| NIM | A1C012050 |
| Namamhs | YOHAN YULIANTO |
| Judul Artikel | Kontribusi Usahatani Jagung Manis Pada Lahan Kering Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani (Studi Kasus di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyuas) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Desa Cindaga adalah desa yang berada di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas yang memiliki lahan kering cukup luas. Salah satu komoditas unggulan petani lahan kering di Desa Cindaga adalah komoditas jagung manis. Pendapatan rumah tangga petani di perdesaan umumnya tidak berasal dari satu sumber, tetapi berasal dari dua atau lebih sumber pendapatan. Peningkatan pendapatan keluarga petani dilakukan dengan berbagai cara, misalnya bekerja pada sektor off farm dan non farm. Penelitian ini bertujuan untuk : a) Menghitung besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan dari usahatani jagung manis pada lahan kering di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen, b) Menghitung besarnya kontribusi pendapatan dari usahatani jagung manis pada lahan kering terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen. Pemilihan tempat penelitian dilakukan secara sengaja atau (purposive). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, dan analisis kontribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Rata-rata pendapatan usahatani jagung manis per hektar sebesar Rp15.257.009, (2) Kontribusi pendapatan usahatani jagung manis per bulan sebesar Rp1.565.701,00 (46%), pendapatan di luar usahatani jagung sebesar Rp1.131.153,00 (33%), dan pendapatan non pertanian sebesar Rp723.636,00 (21%). Disimpulkan bahwa kontribusi usahatani jagung manis terhadap pendapatan rumah tangga merupakan mata pencaharian sampingan karena sumber kontribusi tersebut kurang dari 50%. sedangkan mata pencaharian pokok petani berasal dari luar usahatani jagung manis kaarena memberikan kontribusi sebesar 56%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Cindaga Village is a village located in Kebasen sub-district of Banyumas Regency which has wide dry land. One of the leading commodities of dryland farmers in Cindaga Village is sweet corn commodity. Rural households' incomes generally do not come from a single source, but come from two or more sources of income. Increasing income of farmer's family is done by various ways, for example work in off farm and non farm sector.This research aims to: a) Calculate how much the cost and revenue of sweet corn farming planted on dry land at Cindaga Village, Kebasen Subdistrict, b) Calculate how much income gained from sweet corn farming planted at dry land has contributed towards farmer household income at Cindaga Village, Kebasen Subdistrict. Location, where the research conducted, was chosen on purpose (purposive). The research design used in this research studies case. The sample was chosen using simple random sampling method. Data analysis used in this research is income contribution analysis. The research has shown that: (1) the average of income gained from sweet corn farming are Rp3.131.402 per planted area and Rp15.257.009 per hectare, (2) sweet corn farming has contributed Rp1.565.701,00 (46%) per month, towards farmer household income, while the income gained from outside farming activity is Rp1.131.153,00 (33%) per month, and is Rp723.636,00 (21%) per month earned from a non-farming activity. sweet corn farming has contributed 44% of farmer household income which is still considered as a low contribution, so it can be concluded that the income earned from sweet corn farming is not the main livelihood because its contribution percentage is less than 50%. while the basic livelihood of the farmers came from outside the sweet corn farming because it contributed 56%. |
| Kata kunci | kontribusi, usahatani, jagung manis |
| Pembimbing 1 | : Dr. Ir. Kusmantoro Edy S, M.S. |
| Pembimbing 2 | Ir. Endang Sriningsih, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 2 |
| Tgl. Entri | 2018-05-17 10:47:53.057896 |
|---|