Artikel Ilmiah : F1G010012 a.n. BUDIYONO
| NIM | F1G010012 |
|---|---|
| Namamhs | BUDIYONO |
| Judul Artikel | Variasi Dialek Bahasa Jawa di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian yang berjudul “Variasi Dialek Bahasa Jawa di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo” dilatarbelakangi adanya kekeliruan masyarakat dalam memahami bahasa yang digunakan sehingga sering terjadi kebingungan dan salah tafsir dari makna sebuah kosakata. Adapun masalah penelitian ini adalah bagaimana variasi kosakata dialek bahasa Jawa di Kecamatan Kertek dalam tataran fonologi maupun leksikon serta faktor penyebab munculnya variasi dialek yang berdasarkan pada faktor sosial penuturnya. Selanjutnya, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan variasi dialek bahasa Jawa Wonosobo dalam tataran fonologi dan leksikon dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan munculnya variasi dialek bahasa Jawa di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiodialektologi. Data penelitian ini ada dua jenis, data lisan dan tertulis. Data lisan adalah tuturan dialek bahasa Jawa di Kecamatan Kertek dari tiga penutur penduduk asli yang telah memenuhi kriteria sebagai informan, sedangkan data tertulis adalah kosakata khas di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo. Titik pengamatan berjumlah tiga desa, yaitu Desa Sumberdalem, Desa Karangluhur, dan Desa Sindupaten. Pengambilan data menggunakan metode simak dan cakap beserta teknik-tekniknya. Analisis data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua tahap, analisis selama proses pengumpulan data dan analisis setelah pengumpulan data. Pemaparan hasil analisis data menggunakan metode padan. Metode padan yaitu metode analisis data yang alat penentunya berada di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan atau yang diteliti. Selain itu penelitian ini menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosakata bahasa Jawa di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo bervariasi pada aspek gejala fonologis dan leksikon. Gejala fonologis misalnya terdapat fonem yang menjadi ciri khas dari daerah masing-masing, seperti di TP1 memakai variasi fonem /o/ yang merata, di TP2 memakai kosakata yang didominasi oleh pemakaian dialek Jogja-Solo yaitu memakai variasi vokal yang telah ditemukan yaitu variasi vokal ᴐ, -ϵ dan -a. Adapun di TP3 masyarakatnya lebih banyak meggunakan dialek khas Banyumas, karena wilayah di TP3 berbatasan langsung dengan Kecamatan Sigaluh Banjarnegara dengan memakai variasi vokal -ϵ, -i dan -u. Pada gejala variasi leksikon ditemukan variasi penambahan bunyi, baik penambahan bunyi, secara protesis, epintesis, maupun paragog. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan munculnya variasi dialek antara lain faktor geografis dan faktor sosial. Dari segi geografis Kecamatan Kertek merupakan salah satu kawasan di Kabupaten Wonosobo yang merupakan daerah pegunungan. Hal ini menyebabkan timbulnya keragaman bahasa sebagai alat interaksi sehari-hari. Adapun faktor sosial variasi bahasa di masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kebahasaan, namun faktor nonkebahasaan yaitu faktor sosial juga memengaruhi variasi bahasa. Berdasarkan hasil penelitian, faktor sosial yang meliputi kelas sosial, pendidikan, pekerjaan, usia dan jenis kelamin menyebabkan munculnya variasi kosakata di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini diharapkan nantinya dapat menjadi penambah wawasan bagi peneliti berikutnya. Peneliti mengkaji dari aspek fonologi dan leksikon bahasa Jawa, serta faktor penyebabnya. Oleh karena itu, diharapkan peneliti berikutnya dapat meneliti variasi kedaerahan bahasa Jawa pada bidang yang lain. Misalnya sintaksis, karena dimungkinkan setiap dialek bahasa Jawa memiliki kekhasan dalam struktur frase, klausa atau kalimat. Kata kunci: dialek bahasa jawa, penyebab, fonologi, leksikon |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research entitled “Javanese Dialect Variations in Kertek sub-district of Wonosobo regency” is due to the community’s errrors in understanding the language that confusion and misinterpretation on word meanings may take place. The problems of this research are how vocabulary variations of Javanese dialect in phonological and lexical levels in Kertek sub-district are and what factors trigger the presence of dialect variations based on the speaker’s social factors. The purposes of this research are to describe the Javanese dialect variations of Wonosobo in phonological and lexical levels and to identify factors triggering the presence of Javanese dialect variations in Kertek sub-district of Wonosobo regency. This research uses a socio-dialectological approach. There are two kinds of research data. Spoken and written data. The spoken data consist of Javanese dialect expressions of three native residents of Kertek fulfilling the required criteria of being informants, while the written data consist of particular vocabularies used in Kertek sub-district of Wonosobo regency. Three villages are used as the observasion points Sumberdalem, Karangluhur and Sindupaten village. The data are taken using listening and speaking techniques. Data are then analyzed in two stages during and after data collection. The results of analysis are described using an equivalence method. Equivalence method is a method of data analysis which determining device is located outside, unconnected, and not as a part of the related or the studied language. In eddition, this research also uses informal method. The research results show that the Javanese vocabularies in Kertek sub-district of Wonosobo regency are various in phonological and lexical indication aspects. An example of phonological indication is the presence of particular phonemes in each area, such as variations of phoneme /o/ are mostly used at observation point 1, vocabularies with a domination of Jogja-Solo dialect, such as using vowel variations of -ᴐ, -ϵ and -a at observation point 2, and Banyumas dialect with vowel variations of -ϵ, -i and -u is mostly used at observation point 3 as it is adjoining with Sigaluh sub-district of Banjarnegara regency. In lexical variation indications, additional sound variations, such as prosthesis, epinthesis, and paragoge are found. Meanwhile, the presence of dialect variations is triggered by the geographical and social factors. Due to the geographical condition, Kertek sub-district is one of mountainous areas in Wonosobo regency that language varieties are resulted from their daily interactions. Language varieties are not only influenced by linguistic factors but also by non-linguistic factors, including social classes, education, occupation, age and sex cause the presence of vocabulary variation in Kertek sub-district of Wonosobo regency. This research is expected to be an additional knowledge for the next researchers. The researchers may conduct studies from the Javanese phonological and lexical aspects as well as the triggering factors. Thus, further, researchers are expected to be able to figure out the Javanese language variations in the other fields, such as in syntaxes as each Javanese dialect has particular phrasal, clausal, and sentence structures. Keywords: Javanese dialect, causes, phonological, lexical |
| Kata kunci | dialek bahasa jawa, penyebab, fonologi, leksikon |
| Pembimbing 1 | Drs. H. Subandi, M.Pd. |
| Pembimbing 2 | Farida Nuryantiningsih, S.S, M.Hum. |
| Pembimbing 3 | Siti Junawaroh, S.S, M.Hum. |
| Tahun | 2010 |
| Jumlah Halaman | 126 |
| Tgl. Entri | 2016-11-11 02:38:03.734973 |