Home
Login.
Artikelilmiahs
10048
Update
YOLANDA SRIEPAMBAJENG PANGESTUTIE
NIM
Judul Artikel
INCOME OF DURIAN FRUIT FARMING IN KARANGRAU VILLAGE BANYUMAS SUBDISTRICT BANYUMAS REGENCY
Abstrak (Bhs. Indonesia)
RINGKASAN Judul penelitian ini adalah "Pendapatan Usahatani Durian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas". Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk menentukan struktur biaya pertanian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. (2) Untuk menentukan pendapatan usahatani durian dalam lima tahun terakhir panen di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. (3) Untuk mengetahui pengaruh luas lahan, jumlah pohon dan pupuk terhadap produksi durian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. (4) Untuk menentukan apakah petani durian telah memenuhi kriteria KHL bagi petani durian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan adalah data primer dari responden berdasarkan petani durian yang memiliki minimal empat pohon produktif dan telah melakukan pertanian durian di lima musim panen terakhir. Analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani biaya, analisis pendapatan, analisis R/C Ratio, Analisis Net Present Value, dan Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Struktur biaya usahatani durian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas termasuk biaya tetap atau biaya sewa tanah dengan total biaya tetap selama sepuluh tahun pertanian durian yang di rata-rata Rp4.097.733,00, sedangkan biaya untuk biaya variabel (benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja) dengan rata-rata total biaya variabel sebesar Rp8.290.206,00. (2) Tingkat pendapatan bersih yang diperoleh oleh petani durian selama sepuluh tahun di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas dari hasil analisis data primer adalah Rp16.819.026,00. Setelah itu dikurangi dengan penyusutan peralatan sebesar Rp368.969,00, laba bersih yang diterima oleh petani adalah Rp16.450.057,00 selama sepuluh tahun. Ini berarti bahwa setiap petani durian di desa Karangrau memperoleh laba bersih sebesar Rp1.681.903,00 setiap tahun. (3) Variabel pupuk berpengaruh positif terhadap volume produksi durian.(4) Secara keseluruhan petani durian di Desa Karangrau belum memenuhi KHL Kabupaten Banyumas. Dari penelitian ini usahatani durian di Desa Karangrau Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas masih perlu dipertahankan karena usahatani tersebut menguntungkan dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan petani. Penggunaan pupuk dan obat untuk pohon durian sebaiknya dengan menggunakan takaran yang tepat sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Pertanian setempat. Selain itu, keseluruhan petani durian dinyatakan belum memenuhi kriteria KHL Kabupaten Banyumas, untuk itu petani durian diharapkan lebih merawat pohonnya dengan baik dan menggunakan standart penanaman usahatani durian yang sesuai aturan agar pohon duriannya tidak mudah terserang hama penyakit dan menghasilkan durian yang berkualitas baik. Agar pendapatan dari usahatani durian di Desa Karangrau dapat meningkat serta usahatani duriannya dapat lebih maju dan berkembang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Abstract This research was entitle "Income of Durian Fruit Farming in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency". The purpose of this research i.e (1) To determine the cost structure of farming in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency. (2) To determine the income of durian farming in the last five years of harvest in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency. (3) To determine the effect of land area, number of tree and fertilizer toward durian production in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency. (4) To determine whether durian farmers has fulfilled the criteria of LNC for durian farmers in Karangrau Village Banyumas SubDistrict Banyumas Regency. The data in use is the primary data by the respondents based on the durian farmers who had minimally four productive trees and has carried out durian farming in the last five harvest seasons. Data analysis used is farming cost analysis, revenue analysis, R/C Ratio Analysis, Net Present Value Analysis, and Multiple Regression Analysis. The results of this study shows that (1) The cost structure of durian farming in Karangrau village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency included the fixed cost or the cost of land lease with the total of fixed cost for ten years of durian farming which is in average of Rp4,097,733.00, while the cost for variable cost (seed, fertilizer, pesticide and labor) with the total average of variable cost is Rp8,290,206.00. (2) The level of net income earned by durian farmer for ten years in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency from the result of primary data analysis is Rp16,819,026.00. After it is deducted by the depreciation of equipment of Rp368,969.00, the net income earned by farmer is Rp16,450,057.00 for ten years. It means that each durian farmer in Karangrau village earned net profit of Rp1,681,903.00 each year. (3) Fertilizer variable has positive effect toward the volume of durian production. (4) Overall durian farmers in Karangrau Village are not yet eligible to LNC Banyumas Regency. From this research, durian farming in Karangrau Village Banyumas Subdistrict Banyumas Regency still need to be maintained for the benefit of farming and contribute to the income of farmers. The use of fertilizers and pesticides for durian trees should be using the appropriate dose according to standards set by the Board of Agriculture. In addition, the overall durian farmers not yet eligible to LNC Bayumas Regency, for the farmers expected a durian trees is well cared for and using standard farming of planting durian for durian trees according to the rules that are not susceptible to pests and diseases and produce a good quality durian. That revenues from durian farming in Karangrau Village can be increase and durian farming can be more advanced and developed.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save