Home
Login.
Artikelilmiahs
7254
Update
PRAYOGA DWI JATMIKO
NIM
Judul Artikel
KOMPARASI KONDISI TEKNIS DAN FINANSIAL PENGRAJIN GULA KELAPA KRISTAL STUDI KASUS DI DESA PAGERAJI, RANCAMAYA DAN SOKAWERA KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Abstrak Jumlah pengrajin di Kabupaten Banyumas 26.853 unit usaha dengan volume produksi 62.187,37 ton/tahun (DisPerinDagKop Kabupaten Banyumas,2012). Besarnya jumlah usaha gula kelapa tidak memiliki korelasi dengan tingkat kesejahteraan pengrajin. Tujuan dari penelitian ini mengetahui kondisi teknis, komponen biaya produksi, harga jual dan keuntungan gula kelapa kristal di Desa Pageraji, Sokawera dan Rancamaya. Penelitian ini merupakan studi kasus bersifat deskriptif komparatif. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi. Pengrajin gula kelapa kristal yang dikaji di Kabupaten Banyumas berjumlah tiga unit ditentukan secara purposive. Jenis data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kondisi teknis, komponen biaya produksi, harga jual dan keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi teknis pengolahan gula kelapa kristal pada ketiga desa sudah cukup baik, sehingga gula kelapa yang dihasilkan dapat dijual dipasaran dengan harga jual yang normal. Total biaya produksi gula kelapa kristal per hari di Desa Pageraji, Sokawera dan Rancamaya berturut-turut sebesar Rp 284.768,00, Rp 60.226,00 dan Rp 72.130,00, sedangkan untuk biaya produksi per kilogramnya berturut-turut sebesar Rp 9.493,00 Rp 7.435,00 dan Rp 8.646,00. Harga jual gula kelapa kristal di Desa Pageraji sebesar Rp 14.000, sedangkan di Desa Rancamaya dan Sokawera sebesar Rp 13.250. keuntungan per hari untuk Desa Pageraji, Sokawera dan Rancamaya berturut-turut sebesar Rp 135.232,00, Rp 45.074,00 dan Rp 38.170,00. Sementara untuk keuntungan per kilogram berturut-turut sebesar Rp 4.507,00; Rp 5.565,00 dan Rp 4.604,00.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT The number of craftsmen in Banyumas was 26.853 craftsmen, with production volume as much as 62.187 tons/year (DisPerinDagKop of Banyumas, 2012). A high number of palm sugar business has not any correlation with the welfare of craftsmen. The purpose of this study are to determine the technical conditions, production cost, selling price and profit of crystal palm sugar in Pageraji, Sokawera and Rancamaya Villages. This study was descriptive comparative case study. The method used is evaluation method. The craftsmen of crystal palm sugar which had been studied in Banyumas were three units, that chosen purposively. This study used primary and secondary data. The observed variables in this study were technical conditions, production cost, selling price and profit. The results of this study showed that technical condition of the crystal palm sugar processing is good enough, so that the result of crystal palm sugar can be sold at a normal selling price. Total cost production of crystal palm sugar in Pageraji, Sokawera and Rancamaya Village are Rp 284768.00; Rp 60.226,00 and Rp 72.130,00 per day, while the cost production for every kilogram of crystal palm sugar were Rp 9.493,00; Rp 7.435,00; and Rp 8.646,00. The selling price of crystal palm sugar in Pageraji Village was Rp 14.000, while in Sokawera and Rancamaya Villages were Rp 13.250. Profit for Pageraji, Sokawera and Rancamaya Villages were Rp 135.232,00 , Rp 45.074,00 and Rp 38.170,00 per day. As for the profit for every kilogram, respectively were Rp 4.507,00; Rp 5.565,00 and Rp 4.604,00.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save