Artikelilmiahs

Menampilkan 17.281-17.300 dari 50.010 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1728119963H1A013013SINTESIS DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CROSSLINK KITOSAN TRIPOLIFOSFAT (TPP)Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat radikal bebas, salah satu senyawa antioksidan alami adalah kitosan dan derivatnya. Crosslink kitosan TPP merupakan salah satu derivat kitosan yang belum pernah diteliti aktivitas antioksidannya. Sintesis crosslink kitosan TPP dilakukan dengan mereaksikan larutan kitosan dengan larutan natrium tripolifosfat pH 3. Crosslink kitosan TPP dikarakterisasi dengan spektrofotometer FTIR, ditentukan kadar air, kadar abu dan bobot molekul. Uji aktivitas antioksidan dari crosslink kitosan TPP diukur menggunakan metode DPPH dan tiosianat dengan variasi konsentrasi. Berdasarkan hasil penelitian, pada spektra IR menunjukan telah terbentuknya crosslink kitosan TPP. Kadar abu, kadar air dan bobot molekul dari crosslink kitosan TPP hasil sintesis menunjukan kadar yang lebih besar dari kitosan sumbernya dan telah sesuai pada standar kitosan. Aktivitas antioksidan crosslink kitosan TPP menunjukan hasil yang rendah sehingga tergolong sebagai antioksidan yang kurang aktif.



Antioxidants are compounds that can inhibit free radicals, one of the natural antioxidant compounds is chitosan and its derivatives. Crosslink chitosan TPP is one of chitosan derivat that has never been studied antioxidant activity. Synthesis of TPP chitosan crosslink was done by reacting chitosan solution with pH tripolyphosphate solution pH 3. Crosslink chitosan TPP characterized by FTIR spectrophotometer, determined water content, ash content and molecular weight. The antioxidant activity test of crosslink chitosan TPP was measured using DPPH and thiocyanate method with concentration variation. Based on the results of the study, the IR spectra showed the formation of TPP chitosan crosslink. The content of ash, moisture content and molecular weight of the synthesis of TPP chitosan crosslinks showed greater levels of chitosan and was in accordance with the chitosan standard. The antioxidant activity of TPP chitosan crosslink shows a low yield that is classified as an inactive antioxidant.
1728220385H1G013008POTENSI LESTARI IKAN KEMBUNG (Rastrelliger spp.) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP JAWA TENGAHIkan Kembung (Rastrelliger spp.) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Karena sumberdaya ikan Kembung merupakan barang milik bersama dan bersifat open acces, maka kelesatarian ikan ini bisa terancam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai potensi lestari ikan Kembung serta mengetahui nilai upaya optimal dalam usaha penangkapan ikan Kembung yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Jawa Tengah. Data hasil tangkapan dan upaya dari tahun 2012-2016
diperoleh dari PPS Cilacap. Data hasil tangkapan dan upaya dianalisis menggunkan analisis model Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan MSY ikan Kembung sebesar 1048,7 ton/ tahun dan nilai upaya optimum sebesar 70 unit/tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan ikan Kembung (Rastrelliger spp) di PPS Cilacap sudah kedalam tingkat pengupayaan optimum.
Mackarel Fish (Rastrelliger spp.) is one of the fishery resources that has potential to be utilised, because it has high economic value. Because the resources of Mackarel fishes are a common property and open access then the sustainability of these fish can be threatened. The aim of this research is to determine the potential value of sustainable Mackarel fish and know the value of optimal efforts in fishing business Mackarel at the Port of Fisheries Ocean Cilacap Central Java. Data on catch and effort from 2012-2016 was obtained from PPS Cilacap. The data of catch and effort were analyzed using Schaefer model. The results showed that MSY Mackarel fish is 1048,7 tons per year and the optimum effort value is 70 units per year. According the results of this research it can be concluded that the utilization of Mackarel fish (Rastrelliger spp.) in PPS Cilacap including optimum level of effort.
1728321476F1J013012Analisis Karakter Baik Tokoh-Tokoh Dalam Dongeng Soratobu Toranku Karya H.C. Andersen.Penelitian ini berjudul Analisis Karakter Baik Tokoh-Tokoh Dalam Dongeng Soratobu Toranku Karya H.C. Andersen. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan unsur intrinsik dan karakter baik yang tercermin dalam dongeng Soratobu Toranku. Dalam penelitian ini, masalah yang diangkat adalah karakter baik dari setiap tokoh dalam dongeng. Peneliti menggunakan pendekatan struktural yang difokuskan pada setiap tokoh dan teori karakter untuk mendeskripsikan karakter baik tokoh. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Teknik yang digunakan adalah simak-catat. Ditemukan 50 data, yaitu 38 data pendukung unsur intrinsik dan 12 data pendukung yang mengandung 13 karakter baik. Pada penelitian ini, ditemukan bahwa setiap tokoh dalam dongeng Soratobu Toranku memiliki karakter baik, karakter tokoh sang pemuda sebagai tokoh utama memiliki karakter unggul (3 buah), antara lain tanggungjawab, perbaiki diri dan sungguh-sungguh.
Selain itu sang pemuda juga memiliki karakter pemimpin (3 buah), antara lain ksatria, solutif, dan komunikatif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua tokoh yang muncul dalam dongeng diberi karakter baik. Hal ini mengindikasikan bahwa dongeng merupakan sarana pembelajaran bagi pembaca, oleh karena itu karakter yang dimunculkan lebih dominan karakter-karakter baik agar dapat diteladani.
The title of this research is “The Analysis of Good Figures Characters in The Soratobu Toranku Tale by Andersen. H.C”. The aim of the research is to describes intrinsic element and good characters are reflected in Soratobu Toranku tale. In this research, the issue raised is the good characters of every figures in the tale, researchers used a structural approach focused on every figures and character theory to describe the good character of the figures. The method used is qualitative method and presented descriptively. Technique used is simak-catat method. It was found 50 data, that is 38 supporting data of intrinsic element and 12 supporting data containing 21 good characters. In this research, found that every figures in Soratobu Toranku’s tale have good characters, the figures character of young man as the main figure had superior characters (3 pieces) such as responsibility, self-improvement and earnestly. As for the character who has leader character (5 pieces) is the princess, such as wise, humble, simple, solutive and inspirational. Based on research results, it can be concluded that all the figures appear in the tale are given good characters. This matter indicates that the tale is a learning tool for the readers, therefore the characters that appear more dominant are good characters to be exemplary.
1728421483H1F013066Analisis Daya Dukung Tanah Terhadap Pembangunan Jalan Tol Pemalang – Batang Seksi 4 (Main Road) Kabupaten Pekalongan,
Provinsi Jawa Tengah
Tanah memiliki sifat fisik dan mekanis yang berbeda pada tiap daerahnya. Pada proses pembangunan infrastruktur sangat diperlukan penyelidikan sifat – sifat yang dimiliki oleh tanah pada tiap – tiap lokasi pembangunan berupa analisis daya dukung tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran daya dukung tanah dan sifat – sifat tanah yang berbeda pada daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu analisis daya dukung tanah berdasarkan data laboratorium, sampel bor dan hasil tes uji sondir. Pada daerah penelitian terdapat 3 (tiga) wilayah penelitian yang memiliki sifat fisik dan mekanis tanah yang berbeda. Pada bagian barat dan tengah daerah penelitian cenderung terdiri atas tanah yang lunak karena mengandung lempung lunak cukup tinggi. Sedangkan pada wilayah bagian timur daerah penelitian cenderung memilik sifat yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah bagian barat dan tengah. Besaran daya dukung tanah pada titik bor BH-5 = 16,5 ton/m², BH-6 = 11,3 ton/m², BH-9 = 14,6 ton/m², BH-10 = 16,4 ton/m², BH-11 = 14,1 ton/m², BH-12 = 25,6 ton/m², BH-13 = 15,6 ton/m², BH-71 = 13,9 ton/m², BH-72 = 16,2 ton/m². Setelah analisis dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa metode penanganan tanah yang tepat yaitu metode PVD (Prefabricated Vertical Drains) dan PHD (Prefabricated Horizontal Drains).The soil has different physical and mechanical properties in each region. In the process of infrastructure development is very necessary investigation of properties - properties owned by the land at each - each location of development in the analysis of carrying capacity of the soil. This study aims to determine the amount of soil bearing capacity and different soil properties in the study area. The method used is the analysis of soil bearing capacity based on laboratory data, drill samples and test results sondir test. In the research area there are 3 (three) research areas that have different physical and mechanical properties of the soil. In the western and central part of the study area it tends to consist of soft soil because it contains high soft clay. While in the eastern region of the study area tend to have better properties compared with the western and central regions. The magnitude of soil bearing capacity at the drill point BH-5 = 16.5 ton / m², BH-6 = 11.3 ton / m², BH-9 = 14.6 ton / m², BH-10 = 16.4 ton / m² , BH-11 = 14.1 ton / m², BH-12 = 25.6 ton / m², BH-13 = 15.6 ton / m², BH-71 = 13.9 ton / m², BH-72 = 16 , 2 ton / m². After the analysis is done, it can be concluded that proper soil handling methods are PVD (Prefabricated Vertical Drains) and PHD (Prefabricated Horizontal Drains).
1728520386C1C013112Analisis Pengaruh Umur Usaha, Pemahaman Akuntansi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Pelaporan Keuangan (Studi pada UKM Perhotelan Banyumas)Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berjudul “Analisis Pengaruh Umur Usaha, Pemahaman Akuntansi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Pelaporan Keuangan (Studi pada UKM Perhotelan Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menguji pengaruh umur usaha, (2) untuk menguji pemahaman akuntansi, (3) untuk menguji pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan.
Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik/ manajer UKM Perhotelan Banyumas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin diwakili oleh 64 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur, usaha, pemahaman akuntansi dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa umur usaha, pemahaman akuntansi dan pemanfaatan teknologi informasi dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan UKM Perhotelan di Banyumas.

Kata kunci: umur usaha, pemahaman akuntansi, pemanfaatan teknologi informasi, kualitas laporan keuangan
This research is a quantitative researh entitled “analysis of the influence age of business, understanding of accounting and utilization of technology information on the quality of financial statements (Study on UKM hospitality. The purpose of this study is, (1) to test the influence of business age, (2) to test the understanding of accounting, (3) to test the utilization of information technology on teh quality of financial statements.
The population in this study is the manager/ owner of UKM hospitality Banyumas. Sampling technique in this research using Slovin rumus representes by 64 respondents. Data collection techniques in this study using questionnaires used is linear regression analysis.
The result of this research shows the variable age of business, understanding of accounting, and utilization of information technology affect the quality of financial statement. This shows that the age of business, understanding of accounting and utilization of information tecnology needed to improve UKM hospitality Banyumas.

Keywords: age of business, understanding of accounting, utilization of information technology, quality of financial statements.



1728620387F1I013055Kerja Sama Afghanistan dengan UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) dalam Menanggulangi Perdagangan Narkoba di Afghanistan Tahun 2012-2014Perdagangan narkoba merupakan salah satu isu kejahatan terorganisir yang sangat kompleks di Afghanistan. Berdasarkan sejarahnya, tingkat budidaya opium Afghanistan dapat dilihat dari setiap periode kekuasaan, mulai dari kekuasan Uni Soviet, Taliban, Amerika Serikat dan hingga saat ini budidaya opium masih berlanjut. Luasnya ladang opium, menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya bisnis narkoba. Awalnya, jaringan pedagang narkoba Afghanistan merupakan persoalan organisasi kejahatan lokal, kini berubah menjadi organisasi kejahatan transnasional (TOC) karena jaringannya telah mengeksploitasi pasar dan menyuplai heroin di berbagai negara. Dampak yang ditimbulkan dari perdagangan narkoba ini, tidak hanya dirasakan penduduk Afghanistan, melainkan masyarakat internasional yang terlibat dalam aktivitas tersebut.
Rute perdagangan narkoba Afghanistan yang semakin panjang, mendorong masayarakat internasional untuk saling bekerja sama dalam menggagalkan perdagangan heroin dari Afghanistan. Adapun upaya pemerintah Afghanistan dalam menanggulangi permasalahan perdagangan narkoba yaitu dilakukannya kerja sama antara MCN (Ministry of Counter Narcotics) dengan UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime). Kehadiran UNODC di Afghanistan sangat membantu MCN dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan kontra narkotika. Meskipun kerja sama ini belum mencapai hasil yang signifikan, tapi cukup berkontribusi dalam pemberantasan ladang opium. Oleh karena itu, kerja sama antara MCN – UNODC sangat penting dan perlu dilakukan dalam jangka panjang.
Drug trafficking is one of an issue of organized crime faced by Afghanistan. Based on the history, level of Afghan opium cultivation can be seen from every period of power, ranging from the Soviet Union, Taliban Group, United States, and until now opium cultivation still continues. The vastness of Afghanistan's opium fields, is one of the factors supporting of the Afghan drug business. At first, Afghan drug dealer network is a problem of local criminal organizations, and then transformed into transnational organized crime (TOC), because its network has been exploiting market and supplying heroin in various countries. The impact of drugs trade, not only felt by the Afghan people themselves, but the international community who involved in the activity. The longer trafficking routes of Afghan drugs, encouraging the international community to cooperate with each other in disrupting heroin trade from Afghanistan. Afghan government’s effort to tackle drug trafficking problems is the cooperation between the MCN (Ministry of Counter Narcotics) and UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime). The presence of UNODC in Afghanistan had a positive impact and greatly assisted MCN in implementing various counter-narcotics policies. Although this partnership has not achieved significant results, it has contributed considerably in eradication of opium fields in recent years. Therefore, cooperation between MCN - UNODC is very important and needs to be done in the long term.
1728720388F1G013009ANALISIS WACANA TEKS LAGU ANAK-ANAK BERBAHASA INDONESIAPenelitian ini berjudul “Analisis Wacana Teks Lagu Anak-Anak Berbahasa Indonesia”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kohesi gramatikal dan kohesi leksikal serta fungsi bahasa pada teks lagu anak-anak berbahasa Indonesia. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dari penelitian ini berupa teks lagu anak-anak berbahasa Indonesia dengan mengambil sampel lima puluh lagu. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak, diwujudkan dengan teknik dasar yaitu teknik sadap. Teknik lanjutan yang digunakan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung sebagai teknik dasar, teknik perluas dan teknik baca markah sebagai teknik lanjutan. Hasil analisis data pada penelitian ini disajikan secara informal.
Hasil penelitian dari lima puluh sampel lagu anak-anak berbahasa Indonesia, ditemukan 48 data yang mengandung piranti kohesi gramatikal dan 44 data yang mengandung piranti kohesi leksikal. Kohesi gramatikal yang muncul dalam data penelitian ini di antaranya: pengacuan (referensi), penggantian (subtitusi), pelesapan (elipsisi), perangkaian (konjungsi). Sementara itu, kohesi leksikal yang muncul dalam penelitian ini di antaranya: repetisi (pengulangan), sinonimi (padan kata), kolokasi (sanding kata), hiponimi (hubungan atas-bawah), oposisi (lawan kata), ekuivalensi (kesepadanan). Dari lima puluh sampel data, ditemukan beberapa fungsi bahasa diantaranya, fungsi instrumental, fungsi regulatoris, fungsi representasional, fungsi interaksi, fungsi personal, fungsi heuristik, fungsi imajinatif.
This research is entitled “Discourse Analysis of Children Songs in Indonesian Language” this research is aimed at describing grammatical and lexical cohesion along with the function of language on children songs in Indonesian Language. This research belongs to qualitative research. The data from this research are children song text in Indonesian by taking sample of 50 songs. Methods used for collecting the data is observation method with tapping as basic technique and uninvolved conversation observation technique as follow-up technique. In addition, the data analysis method in this research is distributional method through direct division as the basic technique. Expansion and marker reading were used as follow-up techniques. The result of data analysis is informally presented.
From the 50 analyzed samples of children songs in Indonesian Language, 48 data found contain grammatical cohesion device and 44 data contain lexical cohesion device. Grammatical cohesion shown in the research data are: reference, substitution, ellipsis, and conjugation. In addition, lexical cohesions shown in this research are repetition, synonym, collocation, hyponymy, opposition, and equivalence. There are also some functions of language captured from the data. They are instrumental function, regulatory function, interaction function, personal function, heuristic function, and imaginative function.
1728821477E1A114080PENERAPAN DISSENTING OPINION HAKIM DALAM PROSES PENGAMBILAN PUTUSAN PERKARA KORUPSI (TINJAUAN YURIDIS NO.17/PID.SUS/TPK/2014/PN.JKT.PST)ABSTRAK

PENERAPAN DISSENTING OPINION HAKIM DALAM PROSES PENGAMBILAN PUTUSAN PERKARA KORUPSI
(Tinjauan Yuridis No. 17/PID.SUS/TPK/2014/PN.JKT.PST)

Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka dan bebas dari campur tangan pihak-pihak di luar kekuasaan kehakiman.Kemandirian kekuasaan kehakiman merupakan bagian dari prinsip negara hukum yang demokratis. Prinsip tersebut untuk melindungi kekuasaan kehakiman dari intervensi dan pengaruh dari pihak-pihak lain, agar hakim dalam memutus perkara benar-benar demi keadilan berdasarkan hukum, rasa keadilan dan hati nurani, serta putusannya dapat dipertanggungjawabkan. Majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan mengadakan rapat permusyawaratan yang bersifat rahasia. Dalam rapat permusyawaratan, dapat terjadi perbedaan pendapat (Dissenting Opinion) antara hakim. Terkait permasalahan ini terdapat salah satu kasus mengenai dissenting opinion dalam Putusan No.17/Pid.Sus/Tpk/2014/PN.Jkt.Pst. Bahwa terdapat dissenting opinion terkait hakim memutus diluar dakwaan dimana dua hakim tidak setuju hakim memutus diluar dakwaan.
Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian dalam Putusan No.17/Pid.Sus/Tpk/2014/PN.Jkt.Pst bahwa hakim dalam memutus harus mempertimbangkan aspek yang bersifat yuridis, filosofis dan sosiologis dan juga dissenting opinion dapat memberikan pengaruh bagi hasil dari putusan karena putusan tersebut berdasarkan suara terbanyak, maupun pengaruh bagi hakim dalam memutus.

Kata Kunci :Dissenting Opinion, Putusan, Tindak Pidana Korupsi.
ABSTRACT

IMPLEMENTATION OF DISSENTING OPINION OF JUDGES IN TAKING DECISION PROCESS ON CORRUPTION CASE
(Review of Decision Number 17/PID.SUS/TPK/2014/PN.JKT.PST)

The judicial power is a free and independent power from intervention of other parties outside judicial power. The independence of judicial power is one of democratic law state principles. This principle aims to protect the judicial power from intervention and leverage outside parties in order to make a decision merely for the sake of law-based justice, sense of justice and conscience, as well as a responsible decision. Before deciding the decision, Panel of judges need to conduct a secret consultative meeting. On that consultative meeting, dissenting opinion among judges often occurs. Regarding to this matter, there is a case about dissenting opinion inside Decision Number 17/Pid.Sus/Tpk/2014/PN.Jkt.Pst. There was dissenting opinion related on how the judges decided outside of the proposed charge where two judges disagreed so.
The research method used in this paper is juridical-normative, specifically descriptive research. This research used secondary data from literature study and it is elaborated systematically.
Based on the research in Decision Number 17/Pid.Sus/Tpk/2014/PN.Jkt.Pst on the process of giving decision by judge should consider juridical, philosophical and sociological aspects. Dissenting opinion may give leverage upon the result of decision because the decision should be based on majority votes, even the leverage for the judges when deciding.

Keywords: Dissenting Opinion, Decision, Criminal Act of Corruption.
1728920390F1G013027POLA PEMBENTUKAN PELESETAN ABREVIASI PADA INSTAGRAMPenelitian ini berjudul “Pola Pembentukan Pelesetan Abreviasi pada Instagram”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola pembentukan pelesetan abreviasi serta pengubahan makna dan fungsi dalam pelesetan abreviasi pada Instagram. Bentuk penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Data dari penelitian ini berupa gambar yang diambil secara acak dalam enam belas akun humor pada Instagram. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dengan teknik dasar yaitu teknik sadap. Teknik lanjutan yang digunakan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik pilah unsur penentu sebagai teknik dasar dan teknik hubung banding membedakan (HBB). Hasil analisis data pada penelitian ini akan disajikan secara formal dan informal.
Hasil penelitian ini ditemukan jenis pelesetan abreviasi berupa singkatan dan akronim berjumlah 61 data pada Instagram. Dari 61 data yang ditemukan terdapat data berjenis singkatan, akronim, dan kontraksi. Proses pola pembentukan yang muncul dalam penelitian ini di antaranya: a) pengekalan huruf pertama tiap komponen; b) pola pengekalan suku kata pertama tiap komponen; c) pola pengekalan dua huruf pertama tiap komponen pertama dan tiga huruf pertama komponen kedua; d) pengekalan huruf dan suku kata yang tidak beraturan. Di dalam penelitian ini kata dasar maupun berafiks memiliki kelas kata diantaranya nomina, verba, numeralia, adjektiva, frasa adektiva dan frasa nomina. Pelesetan abreviasi memiliki beberapa fungsi diantaranya, a) fungsi sebagai ejekan dengan mengambil objek tertentu; b) fungsi komunikatif; c) fungsi sindiran atau celaan kepada orang atau situasi tertentu; d) fungsi kritis; e)fungsi pencerminan diri pada situasi yang menguntungkan; f) fungsi ungkapan rahasia dan g) fungsi rekreatif.

This research is entitled “Pola Pembentukan Pelesetan Abreviasi pada Instagram”. This research aims at describing the formation patterns as well as their meaning and function changes of the paronomasia abbreviation on Instagram. This is a descriptive-qualitative research which data are in the forms of randomly collected picture within sixteen humor Instagram accounts. The continued techniques used was involved conversation observation technique and noting technique. The data are collected using a listening method with a determinant elements selection as the basic technique as well as a differentiation and comparative correlation (hubung banding membedakan/HBB) technique. The result of this result analysis are formally and informal presents.
The results show that the are some paronomasia abbreviation types in the forms of abbreviation and acronyms with a total of 61 data on Instagram. Of those 61 data collected, data are in the forms abbreviation, acronyms, and Some formation patterns shown in this research are: a) first letter retention of each component; b) first syllable retention of each component; c) first two-letter retention of each first component and first three-letter retention of each second component; and d) irregular letter and latter retention. Meanwhile, the acronyms data which is found in this research is verbs, numeralia, adjectives, nouns, adjektiva phrases, and verbs phrases. In this research, the paronomasia have several functions: including mocking at a particular situation or person, communicative, sarcastic expression, criticism, and recreational purposes.


1729020391B1J013150Identifikasi Pseudomonas aeruginosa pada sampel Otitis Media Supuratif Kronis dengan Metode Spektrometri Massa, Sekuensing Gen 16S rRNA, dan Uji Sensitivitas AntibiotikOtitis Media Supuratif kronis (OMSK) adalah peradangan pada sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid. Penyakit ini dapat menjangkit anak-anak maupun orang dewasa. Salah satu penyebab utama OMSK adalah Pseudomonas aeruginosa. P.aeruginosa merupakan bakteri Gram negatif berbentuk batang yang mampu hidup pada lingkungan dengan ketersediaaan nutrisi rendah. P.aeruginosa merupakan flora normal yang dapat ditemukan di air, tanah, dan kulit manusia. P.aeruginosa digolongkan ke dalam patogen oportunistik karena hanya mampu menginfeksi inang lewat luka ataupun ketika inang mengalami imunodefisiesnsi. Penanganan utama pada OMSK adalah terapi antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dosis dapat menyebabkan munculnya strain baru yang resisten terhadapa suatu antibiotik. Keberadaan P.aeruginosa yang resisten antibiotik dapat diketahui melalui uji sensitivitas antibiotik.
Identifikasi P.aeruginosa umumnya dilakukan dengan metode konvensional dengan menggunakan berbagai macam media pertumbuhan. Pendekatan yang lebih sederhana dan efektif dalam mendeteksi mikroorganisme ini adalah spektrometri massa dengan metode Matrix-Assisted Laser Desorption Ionization – Time of Flight Mass Spectrometry (MALDI-TOF MS). Sekuensing gen 16S rRNA juga dapat dilakukan sebagai pendekatan molekuler. Sampel yang teridentifikasi sebagai P.aeruginosa akan diuji pola sensitivitas antibiotiknya dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi P.aeruginosa pada sampel Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) dan juga pola resistensinya terhadap beberapa jenis antibiotik. Sampel klinis didapatkan dari Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode September 2016-Februari 2017.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 dari 40 sampel (30%) mengandung bakteri P.aeruginosa. Sebanyak 12 sampel OMSK menghasilkan total 12 isolat positif P.aeruginosa. Semua isolat sudah dikonfirmasi, baik dengan MALDI-TOF atupun juga dengan sekuensing gen 16S rRNA. Sebanyak 12 isolat positif P.aeruginosa diuji antibiotik dan tidak ditemukan isolat yang resisten.
Chronic Suppurative Otitis Media (CSOM) is a partial or total inflammation of middle ear mucosa, Eustachian tube, mastoid antrum, and mastoid cells. This disease can affect either children or adult. The main causative agent of CSOM is Pseudomonas aeruginosa. This bacteria is rod shape Gram negative group and found as normal flora in water, soil, and human skin which is able to live in minimum nutritional condition. This bacteria is classified into opportunistic pathogen for its ability to infect host through wound or when host is under immunodeficiency condition. The main treatment in CSOM is antibiotic therapy. Inappropriate use of antibiotics lead into new antibiotic resistant strain emergence which is confirm by antibiotics susceptibility test.
Conventional method was the most common method use in P.aeruginosa identification. Nevertheless this method time consuming and requires a lot of tools and material. The latest common breakthrough method to identify P.aeruginosa is identification based on molecular trait and protein mass spectra. Molecular approaches used in this research are 16S ribosomal RNA (rRNA) sequencing and mass spectra with MALDI –TOF mass spectrometry. P.aeruginosa found in CSOM sample then tested its resistance pattern with disk diffusion Kirby-Bauer method. The purpose of this research are to identify both P.aeruginosa existence and its antibiotic resistance pattern from the CSOM samples. Clinical sample is obtained from RSUD Dr.Margono Soekarjo Banyumas in September 2016 – February 2017 period.
The results showed that 12 of 40 (30%) CSOM samples contained P.aeruginosa. From the 12 samples then obtained 12 isolates of P.aeruginosa that is already confirmed with MALDI-TOF and 16S rRNA sequencing. There is no antibiotic resistant isolate were found in all 12 samples that is tested with 7 antibiotics.
1729119876H1E013016KAJIAN PERUBAHAN SUHU DAN TEKANAN PADA PANCI PRESTO YANG TERMODIFIKASI MENJADI AUTOCLAVE SEBAGAI UNIT STERILISASIPenelitian kajian perubahan suhu dan tekanan pada panci presto yang termodifikasi menjadi autoclave sebagai unit sterilisasi bertujuan memodifikasi panci presto menjadi autoclave dan mengkaji perubahan suhu dan tekanan pada panci presto termodifikasi. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap modifikasi dan tahap pengkajian data. Tahap modifikasi meliputi persiapan, pembuatan, dan pengujian. Tahap persiapan berisi hal-hal yang harus dilakukan sebelum tahap pembuatan autoclave. Selanjutnya dilakukan pengujian data, yaitu pengambilan data suhu dan tekanan pada panci termodifikasi.Data yang sudah didapatkan kemudian diolah dan dikaji perubahannya berdasarkan grafik perubahan wujud zat. Hasil dari penelitian ini yaitu panci presto bekerja sebagai autoclave saat ditambah pembeban sebesar 97,55 g dan 105,37 g. Tekanan yang dihasilkan mencapai 100 kPa dan suhu konstan pada 120 oC selama 11 menit ketika diberi air 300 ml. Perubahan suhu yang terjadi pada autoclave saat bekerja sesuai dengan grafik perubahan wujud zat, dimana setelah suhu mencapai titik didih terjadi perubahan fase dari air menjadi uap dan suhu konstan.The study of temperature and pressure changes in a modified presto pan becomes autoclave as a sterilization unit. The presto pan becomes an autoclave and examines changes in temperature and pressure on the modified presto pan. This research is done through two stages, namely the modification stage and the data assessment phase. The process of modification, manufacture, and testing. Preparation stage of things to do before the autoclave making stage. Furthermore, test data, namely the temperature data and pressure on the modified pan. The data that has been obtained is then processed and studied the changes based on the change of substance graph. The result of this research is the presto pot work as autoclave when added loader 97,55 g and 105,37 g. The resulting pressure reached 100 kPa and the constant temperature at 120 ° C for 11 minutes when air was 300 ml. The temperature changes occurring in the autoclave while working in accordance with the change in the form of the substance, which after the temperature reaches the blowing point of air to steam and constant temperature.
1729220392F1F012038Comparative Analysis of Legal Terms in Consecutive Interpreting in Jessica Kumala Wongso’s TrialPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas pengalihbahasaan dalam persidangan Jessica Kumala Wongso antara bahasa Inggris - Indonesia dengan bahasa Indonesia - Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe istilah hukum, teknik penerjemahan yang digunakan untuk istilah tersebut, dan pengaruh teknik penerjemahan terhadap kualitas penerjemahan dalam hal akurasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah istilah hukum dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan interpretasinya yang diambil dari video persidangan di youtube. Data dikumpulkan dengan m menonton video, menuliskan ujaran dan memberi kuesioner kepada para penilai. Data kemudian dianalisis menggunakan teori Alcaraz & Hughez (2002) dan teori teknik penerjemahan oleh Molina & Albir (2002). Hasil penelitian menunjukkan ada 127 data istilah hukum dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Sebanyak 72 data termasuk ke dalam jenis istilah hukum murni. Hal ini terjadi karena persidangan ini menjelaskan tentang tindak pidana yang dilakukan terdakwa. Kosakata sehari-hari berada di posisi kedua dengan 36 data dan terakhir adalah istilah teknis semi atau campuran dengan 13 data. Analisis teknik penerjemahan menunjukkan bahwa juru alih bahasa menerapkan 8 jenis teknik dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yaitu padanan resmi, penambahan, terjemahan harfiah, kalke, peminjaman murni, transposisi, peminjaman alamiah dan pengurangan. Pada interpretasi bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, 72 data (85,7%) termasuk ke dalam data akurat dan 12 data (14,3%) termasuk ke dalam data yang kurang akurat. Dalam pengalihbahasaan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris ada 41 data (95,3%) akurat dan 2 data (4,7%) kurang akurat. Dapat disimpulkan bahwa pengalihbahasaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia termasuk ke dalam kategori akurat. Teknik padanan lazim menjadi teknik yang paling banyak digunakan untuk menafsirkan istilah hukum.This research is aimed at comparing the interpreting quality in Jessica Kumala Wongso’s trial between English – Indonesian and Indonesian – English. The objectives of this research are to find out the type of legal terms, translation techniques used by the interpreter for those legal terms and the effect of the techniques of translation quality in terms of accuracy. This research used descriptive qualitative method. The data of this research are the legal terms in English and Indonesian and its interpretation version taken from video. The data were collected by applying some methods i.e watching the video, transcribing the utterances and giving questionnaire to the raters. Then the data was analyzed using legal terms theory by Alcaraz & Hughez (2002) and translation technique theory by Molina and Albir (2002). The result of this research shows that there are 127 data of legal terms of English and Indonesian. Mostly, the legal terms are purely technical terms with total 72 data. It happens because this trial is explaining about crime that the defendant committed. Everyday vocabulary becomes the second dominant with 36 data and the last is semi or mixed technical term with 13 data. The analysis of translation technique indicates that the interpreter applies 8 types of technique for both English and Indonesian, i.e established equivalent, amplification, literal translation, calque, pure borrowing, transposition, naturalized borrowing and reduction. In English to Indonesia interpretation, there are 72 data (85,7%) that belong to accurate and 12 data (14,3%) belong to less accurate interpretation. In Indonesia to English interpretation, 41 data (95,3%) are classified into accurate and 2 data (4,7%) are less accurate. It can be concluded that the interpretation is accurate in both languages, English and Indonesian. Established equivalent technique becomes the dominant technique in accurate interpretation to interpret legal terms.
1729320393B1J013199APLIKASI IDENTIFIKASI KARAKTER TRUSS MORPHOMETRICS DAN MERISTIK PADA IKAN TONTOBI (Nematalosa erebi) JANTAN DAN BETINA DI DANAU RAWA BIRU MERAUKE PAPUAIkan Tontobi (Nematalosa erebi Gunther, 1868) merupakan salah satu spesies ikan yang banyak ditemukan di perairan Indonesia bagian timur, Papua New Guinea dan Australia termasuk di Danau Rawa Biru, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Ikan Tontobi termasuk spesies ikan air tawar familia Clupeidae yang memiliki nilai ekonomi dan sangat potensial untuk dikembangkan. Ikan Tontobi merupakan spesies ikan yang tidak memiliki dimorfisme seksual. Perbedaan karakter morfologi ikan jantan dan betina dapat dilihat melalui teknik truss morphometrics. Untuk mendukung karakteristik melalui teknik truss morphometrics ikan Tontobi jantan dan betina diperlukan karakter lain, diantaranya adalah karakter meristik. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan ikan Tontobi jantan dan betina menggunakan teknik truss morphometrics dan karakter meristik, serta mengetahui jarak truss morphometrics dan karakter meristik yang dapat dijadikan ciri pembeda antara ikan Tontobi jantan dan betina. Metode yang digunakan adalah survei dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Sampling dilakukan sebanyak dua kali dengan total sampel berjumlah 28 ekor. Hasil penelitian berdasarkan uji “t” dan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat jarak truss yang membedakan antara ikan tontobi jantan dan betina yaitu A3 (jarak antara ujung terdepan moncong dan batas kepala dan badan dorsal) dan terdapat perbedaan pada jumlah jari-jari sirip anal.Tontobi fish (Nematalosa erebi Gunther, 1868) is one of dominant spesies found in eastern Indonesian, Papua New Guinea and Australia, also found in Rawa Biru Lake, Merauke, Papua. Tontobi fish is freshwater fish species that included into familia Clupeidae that have economic value and very potential to be developed. Tontobi fish is spesies that lacks sexual dimorphism. Differences in morphological characters of male and female fish can be seen through truss morphometrics technique. To support the characteristics through truss morphometrics techniques, Tontobi fish males and females required character of meristic. This research aims to distinguish male and female tontobi using truss morphometrics technique and meristic characters, and also knowing the distance truss morphometrics and meristic characters that can be used as distinguishing feature of Tontobi male and female. The method uses survey and simple random sampling. Sampling are taken two times and overall numbers sample to be taken 28 fishes. Research result based on “t” test and chi square showed that there is a distance of truss distinguishing among male and female tontobi fish, namely A3 (the distance between the leading edge of the mouth and the front of the dorsal fin) and the number of anal fin.
1729420394B1J013156TINJAUAN HISTOPATOLOGIS GINJAL TIKUS WISTAR
(Rattus norvegicus) PASCA PEMBERIAN EKSTRAK
Chlorella vulgaris DAN DIINDUKSI DENGAN CCl4
Ginjal merupakan organ penting yang sangat rentan terhadap kerusakan akibat senyawa toksik seperti karbon tetraklorida (CCl¬4). Senyawa ini merupakan salah satu penghasil radikal bebas yang menyebabkan timbulnya peroksidasi lipid sehingga dapat merusak ginjal. Kerusakan ginjal akibat adanya radikal bebas dapat dicegah dengan memberi agen protektif berupa antioksidan eksogen seperti Chlorella vulgaris. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan Tikus Putih Wistar (Rattus norvegicus). Variabel bebas dari penelitian ini berupa dosis ekstrak C.vulgaris, sedangkan variabel terikat berupa gambaran histopatologis ginjal. Dosis ekstrak C. vulgaris yang digunakan sebanyak 3 mg, 4 mg, dan 5 mg per 100 gram BB tikus. Pemberian ekstrak C. vulgaris dilakukan selama 30 hari. Sedangkan induksi CCl4 sebanyak 0.25 ml/100 g BB diberikan secara oral pada hari di hari ke- 9, 12, 16, 19, 23, dan hari ke- 26. Parameter yang diamati yakni gambaran histopatologis kerusakan ginjal, proporsi kerusakan sel tubulus, dan diameter Bowman’s space. Data kualitatif yang didapat dianalisis secara desktiptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis secara statistik menggunkan ANOVA dan uji lanjut BNJ (HSD Tukey). Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemberian ekstrak C. vulgaris mampu mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh CCl4 (p < 0,05). Hal ini didukung dengan pengamatan histologis yang menunjukkan berkurangnya jumlah sel piknotik dan sel yang mengalami vakuolasi, kondisi brush border yang normal, dan mengecilnya diameter Bowman’s space. Berdasarkan hasil penelitian bisa ditarik kesimpulan bahwa dosis C.vulgaris sebesar 5 mg/100 g BB mampu secara efektif melindungi ginjal dari kerusakan akibat CCl4 yang ditunjukkan hasil uji lanjut HSD Tukey dengan nilai p < 0,05.The kidney is an important organ that is very susceptible to damage by toxicological compounds such as carbon tetrachloride (CCl4). This compound is one of the free radical producers that cause the emergence of lipid peroxidation that can damage the kidneys. Renal damage due to the presence of free radicals can be prevented by giving protective agents of exogenous antioxidants such as Chlorella vulgaris. This study was conducted experimentally with Completely Randomized Design (RAL) using Wistar White Rat (Rattus norvegicus). The independent variables of this study were doses of C.vulgaris’ extract while the dependent variable was histopathologic features of the kidneys. The dose of C. vulgaris’ extract used was 3 mg, 4 mg, and 5 mg per 100 grams of rat BB. The extract of C. vulgaris was performed for 30 days. While the CCl4 induction as much as 0.25 ml / 100 g BB was administered orally on the day of day 9, 12, 16, 19, 23, and day 26. Parameters observed were histopathologic features of renal damage, the proportion of tubular cell damage, and Bowman’s space diameter. Qualitative data were analyzed descriptively, while the quantitative data were analyzed statistically using ANOVA and BNJ (HSD Tukey) advanced test. The results of data analysis showed that administration of C. vulgaris extracts able to reduce the impact of damage caused by CCl4 (p < 0,05). This is supported by histologic observations showing a decrease in the number of pyknotic cells and vacuolated cells, normal brush border conditions, and a decrease in Bowman’s space. Based on this research found that dose of 5 mg / 100 g BB able to effectively protect the kidney from damage caused by CCl4 shown by Tukey HSD test result with p <0,05.
1729520398F1I013044PENGARUH KEBIJAKAN LUAR NEGERI POROS MARITIM DUNIA INDONESIA TERHADAP HUBUNGAN INDONESIA – TIONGKOK TAHUN 2015 – 2016Penelitian yang berjudul “Pengaruh Kebijakan Luar Negeri Poros Maritim Dunia Indonesia Terhadap Hubungan Indonesia – Tiongkok Tahun 2015-2016” adalah bagian dari hasil penelitian lengkap pada skripsi yang berjudul serupa. Pada penelitian ini di dalamnya terdapat analisis mengenai hubungan bilateral Indonesia dengan Tiongkok tahun 2015 hingga 2016 terkait poros maritim dunia Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kebijakan luar negeri poros maritim dunia Indonesia tahun 2015 terhadap hubungan bilateral Indonesia dengan Tiongkok tahun 2015-2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi, serta teknik analisis data yang menggunakan teori kemudian diaplikasikan ke dalam permasalahan dalam penelitian ini.This research, titled “The Influence Foreign Policy of Indonesian Maritime Axis to Indonesia – China Relations in 2015 – 2016” is a part of a comprehensive research results on a thesis with the same titled. In this research in which there is an analysis of Indonesia bilateral relations with China in 2015 to 2016 related to the maritime axis of Indonesia. The purpose of this research is to find out the influence of foreign policy maritime axis of Indonesia in 2015 to Indonesia bilateral relations with China in 2015-2016. This research was conducted with a descriptive qualitative method, and data collection using observation and documentation, and also data analysis which applied the theory for the problem of this research.
1729620399F1I013048EURASIAN ECONOMIC UNION SEBAGAI INISIASI BADAN SUPRANASIONAL A LA EURASIA Integrasi antara negara-negara Pasca Soviet telah dilakukan sejak 1993 dengan CIS sebagai integrasi regional pertama di ruang pasca-Soviet. Akan tetapi, belum ada integrasi regional yang benar-benar efektif. Hampir semua integrasi regional hanya berakhir pada stagnasi. Pada masa awal Presiden Putin menjabat sebagai presiden, ketidakpercayaan Rusia terhadap model pembangunan Barat, memunculkan sebuah prioritas kebijakan luar negeri baru yang didasari oleh ide Eurasianisme, dimana ide tersebut memandang bahwa Rusia merupakan entitas yang berbeda dari Eropa dan Asia, dan merupakan pusat dari kawasan Eurasia. Rusia pasca-Soviet juga ingin mendefinisikan kembali kebijakan soft power melalui strategi-strategi yang lebih kompleks. Dari kebijakan Eurasianisme ini, tercipta sebuah institusi regional yang berbasis ekonomi melalui serangkaian proses metamorfosis berbagai perjanjian-perjanjian dan badan-badan regional. Institusi regional ini disebut Eurasian Economic Union (EEU). EEU ini juga merupakan inisiasi badan supranasional seperti Uni Eropa dengan negara-negara pasca-Soviet sebagai sasaran aliansinya.The Integration between post-Soviet countries had been done since 1993 with CIS as the first its regional integration. However, none of the integration was really effective. Most of it was merely fell to stagnation. At the beginning of Putin administration, the lack of trust over liberalism arose a new priority of foreign policy which based on Eurasianism idea which sees Russia as a separate entity from Europe and Asia, instead, Russia is the center of Eurasia. Russia wanted to redefine its soft power policy as well through more complex strategies. From this Eurasianism policy, a regional institution was created through several metamorphosis processes of regional treaties and councils. The regional institution is called Eurasian Economic Union (EEU). EEU is also an initiation of supranational institution such as European Union with post-Soviet countries as its objective.
1729720400F1F013036Young Adult’s Responses on Exhibitionism Issue Depicted in Mckinley’s “The Window”: A Reader Response StudyPenelitian yang berjudul “Young Adult’s Responses on Exhibitionism Issue Depicted in Mckinley’s “The Window”: A Reader Response Study” ini memfokuskan pada analisa respon pembaca terhadap isu eksibisionisme yang tergambar pada “The Window” karya Karina Mckinley. Alasan dibalik response juga menjadi salah satu tujuan penelitian ini. Data utama diambil dari respon pembaca yang merupakan anak muda dan data pendukung berasal dari “The Window” karya Mckinley yang jenisnya termasuk sastra erotis. Data utama dianalisa menggunakan teori resepsi, kritik subjektif dari David Bleich. Dalam menganalisa data, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Ada beberapa langkah dalam menjawab rumusan masalah di penilitian ini. Pertama, menyebarkan kuisioner sebelum dan setelah membaca teks kepada para respondent. Kedua, melakukan sesi wawancara untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam. Ketiga, data dipilah untuk mendapatkan analisa yang baik. Lalu, data dikaji menggunakan teori kritik subjektif terhadap isu eksibisionisme. Terakhir, menyimpulkan analisa yang telah diperoleh. Analisa ini dibagi menjadi delapan bagian; setiap bahasan berisi respon pembaca dan alasan dibalik respon terhadap eksibisionisme. Hasil dari analisis menunjukan adanya pengaruh masalah agama dan budaya dalam responden memberikan respon terhadap isu. Kebanyakan dari mereka berpendapat bahwa eksibisioinisme bertentangan dengan aturan dan norma di mana mereka berasal. Aksi dengan menunjukan organ vital merusak nilai dari agama karena aksi semacam itu menampilkan area pribadi yang seharusnya ditutupi. Para responden menggunakan motif subjektif dalam membentuk respon. Alasan dibalik respon dapat dilihat dengan bagaimana responden mengikutsertakan agama, budaya dan keyakinan pribadi.This research entitled “Young Adult’s Responses on Exhibitionism Issue Depicted in Mckinley’s “The Window”: A Reader Response Study” focuses on analyzing readers’ response on Exhibitionism issue depicted in Mckinley’s “The Window”. The reason behind the response also becomes the research objective in this thesis. The primary data are taken from reader’s responses who are young adult, while the secondary data are taken from Mckinley’s “The Window” which belongs to erotic literature. The primary data are analyzed by using David Bleich’s Subjectivism from Reader Response theory. In analyzing the data, this research uses qualitative method. Moreover, there are some steps in analyzing the data to answer the research questions. The first is distributing pre and post reading questionnaire to the respondents. Secondly, performing an interview section to get deeper information. Third, reducing the data in order to achieve a good analysis. Then, the data are scrutinized by utilizing subjectivism theory to analyze the readers’ responses toward exhibitionism issue. Finally, concluding the analysis. The discussion of this study is divided into eight parts; each part contains each respondent’s response and their reason behind it toward exhibitionism. The result of the analysis shows there are religious matter and culture which affect their response in commenting the issue. Mostly, the respondents say that exhibitionism is against the rules and norms of their origin. The act of showing genital organ breaks the rules of religion since it displays a private area which is categorized as a body part that must be covered. The respondent uses their subjective motive in creating the response. The reason behind the response can be viewed from the way they bring the religion, culture and personal believe.
1729820402H1K013045ANALISIS SPASIAL POLUTAN MINYAK DAN LEMAK
(OIL AND GRASE) BERDASARKAN FAKTOR FISIKA PERAIRAN MUARA SUNGAI DONAN, CILACAP
Muara Donan merupakan salah satu perairan yang berpotensi mengalami kerusakan lingkungan akibat tingginya aktivitas baik industri di sepanjang daerah aliran sungai maupun aktivitas perkapalan yang menyumbangkan berbagai jenis bahan pencemar salah satunya adalah minyak dan lemak. Distribusi minyak dan lemak yang diamati di lokasi perairan Muara Donan menggunakan metode analisis spasial data primer yang diambil pada bulan Juni 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui arah sebaran dan konsentrasi minyak dan lemak di Muara Donan serta hubungannya dengan parameter fisika perairan. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa minyak dan lemak memiliki konsentrasi rata – rata tertinggi pada stasiun 3 yakni 22,4 mg/L, sementara itu rata –rata konsentrasi terendah terdapat pada stasiun 12 sebesar 0,9 mg/L. Konsentrasi minyak dan lemak di Muara Donan termasuk melebihi ambang baku mutu yang telah ditetapkan yaitu sebesar <1 mg/L di perairan. Berdasarkan arah arus pasang surut, minyak dan lemak menyebar menuju Selatan dan Timur serta Tenggara pada kondisi menuju surut dan menyebar ke arah Barat dan Utara pada kondisi menuju pasang. Sementara itu arah angin bergerak dari Tenggara memberikan pengaruh kecil terhadap pergerakan mminyak dan lemak. Tingginya konsentrasi minyak dan lemak pada masing masing stasiun diikuti dengan tingginya nilai TSS yang berpengaruh terhadap keberadaan dan pengendapan minyak dan lemak. Sementara itu, temperatur sebagai data pendukung penelitian berpengaruh terhadap proses penguapan beberapa fraksi minyak dan lemak di perairan.


Donan Estuary is one of the waters which has environmental damage potential due to high activities both of industry and shipping given a lot of pollutans, one of them is oil and grease. Oil and grease distribution observed in Donan Estuary used spatial analysis methode from primary data was taken on June 2017. This research aims to know direction and concentration of oil and grease in Donan Estuary, and water physich parameters influence to oil and grease. Based on the research showed that oil and grease had difference concentrations of each station. The higher concentration average of oil and grease was 22,4 mg/L at station 3 dan the lower concentration average was 0,9 mg/L at station 12.. The concentration of oil and grease is higher than quality standard in waters < 1 mg/L. Based on tidal current, oil and grease were move to the South, West and South East at low tidal and move to North and West at high tidal. Hence, the direction of wind gave the low influence to oil and grease movement. The high concentration of oil and grease in each station were followed by TSS values that influenced the and deposition of oil and grease. Meanwhile, temperature as supporting data of research had an effect on evaporation process of oil and grease volatile fraction.
1729921482E1A013169JAMINAN KECELAKAAN KERJA BAGI PEKERJA TEKNISI LAPANGAN LISTRIK DI PT.PLN (PERSERO) KOTA TASIKMALAYAABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Jaminan Kecelakaan Kerja bagi pekerja teknisi lapangan listrik di PT.PLN (Persero) Kota Tasikmalaya”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui, mengkaji, dan menganalisis penerapan jaminan kecelakaan kerja bagi pekerja teknisi lapangan listrik di PT.PLN (Persero) Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang “Jaminan Kecelakaan Kerja bagi Pekerja Teknisi Lapangan Listrik di PT.PLN (Persero) Kota Tasikmalaya” maka kesimpulannya sebagai berikut: Pelaksanaan Jaminan Kecelakaan Kerja di PT. PLN (Persero) area Kota Tasikmalaya telah sesuai dengan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 Pasal 15 Ayat (1) yaitu Pemberi kerja wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada BPJS sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti. Hal ini karena perusahaan telah mengikutsertakan seluruh pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan, juga karena PT. PLN (Persero) area Kota Tasikmalaya berkomitmen dalam menanggung seluruh biaya pengobatan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja termasuk biaya pengangkutan dan biaya rehabilitasi. Selain itu, PT. PLN (Persero) area Kota Tasikmalaya secara intern telah menyelenggarakan program jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, khusus bagi pegawai dan pekerja PT. PLN (Persero).
Meskipun pelaksanaan Jaminan Kecelakaan Kerja di PT. PLN (Persero) area Kota Tasikmalaya sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, akan tetapi masih ada beberapa kasus keterlambatan laporan terjadinya kecelakaan kerja dari pekerja sehingga mengakibatkan keterlambatan pelayanan dari BPJS terhadap pekerja terkait hak-hak kecelakaan kerja.


Kata Kunci: Jaminan Kecelakaan Kerja, Pekerja Teknisi Lapangan Listrik, PT.PLN (Persero) Tasikmalaya.
ABSTRACT

This research is titled “Work Accidents Security for Electric Field Technicians in PT PLN (PERSERO) Tasikmalaya City”. The purpose of this research is to find out, examine, and analyze the application of work accidents security for electric field technicians in PT. PLN (Persero) Tasikmalaya City. This research uses normative juridical methods with laws and regulations approach and analytical approach.
Based on the result of the research and the discussion about “Work Accidents Security for Electric Field Technicians in PT. PLN (Persero) Tasikmalaya City” then the conclusion as follows: the implementation of Work Accidents Security in PT. PLN (Persero) area of Tasikmalaya City has been in accordance with Law Number 24 Year 2011 Article 15 verse (1) that The Employer shall be obliged to register periodically him/ herself and him/ her Employees as the Participant to the BPJS in accordance with the Social Security to be taken. This is because the company has included all its workers in the BPJS Ketenagakerjaan program, and also because PT. PLN (Persero) area of Tasikmalaya City has committed to cover all of workers medical expenses who have work accidents including transportation costs and rehabilitation costs. Furthermore, PT. PLN (Persero) area of Tasikmalaya City internally has organized a program of health and safety insurance, exclusively for employees and workers of PT. PLN (Persero).
Although the implementation of Work Accidents Security in PT. PLN (Persero) area of Tasikmalaya City is in accordance with Law Number 24 Year 2011, but there are still some cases of delay in reporting the occurrence of work accidents from workers, resulting in the delays of BPJS services to workers related to work accident rights.


Keywords: Work Accidents Security, Electrical Field Technician Workers, PT. PLN (Persero) Tasikmalaya.

1730020403G1B013008FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SAFETY BEHAVIOR PETANI CABAI PADA MASA PANEN DI DESA GAMBUHAN KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN
PEMALANG TAHUN 2017
Latar Belakang: Peningkatan produktifitas dalam pekerjaan tidak lepas dari keterlibatan pekerja dan risiko bahaya yang dimiliki. Risiko bahaya yang muncul dapat berakibat pada timbulnya kasus kecelakaan yang dapat merugikan pekerja. Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja terjadi bisa disebabkan oleh perilaku tidak aman dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, peran petugas kesehatan terhadap safety behavior petani cabai pada masa panen di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang tahun 2017
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi cross-sectional dengan teknik simple random sampling, populasi petani cabai pada masa panen di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari sebanyak 2899 jiwa dan jumlah sampel sejumlah 72 orang. Analisis dilakukan dengan analisis univariat, bivariat (chi-square).
Hasil Penelitian: Hasil analisis univarait Responden yang memiliki pengetahuan baik 67 (93,1%) responden, sikap yang mendukung 37(51,4%) responden, ketersediaan sarana dan prasarana yang tersedia 55 (76,4%) responden, peran petugas kesehatan yang berperan 43 (59.7%) responden dan safety behavior buruk 39(54,2%) responden. Hasil analisis bivariat ada berhubungan: Sikap (p=0,019) tidak ada hubungan: pengetahuan (p=0,846) sarana dan prasarana (p=1,000) dan peran petugas kesehatan (p=388)
Simpulan: terdapat hubungan antara sikap dengan safety behavior, tidak da hubungan antara pengetahuan, sarana dan prasarana, peran petugas kesehatan dengan safety behavior petani cabai di Desa Gambuhan
Saran : petani cabai sebaiknya meningkatkan safety behvior melalui pembuatan kelompok untuk mempermudah kontrol, bagi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pemalang meningkatkan pengawasan terhadap sektor informal untuk safety behavior, bagi Jurusan Kesehatan Masyarakat untuk meningkatkan kerjasama edukasi pentingnya safety behavior, bagi peneliti untuk dapat mengembangkan variabel lain yang berhubungan dengan safety behavior
Kata kunci:Safety Behvior, petani cabai, keselamatan kerja.
Background: Increased productivity in employment can’t be separated from employee involvement and hazard risk. The risk of emerging hazards may result in the occurrence of accidents that could harm workers. Workplace accidents and occupational diseases may be caused by unsafe behavior at work. This study aims to determine the effect of knowledge, attitudes, facilities and infrastructure, the role of health officers to the safety behavior of chili farmers at the time of harvest in the Village Gambuhan Pulosari Pemalang in 2017
Method: This study used cross-sectional study approach with simple random sampling technique, population is chili farmer in the harvesting time in Gambuhan Village subdistrict Pulosari with 2899 population, the number of 72 people sample. The analysis was performed by univariate and bivariate (chi-square)
Results: The results of Univariate analysis were have good knowledge 37(93,1%), support attitudes 51,4%), adequate facilities and infrastructure 55 (76,4%) and have helath office role 43 (59,7%) and unsafety behavior 39 (54,2%).Bivariate analysis were have a related: attitudes (p = 0,019) were unrelated :knowledge (p = 0.846), facilities and infrastructure (p = 1,000) and health officer role (p = 388)
Conclusion: there is have correlation between attitude with safety behavior, haven’t correlation between knowledge, facilities and infrastructure, health officer role with safety behavior chili farmer in Gambuhan Village
Suggestion: chili farmers should improve safety behavior through group making to facilitate the control, for the Manpower Office of Pemalang Regency improve the supervision of the informal sector for safety behavior, for the Public Health Department to improve educational cooperation the importance of safety behavior, for researchers to be able to develop other variables that related safety behavior

Keywords: Safety Behvior, chili farmers, safety