Artikelilmiahs

Menampilkan 17.201-17.220 dari 50.008 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1720120322H1E013014RANCANG BANGUN FILTER ALUMINIUM UNTUK PESAWAT SINAR-X QUANTUM CS 2 (Studi Kasus Pemeriksaan Sinar-XVertebraLumbosakral Proyeksi Lateral di Kamar Periksa 2 Instalasi Radiologi Diagnostik RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto)Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kontrascitra film yang lebihbaikpada pemeriksaan sinar-X vertebra lumbosakral proyeksi lateral. Dengan penambahan ketebalan filter untuk menentukan ketebalan filter kompensasi yang sesuai dengan kepadatan vertebra lumbosakral, penelitian ini dilakukan menggunakan pesawat sinar-X Quantum CS 2 pada kamar periksa 2 RSMS dengan objek phamtom PBU-50 dimana penambahan filter dilakukan mulai dari 1 mm hingga 15 mm sebagai penentu ketebalan filter kompensasi.Radiograf diproses oleh CR reader dan diimpor ke perangkat lunak weasis versi 2.0.7 untuk analisis nilai piksel. Hasil menunjukkan ketebalan filter kompensasi yang berbeda pada daerah lumbal dan sakrum untuk meningkatkan kualitas gambar vertebra lumbosakral proyeksi lateral. Filter kompensasi dengan ketebalan mulai dari 13,3 mm dianggap optimal untuk menkompensasi daerah lumbal (L1-L4) dan 2,8 mm untuk menkompensasi daerah sakrum (L5-S2) pada phantom PBU-50 dengan factor eksposi 85 kV dan 25 mAs.This study aims to obtain a better film image contrast on X-ray examination of the lateral projection lumbosacral spine. With the addition of filter thickness to determine the thickness of the filter according to the thickness of the lumbosakral vertebra, this study was conducted by Quantum CS 2 X-ray plane in 2 check room of RSMS with phamtom PBU-50 object where the addition of filter was done from 1 mm to 15 mm as determinant of compensation filter thickness. Radiographs are processed by CR reader and it imported into weasis software version 2.0.7 for pixel value analysis. The results show that the thickness of filter compensation on the lumbar and sacrum areas are different to improve the image quality of the lateral projection lumbosacral vertebra. Compensated filters ranging from 13.3 mm are optimal to compensate for lumbar regions (L1-L4) and 2.8 mm to compensate for the sacral region (L5-S2) in phantom PBU-50 with exposure factor 85 kV and 25 mAs.
1720220323H1B013031Penyederhanaan Fungsi Boole Bentuk Product Of Sum (POS) Dengan Metode MEVMap Entered Variable (MEV) merupakan metode yang diperoleh dari modifikasi Karnaugh Map (K-Map) yang dapat digunakan untuk menyederhanakan fungsi Boole dengan memasukkan satu atau lebih variabel pada fungsi Boole ke dalam K-Map. Variabel MEV yang dapat dimasukkan ke dalam K-Map adalah sebanyak satu variabel sampai n-1 variabel, dengan n merupakan banyaknya variabel pada fungsi Boole. Variabel MEV yang dimasukkan ke dalam K-Map harus dimulai dari variabel yang paling belakang. Penelitian ini membahas aturan penyederhanaan MEV untuk menyederhanakan fungsi Boole. Fungsi Boole yang dibahas adalah fungsi Boole dalam bentuk Product of Sum (POS) n variabel, dengan 2≤n≤5. Berdasarkan pembahasan mengenai penyederhanaan fungsi Boole bentuk kanonik POS dengan metode MEV tersebut, terdapat tujuh aturan penyederhanaan yang menyatakan tujuh kemungkinan nilai-nilai fungsi Boole yang berbeda dengan MEV value yang sama yaitu 0 dan 1. Variabel masukan pada K-Map untuk setiap aturan diperoleh dengan mengalikan penjumlahan MEV value dan nilai fungsi Boole satu baris dengan penjumlahan MEV value dan nilai fungsi Boole baris lainnya.Map Entered Variable (MEV) is a method obtained from Karnaugh Map modification (K-Map) which can be used to simplify Boole function by inserting one or more variables in Boole function into K-Map. MEV variables that can be inserted into K-Map is as much as one variable to n-1 variables, with n is the number of variables in Boole function. MEV variables entered into K-Map must start from the rearmost variable. This study discusses about MEV simplifying rules to simplify the Boole function. The Boole function discussed is a Boole function in the form of a Product of Sum (POS) n variable, with 2≤n≤5. Based on the discussion of the simplification of the Boole function of the POS canonical form with the MEV method, there are seven simplifying rules which state the seven possible Boole function values that are different from the same MEV values of 0 and 1. The input variables in K-Map for each rule are obtained by multiplies the sum of the MEV values and the Boole value of a single line with the sum of the MEV values and the Boole value of other line.
1720320324C1A012055ANALISIS PENGARUH INDEKS HARGA KONSUMEN, JUMLAH UANG BEREDAR DAN CADANGAN DEVISA PADA NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA SERIKAT TAHUN 2005-2015Penelitian ini berjudul: “Analisis Pengaruh Indeks Harga Konsumen, Jumlah Uang Beredar dan Cadangan Devisa Pada Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat Tahun 2005-2015”. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang tidak stabil dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dalam negeri dan luar negeri. Kondisi makroekonomi kedua negara baik Indonesia dan Amerika Serikat dapat menjadikan nilai tukar terdepresiasi atau terapresiasi.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah dengan variabel bebas : cadangan devisa, tingkat harga Indonesia, tingkat harga Amerika Serikat, jumlah uang beredar dan variabel mana yang paling berpengaruh terhadap nilai tukar. Penelitian ini menggunakan data time series periode 2005:Q1-2015:Q4. Alat analisis yang digunakan adalah alat regresi berganda dengan metode Error Correction Model (ECM).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dalam jangka panjang indeks harga konsumen Amerika tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar, dalam jangka pendek indeks harga konsumen Indonesia dan indeks harga konsumen Amerika tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar. (2) Hasil uji elastisitas dalam jangka panjang maupun jangka pendek menunjukkan bahwa variabel jumlah uang beredar paling berpengaruh terhadap nilai tukar.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu pemerintah perlu menjaga kestabilan tingkat harga dengan cara kebijakan moneter dalam pengendalian inflasi, kebijakan untuk meningkatkan devisa agar nilai tukar stabil, Kebijakan BI 7-day Reverse Repo Rate untuk mengurangi jumlah uang beredar harus didukung agar mampu menjaga kondisi inflasi agar stabil. Penerapan suku bunga acuan baru ini dapat secara cepat mempengaruhi pasar uang, perbankan dan sektor riil.
The title of this research is: "Analysis of Consumer Price Index, Money Supply and Foreign Exchange Reserves of Rupiah Exchange Rate to US Dollar in 2005-2015". Fluctuations of exchange rate against rupiah to U.S Dollar which unstable are influenced the domestic and foreign economic conditions. Macroeconomic conditions in the two countries both Indonesia and United States can make the exchange rate depreciate or appreciate.
The purpose of this study is to analyze the factors that affect rupiah exchange rate with the independent variables: foreign exchange reserves, the price level in Indonesia, the USA price level, the money supply and which variable is the most influential on the exchange rate. This study uses time series data for 2005: Q1-2015: Q4. Analyzer used is multiple regression tool with Error Correction Model (ECM) method.
Based on the result of the research, (1) in the long run, the American consumer price index has no significant effect on exchange rate. In the short term, Indonesian consumer price index and American consumer price index have no significant effect on the exchange rate. (2) Result of elasticity test in long term and short term indicate that variable of money supply most influenced to exchange rate.
The implication of this research is that the government needs to maintain price stability by means of monetary policy in controlling inflation, policy to increase foreign exchange to keep the exchange rate stable. The adoption of the new benchmark interest rate can quickly affect the money market, banking and real sector.
1720420325H1B013008ESTIMATOR BAYES UNTUK RATA-RATA TAHAN HIDUP DISTRIBUSI RAYLEIGH PADA DATA LENGKAPDalam mempelajari atau mengetahui karakteristik dari populasi, sering kali dilakukan pengambilan sampel. Untuk mendapatkan penaksir yang baik dari suatu populasi, dapat dilihat hubungan fungsional antara variabel-variabel yang mempengaruhi data sampel. Hubungan fungsional ini dapat digambarkan dengan fungsi matematika, yaitu fungsi distribusi. Fungsi distribusi digunakan untuk menggambarkan tahan hidup atau keandalan suatu komponen atau individu yang akan ditaksir atau diestimasi parameternya. Karena nilai dari suatu parameter distribusi tidak diketahui secara pasti nilainya maka hanya bisa dicari nilai estimasinya. Untuk mengestimasi parameter dari distribusi sampel digunakan estimasi titik, yaitu dengan metode Bayes. Metode Bayes menggabungkan distribusi sampel dan distribusi awal (prior), sehingga diperoleh distribusi posterior. Dalam menentukan distribusi prior digunakan metode Prior Jeffrey. Berdasarkan quadratic loss function diperoleh estimator parameter distribusi Rayleigh untuk data lengkap berupa ekspetasi dari distribusi posterior. Estimator hasil perhitungan diaplikasikan pada data daya tahan hidup penderita AIDS untuk anak-anak usia 1 sampai 4 tahun, diperoleh rata-rata daya tahan hidupnya, yaitu 24,818 bulan.In learning about characteristics of population, it often takes sample. To get a good estimator from a pupolation, it can be seen the functional relation among variables influencing the sample data. This functional relation can be described with mathematical function, that which is distribution function. Distribusion function is used to describe the survivability or reliability of a component or individual which will estimate the parameter. To estimate the sample distribution’s parameters it uses point estimation with Bayesian method. Bayesian method combines sample distribution and prior distribution to obtain posterior distribution. In determining the prior distribution, it usesprior Jeffrey method. Based on quadratic loss function it obtained the estimator parameter of Rayleigh distribution for complete data in the form of expectation of the posterior distribution. The resulted estimator used in the data of survivability of AIDS sufferers between 1 to 4 year old, and thenit obtained the mean of their survivability, that is 24,818 months.
1720524766B1J014013KERAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI KAWASAN CAGAR ALAM SUB VAK 18C JATINEGARA TEGALKupu-kupu termasuk pada Classis Insecta dan ordo Lepidoptera. Berdasarkan penelitian terdahulu, kupu-kupu yang sering dijumpai di Jawa tergolong dalam 8 familia, yaitu Danaidae, Pappilionidae, Nymphalidae, Lycaenidae, Pieridae, Satyridae, Amathusidae, dan Roidinidae. Keragaman dan kelimpahan kupu-kupu pada setiap wilayah berbeda-beda bergantung pada kondisi lingkungan dan adanya predator alami.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman, kelimpahan kupu-kupu, dan mengetahui spesies yang dominan pada Cagar Alam sub vak 18c Jatinegara, Tegal. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling di Cagar Alam Jatinegar, Tegal. Metode penangkapan yang digunakan adalah metode sweeping. Menggunakan transek dengan panjang 200 m dan lebar 5 m dengan 4 kali ulangan. Spesies kupu-kupu yang didapat diidentifikasi menggunakan buku Butterfly of the Oriental Region dan Identification guide for Butterflies of West Java.
Hasil dari penelitian menunjukan keragaman sedang dan Kemerataan pada komunitas stabil. Spesies dominan yaitu Euthalia aconthea dari familia Nymphalidae.
Butterflies are included in the Classis Insecta and Order of Lepidoptera. Based on previous research, butterflies found in Java are classified into 8 families, namely Danaidae, Pappilionidae, Nymphalidae, Lycaenidae, Pieridae, Satyridae, Amathusidae, and Roidinidae. The diversity and abundance of butterflies in each region very depending on environmental conditions and the presence of natural predators.
The purpose of this study was to determine the diversity and abundance of butterflies and to find out the dominant species found in Jatinegara sub vak 18 nature reserve. This study used a survey method with a purposive sampling technique in Jatinegara Nature Reserve. Transect used with a length of 200 m and a width of 5 m with 4 replications. The catching method used is the sweeping method. The butterfly species obtained were identified using the Butterfly of the Oriental Region book, and Identification guide for Butterflies of West Java.
The results of the study show moderate diversity and evenness in stable communities. The dominant species is Euthalia aconthea from the family Nymphalidae.
1720620327H1A013015Pemanfaatan Pati Biji Alpukat (Persea americana Mill.) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Film Bioplastik dengan Penambahan Plasticizer SorbitolBiji alpukat mempunyai kadar karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga dapat diekstrak senyawa patinya untuk bahan dasar bioplastik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bioplastik dengan penambahan sorbitol dan mengetahui hasil uji biodegradasi bioplastik. Bioplastik dari biji alpukat dibuat dengan penambahan plasticizer sorbitol dengan konsentrasi 30% b/b pati. Karakteristik bioplastik ditentukan berdasarkan hasil uji tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioplastik yang dihasilkan memiliki ketebalan 0,249 mm, nilai daya regang 28,1357 MPa dan nilai perpanjangan putus 2,9945%. Sedangkan uji biodegradasi dilakukan dengan mengubur film dalam wadah yang berisi tanah dengan waktu penguburan 10 hari. Persen kehilangan berat setelah uji biodegradasi adalah 64,86%. Avocado seed have a high enough carbohydrate content, it can be extracted the starch compound as the basic materials of bioplastics.This research’s purpose was to know the effect of sorbitol addition toward the characteristics of bioplastic and to know biodegradation test results of bioplastic. Bioplastic film was made by strach from avocado seed in concentration 30% w/w and sorbitol as plasticizer. Bioplastic characteristics are determined based on tensile test results. The result showed that bioplastic has a thickness of 0.249 mm, 28.1357 MPa of tensile trength and 2.9945% of elongation at break. Meanwhile, biodegradation test was done by burying the film in a solid-filled container during 10 days burial time. The percentage of film’s weight loss after degradtion test was 64.86%.
1720720328E1A012168TINJAUAN YURIDIS TENTANG TANGGUNG JAWAB NEGARA ATAS UJICOBA SENJATA NUKLIR (STUDI KASUS UJICOBA SENJATA NUKLIR AMERIKA SERIKAT DI KEPULAUAN MARSHALL)Negara sebagai subjek hukum internasional memiliki hak dan kewajiban tertentu dalam hukum internasional. Kewajiban yang dilanggar oleh suatu negara dapat menimbulkan hak bagi negara lain untuk menuntutnya. Kepulauan Marshall merupakan bagian dari wilayah perwalian Amerika Serikat yang termasuk dalam Trust Territory of Pacific Islands. Amerika Serikat telah melaksanakan 66 ujicoba senjata nuklir di Kepulauan Marshall sejak 1946 sampai dengan 1958. Ujicoba tersebut menyebabkan kerusakan pada lahan, vegetasi, laguna, ekosistem, serta pada kesehatan masyarakat Kepulauan Marshall. Kepulauan Marshall telah merdeka dari Amerika Serikat, namun dampak dari uji coba senjata nuklir Amerika Serikat masih bisa dirasakan oleh Republik Kepulauan Marshall. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan mengenai uji coba senjata nuklir menurut hukum internasional dan tanggung jawab uji coba senjata nuklir Amerika Serikat di Kepulauan Marshall. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum normatif dan pendekatan sejarah. Data-data sekunder yang terkumpul diolah dan dianalisis secara kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif.
Pengaturan mengenai ujicoba senjata nuklir dalam hukum internasional diatur dalam perjanjian-perjanjian internasional, antara lain Partial Test Ban Treaty 1963, Non-Proliferation of Nuclear Weapons Treaty 1968, The Threshold Test Ban Treaty 1974, Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty 1996, dan perjanjian-perjanjian internasional lainnya yang termasuk dalam Nuclear Weapon Free Zone. Pengaturan ujicoba senjata nuklir tersebut berkaitan dengan uji coba senjata nuklir Amerika Serikat di Kepulauan Marshall tidak dapat diterapkan karena adanya asas retroaktif, namun bukan berarti Amerika Serikat dapat terlepas dari tanggung jawab. Ujicoba senjata nuklir Amerika Serikat yang dilaksanakan di Kepulauan Marshall telah melanggar kewajiban Amerika Serikat sebagai pengelola otoritas wilayah perwalian yang tercantum dalam Article 76 (b) Charter of the United Nations, serta Article 6 (2) dan (3) United Nations Trusteeship for Former Japanese Mandated Islands.
States as subjects of international law have certain rights and obligations under international law. The obligations violated by a state may entitle the other state to claim it. The Marshall Islands are part of the United States trust territory that belongs to the Trust Territory of Pacific Islands. The United States has conducted 66 nuclear weapons testing in the Marshall Islands from 1946 to 1958. The testing caused damage to land, vegetation, lagoons, ecosystems, and to the health of the Marshall Islands community. The Marshall Islands have gained independence from the United States, but the impact of United States nuclear weapons testing can still be felt by the Republic of Marshall Islands. The purpose of this study is to determine the regulation of nuclear weapons testing according to international law and responsibility for United States nuclear weapons testing in the Marshall Islands. This research used normative legal approach and historical approach. The collected secondary data were processed and analyzed qualitatively by presenting the data descriptively.
The regulation of nuclear weapons testing in international law is governed in international treaties, including the Partial Test Ban Treaty 1963, Non-Proliferation of Nuclear Weapons Treaty 1968, The Threshold Test Ban Treaty 1974, Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty 1996, and other international agreements included in the Nuclear Weapon Free Zone. The regulation of nuclear weapons tests related to United States nuclear weapons testing in the Marshall Islands is inapplicable because of the retroactive principle, but that does not mean the United States can escape responsibility. United States nuclear weapons testing conducted in the Marshall Islands have violated the United States obligations as the administering authority of trust terrtitory listed in Article 76 (b) Charter of the United Nations, and Article 6 (2) and (3) United Nations Trusteeship for Former Japanese Mandated Islands.
1720820329E1A011039Konstitusionalitas Sistem Jaminan Sosial Di Indonesia
(Analisis Tentang Implementasi Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional).
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat (2) mengisyaratkan bahwa Indonesia menganut paham negara kesejahteraan. Paham ini kemudian ditindaklanjuti dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional atau disingkat UU SJSN. Dimana dalam pasal 5 ayat (2) UU SJSN menyatakan bahwa badan penyelenggara jaminan sosial yang ada sepanjang belum dibentuknya badan baru dinyatakan sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Sebagai amanah dari Pasal 5 ayat (4) UU SJSN yang mendelegasikan ketetapan lebih lanjut tentang pembentukan BPJS, maka disahkanlah Undang-Undang No 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS) guna mewujudkan tujuan sistem jaminan sosial nasional maka dibentuklah badan hukum publik BPJS dengan dasar UU BPJS.
Dalam perjalanannya, UU SJSN mengalami beberapa kali pengujian material di Mahkamah Konstitusi. Salah satu hal yang menjadi permasalahan utama yaitu terkait dengan penyelenggaraan jaminan sosial. Dimana melihat ketentuan pada UU SJSN, pemerintah hanya berkewajiban membiayai jaminan kesehatan terhadap fakir miskin dan orang tidak mampu secara bertahap, namun tidak mengakomodir jaminan kesehatan untuk kelompok masyarakat lainnya. Hal ini diperkuat dengan pembentukan UU BPJS dimana BPJS adalah badan hukum publik berada diluar pemerintahan. Melihat hal tersebut, Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga otoritatif penafsir konstitusi memberikan beberapa putusan mengenai tafsir konstitusional dari penyelenggaraan BPJS. Didalam penelitian yang dilakukan, diketemukan bahwa mahkamah konstitusi menafsirkan ketentuan dalam UU SJSN yakni kewajiban pemerintah untuk membiayai jaminan kesehatan terhadap fakir miskin dan orang tidak mampu secara bertahap. Hal ini merupakan sesuatu yang konstitusional. Lebih lanjut, Mahkmah Konstitusi berpandangan bahwa sejauh tidak ada kewajiban negara menganut suatu sistem tertentu, maka pilihan sistem yang dipilih oleh UU SJSN adalah pilihan yang konstitusional.
1945 Constitution of The Republic of Indonesia (UUD 1945) article 34 clause (2) indicates that Indonesia is a welfare state. This concept followed up by the enactment of Law No. 40 Year 2004 on The National Social Security System (Sistem Jaminan Sosial Nasional) or abbreviated as SJSN Law. Article 5 clause (2) of the SJSN Law states that the existing social security providers are declared as The social security administrative bodies (referred as Badan Penyelenggara Jaminan Sosial or BPJS). As mandated by Article 5 paragraph (4) of the SJSN Law delegating further provisions concerning BPJS, then Law No. 24 of 2011 on Social Security Administration Bodies (abbreviated as BPJS Law) was enacted, in order to achieve the objective of national social security system in the form of public legal entity that was established under the BPJS Law.
In the process, SJSN Law has undergone several judicial reviews by the Constitutional Court (referred as Mahkamah Konstitusi or MK). One of the main issues is related to the implementation of social security. In the provisions of the SJSN Law, the government is only obliged to finance health insurance for the poor and underprivileged community gradually, but does not accommodate health insurance for other community groups. This condition reinforced by the promulgation of BPJS Law, where BPJS is a public legal entity outside the government. Based on that, the Constitutional Court as the authoritative institution of the constitutional interpreter gave several decisions regarding the constitutional interpretation on the implementation of BPJS. In this research, found that the Constitutional Court interpreted the provisions in the SJSN Law is in the form of government obligations to finance health insurance against the poor and underprivileged community gradually. This provision is constitutional. Furthermore, the Constitutional Court has perspectives that if there is no obligation of the state to adopt a particular system, the choice of system chosen by the SJSN Law is a constitutionality.
1720920330A1H012025ANALISIS KESETIMBANGAN AIR PENANAMAN PADI METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION(SRI) PADA EKSPERIMEN MENGGUNAKAN POTAir merupakan salah satu unsur yang berpengaruh penting pada pertumbuhan tanaman padi. Rendahnya jumlah air akan menyebabkan terbatasnya perkembangan akar, sehingga mengganggu penyerapan unsur hara oleh akar tanaman. Aplikasi irigasi intermittent (pengairan berselang) dengan menjaga air tetap macak–macak bahkan terkadang kering dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui besarnya laju evapotranspirasi dan komponen keseimbangan air lainnya pada penanaman padi dengan menggunakan metode SRI (System of Rice Intensification), (2) Mengetahui produktivitas air pada penanaman padi dengan menggunakan metode SRI (System of Rice Intensification). Penelitian ini dilaksanakan di screen house Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada bulan Desember 2016 sampai April 2017. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada 4 perlakuan yaitu: SRI-Organik (SO), SRI-Organik Arang (SOA), SRI-Organik Kimia (SOK), dan SRI-Kimia (SK). Hasil perhitungan kesetimbangan air pada penelitian menunjukkan laju aliran masuk yang berasal dari irigasi dengan sistem pemberian air secara SRI (System of rice intensification) mampu mengurangi konsumsi air dengan sistem pemberian air intermittent (pengairan berselang).Sedangkan laju aliran keluar berasal dari nilai evapotranspirasi tanaman (ETc) dan perkolasi.ΔS (penyimpanan air dalam tanah) didapatkandari hasil pengukuran langsung menggunakan sensor kadar air dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan tanaman pada perlakuan SOK dan SK lebih baik dari perlakuan SO dan SOA. Produktivitas air pada SO yaitu 0,29 kg/m3, SOA yaitu 0,33 kg/m3, SOK yaitu 0,38 kg/m3, dan SK yaitu 0,31 kg/m3 yang semua memiliki nilai produktivitas air yang rendah. Rendahnya nilai produktivitas air ini disebabkan oleh serangan penyakit hawar yang terjadi pada 60 hari setelah tanam. Serangan hawar ini mengakibatkan banyak gabah yang hampa sehingga hasil padi yang diperoleh menurun.Water is one of the element that has important effects in plant growth. The low amount of water will cause the limited development of the roots, so it can interferes with absorption of nutrients by plant roots. The applications of intermittent irigationto create wet and dry soil conditions was capable to increase water use efficiency.The aim of this research is: (1) to know rate of evapotranspiration and others water balance components in paddy cultivation using System of Rice Intensification (SRI) method, (2) to know water productivity in paddy cultivation using System of Rice Intensification (SRI) method. This research held at a screen house in Laboratory of Bio-Enviromental Mangenent and Control Engineering, Jendral Soedirman University, from December 2016 to April 2017. Theresearch use 4 treatment those are: SRI-Organic (SO), SRI Organic using charcoal as soil amadement (SOA), SRI-Organic with application of chemical fertilizer (SOK), dan Inorganic- SRI with application of chemical fertilizer only (SK). The water balance calculation showed adecreasing amount ofirrigation water on SRI (System of rice intensification). It meansSRI is able to decrease water consumption through intermittent irrigation method. The outflow water loss occured through crop evapotranspiration (ETc) and percolation. ΔS (soil water storage)obtained from direct measurement use a soil moisture sensors. The result of research showed plant development in treatmentSOK and SK is better than SO and SOA. Water productivity of SO is: 0,29 kg/m3, SOA is : 0,33 kg/m3, SOK is : 0,38 kg/m3, and SK is : 0,31kg/m3all of which have low water productivity values. The low value of water productivity is caused by the attack of leaf blight which occurs on 60 days after planting. This blight attack causes in a lot of empty grain so that the yield of rice obtained decreased.

1721021587C1C013078Pengaruh Sumber Daya Manusia, Kejelasan Sasaran Anggaran, Sistem Pelaporan dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Alokasi Dana Desa (ADD) (Studi pada Desa di Kabupaten Purbalingga)Alokasi dana desa merupakan dana yang diberikan oleh pemerintah kepada desa guna untuk menunjang program-program desa, yang menfokuskan untuk pemberdayaan desa dan operasional pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sumber daya manusia, kejelasan sasaran anggaran, sisten pelaporan, dan partisipasi masyarakat terhadap efektivitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa.
Penelitian ini dilaksanakan di 70 pemerintah desa di Kabupaten Purbalingga sebagai populasi sekaligus sampel. Pemilihan sampel dengan menggunakan metode cluster random sampling. Data dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menyebarkan kuesioner kepada responden secara langsung oleh peneliti. Data dalam kuesioner diolah menggunakan software SPSS V.16.0.0.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia, kejelasan sasaran anggaran, sistem pelaporan, dan partisipasi masyarakat berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa (ADD) pada desa di kabupaten purbalingga.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu diharapkan adanya kerjasama yang baik antara dinas terkait untuk terus memberikan sosialisasi tentang pengelolaan keuangan desa agar kedepannya dapat berjalan dengan efektif dan lebih baik lagi dan bagi pemerintah desa diharapkan dapat meggunakan keuangan dengan sebaik-baiknya dan dapat dipergunakan sesuai dengan apa yang direncanakan di APBDes. BPD selaku pengawas dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan secara netral.
The allocation of village funds is funded by the government to the village to support village programs, which focus on village empowerment and government operations. This study aims to examine the effect of human resources, clarity of budget targets, reporting system, and community participation on the effectiveness of financial management of the allocation of village funds.
The research was conducted in 70 village governments in Purbalingga District as both population and sample. Method of sampling technique that used on this research is cluster random sampling. The data that used in this research is primary data. Data collection techniques were distributed to the employees by the researchers. The data in the questionnaire was processed used SPSS V.16.0.0.0 for windows software. The results of this study indicate that human resources, clarity of budget targets, reporting system, and community participation have a positive and significant effect on the effectiveness of financial management of village fund allocation (ADD) in villages in Purbalingga district.
Implication of the above conclusion is expected to be a good cooperation between the relevant agencies to continue to provide socialization of village financial management so that the future can run effectively and better again and for the village government is expected to use finance with the best and can be used in accordance with what which is planned in APBDes. BPD as the supervisor can perform its duties properly and neutrally.
1721120334E1A012258EKSEPSI TERHADAP KOMPETENSI ABSOLUT PERADILAN TATA USAHA NEGARA DALAM SENGKETA TATA USAHA NEGARA PEMILIHAN (STUDI TERHADAP PUTUSAN NOMOR 16/G/PILKADA/2015/PT TUN-MDN)EKSEPSI TERHADAP KOMPETENSI ABSOLUT PERADILAN TATA USAHA NEGARA DALAM SENGKETA TATA USAHA NEGARA PEMILIHAN (STUDI TERHADAP PUTUSAN NOMOR 16/G/PILKADA/2015/ PT TUN-MDN)
Oleh: JULVADLY PURBA E1A012258
ABSTRAK
Kompetensi Absolut Peradilan Tata Usaha Negara dalam mengadili Sengketa Tata Usaha Negara Pemilihan diatur dalam Pasal 154 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang menyatakan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara berkompeten untuk mengadili Sengketa Tata Usaha Negara Pemilihan, jika seluruh Upaya Adminitratif di Bawaslu atau Panwaslu telah dilakukan. Apabila suatu Sengketa Tata Usaha Negara Pemilihan diajukan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara tetapi Pengugat tidak melakukan seluruh Upaya Adminitratif di Panwaslu atau Bawaslu maka besar kemungkin Tergugat melakukan Eksepsi terhadap Kompetensi Absolut Peradilan Tata Usaha Negara. Salah satu kasus Eksepsi terhadap Kompetensi Absolut Peradilan Tata Usaha Negara dalam Sengketa Tata Usaha Negara Pemilihan terdapat dalam Putusan PTTUN Medan Nomor : 16/G/PILKADA/2015/ PT TUN-MDN. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, data yang digunakan adalah data sekunder yaitu berupa peraturan perundang-undangan, dan peraturan lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian, buku literatur, dan karya-karya ilmiah. Penelitian ini bersumber dari putusan PTTUN Medan Nomor :16/G/PILKADA/2015/ PT TUN-MDN, yang akan menguraikan bagaimana Kompetensi Absolut Peradilan Tata Usaha Negara dalam Sengketa Tata Usaha Negara Pemilihan, serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus eksepsi tergugat terhadap Kompetensi Absolut Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan. Hasil Penelitian ini menyatakan Majelis Hakim menolak Eksepsi tergugat dan menyatakan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan berkompeten untuk mengadilinya dengan Pertimbangan Hukum yang menyatakan bahwa sekalipun Panwas Kabupaten Simalungun belum mengeluarkan Keputusan atas Upaya Adminitratif Pengugat, tetapi karena Panwas Kabupaten Simalungun telah memberikan sikap dalam bentuk kajian dan/atau pendapat agar Tergugat mengikutsertakan Penggugat dalam Pilkada serentak tangal 9 Desember 2015, sikap tersebut harus dapat dimaknai telah ada Upaya Administratif yang dilakukan Penggugat.

Kata Kunci: Eksepsi, Kompetensi Absolut PERATUN, Sengketa Tata Usaha Negara Pemilihan.

EKSEPSI TERHADAP KOMPETENSI ABSOLUT PERADILAN TATA USAHA NEGARA DALAM SENGKETA TATA USAHA NEGARA PEMILIHAN (STUDI TERHADAP PUTUSAN NOMOR 16/G/PILKADA/2015/ PT TUN-MDN)

Oleh: JULVADLY PURBA E1A012258

ABSTRACT

Absolute Competence of State Administrative Court in adjudicating the Administrative Dispute of the State of Elections is regulated in Article 154 paragraph (1) of Law Number 1 Year 2015 concerning the Stipulation of Government Regulation in Lieu of Law No. 1 of 2014 concerning the Election of Governor of Regent and Mayor into Law states that the State Administrative High Court is competent to adjudicate the Administrative Dispute of the State Election, if all the Administrative Efforts in Bawaslu or Panwaslu has been conducted. If a Dispute of the State Administration of Elections is submitted to the State Administrative High Court but the Plaintiff does not conduct all Administrative Efforts in Panwaslu or Bawaslu, it is likely that the Defendant shall make an Exception to the Absolute Competence of the State Administrative Court. One of the cases of Exception for Absolute Competence of State Administration Court in the Administrative Dispute of the State of Elections is found in PTTUN Medan Decision Number 16 / G / PILKADA / 2015 / PT TUN-MDN. Method The approach used in this study is Juridical Normative, the data used are secondary data in the form of legislation, and other regulations related to the object of research, literature, and scientific works. This research comes from PTTUN Medan Decision No. 16 / G / PILKADA / 2015 / PT TUN-MDN, which will describe how the Absolute Competence of State Administrative Court in the Dispute of State Administration of Elections, and how the judge's judgment in deciding the defendant's exception to Competence Absolute High Administrative Court of Medan. The result of this research stated that the Panel of Judges rejected the Defendant's Exception and stated that the Medan State Administrative High Court is competent to judge by the Legal Consideration stating that although the Simalungun District Supervisory Committee has not issued a Decision on the Administrative Efforts of the Plaintiff, but because the Simalungun District Supervisory Committee has given attitude in the form of study and / or the opinion that the Defendant involves the Plaintiff in the Pilkada simultaneously dated December 9, 2015, the attitude must be understood that there has been an Administrative Effort by the Plaintiff.

Keywords: Exception, Absolute Competence PERATUN, State Administration Dispute of Elections.
1721220333F1C013042PERSAINGAN SURAT KABAR RADAR BANYUMAS DAN SATELITPOST DALAM MEMPEREBUTKAN IKLANPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pasang surutnya surat kabar karena sulit untuk bersaing oleh media online yang berakibat pada penurunan belanja iklan surat kabar dibandingkan dengan media massa lainnya. Surat kabar yang sudah semakin kalah bersaing dengan media massa lainnya, juga harus bertahan hidup dengan bersaing antar sesama surat kabar. Salah satunya adalah persaingan yang terjadi antara Radar Banyumas dan SatelitPost di Kabupaten Banyumas. Persaingan kedua surat kabar tersebut terutama dalam hal pemasukan melalui iklan, yaitu iklan baris dan iklan display. Penelitian ini menggunakan Teori Niche untuk mengukur perbedaan frekuensi percetakan iklan baris dan iklan display sebagai sumber penunjang kehidupan (Niche Breadth) dan seberapa besar persaingan yang terjadi dalam memperebutkan iklan baris dan iklan display (Niche Overlap) antara surat kabar Radar Banyumas dan SatelitPost selama bulan April 2017. Menggunakan metode analisis isi kuantitatif untuk mengukur iklan baris dan iklan display berdasarkan kategori iklan lalu dihitung dengan rumus Levins. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Niche Breadth yang terjadi antara surat kabar Radar Banyumas dan SatelitPost berdasarkan iklan baris dan iklan display adalah cenderung spesialis atau memiliki ketergantungan terhadap iklan tertentu saja. Sedangkan Niche Overlap atau persaingan yang terjadi antara Radar Banyumas dan SatelitPost berdasarkan iklan display adalah sangat tinggi tingkat persaingannya karena mendekati nilai 0, sedangkan berdasarkan iklan baris adalah tidak terlalu tinggi karena menjauhi nilai 0.This research is motivated by the ups and downs of newspapers having difficulty to compete with online media, which resulted in decreasing newspaper advertising expenditure compared with other mass media. The newspapers are increasingly unable to compete with other mass media, also had to survive by competing among fellow newspapers. One of them is the competition between Radar Banyumas and SatelitPost in Banyumas Regency. Competition between the two newspapers is especially in terms of revenue through advertising, i.e. the classified ads and display ads. This research uses Niche Theory to measure the difference between the frequency of classified ads and display ads as a source of life support (Niche Breadth) and how much competition is going on in classified ads and display ads (Niche Overlap) between Radar Banyumas and SatelitPost during April 2017. Using quantitative content analysis method to measure classified ads and display ads based on ad categories isthen calculated by the Levins formula. The results obtained from this study are the Niche Breadth that occurs between Radar Banyumas and SatelitPost newspapers, based on classified ads and display ads, are likely to be specialists or have dependence on certain ads only. Meanwhile, Niche Overlap or competition that occurs between Radar Banyumas and SatelitPost based on display advertising is at very high level of competition because it is close to 0, whereas one based on classified ads is not too high because it is far from the value 0.
1721320335C1C013086PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN, PEMERIKSAAN PAJAK DAN PENAGIHAN PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN PADA KPP PRATAMA PURWOKERTOPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada kinerja KPP Pratama Purwokerto dalam menghimpun penerimaan pajak. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Tingkat Kepatuhan, Pemeriksaan Pajak dan Penagihan Pajak Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan pada KPP Pratama Purwokerto”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kepatuhan, pemeriksaan pajak dan penagihan pajak terhadap penerimaan pajak penghasilan secara simultan maupun parsial dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap penerimaan pajak penghasilan.
Populasi dalam penelitian ini adalah data laporan capaian kinerja KPP Pratama Purwokerto. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sampel jenuh atau sensus yakni data setiap bulan laporan capaian kinerja KPP Pratama Purwokerto pada 4 tahun terakhir (2013-2016). Data yang terkumpul kemudian dianalisis mengunakan analisis regresi berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS Statistics 17 menunjukkan bahwa: (1) Tingkat Kepatuhan, Pemerikasaan Pajak, Penagihan Pajak secara simultan berpengaruh terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan, (2) Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak berpengaruh terhadap penerimaan Pajak Penghasilan, (3) Pemeriksaan Pajak berpengaruh terhadap penerimaan Pajak Penghasilan, (4) Penagihan Pajak berpengaruh terhadap penerimaan Pajak Penghasilan, (5) Pemeriksaan paling berpengaruh terhadap penerimaan Pajak Penghasilan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak penghasilan, pihak fiskus pajak hendaknya memperbanyak sosialisasi tentang pentingnya pajak dan meningkatkan pelayanan terhadap wajib pajak sehingga meningkatnya tingkat kepatuhan dan secara langsung akan meningkatkan penerimaan pajak penghasilan.
This research is a quantitative research on the performance of KPP Pratama Purwokerto in collecting tax revenue. This research took the title: "Influence of Compliance Level, Tax Inspection and Tax Billing on Income Tax Income at KPP Pratama Purwokerto".
The purpose of this study is to determine the effect of compliance level, tax examination and tax collection of income tax revenue simultaneously and partially and to determine the most influential variable on income tax revenue.
Population in this research is data report performance performance KPP Pratama Purwokerto. Sampling in this research is done by using saturated or census samples ie data every month report performance performance KPP Pratama Purwokerto in last 4 years (2013-2016). The data collected were then analyzed using multiple regression analysis.
Based on the results of research and data analysis using SPSS Statistics 17 shows that: (1) Compliance Level, Tax Inspection, Tax Billing simultaneously affect the Income Tax Income, (2) Taxpayer Compliance Rate affecting income tax, (3) Tax affects income tax receipts, (4) Tax Collection affects income tax revenue, (5) The most influential examination of income tax receipts. The implication of the above conclusion is that in order to increase income tax revenue, tax fiscal party should increase the socialization about the importance of tax and improve service to the taxpayer so that the increasing of compliance level and will directly increase income tax revenue.
1721420336H1A011052PENURUNAN TSS DAN TDS LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA DENGAN METODE ELEKTROKIMIA MENGGUNAKAN ELEKTRODA Al/C, C/C, DAN PbO2/PbFaktor yang menentukan keberhasilan pengolahan limbah cair menggunakan teknik elektrokimia adalah material elektroda yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan voltase, jarak elektroda, pH, dan waktu yang diperlukan selama proses elektrolisis sehingga persentase penurunan nilai TSS dan TDS mencapai maksimal pada elektroda Al/C, C/C, dan PbO2/Pb serta menentukan material elektroda yang paling efektif digunakan sebagai elektroda untuk penurunan nilai TSS dan TDS limbah cair industri tapioka. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengelektrolisis limbah cair industri tapioka pada berbagai variasi voltase, jarak elektroda, pH, waktu, dan material elektroda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penurunan nilai TSS dan TDS mencapai maksimal pada setiap jenis elektroda terjadi pada voltase 12 volt, jarak elektroda 1 cm, pH larutan 1, dan waktu elektrolisis selama 90 menit. Material elektroda yang paling efektif digunakan sebagai elektroda untuk penurunan nilai TSS dan TDS limbah cair industri tapioka menggunakan teknik elektrokimia adalah PbO2/Pb dengan persentase penurunan nilai TSS dan TDS masing – masing sebesar 92,06% dan 54,36%.Factors determining the success of liquid waste processing using electrochemical technique is the electrode material used. This study aims to determine the voltage, electrode distance, pH, and time required during the electrolysis process so that the percentage decrease in TSS and TDS values reaches max on Al/C, C/C and PbO2/Pb electrode and determines the most effective electrode material used as an electrode for impairment of TSS and TDS of tapioca industrial wastewater. This research was conducted by electrolysis of tapioca industrial liquid waste at various variations of voltage, electrode distance, pH, time, and electrode material. The results showed that the percentage of TSS and TDS degradation reached maximum on each electrode type occurred at 12 volt voltage, 1 cm electrode spacing, pH of solution 1, and electrolysis time for 90 minutes. The most effective electrode material used as an electrode for degradation of TSS and TDS of tapioca industrial wastewater using electrochemical technique is PbO2/Pb with the percentage of TSS and TDS degradation of 92.06% and 54.36% respectively.
1721520338B1J012085KERAGAMAN JENIS BURUNG PADA BERBAGAI KETINGGIAN
DI HUTAN ALAMI LERENG SELATAN GUNUNG SLAMET
Gunung Slamet merupakan salah satu gunung api di Provinsi Jawa Tengah. Letaknya yang berada di bawah garis katulistiwa menjadikan Gn. Slamet beriklim tropis, dengan curah hujan yang tinggi antara 2.750-6.500 ml/hari. Iklim demikian membuat hutan di lereng Gn. Slamet mempunyai keragaman jenis organisme yang tinggi, salah satunya burung. Kawasan dengan daya dukung ideal bagi kehidupan burung disebut sebagai daerah penting bagi burung atau Important Bird Area (IBA). Berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya studi kelanjutan keragaman burung dan habitatnya, mengingat data ilmiah mengenai keragaman dan kelimpahan burung di lereng selatan Gn. Slamet belum banyak.
Penelitian dilakukan pada ketinggian 1200, 1400, 1600, 1800 dan 2000 mdpl di hutan alami lereng selatan Gunung Slamet. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik point count. Jumlah spesies burung yang teramati sebanyak 32 spesies yang digolongkan kedalam 17 famillia. Indeks keragaman (H’) tertinggi ditemukan pada ketinggian 2000 mdpl (1,82), demikian juga indeks kemerataan tertinggi ditemukan pada ketinggian 2000 mdpl (0,92). Kelimpahan burung tertinggi terdapat pada ketinggian 1400 mdpl (0,15). Ketinggian tempat dan temperature berpengaruh terhadap keragaman spesies burung, sedangkan kelembaban tidak berpengaruh.
Mount Slamet is one volcanos in Central Java province. It is located under the Equator line. This condition make Mt. Slamet has tropical climate with high rainfall between 6,500-2.750 ml/day. The tropical climate of this mountain make the forests on the southern slopes of Mt. Slamet have a high biodiversity, including birds. The region provides an ideal habitat for bird to life and known as important areas for birds or Important Bird areas (IBA). Therefore, it is necessary to do continuous study on bird diversity and it’s habitat in southern slope of Mt. Slamet due to limited data are available.
The research was conducted at an altitude of 1200, 1400, 1600, 1800 and 2000 mdpl in natural forest of the southern slopes of the Mount Slamet. This research using survey method by applied point count technique. As many as 32 bird species were observed and were classified into 17 famillia. The highest diversity (1.82’) and similarity (0.92) indices were observed at the altitude of 2000 above sea level (asl). The highest bird abundance was found at an altitude of 1400 asl (0.15). Bird diversity was influenced by altitude and temperature but not by humidity.
1721619776H1A013014FORMULASI SABUN CAIR ANTIBAKTERI BERBAHAN DASAR MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) DENGAN BAHAN AKTIF EKSTRAK TEMU GIRING (Curcuma heyneana) Permintaan konsumen terhadap sabun yang semakin meningkat, mendorong dilakukannya inovasi-inovasi baru baik dari jumlah, kualitas, kemanfaatan maupun bahan baku dalam pembuatan sabun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sabun cair terbaik yang sesuai SNI 06-4085-1996 dan aktivitas antibakterinya setelah ditambahkan zat antibakteri dari fraksi n-heksana rimpang temu giring (C. heyneana) dan pewangi dari minyak atsiri bunga lavender (L. angustifolia) pada beberapa variasi konsentrasi. Selanjutnya dilakukan uji hedonik untuk mengevaluasi tingkat kesukaan panelis terhadap sabun formulasi terbaik. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pembuatan sabun dengan metode saponifikasi, karakterisasi sabun sesuai SNI 06-4085-1996, penentuan formulasi sabun terbaik dan uji aktivitas antibakteri sabun cair terhadap S.aureus serta uji hedonik sabun formulasi terbaik dengan parameter warna, aroma, busa dan daya bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun yang memiliki karakteristik terbaik sesuai SNI 06-4085-1996 adalah sabun dengan kadar antibakteri 0,2% dan pewangi 2,5%. Hasil uji aktivitas antibakteri dari sabun formula terbaik menunjukkan diameter hambat sebesar 14,92 mm. Tingkat kesukaan panelis terhadap sabun formula terbaik menunjukkan pesentase sebesar 76%.The increasing demand of soap encourages new innovations of it’s quantity, quality, benefits and raw materials. This research aims to determine best formulation of liquid soap according to SNI 06-4085-1996 and its antibacterial activity after addition of n-hexane fraction of C. heyneana rhizome and fragrance from lavender (L. angustifolia) flower oil at various concentrations, then a hedonic test was conducted to evaluate the panelist's preference towards the soap with the best formulation. This research has been done through several stages of soap making with saponification method, soap characterization according to SNI 06-4085-1996, determination of best formulation of liquid soap based and antibacterial activity test of liquid soap to S.aureus and hedonic test using some parameters such as colour, odor, foam dan clean power. The results showed that the best characteristic soap according to SNI 06-4085-1996 was soap with 0.2% antibacterial content and 2.5% perfume. The results of the antibacterial activity test of the best formula soap showed the inhibitory zone of 14.92 mm. The panelist favorite level of the best formula soap showed a percentage of 76%
1721720337H1B013021Penentuan Harga Opsi Call Saham PT. Gajah Tunggal Model Binomial Fuzzy Kurva GaussianModel binomial fuzzy merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam menentukan harga opsi. Salah satu unsur yang menentukan harga opsi adalah pergerakan harga saham yang disebut sebagai volatilitas. Volatilitas di dalam model binomial fuzzy diasumsikan fluktuatif selama umur opsi sehingga menjadikan model ini lebih sesuai dengan kondisi nyata pada pasar keuangan. Artikel ini membahas perhitungan harga opsi call sekaligus analisis laba (rugi) bagi pembeli opsi call menggunakan data pergerakan harga saham PT. Gajah Tunggal dengan model binomial fuzzy kurva Gaussian yang perhitungannya menggunakan ukuran risiko. Hasil perhitungan selama satu periode diperoleh harga opsi call untuk volatilitas terbesar, menengah dan terkecil masing-masing adalah Rp 213,165,- Rp 143,832,- dan Rp 74,790 yang dihitung pada tingkat risiko tinggi. Fuzzy binomial model is a method that can be used to determine option price. One of elements determining option price is the stock price movement or volatility. Volatility in the fuzzy binomial model is assumed to be fluctuative, so this model is more accurate for financial market. This study discusses about the call option price calculation and the analysis of option call buyer's loss from PT Gajah Tunggal with Gaussian curve's fuzzy binomial model. The calculation of call option price is using risk measurement. From the calculation result for one period we obtained the call option price for the biggest, average, and smallest volatility which are Rp 213.165 , Rp143.832, and Rp 74.790 respectively which calculated at high risk level.
1721820339A1H013023PENGARUH PERBEDAAN WAKTU DAN KONSENTRASI PERENDAMAN KALSIUM HIDROKSIDA (Ca(OH)2) DALAM PENGUPASAN KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) MENGGUNAKAN MESIN SP1-MRKacang koro pedang (Canavalia ensiformis) berpotensi besar mensubstitusi penggunaan kacang kedelai karena mengandung protein yang cukup tinggi. Namun kulit ari yang tebal dan keras menyulitkan proses pengupasan kacang koro pedang secara manual. Mesin SP1-MR adalah solusi teknologi pengupas modern untuk memudahkan proses pengupasan kacang koro pedang. Namun kacang koro pedang perlu mendapat perlakuan awal (pretreatment) untuk mempermudah proses pengupasan. Perendaman di dalam larutan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) pada waktu dan konsentrasi tertentu dapat membantu pelepasan kulit ari dan melunakan struktur biji. Tujuan penelitian adalah untuk: 1) mengetahui pengaruh perbedaan waktu dan konsentrasi Ca(OH)2; serta 2) kombinasi perlakuan terbaik dalam pengupasan kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) yang dikupas oleh mesin SP1-MR. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu: 1) perbedaan waktu perendaman (W30, W60, W90); dan 2) perbedaan konsentrasi Ca(OH)2 (K5, K10, K15). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dan dilakukan 3 kali ulangan sehingga terdapat total 27 satuan percobaan. Uji pengaruh menggunakan ANNOVA dan dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukan: 1) waktu perendaman berpengaruh sangat nyata terhadap kacang koro terkupas utuh dan tidak terkupas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kacang koro terkupas rusak; 2) konsentrasi Ca(OH)2 berpengaruh sangat nyata terhadap kacang koro terkupas utuh dan tidak terkupas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kacang koro terkupas rusak; 3) taraf waktu perendaman 90 menit dan konsentrasi Ca(OH)2 15% menghasilkan kacang koro terkupas utuh terbanyak yakni masing-masing 39,68% dan 38,35%; dan 4) kombinasi faktor tidak berpengaruh nyata terhadap semua respon yang diamati.Jack bean (Canavalia ensiformis) has good potential as a substitution for soybean usage because it has high protein content. However, it has thick and hard husk which complicate husking process manually. The SP1-MR machine is the modern husking technology solution for jack bean husking. However jack bean requires a pretreatment to facilitate its husking process. Soaking in calcium hydroxide (Ca(OH)2) solution at the certain time and concentration helps to remove the husk and soften grain. The aims of this research are: 1) knowing the influence of time and concentration Ca(OH)2 difference, and 2) the best treatment combination in jack bean husking which is husked by SP1-MR machine. The research method uses Completely Random Design-Factorial with 2 treatment factors namely: 1) soaking time difference (W30, W60, W90); and 2) Ca(OH)2 concentration difference (K5, K10, K15). There are 9 treatment combinations and 3 times repeating. So there are totally 27 trial units. As influencing analysis is ANNOVA and continued by DMRT. The result shows that:1) time difference significantly influenced to perfect husked and unhusked jack bean, but did not to the break husked; 2) Ca(OH)2 concentration difference significantly influenced to perfect and unhusked jack bean, but not to break husked jack bean; 3) 90 minutes soaking time and 15% Ca(OH)2 concentration level yields the biggest quantity of perfect husked jack bean, namely 39.68% and 38.35% ordered; and 4) treatment combination is not influenced to every inspected responses.
1721920340C1L013028FACTORS AFFECTING AUDIT FEE IN FINANCIAL DISTRESSED
MANUFACTURING COMPANIES LISTED ON INDONESIA STOCK
EXCHANGE
Jasa yang diberikan oleh kantor akuntan sangat penting untuk meningkatkan transparansi dan memberikan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. Manajemen adalah pihak yang bertanggung jawab atas penyajian laporan keuangan sebagai gambaran kinerja mereka. Laporan keuangan tersebut berpotensi dipengaruhi oleh kepentingan pribadi manajemen, terutama bagi perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan, karena manajemen berusaha menutupi ketidakmampuan finansial perusahaan. Kesulitan keuangan perusahaan berhubungan dengan risiko bisnis. Risiko bisnis auditee yang tinggi, akan menyebabkan peningkatan risiko audit dan menyebabkan peningkatan pekerjaan audit. Akibatnya, hal itu menyebabkan kenaikan biaya audit.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial leverage, earnings management, dan tipe kepemilikan perusahaan terhadap biaya audit pada perusahaan manufaktur yang mengalami kesulitan keuangan. Dalam studi ini, financial leverage diukur dengan rasio hutang terhadap aset, earnings management diukur dengan akrual diskresioner menggunakan Model Modifikasi Jones, tipe kepemilikan perusahaan dibagi menjadi dua; milik negara dan milik swasta, dan biaya audit diukur dengan logaritma natural dari biaya audit yang sajikan dalam laporan tahunan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2013-2016. Pangambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 45 sampel akhir. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan regresi linier berganda. Sebelum dilakukan uji regresi, dilakukan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa earnings management tidak berpengaruh signifikan terhadap biaya audit, sedangkan financial leverage dan tipe kepemilikan perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap biaya audit. Penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi memiliki risiko audit tinggi, dan hal itu akan menyebabkan biaya audit yang lebih tinggi. Perusahaan milik swasta dimana kepemilikannya tidak terkonsentrasi memiliki masalah keagenan yang lebih tinggi, dan hal itu akan menyebabkan biaya audit lebih tinggi.
The service provided by an accounting firm is important to increase transparency and provide reasonable assurance that the financial statements have been free from material misstatement. Management is the party who responsible for presenting the financial statements as a description of their work performance. That financial statement is potentially influenced by the personal interests of management, especially for companies that experience financial distressed, because management seeks to cover up their financial incapacity. Financial distressed companies is related to bussines risk. High business risk of auditee, will lead to increased audit risk and lead to increase audit works. Consequently, that lead to an increase on audit fee.
This study aims to examine the impact of financial leverage, earnings management, and ownership type on audit fee in manufacturing companies that experiencing financial distressed. In this study financial leverage was measured by debt to asset ratio, earnings management was measured by discretionary accruals using the Modified Jones Model, firm ownership type was divided into two; stated-owned and private-owned, and audit fee was measured by natural logarithm of audit fee that disclosed in annual report. This study uses secondary data from annual reports and financial statements of manufacturing companies which listed on Indonesia Stock Exchange 2013-2016. This study uses purposive sampling method and obtained 45 final sample. The hypotheses in this study were tested by multiple linear regression. Before being conducted the regression test, it is examined by using the classical assumption tests. The results of this study showed that earnings management does not significantly influence audit fee, while financial leverage and ownership type have positive and significant influance on audit fee.
1722020527B1J013187INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR KOPROFIL PADA BEBERAPA KANDANG SAPI KOLONI DI KABUPATEN KEBUMEN Jamur koprofil merupakan jamur yang tumbuh pada kotoran hewan. Jamur ini termasuk jamur saprobik yang berperan penting pada ekosistem utamanya terkait dengan daur ulang nutrisi pada kotoran hewan. Beberapa jenis jamur koprofil memiliki manfaat untuk kepentingan medis dan industri. Jamur koprofil di Indonesia belum banyak teridentifikasi. Kabupaten Kebumen memiliki banyak peternakan sapi sehingga keberadaan jamur koprofil dapat dijumpai pada lingkungan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui genera jamur koprofil yang ada di wilayah Kabupaten Kebumen dan mengetahui indeks dominansinya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive random sampling. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan software aplikasi MycoKey4.1. (Peterson et al., 2016). Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif dan perhitungan indeks dominansi dilakukan menggunakan Indeks Simpson.
Genera jamur yang ditemukan pada penelitian ini adalah Panaeolus, Coprinopsis, Stropharia, Tricholoma, Lycoperdon, Volvariella, Ascobolus, dan Rhodocybe. Indeks dominansi pada Kecamatan Puring adalah 0,25, Kecamatan Petanahan 1 dan Kecamatan Karangsambung 0 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat genus yang mendominasi genera lainnya, sedangkan indeks dominansi pada Kecamatan Karangsambung adalah 1 karena hanya ditemukan 1 genus jamur yakni Coprinopsis.

Coprophilous fungus is a fungus found in animal feces. This fungus includes the saprobic fungus that plays an important role in its main ecosystem on the recycling of nutrients in animal feces. In addition, this fungus has benefits as medicine and industrial. Coprophilous fungus in Indonesia has not been widely identified. Kebumen Regency has many cattle ranches so that the presence of coprophilous fungi can be found in the environment. The purpose of this study are to know the genera of coprophilous fungi that exist in Kebumen Regency and to know its dominance index.
The research method used is survey method. The sampling technique was conducted by using purposive random sampling method. Identification is done by using MycoKey4.1 application software (Peterson et al., 2016). The data obtained were analyzed descriptively and calculation of dominance index were calculated using Simpson index formula.
Genera of fungi found were Panaeolus, Coprinopsis, Stropharia, Tricholoma, Lycoperdon, Volvariella, Ascobolus and Rhodocybe. The dominance index obtained in Puring sub-district is 0.25, Karangsambung sub-district 0 indicating that there is no genus that dominates other genera in that location, and in Petanahan sub-district 1 because found just 1 species fungus.