Artikel Ilmiah : A1H013023 a.n. SAEPUL MISBACH

Kembali Update Delete

NIMA1H013023
NamamhsSAEPUL MISBACH
Judul ArtikelPENGARUH PERBEDAAN WAKTU DAN KONSENTRASI PERENDAMAN KALSIUM HIDROKSIDA (Ca(OH)2) DALAM PENGUPASAN KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) MENGGUNAKAN MESIN SP1-MR
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) berpotensi besar mensubstitusi penggunaan kacang kedelai karena mengandung protein yang cukup tinggi. Namun kulit ari yang tebal dan keras menyulitkan proses pengupasan kacang koro pedang secara manual. Mesin SP1-MR adalah solusi teknologi pengupas modern untuk memudahkan proses pengupasan kacang koro pedang. Namun kacang koro pedang perlu mendapat perlakuan awal (pretreatment) untuk mempermudah proses pengupasan. Perendaman di dalam larutan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) pada waktu dan konsentrasi tertentu dapat membantu pelepasan kulit ari dan melunakan struktur biji. Tujuan penelitian adalah untuk: 1) mengetahui pengaruh perbedaan waktu dan konsentrasi Ca(OH)2; serta 2) kombinasi perlakuan terbaik dalam pengupasan kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) yang dikupas oleh mesin SP1-MR. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu: 1) perbedaan waktu perendaman (W30, W60, W90); dan 2) perbedaan konsentrasi Ca(OH)2 (K5, K10, K15). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dan dilakukan 3 kali ulangan sehingga terdapat total 27 satuan percobaan. Uji pengaruh menggunakan ANNOVA dan dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukan: 1) waktu perendaman berpengaruh sangat nyata terhadap kacang koro terkupas utuh dan tidak terkupas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kacang koro terkupas rusak; 2) konsentrasi Ca(OH)2 berpengaruh sangat nyata terhadap kacang koro terkupas utuh dan tidak terkupas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kacang koro terkupas rusak; 3) taraf waktu perendaman 90 menit dan konsentrasi Ca(OH)2 15% menghasilkan kacang koro terkupas utuh terbanyak yakni masing-masing 39,68% dan 38,35%; dan 4) kombinasi faktor tidak berpengaruh nyata terhadap semua respon yang diamati.
Abtrak (Bhs. Inggris)Jack bean (Canavalia ensiformis) has good potential as a substitution for soybean usage because it has high protein content. However, it has thick and hard husk which complicate husking process manually. The SP1-MR machine is the modern husking technology solution for jack bean husking. However jack bean requires a pretreatment to facilitate its husking process. Soaking in calcium hydroxide (Ca(OH)2) solution at the certain time and concentration helps to remove the husk and soften grain. The aims of this research are: 1) knowing the influence of time and concentration Ca(OH)2 difference, and 2) the best treatment combination in jack bean husking which is husked by SP1-MR machine. The research method uses Completely Random Design-Factorial with 2 treatment factors namely: 1) soaking time difference (W30, W60, W90); and 2) Ca(OH)2 concentration difference (K5, K10, K15). There are 9 treatment combinations and 3 times repeating. So there are totally 27 trial units. As influencing analysis is ANNOVA and continued by DMRT. The result shows that:1) time difference significantly influenced to perfect husked and unhusked jack bean, but did not to the break husked; 2) Ca(OH)2 concentration difference significantly influenced to perfect and unhusked jack bean, but not to break husked jack bean; 3) 90 minutes soaking time and 15% Ca(OH)2 concentration level yields the biggest quantity of perfect husked jack bean, namely 39.68% and 38.35% ordered; and 4) treatment combination is not influenced to every inspected responses.
Kata kuncikoro pedang, waktu, konsentrasi, Ca(OH)2, pengupasan
Pembimbing 1Ir. Masrukhi, M.P.
Pembimbing 2Riana Listanti, S.TP., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2017-11-16 14:17:47.797384
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.