Home
Login.
Artikelilmiahs
19473
Update
HERNANDITA TIAR JUANINGTYAS
NIM
Judul Artikel
EVALUASI PENGGUNAAN SEDIAAN FAKTOR VIII PADA PASIEN HEMOFILIA A DI RSUD BANYUMAS PERIODE JANUARI - MARET 2017
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Hemofilia A merupakan gangguan koagulasi herediter karena adanya defisiensi faktor VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan sediaan faktor VIII pada pasien hemofilia A di RSUD Banyumas berdasarkan kriteria indikasi, rekomendasi dosis, monitoring, dan kejadian efek samping yang dilaporkan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara retrospektif. Sampel penelitian diambil secara total sampling berupa data rekam medis pasien hemofilia A yang mendapatkan terapi sediaan faktor VIII di RSUD Banyumas periode Januari-Maret 2017. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dibandingkan dengan kriteria indikasi, rekomendasi dosis, monitoring, dan kejadian efek samping yang sudah dibuat berdasarkan guidelines, textbook dan jurnal-jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian indikasi penggunaan sediaan faktor VIII sebagai terapi episodik dan terapi profilaksis terjadi pada 21 pasien (100%). Kesesuaian rekomendasi dosis sediaan faktor VIII terjadi pada 19 pasien (90,47%). Monitoring yang dilakukan adalah pemeriksaan tanda-tanda vital pasien, pemeriksaan evaluasi perdarahan pada pasien, skrining rasa nyeri, status alergi dan pemeriksaan data laboratorium terkait hemostasis. Dalam penelitian ini, tidak dilaporkan adanya efek samping berupa reaksi alergi atau anafilaksis, nyeri pada tempat injeksi dan resiko trombosis. Penggunaan sediaan faktor VIII pada pasien hemofilia A di RSUD Banyumas telah sesuai dengan kriteria indikasi, proses indikator dosis, proses indikator monitoring dan tidak ada efek samping yang dilaporkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Hemophilia A is a hereditary bleeding disorder that can be treated with factor VIII replacement therapy. This study aimed to evaluate efficacy and safety of factor VIII replacement therapy in hemophilia A patients in RSUD Banyumas. This study was an observasional retrospective study. The sampling technique was a total sampling of 21 patients. Sample were obtained from medical records of hemophilia A patients who received factor VIII replacement therapy in RSUD Banyumas during January-March 2017. Data was descriptively evaluated according to indication, dosage, monitoring process, and adverse effects criteria that have been made based on guidelines, textbooks and scientific journals. The results showed that indication suitability for factor VIII replacement therapy as on-demand treatment and prophylaxis treatment occurred in 21 patients (100%). The suitability of dosage recommendation occurred in 19 patients (90,47%). Monitoring of patient vital sign, bleeding evaluation, pain screening, allergy status, and hemostasis functions were performed to all patients. In this study, there were no reported adverse effects of allergic or anaphylactic reactions, pain at the site of injection and risk of thrombosis occurring on hemophilia A patients in RSUD Banyumas. The use of factor VIII replacement therapy in hemophilia A patients in RSUD Banyumas has been in accordance with the indication, dosage, and monitoring process criteria. There were no reported adverse effects occurring in hemophilia A patients.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save