Artikelilmiahs
Menampilkan 19.581-19.600 dari 50.081 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19581 | 22844 | C2D016002 | TRANSAKSI E-COMMERCE: ANALISIS SUDUT PANDANG AKAD WAKALAH DAN SALAM SERTA PSAK SYARIAH 103 | Transaksi jual beli online dalam perspektif Islam adalah kategori muamalah di bidang perdagangan atau bisnis. Munculnya transaksi online sering menimbulkan masalah. Penjual dan pembeli dalam transaksi online belum memahami syarat dan ketentuan dalam membeli dan menjual sehingga sering terjadi gharar dan tidak tahu bagaimana akad yang harus dilakukan. Penelitian ini untuk mengeksplorasi dan menganalisis pilar, syarat, dan akad dalam transaksi jual beli online, dan untuk menganalisis penerapan PSAK 103 untuk transaksi online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penelitian studi kasus yang dilakukan di Kota Tasikmalaya dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah pelaku bisnis, konsumen, ustadz, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, dan akademisi dosen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syarat dan ketentuan jual beli dalam perspektif syariah hanya diketahui secara umum. Akad dan akuntansi Salam dan Wakalah tidak diketahui oleh penjual atau pembeli. Akuntansi Salam dapat digunakan untuk pembelian dan pencatatan dengan ketentuan skema dan pencatatan, pengakuan, pengukuran, dan presentasi harus sesuai dengan aturan PSAK Syariah di 103. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi para akademisi dan menjadi masukan bagi regulator, pengusaha dan masyarakat. | The online purchasing and selling transaction reviewed in Islamic perspective is the category of muamalah in the field of trade or business. The rise of online transactions often causes problems. Sellers and buyers in online transactions have not understood the terms and conditions in buying and selling so that often occurs gharar, and do not know how the contract should be done. This research is to explore and analyze the pillars, terms, and contracts in the online sale and purchase transactions, and to analyze the application of PSAK Syariah 103 for online transactions. This research uses qualitative method with case study research conducted in Tasikmalaya City by using in-depth interview technique. Informants in the study consisted of business people, consumers, ustadz jurists, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tasikmalaya City, and academics. The results showed that the rukun and terms of sale and purchase in the perspective of sharia only known in general. Akad and accounting of Salam and Wakalah not known by the seller or buyer. Accounting of Salam can be applied to any sale and purchase transactions with the provisions of the scheme and recording, recognition, measurement, and presentation must be in accordance with the rules in PSAK Syariah 103. This research can be a reference for academics and become input for regulators, businessmen and community. | |
| 19582 | 26267 | B1J014099 | TINJAUAN MIKROANATOMI HEPAR DAN OVARIUM TERHADAP KESIAPAN REPRODUKSI BELUT SAWAH BETINA (Monopterus albus Zuieuw) | Ikan belut (Monopterus albus Zuieuw.) Memiliki nilai ekonomi yang berpotensi untuk dibudidayakan. Habitat alami yang ada saat ini telah mengalami perubahan untuk kepentingan manusia. Belut adalah hewan hemaprodit protogin, yang betina dan akan menjadi jantan di usia tua. Oogenesis adalah pembentukan sel telur melalui proses mitosis diikuti oleh vitellogenesis. Vitellogenesis adalah pembentukan vitellogenin atau vitelin yang terjadi di hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diameter hepatosit dan tahapan perkembangan belut gonad dan beberapa aspek reproduksi belut padi betina termasuk Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Gonado Somatik (IGS), Indeks Hepato Somatik (IHS) dan diameter hepatosit yang diperiksa secara morfologis dan histologis dalam ukuran hati dengan panjang tubuh tertentu. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei purposive, dengan pola purposive random sampling. Belut yang ditangkap pada bulan Desember mengalami fase betina dengan panjang 16-30 cm. TKG I hanya melihat inti dan oogonia. TKG II memiliki oosit primer, oosit sekunder, sitoplasma, zona radiata. TKG III memiliki sitoplasma yang membesar, oosit primer lebih besar, oosit sekunder, dan zona radiata. TKG IV memiliki oosit primer, zona radiata, dan sitoplasma. Nilai IGS akan meningkat di setiap TKG. Diameter hepatosit akan meningkat secara bertahap dari TKG I ke TKG II kemudian mulai menyusut pada tahap TKG III ke TKG IV. Nilai IGS di TKG II menurun kemudian meningkat. Vitellogenesis disintesis di hati yang menyebabkan perubahan diameter hepatosit. IGS akan semakin memperbesar setiap tahap TKG karena mengisi kuning telur | Eel fish (Monopterus albus Zuieuw.) have economic value that has the potential to be cultivated. The natural habitat that exists today has undergone changes for the benefit of humans. Eel is a protogynous hemaproditic animal, which is female and that will become male in old age. Oogenesis is the formation of ovum through the mitosis process followed by vitellogenesis. Vitellogenesis is the formation of vitellogenin or vitelin which takes place in the liver. This study aims to determine the relationship between hepatocyte diameter and the stages of eel gonad development and some reproductive aspects of female rice eels including Gonad Maturity Level (GML), Gonad Somatic Index (GSI), Hepato Somatic Index (HSI) and hepatocyte diameter which were examined morphologically and histologically in liver size of a certain body length. The method to be used in this study is a purposive survey method, with a purposive random sampling pattern. Eels captured in December experience a female phase at 16-30 cm in length. GML I only looks at the nucleus and oogonia. GML II has primary oocytes, secondary oocytes, cytoplasm, radiata zone. GML III has enlarged cytoplasm, larger primary oocytes, secondary oocytes, and radiata zones. GML IV has primary oocytes, radiata zone, and cytoplasm. The IGS value will increase at each GML. The hepatocytes diameter will increase in stages from GML I to GML II then begin to shrink at the stages of GML III to GML IV. GSI values in GML II decreased then increased. Vitellogenesis was synthesized in the liver which caused changes in hepatocyte diameter. GSI will increasingly enlarge every stage of GML due to filling egg yolks. | |
| 19583 | 22681 | A1C114036 | Kelayakan Dan Strategi Pengembangan Usaha Emping Melinjo Pada Industri Rumah Tangga Di Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas | Emping melinjo adalah salah satu jenis makanan ringan terbuat dari melinjo tua berbentuk pipih bulat yang banyak diusahakan masyarakat khususnya di Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen. Pengembangan agroindustri emping melinjo memiliki kendala harga melinjo yang berfluktuasi dan modal yang terbatas serta belum adanya teknologi canggih dalam produksi akan berpengaruh pada kelayakan usaha emping melinjo skala rumah tangga. Faktor-faktor internal dan eksternal perlu diperhatikan untuk merebut peluang yang ada. Penilaian terhadap perkembangan industri emping melinjo menjadi sangat penting untuk perencanaan agar terus berkembang diwaktu mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan selama satu bulan usaha emping melinjo; 2) Menganalisa kelayakan usaha emping melinjo; 3) Memberi alternatif strategi pengembangan usaha emping melinjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2018 sampai dengan Februari 2018. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan jumlah responden 41 pengrajin. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya penerimaan dan keuntungan, analisis BEP, analisis R/C Rasio dan analisis SWOT. Penerimaan total dalam produksi emping selama sebulan sebesar Rp1.825.975,61 dengan biaya total Rp1.603.646,70 didapat pendapatan bersih sebesar Rp222.328,91. Profitabilitas yang diperoleh sebesar 13,9%. Usaha ini memiliki R/C rasio sebesar 1,139. Agroindustri emping melinjo di Desa Cikembulan layak untuk diusahakan. Total skor matriks IFAS diperoleh sebesar 2,63 dan matriks EFAS diperoleh sebesar 2,57. Hasil analisis SWOT diperoleh 8 alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan, 3 diantaranya mengunggulkan potensi wilayah, bantuan serta pelatihan dan pengawasan dari pemerintah dan membentuk suatu kelompok. | Emping melinjo (Gnetum Gnemon L.) is one type of snacks that made from old melinjo with the shape of ellipsoid that is largely cultivated in the local community, such as the Cikembulan Village, the District of Pekuncen. The development of this emping melinjo agroindustry has constraints related to the fluctuations of price, lack of capital and the absence of advanced technology in the production will affect the business feasibility of emping melinjo within the household scale. Internal and external factors need to be consider in securing the opportunites available. As a result, the assessment of the emping melinjo industry development becomes very important for planning to keep the growth in the future. The purpose of this research were to: 1) understand the cost, revenue and income in one month of emping melinjo industry; 2) Analysis the feasibility of emping melinjo industry; 3) Give alternative strategies of emping melinjo industry development. The research methods used was descriptive analytic. The research was conducted in January 2018 until February 2018. The research location was purposively selected with the number of respondents were 41 craft people. The method of analysis used was profit and cost analysis, BEP analysis, R/C Ratio analysis and SWOT analysis. It was found that the total revenue in the production of emping melinjo in one month was Rp1.825.975,61. After deducted with the total cost of Rp Rp1.603.646,70 the net profit obtained was Rp222.328,91. The profit rate gained was 13.9%. This agroindustry had an R/C ratio of 1,139. Therefore, the agroindustry of emping melinjo in Cikembulan village was feasible to be operated. The IFAS matrix score was 2,63 while the EFAS matrix was 2,57. The SWOT analysis resulted 8 alternative development strategies that could be applied, which 3 of them favored the competitive advantage of the region, the assistance, training and supervision from the government and the form of groups. | |
| 19584 | 22755 | C1B011072 | PENGARUH KUALITAS LAYANAN, CITRA MEREK, ATMOSFER TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI MEDIASI (Survei terhadap Konsumen Ayam Penyet Surabaya Cabang Dr.Angka Purwokerto) | Penelitian ini merupakan survei pada konsumen Ayam Penyet Surabaya Cabang Dr. Angka Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Kualitas Layanan, Citra Merek dan Atmosfer Rumah Makan terhadap Loyalitas Konsumen dengan Kepuasan Konsumen sebagai Mediasi Konsumen Ayam Penyet Surabaya di Purwokerto (Survei Pada Ayam Penyet Surabaya Cabang Dr Angka Purwokerto)” . Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Ayam Penyet Surabaya Cabang Dr Angka Purwokerto. Jumlah responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah 145 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive sampling. Data analisis menggunakan Structural Equational Modelling (SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen Ayam Penyet Surabaya cabang Dr.Angka Purwokerto, (2) Citra merek berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen Ayam Penyet Surabaya cabang Dr.Angka Purwokerto, (3) Atmosfer Rumah Makan berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen Ayam Penyet Surabaya cabang Dr.Angka Purwokerto, (4) Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Ayam Penyet Surabaya cabang Dr.Angka Purwokerto, (5) Citra merek tidak berpengaruh berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Ayam Penyet Surabaya cabang Dr.Angka Purwokerto, (6) Atmosfer Rumah Makan berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Ayam Penyet Surabaya cabang Dr.Angka Purwokerto, (7) Kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Ayam Penyet Surabaya cabang Dr.Angka Purwokerto, (8) Kepuasan konsumen tidak memediasi pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas konsumen Ayam Penyet Surabaya cabang Dr.Angka Purwokerto, (9) Kepuasan konsumen tidak memediasi pengaruh citra merek terhadap loyalitas konsumen pada Ayam Penyet Surabaya cabang Dr.Angka Purwokerto, (10) Kepuasan konsumen tidak memediasi pengaruh atmosfer rumah makan terhadap loyalitas konsumen Ayam Penyet Surabaya cabang Dr.Angka Purwokerto. | SUMMARY This study is a survey on consumers Ayam Penyet Surabaya branch Dr. Angka Purwokerto. The analys of The Service Quality, Brand Image and Atmosphere reataurant on Consumers Loyalty through Consumers Satisfaction as Mediation Variable (Study on Consumers of Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto). The Population in this study is Consumers of Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto. There were 145 choosen as respondents of the research. The sampling technique is done by purposive sampling method. Data analysis using Equational structural modeling (SEM). Result of the analysis showed that: (1) service quality has positive effect on consumers satisfaction Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto, (2) brand image has positive effect on consumers satisfaction Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto, (3) Atmosphere has positive effect on consumers satisfaction Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto, (4) Service quality has positive effect on consumers lolayty Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto (5) brand image has no positive effect on consumers lolayty Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto (6) Atmosphere has positive effect on consumers loyalty Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto, (7) Consumers satisfaction has positive effect on consumers Loyalty, (8) Consumers satisfaction was not mediate the relationship between service quality on consumers loyalty Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto (9) Consumers satisfaction was not mediate the relationship between brand image on consumers loyalty Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto (10) Consumers satisfaction was not mediate the relationship between atmosphere on consumers loyalty Ayam Penyet Surabaya branch Dr.Angka Purwokerto. | |
| 19585 | 22494 | F1I013008 | Penerapan Kebijakan Proteksi Perdagangan oleh Negara Maju dan Negara Berkembang | Dalam hubungan internasional antar negara modern ini, perdagangan internasional telah banyak dilakukan oleh negara-negara dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan mereka masing - masing. Perdagangan internasional sendiri dapat memberikan keuntungan sekaligus menjadi ancaman bagi perekonomian suatu negara. Oleh sebab itu, untuk melindungi dirinya maka suatu negara biasanya menerapkan suatu kebijakan dalam perdagangan internasionalnya sebagai antisipasi untuk melawan ancaman atau keadaan yang dapat menganggu kestabilan ekonomi negara. Bentuk perlindungan ekonomi negara tersebut adalah dengan menerapkan kebijakan proteksi. | In International Relations between these modern countries, International Trade has been carried out by many countries in their efforts to meet their respective needs. International trade itself can provide benefits as well as a threat to the economy of a country. Therefore, to protect itself, a country usually implements a policy in its international trade in anticipation of fighting threats or conditions that can disrupt the country's economic stability. The form of economic protection for the country is by implementing a protection policy. | |
| 19586 | 25678 | A1D015051 | Pengaruh Beberapa Jenis Tepung sebagai Medium Perbanyakan Beauveria bassiana Isolat Papua dan Kemampuannya untuk Mengendalikan Ulat Krop (Crocidolomia pavonana F.) pada Tanaman Pakcoy | Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui jenis tepung yang tepat untuk perbanyakan Beauveria bassiana, 2) mengetahui pengaruh media perbanyakan Beauveria bassiana dari beberapa jenis tepung terhadap mortalitas dan intensitas serangan ulat krop (Crocidolomia pavonana F.), 3) mengetahui pengaruh Beauveria bassiana terhadap bobot segar tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada bulan Oktober 2018 sampai Januari 2019. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu in vitro dan in planta. Penelitian tahap pertama (in vitro) menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu media perbanyakan PDB (P0), tepung kedelai 2% (P1), tepung terigu 2% (P2), tepung beras 1,5% (P3), dan tepung ketan 1,5% (P4). Penelitian tahap kedua (in planta) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdapat 2 unit tanaman, perlakuan yang diujikan yaitu kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), media perbanyakan PDB (P0), tepung kedelai 2% (P1), tepung terigu 2% (P2), tepung beras 1,5% (P3), tepung ketan 1,5% (P4), dan pestisida Decis (P5). Variabel pengamatan pada tahap pertama yaitu kepadatan spora, lalu tahap kedua meliputi mortalitas larva, intensitas serangan, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tepung terigu (2%) dan kedelai (2%) merupakan jenis tepung yang tepat untuk pertumbuhan B. bassiana dengan kepadatan spora 3,842 x 107 spora/ml dan 2,948 x 107 spora/ml; 2) Tepung kedelai (2%), terigu (2%), dan beras (1,5%) mampu menekan intensitas serangan C. pavonana F. sebesar 27,74%; 19,32%; dan 30,09%; 3) Pemberian B. bassiana tidak berpengaruh terhadap mortalitas C. pavonana F. dan bobot segar tanaman. | This research aimed to; 1) find out the type of flour that is right for propagation of Beauveria bassiana, 2) to determine the effect of Beauveria bassiana propagation media from several types of flour on mortality and intensity of cabbage caterpillar attack (Crocidolomia pavonana F.), 3) to determine the effect of Beauveria bassiana on the fresh weight of pakcoy plants. The research was conduct at the Plant Protection Laboratory and Screen House of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, in October 2018 until January 2019. The research was conduct through two stages, that is in vitro and in planta. The first stage of the study (in vitro) used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 replications, that was propagation media of PDB (P0), 2% soybean flour (P1), 2% wheat flour (P2), 1.5 rice flour % (P3), and glutinous flour 1.5% (P4). The second stage of the study (in planta) used a Randomized Block Design (RBD) with 8 treatments and 4 replications, each replication has 2 units of plants, the treatment tested are negative control (K-), positive control (K +), propagation media of PDB (P0 ), 2% soybean flour (P1), 2% wheat flour (P2), 1.5% rice flour (P3), 1.5% glutinous flour (P4), and Decis pesticide (P5). The observation variable in the first stage were spore density, then the second stage included larval mortality, intensity of attack, and fresh weight of plants. The results showed that wheat flour (2%) and soybean flour (2%) were the right type of flour for the growth of B. bassiana with a spore density of 3,842 x 107 spores/ml and 2,948 x 107 spores/ml; soybean flour (2%), wheat flour (2%), and rice flour (1.5%) can reduce the intensity of C. pavonana F. attacks by 27,74%; 19,32%; dan 30,09%; and the aplication of B. bassiana did not have effect on mortality of C. pavonana F. and fresh weight of plants. | |
| 19587 | 22757 | E1A113087 | Tindak Pidana Eksploitasi Secara Ekonomi Terhadap Anak Oleh Ibu Kandung (Tinjauan Yuridis Terhadap Perkara Pidana Nomor: 623/Pid.Sus/2016/PN.Mlg) | RINGKASAN Tindakan eksploitasi ekonomi terhadap anak dengan menjadikan ia sebagai pengamen, merupakan tindakan yang merampas hak anak. Salah satu contohnya adalah kasus eksploitasi yang terjadi di Malang. Kasus telah diajukan dan berakhir di Pengadilan Negeri Malang dengan Putusan Nomor: 623/Pid.Sus/ 2016/PN.Mlg. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pertimbangan hakim dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana dan dalam menjatuhkan pidananya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan sumber datanya adalah Putusan Perkara Pidana Nomor: 623/Pid.Sus/ 2016/PN.Mlg. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Metode analisis data adalah kualitatif dan penyajian datanya menggunakan uraian sistematis. Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, pertimbangan Hakim dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana eksploitasi anak secara ekonomi telah sesuai dengan Pasal 88 Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur Setiap orang, yaitu terdakwa Maisaroh dan unsur yang menempatkan, membiarkan, menyuruh melakukan atau turut melakukan eksploitasi secara ekonomi terhadap anak, yaitu terdakwa menyuruh anaknya untuk bekerja sebagai pengamen. Kedua, terdapat tiga pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku eksploitasi anak secara ekonomi dalam Putusan Nomor: 623/Pid.Sus/2016/PN.Mlg. Pertimbangan pertama, hakim menggunakan pandangan hukum pada Pasal 88 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 yang unsur-unsurnya telah terpenuhi. Pertimbangan kedua, hakim menggunakan kelengkapan alat bukti dan keterangan para saksi serta hal yang meringankan dan yang memberatkan dan fakta yang terungkap selama persidangan. Pertimbangan ketiga adalah subjektivitas hakim itu sendiri. Hakim menilai bahwa anak terdakwa menghendaki sendiri perbuatannya dan peran orang tua yang mendukung anak untuk menjadi pengamen, sehingga semua kesalahan tidak bisa dilimpahkan seluruhnya kepada terdakwa. Kata Kunci: Eksploitasi, Ekonomi, Pengamen | SUMMARY The act of economic exploitation of a child by making him a buskers, is an act that takes away the rights of the child. One example is the case of exploitation that occurred in Malang. The case has been filed and ended at the Malang District Court with Decision Number: 623 / Pid.Sus / 2016 / PN.Mlg. The purpose of this study is to find out the judges' consideration in applying the elements of crime and in dropping their criminal offenses. The research method use normative juridical with the data source is based on Criminal Case Number: 623 / Pid.Sus / 2016 / PN.Mlg. Data collection method uses literature study. Data analysis method is qualitative and the data presentation uses systematic description. The results showed several points of conclusion. First, the Judge's consideration in applying the elements of economic exploitation of children has been in accordance with Article 88 of the Law of the Republic of Indonesia No. 35 of 2014 concerning Child Protection. The defendant's actions have been proven legally and convincingly to fulfill the elements of each person, namely the defendant Maisaroh and the elements who place, allow, order to do or participate in the economic exploitation of children, namely the defendant tells his son to work as a busker. Secondly, there are three judges' considerations in imposing criminal sanctions on the perpetrators of economic exploitation of children in Decision Number: 623 / Pid.Sus / 2016 / PN.Mlg. The first consideration, the judge uses legal views in Article 88 of Law No. 35 of 2014 whose elements have been fulfilled. The second consideration is that the judge uses the completeness of evidence and information from witnesses as well as mitigating and aggravating matters and facts revealed during the trial. The third consideration is the subjectivity of the judge himself. The judge considered that the defendant's child wanted his own actions and the role of the parents who supported the child to become a busker, so that all errors could not be transferred entirely to the defendant. Keywords: Exploitation, Economy, Buskers | |
| 19588 | 22758 | C1L013006 | The Effect Of Profitability, Solvency, Size Company On Timeliness Financial Reporting With Audit Report Lag As A Moderating Variable (Empirical Study on Mancufacturing Companies listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) 2014-2016) | Ketepatan waktu pelaporan keuangan (timeliness) merupakan karakteristik yang penting bagi laporan keuangan karena sangat berpengaruh langsung terhadap tingkat kepastian dan kualitas keputusan yang dibuat berdasarkan informasi pada laporan keuangan yang dipublikasikan. Akan tetapi hingga saat ini, masih terdapat perusahaan-perusahaan yang tidak menyampaikan laporan keuangan dengan tepat waktu. Pentingnya ketepatan waktu pelaporan keuangan juga diakui oleh investor dan manager, karena ketepatan waktu pelaporan laporan keuangan oleh perusahaan dapat berpengaruh pada nilai laporan keuangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran Perusahaan terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan dengan Audit Report Lag sebagai variabel moderasi. pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2016. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling pada penentuan sampel yang menghasilkan 95 sampel perusahaan. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini analisis moderasi regresi interaksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan kuangan, sedangkan solvabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan dengan ketepatan waktu pelaporan keuangan, variabel moderasi dalam penelitian ini menunjukkan hasil bahwa audit report lag dapat memoderasi atau memperkuat pengaruh profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. | Timeliness is an important characteristic of financial statements because it directly affects the level of certainty and quality of decisions made based on information on published financial statements. However, to date, there are still companies that do not submit financial reports on time. The importance of timely financial reporting is also recognized by investors and managers, since the timely reporting of financial statements by companies can affect the value of these financial statements. This study aims to examine the effect of Profitability, Solvency, and Company Size on Timeliness of Financial Reporting with Lag Report Audit as a moderation variable in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2014-2016. This study is a comparative causal and quantitative study using purposive sampling technique in determining the sample that produces 95 company samples. The analytical model used in this study is a moderate interaction analysis regression. The results of this study indicate that profitability has a positive and significant influence on the timeliness of financial reporting, while the solvency and company size have no significant effect on the timeliness of financial reporting, moderating variables in this study show that report lag audit can moderate or strengthen the effect of profitability, solvency, and company size towards the timeliness of financial reporting. | |
| 19589 | 22759 | A1L014136 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) TERHADAP DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK NPK | Penelitian ini bertujuan untuk : 1) ) Mengetahui dosis pupuk NPK yang baik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun, 2) Mengetahui frekuensi pemberian pupuk NPK yang baik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun, 3) Mengetahui kombinasi yang baik dari dosis dan frekuensi pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Penelitian dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Januari sampai Maret 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan perlakuan faktorial 3 x 3 plus kontrol. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK, terdiri atas 3 taraf yaitu 150 kg/ha atau 0,94 g/tanaman, 300 kg/ha atau 1,87 g/tanaman, dan 450 kg/ha atau 2,81 g/tanaman. Faktor kedua adalah frekuensi pemberian pupuk NPK, terdiri atas 3 taraf yaitu pemberian 1 kali, pemberian 2 kali, dan pemberian 3 kali. Berdasarkan faktor yang dicoba terdapat 9 kombinasi perlakuan plus 1 kontrol, dan dialokasikan ke dalam unit percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang diulang 3 kali. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tajuk kering, dan bobot akar kering. Data pengamatan dianalisis dengan uji F, uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun memberikan respon yang sama terhadap dosis pupuk NPK, frekuensi pemberian pupuk NPK, dan kombinasi antara dosis dan frekuensi pemberian pupuk NPK. | This research aims to: 1) Know the dosage of NPK fertilizer which is good for growth and yield of spring onion plant, 2) to know the frequency of NPK fertilizer which is good for growth and yield of spring onion plant, 3) Knowing the good combination of dose and frequency of fertilizer NPK on the growth and yield of spring onion crops. The research was conducted at Screen House of Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, from January to March 2018. This research used a 3 x 3 factorial treatment design plus control. The first factor was the dosage of NPK fertilizer, consisting of 3 levels of 150 kg / ha or 0.94 g / plant, 300 kg / ha or 1.87 g / plant, and 450 kg / ha or 2.81 g / plant. The second factor is the frequency of NPK fertilizer, consisting of 3 levels, namely giving once, giving 2 times, and giving 3 times. Based on the experimental factors there were 9 combinations of treatments plus 1 control, and allocated to the experimental unit using a Completely Randomized Block Design that was repeated 3 times. The variables observed were plant height, number of leaves, number of tillers, fresh crown weight, fresh root weight, dry crown weight, and dry root weight. Observational data were analyzed by F test, further test with Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the growth and yield of spring onion gave the same response to the dosage of NPK fertilizer, the frequency of NPK fertilizer, and the combination of dose and frequency of NPK fertilizer. | |
| 19590 | 22760 | C1B011094 | PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA, BUDAYA ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RITA SUPERMALL PURWOKERTO | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada karyawan Rita Supermall yang berada di Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Kompensasi, Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja karwayan di Rita Supermall Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, budaya organisasi, dan kepuasan kerja terhadap kinerja. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karwayan di Rita Supermall Purwokerto. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 356 responden. Stratified random sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda menunjukkan bahwa: (1) Kompensasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja, (2) Lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, (3) Budaya organisasi memiliki pengaruh yang negatif namun signifikan terhadap kinerja, (4) Kepuasan kerja memiliki pengaruh negatif namun signifikan terhadap kinerja. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja karyawannya. Oleh karena itu, peneliti menyarankan kepada pihak Rita Supermall Purwokerto untuk dapat meningkatkan bentuk apresiasi kerja bagi para karyawannya dalam wujud pemberian gaji, tunjangan, insentif, dan fasilitas yang sesuai dengan harapan karyawannya. . Selain itu, Rita Supermall Purwokerto juga mesti meningkatkan penerapan nilai-nilai positif perusahaan seperti kedisiplinan dan produktivitas bagi karyawan. Kedua hal ini sangat penting terhadap peningkatan performa kerja karyawannya | This research is a survey research on employees at Rita Supermall in Purwokerto. “The influence of Compensation, Work Environment, Organizational Culture, and Job Satisfaction on Employee Performance at Rita Supermall in Purwokerto“. The aims of research is to find out the effect of compensation, work environment, organizational culture, and job satisfaction on employee performance. The research population are all Rita Supermall employees. There were 356 employees chosen as respondents of the research. Then stratified random sampling method was used to determine the respondents. Based on result of research and data analysis using Multiple Linear Regression it has got the conclusions: (1) Compensation has a positive effect and significant on employee performance, (2) Work Environment has a positive effect and significant on employee performance, (3) Organizational culture has a negative effect but significant on employee performance, (4) Job satisfaction has a negative effect but significant on employee performance. As implication of the conclusion above, in order to increase employee performance. Therefore, the researchers suggested to the Rita Supermall Purwokerto to can increase the working form of appreciation for its employees in the form of the granting of salary, allowances, incentives, and facilities in accordance with the expectations of employees. In addition, Rita Supermall Purwokerto also must improve the implementation of positive company values such as discipline and productivity for employees. Both of these are very important against an increase in the performance of its employees work. | |
| 19591 | 22761 | D1E014175 | PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN NPK PADA PRODUKSI BAHAN KERING DAN IMBANGAN DAUN BATANG RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh level kombinasi pupuk kandang dan NPK pada produksi bahan kering dan imbangan daun batang rumput odot. Materi penelitian menggunakan stek rumput odot, pupuk kandang dan pupuk NPK merk Mutiara. Metode penelitian yang digunakan, metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 4, faktor pertama pupuk kandang yaitu 0 kg/5 m2 (K0); 7,5 kg/5 m2 (K 1); 15 kg/5 m2 (K2), faktor kedua pupuk NPK yaitu 0 g/5 m2 (M0); 37,5 g/5 m2 (M1); 75 g/5 m2 (M2); 112,5 g/5 m2 (M3). Peubah yang diukur adalah produksi bahan kering dan imbangan daun batang pada defoliasi pertama. Hasil analisis variansi, interaksi pupuk kandang dan NPK dengan level yang berbeda tidak berpengaruh nyata pada produksi bahan kering dan imbangan daun batang (P>0,05), sedangkan pupuk NPK secara tunggal berpengaruh yang nyata pada produksi bahan kering dan imbangan daun batang (P<0,05). Perlakuan terbaik untuk menghasilkan produksi bahan kering 18,00 ons/5 m2 yaitu pemberian pupuk kandang 15 ton/ha dan NPK 225 kg/ha. Imbangan daun batang meningkat dengan pemberian pupuk NPK 150 kg/ha dan menurun dengan pupuk NPK 225 kg/ha. Pemberian pupuk kandang sampai level 30 ton/ha diperoleh produksi bahan kering dan imbangan daun batang yang relatif sama. | The research was aimed to explained the effect of manure and NPK combination on dry matter production and stem leaf ratio of odot grass. Materials used in this research were cuttings of odot grass, manure fertilizer and NPK brand Mutiara. The method was an experimental using completely randomized design (CRD) with Factorial Pattern 3 × 4. First factor were manure with 0 kg/5 m2 (K0), 7,5 kg/5 m2 (K1) and 15 kg/5 m2 (K2), the second factor were NPK fertilizer with 0 g/5 m2 (M0), 37,5 g/5 m2 (M1), 75 g/5 m2 (M2) and 112,5 g/5 m2 (M3). Dry matter production and stem leaf ratio of first defoliation were observed. The result of the research showed that the interaction between manure and NPK fertilizer with different levels was not significant to the dry matter production and stem leaf ratio (P>0,05), while NPK fertilizers was significant to the dry matter production and stem leaf ratio (P<0,05). The results showed that the best treatment to the dry matter production is 18,00 ons/5 m2 that is treatment of manure 15 ton/ha and NPK fertilizer 225 kg/ha. The stem leaf ratio is increased on NPK fertilizer 150 kg/ha and decreased on NPK fertilizer 225 kg/ha. Fertilizers of manure up to a level of 30 tons/ha obtained dry matter production is relatively the same. | |
| 19592 | 25679 | A1D015068 | Kajian Aplikasi Metabolit Sekunder Empat Jamur Entomopatogen Terhadap penyakit Rebah Semai (Pythium sp.) pada Bibit Mentimun | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metabolit sekunder terbaik jamur entomopatogen dalam menekan pertumbuhan Pythium sp. in vitro dan terhadap penyakit rebah semai pada tanaman mentimun in planta. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan September 2018 sampai dengan Maret 2019. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap in vitro dan in planta. Tahap in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu kontrol, metabolit sekunder Metharizium anisopliae, Beauveria bassiana isolat Jember dan Papua, dan Lecanicillium lecanii. Variabel yang diamati adalah daya hambat perlakuan terhadap Pythium sp. Tahap in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu hasil terbaik dari uji in vitro, selanjutnya terbagi, menjadi perlakuan kontrol air steril dan fungisida (mankozeb 80 %), konsentrasi 5, 10, dan 15 mL.Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, kejadian penyakit, AUDPC, selisih tinggi tanaman, bobot segar akar, panjang akar, daya kecambah dan daya vigor. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder Beauveria bassiana isolat Papua paling besar dalam menghambat Pythium sp. sebesar 1,64 %. Perlakuan 10 mL dapat menekan penyakit rebah semai sebesar 2,70% dan mampu meningkatkan panjang akar 19,5 % dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Meskipun demikian, perlakuan 10 mL belum mampu meningkatkan variabel pertumbuhan bobot segar akar dan selisih tinggi tanaman. Pemberian metabolit sekunder tidak berpengaruh pada daya kecambah dan daya vigor. | The purpose of this study was to determine the affect of entomopathogenic fungi secondary metabolites in suppressing the growth of Pythium sp. in vitro and the application of the best entomopathogenic fungi secondary metabolites against damping-off cucumber in planta. This research was carried out at the Plant Protection Laboratory and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from September 2018 to March 2019. The research was divided into two stages, namely in vitro and in planta stage. The in vitro stage used a completely randomized design with 5 treatments and 5 replications consisted of secondary metabolites of Metharizium anisopliae, Beauveria bassiana Jember and Papua isolates, and Lecanicillium lecanii. Variable observed was the inhibition level against Pythium sp. The in planta stage used a Complete Randomized Block Design with 5 treatments and 5 replications. The treatments were the best results from the in vitro test, then divided into sterile water control, fungicide (mankozeb 80%) and concentration of 5, 10, and 15 mL. Variables observed were incubation period, disease incidence, AUDPC, plant height difference, root fresh weight, root length, germination rate, and vigour. Results of the research showed that the secondary metabolites of Beauveria bassiana Papua isolate have the largest inhibition of Pythium sp. up to 1,64 %. The 10 mL of secondary metabolites able to suppres the damping-off up to 2.70 % and to increase root length up to 19,5 % compare with other treatment. However, K3 was not able to increase the variable growth of root fresh weight and plant height difference. Giving secondary metabolites applicate were not able to affect the germination and vigour. | |
| 19593 | 25583 | H1A013053 | FOTODEGRADASI FENOL DENGAN MENGGUNAKAN FOTOKATALIS CuO DAN BANTUAN LAMPU TUNGSTEN | Fenol dan segala turunannya seringkali ditemukan pada limbah cair dari berbagai industri, seperti kimia, batu bara, herbisida, petrokimia, petroleum, farmasi, dan plastik. Dalam beberapa kasus, fenol seringkali dilepaskan ke lingkungan tanpa perlakuan lajutan. Padahal fenol termasuk dalam senyawa beracun dan karsinogenik yang sangat berbahaya. Degradasi fotokatalitik merupakan metode yang dapat dikembangkan untuk mendegradasi limbah fenol. Fotokatalis CuO dapat digunakan sebagai fotokatalis karena memiliki kestabilan kimia, ketersediaan unsur yang melimpah, biaya yang murah, dan energi celah pita (band gap energy) sebesar 1,2 eV. Degradasi fenol menggunakan fotokatalis CuO dengan bantuan lampu tungsten telah berhasil dilakukan dengan kondisi pH optimum berada pada pH 9 dengan penurunan fenol sebesar 42,87% yang didegradasi dengan waktu optimum 6 jam. | Phenol and all of the derivatives are often found in water waste from various industries, such as chemistry, coal, herbicide, periquimia, petroleum, pharmacy, and plastucs. In some cases, phenols are often released into the environment without continous treatment. Whereas, phenol is included in toxic and carsinogenic compounds, which are very dangerous. Photocatalystic degradation is a method that can be developed to degrade phenol waste. CuO can be used as photocatalyst because it has chemical stability, abundant availability of elements, low costs, and band gap energy of 1,2 eV. Phenol degradation using CuO photocatalyst with the help of tungsten lamps was succesfully carried out with optimum pH conditions at pH 9 with a decrease of 42,87% phenol which has degraded with an optimum time of 6 hours. | |
| 19594 | 22763 | D1E014015 | PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN NPK PADA TINGGI TANAMAN DAN PRODUKSI HIJAUAN SEGAR RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis pemberian kombinasi pupuk kandang dan NPK yang optimum ditinjau dari tinggi tanaman dan produksi hijauan segar rumput odot. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 720 batang stek rumput odot, 270 kg pupuk kandang, 2,5 kg pupuk NPK. Metode yang digunakan adalah eksperimen pola faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama adalah pupuk kandang yang terdiri dari K0 : pupuk kandang 0 kg/5m2, K 1: pupuk kandang 7,5 kg/5m2, K2: pupuk kandang 15 kg/5m2 dan faktor kedua adalah pupuk NPK (M) yang terdiri dari M0 : pupuk NPK 0 g/5m2, M1 : pupuk NPK 37,5 g/5m2, M2 : pupuk NPK 75 g/5m2 dan M3 : pupuk NPK 112,5 g/5m2. Peubah yang diukur adalah tinggi tanaman dan produksi hijauan segar rumput odot defoliasi 1. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa interaksi antara kombinasi pupuk kandang dan NPK berpengaruh tidak nyata (P>0,05), sedangkan pemberian pupuk kandang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman dan produksi segar rumput odot, pemberian pupuk NPK berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman dan produksi segar rumput odot. Pengaruh tunggal pupuk kandang dan NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman dan produksi hijauan segar secara signifikan. Perlakuan interaksi pupuk kandang dan NPK tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman dan produksi hijauan segar. | The purpose of the study was detemined the optimum dose of manure and NPK combination in terms of height plant and fresh production of odot grass. The material used in this study were 720 stems of grass cuttings, 270 kg of manure, 2,5 kg of NPK fertilizer. The method used was factorial pattern experiment with a completely randomized design. The first factor was manure consisting of K0: manure 0 kg/5m2, K1: manure 7,5 kg/5m2, K2: manure 15 kg/5m2 and the second factor was NPK (M) fertilizer which consists of M0 : NPK fertilizer 0 g/5m2, M1: NPK fertilizer 37,5 g/5m2, M2: NPK fertilizer 75 g/5m2 and M3: NPK fertilizer 112,5 g/5m2. The variables measured were height plant and fresh production of first defoliation. The results of the analysis of variance showed that the interaction between the combination of manure and NPK was not significant (P>0.05), while the manure application was significant (P<0.05) on height plant and fresh production, NPK fertilizer was highly significant (P<0.01) of height plant and fresh production of odot grass. The single effect of manure and NPK can significantly increased height plant and fresh production. Interaction between manure and NPK was not significant on height plant and fresh production. | |
| 19595 | 22676 | D1E014075 | UJI ORGANOLEPTIK DAN SUSUT MASAK NAGET DAGING ITIK AFKIR DENGAN PENAMBAHAN BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan buah naga merah dalam bentuk (perasan dan pasta) dan level yang berbeda terhadap rasa, tekstur, tingkat kesukaan dan susut masak pada naget daging itik afkir. Materi yang digunakan adalah daging itik afkir dan buah naga merah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan yaitu R0 bahan naget tanpa penambahan buah naga merah, bahan naget ditambah perasan buah naga merah 15% (R1) dan 30% (R2), serta pasta 15% (R3) dan 30% (R4) dari bobot daging. Uji organoleptik menggunakan 25 panelis. Data dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan buah naga merah pada naget daging itik afkir berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap rasa (tidak terasa-terasa), tekstur (kenyal), tingkat kesukaan (suka) dan susut masak (1,3-7,2%). Rataan untuk uji rasa adalah R0: 9,934, R1: 9,992, R2: 9,730, R3: 10,590 dan R4: 11,408. Tekstur R0: 12,050, R1: 12,164, R2: 13,512, R3: 12,548 dan R4: 13,922. Tingkat kesukaan R0: 10,966, R1: 12,096, R2: 12,314, R3: 13,168 dan R4: 12,908. Susut masak R0: 1,25%, R1: 2,60%, R2: 7,15%, R3: 2,00% dan R4: 6,40%. Kesimpulan, untuk membuat naget daging itik afkir dapat dilakukan dengan penambahan 15% pasta buah naga merah karena lebih disukai, tekstur kenyal dan susut masak yang rendah. | The aim of this study was to examine the influence of red dragon fruit addition in juice and paste form and different levels on taste, texture, preference and cooking loss on nugget made from culled duck meat. The materials used culled ducks meat and red dragon fruits. Method used was experimental method with a completely randomized design (CRD) with five treatments and four replications, (R0) nugget without the addition of the red dragon fruit, nugget with addition of red dragon fruit juice 15% (R1) and 30% (R2), and with paste 15% (R3) and 30% (R4) weight of the meat. Organoleptic test used 25 panelists. Data analyzed by analysis of variance and continued with honestly significant different test (HSD). The results variance analysis of showed that the addition of the red dragon fruit on culled duck meat nugget had significant effect (P<0.01) on taste (barely-to sligly), texture (tough), preference (preferred) and cooking loss (1,3-7,2%). The average score for taste test were R0: 9,934, R1: 9,992, R2: 9,730, R3: 10,590 and R4: 11,408. Texture R0: 12,050, R1: 12,164, R2: 13,512, R3: 12,548 and R4: 13,922. Preference R0: 10,966, R1: 12,096, R2: 12,314, R3: 13,168 and R4: 12,908. Cooking loss R0: 1,25%, R1: 2,60%, R2: 7,15%, R3: 2,00% and R4: 6,40%. Conclusion, to produce nugget made from culled duck meat could be done with addition of 15% dragon fruit paste because more preferred, tough texture, and low amount of cooking losses. | |
| 19596 | 22765 | B1J014036 | KEKAYAAN SPESIES ANURA (AMPHIBIA) DI KEBUN RAYA BATURRADEN, JAWA TENGAH | Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman jenis Amphibia yang tinggi. Salah satu anggota dari classis Amphibia adalah ordo Anura yang mampu hidup di dua habitat yaitu daratan dan perairan. Data kekayaan Anura di kawasan Pulau Jawa belum sepenuhnya terungkap terutama di kawasan lereng selatan Gunung Slamet khususnya Kebun Raya Baturraden, Jawa Tengah. Selain itu, kawasan ini diduga sesuai untuk kehidupan Anura. Hal tersebut karena KR Baturraden memiliki kelembapan udara dan kelimpahan air yang tinggi serta tersusun oleh tutupan hutan. Hal tersebut mendorong dilakukannya penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui kekayaan spesies Anura di kawasan Kebun Raya Baturraden. Penelitian ini dilakukuan di Kebun Raya Baturraden yang berada di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel dilakukan di area alami dan tematik pada bulan Januari sampai Februari 2018 menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel Visual Encounter Survey (VES) dan waktu pengamatan selama 3 jam pada pukul 08.00 sampai 11.00 WIB dan pukul 20.00 sampai 23.00. Data kekayaan Anura dianalisis secara deskriptif. Selama penelitian diperoleh 11 spesies Anura yang termasuk dalam 6 familia. Species yang diperoleh yaitu Leptophryne barbonica (Bufonidae), Fejervarya limnocharis, Limnonectes kuhlii, Limnonectes microdiscus (Dicroglossidae), Microhyla achatina (Microhylidae), Leptobrachium hasseltii, Megophrys montana (Megophryidae), Chalcorana chalconota, Odorrana hosii (Ranidae), Philautus aurifasciatus dan Rhacophorus margaritifer (Rhacophoridae). Lima diantaranya adalah spesies endemik pulau Jawa yaitu Limnonectes kuhlii (Dicroglossidae), Microhyla achatina (Microhylidae), Rhacophorus margaritifer (Rhacophoridae), Megophrys montana (Megophryidae) dan Leptophryne barbonica (Bufonidae). Terdapat 11 species Anurayang termasuk dalam 6 familia. Dua puluh tiga individu Anura ditemukan di area alami dan 40 individu Anura di area tematik kawasan Kebun Raya Baturraden. Spesies yang paling banyak ditemukan selama penelitian di area alami adalah Leptophryne barbonica dan Limnonectes microdiscus yaitu sebanyak 6 individu, sedangkan di area tematik adalah Leptobrachium hasseltii sebanyak 9 individu. | Indonesia is one of the countries with high diversity of Amphibia. One of the members of Amphibia classis is the Anura order that is able to live in two different habitats; land and water. Data on Anura species richness in Java Island has not been completed, especially in Baturraden Botanical Garden at southern slopes of Mount Slamet, Central Java.In addition, the area is allegedly suitable for the life of Anura. It encourages this research which aims to find out the species richness of Anura in Baturraden Botanical Gardens. This research is conducted at Baturraden Botanical Garden located in Kemutug Lor Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency. Sampling was done in natural and thematic areas from January to February 2018 using survey method with sampling technique using Visual Encounter Survey (VES) and time search for 3 hours at 08.00 until 11.00 WIB and at 20.00 until 23:00. Data on Anura richness were analyzed descriptively. The results of the study were 11 species of Anura consisting of 6 families namely Leptophryne barbonica (Bufonidae), Fejervarya limnocharis, Limnonectes kuhlii, Limnonectes microdiscus (Dicroglossidae), Microhyla achatina (Microhylidae), Leptobrachium hasseltii, Megophrys montana (Megophryidae), Chalcorana chalconota (Ranidae), Odorrana hosii (Ranidae), Philautus aurifasciatus, and Rhacophorus margaritifer (Rhacophoridae). Five of them are endemic species of Java island, Limnonectes kuhlii (Dicroglossidae), Microhyla achatina (Microhylidae), Rhacophorus margaritifer (Rhacophoridae), Megophrys montana (Megophryidae) and Leptophryne barbonica (Bufonidae). There are 11 species of Anura consisting of 6 families. Twenty-three Anura individuals found in natural areas and 40 Anura individuals in the thematic area in Baturraden Botanical Gardens. The most common species found during the research in the natural areas were Leptophryne barbonica (Tscudi, 1838) and Limnonectes microdiscus (Boettger, 1892) of 6 individuals, whereas in the thematic areas Leptobrachium hasseltii (Tscudi, 1838) were 9 individuals. | |
| 19597 | 22762 | E1A014098 | TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN YANG MENYEBABKAN KEMATIAN (Studi Terhadap Putusan Perkara Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 978/PID.B/2013/PN.TNG) | Tindak pidana pencurian dengan kekerasan merupakan tindak pidana yang sering terjadi di masyarakat. Kekerasan ditujukan untuk melumpuhkan atau membuat korban menjadi tidak berdaya bahkan sering kali menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 365 ayat (4) KUHP dalam Putusan Nomor 978/Pid.B/2013/PN.TNG, serta untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhan pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data sekunder yang telah terkumpul diolah, disajikan dalam bentuk teks naratif atau deskriptif, dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan Terdakwa merupakan tindak pidana yang telah memenuhi unsur di dalam Pasal 365 ayat (4) KUHP. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana dalam Putusan Perkara Nomor 978/Pid.B/2013/PN.TNG diatur dalam Pasal 50 Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Dasar pertimbangan hukum hakim yaitu dasar mengadili diatur dalam Pasal 84 KUHAP serta dasar memutus dengan terlebih dahulu mempertimbangkan unsur-unsur yang terbukti dalam Pasal 365 ayat (4) KUHP. Pembuktian dilakukan dengan melihat alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 Ayat (1) KUHAP yang diperkuat dengan barang bukti yang diajukan dalam persidangan serta keyakinan dari Hakim dan adanya hal yang memberatkan dan hal yang meringankan, diatur dalam Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP, serta mempertimbangkan masa penangkapan dan penahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, yang diatur dalam Pasal 22 ayat (4) KUHAP. | Crime of theft by violence is a crime that often occurs in the community. The violence is intended to immobilize or make the victim become helpless with the intention to facilitate theft. This violence often causes death. The purpose of this study was to determine the application of the elements of Article 365 paragraph (4) of the Criminal Code in Decision Number 978/Pid.B/2013/PN.TNG, as well as to find out the basic legal considerations of judges in criminal convictions. The research method used is normative juridical with the method of legislative and analytical approaches. The type of data used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The collected secondary data is processed, presented in the form of narrative or descriptive text, and analyzed by qualitative method. Based on the results of the study and discussion it can be concluded that the Defendant's actions are criminal acts that have fulfilled the elements in Article 365 paragraph (4) of the Criminal Code, namely no criminal theft preceded, accompanied, or followed by violence or threats of violence, carried out by two or more people with allies at night on public streets. The basis of the judge's legal considerations in imposing criminal sanction in Decision Case Number 978 / Pid.B / 2013 / PN.TNG is regulated in Article 50 of Act no. 48 of 2009 concerning Judicial Power. The basis of judges' legal considerations is that the basis for judging is regulated in Article 84 of the Criminal Procedure Code and the basis for deciding by first considering the elements proven in Article 365 paragraph (4) of the Criminal Code. Verification is done by looking at the valid evidence in accordance with Article 184 Paragraph (1) of the Criminal Procedure Code which is strengthened by the evidence presented at the trial and the conviction of the Judge and the aggravating and mitigating matters, regulated in Article 197 paragraph (1) letter f of KUHAP , and to consider the period of arrest and detention are deducted entirely from the imposed penalty provided for in Article 22 paragraph (4) of KUHAP. | |
| 19598 | 22766 | C1A011052 | Analisis Daya Saing Ekspor Ikan Tuna Indonesia di Pasar Internasional | Penelitian ini berjudul “Analisis Daya Saing Ekspor Ikan Tuna Indonesia di Pasar Internasional”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis struktur pasar ikan tuna Indonesia di pasar internasional dan menganalisis apakah ikan tuna Indonesia memiliki keunggulan komparatif serta keunggulan kompetitif di pasar internasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Obyek penelitian ini dilakukan pada ikan tuna beku dan ikan tuna segar. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapat dari sumber instansi terkait seperti UN Comtrade, Kementrian Perikanan dan Kelautan serta dari BPS, data yang digunakan adalah data dengan periode 2010 hingga 2016. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan alat analisis Concentration Ratio (CR) menunjukan bahwa struktur pasar ikan tuna Indonesia adalah pasar monopolistik dengan nilai rata-rata CR4 sebesar 36 persen. Kemudian dengan menggunakan analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) menunjukan bahwa ikan tuna Indonesia memiliki keunggulan komparatif di pasar dunia dengan index RCA rata-rata sebesar 2.09. Hasil penelitian menggunakan analisis Export Product Dynamic (EPD) menunjukan bahwa ikan tuna Indonesia berada pada posisi “Rising Star” yang dimana artinya ikan tuna indonesia memiliki keunggulan kompetitif di pasar internasional. Dalam menigkatkan keunggulan komparatif di pasar internasional penting bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar terutama pada pangsa tujuan ekspor ikan tuna dunia. Di samping itu dalam meningkatkan keunggulan kompetitif maka sebaiknya Indonesia meningkatkan kualitas ekspor ikan tuna. | This research is entitled "Competitive Analysis of Indonesian Tuna Exports in International Markets". The purpose of this study is to analyze the structure of the Indonesian tuna market in international markets and analyze whether Indonesian tuna fish have comparative advantages and competitive advantages in international markets. The type of this research is descriptive research. The object of this study was conducted on frozen tuna and fresh tuna fish. This study uses secondary data obtained from related sources such as UN Comtrade, Ministry of Fisheries and Maritime Affairs and from BPS, the data used is data with the period 2010 to 2016. Based on the results of the study using the Concentration Ratio (CR) analysis tool shows that the structure of the Indonesian tuna fish market is a monopolistic market with an average CR4 value of 36 percent. Then using the Revealed Comparative Advantage (RCA) analysis shows that Indonesian tuna has a comparative advantage in the world market with an average RCA index of 2.09. The results of the study using Export Product Dynamic analysis (EPD) show that Indonesian tuna fish are in the "Rising Star" position which means that Indonesian tuna have a competitive advantage in the international market. In increasing comparative advantage in international markets it is important for Indonesia to expand its market share, especially in the share of world tuna fish export destinations. In addition to increasing competitive advantage, Indonesia should improve the quality of tuna exports. | |
| 19599 | 22764 | E1A014096 | TINDAK PIDANA DIMUKA UMUM SECARA BERSAMA-SAMA MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAP ORANG YANG MENGAKIBATKAN MATINYA ORANG (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 1409/Pid.B/2015/PN.Bdg) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan matinya orang dalam Putusan Pengadilan Negeri Bandung No. 1409/Pid.B/2015/PN.Bdg, serta untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian yuridis normatif. Data-data sekunder yang telah terkumpul diolah, disajikan dalam bentuk teks naratif dan dianalisis dengan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP, yaitu: 1) Barang siapa; 2) Dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang; 3) Yang mengakibatkan matinya orang dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana dalam Putusan Perkara No. 1409/Pid.B/2015/PN.Bdg berdasarkan ketentuan Pasal 50 UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yaitu dasar pertimbangan hakim terbagi menjadi dua, berdasarkan dari dasar mengadili yang diatur dalam ketentuan Pasal 84 KUHAP, dan dasar memutus dengan terlebih dahulu mempertimbangkan terbuktinya semua unsur-unsur Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHAP, adanya pembuktian berdasarkan alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 ayat (1) KUHAP yang diperkuat dengan barang bukti yang diajukan dalam persidangan serta keyakinan hakim dan adanya hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa diatur dalam Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP serta mempertimbangkan hak terdakwa dalam melaksanakan pidana dikurangi dengan masa penangkapan dan penahanan juga sudah terpenuhi. Kata Kunci : Dimuka Umum, Bersama-sama, Kekerasan, Matinya Orang. | This research purpose to find out the application of elements of criminal act in public jointly commit violence against people which results in the death of a person on decision of Bandung District Court’s No. 1409/Pid.B/2015/PN.Bdg, and to find out the basic legal considerations of judges in imposing criminal penalties. The approach method used is normative juridical. Secondary data that has been collected is processed, presented in the form of narrative text and analyzed by qualitative methods. Based on the results of research and discussion it can be concluded that the actions of the defendant have fulfilled the elements of Article 170 paragraph (2) of the 3rd Criminal Code, namely: 1) Whosoever; 2) openly and with joint force using violence against people; 3) Which results in the death of a person and the basis of the judge's legal considerations in imposing a crime in Decision Case No. 1409 / Pid.B / 2015 / PN.Bdg based on the provisions of Article 50 of Law No. 48 of 2009 concerning Judicial Power, namely the basis of the consideration of the judge divided into two, based on the basis of the judiciary set forth in the provisions of Article 84 of the Criminal Procedure Code, and the basis for deciding by first considering the proof of all the elements of Article 170 paragraph (2) 3rd Criminal Procedure Code, there is evidence based on valid evidence in accordance with Article 184 paragraph (1) of the Criminal Procedure Code which is strengthened by the evidence presented at the trial and the judge's conviction and the existence of matters that incriminate and alleviate the defendant is regulated in Article 197 paragraph (1) letter f of the Criminal Procedure Code and considering the defendant's rights, the period of arrest and detention is deducted entirely from the criminal sentence imposed. Keywords: In Public, Together, Violence, Death of People. | |
| 19600 | 22767 | F1J014039 | BENTUK DAN MAKNA KATA SUMIMASEN DAN GOMENNASAI DALAM DORAMA 5 JI KARA 9 JI MADE | Penelitian ini berjudul “Bentuk dan Makna Ungkapan Sumimasen dan Gomennasai dalam Dorama 5 ji kara 9 ji made”. Tujuannya untuk mendeskripsikan bentuk ungkapan sumimasen dan gomennasai yang muncul dalam dorama dan perbedaan nuansa makna antara keduanya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat. Data yang digunakan adalah dialog yang mengandung kata sumimasen dan gomennasai sebanyak 93 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 variasi bentuk kata sumimasen yaitu:1) sumimasen; 2)sumanai; 3)suimasen; 4)suimasendeshita; 5)hontouni sumimasen; 6)hontouni suimasen; 7)hontouni suimasendeshita; 8)Suman dan 6 variasi bentuk kata gomennasai yaitu: 1)gomennasai; 2)gomen; 3)gomenne; 4)gomenkudasai; 5)hontouni gomen; 6)hontouni gomennasai. Kata sumimasen dan gomennasai merupakan kata yang bersinonim, namun kedua kata tersebut tidak sepenuhnya dapat saling menggantikan. Perbedaan nuansa makna kedua kata tersebut yaitu: (a) nuansa makna ‘maaf’ kata sumimasen menekankan pada perasaan tidak enak hati penutur kepada mitra tutur. Kata gomennasai menekankan pada rasa penyesalan penutur kepada mitra tutur. (b) nuansa makna ‘maaf’ kata sumimasen memiliki unsur ungkapan terima kasih penutur kepada mitra tutur. Kata gomennasai tidak memiliki nuansa makna tersebut. (3) nuansa makna kata gomennasai menyiratkan jika penutur meminta untuk dimaafkan oleh mitra tutur, sedangkan kata sumimasen tidak. Perbedaan nuansa makna pada kata yang bersinonim disebabkan adanya perbedaan konteks pada setiap pembicaraan. | This research examines about form and meaning of sumimasen and gomennasai expression in dorama (5 ji kara 9 ji made). This research aimed to describe form and the difference in nuance of meaning of sumimasen and gomennasai that appear in this dorama. This research is categorized as descriptive qualitative. The data collected by scrutinized and noted technique. The data of this research are 93 dialogues which are contain of sumimasen and gomennasai. The result of this research are found 8 (eight) variation of sumimasen: 1)sumimasen; 2)sumanai; 3)suimasen; 4)suimasendeshita; 5)hontouni sumimasen; 6)hontouni suimasen; 7)hontouni suimasendeshita; 8)suman and 6 (six) variation of gomennasai: 1)gomennasai; 2)gomen; 3)gomenne; 4)gomenkudasai; 5)hontouni gomen; 6)hontouni gomennasai. Sumimasen and Gomennasai are synonymous word, but they are not entirely substituted. The difference in nuance of meaning of sumimasen and gomennasai are (a) nuance of meaning ‘sorry’ in sumimasen emphasizes that speaker has an uncomfortable feeling to the partner. Nuance of meaning ‘sorry’ in gomennasai emphasizes that speaker has a regret feeling to the partner. (b) nuance of meaning ‘sorry’ in sumimasen has a gratitude expression while gomennasi has no that expression (c) nuance of meaning gomennasai implied that speaker ask to be forgiven by the partner while sumimasen has no that nuance. The difference in nuance of meaning to the synonymous words is caused by the different context in conversation. |