Artikel Ilmiah : A1G010012 a.n. DIDIT PRASTYANTO

Kembali Update Delete

NIMA1G010012
NamamhsDIDIT PRASTYANTO
Judul ArtikelNILAI TAMBAH SINGKONG UNTUK PEMBUATAN TAPIOKA DIPABRIK SINGKONG JAYA DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)abstrak
Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi yang besar dalam bidang pertanian, salah satunya adalah pertanian singkong. Singkong atau ubi kayu merupakan salah satu tanaman pangan yang dapat dijadikan berbagai macam bahan makan olahan dan bahan baku industri. Industri tepung tapioka menggunakan singkong sebagai bahan baku yang dapat memberikan nilai tambah sebagai salah satu tolak ukur yang digunakan oleh pemerintah Indonesia dalam menilai kinerja industri.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan pada produksi tapioka dan mengetahui besarnya nilai tambah pada industri pengolahan tapioka di Pabrik Singkong Jaya Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Metode penelitian dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu observasi langsung, survei dan pencatatan. Alat analisis yang digunakan adalah analisis nilai tambah metode Hayami.
Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total yang digunakan pada produksi tapioka di Pabrik Singkong Jaya Desa Karanggintung Kecamatan Gandrumangu Kabupaten Cilacap sebesar Rp. 211.950.600,- per tahun, yang terdiri atas pengeluaran bahan baku Rp. 179.787.000,- dan biaya tenaga kerja dan biaya lainnya Rp. 32.163.600,-. Penerimaan rata-rata Rp. 315.785.300,- per tahun, yang terdiri atas produk utama Rp. 287.138.300,- per tahun dan produk sampingan (onggok) Rp. 29.343.500,- per tahun. Pendapatan total yang diterima Pabrik Singkong Jaya sebesar Rp. 103.834.700,- per tahun. Industri tapioka di Pabrik Singkong Jaya mampu memberikan nilai tambah buat singkong rata-rata Rp. 4.338,- per kg. Nilai tambah ini terdiri atas pendapatan tenaga kerja Rp. 832,- dan keuntungan Rp. 3.506,-. Rasio nilai tambah rata-rata 32,87%, artinya Rp 1.426,- nilai output total per kg merupakan 32,87% dari nilai tambah dari pengolahan produk industri tapioka di Pabrik Singkong Jaya.
Kata kunci : singkong, tapioka, biaya total, pendapatan, nilai tambah
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia is a country which has a great potential in the agriculture, one of them is a cassava farm. Cassava or manioc is one of the crops that can be used as a wide variety for basic ingredients of processed food and industrial. Tapioca flour industry using cassava as basic ingredients that can provide value-added which used for measurement by the Indonesian government to assessing the performance of the industry.
The purpose of this research were to determine the amount of costs and revenues in the production of tapioca flour and the value-added rate in the tapioca industry at Singkong Jaya Factory, Karanggintung Vilages, Gandrungmangu District, Cilacap Regency. The method that used in this research were done by three approaches, ie. direct observation, survey and recording. The analytical tool that used in this research was Hayami’s value-added method of analysis.
The results showed that the total costs used in the production of tapioca in Singkong Jaya Factory, Karanggintung Village, Gandrumangu District, Cilacap Regency are Rp. 211,950,600.- per year, which consists of the feedstock cost at Rp. 179,787,000.- and the labor and other cost at Rp. 32,163,600.-. Average revenues are Rp. 315.785.300.- per year, consists of the main product revenue at Rp. 287,138,300.- per year and the by-product revenue (oilcake) at Rp. 29,343,500.- per year. Total revenue which Singkong Jaya Factory received are Rp. 103.834.700. - per year. Tapioca industry of Singkong Jaya Factory able to provide value-added for the cassava at Rp. 4,338.- per kg. This value-added consists of the labor income at Rp. 832.- and the amount of profit at Rp. 3,506.- The average ratio of value-added is 32.87%, it means, Rp 1.426.- per kg of the output value, are 32.87% of the value-added of product of tapioca industry at Singkong Jaya Factory.
Keywords : cassava, tapioca, total costs, revenue, value-added
Kata kunciKata kunci : singkong, tapioka, biaya total, pendapatan, nilai tambah
Pembimbing 1Ir. H. Kasan Kohari, MSP.
Pembimbing 2 Dr. Ir. Djeimy Kusnaman, M.Sc. Agr.
Pembimbing 3
Tahun2010
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2014-11-17 09:01:54.339631
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.