Artikel Ilmiah : H1B009006 a.n. RETIASIH KURNIASARI
| NIM | H1B009006 |
|---|---|
| Namamhs | RETIASIH KURNIASARI |
| Judul Artikel | SISTEM KONTROL OPTIMUM PADA PENCEMARAN SUNGAI DI KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki banyak sektor industri. Industri-industri tersebut menghasilkan sisa hasil produksi berupa limbah industri. Limbah tersebut dapat menyebabkan pencemaran apabila tidak mengalami pengolahan limbah dan langsung dibuang ke sungai. Beberapa industri di Kabupaten Purbalingga yang tidak mengalami pengolahan limbah antara lain industri tahu dan tapioka. Pada skripsi ini akan dibahas mengenai sistem kontrol optimum pada model pencemaran sungai di Kabupaten Purbalingga akibat industri tahu dan tapioka menggunakan steady-state quadratic optimal control. Pada model yang telah diperoleh digunakan presentase aliran limbah yang berbeda yaitu 10%, 60%, dan 90% dari total limbah yang ada. Hasilnya menunjukan bahwa, jika presentase aliran limbah yang mengalir semakin besar, maka tingkat pencemaran pada sungai tersebut semakin menurun. Selain itu, jika presentase aliran limbah yang mengalir adalah 90%, maka semakin kecil kontrol yang harus diberikan di tahun awal jika dibandingkan pada saat aliran limbah 10% dan 60% yaitu berupa pengolahan limbah tahu menjadi biogas dan limbah tapioka menjadi nata de cassava. Kata Kunci: Pencemaran air, sistem kontrol optimum, steady-state quadratic optimal control. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Purbalingga is one of districts in the Central of Java which have many industry sectors. These cause some remaining industrial waste. The waste cause pollution in some river. The industrials that cause the pollution are tofu and tapioca industry. This research will discuss optimal control system on the pollution model of a river in the district of Purbalingga due to tofu and tapioca industry using steady-state quadratic optimal control. Here, we used a different percentage waste streams, namely 10 %, 60 %, and 90 % of the total waste that exists. The result proved that, if the percentage of the waste stream that flows greater, the pollution level in the river goes down. In addition, if the percentage of the waste stream that flows is 90%, the less control that should be given at the beginning of the year than at the time of the waste stream 10% and 60% in the form of processing tofu waste into biogas and tapioca waste into nata de cassava. Keywords: water pollution, optimum control system, steady-state quadratic optimal control. |
| Kata kunci | Pencemaran air, sistem kontrol optimum, steady-state quadratic optimal control. |
| Pembimbing 1 | Dr. Mashuri, M. Si |
| Pembimbing 2 | Renny, M. Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |