Artikelilmiahs
Menampilkan 11.401-11.420 dari 49.005 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11401 | 4332 | F1A007069 | Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Seks Remaja Di Purwokerto | Pengaruh globalisasi seperti internet disaat pengaruh budaya barat masuk dengan mudah dan bebas tanpa adanya saring atau filter terlebih dahulu. Mengingat derasnya budaya negatif barat dan era globalisasi yang mendorong semakin gencarnya prilaku penyimpangan seksual pada remaja, maka pendidikan seks bagi remaja dalam arti pengetahuan kesehatan reproduksi dan persoalan seksualitas merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut. Hal-hal buruk itu seperti hamil diluar nikah, pergaulan bebas atau free sex, ciuman di tempat umum dan pacaran yang tidak wajar atau tidak sehat telebih lagi pacaran yang menyimpang seperti pasangan homo atau gay maupun pasangan lesbian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran keluarga khususnya orang tua dalam pendidikan seks remaja di Purwokerto, dimana perkembangan pergaulan remaja sekarang ini cenderung ke pergaulan bebas seperti seks bebas, ciuman ditempat umum, dan pacaran yang menyimpang, yang dapat merugikan bagi orang tua dan remaja itu sendiri.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Sasaran penelitian dalam penelitian ini yaitu orang tua yang memiliki remaja usia 12-24 tahun dan remaja itu sendiri. Adapun teknik pengambilan sample yaitu purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak sembilan orang. Penelitian ini menggunakan model analisis interaktif sebagai metode analisis data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sebagian besar orang tua sudah mengajarkan pendidikan seks terhadap anaknya, pendidikan seks diajarkan kepada anaknya pada saat anak tersebut sudah mulai akil baligh ataupun sudah masuk usia remaja. Dari pihak sekolah juga berperan dalam pendidikan seks. Selain itu pendapat tentang pacaran cukup berbeda-beda dari yang memperbolehkan maupun yang tidak memperbolehkan. | The influence of globalization such as Internet when the effect of Western culture were accepted easily and free without filtration. Remember of much negative culture from western and globalization era that push people do deviant behavior such as sexual deviance at the teenager, so sex education for teenager in the sense of knowledge about reproduction Health and problem of sexuality becomes the one of alternative to solve that problem. Some problem such as pregnant before mariage, promiscuity or free sex, kissing at a public place and unsual dating moreover homo couple such as gay or lesbian. This research intend to know how the role of family for particularly the role of parent about sex education for teenager in Purwokerto, wherein the development of teen promiscuity tend to free sex, kissing in a public place, and unusual relationship, which could give bad impact toward parent and the teenager itselfs.The method used in this research is Qualitative. The aim of the research is parent who has teenager in 12-24 age and the teenager itselfs. Then for sampling technique is using purposive sampling with 9 sources. This research is using interactive model as the method of data analysis.The result of the research shows that almost of the parent have educated sex education toward their children, the sex educational was given when the children experienced puberty or became teenager. Ten school also take a role in sex educational. In other hand the opinion of relation is various such as there are some who lets their children to have relation and the other not. | |
| 11402 | 4333 | H1F008028 | GEOLOGI DAN STUDI KUALITAS BATUGAMPING SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN DI DAERAH KUARI IX, PULAU NUSAKAMBANGAN KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH | ABSTRAK Daerah penelitian merupakan daerah eksplorasi PT. Holcim Indonesia Tbk, yang berada di kuari IX. Tepatnya di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Geomorfologi terdiri dari, Satuan Perbukitan Karst Bisikan, dan Satuan Morfologi Zona Tambang. Terdapat dua satuan batuan tidak resmi berturut dari tua ke muda, yaitu satuan Batugamping Bioklastik dan satuan Batugamping Dolomitan yang disetarakan dengan Formasi Kalipucang. Satuan tersebut berturut-turut terbentuk pada Miosen Tengah. Satuan Batugamping Bioklastik memiliki kandungan fosil: ganggang merah, Nummulites, moluska (Chepalopoda, Gastropoda), crinoid, koral dan Lepidocyclina dengan fasies Reef Core. Satuan Batugamping Dolomitan kandungan memiliki kandungan fosil: ganggang merah, Rhodolith dan Milliolid dengan fasies Back Reef Lagoon. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian adalah Sesar Geser Menganan yang diperkirakan. Hasil analisis XRF menunjukkan kandungan CaO dan MgO yang berbeda antara Satuan Batugamping Bioklastik dan Satuan Batugamping Dolomitan. Tingginya kandungan MgO pada lingkungan Back-Reef Lagoon menunjukkan pengaruh suplai MgO dari daratan melalui influks air tawar/air meteorik. Dari hasil analisis kalsimetri dan analisis XRF dapat ditarik kesimpulan bahwa Satuan Batugamping Bioklastik memiliki kualitas yang baik sebagai bahan baku semen dibandingkan dengan Satuan Batugamping Dolomitan. Kata Kunci: kualitas Batugamping, semen, Kuari IX, Pulau Nusakambangan, Indonesia. | ABSTRACT The research area is an area of exploration PT. Holcim Indonesia Tbk, where located in Quarry IX, Nusakambangan Island, Cilacap District, Central Java Province. Geomorphology in the study area consists of two units namely, Bisikan Karst Hills and Morphology Mine Zone. There are two consecutive unofficial lithologies from old to young, Bioclastic Limestone and Dolomitic Limestone are synchronized with Kalipucang Formation in Middle Miocene. Bioclastic Limestone fossils contains: red algae, Nummulites, mollusks (Chepalopoda, Gastropoda), crinoids, corals and Lepidocyclina with Reef Core facies. Dolomitan Limestone fossils contains: red algae, Rhodolith and Milliolid with facies Back Reef Lagoon. Geological structures that developed in the study area is expected Right Slip Fault. The results of XRF analysis showed CaO and MgO have different content between Bioclastic Limestone and Dolomitic Limestone. The high content of MgO in Reef Back Lagoon showed the influence of land supply through the influx of fresh water/meteoric water. Information from these limestones suggests that since Middle Miocene the northern part of the of Nusakambangan Island already a lagoon environment with the influx of rivers carrying MgO content. From kalsimetri analysis and XRF analysis showed Bioclastic Limestone are more good for raw material of cement than Dolomitic Limestone. | |
| 11403 | 4334 | D1E009084 | PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT (Curcuma domestica Val) DAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) DALAM PAKAN TERHADAP KOLESTEROL DARAH DAN KOLESTEROL DAGING BROILER | Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penambahan tepung kunyit dan sambiloto dalam ransum pengaruhnya terhadap kadar kolesterol darah dan kadar kolesterol daging ayam broiler yang dipelihara sampai umur 35 hari. Materi yang digukanan adalah ayam broiler umur 1 hari (DOC) strain MultiBreeder 202 Platinum sebanyak 80 ekor.Percobaan dilakukan menggunakan metode eksferimental in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 4 macam yaitu setiap perlakuan di ulang 5 kali dan setiap ulangan berisi 4 ekor ayam. R0 = Ransum Basal, R1= Ransum Basal + 0,5% kunyit + 0,5% sambiloto, R2= Ransum Basal + 1% kunyit + 1% sambiloto, R3= Ransum Basal +1,5% kunyit + 1,5% sambiloto. Peubah yang diamati adalah kadar kolesterol darah dan kadar kolesterol daging. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan kunyit dan sambiloto berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap penurunan kadar kolesterol darah, dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap penurunan kadar kolesterol daging. Rataan kolesterol darah yaitu R0 =119,00 mg/dl +13,70, R1 =135,80 mg/dl ±26,23, R2 =125,00 mg/dl ±25,50, R3 =144,00 ±29,27. Rataan kolesterol daging yaitu R0 =257,73 mg/100gr +6,29, R1 =258,92 mg/100gr ±2,63, R2 =251,06 mg/100gr ±6,06, R3 =253,05 ±2,76. Kesimpulan bahwa pakan dengan tambahan tepung kunyit (Curcuma domestica Val) dan sambiloto (Andrographis paniculata Nees) sampai level 1,5% belum mampu menurunkan kolesterol darah dan daging ayam broiler. | This research aims to evaluate the addition of flour turmeric and sambiloto in rations have on blood cholesterol levels and levels of meat cholesterol broiler chicken that which is preserved until age of 35 days. The used materials were 1-day-old Multi Platinum 202 strain broiler chickens (DOC) as many as 80 birds. The experiment was performed using eksferimental method by in vivo with completely randomized design (CRD). The treatments consiststed of 4 kinds of rations, each treatment was repeated 5 times and each replication contained 4 chickens. R0 = Basal feed, R1 = Basal feed + 0,5% turmeric + 0,5% Sambiloto, R2 = Basal feed + 1% turmeric + 1% sambiloto, R3 = Bsal feed + 1,5% turmeric + 1,5% sambiloto. The variables measured were the cholesterol level of blood and cholesterol level of meat. The results of analysis of variance showed that The addition of turmeric and sambiloto did not significantly (P>0.05) affected the cholesterol-lowering effect of blood and was not significantly (P>0.05) affected the cholesterol-lowering effect of meat. The mean cholesterol levels of blood were R0 = 119,00 mg/dl +13,70, R1 = 135,80 mg/dl ±26,23, R2 = 125,00 mg/dl ±25,50, R3 = 144,00 ±29,27. The mean cholesterol levels of meat R0 =257,73 mg/100gr +6,29, R1 =258,92 mg/100gr ±2,63, R2 =251,06 mg/100gr ±6,06, R3 =253,05 ±2,76. The conclusion that the feed with additional of turmeric (Curcuma domestica Val) and sambiloto (Andrographis paniculata Nees) flour to level of 1.5% not able to lower blood cholesterol levels and levels of broiler meat. | |
| 11404 | 4335 | A1H008023 | Pengaruh Suhu Proses Terhadap Karakteristik Kerupuk Ketela pada Penggorengan dengan Pasir, Kerikil dan Minyak Goreng | Penggorengan kerupuk ketela umumnya dilakukan dengan menggunakan minyak goreng. Penggunaan suhu dan media penghantar panas yang berbeda diduga akan mempengaruhi karakteristik dari kerupuk ketela goreng. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui pengaruh suhu proses terhadap volume pengembangan dan kerenyahan kerupuk ketela dengan media penghantar panas yang berbeda. (2) Mengetahui suhu optimal yang dapat digunakan pada proses penggorengan kerupuk ketela. (3) Mengetahui penurunan kadar air dan jumlah minyak yang diserap selama proses penggorengan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor yaitu media penghantar panas yaitu minyak goreng, pasir Ø 1-2 mm dan kerikil Ø 3-4 mm; dan suhu penggorengan yaitu 180°C, 190°C dan 200°C. Hasil penelitian diketahui bahwa kerupuk ketela akan mengembang secara maksimal pada suhu 190°C untuk masing-masing media penghantar panas. Kerupuk ketela yang digoreng dengan minyak lebih renyah dibandingkan kerupuk goreng pasir dan kerikil. Laju penurunan kadar air pada suhu 200 °C lebih cepat dibandingkan dengan proses penggorengan pada suhu 180 °C dan 190 °C. Penyerapan minyak selama proses penggorengan kerupuk ketela pada suhu 180 °C, 190 °C dan 200 °C adalah 17,16%; 18,78% dan 22,42%. | Frying of cassava crackers are usually use by vegetable oil. Using of temperature and different media can effect the characteristics of fried cassava crackers. The purpose of this research are: (1) Determine the effect of temperature on the volume expansion and crispness of cassava crackers with the different of heat transfer media. (2) Knowing the optimal temperature that can be used in the frying process cassava crackers. (3) Knowing the water content decreased and the amount of oil absorbed during the frying process. The research used Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors: the heat transfer medium are vegetable oil, sand Ø 1-2 mm and gravel Ø 3-4 mm, and frying temperature are 180 °C, 190 °C and 200 °C. The results show that the maximum expand of cassava crackers at 190 °C for each of the heat transfer medium. Cassava chips fried with oil is more crispy than the crackers fried sand and gravel. The rate of decrease in water content at a temperature of 200 °C is faster than the frying at a temperature of 180 °C and 190 °C. The absorption of oil during the frying process cassava crackers at 180 °C, 190 °C and 200 °C were 17.16%, 18.78% and 22.42%. | |
| 11405 | 4336 | D1E008047 | Kajian Viskositas dan Berat Jenis Susu Kambing Peranakan Etawa (PE) pada Awal, Puncak dan Akhir Laktasi | Kajian viskositas dan berat jenis susu kambing peranakan etawa (PE) pada awal, puncak dan akhir laktasi. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 5 Mei sampai 25 September 2012, di Kelompok Peternakan Kambing Perah Mendani di Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Experimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Peternakan Bapak Mukhlis di Kelurahan Bobosan Purwokerto, Koperasi PESAT dan Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian bertujuan untuk mengkaji viskositas dan berat jenis susu kambing PE pada awal, puncak dan akhir laktasi. Manfaat penelitian sebagai informasi peneliti susu kambing PE pada awal, puncak dan akhir laktasi ditinjau dari viskositas dan berat jenis (BJ). Penelitian menggunakan metode survei dengan melakukan pengujian terhadap susu kambing segar (awal, puncak dan akhir laktasi) yang diamati. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan adalah waktu pengambilan sampel (awal, puncak dan akhir laktasi) susu dengan ulangan 9 ekor ternak kambing PE. Hasil analisis statistika kualitas susu kambing selama satu masa laktasi ditinjau dari viskositas dan berat jenis tidak berpengaruh secara nyata (P > 0,05). Nilai viskositas L1 (2,022), L2 (1,761) dan L3 (1,933). dan berat jenis yaitu L1 (1,02909), L2 (1,02898) dan L3 (1,02835). Dilihat dari nilai rataan viskositas dan berat jenis masing-masing ternyata sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) tahun 1998. Disarankan sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahuai kualitas susu kambing pada awal, puncak dan akhir laktasi. | Study of viscosity and density of milk peranakan etawa (PE) at the beginning, peak and end of lactation periods. The research was held from May 5 to 25 September 2012, at Mendani Dairy Goat farm Dukuhturi Mendani Tegal, Experimental Farm Faculty of Animal Science University Jenderal Soedirman, Mukhlis, farm in Bobosan, PESAT Cooperative and Laboratory of on Food Science Technology (ITP), Faculty Agricultural Jenderal Soedirman University. Research aimed to examine the viscosity and density of goat milk in the beginning, peak and end lactation period. The data could be used as further research as an information about goat milk at the beginning, peak and end of lactation period in terms of viscosity and specific gravity (BJ). The research using survey method with goat milk in the beginning, peak and end lactation period. The research design used a completely randomized design with 3 treatments. The treatment was period of lactation (beginning, peak and end) each treatment was 9 replicates (9 goats). The results of statistical analysis of quality goat milk during lactation period in terms of viscosity and specific gravity showed now significant effect (P> 0.05). Viscosity of L1 (2.022), L2 (1.761) and L3 (1.933). Density of L1 (1.02909), L2 (1.02898) and L3 (1.02835). The average value of viscosity and density of goat milk were met with the Indonesian National Standard (SNI) 1998. It is suggested that further research should be done to know the quality of goat milk at the beginning, peak and end of lactation period. | |
| 11406 | 4427 | A1C008075 | ANALISIS SUPPLY CHAIN JAMBU BIJI GETAS MERAH DI KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN KENDAL | Tanaman hortikultura yang diharapkan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa salah satunya adalah jambu biji. Kecamatan Sukorejo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kendal yang memproduksi jambu biji getas merah dengan luas lahan mencapai 73,58 ha dan produksi sebesar 2207 ton pada tahun 2011. Namun harga yang berfluktuatif sangat merugikan petani, terlebih lagi karakteristik jambu biji getas merah bersifat bulky dan mudah rusak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola dan aktivitas yang dilakukan oleh anggota supply chain, serta menganalisis tingkat perubahan permintaan yang diakibatkan perubahan harga jambu biji getas merah didalam supply chain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskripsi dan elastisitas permintaan. Hasil penelitian menunjukkan anggota dalam supply chain jambu biji getas merah di Kecamatan Sukorejo adalah petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang antar kota, pedagang pengecer, dan agro industri dengan masing-masing anggota melakukan aktivitas yang berbeda dalam proses supply chain. Berdasarkan analisis elastisitas permintaan, nilai elastisitas permintaan pada jambu biji getas merah pada pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang antar kota, dan pedagang pengecer bernilai lebih dari 1 atau permintaan elastis. Pada agro industri nilai elastisitas adalah sebesar 0,00 atau permintaan inelastisitas sempurna. | Horticultural crops are expected to provide the maximum benefit for the improvement of rural welfare one is guava. Sub Sukorejo is one of the districts in Kendal which produces red guava brittle with a land area of 73.58 ha and reaching a production of 2207 tonnes in 2011. However, prices fluctuate greatly detrimental to farmers, especially red brittle characteristics of guava are bulky and easily damaged. The purpose of this study was to examine the pattern and the activities conducted by members of the supply chain, and analyze the rate of change in demand caused by changes in the price of red guava brittle at the consumer level. The research method used was a survey method. The analysis tools is the description and analysis of the elasticity of demand. Results showed members of the supply chain guava red brittle Sukorejo district are farmers, traders, wholesalers, traders across the city, retailers and agro industry with each member doing different activities in the supply chain process. Based on the analysis of the elasticity of demand, elasticity of demand on the brittle red guava traders, wholesalers, traders across the city, and the retailer worth more than 1 or demand is elastic. In the agro-industrial value of 0.00 or elasticity is perfect inelastisitas demand. | |
| 11407 | 4448 | E1A007388 | IZIN POLIGAMI BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 45 TAHUN 1990 DI KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Izin Poligami Bagi Pegawai Negeri Sipil Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui izin Pegawai Negeri Sipil yang akan beristeri lebih dari seorang dan untuk mengetahui akibat hukum dari Pegawai Negeri Sipil yang beristeri lebih dari seorang. Pegawai Negeri Sipil sebagai unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat haruslah menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam tingkah laku, tindakan dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kehidupan Pegawai Negeri Sipil harus ditunjang oleh kehidupan berkeluarga yang serasi sehingga setiap Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya tidak akan banyak terganggu oleh masalah-masalah dalam keluarga, misalnya permasalahan dalam perkawinan poligami. Pegawai Negeri sipil yang akan beristeri lebih dari seorang diatur didalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah tersebut berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.Petunjuk pelaksana dalam hal izin beristeri lebih dari seorang bagi Pegawai Negeri Sipil adalah Surat Edaran Kepala Badan Admiistrasi Negara Nomor 48/SE/1990. Adapun Surat Edaran Kepala Badan Administrasi Negara Nomor 8/SE/1983 masih berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990. Pegawai Negeri Sipil yang melanggar ketentuan di dalam Peraturan Pemerintah Nomo 45 Tahun 1990 akan dikenakan sanksi berupa hukuman disiplin berat yang terdapat di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kata kunci : Izin, Poligami, Pegawai Negeri Sipil. | ABSTRACT Tie research entitled “The Polygamy Permit For Civil Servant According To Government Regulations No. 45 Year 1990 in Banyumas". The purpose of this study was to determine the permit of Civil Servant which is will have polygamy and to know the legal consequences of civil servants who have more than one wife. The Civil Servant as an element of state officials, civil servants and public servants should be good role models for the community in behavior, actions and compliance with laws and regulations. Civil life should be supported by a harmonious family life so that every civil servant in carrying out their duties will not be much bothered by the problems in the family, such as problems in polygamous marriages. Civil Servant which is will have polygamy was regulated in Government Regulation No. 45 Year 1990 on Amendment to Government Regulation No. 10 Year 1983 on the Licensed Marriage and Divorce for Civil Servants. Government regulations are valid as long as not contrary to the Act No. 1 of 1974 on Marriage. Executing instructions in the event of more than one wives permission for Civil Servants is the Circular Letter of the Head of the State Administration number 48/SE/1990. The Circular Letter of the Head of the State Administration number 8/SE/1983 is still valid as long as not contrary to the provisions of Government Regulation No. 45 Year 1990. Civil servants who violate the provisions of the Government Regulation Number 45 Year 1990 will be subject to penalty in the form severe disciplinary contained in the Government Regulation No. 53 of 2010 on Civil Servants Disciplinary Regulations. Keywords: Permits, Polygamy, Civil Servants. | |
| 11408 | 4866 | C1A009099 | Analisis Perbandingan Efisiensi Ekonomis Pembenihan Ikan Gurame dengan Sistem Konvensional dan Sistem Inkubator di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini berjudul “Analisis Perbandingan Efisiensi Ekonomis Pembenihan Ikan Gurame dengan Sistem Konvensional dan Sistem Inkubator di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan perbedaan tingkat pendapatan antara usaha pembenihan ikan gurame dengan menggunakan sistem konvensional dan sistem inkubator di Kabupaten Banyumas. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dan data sekunder. Jumlah responden yang diambil sebanyak 15 unit usaha pembenihan dengan sistem konvensional dan 10 unit usaha pembenihan dengan sistem inkubator. Pengambilan sample dilakukan dengan metode sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah R/C ratio, tabulasi, uji t. Berdasarkan R/C ratio usaha pembenihan dengan sistem konvensional dan usaha pembenihan dengan sistem inkubator sudah menguntungkan. Berdasarkan perhitungan secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan pembenihan ikan gurame dengan menggunakan sistem inkubator dan pendapatan pembenihan ikan gurame dengan menggunakan sistem konvensional. Sementara, berdasarkan nilai R/C rasio yang menunjukkan bahwa nilai R/C sistem inkubator lebih tinggi dibandingkan dengan sistem konvensional dan secara signifikan terdapat perbedaan pendapatan, maka dengan luas lahan yang sama (100m2), pembenihan ikan gurame dengan menggunakan sistem inkubator lebih menguntungkan dibandingkan dengan sistem konvensional di Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini adalah hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan berupa luas kolam dengan penebaran benih yang kurang maksimal menyebabkan pendapatan para pembudidaya pembenihan ikan gurame dengan sistem konvensional lebih rendah bila dibandingkan dengan pembudidaya pembenihan sistem inkubator. Pembudidaya ikan gurame dengan sistem konvensional perlu belajar dan berusaha untuk berpindah pola pembenihan ikan gurame dari sistem konvensional ke sistem inkubator. | This research is titled “Comparative Analysis of Economic Efficiency of carp fish (Oshpronemus gouramy) hatchery with Conventional System Incubator System in Banyumas Regency”. The objectives of the research are to find out the efficiency and the difference of income level between conventional and incubator system in carp fish hatchery business in Banyumas regency. The collected data is primary and secondary data. the respondents are 15 business units of conventional system and 10 business units of incubator system. Sampling method that utilized is sensus method. Data analysis method that utilized are R/C ratio, tabulation and t-test. According to R/C ratio data analysis method that conventional and incubator system in carp fish hatchery business shows gaining profit already. Based upon statistical calculation, there is a difference of income level between conventional and incubator system significantly. While, according to R/C ratio shows that Incubator system gain higher R/C ratio value than conventional system and difference of income level significantly, meaning that by using 100m2 area similarly for both, carp fish hatchery business with incubator system is more profitable than conventional system in Banyumas regency. The implication under the research shows utilizing the area for carp fish hatchery business inefficiently could make the income level of conventional system users would be lesser than incubator system users. The conventional system users need to learn and try to use incubator system for their carp fish hatchery business. | |
| 11409 | 4217 | H1D008039 | PERILAKU STRUKTUR BAJA MOMENT RESISTING FRAME DAN DIAGONAL ECCENTRICALLY BRACED FRAME MENGGUNAKAN SOLIDWORKS 2012 | Indonesia terletak di daerah dengan tingkat aktivitas gempa bumi tinggi, sehingga diperlukan struktur yang dibangun dengan memperhitungkan parameter kegempaan. Konstruksi baja merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai struktur tahan gempa. Secara garis besar ada tiga tipe sistem struktur baja, yaitu: (1) Moment Resisting Frame (MRF), (2) Concentrically Braced Frame (CBF), dan (3) Eccentrically Braced Frame (EBF). Analisis struktur baja tahan gempa memerlukan pemodelan struktur, dan SolidWorks merupakan salah satu perangkat lunak berbasis metode elemen hingga yang dapat digunakan untuk pemodelan struktur. Pada tugas akhir ini dilakukan perbandingan dua sistem struktur baja, yaitu Moment Resisting Frame (MRF) dan Diagonal Eccentrically Braced Frame (D-EBF) menggunakan SolidWorks 2012. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa D-EBF memiliki beban ultimit sebesar 1506,135 kN dan MRF memiliki beban ultimit sebesar 782,102 kN. Distribusi tegangan maksimum D-EBF terjadi pada link, sedangkan distribusi tegangan maksimum MRF terjadi pada kolom bawah dan sambungan balok kolom. D-EBF memiliki kekakuan sebesar 26,483 kN/mm dan MRF memiliki kekakuan sebesar 3,528 kN/mm. D-EBF memiliki daktilitas sebesar 2,822, dan MRF memiliki daktilitas sebesar 6,004. | Indonesia is located in the area with a high level of earthquake activity, so it’s necessary to built the structures by considering seismic parameters. Steel construction is one alternative that can be used as earthquake resistant structures. Generally there are are three types of steel structural systems, ie: (1) Moment Resisting Frame (MRF), (2) Concentrically Braced Frame (CBF), and (3) Eccentrically Braced Frame (EBF). Analysis of earthquake-resistant steel structure requires modeling of structure, and SolidWorks is one of a software based on finite element method that can be used for modeling the structure. Comparison of the two systems of steel structure, which is Moment Resisting Frame (MRF) and Diagonal Eccentrically Braced Frame (D-EBF) using SolidWorks is performed in this final project. From the analysis, it was found that the D-EBF has ultimit loads of 1506.135 kN and MRF has ultimit load of 782.102 kN. Maximum stress distribution of D-EBF occurs in link, while the distribution of the maximum stress occurs in the column under the MRF and beam-column connections. D-EBF has a stiffness of 26.483 kN/mm and MRF has a stiffness of 3,528 kN/mm. But D-EBF has a ductility of 2.822, and MRF has ductility of 6.004. | |
| 11410 | 4337 | E1A007051 | KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI KORBAN DALAM TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor:122/Pid.B/2009/PN.Pwt) | ABSTRAK KEKUATAN PEBUKTIAN SAKSI KORBAN DALAM TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor: 122/Pid.B/2009/PN.Pwt) Oleh : Friska Faullina E1A007051 Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisa alasan saksi korban di hadirkan dalam tindak pidana perkosaan pada Putusan Nomor 122/Pid.B/2009/PN.Pwt. Selain itu juga ditujukan untuk mengetahui dan menganalisa kekuatan alat bukti saksi korban dalam pembuktian terhadap tindak pidana pemerkosaan anak di bawah umur pada Putusan Nomor 122/Pid.B/2009/PN.Pwt. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, Peranan kehadiran saksi korban dalam persidangan tindak pidana perkosaan pada Putusan Nomor 122/Pid.B/2009/PN.Pwt adalah sebagai petunjuk yang dapat digunakan oleh hakim karena petunjuk tersebut memiliki persesuaian dengan alat bukti lain. Saksi korban dihadapkan kepersidangan sangat dibutuhkan guna mengungkap alur peristiwa tindak pidana perkosaan disamping alat bukti lainnya. Keterangan saksi korban FR dan PMS dapat dikategorikan sebagai kualifikasi petunjuk karena korban masih dibawah umur atau kategori anak. Dalam hal ini pada kesaksian tertulis saksi korban tidak melekat pembuktian yang sempurna (volledig bewijs kracht) dan juga tidak melekat di dalamnya sifat kekuatan pembuktian yang mengikat dan menentukan (besliessende bewijs kracht), hal ini karena sifat petunjuk yang memberikan keyakinan bagi hakim. Nilai kekuatan pembuktian kesaksian korban yang merupakan petunjuk tergantung pada penilaian hakim. Hakim bebas untuk menilai kesempurnaan dan kebenarannya tergantung pada penilaian hakim untuk menganggapnya memiliki keterkaitan atau tidak. . Kata kunci: Kekuatan Saksi anak di bawah umur | ABSTRACT VICTIM WITNESS THE POWER OF EVIDENCE IN RAPE CRIME AGAINST MINORS (Judicial Review of the Decision Number: 122/Pid.B/2009/PN.Pwt) By: Friska Faullina E1A007051 The research was conducted with the aim to identify and analyze the reasons in the present witnesses in criminal rape in Decision No.122/Pid.B/2009/PN.Pwt. It also aimed to identify and analyze the strength of the evidence in proving the victims of the offenses of rape minors in Decision No.122/Pid.B/2009/PN.Pwt. To achieve this goal then peneletian performed using normative judicial approach. Secondary data are collected and processed, presented, and analyze qualitatively with the presentation of narative text data. The results suggest that, Role presence of witnesses in the trial of rape crimes in Decision No.122/Pid.B/2009/PN.Pwt is a guide that can be used by a judge because the instructions have a rapprochement with other evidence. Kepersidangan confronted witnesses are needed in order to reveal the flow of events in addition to rape a crime other evidences. Victim witness FR and PMS can be categorized as a qualified guide because the victim was a minor or child category. In this case the affidavit is not attached to the victim witness a perfect proof (Volledig bewijs kracht) and also not inherent in it the nature of the binding strength of evidence and determine (besliessende bewijs kracht), this is due to the nature of the instructions that give confidence to the judge. Proof strength values that are clues to the victim’s testimony depends on the judge’s assessment. The judge to consider are relevant or not. Keywords: Witness Testimony child under year. | |
| 11411 | 4338 | D1E008055 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN DALAM RANSUM SAPI POTONG LOKAL TERHADAP POPULASI PROTOZOA DAN KECERNAAN BAHAN KERING SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun waru terhadap populasi protozoa dan kecernaan bahan kering secara in vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima blok. Sebagai blok adalah periode pengambilan cairan rumen yang berasal dari tiga ekor sapi potong yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH) Mersi, Purwokerto. Perlakuan yang diuji adalah level ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus) dalam konsentrat (mg/kg BK). Level pemberian ekstrak daun waru tersebut adalah 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm masing-masing untuk R₁, R₂, R₃, dan R₄. Imbangan bahan kering pakan komplit yang digunakan terdiri atas 45% jerami padi amoniasi dan 55% konsentrat. Peubah yang diukur adalah Populasi Protozoa dan Kecernaan Bahan Kering. Analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun waru berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap Populasi Protozoa namun tidak berpengaruh (P > 0,05) terhadap Kecernaan Bahan Kering. Peningkatan konsentrasi daun waru (ppm) menyebabkan penurunan Populasi Protozoa secara kuadrater (P < 0,05) dengan populasi protozoa terendah dicapai pada level 96,209 ppm. Rataan produksi VFA yaitu 819200±123179.5 ; 678000±208734.3 ; 580000±198494.3 ; 648000±240977.2 (per ml cairan rumen) dan kecernaan bahan kering (KBK) yaitu 37.78±2.32 ; 36.49±2.40 ; 36.33±2.39 ; 45.68±19.07 (%). Dari hasil tersebut disimpulkan suplementasi ekstrak ethyl acetate daun waru hingga level 150 ppm dapat menurunkan populasi protozoa secara kuadrater dan tidak berpengaruh terhadap peningkatan kecernaan bahan kering. | The aim of this research was to determine level of extract of waru leaf on the production of total VFA and NH₃ in vitro. The research was designed according to randomized block design with five groups. Grouping wasbased on the time period of rumen fluid collections from trhee beef cattle taken from slaughter house Mersi, Purwokerto. Treatments tested were Hibiscus tiliaceus leaves extract supplemented to concentrate (DM 87,95%), its consist of 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, and 150 ppm for R1, R2, R3, and R4, respectivenly. Complete feed dry matter ration consisted of 45% amoniated rice straw (amoniated with urea 5% and onggok 2,5%) and 55% concentrate. The variables measured were concentrations of total VFA and NH₃. Analysis of variance showed that Hibiscus leaf extract significantly affect (P<0,05) to the total VFA concentrations and had no effect (P>0,05) on the production of NH₃. Increasing concentration of waru leaf (ppm) causes a decrease in kuadrater VFA (P< 0.05). The average of total VFA production are 318.6 ± 77.34; 253.60 ± 36.00; 261.10 ± 64.48; 2 266.40 ± 70.32 (mM /1) and NH ₃ is 16.84 ± 3:55; 17.68 ± 3:34 ; 16.80 ± 2:58; 16.60 ± 3.93 (mM / 1). Result showed that supplementation of ethyl acetate extract of Hibiscus tiliaceus leaves to level 150 ppm did not interfere the rumen metabolic activity of beef cattle in vitro. | |
| 11412 | 4329 | H1F007025 | GEOLOGI DAN MINERALISASI DI TAMBANG EMAS RAKYAT DAERAH CIHONJE DAN SEKITARNYA, KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH | ABSTRAK Secara administratif daerah penelitian berada di Desa Cihonje, Desa Paningkaban, Desa Darmakradenan, Desa Kedungurang, dan Desa Gancang, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis daerah penelitian terletak di -7° 22’ 17,1876” LU - -7° 25’ 47,6256” LU dan 108° 59’ 20,5872” BT - 109° 1’ 57,5688” BT dengan luas 31 km². Satuan geomorfologi di daerah penelitian dibagi menjadi empat, yaitu Satuan Perbukitan Struktur Denudasional Berlereng Curam, Satuan Lembah Struktur Denudasional Bergelombang Lemah, Satuan Perbukitan Karst Denudasi, Satuan Bukit Intrusi dan satuan batuan di daerah penelitian di bagi menjadi empat satuan, dari tua ke muda yaitu satuan batupasir, satuan batupasir-batulempung, satuan batugamping, dan satuan andesit. Struktur Geologi yang mengontrol daerah penelitian berupa sesar mendatar menganan Arus, sesar mendatar menganan naik Karangkemojing, sesar mendatar mengiri naik Kedungurang, dan sinklin. Zona alterasi pada daerah penelitian dibagi menjadi dua, yaitu zona alterasi silika-kloritkalsit (propilitik) dan Zona alterasi silika -kaolinit-halloisit-kalsit (argilik). Mineralisasi yang berkembang di daerah penelitian berupa pirit, kalkopirit, Au, Ag, Pb, Cu, Hasil dari analisa AAS diperoleh kandungan kimia emas (Au) yang berpotensi untuk ditindak lanjuti pada: TACU 085 URAT = 11,272 ppm; TACU 086 URAT = 11,404 ppm; TACU 087 URAT = 11,147 ppm; TACU 088 URAT = 11,247 ppm; TACU 089 URAT = 11,216 ppm. Kata kunci: cihonje, intrusi, alterasi, argilik | ABSTRACT Administratively, the study area is located in the Cihonje Village, Paningkaban Village, Darmakradenan Village, Kedungurang Village, and the Gancang Village, Gumelar District, Banyumas Regency, Central Java. Geographically, the coordinate of study area is located at -7 ° 22 '17.1876 "N – 7 ° 25' 47.6256" N and 108 ° 59 '20.5872 "E - 109 ° 1' 57.5688"E with an area of 31 km². Geomorphological units in the study area is divided into four, namely Steeply Sloping Hills Denudasional Structure units, Force Structure Valley Denudasional Corrugated Weak Unit, Hills Karst Denudationonal unit, Hill Intrusion Unit. The lithologies units in the study area is divided into four units, from old to young, there are sandstone unit, sandstone-mudstone unit, limestone unit, and andesite unit. Geological structures that control the research area in the form of a Arus Right Slip Fault, Karangkemojing Reverse Right Slip Fault, Kedungurang Reverse Left Slip Fault, and Syncline. Alteration zones in the study area is divided into two, namely the alteration zones of silica-chlorite-calcite (propylitic) and alteration zone silica-halloysite-kaolinite-calcite (argillic). Mineralization developed in the study area in the form of pyrite, chalcopyrite, Au, Ag, Pb, Cu. AAS analysis results obtained from the chemical content of gold (Au) that have the potential to follow up on: TACU 085 VEIN = 11.272 ppm; TACU 086 VEIN = 11.404 ppm ; TACU 087 VEIN = 11.147 ppm; TACU 088 VEIN = 11.247 ppm; TACU 089 VEIN = 11.216 ppm. Keywords: cihonje, intrusion, alteration, argillic | |
| 11413 | 4357 | A1L008050 | TANGGAPAN HAMA GUDANG Callosobrucus chinensis L. TERHADAP WARNA TEMPAT PENYIMPANAN DAN VARIETAS KACANG HIJAU | Serangga yang banyak dijumpai dan merusak biji kacang hijau dalam penyimpanan di Indonesia adalah kumbang bubuk kacang C. cinensis L. Pengendalian serangga hama ini dapat dilakukan dengan cara prefentif maupun kuratif. Salah satu cara pengendalian secara prefentif adalah dengan pengaturan warna yang dapat menarik serangga hama. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh warna tempat penyimpanan terhadap perkembangan C. chinensis, 2) mengetahui perkembangan C. chinensis pada berbagai varietas kacang hijau dengan berbagai warna tempat penyimpanan, 3) mengetahui kerusakan kacang hijau dengan berbagai warna tempat simpanan. Penelitian ini merupakan percobaan laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian berlangsung selama lebih kurang 3 bulan mulai bulan Juli sampai September 2012. Penelitian terdiri dari dua percobaan dengan percobaan pertama yaitu pengaruh faktor tunggal warna tempat simpanan kacang hijau terhadap C. chinensis. Penelitian pertama menggunakan RAL non faktorial dengan perlakuan T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6. Penelitian kedua, pengaruh dua faktor dengan menggunakan RAL factorial, yaitu faktor pertama warna tempat simpan (T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6) dan faktor kedua varietas kacang hijau (V1, V2, V3, V4, V5).Variabel yang diamati meliputi jumlah telur, jumlah imago muncul, tingkat kerusakan kualitatif dan tingkat kerusakan kantitatif. Hasil penelitian menunjukkan warna hitam lebih berpengaruh pada jumlah telur yang dihasilkan, imago yang muncul dan persentase kerusakan hama C. chinensis, sedangkan warna merah menekan perkembangan. Varietas berpengaruh terhadap perkembangan hama, varietas lokal lebih memiliki nilai yang tertinggi dari varietas lainnya pada semua variabel pengamatan. | An insects that numerously destroy mungbean in storage is Callosobruchus chinensis bean powder beetle. Controls of this insect pest have been done both preventively and curatively. One way is by preventive controll by color settings that can attract insect pests. Aims of this study were to 1) determine against of colors in storage the development of C. chinensis, 2) determine the development of C. chinensis on different varieties of green beans with a variety of colors storage, 3) determine the damage green beans with different colors reservoirs. The research was conducted in the Plant Protection of Laboratory, Agriculture Faculty, Jenderal Sudirman University. The study last for aboet three months from July to September 2012. The study consisted of two experiments with the first experiment was the effect of a single factor storage colors of mungbean to C. chinensis. The first used a non-factorial CRD with treatments T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6. The second study was the influence of two factors by using CRD factorial that was first factor the color of storage (T0, T1, T2, T3, T4, T5, T6) and two factors were mungbean varieties (V1, V2, V3, V4, V5). Observed variables included the number of eggs, number of imago emerged, the kualitatif damage level and kuantitatif damage level. The results showed that black color storage influenced on the number of eggs produced, adults emerged and damage percentage of C. chinensis pest, while red color was suppressing the development. Varieaties influence on the development of pest, local varieties had the highest value of the other varieties in all observation variables. | |
| 11414 | 4339 | D1E009130 | PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS PROBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI DAN BOBOT TELUR | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum terhadap produksi (Hen Day Production, HDP dan Hen House Production, HHP) dan bobot telur ayam Arab. Materi yang digunakan adalah ayam Arab betina umur 87 minggu sebanyak 60 ekor dan ransum menggunakan probiotik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah perlakuan empat dengan ulangan sebanyak lima kali dan setiap ulangan terdiri atas 3 ekor ayam. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan perlakuan probiotik dengan perlakuan R0 (tanpa probiotik), perlakuan R1 (penggunaan probiotik Bakteri asam laktat), R2 (penggunaan probiotik Lactobacillus sp), dan R3 (penggunaan probiotik Bacillus sp). Peubah yang dicatat dan diamati adalah Produksi (Hen Day Production, Hen House Production) dan Bobot telur. Data di analisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap produksi telur dan bobot telur ayam Arab. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan berbagai jenis probiotik dalam ransum tidak meningkatkan produksi dan bobot telur ayam Arab umur 87-93 minggu | The aim of this research was knowing the effect use variation of probiotics in Arab chicken diet with egg productions dan egg weight. Materials used were Arab chicken females of 87 weeks old as many as 60 heads and ration with variation of probiotics. This research was conducted by invivo experimental method, by using Completely Randomized Design (CRD). Treatment numbers were four with five replications and each replication consisted of 3 chicken. The tested treatments were treatment R0 ( without probiotic), treatment R1 ( use Acid lactid bacteria probiotic), treatment R2 (use Lactobacillus sp. probiotic), treatment R3 (use Bacillus sp. probiotic). Variables that were recorded and observed were egg productions and egg weight. Data were analyzed using analysis of variance. Variance analysis results showed that use variation of probiotics in diet of Arab chicken had no significant (P>0.05) with egg productions and egg weight. The conclusion of the research was Arab chicken diet had no increased egg productions and egg weight when Arab chicken 87-93 weeks old. | |
| 11415 | 4340 | D1E009138 | PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS PROBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP KADAR LEMAK DAN KOLESTEROL KUNING TELUR AYAM ARAB | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis probiotik terhadap kadar lemak dan kolesterol kuning telur. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam Arab betina umur 87 minggu, probiotik Bakteri asam laktat, probiotik Lactobacillus sp., probiotik Bacillus sp. Metode penelitian adalah eksperimental in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu R0 : pakan tanpa probiotik, R1: penggunaan probiotik Bakteri asam laktat R2 : penggunaan probiotik Lactobacillus sp., R3 : penggunaan probiotik Bacillus sp. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut dengan uji kontras ortogonal. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap lemak kuning telur ayam Arab dan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kolesterol kuning telur ayam Arab. Kesimpulan dari penelitian adalah penggunaan berbagai jenis probiotik 7,5% mampu menurunkan kadar lemak kuning telur. Kemampuan Bakteri Bacillus sp. memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menurunkan kadar lemak dibandingkan dengan bakteri Lactobacillus sp. Pemberian berbagai jenis probiotik 7,5% belum mampu menurunkan kadar kolesterol kuning telur. | The research objective was to determine the effect of different types of probiotics on levels of fat and cholesterol egg yolk. The material which was used in this study is the female Arabian chicken age 87 weeks, the probiotic lactic acid bacteria, Lactobacillus sp., Bacillus sp. The research method is experimental in vivo using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications are R0: feed without probiotic, R1: the use of probiotic lactic acid bacteria R2: the use of probiotic Lactobacillus sp., R3: the use of probiotic Bacillus sp. The data were analyzed using analysis of variance and were tested further by orthogonal contrast test. The results showed that the treatment was highly significant (P <0.01) on Arabian chicken egg yolk fat and did not affect significantly (P> 0.05) on Arabian egg yolk cholesterol. The conclusion of the study is the use of different types of probiotics 7.5% could reduce levels of egg yolk fat. Bacterium Bacillus sp. has a better ability to reduce levels of fat is compared with the bacteria Lactobacillus sp. Providing different types of probiotics 7.5% are not yet able to decrease the egg yolk cholesterol. | |
| 11416 | 4342 | C1I006009 | PENGARUH KREDIT USAHA KECIL, LAMA USAHA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG NASABAH BPR SURYA YUDHA KENCANA CABANG PASAR BESAR KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kredit Usaha Kecil, Lama Usaha Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pendapatan Pedagang Nasabah PT BPR Surya Yudhakencana Cabang Pasar Besar Kabupaten Banjarnegara”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kredit usaha kecil, lama usaha, dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan pedagang nasabah PT. BPR Surya Yudhakencana Cabang Pasar Besar Banjarnegara. Untuk mengetahui manakah diantara kredit usaha kecil, lama usaha dan tingkat pendidikan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap pendapatan pedagang nasabah PT BPR Surya Yudhakencana Cabang Pasar Besar Banjarnegara. Metode smpling yang digunakan random sampling, sampel berjumlah 72 pedagang nasabah PT BPR Surya Yudhakencana Cabang Pasar Besar Banjarnegara. | This study entitled "The Effect of Small Business Loans, Business Long Education Level Of Income And Clients PT BPR Surya Traders Yudhakencana Banjarnegara District Branch of the Great Market". Purpose of this study is to investigate and analyze the effect of small business loans, old businesses, and educational level of the customer's income trader PT. RB Surya Yudhakencana Banjarnegara Big Branch Market. To find out which of the small business loans, time effort and level of education that has the most effect on the income clients trader PT BPR Surya Yudhakencana Banjarnegara Big Branch Market. Smpling methods used random sampling, the sample totaled 72 merchant customers PT BPR Surya Yudhakencana Banjarnegara Big Branch Market. | |
| 11417 | 4365 | A1H008030 | ANALISIS LIFE CYCLE COST PRODUKSI BIODIESEL MINYAK KELAPA SAWIT (Studi Kasus di Pabrik Percontohan Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi, Serpong) | Indonesia menduduki peringkat pertama produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia. Kelapa sawit memiliki produktifitas tertinggi penghasil minyak nabati dibandingkan jenis tanaman lainnya. Hal tersebut menjadikan CPO sebagai bahan baku pembuatan biodiesel yang paling potensial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Life Cycle Cost (LCC), kelayakan tekno-ekonomi dan tingkat sensitivitas usaha produksi biodiesel minyak kelapa sawit. Hasil analisis LCC untuk produksi biodiesel minyak kelapa sawit di pabrik percontohan Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi adalah Rp 8.433 per liter. Berdasarkan analisis tekno-ekonomi, diketahui NPV Rp 2,5 Milyar, IRR 30,97%, MARR 15,75%, net B/C ratio 1,71 dan PBP selama 3,48 tahun. Usaha produksi biodiesel minyak kelapa sawit dinyatakan layak untuk dikembangkan. Hasil analisis sensitivitas (switching value) menyimpulkan maksimal penurunan harga jual, penurunan jumlah produksi dan kenaikan harga bahan baku biodiesel yang dapat ditoleransi berturut-turut adalah 3,49%, 20,63% dan 4,37%. | Indonesia is the biggest producer of Crude Palm Oil (CPO) in the world. Palm oil has the highest productivity of vegetable oil among various crops. That makes CPO as the most potential raw material for biodiesel. The purpose of this study was to determine Life Cycle Cost (LCC), techno-economic feasibility and the sensitivity level of palm oil biodiesel production plan. The analysis shows that biodiesel production cost that factory is Rp 8,433 per liter. Techno-economic analysis suggested Rp 2.5 billion of NPV, IRR of 30.97%, MARR of 15.75%, net B/C ratio of 1.71 and PBP for 3.48 years. The production of palm oil biodiesel is economically feasible. Sensitivity analysis (switching value) shows that the max acceptable price drop, production decrease, and raw material increase respectively are 3.49%, 20.63% and 4.37%. | |
| 11418 | 4344 | C1B008096 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN PURWOKERTO DALAM MELAKUKAN PEMBELIAN MELALUI ONLINE SHOP | Penelitian ini merupakan survei dari konsumen online shop di Purwokerto. Judul penelitian ini adalah "analisis faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen Purwokerto pada pembelian toko online ". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen Purwokerto untuk melakukan belanja online, (2) faktor mana yang memiliki pengaruh terbesar terhadap kepuasan konsumen terhadap belanja online. Populasi dalam ini konsumen online studi di Purwokerto yang sudah membeli melalui toko online lebih dari dua kali. Responden dari penelitian ini adalah 140 reponden. Purposive sampling dan convenience sampling merupakan metode yang digunakan dalam penetapan responden. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) terdapat 12 faktor yang mempengaruhi konsumen untuk melakukan belanja online yaitu: keunggulan toko online,referensi, produk, pengalaman, tren, pemilik toko online, profesi, harga, menghabiskan uang, ketertarikan, daya beli, dan pendidikan. (2) keunggulan toko online, trend dan harga merupakan faktor terbesar mempengaruhi kepuasan konsumen Purwokerto pada pembelian melalui toko online. | This research is a survey of online shop Purwokerto consumer. The title of this study is “analysis factor that influence Purwokerto consumer’s satisfaction on online shop purchasing”. The purpose of this study are to analyze : (1) factors that influence Purwokerto consumer’s satisfaction on online shopping, (2) which factor that have the biggest influence on consumer satisfaction on online shopping. The population in this study online consumer in Purwokerto who already making online shop purchasing more than twice. The respondents of this study are 140 repondents. Purposive sampling and convenience sampling used in the determining the respondents. The result of this research are : (1) there are 12 factors that influence consumers to do online shopping which are : the superiority of online shop, reference, product, experience, trend, online shop owner, profession, price, spend money, interest, purchasing power, and education. (2) the superiority of online shop, trend and price are the biggest factors influence Purwokerto consumer’s satisfactionon online shop purchasing. | |
| 11419 | 4341 | F1F007040 | THE EXTROVERTNESS OF DAISY MILLER IN HENRY JAMES’ NOVELLA DAISY MILLER | Penelitian yang berjudul “The Extroverness of Daisy Miller in the Henry James’ novella Daisy Miller”.bertujuan untuk mengidentifikasi karakter dan sifat-sifat seseorang yang extrovert. Sumber data utama adalah novella Daisy Miller karya Henry James dan sebagai sumber pendukung adalah teori –teori tentang karakter dari seorang extrovert sebagai pengertian dasar. Untuk proses analisis, penelitian ini menggunakan satu langkah yaitu melihat karakteristikdari kepribadian tokoh utamacerita pendek (novella) ini. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan karakter dan karakteristik dari seorang ektrovert untuk dapat mengidentifikasikan karakter Daisy Miller sebagai seorang yang extrovert. Hal ini dapat dilihat dalam kegiatan Daisy Miller baik cara dia berbicara, bertindak ataupun cara menghadapi ataupun menyelesaikan suatu masalah yang rinci beserta kutipan yang ada dalam novel, kemudian mengaitkanya dengan teori. Setelah melakukan penelitian, peneliti menemukan bahwa karakter extrovert Daisy dapat ditunjukan melalui aspek personal dari seorang extrovert. Aspek tersebut meliputi kemampuan dalam bersosialisasi, aktifitas, pengambilan resiko, gegabah, ekspresif, berpikir praktis dan cenderung tidak bertanggung jawab. Hal tersebut ditimbulkan oleh karakter extrovert Dasiy yang selalu mendapatkan kebahagian, kepuasan dan juga energi dari luar dirinya. | This research entitled “The Extrovertness of Daisy Miller in Henry James’ Novella Daisy Milleris purposed to identify characteristic and traits of the extrovert. The main datum isDaisy Miller novella by Henry James and the supporting data are theories of the extrovert and introvert as the basic meaning of Extrovert. This research uses one step to analyze this research that is by observing the characteristic of the main character in this novella. Besides, the researcher uses character and characterization of the extrovert to identify Daisy Miller’s character as an extrovert. This can be seen by observing Daisy Miller’s activity, such as when she converses, acts, or the way she faces or solves the problemsin detail attaches the evidences in the novella, then by elaborating them with the theory. After conducting this research, the researcher concluded that Daisy as an extrovert shows her extrovertness in each personality aspect of extrovert. The personality aspects of extrovert are sociability, activity, risk taking, impulsiveness, expressiveness, practicality and irresponsibility. Those are caused by the extrovert characters of Daisy who always get happiness, gratification, and energy from outside of herself. | |
| 11420 | 4311 | E1A007346 | PERUBAHAN MASA JABATAN PRESIDEN (Studi Terhadap Pasal 7 UUD 1945 Setelah Amandemen) | ABSTRAK Melalui amandemen UUD 1945, dalam beberapa aspek telah dilakukan pembatasan-pembatasan terhadap kekuasaan Presiden, baik melalui pembatasan periode masa jabatan, pembatasan kewenangan, maupun keikutsertaan Presiden dalam pengisian jabatan lembaga-lembaga negara. Berdasarkan perubahan tersebut, maka penelitian ini mengkaji perubahan masa jabatan Presiden berdasarkan Pasal 7 UUD 1945 setelah amandemen. Metode penelitian yang digunakan adalah melalui pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan dengan cara identifikasi kemudian inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan yang terkait dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa berdasarkan UUD 1945 sebelum amandemen, Presiden memegang jabatan selama 5 (lima) tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali. Dalam hal memegang jabatan tersebut tidak ada penegasan atau pembatasan untuk berapa kali seseorang dapat menduduki jabatan presiden. Adapun pengisian jabatan Presiden dilakukan melalui pemilihan oleh MPR dengan suara terbanyak. Namun demikian, dalam praktek, yang dilakukan adalah MPR ”mengangkat” bukan ”memilih”. Berdasarkan UUD 1945 setelah amandemen, Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, untuk satu kali masa jabatan. Pembatasan masa jabatan yang ditentukan secara tegas hanya untuk 2 (dua) kali masa jabatan tersebut dimaksudkan untuk meminimalisasi penyalahgunaan kewenangan. Adapun pengisian jabatan Presiden dilakukan secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. | ABSTRACT By amendment 1945 Constitution, in some aspects it had been done the restrictions to the president authority, whether through the restriction of the period position, the restriction of authority, or the restriction participation of President in the holding the position of state institution. Based on that amendment this research examines the amendment of president period position that based on Article 7 1945 Constitution after amendment. Method of research uses the Statute Approach, with the research specification of analytical descriptive, the material source of law uses the material of primary law and secondary law that collected by the identification then inventory to the ordinance regulation and literary book and it is analyzed by the method of normative qualitative. Based on the result discussion of research, it could be concluded that based on 1945 Constitution before amendment, President held the position for 5 (five) years and subsequently he could be elected again. In holding its position there was no any restriction of statement about how many he can held his position as the president. And the holding of president position was conducted through the election by MPR with the most voices. Thus, in practice it was conducted by MPR “mengangkat/appoint” not “memilih/elect”. Based on the 1945 Constitution after amendment, The president holds the position for five years, and subsequently he can be elected again in the same position for one period position. The restriction of position period that has been determined clearly only for 2 (two) times period position where it means to minimize the misusage of authority. And the holding of President position is conducted directly by public trough the public election. |