| NIM | D1E010019 |
| Namamhs | RHEDA HARIARTANTO |
| Judul Artikel | HUBUNGAN UKURAN TUBUH INDUK DENGAN MORTALITAS PRASAPIH DAN TIPE KELAHIRAN KAMBING PERANAKAN BOER |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ukuran tubuh induk dengan performan (mortalitas prasapih dan tipe kelahiran). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Juni sampai 05 Juli 2014, bertempat di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo Desan Duren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah induk kambing peranakan Boer sejumlah 40 ekor di UPTD Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo. Metode penelitian ini menggunakan analisi regresi linear berganda, dengan variabel bebas yaitu lebar pinggul, tinggi badan, panjang badan dan lingkar dada dan variabel terikat yaitu mortalitas prasapih dan tipe kelahiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan lebar pinggul, tinggi badan, panjang badan dan lingkar dada kambing peranakan Boer masing-masing adalah 12,43±1,40 cm, 68,58±3,58 cm, 73,82±5,52 cm dan 84,85±7,24 cm. Nilai rataan mortalitas prasapih 31,34±40,74% dan tipe kelahiran 1,64±0,59 ekor. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara ukuran tubuh (lebar pinggul, tinggi badan, panjang badan danlingkar dada) terhadap mortalitas prasapih dan tipe kelahiran. Nilai koefisien determinasi yang menunjukkan nilai keeratan hubungan ukuran tubuh terhadap mortalitas prasapih dan tipe kelahiran masing-masing 1,1% dan 3,3%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara ukuran tubuh terhadap mortalitas prasapih dan tipe kelahiran induk kambing peranakan Boer. Angka mortalitas prasapih kambing peranakan Boer cukup tinggi dan tipe kelahiran kambing peranakan Boer juga tinggi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this study was to determine the relationship between the does body measures performan (pre-weaning mortality and type of birth). This study was conducted from June 25nd until July 05nd 2014 at the Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo Tengaran district Semarang regency. The material used in this study were Boer cross 40.These results indicated that average hip width, body heigt, body length and chest girth were 1,40 cm ± 12.43, 68.58 ± 3,58 cm, 73.82 ± 5,52 cm and 84, 85 ± 7,24 cm respectively. The average of pre-weaning mortality was 31.34 ± 40.74% and the average of type of birth was 1.64 ± 0,59. The results showed that there is no relationship between body size (hip width, body height, body length dan heart girth) and pre-weaning mortality and type of birth. The coefficient of determination that indicating the strenght of the relationship between body measures on pre-weaning mortality and type of birth were respectively 1,1% and 3.3%. In conclusion, the relationship between body measures on pre-weaning mortality and type of birth of Boer cross does is not significant. Both pre-weaning mortality and type of birth were high. |
| Kata kunci | kambing peranakan Boer, ukuran tubuh induk, tipe kelahiran, mortalitas |
| Pembimbing 1 | Ir. A.T. Ari Sudewo, M.S |
| Pembimbing 2 | Ir. Agus Susanto, M.Sc. Agr |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2014-11-12 09:23:25.521882 |
|---|