Artikel Ilmiah : E1A109054 a.n. ODRA VALENDRA

Kembali Update Delete

NIME1A109054
NamamhsODRA VALENDRA
Judul ArtikelTINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN AHLI WARIS PENGGANTI DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 488 K/AG/2012
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengambil judul tentang “Kedudukan Ahli Waris Pengganti Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 488 K/AG/2012”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah ahli waris pengganti yang di atur dalam Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam merupakan suatu terobosan baru dalam hukum waris Islam, namun di sisi lain pengaturan penggantian tepat pewarisan menimbulkan banyak polemik dan permasalahan, antara lain terjadi perdebatan di kalangan ulama mengenai di perbolehkan atau tidaknya penggantian tempat pewarisan dalam hukum Islam. Permasalahan lainnya ialah adanya pertentangan antara penggantian tempat pewarisan dengan sistim hijab dalam hukum waris Islam. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan analisis data dilakukan secara kualitatif.
Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Majelis Hakim mengabulkan gugatan penggugat dengan membatalkan wasiat yang di berikan kepada isteri pewaris dan menetapkan para ahli waris pengganti, serta dilakukan pembagian warisan. Putusan Mahkamah Agung Nomor: 488 K/AG/2012 yang mengabulkan penggantian tempat pewarisan dalam garis lurus kebawah dan dalam garis menyamping, menyebakan sistim hijab tidak memiliki arti lagi. Majelis hakim tampak masih terlalu terpaku dengan rumusan Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam dan kurang memperhatikan teori-teori dalam hukum waris islam, sehingga terjadi kekeliruan dalam penetapan ahli waris pengganti dalam putusan tersebut.

Kata Kunci: Ahli Waris Pengganti
Abtrak (Bhs. Inggris)The title of this research is “The Position of Heirs Substitute in the Supreme Court Decision Number: 488 K/AG/2012”. The Issues of this research is about the heirs substitute which is regulated in the Article 185 of Islamic Law Compilation constitutes a new breakthrough in the Islamic inheritance law. However, the regulation about the replacement of inheritance evokes many polemic and problems on the other hand. One of the problems is the debate among scholars concerning whether or not about the replacement of inheritance in Islamic law. The other problem said there is a disagreement between a replacement of inheritance and the hijab system in the Islamic inheritance law. This research is using the normative juridical approach and the prescriptive research specifications method. This research used the secondary data as source of data. The data which obtained are presented systematically and the data analysis was done qualitatively.
From the research we can understand that the Panel of Judges granted the plaintiff's claim by canceling the will which is given to the wife’s’ heir and determines the heirs of substitute, then, the allotment of heritage is done. The Supreme Court Decision Number: 488 K/AG/2012 that granted the replacement of inheritance in a straight line down and in the lateral line causing the hijab system has no more meaning. The Panel of Judges seems too fixated by the formulation of Article 185 of Islamic Law Compilation and paying less attention in the theories of Islamic inheritance law, it’s resulting in errors in the determination of the heirs of substitute in this decision.

Key Words: Substitute Heirs
Kata kunciAhli Waris Pengganti
Pembimbing 1Mukhsinun, S.H., M.H.
Pembimbing 2Bambang Heryanto, S.H., M.H.
Pembimbing 3Haedah Faradz, S.H., M.H.
Tahun2014
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2014-11-17 22:49:07.120344
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.