Home
Login.
Artikelilmiahs
5982
Update
EKI SULISTIANI DEWI
NIM
Judul Artikel
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI PESERTA PROGRAM PENGEMBANGAN MODEL USAHATANI PARTISIPATIF (PMUP) TEMBAKAU-KOPI ARABIKA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI (Kasus pada Kelompok Tani Margo Rahayu Desa Tlahab Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Program Pengembangan Model Usahatani Partisipatif (PMUP) merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Temanggung dalam mengurangi degradasi lahan dan meningkatkan pendapatan dengan menanam tembakau dan kopi arabika secara berdampingan. Program ini dilaksanakan pertama kali oleh kelompok tani “Margo Rahayu” di Desa Tlahab Kecamatan Kledung. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan PMUP, pendapatan bersih per bulan tembakau dan kopi arabika serta kontribusi pendapatan kopi arabika terhadap pendapatan rumah tangga petani pada tahun 2012. Metode penelitian adalah studi kasus dan pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi langsung. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani, analisis total pendapatan rumah tangga, dan analisis income share. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) kegiatan PMUP Desa Tlahab dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan Propinsi mulai tahun anggaran 2000 sampai dengan tahun anggaran 2004 dan dalam pelaksanaanya sebagai sebuah kegiatan yang berdasarkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan belum terlaksana sesuai kaidah dan konsep yang telah ada sebelumnya, 2) rata-rata pendapatan bersih usahatani tembakau per hektar per bulan adalah Rp2.506.966,57 sedangkan rata-rata pendapatan bersih usahatani kopi arabika per hektar per bulan adalah Rp1.022.880,66, 3) kontribusi pendapatan usahatani kopi arabika terhadap pendapatan rumah tangga petani sebesar 11,18 persen per bulan tahun 2012.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Farming Model of Participatory Development (FMPD) program an attempt was made by Temanggung Regency government in reducing land degradation and increase revenue by growing tobacco and coffee arabica by side. The program was first implemented by farmer groups "Margo Rahayu" in the Tlahab Village Kledung District. This research was conducted to determine the execution FMPD activities, net income per month as well as tobacco and coffee arabica also arabica coffee revenue contribution to the household income of farmers in 2012. The research method is the case study and data collection was done through interviews and direct observation. Method of data analysis is descriptive analysis, cost analysis, revenue and farm income, total household income analysis, and analysis of the income share. The results showed that, 1) the activities carried out Tlahab Village by the Plantation Agency Provincial budget beginning in fiscal year 2000 to 2004 and in its implementation as an activity that is based on sustainable agricultural development has not been done according to the rules and concepts that have been there before, 2) the average net income per farm tobacco acreage per month per hectar is Rp2.506.966,57, 24 while the average net income per farm arabica coffee acreage per month per hectar is Rp1.022.880,66, 3) contribution arabica coffee farming on household incomes of farmers by 11,18 percent per month in 2012.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save