white rats. The research will employ experimental design with Completily Randomized Design (CRD), the treatments are consist of 6 treatments with 4 replications, that are the treatment of group healthy white rats (K1), white rats induced by alloxan (K2), white rats induced by alloxan and metformin (K3), white rats induced by alloxan and given the extract dose 250 mg/Kg BW of G. lucidum (K4), white rats induced by alloxan and given the extract dose 500 mg/Kg BW of G. lucidum (K5), white rats induced alloxan and given the extract dose 1000 mg/Kg BW of G. lucidum (K6). Based on the results of this research was concluded that giving of G. lucidum extract is significantly affect blood levels of ketones in diabetic models of white rats and followed by Duncan Multiple test that the treatment of the treatment of G. lucidum extract dose 1000 mg/Kg BW is an effective dose to decreased the blood ketone level in diabetic models of white rats. | |
| 19550 | 22731 | A1L114079 | PENGUJIAN PELINDIAN LIMA FORMULA PUPUK NITROGEN YANG DIKELAT MENGGUNAKAN BAHAN LOKAL DAN UJI AGRONOMIS TANAMAN KAILAN | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kelambat-lepasan unsur hara N pada formula pupuk nitrogen yang dikelat bahan lokal dengan metode pelindian (2) mengetahui pengaruh pemberian lima macam formula pupuk nitrogen yang telah dikelat bahan lokal terhadap respon pertumbuhan tanaman kailan, dan (3) mengetahui formula pupuk terbaik setelah dilakukan pengujian dengan metode pelindian. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian dan pengujian pelindian dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Waktu pelaksanaanya pada Oktober 2017 sampai April 2018. Pengujian pelindian menggunakan lima formula pupuk nitrogen yang dikelat bahan lokal : F1 (60% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% Gondorukem, 10% Asam humat), F2 (70% Urea, 10% Azolla micophylla, 10% Montmorillonite, 10% Gondorukem) , F3 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% Asam humat), F4 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Gondorukem, 10% Asam humat), F5 (70% Urea, 20% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite). Uji agronomis tanaman kailan menggunakan tanah inceptisol. Faktor uji agronomis yaitu lima formula pupuk ditambah perlakuan F0 (pupuk N,P,K) sebagai kontrol. Penelitian uji agronomis tanaman kailan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan satu faktor berupa formula pupuk dan empat kali ulangan. Variabel yang diamati adalah sifat kimia tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula pupuk nitrogen F1 yang lepas-lambatnya paling stabil dan secara bertahap. Formula pupuk nitrogen berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Formula pupuk F1 merupakan formula pupuk terbaik pada pengujian pelindian. | This research was aimed to: 1) know slow-release nutrient N on nitrogen fertilizer formulas coated local materials with leaching method, 2) know effects the composition of five nitrogen fertilizer formulas coated local materials to growth kailan’s response. And (3) know nitrogen fertilizer formulas that best effects on leaching method. The research was conducted at Screen House of Faculty of Agriculture and leaching test was conducted at Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Its implementation time from October 2017 to April 2018. Leaching test used five nitrogen fertilizer formulas coated with local materials : F1 (60% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% Gum rosin, 10% Humic acid), F2 (70% Urea, 10% Azolla micophylla, 10% Montmorillonite, 10% Gum rosin) , F3 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite, 10% Humic acid), F4 (70% Urea, 10% Azolla microphylla, 10% Gum rosin, 10% Humic acid), F5 (70% Urea, 20% Azolla microphylla, 10% Montmorillonite). The agronomic test of plant kailan used soil inceptisol. The factor agronomic test is five nitrogen fertilizer formulas plus F0 (N, P, K fertilizer) as control. The agronomic test for kailan crop used a Completely Randomize Design (CRD), with one factors and four replications. The observed variables were soil chemical properties, kailan’s growth and yield. The results showed that the nitrogen fertilizer formula F1 the most stable and slow gradually released. Nitrogen fertilizer formulas influenced the plant height, number of leaves, and leaf area. Fertilizer formula F1 gave the best effect on leaching test. | |
| 19551 | 25676 | B1A015004 | PENGARUH INTERAKSI ANTARA BAP DAN IAA TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS TALAS SATOIMO (Colocasia esculenta (L.) Schott var. antiquorum) SECARA IN VITRO | Talas satoimo (Colocasia esculenta (L.) Schott var. antiquorum) adalah jenis talas yang memiliki ukuran umbi kecil (small corm taro) dan disebut sebagai talas Jepang atau satoimo. Metode perbanyakan satoimo secara konvensional memerlukan waktu relatif lama, oleh karenanya teknik perbanyakan tunas satoimo secara in vitro menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan bibit satoimo yang terus meningkat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara BAP dan IAA pada multiplikasi tunas satoimo dan menentukan konsentrasi BAP dan IAA paling baik untuk multiplikasi tunas satoimo. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi BAP (B) dengan 4 taraf yaitu B1 : 5 µM, B2 : 7,5 µM, B3 : 10 µM dan B4 : 12,5 µM. Faktor kedua adalah konsentrasi IAA (I) dengan 4 taraf yaitu I1 : 1 µM, I2 : 2 µM, I3 : 3 µM dan I4 : 4 µM. Kombinasi kedua faktor ini menghasilkan 16 perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan tunas talas, dengan parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam dengan tingkat kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara BAP dan IAA memacu pembentukan tunas dan akar pada multiplikasi tunas satoimo dalam kultur in vitro. BAP dengan konsentrasi 5 µM dan IAA konsentrasi 2 µM merupakan konsentrasi terbaik untuk memacu multiplikasi talas satoimo dalam kultur in vitro. | Satoimo (Colocasia esculenta (L.) Schott var. antiquorum) is a type of taro with small tuber size (small corm taro) and called Japanesse taro or satoimo. The conventional method of satoimo propagation takes relatively long time, therefore propagation techniques of satoimo shoot in vitro can be an alternative method to meet the increasing need of satoimo seed. The objectives of research were to study the interaction effect BAP and IAA on multiplication of satoimo shoot as well as to determine the best concentrations of BAP and IAA for satoimo shoot multiplication. This research has been conducted experimentaly using a Completely Randomised Design (CRD) with a factorial treatment pattern. The first factor was BAP concentration (B) with 4 levels i.e B1 : 5 µM, B2 : 7,5 µM, B3 : 10 µM and B4 : 12,5 µM. The second factor was IAA concentrations (I) with 4 levels i.e I1 : 1 µM, I2 : 2 µM, I3 : 3 µM and I4 : 4 µM. The combination of these two factors resulted in 16 treatment combinations. Each combinations repeated 3 times, there were 48 experimental units. The variables observed were taro shoot growth with parameters measured included the number of shoot, leaf and root produced. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 95% level of confidence, followed by a Least Significant Difference (LSD) Test at 5% error rate. The research results showed that the interaction betweem BAP and IAA stimulated shoot and root formation during multiplication of satoimo shoot in in vitro culture. The addition of 5 µM BAP and 2 µM IAA resulted in the best multiplication rate of shoot satoimoin in vitro culture. | |
| 19552 | 22732 | H1F014001 | GEOLOGI DAN KINEMATIK SESAR BANJARSARI DAERAH BANJARSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BANTARKAWUNG, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH | Sesar Pamanukan-Cilacap salah satu sesar utama pada pulau Jawa Tengah yang memiliki wrench zone pada daerah tinggian Majenang-Bumiayu. Objek penelitian berada di sesar mendatar kiri Banjarsari yang merupakan wrench zone dari sistem sesar Pamanukan-Cilacap yang mengalami evolusi tegasan trantensi menjadi transpresi. Dari evolusi tegasan inilah yang mempengaruhi kinematik sesar pada objek penelitian yang dicirikan banyaknya kelokan tajam di sepanjang sungai yang merupakan bagian dari sesar mendatar kiri Banjarsari. Hal ini menjadi menarik penulis untuk mempelajari kinematik sesar Banjarsari. Untuk mengetahui pola tegasan, kinematik sesar dan inisaisi pembentukan sesar mendatar kiri Banjarsari, maka dapat dilakukan analisis tensor yang kemudian dilakukan inversi tegasan menggunakan perangkat lunak “Win Tensor 5.0.7.” Data yang digunakan dalam inversi tegasan berupa data shear fracture, single fracture, microfold, dan microfault. Hasil inversi tegasan dan kinematik pada sesar mendatar kiri Banjarsari menunjukkan 6 urutan kinematik, yaitu Fase 1 azimuth sumbu TGT-BLB (N114oE) rezim tegasan pure strike-slip, Fase 2 azimuth sumbu STG-UBL (N143oE) rezim tegasan pure strike-slip, Fase 3 azimuth sumbu U-S (N178oE) rezim tegasan pure compressional, Fase 4 azimuth sumbu UTL-SBD (N209oE) rezim tegasan pure compressional, Fase 5 azimuth sumbu TLT-BDB (N243oE) rezim tegasan pure compressional, Fase 5 azimuth sumbu TLT-BDB (N243oE) rezim tegasan pure compressional, dan Fase 6 azimuth sumbu T-B (N268oE) rezim tegasan pure strike-slip. Setiap fase berotasi searah jarum jam yang menghasilkan sesar kecil yang kemudian berkembang menjadi sesar besar yaitu sesar mendatar kiri Banjarsari. Inisiasi pembentukan sesar mendatar kiri Banjarsari memiliki orientasi pada peta 50o-65o berarah TLT-BDB yang terjadi pada fase kelima dengan shmax N63oE. | Pamanukan-Cilacap fault is one of the main fault in Java Island which has wrench zone in Majenang-Bumiayu hill. The research object is in sinistral Bamjarsari fault located in wrench zone from Pamanukan-Cilacap fault system which has stress evolution from transtension to transpression. Stress evolution develops affect fault kinematic in research object characterized by many sharp curves along the river that are part of sinistral Banjarsari fault. It is interesting for the authors to study kinematic of sinistral Banjarsari fault. Analysis of the type stress tensor used for to know type stress, kinematic of fault and initiation forming of sinistral Banjarsari fault which then do by stress inversion with software “Win Tensor 5.0.7”. Data used in stress inversion is shear fractures, single fractures, microfolds, and microfaults. Result of stress inversion and kinematic in sinistral Banjarsari fault showed 6 sequence of kinematic. Phase 1 azimtuh axis ENE-WSW (N114oE) regime pure strike-slip, phase 2 azimuth axis NNE-SSW (N143oE) regime pure strike-slip, phase 3 azimuth axis N-S (N178oE) regime pure compressional, phase 4 azimuth axis NNW-SSE (N209oE) regime pure compressional, phase 5 azimuth axis WNW-ESE (N243oE) regime pure compressional, and phase 6 azimuth axis W-E (N268oE) regime pure strike-slip. Each phase rotated clocwise resulting minor faults and developed to mayor sinistral Banjarsari fault. | |
| 19553 | 22717 | E1A014006 | PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BEKASI | ABSTRAK Pembinaan pada dasarnya merupakan suatu aktivitas atas kegiatan yang dilakukan secara sadar,berencana, terarah dan teratur secara bertanggung jawab dalam rangka menumbuhkan untuk mencapai tujuan. Dalam Pembinaan Narapidana Anak mempunyai hal khusus dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembinaan terhadap Anak yang berhadapan dengan hukum di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi dan yang menjadi faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam rangka pembinaan terhadap Anak yang berhadapan dengan hukum oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi. Metode pendekatan yang dipakai adalah pendekatan yuridis sosiologis yaitu pendekatan yang mengutamakan pada aturan hukum/yuridis yang dipadukan dengan menelaah fakta-fakta sosial yang terkait dengan penelitian. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif analisis Sumber data adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data adalah wawancara,observasi dan dokumenter dan metode analisis data menggunakan kualitatif Hasil penelitian yaitu pelaksanaan pembinaan Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi terdapat beberapa program pembinaan yang diberikan, yaitu pembinaan rohani, pembinaan pendidikan, pelayanan kesehatan, Faktor penghambat dari pembinaan tersebut sarana dan prasarana seperti kuantitas tenaga pembimbuing,mutasi Narapidana Anak ke Lembaga Pemasyarakatan yang lain,daya tampung , media belajar, tim pengajar, dana pembelian obat-obatan. | ABSTRACT Guidance, in essence, is conscious, planned, directed and regular activities that were done in responsible manner in order to help convict children in accomplishing their goals. In ADP have special things in their implementation. The method used in this research is the sociological juridical approach, which prioritizes the rule of law/ juridical and combines with studies of related social facts. This research is categorized as the analysis-descriptive type of research, which is research that focuses on the problems as they are when the research is done, but the results then processed and analyzed in order to be able to draw conclusions. There are two types of data that were used in this study, primary data, which were obtained during visits to research location, and secondary data, which were obtained from the studies of academic texts, reports and other relevant researches. Data were collected by interview, observation and documentary method, and qualitative data analysis. The result of the research towards implementation of ADP guidance at Class IIA Juvenile Correctional Institution in Bekasi is that the institution already provides several coaching programs, such as spiritual guidance, education guidance, and health services. Meanwhile, the inhibiting factors of the programs came from the lack of facilities and infrastructure such as the quantity of counselors, the institution’s capacity, learning media, faculty members, and medical funds. Furthermore, the transfers of ADP to other correctional institution also found out to be another inhibiting factor of ADP guidance programs at Class IIA Juvenile Correctional Institution in Bekasi. | |
| 19554 | 22509 | H1F011016 | GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK SISTEM PANAS BUMI DAERAH SAJAU, TANJUNG PALAS TIMUR, BULUNGAN, KALIMANAN UTARA | Pulau Kalimantan secara tektonik tidak terletak pada jalur gunung api aktif yang identik dengan potensi sumber daya panas bumi. Namun di beberapa lokasi ditemukan indikasi potensi panas bumi berupa pemunculan mata air panas. Salah satu pemunculan manifestasi panas bumi tersebut ditemukan di daerah Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Munculnya mata air panas tersebut merupakan suatu anomali yang menarik untuk diteliti mengenai aspek geologi dan hubungannya dengan sistem panas bumi di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey untuk pengumpulan data geologi kemudian untuk mengetahui sistem panas bumi di daerah penelitian dilakukan dengan metode geokimia. Geomorfologi daerah Sajau dibagi menjadi yaitu Satuan Punggungan Blok Sesar Sajau, Satuan Lembah Blok Sesar Sajau dan Satuan Dataran Alluvial Tanjung Agung. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan, dari yang paling tua yaitu Satuan Batulempung, Satuan Konglomerat-Batupasir, Satuan Batupasir, dan Satuan Alluvial. Struktur geologi berupa Sesar Naik Sajau, Sesar Mendatar Kiri Sajau, dan Sesar Mendatar Kiri Tanjung Agung. Tipe air panas bumi Sajau yaitu air klorida. Air panas Sajau berasal langsung dari reservoir dengan kondisi mata air panas sedikit mendapat pengaruh dari air permukaan. Mata air panas Sajau merupakan upflow dari sistem panas bumi Sajau. Fluida panas bumi terpanaskan didalam reservoir yang sama yaitu batupasir Formasi Sajau. Sumber panas berasal dari sisa panas batuan terobosan Tersier yang berada dibawah permukaan. Akibat adanya patahan berupa sesar naik, fluida panas bumi naik ke permukaan melalui patahan tersebut dan muncul sebagai manifestasi panas bumi berupa mata air panas. Sistem geotermal daerah penelitian termasuk kedalam sistem geotermal entalpi sedang. Sistem panas bumi di daerah penelitian merupakan sistem non vulkanik dengan panas berasal dari sisa panas yang tersimpan dalam batuan plutonik. | As tectonic, location of Kalimantan island is not located in ring of fire which identic with geothermal source potential. However, in some location indication of geothermal was found as source of hot springs. One of appearance for geothermal manifestation was found in Sajau, East of Tanjung Palas, Bulungan, North Kalimantan. The appearance of hot spring is an interesting anomaly for research in geology aspect and the relation with geothermal system in that area. This research used the survey method to collect the geology data, furthermore, geothermal system in this area used the geochemical method. Geomorphology in Sajau area is divided into Satuan Punggungan Blok Sesar Sajau, Satuan Lembah Blok Sesar Sajau, and Satuan Dataran Alluvial Tanjung Agung. Stratigraphy in research area is divided into 4 units, from the oldest, Satuan Batulempung, Satuan Konglomerat-Batupasir, Satuan Batupasir, and Satuan Alluvial. Structur geology in this area is Sesar Naik Sajau, Sesar Mendatar Kiri Sajau, and Sesar Mendatar Kiri Tanjung Agung. Fluid type of geothermal is chloride. Sajau hot spring is come from deepness with high temperature with hot spring condition have a little bit affect from water surface. Sajau hot spring is upflow from hydrothermal Sajau system. Geothermal fluid heated in same reservoir, that was sandstone from Sajau Formation. Hot source was come from plutonic rock which located in the subsurface. Because of the fault as uplift fault, geothermal is going up to the surface from that fault and appear as geothermal manifestation (hot spring). Geothermal system from research area is geothermal with medium enthalpy system. Geothermal system in research area is non volcanogenic system in Tarakan basin with the heat source is come from residual heat which stored in Plutonic rock. | |
| 19555 | 22733 | A1C014017 | PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BENANG ACRYLIC DI PT LAKSANA KURNIA MANDIRI SEJATI TEGAL | PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati Tegal merupakan salah satu industri pemintalan benang tekstil yang menggunakan bahan baku serat untuk proses produksi. Oleh karena itu, pengendalian persediaan menjadi hal yang cukup penting untuk memenuhi permintaan konsumen tepat waktu dan menekan biaya produksi seminimal mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengendalian persediaan bahan baku benang acrylic di PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati, 2) mengetahui pengendalian kebutuhan bahan baku benang acrylic dengan metode Material Requirement Planning (MRP) teknik Lot For Lot (LFL) yang optimal dan ekonomis di PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus di PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati Tegal. Penelitian dilakukan pada tanggal 22 Januari sampai 22 Maret 2018. Analisis data menggunakan analisis peramalan Least Squares, metode Material Requirement Planning (MRP) teknik Lot For Lot (LFL). Variabel dan pengukuran yang digunakan adalah volume pemakaian bahan baku, waktu tunggu, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan perusahaan melakukan pengendalian persediaan belum optimal, hal ini dapat dilihat melalui perbandingan antara biaya persediaan yang ditetapkan perusahaan dengan teknik LFL. Metode MRP teknik LFL menghasilkan penghematan sebesar 5,3 persen dibandingkan metode perusahaan. Metode MRP teknik LFL dapat dijadikan model alternatif dalam pengendalian persediaan bahan baku yang optimal dan ekonomis dilihat dari biaya persediaan bahan baku. | PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati Tegal is one of the textile yarn spinning industries that uses fiber raw materials for the production process. Therefore, inventory control becomes important enough to meet consumer demand on time and reduce production costs to a minimum. This study aims to 1) find out the control of the supply of acrylic yarn raw materials at PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati, 2) find out the control of the need for acrylic yarn raw material with the optimal and economical method of Material Requirement Planning (MRP) technique for PT LFL Laksana Kurnia Mandiri Sejati. The research method uses a case study method at PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati Tegal. The study was conducted on January 22 to March 22, 2018. Data analysis using Least Squares forecasting analysis, method of Material Requirement Planning (MRP) Lot For Lot (LFL) technique. The variables and measurements used are the volume of raw material usage, waiting time, ordering costs and storage costs. The results of the study show that companies do not control inventory optimally, this can be seen through a comparison between inventory costs set by the company and LFL techniques. The MRP technique of the LFL technique produces savings of 5.3 percent compared to the company method. The MRP method of LFL techniques can be used as an alternative model in controlling optimal and economical raw material inventories seen from the cost of raw material inventory. | |
| 19556 | 22734 | C1B014089 | PERAN KREATIVITAS TERHADAP PERILAKU INOVATIF TENAGA KERJA INDUSTRI KREATIF (Studi pada Usaha-usaha Industri Kreatif di Yogyakarta dan sekitarnya) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada tenaga kerja usaha-usaha sektor industri kreatif di wilayah kota Yogyakarta dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran kreativitas terhadap perilaku inovatif SDM industri kreatif di tempat kerja. Populasi penelitian merupakan seluruh tenaga kerja industri kreatif di wilayah kota Yogyakarta dan sekitarnya, sedangkan jumlah responden valid penelitian adalah 111 responden yang berasal dari sejumlah subsektor usaha industri kreatif yang berbeda-beda sesuai klasifikasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan diambil berdasarkan metode accidental sampling. Hasil penelitian dan analisis data melalui aplikasi SmartPLS 2.0.M3 menunjukkan bahwa kreativitas tenaga kerja industri kreatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku inovatif yang dihasilkan di tempat kerja. Hasil penelitian tersebut memberikan kesimpulan bahwa kreativitas merupakan modal utama bagi karyawan usaha-usaha industri kreatif agar mampu menghasilkan perilaku inovatif. Kesimpulan tersebut memberikan implikasi bahwa dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan perilaku inovatif SDM, para pelaku usaha dan jajaran manajemen perlu mendorong kreativitas para karyawannya terlebih dahulu. Peningkatan kreativitas dapat diraih melalui pemberian motivasi bagi karyawan untuk terus mengusulkan cara, ide, pendekatan baru untuk meningkatkan performa, kualitas, mencapai tujuan dan mengatasi permasalahan; memotivasi karyawan agar senantiasa mencari teknologi, teknik, dan ide produk kekinian; memfasilitasi karyawan agar mampu menunjukkan kreativitasnya dalam pekerjaan; serta memotivasi dan meningkatkan keyakinan pada diri karyawan masing-masing bahwa mereka adalah sumber yang bagus bagi ide-ide kreatif. | This quantitative research was conducted at various workers of several companies and SMEs in the creative industry sector around Yogyakarta and surrounding areas. This research aims on finding out the effect of creativity on innovative behavior in the creative industry workers. The population of the research is the whole creative industry workers in Yogyakarta, while the valid samples for this research are 111 workers from various subsectors of creative industry defined by Indonesian Board of Creative Economy (Bekraf) and are collected by accidental sampling. The data were processed by SmartPLS 2.0.M3 application. The result shows that creativity has positive and significant effect on innovative behavior of the creative industry workers. The aforementioned result implied that creativity is the main driver to boost creative industry workers’ innovative behavior in the workplace. Thus, SME owners and management must at first improve workers’ creativity in order to build their innovative behavior. This can be done by motivating workers to keep actively suggesting new and creative ideas for increase on job performance, quality, to reach the goal and to solve problems; encouraging them to constantly searching for new technologies, techniques, and product concepts; facilitating them to show their creativity in their jobs; as well as increasing their level of confidence in terms that they are actually good sources for creative ideas. | |
| 19557 | 22735 | D1E014062 | PENDUGAAN BOBOT BADAN SAPI MADURA JANTAN MENGGUNAKAN UKURAN LEBAR DADA DAN TINGGI BADAN | Penelitian bertujuan untuk mengetahui rata-rata lebar dada dan tinggi badan sapi Madura jantan dan untuk mempelajari apakah lebar dada dan tinggi badan dapat digunakan untuk menduga bobot badan sapi madura jantan. .Materi yang digunakan untuk penelitian adalah sapi Madura jantan sebanyak 30 ekor. Variabel yag diukur adalah lebar dada (LD) , tinggi badan (TB) dan bobot badan (BB). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan korelasi dan regresi berganda menggunakan variabel bebas lebar dada dan tinggi badan dengan variabel terikat yaitu bobot badan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lebar dada dan tinggi badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan sapi madura jantan, sehingga dapat digunakan untuk menduga bobot badan sapi madura jantan dengan persamaan regresi yaitu BB = -544,014 + 17,597LD + 4,662TB. Persamaan regresi sederhana menggunakan ukuran linier lebar dada untuk menduga bobot badan dengan persamaan Y = 91,987 + 6,21LD. Persamaan regresi sederhana yang diperoleh untuk menduga bobot badan dengan menggunakan ukuran linier tinggi badan adalah Y = -197,21 + 3,868TB. | The study aimed to determined the average chest width and body height of male Madura cows and to study whether chest width and height could be used to estimated the body weight of male madura cows. The material used for the study were 30 male Madura cows. The measured variables were chest widht (CW), body height (BH) and body weight (BW). The method used in the study was a survey method with purposive sampling technique. Data were analyzed using correlation and multiple regression using independent variables chest width and body height with the dependent variable was body weight. The results of the analysis of variance showed that the chest width and body height were highly significant (P <0.01) on the body weight of male madura cows, so that it could be used to estimate the body weight of male madura cows with the regression Equation of BW =-544,014+17,597CW+4,662BH. Simple regression equation uses linear width of chest to estimate body weight with the equation BW = 91,987 + 6,21CW. The simple regression equation obtained to estimate body weight using linear measurements of body height is BW = -197.21 + 3,868BH. | |
| 19558 | 22736 | H1L011040 | Rancang Bangun Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Tingkat RT Berbasis Web | Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Tingkat RT Berbasis Web Merupakan sebuah sistem informasi yang digunakan dalam administrasi kependudukan dalam lingkup Rukun Tetangga . Rukun Tetangga (RT) adalah suatu wadah komunikasi antar keluarga dalam satu komunitas tempat tinggal yang paling mendasar dalam tatanan masyarakat. Rukun Tetangga (RT) menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan kebijakan yang dirancang oleh pemerintah. Berkurangnya kualitas komunikasi antar warga dalam lingkup Rukun Tetangga atau RT memunculkan ide untuk membangun sebuah sistem informasi yang dapat menambah kualitas komunikasi antar warga dalam lingkup rukun tetangga. Sistem ini dibutuhkan karena pencatatan administrasi kependudukan dalam lingkup rukun tetangga akan lebih mudah diimplentasikan. Pengembangan sistem ini menggunakan bahasa pengembangan web Hypertext Preporcessor (PHP), dokumentasi menggunakan pemodelan Unified Modelling Language (UML), Basisdata MySql dan metode pengembangan Waterfall. Pengembangan ini diharapkan dapat mempermudah pengelolaan informasi dalam administrasi kependudukan dalam tingkat Rukun Tetangga (RT). | Neighbourhood Demography Administration System is an information system built to manage and strore neighbourhood demography data. Previously, neighbourhood administration system was done manually.by the chief of neighbourhood. In Indonesia, neighbourhood system used by government to aply it’s policy. The reduced quality of communication between citizens within the scope of Rukun Tentangga or RT raises the idea of building an information system that can increase the quality of communication between residents within the neighborhood of the neighborhood. This system is needed because the registration of population administration in the neighborhood will be easier to implement. The development of this system uses the Hypertext Preporcessor (PHP) web development language, the documentation uses the Unified Modeling Language (UML) modeling, the MySql Database and the Waterfall development method. This development is expected to facilitate the management of information in population administration at the neighborhood level (RT) | |
| 19559 | 22737 | G1B014088 | PENGARUH VARIASI UKURAN ADSORBEN DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) PADA AIR KALI DENGAN ARANG BIJI SALAK (Salacca edulis) | Abstrak PENGARUH VARIASI UKURAN ADSORBEN DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) PADA AIR KALI DENGAN ARANG BIJI SALAK (Salacca edulis) Zaki Mubarok, Saudin Yuniarno, Suparmin Latar Belakang: Kadar tembaga (Cu) yang tinggi dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan biotik maupun abiotik. konsentrasi 0,01 ppm fitoplankton akan mati karena Cu menghambat aktivitas enzim dalam pembelahan sel fitoplankton. Konsentrasi tembaga dalam kisaran 2,5-3,0 ppm dalam badan perairan akan membunuh ikan-ikan. studi pendahuluan yang telah dilakukan pada bulan Januari 2018 dengan mengambil sampel air tersebut didapatkan kandungan logam berat tembaga sebanyak 2,09 mg/l dimana menurut PP No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air kandungan maksimal tembaga yang diperbolehkan yaitu 0,02 mg/l. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pengaruh variasi ukuran adsorben dan kecepatan pengadukan terhadap penurunan konsentrasi logam berat tembaga (Cu) pada air kali dengan arang biji salak (Salacca edulis) Metode: Penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian yaitu seluruh air kali di Desa Kaliori. Sampel penelitian ini diambil menggunakan rumus Rancangan Acak Lengkap dan didapatkan sampel sebanyak 56. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil Penelitian: Ada perbedaan rata-rata kadar Cu perlakuan sebelum dan sesudah perlakuan. Simpulan: Terdapat perbedaan rata-rata kadar Cu perlakuan pada variasi ukuran adsorben 80, 100 dan 120 mesh serta variasi kecepatan pegadukan 60 dan 90 rpm dengan kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan rata-rata perlakuan variasi kecepatan pengadukan 120 rpm dengan kelompok kontrol. Kata kunci: Adsorpsi, Logam berat, Tembaga. | Abstract EFFECT OF ADSORBEN SIZE VARIATION AND SPEED VEHICLES TO DECREASING COPPER WEIGHT HEIGHT CONCENTRATION (Cu) ON WATER TREATMENT WITH PALM SALAK (Salacca edulis) Zaki Mubarok, Saudin Yuniarno, Suparmin Background: High levels of copper (Cu) can have a negative impact on biotic and abiotic environments. the concentration of 0.01 ppm of phytoplankton will die because Cu inhibits enzyme activity in cell division of phytoplankton. Copper concentrations in the range of 2.5-3.0 ppm in aquatic bodies will kill the fish. a preliminary study that was conducted in January 2018 by sampling the water was found that the heavy metal content of copper was 2.09 mg / l which according to Government Regulation no. 82 of 2001 on Water Quality Management and Water Contamination Control of maximum allowable copper content of 0.02 mg / l. The purpose of this study was to determine the effectiveness of effect of variation of adsorbent size and speed of stirring to decrease concentration of heavy metal of copper (Cu) at water times with charcoal of salak seed (Salacca edulis) Method: This research is Quasi Eksperimen with Non-equivalent Control Group Design. The research population is all the water in Kaliori Village. The sample of this study was taken using the formula of Completely Random Design and got 56 samples. Data analysis in this study using Kruskal Wallis and Mann Whitney Test. Result: There was a difference in the average of Cu concentration before and after treatment. Conclusion: There was an average difference of Cu treatment in variation of 80, 100 and 120 mesh adsorbent sizes and variation of 60 and 90 rpm of mixing speed with control group. There was no difference in the average treatment rate of 120 rpm stirring speed with the control group. Keywords: Adsorption, Heavy Metals, Copper. | |
| 19560 | 22738 | C1M014029 | PENGARUH RELIGIUSITAS, SELF EFFICACY, DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PERILAKU KECURANGAN AKADEMIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI (SMP N) 8 PURWOKERTO | Kecurangan akademik merupakan problematika dalam dunia pendidikan yang sudah mengakar dan menjadi hal yang dirasionalisasi oleh para pelajar. Studi ini menguji tingkat religiusitas, self efficacy, dan kecerdasan emosional untuk menjelaskan perilaku kecurangan akademik pelajar khususnya di kelas VII. Sampel penelitian ini adalah 162 pelajar kelas VII SMP N 8 Purwokerto. Data dikumpulkan dengan metode survei. Hasil penelitian memperoleh bukti empiris bahwa dari ketiga variabel berpengaruh negatif terhadap perilaku kecurangan akademik pada siswa kelas VII SMP N 8 Purwokerto. | Academic fraud is a problem in the world of education that has taken root and is rationalized by students. This study examines the level of religiosity, self efficacy, and emotional intelligence to explain students’ academic cheating behavior, especially in grade VII. The sample of this research is 162 students of class VII Junior High School 8 Purwokerto. Data was collected by survey method. The result obtained empirical evidence that of the three variables negatively affect the behavior of academic fraud in class VII Junior High School 8 Purwokerto. |