Artikelilmiahs
Menampilkan 17.221-17.240 dari 50.010 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17221 | 20341 | G1G013023 | PENGARUH PENAMBAHAN NANOSELULOSA SERAT DAUN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) SEBAGAI FILLER NANOKOMPOSIT ALUMINA-ZIRKONIA KARBONAT APATIT TERHADAP MORFOLOGI DAN SIFAT MEKANIK MATERIAL RESTORASI GIGI DIREK | Nanokomposit merupakan suatu komposit berskala nanometer yang terdiri dari matriks dan filler serta dapat digunakan sebagai material restorasi gigi direk. Penelitian ini menggunakan matriks UDMA, TEGDMA, DMAEMA, dan HEMA serta filler berupa alumina-zirkonia-karbonat apatit yang berasal dari alam. Serat daun nanas merupakan serat alami yang kuat, sumbernya melimpah, dan apabila diolah menjadi nanoselulosa akan menghasilkan kristalin yang berpotensi meningkatkan sifat mekanik material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan sifat mekanik nanokomposit alumina-zirkonia-karbonat apatit dengan penambahan nanoselulosa serat daun nanas (Ananas comosus (L.) Merr) sebagai filler untuk aplikasi restorasi gigi direk. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni laboratoris dengan rancangan posttest-only control group design. Sampel terdiri dari empat kelompok dengan jumlah delapan sampel pada setiap kelompok. Kelompok A penambahan nanoselulosa 1%, kelompok B penambahan nanoselulosa 2,5%, kelompok C penambahan nanoselulosa 5%, dan kelompok D tanpa penambahan nanoselulosa. Hasil karakterisasi morfologi menunjukkan gambaran dispersi partikel yang homogen, terdapat aglomerasi dan celah yang bervariasi. Hasil pengujian sifat mekanik kekerasan Vickers pada empat kelompok memiliki rata-rata 31,13, 34,02, 27,22, dan 30,31 VHN. Uji statistik One-Way ANOVA dan uji lanjut Post-Hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok B dengan C (p<0,05). Pengujian sifat mekanik kekerasan fleksural three point bending memiliki rata-rata 2,1, 2,3, 1,8, dan 1,6 MPa. Uji statistik One-Way ANOVA dan uji lanjut Post-Hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan sangat signifikan antara kelompok B dengan C dan kelompok B dengan D (p<0,01). Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan karakteristik morfologi dan sifat mekanik berupa kekerasan dan kekuatan fleksural pada empat kelompok sampel. | Nanocomposite is a nanometer-scale composite which consists of matrix and filler and can be used as a direct dental restoration material. This study used UDMA, TEGDMA, DMAEMA, and HEMA as matrix and alumina-zirconia-carbonate apatite which is derived from nature as filler. Pineapple leaf fiber is a strong natural fiber, substantial resource, and when it is processed into nanocellulose will produce crystals that potentially improve the mechanical properties of the material. The aim of this study was to determine the addition of pineapple leaf fibers (Ananas comosus (L.) Merr) nanocellulose as filler of the alumina-zirconia-carbonate apatite nanocomposite to morphological and mechanical properties as a direct dental restoration. The type of this study was laboratory experimental research with posttest-only control group design. The sample of this study consisted of four groups which have eight samples of each group. Group A was addition of 1% nanocellulose, group B was addition of 2,5% nanocellulose, group C was addition of 5% nanocellulose, and group D without addition of nanocellulose. The morphological characterization result showed homogeneous dispersion of particles, various agglomerations and gaps. The average results of mechanical properties of Vickers hardness test in four groups were 31,13, 34,02, 27,22, and 30,31 VHN respectively. The One-Way ANOVA statistical test and Post-Hoc LSD test showed a significant difference between group B and C (p<0,05). The average results of mechanical properties of flexural strength test were 2,1, 2,3, 1,8, and 1,6 MPa respectively. The One-Way ANOVA statistical test and Post-Hoc LSD test showed a significant difference between group B and C and group B and D (p<0,01). The conclusion of this study was there were differences of morphological characteristics and mechanical properties of hardness and flexural strength in four groups. | |
| 17222 | 20342 | E1A113053 | TINDAK PIDANA MEMBUJUK ANAK UNTUK MELAKUKAN PERSETUBUHAN SECARA PAKSA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 14/Pid.Sus/2016/PN.SGI) | Anak merupakan pihak yang sangat rentan menjadi sasaran tindak kekerasan. Di Indonesia sendiri sudah ada Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, dimana di dalam penegakan hukumnya Undang - Undang ini yang menjadi acuan dasar di dalam pengenaan sanksi kepada pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui unsur-unsur yang terbukti dalam tindak pidana dengan sengaja membujuk anak melakukan persetubuhan pada putusan Nomor 14/Pid.Sus/2016/PN.SGI., serta perlindungan hukum terhadap anak korban pembujukan untuk melakukan persetubuhan. Metode Pendekatan yang digunakan penelitian ini yaitu Metode Pendekatan Hukum Normatif, Spesifikasi Penelitian deskriptif, Pendekatan Masalah yang digunakan meliputi pendekatan Undang-Undang, dan Pendekatan Normatif Kualitatif. Secara umum unsur tindak pidana Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam Putusan Nomor 14/Pid.Sus/2016/PN.SGI telah terpenuhi yaitu unsur setiap orang, unsur dengan sengaja, dan unsur melakukan kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya. Bentuk perlindungan yang diberikan kepada korban pada perkara dengan Putusan Nomor 14/Pid.Sus/2016/PN.SGI ialah upaya rehabilitasi, upaya perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa, pemberian jaminan keselamatan bagi saksi korban dan saksi ahli dan pemberian aksesbilitas untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan perkara.sehingga terakdakwa dijatuhi pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan denda sebesar Rp.1.000.000.000,- (seratus milyar rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 1 (satu) bulan. | The child is a very vulnerable party to be subjected to violence. In Indonesia itself there has been Law No. 35 of 2014 on the Protection of Children, where in law enforcement this Act is a basic reference in the imposition of sanctions to the perpetrators of criminal acts of copulation of minors. The purpose of this research is to know the proven elements in criminal act by deliberately persuading the child to intercourse in decision Number 14 / Pid.Sus / 2016 / PN.SGI., And legal protection against child victim of persuasion to have intercourse. Methods The approach used in this research is Normative Approach Method, Descriptive Research Specification, Problem Approach used include Law Approach, and Qualitative Normative Approach. In general, the element of criminal acts of Article 82 paragraph (1) jo Article 76E of Law Number 35 Year 2014 regarding the Amendment of Law Number 23 Year 2002 regarding Child Protection in Decision Number 14 / Pid.Sus / 2016 / PN.SGI has been fulfilled the element of each person, the element deliberately, and the element of violence forces the child to have sexual intercourse with her. The form of protection afforded to the victim in the case by Decision Number 14 / Pid.Sus / 2016 / PN.SGI is rehabilitation effort, protection from identity coverage through mass media, giving safety guarantee for victim witnesses and expert witnesses and providing accessibility to obtain information concerning the progression of the case so that the defendant is imprisoned for 5 (five) years and a fine of Rp.1.000.000.000, - (one hundred billion rupiah), provided that if the fine is not paid is replaced with imprisonment for 1 (one) month. | |
| 17223 | 20343 | G1B013031 | HUBUNGAN PERILAKU PEMANFAATAN PROLANIS DENGAN STATUS KESEHATAN PASIEN DIABETES MELLITUS DI KOTA PURWOKERTO | Abstrak HUBUNGAN PERILAKU PEMANFAATAN PROLANIS DENGAN STATUS KESEHATAN PASIEN DIABETES MELLITUS DI KOTA PURWOKERTO Anugrah Dhea Pradyta Latar Belakang : Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemi kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin dan atau efek sekresi insulin. Diabetes Mellitus tidak dapat disembuhkan, tetapi kadar gula darah dapat dikendalikan. PROLANIS merupakan suatu program pengelolaan penyakit kronis bagi peserta penderita penyakit kronis yang bertujuan untuk mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal terhadap pasien DM Tipe II dan Hipertensi sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemanfaatan PROLANIS dengan status kesehatan pasien Diabetes Mellitus. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel berjumlah 191 orang dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Data dikumpulkan dalam penelitian ini berasal dari data sekunder meliputi daftar peserta prolanis, daftar hadir peserta prolanis pada masing-masing kegiatan, dan data pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Hasil Penelitian : Bedasarkan hasil penelitian, diperoleh pasien yang memiliki status kesehatan kurang baik 149 orang (78,0%). Partisipasi peserta dalam kegiatan senam prolanis yang baik 128 pasien (67,0%). Sedangkan kegiatan edukasi kesehatan pasrtisipasi pasien yang baik 128 pasien (67,0%). Hasil uji Chi Square adalah signifikan senilai 0,018 (p<0,05), yang berarti bahwa ada hubungan antara senam prolanis dengan status kesehatan pasien Diabetes Mellitus. Simpulan : Terdapat hubungan antara senam prolanis dengan status kesehatan pasien Diabetes Mellitus. Kata Kunci : Prolanis, Status Kesehatan, Diabetes Mellitus | ABSTRACT Background : Diabetes Mellitus is a metabolic disease characterized by chronic hyperglycemia caused by insulin resistance and or the effects of insulin secretion. Diabetes Mellitus can not be cured, but blood sugar levels can be controlled. PROLANIS is a chronic disease management program for chronically ill patients who aims to encourage chronic disease patients to achieve optimum quality of life against patients with Type II DM and Hypertension so as to prevent the occurrence of disease complications. The purpose of this study was to determine the relationship of PROLANIS use with the health status of Diabetes Mellitus patients. Methods : This research is an analytic research with cross sectional study design. Sample amounted to 191 people with sampling technique Purposive Sampling. The data collected in this study came from secondary data including a list of prolanis participants, a list of attendees of each prolanis activity, and data on blood pressure and blood glucose examination. Results : Based on the results of research, obtained patients who have good health status 42 people (78,0%). Participation of participants in good proanic gymnastics activity 128 patients (67,0%). While health education activity pasrtisipasi good 128 patient (67,0%). Chi Square test results were significant 0.018 (p <0.05), which means that there is a relationship between prolanic exercise with health status of Diabetes Mellitus patients. Conclusion : There is a relationship between prolanic gymnastics and the health status of Diabetes Mellitus patients. Keyword : Prolanis, Health Status, Diabetes Mellitus | |
| 17224 | 20344 | C1F015077 | ANALISIS PENGARUH FLYPAPER EFFECT PADA KOTA/KABUPATEN DI PROVINSI MALUKU UTARA TAHUN 2010-2015 | Penelitian ini berjudul “Analisis Fengaruh Flypaper Effect pada kota/kabupaten di Provinsi Maluku Utara Tahun 2010-2015”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Daerah sehingga dapat diketahui apakah terjadi fenomena flypaper effect pada seluruh kota/kabupaten di Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data panel yang memuat informasi keuangan 2 kota dan 7 kabupaten yang ada di Provinsi Maluku Utara tahun 2010 s.d. 2015, sehingga teknik yang digunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen dan dependennya menggunakan analisis regresi berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dimana seluruh data diperoleh dari laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Dana Alokasi Umum berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah; (2) Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah; (3) Tidak terdapat fenomena flypaper effect di Kabupaten dan Provinsi di Maluku Utara. Implikasi hasil penelitian ini untuk memberikan kontribusi positif bagi pengelolaan dana alokasi umum dan pendapatan daerah serta dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat dalam mencari formulasi yang tepat dalam dana transfer bagi pemerintah daerah. | This research entitled "Effect Analysis of Flypaper effect on city / regency in North Maluku Province Year 2010-2015". The purpose of this study is to analyze the effect of General Allocation Funds and Local Revenue to Regional Expenditure so it can be seen whether there is a flypaper effect phenomenon in all cities / regencies in North Maluku Province. This research was conducted by using panel data containing financial information of 2 cities and 7 districts in North Maluku Province in 2010 s.d. 2015, and the technique used to analyze the influence between independent variables and dependent using multiple regression analysis. The data used in this study is secondary data where all data obtained from the report on the results of examination of local government financial reports published by the Audit Board of the Republic of Indonesia. The results of this study indicate that: (1) General Allocation Fund has a positive effect on Regional Expenditure; (2) Local Government Revenue has a positive effect on Regional Expenditure; (3) There is no flypaper effect phenomenon in Kabupaten and Province in North Maluku. The implications of the results of this study are to contribute positively to the management of general allocation funds and regional revenues and can be an input to the central government in finding the right formulation in transfer funds for local governments | |
| 17225 | 20345 | C1F015082 | ANALISIS PENGARUH MATURITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DAN KAPABILITAS APARAT PENGAWAS INTERNAL PEMERINTAH (APIP) TERHADAP OPINI LAPORAN KEUANGAN | Undang-undang No.17 Tahun 2003 tentang keuangan negara mengharuskan pengelolaan keuangan negara dilakukan secara trasparan dan akuntabel, yaitu dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintah yang telah diterima secara umum. Pada tahun 2015, laporan keuangan pemerintah yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian masih 60% (368 unit) dan terdapat 9 unit yang terlambat menyampaikan laporan keuangannya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh maturitas SPIP dan kapabilitas APIP terhadap opini laporan keuangan pada pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitan ini adalah pemerintah pusat dan daerah. Sampel dalam peneitian ini diambil dengan teknik Purposive Sampling, dengan kriteria yaitu pemerintah pusat dan daerah yang sudah melakukan penilaian mandiri (self assessment) atas maturitas SPIP dan kapabilitas APIP, telah menyampaikan hasil penilaian tersebut kepada BPKP selaku Pembina APIP, serta telah mendapatkan opini audit dari BPK. Jenis dan sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh Badan Pemeriksa Keuangan, data internal pada Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah (Dit. PPKD) BPKP, serta sumber lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern (APIP) berpengaruh positif terhadap Opini Laporan Keuangan. | State Law No.17 of 2003 on state finance requires the management of state finances to be conducted transparently and accountably, ie by submitting government finance accountability reports that meet the principles on time and prepared in accordance with generally accepted government accounting standards. By 2015, the government's financial statements that receive unqualified opinion are still 60% (368 units) and 9 units are late in submitting their financial statements. This research was conducted to analyze the effect of SPIP maturity and APIP capability to the opinion of financial report at central and regional government. This research uses quantitative method. The population in this research is central and local government. The samples in this study were taken by purposive sampling technique, with criteria of central and local government which have done self assessment on SPIP maturity and APIP capability, have submitted the assessment result to BPKP as APIP coach, and have got audit opinion from BPK. Types and sources of data to be used in this study are secondary data obtained by BPK, internal data on the Deputy for Supervision of Regional Financial Implementation (Dit PPKD) BPKP, as well as other relevant sources. The results showed that the maturity of the Government Internal Control System (SPIP) and the Capability of the Internal Supervisory Apparatus (APIP) had a positive effect on the Financial Statement Opinion. | |
| 17226 | 20346 | C1K013040 | THE EFFECT OF CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON EQUITY AND MARKET CAPITALIZATION TOWARD PROPERTY AND REAL ESTATE RETURN IN INDONESIA PERIOD 2012 TO 2016 | Penelitian ini berjudul pengaruh Rasio Lancar, Rasio Hutang terhadap Ekuitas, Return on Equity dan Kapitalisasi Pasar terhadap return saham property dan real estate. Object dari penelitian ini adalah perusahaan sektor Properti dan Real Estat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2012 sampai 2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan purposive sampling. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rasio Lancar, Rasio Hutang terhadap Ekuitas, Return on Equity dan Kapitalisasi Pasar dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah return saham. Metode yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat adalah regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Rasio Lancar, Rasio Hutang terhadap Ekuitas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Return Saham, Sedangkan Return On Equity, Kapitalisasi Pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa perusahaan harus memberi perhatian lebih pada Return on Equity dan Kapitalisasi Pasar Perusahaan untuk meningkatkan return saham perusahaan secara terus-menerus karena kedua variabel tersebut positif dan secara siginifikan mempengaruhi Return Saham. | Title of this research is the effect of Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Equity and Market Capitalization toward property and real estate return. The object of this study is companies from Property and Real estate sector listed in Indonesian Stock exchange during period 2012 to 2016. Data that will be used in this research is secondary data with purposive sampling. Independent variables used in this research were Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Equity and Market Capitalization and dependent variable in this research was Stock return. The method used to analyze the relation between independent variable and dependent variable was multiple linear regression and classical assumption test. The results of this study that Current Ratio, Debt to Equity Ratio has positive but no Sighnificant effect to the Property and Real Estate Stock return, While Return on Equity, Market Capitalization has positive and sighnificant effect to the Stock Return. The implications of this research is that companies should give more attention to the Return on Equity and Company Market Capitalization to improve companies stock return continously because both two variabels have positive and sighnificanly affected to the Stock Return. | |
| 17227 | 20347 | C1K013024 | THE EFFECT OF VISUAL FACTORS AND HAPTIC FACTORS OF PACKAGES DESIGN TOWARD PURCHASE DECISION WITH BRAND PERSONALITIES AND PURCHASE INTENTION AS MEDIATING VARIABLE AND BRAND FAMILIARITY AS MODERATING VARIABLE (Case Study on Customer of MOUNTOYA Bottled Drinking PT. TOYAMILINDO) | PT. Toyomalindo adalah salah satu perusahaan penyedia air minum dalam kemasan dengan merk Mountoya yang berbasis di Cirebon. Pesaing dari Mountoya di Indonesia memiliki pangsa yang besar dan brand yang sudah familiar di kalangan masyarakat, misalnya: AQUA, ADES, dan VIT. Banyaknya jenis air minum dalam kemasan dari berbagai brand membuat persaingan di pasar menjadi ketat, selain itu produk yang dijual dipasaran mempunyai bentuk yang seragam seabagai air minum dalam kemasan dan hanya memiliki sedikit perbedaan. Oleh karena itu pada tahun 2015 Mountoya melakukan inovasi dengan melakukan perubahan pada desain kemasan mereka. Perubahan ini dilakukan selain untuk mengurangi jumlah plastik yang dihasilkan oleh label pada kemasan botol juga memberikan penampilan yang baru dan berbeda dengan produk air minum dalam kemasan yang beredar di pasaran sehingga mudah dikenali. Desain botol yang polos tanpa label serta logo Mountoya dicetak timbul memberikan kesan yang menarik dan pertama kalinya desain tersebut digunakan di Indonesia. Dikarenakan Mountoya tidak setenar pesaingnya yang memiliki pasar yang luas dan cukup dikenal oleh masyarakat, jadi pertanyaan yang mungkin muncul adalah; “Apakah inovasi desain kemasan Mountoya mampu menarik perhatian masyarakat untuk membeli?”. Berdasarkan masalah di atas, penilitian ini akan menganilisis visual factors dan haptic factors pada keputusan pembelian dengan brand personalities dan minat beli sebagai variable mediasi dan brand familiarity sebagai variabel moderasi. Metodelogi yang digunakan untuk studi ini bersifat kuantitatif secara ekslusif menggunakan menggunakan pendekatan penilitian survey. Teknik yang digunakan untuk pemilihan sampel adalah random sampling dan responden diberikan sampel Mountoya untuk menilai secara langsung. Sampel penilitian ini berjumlah 182, penggambilan sampel dilakukan di tempat umum dimana banyak orang yang sedang melakukan aktivitas, sepert: Gor Satria, Gor Soesilo Soedirman, dan Taman Bale Kemambang. Perangkat lunak statistik SPSS, AMOS digunakan untuk menganalisis data. Hasil dari penilitian ini memiliki implikasi bagi manajer untuk menentukan strategi dalam mendesain kemasan produk mereka. | PT. Toyomalindo is one of the leading provider of bottled drinking water with the Mountoya brand based in Cirebon. Competitors from Mountoya in Indonesia have a large market and familiar brands among the public, for example: AQUA, ADES, and VIT. The large number of bottled drinking water from various brands makes the competition in the market tight, besides the products sold in the market have a similar shape as bottled water and have little difference. Therefore by 2015 Mountoya innovates by making changes to their packaging designs. This change is made in addition to reducing the amount of plastic produced by the label on the bottle packaging also provides a new appearance and different from the bottled drinking water products on the market so that it is easily recognizable. The plain, non-labeled bottle design and the embossed Mountoya logo provide an interesting impression and the first time the design is used in Indonesia. Because Mountoya is not as famous as a competitor with a large market and well known to the public, so the question that may arise is; "Is the design innovation of Mountoya packaging capable of attracting the public attention to buy?". Based on the above problem, this research will analyze visual factors and haptic factors in purchasing decisions with brand personalities and buying intention as mediation and brand familiarity variables as moderating variables. The methodology used for this study is quantitatively exclusive using survey approach. The technique used for sample selection was random sampling and respondents were given a sample of Mountoya to assess directly. The sample of this study amounted to 182, sampling was conducted in a public place where many people were performing activities, such as Gor Satria, Gor Soesilo Soedirman, and Balekemambang Park. SPSS statistical software, AMOS is used to analyze data. The results of this study have implications for managers to define strategies for designing their product packaging. | |
| 17228 | 20348 | C1J013046 | Determinants of Demand for Labor at Large and Medium Industry Sector in central Java 2009-2014 | Salah satu strategi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempercepat pembangunan ekonomi adalah melalui industrialisasi. Peran sektor industri sebagai leading sector diharapkan mampu menyediakan lapangan pekerjaan sehingga dapat menyerap tenaga kerja secara optimal. Industri Besar dan Sedang (IBS) adalah industri yang memiliki jumlah tenaga kerja lebih dari 20 orang. Jawa Tengah merupakan provinsi dengan nilai PDRB terbesar ke empat di Indonesia dengan sumbangan PDRB terbesar adalah sektor industri. Namun, dari segi permintaan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor pertanian. Hal ini membuktikan belum optimalnya peran industri terutama IBS dalam permintaan tenaga kerja di Jawa Tengah. Variabel makroekonomi dalam penelitian ini terdiri dari jumlah unit usaha, UMK, inflasi, dan investasi sebagai variabel bebas. Variabel-variabel tersebut digunakan untuk menganalisis pengaruhnya terhadap permintaan tenaga kerja IBS. Penelitian ini menggunakan metode data kuantitatif dan menggunakan regresi data panel sebagai teknik analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang digunakan dalam penelitian ini adalah model fixed effect. Jumlah unit usaha dan investasi sebagai variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan tenaga kerja IBS. UMK berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap permintaan tenaga kerja IBS. Sementara inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan tenaga kerja IBS. Dan variabel yang paling berpengaruh adalah jumlah unit usaha. | One of the strategies undertaken by the government to accelerate economic development is through industrialization. The role of the industry sector as a leading sector is expected to provide employment so that it can absorb the optimal labor absorption. Large and medium industry is an industry that has labor more than 20 persons. Central Java is the province with fourth largest GRDP value in Indonesia with the biggest contribution of GRDP is industrial sector. But, the employment is still dominated by agricultural sector. This proves unoptimal role of industry especially demand for labor at large and medium industry in Central Java. The macroeconomic variables in this research are the number of business unit, regency / municipality minimum wage, inflation, and investment as independent variable. Those variables used to analyze its effect on demand fro labor at large and medium industry. This research is using quantitative data method and using panel data regression as the analysis technique. The results showed that the best model used in this research is fixed effect model. The number of business unit and investment as independent variable has positive and significant effect on demand for labor at large and medium industry. Regency / municipality minimum wage has positive and not significant effect on demand for labor at large and medium industry. meanwhile inflation has no significant effect on demand for labor at large and medium industry. and the most influential variable on demand for labor at large and medium industry is the number of business unit. | |
| 17229 | 20349 | C1J013025 | The Influence of Islamic Banking Development to Poverty in Indonesia Period 2009-2015 | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Perkembangan Perbankan Syariah Terhadap Kemiskinan di Indonesia Periode 2009-2015”. Kemiskinan merupakan masalah multidimensional, dari sisi ekonomi, dapat disebabkan karena kurangnya akses masyarakat terhadap modal. Perbankan sebagai lembaga intermediasi mempunyai peran untuk menghubungkan pemilik modal dengan masyarakat yang membutuhkan modal, terutama modal yang digunakan untuk aktivitas produksi. Dalam hal ini, perbankan syariah memiliki keunggulan karena sistem pemberian pinjaman modal tidak menggunakan bunga, tetapi menggunakan sistem bagi-hasil. Di dalam penelitian ini, digunakan dua model penelitian, yaitu analisis linear berganda dengan data time series periode 2003-2016 untuk melihat sejauh mana peran perkembangan bank syariah di Indonesia terhadap kemiskinan selama adanya bank syariah di Indonesia. Model yang kedua menggunakan data panel tahun 2009-2015 untuk melihat bagaimana pengaruh perkembangan bank syariah terhadap kemiskinan di tingkat regional. Hasil penelitian model I menunjukkan bahwa variabel financial deepening Indonesia dan financial widening bank syariah dengan variable dummy instabilitas perekonomian Indonesia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di tingkat nasional. Sementara hasil penelitian model II perkembangan perbankan syariah menunjukan bahwa variabel rasio total pembiayaan terhadap PDRB dan profitabilitas bank dilihat dari FDR menunjukkan hasil negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di tingkat regional dan variable total asset berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan tingkat regional. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah harus mengembangkan sektor keuangan, termasuk bank syariah, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sehingga dapat mengurangi kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memotivasi bank syariah untuk lebih optimis mengembangkan bank syariah, melalui pelayanan dan produk-produknya, terutama produk pembiayaan berbasis bagi-hasil. | This research entitled "The Influence of Islamic Banking Development on Poverty in Indonesia Period 2009-2015". Poverty is a multidimensional problem, from the economic side, it can be caused by lack of public access to capital. Banking as an intermediary institution has a role to connect capital owners with people who need capital, especially capital used for production activities. In this case, Islamic banking has an advantage because the capital lending system does not use interest, but uses a profit-sharing system. The research uses two research models, that are multiple linear analysis with time series data from 2003-2016 to see how far the role of Islamic bank development in Indonesia in poverty during the existence of syariah bank in Indonesia and the second model uses panel data from 2009-2015 to see more about the role of Islamic banks against poverty at the regional of Indonesia. The result of research of model I shows that the development of financial sector through financial deepening variable, financial widening of islamic bank with dummy variable of Indonesian economic instability, have negative and significant effect to poverty at national level. While the results of research model II development of Islamic banking shows that the ratio of total ratio of financing to GRDP and FDR negative and significant results on poverty at the regional level and variable total assets have a negative and insignificant effect on regional poverty. The implication of this research is government should developed financial sector include Islamic bank, to boost economic growth so the poverty alleviation in Indonesia will occur. This research is expected Islamic bank to be more optimistic to develop Islamic bank through services and its products, especially product of financing with profit-sharing system. | |
| 17230 | 20350 | C1C013111 | PENGARUH PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI INSTANSI, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN KOMPETENSI KARYAWAN TERHADAP KUALITAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA (Studi Empiris di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem akuntansi instansi, sistem pengendalian internal dan kompetensi karyawan terhadap kualitas Laporan Barang Milik Negara (studi empiris di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Purwokerto). Populasi dalam penelitian ini adalah 366 pegawai SIMAK-BMN pada 366 satuan kerja di wilayah kerja KPKNL Purwokerto. Teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling dengan sampel 79 pegawai SIMAK-BMN. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum melakukan pengumpulan data penelitian. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan sistem akuntansi instansi berpengaruh positif terhadap kualitas Laporan Barang Milik Negara. Hal tersebut dibuktikan nilai koefisien regresi bernilai positif yaitu 0,190 dan nilai thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (3,190 > 1,67) pada signifikansi 0,002 < 0,05. Sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas Laporan Barang Milik Negara. Hal tersebut dibuktikan nilai koefisien regresi bernilai positif yaitu 0,182 dan nilai thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (2,112 > 1,67) pada signifikansi 0,038 < 0,05. Kompetensi karyawan berpengaruh positif terhadap kualitas Laporan Barang Milik Negara. Hal tersebut dibuktikan nilai koefisien regresi bernilai positif yaitu 0,396 dan nilai thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (4,952 > 1,67) pada signifikansi 0,000 < 0,05. Penerapan sistem akuntansi instansi, sistem pengendalian internal dan kompetensi karyawan berpengaruh positif terhadap kualitas Laporan Barang Milik Negara. Hal tersebut dibuktikan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (52,865 > 2,76) pada signifikansi 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh positif baik secara parsial maupun simultan variable penerapan sistem akuntansi instansi, sistem pengendalian internal dan kompetensi karyawan terhadap kualitas Laporan Barang Milik Negara. | This study aims to determine the effect of the application of agency accounting system, internal control system and employee competence to the quality of State Property Report (empirical study in the State Wealth Office and Auction Service Office Purwokerto). The population in this study were 366 employees of SIMAK-BMN in 366 work units in the working area of KPKNL Purwokerto. The sampling technique is Simple Random Sampling with a sample of 79 employees of SIMAK-BMN. Methods of collecting data with questionnaires. The questionnaire tested its validity and reliability before conducting research data collection. Methods of data analysis in this study using descriptive statistics, classical assumption test and multiple regression analysis with the help of SPSS. The results of this study indicate the application of agency accounting system has a positive effect on the quality of State Property Reports. It is proved that the value of positive regression coefficient is 0.190 and tcount is bigger than ttable (3.190> 1.67) at 0.002 <0,05 significance. Internal control system has a positive effect on the quality of State Property Reports. It is proved that the value of positive regression coefficient is 0.182 and tcount is bigger than ttable (2.112> 1.67) at significance 0,038 <0,05. Employee competence has a positive effect on the quality of State Property Reports. It is proved that positive regression coefficient value is 0,396 and tcount is bigger than ttable (4,952> 1,67) at significance 0,000 <0,05. Implementation of agency accounting system, internal control system and employee competence have a positive effect on the quality of State Property Reports. It is proved that the value of Fhitung is greater than Ftable (52,865> 2,76) at significance 0,000 <0,05. The conclusion of this research is there are positive influence either partially or simultaneously variable application of agency accounting system, internal control system and employee competence to report quality of State Property. | |
| 17231 | 20351 | H1B012004 | Bilangan Fibonacci dan Bilangan Padovan pada Tabel Pascal-like triangle | Tabel Pascal-like triangle merupakan tabel yang mempunyai elemen menyerupai segitiga Pascal. Pada tabel Pascal-like triangle terdapat bilangan Fibonacci dan bilangan Padovan. Bilangan Fibonacci pada tabel Pascal-like triangle merupakan penjumlahan elemen-elemen setiap kolom pada tabel Pascal-like triangle. Selanjutnya bilangan Padovan merupakan penjumlahan setiap diagonal pada tabel Pascal-like triangle. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penjumlahan bilangan Padovan ke-i+3 dan ke-i+4 sama dengan bilangan Padovan ke-i+6. Selain itu selisih bilangan Padovan ke-i+8 dan ke-i+7 sama dengan bilangan Padovan ke-i+3. | Table Pascal-like triangle is a table that the elements like Pascal’s triangle. In the table Pascal-like triangle there are Fibonacci numbers and Padovan numbers. The Fibonacci numbers in the table Pascal-like triangle is the sum of the elements of each column in the table. Furthermore the Padovan numbers is the sum of each diagonal in the table Pascal-like triangle. The results of this research show the sum of Padovan numbers (i+3)th and (i+4)th equals Padovan number (i+6)th. The difference Padovan numbers (i+8)thand (i+7)th equals Padovan numbers (i+3)th. | |
| 17232 | 20352 | C1A013068 | ANALISIS PERMINTAAN TERHADAP JASA TRANSPORTASI QYTA TRANS | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan penumpang, tarif, kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu terhadap permintaan jasa transportasi Qyta Trans. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah penumpang Qyta Trans. Pemilihan sampel dengan metode Simple Random Sampling, dengan jumlah responden 100. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner kepada para konsumen. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, koefisien determinasi (R^2), uji T, uji F dan elastisitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan penumpang, kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan jasa transportasi Qyta Trans. Sedangkan tarif berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan jasa transportasi Qyta Trans. Hasil pengujian Adjusted R square menunjukkan bahwa pengaruh pendapatan penumpang, tarif, kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu berpengaruh sebesar 67,5% terhadap permintaan jasa Qyta Trans, sedangkan 32,5% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Kata Kunci : pendapatan penumpang, tarif, kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu, permintaan, transportasi. | This research entitled 'Analysis of the demand for the Services Provided Qyta Trans '. The purpose of this research is 1) to know the influence of variable revenue passengers, fares, convenience, security and timeliness of service requests against Qyta Trans, 2) know the variables which most influence on demand services Qyta Trans. Research method used was survey methods with primary data obtained through interviews and questionnaires. The sample used in this study was 100 Qyta consumer respondents with a simple random sampling method. Data analysis technique used was multiple linear regression analysis, classic assumption test, test the coefficient of determination (R^2), the statistic t test, F test and elasticity. Results of the research prove that passenger revenue, convience, security and timeliness has positive effect significantly to request services Qyta Trans, and the fares has negative effect significantly to request services Qyta Trans. Test results Adjusted R square shows that influence revenue passengers, comfort, security and timeliness of service requests against 67.5% whereas Trans Qyta 32.5% can be explained by other variables not examined. | |
| 17233 | 20353 | H1K011045 | HUBUNGAN KELIMPAHAN KERANG BULU (Anadara antiquata) DENGAN KEDALAMAN DI PERAIRAN TEGAL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan kerang bulu (Anadara antiquata) berdasarkan kedalaman dan hubungannya di perairan Tegal. Stratifikasi kedalaman berdasarkan pada stratified random sampling (I : 0-5 m, II : 5-10 m, III : 10-15 m). Penelitian metode survey ini dengan hasil adalah kedalaman rata-rata stratifikasi (I) 2,9 m, (II) 6,7 m dan (III) 12,1 m. Kelimpahan kerang bulu tertinggi pada kedalaman 5-10 m stratifikasi (II) adalah 9 ind/ 1000 m2 dan kelimpahan terendah pada kedalaman 10-15 m stratifikasi (III) adalah 5 ind/1000 m2 sedangkan kelimpahan pada stratifikasi (I) 0-5 m adalah 7 ind/1000 m2. Kelimpahan kerang bulu ukuran kecil (< 2,5 cm) dan sedang (2,5-3 cm) tidak terdapat perbedaan terhadap kedalaman perairan dan terdapat perbedaan yang nyata pada kerang bulu besar (> 3 cm). | This research aimed to determine the abundance cockle Anadara antiquata based on the depth and relationship of Tegal waters. Stratification based on the depth to stratified random sampling (I : 0-5 m, II : 5-10 m, III : 10-15 m). This survey method research with result is average depth stratification (I) 3,2 m, (II) 7,2 m and (III) 11,9 m. The abundance cockle highest on depth 5-10 m stratification (II) 9 ind/ 1000 m2 and abundance lowest on depth 10-15 m stratification (III) 5 ind/1000 m2 while abundance to stratification (I) 0-5 m were 7 ind/1000 m2. The abundance cockle zise small (< 2,5 cm) and medium (2,5-3 cm) there is not difference to waters depth and there is difference that is real to large cockle (> 3 cm). | |
| 17234 | 20648 | A1M013016 | PERBAIKAN KEMASAN DAN LABEL KERIPIK TEMPE "KIKI WARNI" BANYUMAS | Industri keripik tempe adalah industri pengolahan hasil-hasil pertanian yang diusahakan oleh masyarakat di wilayah pedesaan dan potensial untuk dikembangkan. Sentra industri keripik tempe di Kabupaten Banyumas berada di Desa Pliken. UKM Kiki Warni adalah UKM yang memproduksi keripik tempe di Desa Pliken yang masih menggunakan kemasan sederhana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: 1) preferensi konsumen terhadap jenis bahan, bentuk dan ukuran kemasan keripik tempe, 2) penilaian konsumen terhadap desain label kemasan, 3) penilaian konsumen terhadap atribut label kemasan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 orang (ditentukan dengan rumus Lemeshow), yaitu pembeli keripik tempe yang cara pengambilannya ditentukan dengan metode accidental sampling. Variabel yang diamati meliputi preferensi konsumen terhadap jenis bahan dan bentuk kemasan, dan penilaian desain kemasan dan atribut label kemasan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian (uji F), dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%. Kemasan yang disukai oleh konsumen adalah kemasan stand up pouch kombinasi zipper dari ketiga indikator. Komponen warna, huruf, dan ilustrasi menjadi hal yang diperhatikan oleh konsumen dilihat dari penilaian konsumen yang menganggap bahwa ketiganya agak penting, sedangkan untuk konten label yang terpenting berdasarkan urutan yaitu tanggal kedaluwarsa, tanggal dan kode produksi, dan nomor izin edar (P-IRT). | Tempe chips industry is an agricultural processing industry cultivated by people in rural areas and has the potential to be developed. The center of tempe chips industry in Banyumas Regency is located in Pliken Village. UKM Kiki Warni is an UKM that produces tempe chips in Pliken Village which still use the simple packaging. The purpose of this research is to know about: 1) consumer preferences on the type of material, shape and size of tempe chips packaging, 2) consumer valuation of label packaging design, 3) consumer valuation of packaging label attribute. The respondents in this study amounted to 50 people (determined by the Lemeshow formula’s), namely the buyers of tempe chips which is determined by accidental sampling method. Observed variables include consumer preferences for the type of materials and packaging forms, and packaging design valuation and packaging label attributes. The data obtained were analyzed using variance analysis (F test), and continued by Duncan Multiple Range Test (DMRT) test at 5% test level. The packaging favored by consumers is a stand-up pouch combination of zipper from those three indicators. Components of colors, letters, and illustrations are the concern to consumers in terms of consumer ratings which assume that they are rather important, while most important label content is in order of expiration date, date and production code, and distribution license number (P-IRT). | |
| 17235 | 20704 | A1H013011 | REFORMULASI MODEL SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN PANGAN LOKAL BERDASARKAN MODEL SIKAP DAN PERILAKU PANGAN BERKELANJUTAN DI D. I. YOGYAKARTA | Pangan lokal merupakan pangan segar yang belum diolah yang dihasilkan dan dijual di lingkungan sekitar desa atau lingkungan provinsi. Keberadaan pangan lokal di Indonesia memunculkan pemikiran mengenai bagaimana sikap dan perilaku konsumen terhadap pangan lokal dan hal tersebut dapat dijadikan sebagai sebuah model pangan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah mereformulasikan model pangan berkelanjutan menjadi model pangan lokal. Sampel yang diambil berjumlah 260 responden yang dilakukan di pasar tradisional dan pasar modern di D.I. Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convienience sampling dan menggunakan kuisioner skala liker. Analisis data dilakukan dengan exploratory factor analysis untuk mendapatkan faktor apa saja yang mempengaruhi dan multiple regression untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang ada signifikan dalam mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen. Hasil dari penelitian ini memiliki sedikit perbedaan dengan model pangan berkelanjutan. Pada model yang baru sikap konsumen pangan lokal di D.I. Yogyakarta dipengaruhi oleh informasi dan pengetahuan (IP), ketersediaan (K), norma personal (NP), informasi eksternal (I), kearifan lokal (Kl), dan keinginan berperilaku (KB), sedangkan perilaku atau keinginan berperilaku konsumen dipengaruhi oleh ketersediaan (K) dan Sikap (S). | Local food is unprocessed food, that produced and sold in area of village to a province. Althought the level of awareness of local food has been increasing consumers’ attitude and behavior towards local food are still unclear. The aim of this study is to reformulate sustainable food consumption models for local food. The respondents is were 260 local food consumers’ in traditional and modern markets in D.I. Yogyakarta. The sampling technique used was convienience stratified sampling. Questionnaire used likert scale from 1-5, 1 is strongly disagree and 5 is strongly agree. Exploratory factor analysis was applied to obtain which factors influence attitude and behavioral intention with respect to local food, then, multiple regression was used to determine whether the existing factors significantly influence consumers’ attitude and behavioral intention. The results of this study show difference between the model produced and sustainable food consumption models. The consumers’ attitude toward local food in D.I. Yogyakarta was influenced by information and knowledge (IP), availability (K), personal norm (NP), external information (I), local wisdom (Kl), and intention behavior (KB), while behavioral intention or desire was affected by availability (K) and Attitude (S). | |
| 17236 | 21588 | C1C014004 | Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Reklame di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan hubungan kesadaran wajib pajak, pengetahuan perpajakan, sanksi perpajakan, kualitas pelayanan dan sistem administrasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak reklame di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak reklame di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teknik systematic random sampling dan pengukuran sampel menggunakan rumus slovin. Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini sebanyak 85 responden. Teknik pengumpulan data dengan teknik survey melalui kuesioner dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi bergandan dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tingginya tingkat kepatuhan wajib pajak reklame dipengaruhi oleh empat faktor yaitu : kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan, kualitas pelayanan, dan sistem administrasi pajak. pengetahuan perpajakan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak reklame. | This research aims to analyze and describe the relation of taxpayer awareness, tax knowledge, penalties, service quality and tax administration system to taxpayers compliance in Badan Keuangan Daerah Kabupaten Banyumas. Population in this research is all of the advertisement taxpayer in Kabupaten Banyumas. This research used systematic random sampling technique and sample measurement using slovin formula. The samples obtained in this research were 85 respondents. Data collection techniques by survey techniques through questionnaires and data analysis techniques in this research using regression analysis techniques with SPSS software. The results of this research conclude that the high level of taxpayer compliance is influenced by four factors: taxpayer awareness, penalties, service quality, and tax administration system. While the tax knowledge does not affect to the taxplayer compliance. | |
| 17237 | 20355 | F1B113044 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BEMOTOR DI KANTOR BERSAMA SAMSAT KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Di Kantor Bersama SAMSAT Kabupaten Banjarnegara”. Pelayanan publik merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan birokrasi / pemerintah kepada masyarakat. Pelaksanaan pelayanan publik dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat. SAMSAT merupakan salah satu unit penyedia layanan yang berorientasi kepada kepuasan wajib pajak. Tiga masalah yang sering terjadi dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia yaitu diskriminasi dalam pelayanan, ketidakpastian waktu dan biaya, dan rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Masalah ini juga terjadi dalam pelayanan yang diselenggarakan di Kantor Bersama SAMSAT Kabupaten Banjarnegara. Permasalahan utamanya yaitu ketidakpastian waktu pelayanan dan masih banyak yang menggunakan jasa calo. Untuk mengetahui kepuasan pelanggan dapat diukur dari indikator menurut Barata yaitu kemudahan memperoleh jasa, harga yang kompetitif, persyaratan kualitas layanan kepada pelanggan, dan pelayanan yang cepat, tepat dan ramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan wajib pajak kendaraan bermotor di Kantor Bersama SAMSAT Kabupaten Banjarnegara. Sasaran dalam penelitian ini adalah para wajib pajak kendaraan bermotor di Kantor Bersama SAMSAT Kabupaten Banjarnegara sebanyak 100 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif assosiatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah perhitungan statistik korelasi Kendall Tau-c dan regresi ordinal. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini diketahui kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wajib pajak di Kantor Bersama SAMSAT Kabupaten Banjarnegara sebesar 0,504 atau 50,4 persen dan 49,6 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. | This research titled "The Effect of Service Quality Satisfaction Compulsory Motor Vehicle Tax On Joint Office SAMSAT Banjarnegara district". Public service is a form of services provided bureaucracy / government to the public. Implementation of a public service intended to meet needs in accordance with the wishes and expectations of society. SAMSAT is one unit of a service provider which is oriented to the satisfaction of the taxpayer. The three problems that often occur in the administration of public services in Indonesia, namely discrimination in services, the uncertainty of the time and cost, and low levels of public satisfaction with public services. This problem also occurs in the service held at the Office of the Joint SAMSAT Banjarnegara district. The main issues that the service time of uncertainty and there are still many who use the services of brokers. To determine customer satisfaction can be measured by indicators according to Barata is the ease of obtaining services, competitive prices, quality service to the customers requirements, and service that is fast, accurate and friendly. This study aims to determine the effect of service quality on taxpayer satisfaction of motor vehicles in the Joint Office SAMSAT Banjarnegara district. Goal of this research is the compulsory motor vehicle tax in the Joint Office SAMSAT Banjarnegara regency as many as 100 people. This study used quantitative research methods associative. The technique of collecting data through questionnaires, observation and documentation. The analysis technique used is a statistical calculation of correlation Kendall Tau-c and ordinal regression. Based on the results of quantitative analysis in this research note service quality has a significant influence on satisfaction of taxpayers in the Joint Office SAMSAT Banjarnegara 0,504 or 50.4 per cent and 49.6 per cent are influenced by other variables not examined. | |
| 17238 | 20467 | C1F015073 | Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajb Pajak (Studi pada Pengusaha Kena Pajak yang Terdaftar di KPP Pratama Sukoharjo) | Penelitian ini berjudul: faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak (studi empiris pada pengusaha kena pajak yang terdaftar di KPP Pratama Sukoharjo). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, persepsi korupsi, pelayanan fiskus, dan pemeriksaan terhadap kepatuhan pengusaha kena pajak. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengusaha kena pajak yang terdaftar di KPP Pratama Sukoharjo. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling techniques dengan metode accidental or incidental sampling. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebar kuesioner penelitian kepada 110 responden dan diperoleh 99 kuesioner terisi yang dijadikan sampel penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modernisasi administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pengusaha kena pajak; (2) pengetahuan perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pengusaha kena pajak; (3) persepsi korupsi tidak berpengaruh terhadap kepatuhan pengusaha kena pajak; (4) pelayanan fiskus tidak berpengaruh terhadap kepatuhan pengusaha kena pajak; (5) pemeriksaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pengusaha kena pajak. Implikasi hasil penelitian ini adalah: (1) memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dan referensi penelitian terkait dengan pengaruh modernisasi adminsitrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, persepsi korupsi, pelayanan fiskus, dan pemeriksaan terhadap kepatuhan pengusaha kena pajak; dan (2) memberikan masukan dan pertimbangan bagi DJP dalam meningkatkan kepatuhan pengusaha kena pajak dengan cara meningkatkan performa Sistem Informasi DJP (SIDJP), mengintensifkan sosialisasi perpajakan, dan meningkatkan kualitas layanan petugas pajak. Kata Kunci: modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, persepsi korupsi, pelayanan fiskus, pemeriksaan, kepatuhan pengusaha kena pajak | This study entitled: factors that affected taxpayer compliance (empirical study on taxable entrepreneurs registered in KPP Pratama Sukoharjo). This research aimed to get empirical evidence about the effect of modernization of tax administration, tax knowledge, perception of corruption, tax officer service, and tax audit of taxable entrepreneurs’ compliance. Population in this research was all taxable entrepreneurs registered in KPP Pratama Sukoharjo. The sampling technique used was non-probability sampling techniques with accidental or incidental sampling method. This research used primary data by spreading research questionnaires to 110 respondents and obtained 99 filled questionnaires which used as research sample. Analysis technique used was multiple linear regression. The results of the research showed that: (1) modernization of tax administration had a positive and significant effect on taxable entrepreneurs’ compliance; (2) tax knowledge had a positive and significant effect on taxable entrepreneurs’ compliance; (3) perception of corruption had no effect on taxable entrepreneurs’ compliance; (4) tax officer service had no effect on taxable entrepreneurs’ compliance; (5) tax audit had a positive and significant effect on taxable entrepreneurs’ compliance. The implications of this study were: (1)contributing to the development of theory and reference of research related to the effect of modernization of tax administration, taxation knowledge, perception of corruption, tax officer service, and tax audit of taxable entrepreneurs’ compliance; and (2) giving input and consideration to DJP on improving taxable entrepreneurs’ compliance by improving the performance of System Information DJP (SIDJP), intensifying tax dissemination, and improving the quality of tax officer service. Keywords: modernization of tax administration, tax knowledge, perception of corruption, tax officer service, tax audit, taxable entrepreneurs’ compliance | |
| 17239 | 20395 | F1I012017 | UPAYA NATION BRANDING BRAZIL MELALUI MOMENTUM PENYELENGGARAAN PIALA DUNIA 2014 | Pemerintah Brazil menyadari bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2014 akan menarik minat masyarakat khususnya masyarakat internasional untuk berkunjung ke Brazil. Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh pada meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan asing ke Brazil. Oleh sebab itu Pemerintah Brazil melalui Kementerian Pariwisata merancang suatu rencana strategis dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Brazil, yaitu Aquarela Plan 2020. Salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh Pemerintah Brazil pada Aquarela Plan 2020 yaitu untuk memenuhi target kunjungan wisatawan asing dengan memanfaatkan penyelenggaraan Piala Dunia 2014. Kesempatan untuk menyelenggarakan event olahraga berskala global seperti ini selalu memiliki resiko yang pada dasarnya akan merusak citra suatu negara daripada meningkatkannya, dan dalam kasus Brazil, nation branding yang sukses dilakukan Brazil melalui Piala Dunia 2014 berarti akan menciptakan suatu brand yang positif. Ini adalah kesempatan nation branding yang tidak hanya akan membuktikan Brazil sebagai pemain dalam dunia ekonomi dan pelaku perdagangan, namun kedepannya akan mampu meningkatkan pariwisata yang berjangka panjang. Di Brazil, wacana mengenai nation branding sudah ada sejak tahun 2007 pada saat Brazil terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014 pada proses Bidding Piala Dunia yang diselenggarakan oleh FIFA, serta masuk dalam Aquarela Plan 2020 yang dicanangkan oleh pemerintah Brazil untuk menjadikan Brazil sebagai negara tujuan wisata internasional. Tujuan nation branding adalah untuk meningkatkan citra sebuah negara dan diharapkan mampu menciptakan investasi, turis, penciptaan lapangan kerja dan ekspor, warisan budaya. | The Brazilian government realizes that the 2014 World Cup will attract people, especially the international community, to visit Brazil. This will certainly greatly affect the increasing number of foreign tourists arriving to Brazil. Therefore the Government of Brazil through the Ministry of Tourism to design a strategic plan in increasing the number of tourists visiting Brazil, the Aquarela Plan 2020. One of the goals to be achieved by the Government of Brazil on the Aquarela Plan 2020 is to meet the target of foreign tourists visiting by using the Cup World 2014. The opportunity to organize a global-scale sport event like this always has a risk that will essentially damage the image of a country rather than increase it, and in the case of Brazil, Brazil's successful nation branding through the 2014 World Cup means it will create a positive brand. This is a nation branding opportunity that will not only prove Brazil as a player in the world economy and trade players, but in the future will be able to increase long-term tourism. In Brazil, the discourse on nation branding has been around since 2007 when Brazil was selected as the host of the 2014 World Cup in the FIFA World Cup bidding process, and entered the Aquarela Plan 2020 launched by the Brazilian government to make Brazil a destination country international. The purpose of nation branding is to enhance the image of a country and is expected to create investment, tourists, job creation and export, cultural heritage. | |
| 17240 | 20483 | B1J013151 | POTENSI BAKTERIOSIN Bifidobacterium spp. SEBAGAI AGEN BIOPRESERVATIF BAKSO SAPI SECARA IN VIVO | Bakso merupakan salah satu produk olahan daging yang populer di masyarakat yang dibuat dari daging giling dan bahan lainnya serta penambahan zat pengawet dengan tujuan menghindari kontaminasi mikroba dan memperpanjang umur simpan. Bakteriosin sebagai agen biopreservatif sangat potensial digunakan sebagai bahan pengawet untuk mengendalikan beberapa bakteri kontaminan dan diharapkan mampu mengurangi pemakaian pengawet kimia dalam pembuatan bakso. Bakteriosin adalah suatu substansi antimikroba yang dihasilkan bakteri asam laktat (BAL), berupa senyawa protein yang memiliki sifat bakterisidal dan bakteriostatik terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Bifidobacterium spp. merupakan bakteri Gram positif tergolong ke dalam BAL yang menghasilkan senyawa antimikroba bakteriosin. Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi bakteriosin dari isolat Bifidobacterium spp. sebagai agen biopreservatif pada bakso sapi secara in vivo dan karakterisasi bakteriosin dengan metode SDS-PAGE. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode eksperimental dengan perlakuan yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial dan terdiri dari dua faktor serta tiga kali ulangan. Faktor pertama dalam penelitian adalah bakteriosin yang dihasilkan oleh Bifidobacterium spp. Bca2, Bc1a,, BBP1L, dan BBP6 dan faktor kedua adalah lama penyimpanan 0, 3, 6, dan 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan Bifidobacterium spp. mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen: E. coli, S. aureus, dan S. typhi. Bakteriosin Bifidobacterium spp. mampu digunakan sebagai agen biopreservasif bakso sapi secara in vivo dengan Bifidobacterium sp. Bca2 penyimpanan selama 3 hari paling sedikit hasil total jumlah bakteri. Karakterisasi bakteriosin Bifidobacterium spp. Bca2, Bc1a, BBP1L, dan BBP6 termasuk ke dalam kelas III, nilai zona hambat 6-18 mm, nilai Rf adalah 0,471429-0,942858 dan berat molekul adalah 36 kDa-72 kDa. | Meatball is one of highly consumed meat products in societies that are produced from a mixture of finely ground meat and additional matterials, also added by preservative substance to prevent from microbial contaminations and extend storage times of meatballs. Bacteriocins have potential to control contaminant microbials growth. The application of bacteriocins in meatball processing is expected to replace chemical substance as preservative. The bacteriocins are antimicrobial subtances from lactic acid bacterias (lab) that can be bactericidal and bacteriostatic. Bifidobacterium spp. are Gram-positive lactic acid bacteria that can produce bacteriocins. Purposes of this research were to evaluate potential’s bacteriocins from Bifidobacterium spp. as meatballs’s biopreservative according to in vivo and to study characteristic of bacteriocins by SDS-PAGE method. This research was conducted by experimental method with Completely Randomized Design by Factorial that consist of 2 factors and 3 repeats. First factor is various bacteriocins from Bifidobacterium spp. Bca2, Bc1a,, BBP1L, dan BBP6 and second factor is storage times at day 0, 3, 6, and 9. The results showed Bifidobacterium spp. could inhibit pathogenic bacteria such as E. coli, S. aureus, and S. typhi. Bacteriocins could be used as meatballs’s biopreservative according to in vivo. The addition of bacteriocin from Bifidobacterium sp. Bca2 at storage time day 3 was the most effective to inhibit the growth of total microbes. Bacteriocins from Bifidobacterium spp. Bca2, Bc1a, BBP1L, and BBP6 included to bacteriocin class III, have number of inhibitory zone 6-18 mm, Rf 0,471429-0,942858 and mollecular weight 36-72 kDa. |