Artikelilmiahs
Menampilkan 11.401-11.420 dari 50.439 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11401 | 4427 | A1C008075 | ANALISIS SUPPLY CHAIN JAMBU BIJI GETAS MERAH DI KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN KENDAL | Tanaman hortikultura yang diharapkan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa salah satunya adalah jambu biji. Kecamatan Sukorejo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kendal yang memproduksi jambu biji getas merah dengan luas lahan mencapai 73,58 ha dan produksi sebesar 2207 ton pada tahun 2011. Namun harga yang berfluktuatif sangat merugikan petani, terlebih lagi karakteristik jambu biji getas merah bersifat bulky dan mudah rusak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola dan aktivitas yang dilakukan oleh anggota supply chain, serta menganalisis tingkat perubahan permintaan yang diakibatkan perubahan harga jambu biji getas merah didalam supply chain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskripsi dan elastisitas permintaan. Hasil penelitian menunjukkan anggota dalam supply chain jambu biji getas merah di Kecamatan Sukorejo adalah petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang antar kota, pedagang pengecer, dan agro industri dengan masing-masing anggota melakukan aktivitas yang berbeda dalam proses supply chain. Berdasarkan analisis elastisitas permintaan, nilai elastisitas permintaan pada jambu biji getas merah pada pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang antar kota, dan pedagang pengecer bernilai lebih dari 1 atau permintaan elastis. Pada agro industri nilai elastisitas adalah sebesar 0,00 atau permintaan inelastisitas sempurna. | Horticultural crops are expected to provide the maximum benefit for the improvement of rural welfare one is guava. Sub Sukorejo is one of the districts in Kendal which produces red guava brittle with a land area of 73.58 ha and reaching a production of 2207 tonnes in 2011. However, prices fluctuate greatly detrimental to farmers, especially red brittle characteristics of guava are bulky and easily damaged. The purpose of this study was to examine the pattern and the activities conducted by members of the supply chain, and analyze the rate of change in demand caused by changes in the price of red guava brittle at the consumer level. The research method used was a survey method. The analysis tools is the description and analysis of the elasticity of demand. Results showed members of the supply chain guava red brittle Sukorejo district are farmers, traders, wholesalers, traders across the city, retailers and agro industry with each member doing different activities in the supply chain process. Based on the analysis of the elasticity of demand, elasticity of demand on the brittle red guava traders, wholesalers, traders across the city, and the retailer worth more than 1 or demand is elastic. In the agro-industrial value of 0.00 or elasticity is perfect inelastisitas demand. | |
| 11402 | 4448 | E1A007388 | IZIN POLIGAMI BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 45 TAHUN 1990 DI KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Izin Poligami Bagi Pegawai Negeri Sipil Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui izin Pegawai Negeri Sipil yang akan beristeri lebih dari seorang dan untuk mengetahui akibat hukum dari Pegawai Negeri Sipil yang beristeri lebih dari seorang. Pegawai Negeri Sipil sebagai unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat haruslah menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam tingkah laku, tindakan dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kehidupan Pegawai Negeri Sipil harus ditunjang oleh kehidupan berkeluarga yang serasi sehingga setiap Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya tidak akan banyak terganggu oleh masalah-masalah dalam keluarga, misalnya permasalahan dalam perkawinan poligami. Pegawai Negeri sipil yang akan beristeri lebih dari seorang diatur didalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah tersebut berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.Petunjuk pelaksana dalam hal izin beristeri lebih dari seorang bagi Pegawai Negeri Sipil adalah Surat Edaran Kepala Badan Admiistrasi Negara Nomor 48/SE/1990. Adapun Surat Edaran Kepala Badan Administrasi Negara Nomor 8/SE/1983 masih berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990. Pegawai Negeri Sipil yang melanggar ketentuan di dalam Peraturan Pemerintah Nomo 45 Tahun 1990 akan dikenakan sanksi berupa hukuman disiplin berat yang terdapat di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kata kunci : Izin, Poligami, Pegawai Negeri Sipil. | ABSTRACT Tie research entitled “The Polygamy Permit For Civil Servant According To Government Regulations No. 45 Year 1990 in Banyumas". The purpose of this study was to determine the permit of Civil Servant which is will have polygamy and to know the legal consequences of civil servants who have more than one wife. The Civil Servant as an element of state officials, civil servants and public servants should be good role models for the community in behavior, actions and compliance with laws and regulations. Civil life should be supported by a harmonious family life so that every civil servant in carrying out their duties will not be much bothered by the problems in the family, such as problems in polygamous marriages. Civil Servant which is will have polygamy was regulated in Government Regulation No. 45 Year 1990 on Amendment to Government Regulation No. 10 Year 1983 on the Licensed Marriage and Divorce for Civil Servants. Government regulations are valid as long as not contrary to the Act No. 1 of 1974 on Marriage. Executing instructions in the event of more than one wives permission for Civil Servants is the Circular Letter of the Head of the State Administration number 48/SE/1990. The Circular Letter of the Head of the State Administration number 8/SE/1983 is still valid as long as not contrary to the provisions of Government Regulation No. 45 Year 1990. Civil servants who violate the provisions of the Government Regulation Number 45 Year 1990 will be subject to penalty in the form severe disciplinary contained in the Government Regulation No. 53 of 2010 on Civil Servants Disciplinary Regulations. Keywords: Permits, Polygamy, Civil Servants. | |
| 11403 | 4866 | C1A009099 | Analisis Perbandingan Efisiensi Ekonomis Pembenihan Ikan Gurame dengan Sistem Konvensional dan Sistem Inkubator di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini berjudul “Analisis Perbandingan Efisiensi Ekonomis Pembenihan Ikan Gurame dengan Sistem Konvensional dan Sistem Inkubator di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan perbedaan tingkat pendapatan antara usaha pembenihan ikan gurame dengan menggunakan sistem konvensional dan sistem inkubator di Kabupaten Banyumas. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dan data sekunder. Jumlah responden yang diambil sebanyak 15 unit usaha pembenihan dengan sistem konvensional dan 10 unit usaha pembenihan dengan sistem inkubator. Pengambilan sample dilakukan dengan metode sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah R/C ratio, tabulasi, uji t. Berdasarkan R/C ratio usaha pembenihan dengan sistem konvensional dan usaha pembenihan dengan sistem inkubator sudah menguntungkan. Berdasarkan perhitungan secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan pembenihan ikan gurame dengan menggunakan sistem inkubator dan pendapatan pembenihan ikan gurame dengan menggunakan sistem konvensional. Sementara, berdasarkan nilai R/C rasio yang menunjukkan bahwa nilai R/C sistem inkubator lebih tinggi dibandingkan dengan sistem konvensional dan secara signifikan terdapat perbedaan pendapatan, maka dengan luas lahan yang sama (100m2), pembenihan ikan gurame dengan menggunakan sistem inkubator lebih menguntungkan dibandingkan dengan sistem konvensional di Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini adalah hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan berupa luas kolam dengan penebaran benih yang kurang maksimal menyebabkan pendapatan para pembudidaya pembenihan ikan gurame dengan sistem konvensional lebih rendah bila dibandingkan dengan pembudidaya pembenihan sistem inkubator. Pembudidaya ikan gurame dengan sistem konvensional perlu belajar dan berusaha untuk berpindah pola pembenihan ikan gurame dari sistem konvensional ke sistem inkubator. | This research is titled “Comparative Analysis of Economic Efficiency of carp fish (Oshpronemus gouramy) hatchery with Conventional System Incubator System in Banyumas Regency”. The objectives of the research are to find out the efficiency and the difference of income level between conventional and incubator system in carp fish hatchery business in Banyumas regency. The collected data is primary and secondary data. the respondents are 15 business units of conventional system and 10 business units of incubator system. Sampling method that utilized is sensus method. Data analysis method that utilized are R/C ratio, tabulation and t-test. According to R/C ratio data analysis method that conventional and incubator system in carp fish hatchery business shows gaining profit already. Based upon statistical calculation, there is a difference of income level between conventional and incubator system significantly. While, according to R/C ratio shows that Incubator system gain higher R/C ratio value than conventional system and difference of income level significantly, meaning that by using 100m2 area similarly for both, carp fish hatchery business with incubator system is more profitable than conventional system in Banyumas regency. The implication under the research shows utilizing the area for carp fish hatchery business inefficiently could make the income level of conventional system users would be lesser than incubator system users. The conventional system users need to learn and try to use incubator system for their carp fish hatchery business. | |
| 11404 | 4217 | H1D008039 | PERILAKU STRUKTUR BAJA MOMENT RESISTING FRAME DAN DIAGONAL ECCENTRICALLY BRACED FRAME MENGGUNAKAN SOLIDWORKS 2012 | Indonesia terletak di daerah dengan tingkat aktivitas gempa bumi tinggi, sehingga diperlukan struktur yang dibangun dengan memperhitungkan parameter kegempaan. Konstruksi baja merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai struktur tahan gempa. Secara garis besar ada tiga tipe sistem struktur baja, yaitu: (1) Moment Resisting Frame (MRF), (2) Concentrically Braced Frame (CBF), dan (3) Eccentrically Braced Frame (EBF). Analisis struktur baja tahan gempa memerlukan pemodelan struktur, dan SolidWorks merupakan salah satu perangkat lunak berbasis metode elemen hingga yang dapat digunakan untuk pemodelan struktur. Pada tugas akhir ini dilakukan perbandingan dua sistem struktur baja, yaitu Moment Resisting Frame (MRF) dan Diagonal Eccentrically Braced Frame (D-EBF) menggunakan SolidWorks 2012. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa D-EBF memiliki beban ultimit sebesar 1506,135 kN dan MRF memiliki beban ultimit sebesar 782,102 kN. Distribusi tegangan maksimum D-EBF terjadi pada link, sedangkan distribusi tegangan maksimum MRF terjadi pada kolom bawah dan sambungan balok kolom. D-EBF memiliki kekakuan sebesar 26,483 kN/mm dan MRF memiliki kekakuan sebesar 3,528 kN/mm. D-EBF memiliki daktilitas sebesar 2,822, dan MRF memiliki daktilitas sebesar 6,004. | Indonesia is located in the area with a high level of earthquake activity, so it’s necessary to built the structures by considering seismic parameters. Steel construction is one alternative that can be used as earthquake resistant structures. Generally there are are three types of steel structural systems, ie: (1) Moment Resisting Frame (MRF), (2) Concentrically Braced Frame (CBF), and (3) Eccentrically Braced Frame (EBF). Analysis of earthquake-resistant steel structure requires modeling of structure, and SolidWorks is one of a software based on finite element method that can be used for modeling the structure. Comparison of the two systems of steel structure, which is Moment Resisting Frame (MRF) and Diagonal Eccentrically Braced Frame (D-EBF) using SolidWorks is performed in this final project. From the analysis, it was found that the D-EBF has ultimit loads of 1506.135 kN and MRF has ultimit load of 782.102 kN. Maximum stress distribution of D-EBF occurs in link, while the distribution of the maximum stress occurs in the column under the MRF and beam-column connections. D-EBF has a stiffness of 26.483 kN/mm and MRF has a stiffness of 3,528 kN/mm. But D-EBF has a ductility of 2.822, and MRF has ductility of 6.004. | |
| 11405 | 4337 | E1A007051 | KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI KORBAN DALAM TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor:122/Pid.B/2009/PN.Pwt) | ABSTRAK KEKUATAN PEBUKTIAN SAKSI KORBAN DALAM TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor: 122/Pid.B/2009/PN.Pwt) Oleh : Friska Faullina E1A007051 Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisa alasan saksi korban di hadirkan dalam tindak pidana perkosaan pada Putusan Nomor 122/Pid.B/2009/PN.Pwt. Selain itu juga ditujukan untuk mengetahui dan menganalisa kekuatan alat bukti saksi korban dalam pembuktian terhadap tindak pidana pemerkosaan anak di bawah umur pada Putusan Nomor 122/Pid.B/2009/PN.Pwt. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, Peranan kehadiran saksi korban dalam persidangan tindak pidana perkosaan pada Putusan Nomor 122/Pid.B/2009/PN.Pwt adalah sebagai petunjuk yang dapat digunakan oleh hakim karena petunjuk tersebut memiliki persesuaian dengan alat bukti lain. Saksi korban dihadapkan kepersidangan sangat dibutuhkan guna mengungkap alur peristiwa tindak pidana perkosaan disamping alat bukti lainnya. Keterangan saksi korban FR dan PMS dapat dikategorikan sebagai kualifikasi petunjuk karena korban masih dibawah umur atau kategori anak. Dalam hal ini pada kesaksian tertulis saksi korban tidak melekat pembuktian yang sempurna (volledig bewijs kracht) dan juga tidak melekat di dalamnya sifat kekuatan pembuktian yang mengikat dan menentukan (besliessende bewijs kracht), hal ini karena sifat petunjuk yang memberikan keyakinan bagi hakim. Nilai kekuatan pembuktian kesaksian korban yang merupakan petunjuk tergantung pada penilaian hakim. Hakim bebas untuk menilai kesempurnaan dan kebenarannya tergantung pada penilaian hakim untuk menganggapnya memiliki keterkaitan atau tidak. . Kata kunci: Kekuatan Saksi anak di bawah umur | ABSTRACT VICTIM WITNESS THE POWER OF EVIDENCE IN RAPE CRIME AGAINST MINORS (Judicial Review of the Decision Number: 122/Pid.B/2009/PN.Pwt) By: Friska Faullina E1A007051 The research was conducted with the aim to identify and analyze the reasons in the present witnesses in criminal rape in Decision No.122/Pid.B/2009/PN.Pwt. It also aimed to identify and analyze the strength of the evidence in proving the victims of the offenses of rape minors in Decision No.122/Pid.B/2009/PN.Pwt. To achieve this goal then peneletian performed using normative judicial approach. Secondary data are collected and processed, presented, and analyze qualitatively with the presentation of narative text data. The results suggest that, Role presence of witnesses in the trial of rape crimes in Decision No.122/Pid.B/2009/PN.Pwt is a guide that can be used by a judge because the instructions have a rapprochement with other evidence. Kepersidangan confronted witnesses are needed in order to reveal the flow of events in addition to rape a crime other evidences. Victim witness FR and PMS can be categorized as a qualified guide because the victim was a minor or child category. In this case the affidavit is not attached to the victim witness a perfect proof (Volledig bewijs kracht) and also not inherent in it the nature of the binding strength of evidence and determine (besliessende bewijs kracht), this is due to the nature of the instructions that give confidence to the judge. Proof strength values that are clues to the victim’s testimony depends on the judge’s assessment. The judge to consider are relevant or not. Keywords: Witness Testimony child under year. | |
| 11406 | 4338 | D1E008055 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN DALAM RANSUM SAPI POTONG LOKAL TERHADAP POPULASI PROTOZOA DAN KECERNAAN BAHAN KERING SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun waru terhadap populasi protozoa dan kecernaan bahan kering secara in vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima blok. Sebagai blok adalah periode pengambilan cairan rumen yang berasal dari tiga ekor sapi potong yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH) Mersi, Purwokerto. Perlakuan yang diuji adalah level ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus) dalam konsentrat (mg/kg BK). Level pemberian ekstrak daun waru tersebut adalah 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm masing-masing untuk R₁, R₂, R₃, dan R₄. Imbangan bahan kering pakan komplit yang digunakan terdiri atas 45% jerami padi amoniasi dan 55% konsentrat. Peubah yang diukur adalah Populasi Protozoa dan Kecernaan Bahan Kering. Analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun waru berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap Populasi Protozoa namun tidak berpengaruh (P > 0,05) terhadap Kecernaan Bahan Kering. Peningkatan konsentrasi daun waru (ppm) menyebabkan penurunan Populasi Protozoa secara kuadrater (P < 0,05) dengan populasi protozoa terendah dicapai pada level 96,209 ppm. Rataan produksi VFA yaitu 819200±123179.5 ; 678000±208734.3 ; 580000±198494.3 ; 648000±240977.2 (per ml cairan rumen) dan kecernaan bahan kering (KBK) yaitu 37.78±2.32 ; 36.49±2.40 ; 36.33±2.39 ; 45.68±19.07 (%). Dari hasil tersebut disimpulkan suplementasi ekstrak ethyl acetate daun waru hingga level 150 ppm dapat menurunkan populasi protozoa secara kuadrater dan tidak berpengaruh terhadap peningkatan kecernaan bahan kering. | The aim of this research was to determine level of extract of waru leaf on the production of total VFA and NH₃ in vitro. The research was designed according to randomized block design with five groups. Grouping wasbased on the time period of rumen fluid collections from trhee beef cattle taken from slaughter house Mersi, Purwokerto. Treatments tested were Hibiscus tiliaceus leaves extract supplemented to concentrate (DM 87,95%), its consist of 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, and 150 ppm for R1, R2, R3, and R4, respectivenly. Complete feed dry matter ration consisted of 45% amoniated rice straw (amoniated with urea 5% and onggok 2,5%) and 55% concentrate. The variables measured were concentrations of total VFA and NH₃. Analysis of variance showed that Hibiscus leaf extract significantly affect (P<0,05) to the total VFA concentrations and had no effect (P>0,05) on the production of NH₃. Increasing concentration of waru leaf (ppm) causes a decrease in kuadrater VFA (P< 0.05). The average of total VFA production are 318.6 ± 77.34; 253.60 ± 36.00; 261.10 ± 64.48; 2 266.40 ± 70.32 (mM /1) and NH ₃ is 16.84 ± 3:55; 17.68 ± 3:34 ; 16.80 ± 2:58; 16.60 ± 3.93 (mM / 1). Result showed that supplementation of ethyl acetate extract of Hibiscus tiliaceus leaves to level 150 ppm did not interfere the rumen metabolic activity of beef cattle in vitro. | |
| 11407 | 4329 | H1F007025 | GEOLOGI DAN MINERALISASI DI TAMBANG EMAS RAKYAT DAERAH CIHONJE DAN SEKITARNYA, KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH | ABSTRAK Secara administratif daerah penelitian berada di Desa Cihonje, Desa Paningkaban, Desa Darmakradenan, Desa Kedungurang, dan Desa Gancang, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis daerah penelitian terletak di -7° 22’ 17,1876” LU - -7° 25’ 47,6256” LU dan 108° 59’ 20,5872” BT - 109° 1’ 57,5688” BT dengan luas 31 km². Satuan geomorfologi di daerah penelitian dibagi menjadi empat, yaitu Satuan Perbukitan Struktur Denudasional Berlereng Curam, Satuan Lembah Struktur Denudasional Bergelombang Lemah, Satuan Perbukitan Karst Denudasi, Satuan Bukit Intrusi dan satuan batuan di daerah penelitian di bagi menjadi empat satuan, dari tua ke muda yaitu satuan batupasir, satuan batupasir-batulempung, satuan batugamping, dan satuan andesit. Struktur Geologi yang mengontrol daerah penelitian berupa sesar mendatar menganan Arus, sesar mendatar menganan naik Karangkemojing, sesar mendatar mengiri naik Kedungurang, dan sinklin. Zona alterasi pada daerah penelitian dibagi menjadi dua, yaitu zona alterasi silika-kloritkalsit (propilitik) dan Zona alterasi silika -kaolinit-halloisit-kalsit (argilik). Mineralisasi yang berkembang di daerah penelitian berupa pirit, kalkopirit, Au, Ag, Pb, Cu, Hasil dari analisa AAS diperoleh kandungan kimia emas (Au) yang berpotensi untuk ditindak lanjuti pada: TACU 085 URAT = 11,272 ppm; TACU 086 URAT = 11,404 ppm; TACU 087 URAT = 11,147 ppm; TACU 088 URAT = 11,247 ppm; TACU 089 URAT = 11,216 ppm. Kata kunci: cihonje, intrusi, alterasi, argilik | ABSTRACT Administratively, the study area is located in the Cihonje Village, Paningkaban Village, Darmakradenan Village, Kedungurang Village, and the Gancang Village, Gumelar District, Banyumas Regency, Central Java. Geographically, the coordinate of study area is located at -7 ° 22 '17.1876 "N – 7 ° 25' 47.6256" N and 108 ° 59 '20.5872 "E - 109 ° 1' 57.5688"E with an area of 31 km². Geomorphological units in the study area is divided into four, namely Steeply Sloping Hills Denudasional Structure units, Force Structure Valley Denudasional Corrugated Weak Unit, Hills Karst Denudationonal unit, Hill Intrusion Unit. The lithologies units in the study area is divided into four units, from old to young, there are sandstone unit, sandstone-mudstone unit, limestone unit, and andesite unit. Geological structures that control the research area in the form of a Arus Right Slip Fault, Karangkemojing Reverse Right Slip Fault, Kedungurang Reverse Left Slip Fault, and Syncline. Alteration zones in the study area is divided into two, namely the alteration zones of silica-chlorite-calcite (propylitic) and alteration zone silica-halloysite-kaolinite-calcite (argillic). Mineralization developed in the study area in the form of pyrite, chalcopyrite, Au, Ag, Pb, Cu. AAS analysis results obtained from the chemical content of gold (Au) that have the potential to follow up on: TACU 085 VEIN = 11.272 ppm; TACU 086 VEIN = 11.404 ppm ; TACU 087 VEIN = 11.147 ppm; TACU 088 VEIN = 11.247 ppm; TACU 089 VEIN = 11.216 ppm. Keywords: cihonje, intrusion, alteration, argillic | |
| 11408 | 4357 | A1L008050 | TANGGAPAN HAMA GUDANG Callosobrucus chinensis L. TERHADAP WARNA TEMPAT PENYIMPANAN DAN VARIETAS KACANG HIJAU | Serangga yang banyak dijumpai dan merusak biji kacang hijau dalam penyimpanan di Indonesia adalah kumbang bubuk kacang C. cinensis L. Pengendalian serangga hama ini dapat dilakukan dengan cara prefentif maupun kuratif. Salah satu cara pengendalian secara prefentif adalah dengan pengaturan warna yang dapat menarik serangga hama. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh warna tempat penyimpanan terhadap perkembangan C. chinensis, 2) mengetahui perkembangan C. chinensis pada berbagai varietas kacang hijau dengan berbagai warna tempat penyimpanan, 3) mengetahui kerusakan kacang hijau dengan berbagai warna tempat simpanan. Penelitian ini merupakan percobaan laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian berlangsung selama lebih kurang 3 bulan mulai bulan Juli sampai September 2012. Penelitian terdiri dari dua percobaan dengan percobaan pertama yaitu pengaruh faktor tunggal warna tempat simpanan kacang hijau terhadap C. chinensis. Penelitian pertama menggunakan RAL non faktorial dengan perlakuan T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6. Penelitian kedua, pengaruh dua faktor dengan menggunakan RAL factorial, yaitu faktor pertama warna tempat simpan (T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6) dan faktor kedua varietas kacang hijau (V1, V2, V3, V4, V5).Variabel yang diamati meliputi jumlah telur, jumlah imago muncul, tingkat kerusakan kualitatif dan tingkat kerusakan kantitatif. Hasil penelitian menunjukkan warna hitam lebih berpengaruh pada jumlah telur yang dihasilkan, imago yang muncul dan persentase kerusakan hama C. chinensis, sedangkan warna merah menekan perkembangan. Varietas berpengaruh terhadap perkembangan hama, varietas lokal lebih memiliki nilai yang tertinggi dari varietas lainnya pada semua variabel pengamatan. | An insects that numerously destroy mungbean in storage is Callosobruchus chinensis bean powder beetle. Controls of this insect pest have been done both preventively and curatively. One way is by preventive controll by color settings that can attract insect pests. Aims of this study were to 1) determine against of colors in storage the development of C. chinensis, 2) determine the development of C. chinensis on different varieties of green beans with a variety of colors storage, 3) determine the damage green beans with different colors reservoirs. The research was conducted in the Plant Protection of Laboratory, Agriculture Faculty, Jenderal Sudirman University. The study last for aboet three months from July to September 2012. The study consisted of two experiments with the first experiment was the effect of a single factor storage colors of mungbean to C. chinensis. The first used a non-factorial CRD with treatments T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6. The second study was the influence of two factors by using CRD factorial that was first factor the color of storage (T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6) and two factors were mungbean varieties (V1, V2, V3, V4, V5). Observed variables included the number of eggs, number of imago emerged, the kualitatif damage level and kuantitatif damage level. The results showed that black color storage influenced on the number of eggs produced, adults emerged and damage percentage of C. chinensis pest, while red color was suppressing the development. Varieaties influence on the development of pest, local varieties had the highest value of the other varieties in all observation variables. | |
| 11409 | 4339 | D1E009130 | PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS PROBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI DAN BOBOT TELUR | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum terhadap produksi (Hen Day Production, HDP dan Hen House Production, HHP) dan bobot telur ayam Arab. Materi yang digunakan adalah ayam Arab betina umur 87 minggu sebanyak 60 ekor dan ransum menggunakan probiotik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah perlakuan empat dengan ulangan sebanyak lima kali dan setiap ulangan terdiri atas 3 ekor ayam. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan perlakuan probiotik dengan perlakuan R0 (tanpa probiotik), perlakuan R1 (penggunaan probiotik Bakteri asam laktat), R2 (penggunaan probiotik Lactobacillus sp), dan R3 (penggunaan probiotik Bacillus sp). Peubah yang dicatat dan diamati adalah Produksi (Hen Day Production, Hen House Production) dan Bobot telur. Data di analisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap produksi telur dan bobot telur ayam Arab. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum tidak meningkatkan produksi dan bobot telur ayam Arab umur 87-93 minggu | The aim of this research was knowing the effect use variation of probiotics in Arab chicken diet with egg productions dan egg weight. Materials used were Arab chicken females of 87 weeks old as many as 60 heads and ration with variation of probiotics. This research was conducted by invivo experimental method, by using Completely Randomized Design (CRD). Treatment numbers were four with five replications and each replication consisted of 3 chicken. The tested treatments were treatment R0 ( without probiotic), treatment R1 ( use Acid lactid bacteria probiotic), treatment R2 (use Lactobacillus sp. probiotic), treatment R3 (use Bacillus sp. probiotic). Variables that were recorded and observed were egg productions and egg weight. Data were analyzed using analysis of variance. Variance analysis results showed that use variation of probiotics in diet of Arab chicken had no significant (P>0.05) with egg productions and egg weight. The conclusion of the research was Arab chicken diet had no increased egg productions and egg weight when Arab chicken 87-93 weeks old. | |
| 11410 | 4340 | D1E009138 | PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS PROBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP KADAR LEMAK DAN KOLESTEROL KUNING TELUR AYAM ARAB | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis probiotik terhadap kadar lemak dan kolesterol kuning telur. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam Arab betina umur 87 minggu, probiotik Bakteri asam laktat, probiotik Lactobacillus sp., probiotik Bacillus sp. Metode penelitian adalah eksperimental in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu R0 : pakan tanpa probiotik, R1: penggunaan probiotik Bakteri asam laktat R2 : penggunaan probiotik Lactobacillus sp., R3 : penggunaan probiotik Bacillus sp. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut dengan uji kontras ortogonal. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap lemak kuning telur ayam Arab dan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kolesterol kuning telur ayam Arab. Kesimpulan dari penelitian adalah penggunaan berbagai jenis probiotik 7,5% mampu menurunkan kadar lemak kuning telur. Kemampuan Bakteri Bacillus sp. memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menurunkan kadar lemak dibandingkan dengan bakteri Lactobacillus sp. Pemberian berbagai jenis probiotik 7,5% belum mampu menurunkan kadar kolesterol kuning telur. | The research objective was to determine the effect of different types of probiotics on levels of fat and cholesterol egg yolk. The material which was used in this study is the female Arabian chicken age 87 weeks, the probiotic lactic acid bacteria, Lactobacillus sp., Bacillus sp. The research method is experimental in vivo using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications are R0: feed without probiotic, R1: the use of probiotic lactic acid bacteria R2: the use of probiotic Lactobacillus sp., R3: the use of probiotic Bacillus sp. The data were analyzed using analysis of variance and were tested further by orthogonal contrast test. The results showed that the treatment was highly significant (P <0.01) on Arabian chicken egg yolk fat and did not affect significantly (P> 0.05) on Arabian egg yolk cholesterol. The conclusion of the study is the use of different types of probiotics 7.5% could reduce levels of egg yolk fat. Bacterium Bacillus sp. has a better ability to reduce levels of fat is compared with the bacteria Lactobacillus sp. Providing different types of probiotics 7.5% are not yet able to decrease the egg yolk cholesterol. | |
| 11411 | 4342 | C1I006009 | PENGARUH KREDIT USAHA KECIL, LAMA USAHA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG NASABAH BPR SURYA YUDHA KENCANA CABANG PASAR BESAR KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kredit Usaha Kecil, Lama Usaha Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pendapatan Pedagang Nasabah PT BPR Surya Yudhakencana Cabang Pasar Besar Kabupaten Banjarnegara”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kredit usaha kecil, lama usaha, dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan pedagang nasabah PT. BPR Surya Yudhakencana Cabang Pasar Besar Banjarnegara. Untuk mengetahui manakah diantara kredit usaha kecil, lama usaha dan tingkat pendidikan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap pendapatan pedagang nasabah PT BPR Surya Yudhakencana Cabang Pasar Besar Banjarnegara. Metode smpling yang digunakan random sampling, sampel berjumlah 72 pedagang nasabah PT BPR Surya Yudhakencana Cabang Pasar Besar Banjarnegara. | This study entitled "The Effect of Small Business Loans, Business Long Education Level Of Income And Clients PT BPR Surya Traders Yudhakencana Banjarnegara District Branch of the Great Market". Purpose of this study is to investigate and analyze the effect of small business loans, old businesses, and educational level of the customer's income trader PT. RB Surya Yudhakencana Banjarnegara Big Branch Market. To find out which of the small business loans, time effort and level of education that has the most effect on the income clients trader PT BPR Surya Yudhakencana Banjarnegara Big Branch Market. Smpling methods used random sampling, the sample totaled 72 merchant customers PT BPR Surya Yudhakencana Banjarnegara Big Branch Market. | |
| 11412 | 4365 | A1H008030 | ANALISIS LIFE CYCLE COST PRODUKSI BIODIESEL MINYAK KELAPA SAWIT (Studi Kasus di Pabrik Percontohan Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi, Serpong) | Indonesia menduduki peringkat pertama produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia. Kelapa sawit memiliki produktifitas tertinggi penghasil minyak nabati dibandingkan jenis tanaman lainnya. Hal tersebut menjadikan CPO sebagai bahan baku pembuatan biodiesel yang paling potensial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Life Cycle Cost (LCC), kelayakan tekno-ekonomi dan tingkat sensitivitas usaha produksi biodiesel minyak kelapa sawit. Hasil analisis LCC untuk produksi biodiesel minyak kelapa sawit di pabrik percontohan Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi adalah Rp 8.433 per liter. Berdasarkan analisis tekno-ekonomi, diketahui NPV Rp 2,5 Milyar, IRR 30,97%, MARR 15,75%, net B/C ratio 1,71 dan PBP selama 3,48 tahun. Usaha produksi biodiesel minyak kelapa sawit dinyatakan layak untuk dikembangkan. Hasil analisis sensitivitas (switching value) menyimpulkan maksimal penurunan harga jual, penurunan jumlah produksi dan kenaikan harga bahan baku biodiesel yang dapat ditoleransi berturut-turut adalah 3,49%, 20,63% dan 4,37%. | Indonesia is the biggest producer of Crude Palm Oil (CPO) in the world. Palm oil has the highest productivity of vegetable oil among various crops. That makes CPO as the most potential raw material for biodiesel. The purpose of this study was to determine Life Cycle Cost (LCC), techno-economic feasibility and the sensitivity level of palm oil biodiesel production plan. The analysis shows that biodiesel production cost that factory is Rp 8,433 per liter. Techno-economic analysis suggested Rp 2.5 billion of NPV, IRR of 30.97%, MARR of 15.75%, net B/C ratio of 1.71 and PBP for 3.48 years. The production of palm oil biodiesel is economically feasible. Sensitivity analysis (switching value) shows that the max acceptable price drop, production decrease, and raw material increase respectively are 3.49%, 20.63% and 4.37%. | |
| 11413 | 4344 | C1B008096 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN PURWOKERTO DALAM MELAKUKAN PEMBELIAN MELALUI ONLINE SHOP | Penelitian ini merupakan survei dari konsumen online shop di Purwokerto. Judul penelitian ini adalah "analisis faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen Purwokerto pada pembelian toko online ". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen Purwokerto untuk melakukan belanja online, (2) faktor mana yang memiliki pengaruh terbesar terhadap kepuasan konsumen terhadap belanja online. Populasi dalam ini konsumen online studi di Purwokerto yang sudah membeli melalui toko online lebih dari dua kali. Responden dari penelitian ini adalah 140 reponden. Purposive sampling dan convenience sampling merupakan metode yang digunakan dalam penetapan responden. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) terdapat 12 faktor yang mempengaruhi konsumen untuk melakukan belanja online yaitu: keunggulan toko online,referensi, produk, pengalaman, tren, pemilik toko online, profesi, harga, menghabiskan uang, ketertarikan, daya beli, dan pendidikan. (2) keunggulan toko online, trend dan harga merupakan faktor terbesar mempengaruhi kepuasan konsumen Purwokerto pada pembelian melalui toko online. | This research is a survey of online shop Purwokerto consumer. The title of this study is “analysis factor that influence Purwokerto consumer’s satisfaction on online shop purchasing”. The purpose of this study are to analyze : (1) factors that influence Purwokerto consumer’s satisfaction on online shopping, (2) which factor that have the biggest influence on consumer satisfaction on online shopping. The population in this study online consumer in Purwokerto who already making online shop purchasing more than twice. The respondents of this study are 140 repondents. Purposive sampling and convenience sampling used in the determining the respondents. The result of this research are : (1) there are 12 factors that influence consumers to do online shopping which are : the superiority of online shop, reference, product, experience, trend, online shop owner, profession, price, spend money, interest, purchasing power, and education. (2) the superiority of online shop, trend and price are the biggest factors influence Purwokerto consumer’s satisfactionon online shop purchasing. | |
| 11414 | 4341 | F1F007040 | THE EXTROVERTNESS OF DAISY MILLER IN HENRY JAMES’ NOVELLA DAISY MILLER | Penelitian yang berjudul “The Extroverness of Daisy Miller in the Henry James’ novella Daisy Miller”.bertujuan untuk mengidentifikasi karakter dan sifat-sifat seseorang yang extrovert. Sumber data utama adalah novella Daisy Miller karya Henry James dan sebagai sumber pendukung adalah teori –teori tentang karakter dari seorang extrovert sebagai pengertian dasar. Untuk proses analisis, penelitian ini menggunakan satu langkah yaitu melihat karakteristikdari kepribadian tokoh utamacerita pendek (novella) ini. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan karakter dan karakteristik dari seorang ektrovert untuk dapat mengidentifikasikan karakter Daisy Miller sebagai seorang yang extrovert. Hal ini dapat dilihat dalam kegiatan Daisy Miller baik cara dia berbicara, bertindak ataupun cara menghadapi ataupun menyelesaikan suatu masalah yang rinci beserta kutipan yang ada dalam novel, kemudian mengaitkanya dengan teori. Setelah melakukan penelitian, peneliti menemukan bahwa karakter extrovert Daisy dapat ditunjukan melalui aspek personal dari seorang extrovert. Aspek tersebut meliputi kemampuan dalam bersosialisasi, aktifitas, pengambilan resiko, gegabah, ekspresif, berpikir praktis dan cenderung tidak bertanggung jawab. Hal tersebut ditimbulkan oleh karakter extrovert Dasiy yang selalu mendapatkan kebahagian, kepuasan dan juga energi dari luar dirinya. | This research entitled “The Extrovertness of Daisy Miller in Henry James’ Novella Daisy Milleris purposed to identify characteristic and traits of the extrovert. The main datum isDaisy Miller novella by Henry James and the supporting data are theories of the extrovert and introvert as the basic meaning of Extrovert. This research uses one step to analyze this research that is by observing the characteristic of the main character in this novella. Besides, the researcher uses character and characterization of the extrovert to identify Daisy Miller’s character as an extrovert. This can be seen by observing Daisy Miller’s activity, such as when she converses, acts, or the way she faces or solves the problemsin detail attaches the evidences in the novella, then by elaborating them with the theory. After conducting this research, the researcher concluded that Daisy as an extrovert shows her extrovertness in each personality aspect of extrovert. The personality aspects of extrovert are sociability, activity, risk taking, impulsiveness, expressiveness, practicality and irresponsibility. Those are caused by the extrovert characters of Daisy who always get happiness, gratification, and energy from outside of herself. | |
| 11415 | 4311 | E1A007346 | PERUBAHAN MASA JABATAN PRESIDEN (Studi Terhadap Pasal 7 UUD 1945 Setelah Amandemen) | ABSTRAK Melalui amandemen UUD 1945, dalam beberapa aspek telah dilakukan pembatasan-pembatasan terhadap kekuasaan Presiden, baik melalui pembatasan periode masa jabatan, pembatasan kewenangan, maupun keikutsertaan Presiden dalam pengisian jabatan lembaga-lembaga negara. Berdasarkan perubahan tersebut, maka penelitian ini mengkaji perubahan masa jabatan Presiden berdasarkan Pasal 7 UUD 1945 setelah amandemen. Metode penelitian yang digunakan adalah melalui pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan dengan cara identifikasi kemudian inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan yang terkait dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa berdasarkan UUD 1945 sebelum amandemen, Presiden memegang jabatan selama 5 (lima) tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali. Dalam hal memegang jabatan tersebut tidak ada penegasan atau pembatasan untuk berapa kali seseorang dapat menduduki jabatan presiden. Adapun pengisian jabatan Presiden dilakukan melalui pemilihan oleh MPR dengan suara terbanyak. Namun demikian, dalam praktek, yang dilakukan adalah MPR ”mengangkat” bukan ”memilih”. Berdasarkan UUD 1945 setelah amandemen, Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, untuk satu kali masa jabatan. Pembatasan masa jabatan yang ditentukan secara tegas hanya untuk 2 (dua) kali masa jabatan tersebut dimaksudkan untuk meminimalisasi penyalahgunaan kewenangan. Adapun pengisian jabatan Presiden dilakukan secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. | ABSTRACT By amendment 1945 Constitution, in some aspects it had been done the restrictions to the president authority, whether through the restriction of the period position, the restriction of authority, or the restriction participation of President in the holding the position of state institution. Based on that amendment this research examines the amendment of president period position that based on Article 7 1945 Constitution after amendment. Method of research uses the Statute Approach, with the research specification of analytical descriptive, the material source of law uses the material of primary law and secondary law that collected by the identification then inventory to the ordinance regulation and literary book and it is analyzed by the method of normative qualitative. Based on the result discussion of research, it could be concluded that based on 1945 Constitution before amendment, President held the position for 5 (five) years and subsequently he could be elected again. In holding its position there was no any restriction of statement about how many he can held his position as the president. And the holding of president position was conducted through the election by MPR with the most voices. Thus, in practice it was conducted by MPR “mengangkat/appoint” not “memilih/elect”. Based on the 1945 Constitution after amendment, The president holds the position for five years, and subsequently he can be elected again in the same position for one period position. The restriction of position period that has been determined clearly only for 2 (two) times period position where it means to minimize the misusage of authority. And the holding of President position is conducted directly by public trough the public election. | |
| 11416 | 4361 | E1A006170 | KETERANGAN TERDAKWA DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Tinjauan Yuridis Putusan No: 61/Pid.B/2011/PN.Pwr) | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah keterangan terdakwa dapat dijadikan alat bukti dalam dalam Putusan No. 61/Pid.B2011/PN. Pwr. Selain itu juga ditujukan untuk mengetahui kekuatan alat bukti keterangan terdakwa dalam Putusan No. 61/Pid.B/2011/PN.Pwr. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Melalui hasil penelitian dapat diketahui bahwa keterangan terdakwa dalam pembuktian di persidangan hanya dapat digunakan bagi dirinya sendiri dan tidak memberikan keterangan untuk orang lain karena dalam hal ini terdakwa memberikan keterangan mengenai perbuatan yang ia lakukan, ia alami dan ia ketahui sendiri. Adapun kekuatan pembuktian keterangan terdakwa sebagai alat bukti dalam pemeriksaan di persidangan yaitu bebas, harus memenuhi batas minimum pembuktian, serta harus ada keyakinan hakim bahwa terdakwalah yang telah melakukan tindak pidana yang telah didakwakan kepadanya. Bebas artinya hakim tidak terikat pada nilai kekuatan yang terdapat pada alat bukti keterangan terdakwa untuk menilai kebenaran yang terkandung di dalamnya. Hakim dapat menerima atau menyingkirkannya sebagai alat bukti dengan jalan mengemukakan alasan-alasannya. Harus memenuhi batas minimum pembuktian, artinya keterangan terdakwa saja tidak cukup untuk membuktikan ia bersalah melakukan perbuatan yang didakwakan padanya, melainkan harus disertai dengan alat bukti yang lain. Harus memenuhi asas keyakinan hakim artinya sekalipun kesalahan terdakwa telah terbukti sesuai dengan asas batas minimum pembuktian, masih harus ditambah lagi dengan “keyakinan hakim”, bahwa memang terdakwa yang bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya. | The research was conducted in order to determine whether the defendant's statements could be used as evidence in the Decision No.. 61/Pid.B2011/PN. Pwr. It also aimed to determine the strength evidence the defendant’s statements in the Decision No.. 61/Pid.B/2011/PN.Pwr. To achieve this goal then peneletian performed using normative juridical approach. Secondary data are collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of data text narrative. Through the results of this research note that the defendant’s statements in the proof at the trial can be used only for himself and did not provide testimony to others because in this case the defendant gave a testimony of the act he was doing, he experienced, and he knew himself. The power proving of the defendant’s statements as evidence in the court examination is free, must meet the minimum threshold of evidence, and there must be a conviction judge that the defendant has committed a criminal which has indicted for himself. Free means that the judge is not bound by the value of the power contained in the defendant's statements evidence to assess the truth contained therein. The judge may accept or get rid of it as evidence with the reasons put forward. Must meet the minimum threshold of proof, that means the defendant’s statement alone is not enough for to prove he was guilty of the acts indicted to him, but must be accompanied by other evidence. Must comply with the principle of the judge conviction means despite errors the defendant has proven in accordance with the principle of the minimum evidence, remains to be further coupled with the "judge conviction" that the defendant is guilty of a crime that indicted him. | |
| 11417 | 4377 | E1A007296 | KEWENANGAN IZIN PENJUALAN MINUMAN KERAS DI KABUPATEN BANYUMAS | Dalam Hukum Administrasi Negara ada sebuah instrument yuridis berupa ketetapan. Salah satu bentuk ketetapan adalah perizinan. Dalam hal disini perizinan yang akan dibahas adalah mengenai izin penjualan minuman keras di Kabupaten Banyumas, sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas NOmor 13 tahun 2001. Kabupaten Banyumas adalah daerah otonom, daerah otonom memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurusu daerahnya sendiri. Sumber kewenangan bagi pemerintah adalah peraturan perundang-undangan. Seacara teorotik sumber kewenangan pemrintah dibagi menjadi tiga yaitu atribusi, delegasi, mandat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kewenangan siapakah izin penjualan minuman keras di kabupaten Banyumas dan hambatan normatif yang terjadi pada izin penjualan minuman keras di Kabupaten banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normtif, dengan metode pendekatan berdasarkan undang-undang. Setelah dilakukan penelitian, dan dikaitkan dengan teori kewenangan dalam Hukum Administrasi Negara, maka proses perizinan minuman keras di Kabupaten Banyumas masuk dalam kewenangan Delegasi, karena kewenangan di berikan oleh Bupati Banyumas kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Banyumas. Penerbitan izin penjualan minuman keras di Kabupaten Banyumas adalah Peraturan Bupati Nomor 10 tahun 2010, tentang pendelegasian Bupati kepada Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Banyumas. Bupati Banyumas mendelegasikan wewenang untuk penandatangan perizinan kepada Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Banyumas. Tempat penjualan minuman keras harus memiliki IUP (Izin Usaha Perdangan) dan atau IUPMB (Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol) yang di terbitkan oleh BPMPP (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizian) Kabupaten Banyumas. Hamabatan normatif dari izin penjualan minuman keras di Kabupaten Banyumas adalah kurang ketatnya sanksi pidana yang di berikan pada pelaku pelanggaran peraturan, sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi pelakunya sebagaimana diatur dalam pasal 8 Peraturan Daerah Kabupatebn Banyumas Nomor 13 tahun 2001 tentang Peredaran Minuman Keras di Kabupaten Banyumas. | In the State Administration Law was a legal instrument in the form of statutes. One form is the licensing provisions. In terms of licensing to be discussed here is the liquor sales license in Banyumas, in accordance with Regulation No. 13 Banyumas regency in 2001. Banyumas is an autonomous region, autonomous regions have the authority to regulate and mengurusu own regions. Source of authority for the government legislation. Seacara teorotik pemrintah source of authority is divided into three attribution, delegation, mandate. The study was conducted to determine whom the authority permit liquor sales in Banyumas district and normative constraints that occur on liquor sales license in Banyumas regency. The research method used is the juridical normtif, the approach based on the law. After doing research, and theory associated with the authority of the State Administration Law, the liquor licensing process in Banyumas in the delegation of authority, because authority is given by the Regent of Banyumas to Head of Investment and Licensing Services Banyumas. Issuance of a liquor sales license in Banyumas is the decree No. 10 of 2010, concerning delegation of Regents to Head of Investment and Licensing Services Banyumas. Banyumas Regent delegate signing authority for licensing the Head of Investment and Licensing Services Banyumas. The sale of liquor should have IUP (Business License trade) and or IUPMB (Alcoholic Beverage Permit Trade) which was published by BPMPP (Board of Investment and Ministry Perizian) Banyumas. Hamabatan normative from liquor sales license in Banyumas is less stringent sanction given in the rule violators, so no deterrent for the perpetrators as stipulated in Article 8 Kabupatebn Banyumas Regional Regulation No. 13 of 2001 on Liquor Circulation in Banyumas . | |
| 11418 | 4343 | H1D008070 | Analisis Perkuatan Geotekstil Untuk Embankment Jalan Raya Di Atas Tanah Lunak Dengan SLOPE-W versi 2007 ( Studi Kasus pada Jalan Raya Kendal Kaliwungu, Semarang ) | Di daerah Kendal, tepatnya Jalan Pantura yang akan menjadi penghubung Kendal dengan Semarang telah dibangun jalan di atas tanah lempung lunak. Tanah lempung lunak adalah salah satu jenis tanah dengan karakteristik yang kurang menguntungkan untuk mendukung beban konstruksi diatasnya. Hal ini terjadi juga pada jalan Pantura. Pemampatan konsolidasi yang tinggi baik untuk jangka pendek maupun lama adalah masalah yang timbul dalam masa konstruksi. Besarnya pemampatan tanah akibat proses konsolidasi mengakibatkan jalan menjadi cepat rusak sebelum umur rencana selesai. Kerusakan yang terjadi pada jalan raya Pantura ini antara lain jalan retak dan ambles. Penelitian ditinjau untuk mengetahui nilai SF embankment sebelum diberi perkuatan dan setelah diberi perkuatan geotekstil. Dimana tanah dasar dibagi menjadi 5 lapisan embankment dibagi menjadi 8 lapisan. Perhitungan nilai SF dilakukan dengan mengguanakan program bantu Slope/W dari Geo-Slope dengan metode Morgenstern-Price, Janbu, Bishop dan Ordinary. Penelitian dilakukan dengan membagi tanah dasar menjadi 5 lapisan dan embankment menjadi 8 lapisan. Hasil dari penelitian menunjukkan sebelum diberi perkutan pada metode Morgenstern-Price, Janbu, Bishop dan Ordinary menghasilkan nilai SF yang aman dari kelongsoran. Pada hasil setelah diberi perkuatan geotekstil nilai SF mengalami kenaikan yang berarti semakin memperkuat embankment. | In the Kendal area, specifically north coast road that will be connecting to Kendal road in Semarang has been built on soft clay. Soft clay soil is one of the characteristics that are less favorable to support construction loads above. It occurs also on the North Coast. Consolidation of the high compression for short and long are the problems that arise during construction. The amount of soil compaction due to the consolidation process resulted in a rapid deterioration before the age of the plan is completed. The damage on this north coast highway including road cracks and subsidence. The studies reviewed to determine the SF embankment before and after being given a reinforcement geotextile reinforcement. Where the land is divided into 5 layers embankment is divided into 8 layers. Calculations performed by using the SF values program aids Slope/W of Geo-Slope Morgenstern-Price method, Janbu, Bishop and the Ordinary. The study was conducted by dividing the land into 5 layers of foundation and embankment to 8 layers. Results from the study showed before given percutaneous Morgenstern-Price method, Janbu, Bishop and Ordinary produce the SF is safe from catastrophic landslide. In the results after being given the SF geotextile reinforcement sustained increase reinforced embankment. PENDAHULUAN Konstruksi teknik sipil selalu berhubungan dengan tanah, baik struktur jalan raya, gedung, maupun struktur bangunan air. Tanah sangat penting untuk diperhatikan dalam pekerjaan teknik sipil agar tercapai suatu kestabilan tanah sebagai pendukung kekuatan struktur. Tidak semua jenis tanah layak untuk dijadikan sebagai dasar tempat berdirinya suatu struktur bangunan, hal itu disebabkan karena jenis tanah, keadaan geografis, maupun sifat fisis tanah. Dalam sistem klasifikasi, tanah dikelompokan kedalam tanah berbutir kasar dan tanah berbutir halus. Tanah berbutir halus ada dua jenis yaitu tanah lempung (kohesif) dan lanau (non-kohesif). Di daerah Kendal, tepatnya Jalan Pantura yang akan menjadi penghubung Kendal dengan Semarang telah dibangun jalan di atas tanah lempung lunak. Tanah lempung lunak adalah salah satu jenis tanah dengan karakteristik yang kurang menguntungkan untuk mendukung beban konstruksi diatasnya. Hal ini terjadi juga pada jalan Pantura. Pemampatan konsolidasi yang tinggi baik untuk jangka pendek maupun lama adalah masalah yang timbul dalam masa konstruksi. Besarnya pemampatan tanah akibat proses konsolidasi mengakibatkan jalan menjadi cepat rusak sebelum umur rencana selesai. Kerusakan yang terjadi pada jalan raya Pantura ini antara lain jalan retak dan ambles. Untuk mengatasi kondisi tersebut Balai Geoteknik Jalan melakukan perbaikan dengan membangun embankment diatas tanah lunak. Pada penelitian saya ini dilakukan perbaikan tanah lempung lunak dengan penambahan goetekstil sebelum dibangun embankment. Dengan perkuatan satu lapis geotekstil diharapkan akan memberikan tanah lempung lunak mampu memberikan faktor aman atau safety factor yang lebih tinggi dari sebelumnya. Untuk mengetahui kekuatan mengenai pengaruh penambahan perkuatan menggunakan geotekstil terhadap kestabilan embankment di atas tanah lunak, peneliti menggunakan bantuan software Slope/W versi 2007. | |
| 11419 | 4346 | F1F007025 | THE PORTRAYAL OF 1950s ARKANSAS RURAL LIFE IN JOHN GRISHAM’S A PAINTED HOUSE | Penelitian yang berjudul “The Portrayal of 1950s Arkansas Rural Life In John Grisham’s A Painted House” bertujuan untuk mencari tahu bagaimana pengarang menggambarkan kehidupan di pedalaman Arkansas pada tahun 1950an dalam novel berjudul A Painted House karya John Grisham. Dalam penelitian ini, pendekatan mimetic, dan sosiologi sastra digunakan untuk menganalisis novel tersebut. Selanjutnya, data tersebut dianalisis melalui seting di dalam novel yang terdiri dari waktu, lingkungan fisik dan sosial. Kemudian, analisis seting tersebut menunjukan bahwa kehidupan di pedalaman Arkansas pada tahun 1950an digambarkan di dalam novel A Painted House. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa pengarang menggambarkan kehidupan masyarakat di pedalaman Arkansas pada tahun 1950an melalui segi ekonomi, agama dan sosial. Pengarang menggambarkan bahwa masyarakat tersebut hidup sederhana dengan menjadi petani kapas sebagai penghasilan utama mereka yang tidak hanya mempengaruhi kehidupan ekonomi mereka, tetapi juga kehidupan sosialnya karena kelas sosial mereka terbagi menjadi pemilik, penyewa dan bagi hasil. Di samping itu, mereka adalah pemeluk agama Kristen, Baptist dan Methodist, yang memiliki hubungan yang dekat. | The research entitled “The Portrayal of 1950s Arkansas Rural Life In John Grisham’s A Painted House” is aimed to find out how the author portrays 1950s Arkansas rural life in John Grisham’s A Painted House. In this research, mimetic approach, and sociology of literature are applied to analyze the novel. Furthermore, the data are analyzed through the novel’s setting that consists of time, physical and social environment. Then, the setting analysis presents that 1950s Arkansas rural life is portrayed in the novel A Painted House. The findings show that the author portrayed 1950s Arkansas rural people’s life through their economic, religious and social aspects. The author described that they lived a simple life with cotton farming as their main occupation which did not only influence their economic life but also social life since their social class was divided into owner, renter and sharecropper. In addition, they were Christian believers, Baptist and Methodist, who had intimate relationship. | |
| 11420 | 4114 | C1B008112 | Analisis Pengaruh Brand Community Trust, Brand Community Affect, Brand Community Characteristics terhadap Brand Loyalty melalui Brand Community Cmmitment (studi kasus pada komunitas online id-blackberry). | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Brand Community Trust, Brand Community Affect, Brand Community Characteristics Terhadap Brand Loyalty melalui Brand Community Commitment Pada Komunitas Online id-blackberry”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Brand Community Trust, Brand Community Affect, Brand Community Characteristics terhadap Brand Loyalty melalui Brand Community Commitment pada anggota komunitas di id-blackberry. Subyek dalam penelitian ini adalah anggota komunitas id-blackberry. Sedangkan untuk obyeknya adalah Brand Community Trust, Brand Community Affect, Brand Community Characteristics terhadap Brand Loyalty melalui Brand Community Commitment. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan alat analisis berupa Structural Equation Modelling (SEM) dengan software AMOS 16.0, menunjukkan bahwa 2 dari 9 hipotesis tidak memiliki pengaruh positif, yaitu Quality of System dan Reward For Activities. Sedangkan sisanya berpengaruh positif terhadap Brand Loyalty. Implikasi penelitan dari kesimpulan di atas menunjukkan, sebaiknya moderator memberikan reward terhadap anggota yang selalu berpartisipasi aktif dalam setiap diskusi yang dilakukan oleh komunitas tersebut sehingga anggota akan terus meramaikan setiap kegiatan yang dilakukan komunitas dan merasa puas bergabung dengan komunitas tersebut. Selain itu pihak moderator id-bb sebaiknya mencari informasi lebih mendalam kepada pihak Yahoo apabila sedang mengalami gangguan sehingga anggota tidak terganggu dalam mengakses informasi baru yang ada di komunitas. | Research title is “The Effects of Brand Community Trust, Brand Community Affect, Brand Community Characteristics Toward Brand Loyalty Through Brand Community Commitment on Online Community id-blackberry”. Research aim is to analyze brand community trust, brand community affect, brand community characteristics toward brand loyalty through brand community commitment on members of online community id-blackberry. Research subjects are members of online community id-blackberry. Meanwhile for its objects are brand community trust, brand community affect, brand community characteristics, brand loyalty, brand community commitment. According to research’s result and data analysis which using Strucutral Equation Modelling (SEM) as tool analysis and AMOS 16.0 as software, shown 2 from 9 hypotheses that analyzed have no positive effects, those results are Quality of System and Reward For Activities. The other hypotheses have positive effects. Research implications from above are, moderator id-blackberry giving a reward for members who always active participation in every discussion on that community. So that, members will participate in every event and members will have satisfaction on id-blackberry. The other implication is moderator should be searching for deep information about Yahoo if have a trouble. So, members can access new information on id-blackberry. |