Artikel Ilmiah : H1H010035 a.n. ARDIANI KURNIA SIWI

Kembali Update Delete

NIMH1H010035
NamamhsARDIANI KURNIA SIWI
Judul ArtikelSTUDI EKSPRESI GEN MHC Iα, MHC IIα, DAN DESKRIPSI KONDISI HEMATOLOGIS INDUK NILA MERAH (Oreochromis sp.) YANG TERINFEKSI Streptococcus agalactiae
Abstrak (Bhs. Indonesia)Streptococcus agalactiae merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit streptococcosis, penyakit ini biasa dihadapi oleh pembudidaya dan dapat menyebabkan kematian 80% pada budidaya nila. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi hematologis dan mengetahui tingkat ekpresi gen MHC Iα dan IIα induk nila merah yang terinfeksi S.agalactiae. Induk diinjeksi bakteri S.agalactiae secara intraperitoneal dengan dosis1,5 ml konsentrasi 107 CFU/ml. Induk dipelihara selama 14 hari dan setiap 3 hari sekali dilakukan pengambilan darah untuk analisis hematologis. Sampling organ untuk ekspresi gen dilakukan setiap 3 hari sekali dari ikan mati, sekarat, dan hidup. Hasil penelitian menunjukkan induk nila merah jantan mempunyai jumlah eritrosit relatif lebih stabil jika dibanding dengan induk betina yang menurun selama percobaan. Kadar hemoglobin induk nila jantan dan betina terlihat fluktuatif, kadar tertinggi pada induk jantan 4,8 g/dl dan betina 6,6 g/dl sedangkan kadar terendah induk jantan 2,8 g/dl dan betina 2,8 g/dl. Kadar hematokrit induk nila jantan menurun pada hari ke-9 yaitu 6,6 % sedangkan betina terlihat lebih stabil berkisar 11,2% - 22,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa bakteri S.agalactiae yang mempengaruhi beberapa parameter hematologi induk ikan nila. Tidak ada perbedaan dalam tingkat ekspresi MHC 1α antara ikan hidup, sekarat, dan mati. Tingkat ekspresi MHC 2 tidak terdeteksi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Streptococcus agalactiae is a causative agent of streptococcosis, a common bacterial disease in freshwater aquaculture that could cause 80% of mortality in nile tilapia cultivation. The purpose of this study was to determine the hematological condition and expression level of MHC Iα and IIα genes in rednile tilapia broodstock infected with S.agalactiae. The fish was intraperitoneal injected with 1.5 ml of bacterial suspension of S.agalactiae at a concentration of 107 CFU / ml. The fish was reared for 14 days and every 3 days blood was sampled for haematological analysis. Sampling organ for genes expression was performed every 3 days from death, dying, and life fish Results showed that number of erythrocytes was relatively consistent in male fish and it was decreased in female fish during the experiment. In both male and female fish, hemoglobin level varied , the highest level of the male fish of 4.8 g / dl and female 6.6 g / dl, while the lowest levels of the male fish of 2.8 g / dl and female 2.8 g / dl. Male tilapia hematocrit level decreased at day 9th (6.6%) and it of female tilapia seemed more stable between 11.2% - 22.7%. These results indicated that S. agalactiae might affect several hematological parameters of tilapia broodstock. There was no difference in expression level of MHC 1α between life, moribund, and dead fish. Expression level of MHC IIα was not detected.
Kata kunciS. agalactiae, nila merah, hematologis, MHC I α, MHC II α
Pembimbing 1Dr.rer.nat.Hamdan Syakuri, S.Pi, M.Si
Pembimbing 2Nunuk Listiyowati, S.Pi.Msi.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2014-11-17 05:51:43.532648
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.