Artikelilmiahs
Menampilkan 9.661-9.680 dari 48.942 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9661 | 9615 | H1G010031 | Tingkat pencemaran perairan sungai Ciliwung di baguan hilir wilayah DKI Jakarta berdasarkan kandungan logam berat Pb pada sedimen | Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai yang banyak mendapat masukan akibat aktivitas manusia hingga menyebabkan terjadinya pencemaran.Aktivitas tersebut seperti perkantoran, pemukiman, rumah sakit, industri, dan jaringan jalan. Aktivitas ini dapat berpotensi menghasilkan limbah berupa logam berat Pb. Berdasarkan aktivitas tersebut maka perlu adanya monitoring untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2014 menggunakan metode survei dengan teknik Purposive Random Sampling pada delapan stasiun (tiga kali ulangan). Data dianalisis secara deskriptif komparatif dan uji F menggunakan minitab. Hasil penelitian kandungan logam berat Pb pada sedimen berkisar 1,713 – 5,022 mg/kg. Hasil tersebut menujukan bahwa kandungan pada sedimen berdasarkan Enrichment Factor (EF) termasuk pengkayaan antropogenik, sedangkan berdasarkan Index Geoaccumulation (Igeo) tercemar ringan. | Ciliwung River is one of the rivers containing the contaminated substance which is caused by human’s activities so that causes the water pollution. Activities such as office, residential, hospital, industrial, and road networks. This activity could potentially generate waste in the form of heavy metals Pb. Based on these activities, it’s necessary to know the monitoring Pb of heavy metals in sediment. This study was conducted in June 2014 using a survey method with Purposive Random Sampling technique with 8 stations (three replicant).The data were analyzed descriptive comparatively and F-tested using minitab software. The result showed that the content of Pb in sediments was ranged between 1,713 – 5,022 mg/kg. These results indicate that the content of the sediments based on Enrichment Factor (EF) including anthropogenic enrichment, meanwhile based on Geoaccumulation Index (Igeo) light polluted category. | |
| 9662 | 9616 | C1A010028 | PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PDRB DI KAWASAN BARLINGMASCAKEB (PERIODE 2001-2012) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap PDRB di Kawasan Barlingmascakeb (Periode 2001-2012)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal dengan instrumen Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten di kawasan Barlingmascakeb selama tahun 2001-2012 secara bersama-sama dan parsial serta variabel mana yang paling besar pengaruhnya. Tujuan kedua dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat ketergantungan keuangan kabupaten di kawasan Barlingmascakeb terhadap dana bantuan Pemerintah Pusat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantatif dengan data sekunder pada 5 kabupaten di kawasan Barlingmascakeb selama tahun 2001-2012. Dalam perhitungannya menggunakan alat analisis yang kemudian dijelaskan secara deskriptif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu estimasi regresi data panel untuk mengetahui bagaimana pengaruh desentralisasi fiskal terhadap PDRB dan skala interval Derajat Desentralisasi Fiskal untuk mengukur kemampuan keuangan daerah. Berdasarkan hasil estimasi regresi data panel dengan fixed effect model dapat diketahui bahwa Desentralisasi Fiskal yang terdiri dari PAD, DAU, DAK, dan DBH berpengaruh secara bersama-sama dan signifikan terhadap PDRB kabupaten di kawasan Barlingmascakeb. Variabel PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB di kawasan Barlingmascakeb dengan koefisien regresi (5,870193) yang mengartikan bahwa apabila terjadi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 1% dengan asumsi bahwa variabel lainnya dianggap tetap (ceteris paribus) maka akan meningkatkan PDRB sebanyak 5,87 persen. Variabel DAU berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PDRB di kawasan Barlingmascakeb dengan koefisien regresi (0,063434) yang mengartikan bahwa apabila terjadi kenaikan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 1% dengan asumsi bahwa variabel lainnya dianggap tetap (ceteris paribus) maka akan meningkatkan PDRB sebanyak 0,06 persen. Variabel DAK berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB di kawasan Barlingmascakeb dengan koefisien regresi (-5,159522) yang mengartikan bahwa apabila terjadi kenaikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 1% dengan asumsi bahwa variabel lainnya dianggap tetap (ceteris paribus) maka akan terjadi penurunan PDRB sebanyak -5,16 persen. Sedangkan variabel DBH berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB di kawasan Barlingmascakeb dengan koefisien regresi (42,50962) yang mengartikan bahwa apabila terjadi kenaikan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 1% dengan asumsi bahwa variabel lainnya dianggap tetap (ceteris paribus) maka akan meningkatkan PDRB sebanyak 42,51 persen. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian dengan analisis skala interval derajat desentralisasi fiskal menunjukkan bahwa selama pelaksanaan desentralisasi fiskal dari tahun 2001-2012, hampir seluruh kabupaten di kawasan Barlingmascakeb memiliki kemandirian keuangan daerah yang sangat kurang atau ketergantungan fiskal yang tinggi kepada pemerintah pusat. Kabupaten Banyumas memiliki rata-rata kemandirian daerah tertinggi yaitu sebesar 10,93%. Sedangkan yang memilki rata-rata kemandirian keuangan yang sangat rendah adalah Kabupaten Kebumen yaitu sebesar 6,84%. Suatu daerah dapat dikatakan mandiri apabila derajat desentralisasi fiskalnya minimal 20,01%. Sehingga kabupaten di Barlingmascakeb sangat perlu untuk meningkatkan lagi Pendapatan Asli Daerahnya. Pada Barlingmascakeb, Selama 11 tahun pelaksanaan desentralisasi fiskal, ternyata rata-rata tingkat kemandirian kabupaten di kawasan Barlingmascakeb masih sangat kurang atau dapat dikatakan masih memiliki tingkat ketergantungan keuangan yang tinggi kepada pemerintah pusat. Hal tersebut dikarenakan proporsi dana perimbangan yang lebih besar dibandingkan dengan PAD yang diperoleh masing-masing daerah. Berdasarkan permaslahan tersebut maka Perlunya kesiapan dan pemahaman yang baik dari pemerintah daerah agar dapat mengimplementasikan kebijakan desentralisasi fiskal secara optimal dalam penyediaan barang publik dan pembangunan perekonomian. Karena semakin tinggi PDRB suatu daerah maka semakin maju daerah tersebut. Pemerintah harus mampu memprioritaskan pendapatan asli daerahnya dan dana perimbangan yang diperoleh pada kegiatan yang produktif seperti pengeluaran pembangunan dibanding pengeluaran rutin. Memperbaiki kinerja pemerintah daerah yang tidak efisien dalam pengelolaan dan pengalokasian keuangannya. Karena apabila ketergantungan fiskal terus berlangsung maka hanya akan meningkatkan beban anggaran pusat. Hal tersebut dapat di atasi dengan cara pemerintah daerah harus mampu mengolah potensi daerah yang dimiliki untuk meningkatkan pendapatan asli daerahnya serta memperbaiki kinerja perusahaan daerah sebagai sumber pendapatan daerah. | The research entitled “The Effect of Fiscal Decentralization toward GDRP at Barlingmascakeb Local Area (Period 2001-2012). The purpose of the research is to know the effect of fiscal decentralization with instruments of DOSR, GAF, SAF, RSF toward regencies’ GDRP at Barlingmascakeb Local Area for 2001-2012 concurrently and partially and to know which variable that has the biggest effect. The second purpose of the research is to know how high the level of regency budget tendency at Barlingmascakeb Local Area toward budgeting aid from Central Government. This research is descriptive quantitative research with secondary data from 5 regencies at Barlingmascakeb Local area from 2001-2012. In data calculating, it used instruments of analysis then explained descriptively. The instruments of the research are regress estimationsof panel data which are to know the effect of fiscal decentralization toward PDRB and interval scale of Fiscal Decentralization Level to measuring local finance. Based on the regress estimations of panel data with fixed effect model known that Fiscal Decentralization consists of DOSR, GAF, SAF, and RSF were effected concurrently and significant toward regencies’ GDRP at Barlingmascakeb Local Area. Variable DOSR was effected positive and significant toward regencies’ GDRP at Barlingmascakeb Local Area with regress coefficient (5,870193). It means that if there is increasing of DOSR 1% with the assumption that the other variables are considered constant (ceteris paribus), it will increase GDRP 5, 87 %. Variable GAF was effected positive and not significant toward GDRP at Barlingmascakeb Local Area with the regress coefficient (0,063434) that means if there is increasing GAF 1% with the assumption that the other variables are considered constant (ceteris paribus), it will increase GDRP 0,06 %. Variable SAF was effected negative and significant toward GDRP at Baringmscakeb Local Area with regress coefficient (-5,159522), that means if there is increasing SAF 1% with assumption that the other variables are considered constant (ceteris paribus), it will decrease GDRP -5,16%. Whereas, variable RSF was effected positive and significant toward GDRP at Barlingmascakeb Local Area with the regress coefficient (42,50962). It means that if there is increasing DBH 1% with the assumption that the other variables are considered constant (ceteris paribus),it will increase GDRP 42,51%. According to the result of the research with interval scale analysis of fiscal decentralization level showed that during conducting time of fiscal decentralization from 2002-2012, almost all regencies at Barlingmascakeb had a very low financial independency or high financial tendency to Central Government. Banyumas Regency had the highest local independency with the number of 10,93%. Whereas, Kebumen Regency had the lowest local independency with the number of 6,84%. A regency could be said independent whether the fiscal decentralization level with the minimal number of 20,01%. In other words, the regencies at Barlingmascakeb need to increase their DOSR more. As long as 12 years fiscal decentralization based-implementations, the average of regency’s independency were low or they still had a high dependency of finance to Central Government. It was caused the portion of balancing budget was higher than DOSR which they got. According those conditions, it needs to have readiness and good understanding from Local Government in order to implement the policy of fiscal decentralization optimally in providing public stuffs and economic developments. The higher GDRP of area, the more developed the area. Local Governments must be able to prioritize their DOSR and balancing budget they obtained in many productive activities such as development outcome finance than routine outcome finance, improving performance of local government which is not efficient in managing and allocating their finance. If fiscal dependency keeps ongoing, it will only increasecentral budget charge. That could be overcome if Local Governments are able to process or manage their local potencies well to increase their DOSR and improve the works of local companies as a source of local income. Ket : 1. PAD : District Own Source Revenue (DOSR) 2. DAU : General Allocation Fund (GAF) 3. DAK : Specific Allocation Fund (SAF) 4. DBH : Revenue Sharing Fund (RSF) 5. PDRB : Gross Domestic Regional Product (GDRP) | |
| 9663 | 9617 | E1A110044 | PERSYARATAN PARTAI POLITIK CALON PESERTA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF | Peserta pemilu untuk memilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota adalah partai politik. Partai politik untuk dapat mengikuti pemilu harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. Berdasarkan hal tersebut, maka penulitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persyaratan partai politik calon peserta pemilihan umum legislatif. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis. Sumber bahan hukum adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa persyaratan partai politik calon peserta pemilihan umum legislatif meliputi: berstatus badan hukum, memiliki kepengurusan di seluruh provinsi, memiliki kepengurusan di 75% kabupaten/kota dalam provinsi tersebut, memiliki kepengurusan di 50% kecamatan dalam kabupaten/kota tersebut, keterwakilan 30% perempuan dalam kepengurusan tingkat pusat, memiliki anggota sekurang-kurangnya 1000 orang atau 1/1000 dari jumlah penduduk pada kepengurusan partai politik di kabupaten/kota, mempunyai kantor tetap untuk kepengurusan pada tingkatan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, mengajukan nama, lambang, dan tanda gambar partai politik kepada KPU dan menyerahkan nomor rekening dana kampanye pemilu atas nama partai politik kepada KPU. Agar dapat menjadi peserta pemilu, partai politik wajib mendaftarkan diri ke KPU guna proses verifikasi, untuk ditetapkan memenuhi atau tidak memenuhi persyaratan dan dinyatakan lolos atau tidak lolos verifikasi sebagai partai politik peserta pemilu. | The election of participant to elect the members of DPR, DPRD of Province, and DPRD of Regency/City are politic party. To follow the election the politic party must fulfill the prerequisites that have been determined before. Based on the explanation above, so this research aims to find out and analyze the prerequisite of the politic party of election candidate participant. In addition, the method of research uses the normative juridical by using the statute approach. Specification of research is analytical descriptive. Source of material law is primary material law and secondary material law and analyzed using method of qualitative normative. Based on the result of research and discussion it can be concluded that the prerequisite of the candidate of politic party of legislative election participant involves: it has status of corporate body, it has the management of organization in all provinces, it has the management organization in 75% in regency/city in one province, it has the management organization in 50% in Sub district in the regency/city, the representation is 30% female or 1/1000 from the total resident in the management to organization in the regency/city, it has the fixed office for the management organization in the level of central, province, and regency/city, propose the name, brand, and gives picture symbol of politic party to Public Election Commission (KPU) and gives the account number of the election campaign fund for the name politic party to KPU. To become the election participant, politic party obligates enroll to the KPU for the verification process, to be stated has fulfilled or not fulfill the prerequisite and it has been stated to be accepted or not from verification as the politic party of the election participant. | |
| 9664 | 9618 | H1K009056 | Komposisi Ukuran dan Kelimpahan Kerang Darah (Anadara granosa) Di Tritih Kulon, Cilacap | Penelitian ini berjudul “Komposisi Ukuran dan Kelimpahan Kerang Darah (Anadara granosa) Di Tritih Kulon, Cilacap. Kerang darah (A. granosa) merupakan salah satu spesies dalam kelas bivalvia yang memiliki nilai ekonomis yang bermanfaatbagi manusia. Penelitian tentang komposisi ukuran dan kelimpahan kerang darah (A. granosa) di Tritih Kulon sangatlah diperlukan, agar dapat diketahui seberapa besar potensi kelimpahan kerang darah (A. granosa), sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dan lestari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi ukuran dan kelimpahan kerang darah (A. granosa), serta untuk mengetahui kelimpahan kerang darah (A. granosa) pada berbagai salinitas dan tipe substrat yang berbeda di Tritih Kulon, Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survei dan penentuan stasiun dilakukan berdasarkan jarak dari muara sungai Beji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi ukuran kerang darah (A. granosa) yang ditemukan di Tritih Kulon berukuran sedang (2,5-3 cm) sebanyak 7 ekor dan berukuran besar (> 3 cm) sebanyak 45 ekor, sedangkan kerang berukuran kecil (< 2,5 cm) tidak ditemukan. Kelimpahan tertinggi terdapat pada lokasi yang dekat dengan hutan mangrove dari sisi sebelah Barat (stasiun 5) dengan salinitas sebesar 19 ppt, tipe substrat lumpur berpasir dan bahan organik 7,534% yaitu sebanyak 95,167 gram/trip atau 0,67 ind/m². Sedangkan kelimpahan terendah terdapat pada lokasi yang dekat dengan muara sungai Beji (stasiun 2) dengan salinitas sebesar 7 ppt, tipe substrat pasir berlumpur dan bahan organik 5,382% yaitu sebanyak 10,33 gram/trip atau 0,067 ind/m². | This study entitled "Size Composition and Blood Cockle (Anadara granosa) Abundance In Tritih Kulon, Cilacap”. Blood cockle (A. granosa) is a species of bivalves class that has an economic value that are beneficial to humans. Research on size composition and abundance of blood cockle (A. granosa) in Tritih Kulon is necessary, in order to know how much potential abundance of blood cockle (A. granosa), so it can be used optimally and sustainably. The purpose of this study was to determine the size composition and abundance of blood cockle (A. granosa ), as well as to determine the abundance of blood cockle (A. granosa) at various salinities and different substrate types in Tritih Kulon, Cilacap. This study was conducted to determine the size composition and the blood cockle (A. granosa) abundance, as well as to determine the abundance of blood cockle (A. granosa) at various salinities and different types of substrates in Tritih Kulon, Cilacap. Survey method was used in this study and determination was done based on the distance of the station from the Beji river mouth. The results showed that the size composition of the blood cockle (A. granosa)in Tritih Kulon found medium-sized (2.5-3 cm) of 7 individu and large (> 3 cm) by 45 individu, while small size (< 2,5 cm) was not found. The highest abundance found in a location nearto the mangrove forests of the West side (station 5) with a salinity of 19 ppt, sandy mud substrate type and organic matter 7.534 % which is about 95.167 gr/trip or 0.67 ind / m². While there is a low abundance at the location near to the river mouth Beji (station 2) with a salinity of 7 ppt, muddy sand substrate type and organic matter 5.382 % which is about 10.33 gr/ trip or 0,067 ind / m² . | |
| 9665 | 9619 | C1C010095 | ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA LAPORAN KEUANGAN PADA PD BPR BKK PURWOKERTO | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laporan keuangan PD BPR BKK Purwokerto jika menerapkan akuntansi sumber daya manusia dan memperoleh hasil secara empiris mengenai kinerja keuangan PD BPR BKK Purwokerto sebelum dan sesudah diterapkannya akuntansi sumber daya manusia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang meliputi data keuangan mengenai sumber daya manusia, neraca, dan laporan laba rugi PD BPR BKK Purwokerto pada tahun 2011, 2012, dan 2013. Data penelitian diperoleh dengan cara dokumentasi dan studi lapangan melalui wawancara dan observasi langsung. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan uji t sampel berpasangan menunjukkan bahwa : (1) Tidak terdapat perbedaan laporan keuangan PD BPR BKK Purwokerto sebelum dan sesudah menerapkan akuntansi sumber daya manusia, (2) Terdapat perbedaan kinerja keuangan PD BPR BKK Purwokerto sebelum dan sesudah diterapkannya akuntansi sumber daya manusia yang ditunjukkan dengan rasio keuangan. | The research aimed to investigate financial statement of PD BPR BKK Purwokerto when implementing human resource accounting and obtain empirical results about the financial performance of PD BPR BKK Purwokerto before and after the implementation of human resource accounting. The research used descriptive quantitative research method. The data that used in this research is a secondary data, including financial data about human resources, balance sheet, and income statement of PD BPR BKK Purwokerto for 2011, 2012, and 2013. Data were obtained by way of documentation, interviews, and direct observation. Based on the result of research and analysis of the data by using the paired sample t-test showed that : (1) There were no differences in the financial statement of PD BPR BKK Purwokerto before and after applying human resource accounting, (2) There are differences in the financial performance of PD BPR BKK Purwokerto before and after the implementation of human resource accounting that showed by financial ratio. | |
| 9666 | 9620 | A1M010048 | PENGARUH KONSENTRASI NIRA KELAPA DAN SUSU SKIM TERHADAP WARNA, AROMA NIRA DAN AROMA KHAS YOGURT PADA YOGURT DRINK NIRA KELAPA | Yogurt drink nira kelapa merupakan produk fermentasi oleh Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus berbahan baku nira kelapa dan susu skim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi nira kelapa dan susu skim yang berbeda terhadap warna, aroma nira kelapa dan aroma khas yogurt pada yogurt drink nira kelapa serta mengetahui kombinasi perlakuan konsentrasi nira kelapa dan susu skim yang menghasilkan produk dengan warna, aroma nira kelapa dan aroma khas yogurt terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nira kelapa berpengaruh terhadap warna dan aroma nira kelapa. Semakin besar konsentrasi nira kelapa maka aroma nira kelapa pada yogurt drink nira kelapa yang dihasilkan semakin meningkat. Konsentrasi susu skim dan semua kombinasi dari perlakuan konsentrasi nira kelapa dan susu skim tidak berpengaruh terhadap seluruh variabel yang diujikan (warna, aroma nira kelapa dan aroma khas yogurt). | Coconut sap drink yogurt is a fermentation product by Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophillus made from coconut sap and skim milk. This study aims to determine the effect of the concentration of coconut sap and skim milk differently to color, coconut sap aroma and yogurt specific aroma in coconut sap drink yogurt and figure out the combination treatment of coconut sap and skim milk concentration with the best color, coconut sap aroma and yogurt specific aroma. The results showed that the concentration of coconut sap affect the color and aroma of coconut sap. The greater concentration of coconut sap in yogurt drink could increased coconut sap aroma. Concentration of skim milk and all combinations of treatments coconut sap and skim milk concentration had no effect on the variables tested (color, coconut sap aroma and yogurt specific aroma). | |
| 9667 | 10804 | H1I010002 | PENGARUH KALIUM PERMANGANAT DAN TEMPERATUR BERBEDA TERHADAP DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN LELE SANGKURIANG (Clariasgariepinus) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kalium Permanganat dan temperatur berbeda terhadap daya tetas telur dan sintasan larva ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus)”. Metodeeksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan perlakuan suhu 27 oC, 29 oC, 31 oC, 33 oC, dan kalium permanganat 0, 1,5, dan 3 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya tetas telur (HR) dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuanT3P1 dengan kombinasi temperatur 31ºC dan kalium permanganat 0 ppm yaitu dengan nilai HR 69%.Sintasan larva ikan lele (SR) dengan rataan tertinggi terdapat pada kombinasi perlakuanT3P2 dengan temperatur 31ºC dan kalium permanganat 1,5 ppm yaitu dengan nilai SR 97 %. | "Effect of Potassium Permanganate and different temperatures on hatching rate and fish larvae survival rate of Sangkuriang Catfish (Clarias gariepinus)". Experimental method applied completely randomized design (CRD) of factorial experiment with treatments, i.e. temperatures (27 oC, 29 oC, 31 oC, 33 oC) combined with potassium permanganate dosages (0, 1.5, and 3 ppm). Each combination treatment bas rum in quadruplicates. The results showed that the average hatching rate was highest in T3P1 treatment (a combination of 31ºC and 0 ppm potassium permanganate) being 69%. Catfish larvae survival rate was highest T3P2 (a combination of 31ºC and 1.5 ppm potassium permanganate) being 97%. | |
| 9668 | 11306 | A1L011017 | TANGGAP MORFOLOGIS GALUR PADI GOGO TERHADAP KEKERINGAN DAN DEFISIENSI HARA | Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan galur-galur padi gogo, 2) Mengkaji respon galur-galur padi gogo terhadap defisiensi hara 3) Mendapatkan galur padi gogo yang toleran terhadap cekaman kekeringan dan efisien hara. Penelitian telah dilaksanakan menggunakan media kultur hara di screen house Fakultas Pertanian UNSOED. Rancangan yang digunakan adalah Split plot design. Faktor pertama terdiri empat taraf yaitu K0H1 (Tanpa Cekaman kekeringan 0 % PEG dan cukup hara) K0H2 (Tanpa cekaman kekeringan 0 % PEG dan kekurangan hara), K1H1(Cekaman kekeringan 10 % PEG dan cukup hara), dan K1H2 (Cekaman kekeringan 10 % PEG dan kekurangan hara). Faktor kedua yaitu 20 genotip padi gogo hasil persilangan dan 2 varietas padi yaitu koshimura dan IR-64.Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, bobot akar basah, bobot akar kering, bobot tajuk basah, bobot tajuk kering, indeks toleransi dan nilai efisiensi hara. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa 1) cekaman kekeringan PEG 10 % ( meningkatkan panjan gakar sebagai upaya adaptasi tanaman terhadap kondisi stres kekeringan, 2) Cekaman hara menurunkan tinggi tanaman, bobot tajuk basah dan bobot tajuk kering, tetapi menaikkan panjang akar tanaman 3) Galur padi gogo yang berpotensi toleran kekeringan dan efisien hara yaitu SET 2. KM.12.6, SET 3.PM.23.11, SET 2. MK. 25.5, SET 1. 23, SET 3. MK. 24.3, SET 1. 24, SET 1. 22, SM. 37. 1, dan SET 3. SF. 11. | Abstract This research aims to: 1) Assessing the impact of drought stress on the growth of upland rice strains, 2) Assessing the response of upland rice strains to nutrient deficiency 3) Acquire tolerant upland rice lines to drought stress and nutrients efficient. Research had been conducted using nutrient culture medium in the screen house of UNSOED’s Faculty of Agriculture. Split plot design was used on this research. The first factor was consisted by four levels;K0H1 (Without drought stress and sufficient nutrients), K0H2 (Without drought stress and nutrient deficiencies), K1H1 (10% PEG drought stress and sufficient nutrients), and K1H2 (10% PEG drought stress and nutrient deficiencies). The second factors were 20 genotypes of upland rice (G) from cross-breeding and two varieties of rice which were Koshimura and IR-64. The observed variables were plant height, root length, sum of leaves, roots wet weight, root dry weight,canopywet weight, canopy dryweight, index tolerance and nutrient efficiency. The results showed that 1) drought (PEG 10%) increased root length as plant adaptation to drought stress, 2) Stress nutrient decreased plant height, canopy wet weight and canopy dry weight, but increase theplantroot length 3) the upland rice strains tolerant todrought and nutrients efficientwere SET 2. KM.12.6, SET 3.PM.23.11, SET 2. MK. 25.5, SET 1. 23, SET 3. MK. 24.3, SET 1. 24, SET 1. 22, SM. 37. 1, dan SET 3. SF. 11. | |
| 9669 | 9621 | F1C010066 | KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERAPIS KEPADA ANAK-ANAK PENYANDANG AUTISME DI ELIAN CENTER PURWOKERTO | Penelitian ini mengambil judul “Komunikasi Terapeutik Terapis Kepada Anak-anak Penyandang Autisme di Elian Center Purwokerto”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi terapeutik terapis kepada anak-anak penyandang autis di Elian Center Purwokerto. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sedangkan untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan pengamatan dan juga juga studi literatur yang berkaitan dengan komunikasi terapeutik terhadap anak-anak penyandang autisme. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa metode komunikasi terapeutik yang dilakukan terapis terhadap anak-anak penyandang autis di Elian Center Purwokerto melalui dua cara, yaitu teknik komunikasi verbal dan teknik komunikasi nonverbal. Teknik komunikasi verbal bagi anak autis yang digunakan di Elian Center ini dilakukan melalui instruksi-instruksi. Teknik komunikasi verbal merupakan teknik komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Dalam teknik komunikasi verbal, penggunaan bahasa memegang peranan penting. Instruksi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan berbagai macam kemampuan anak-anak autis yang mengalami keterlambatan, tidak seperti anak normal lainnnya. Sedangkan teknik komunikasi nonverbal bisa digunakan untuk membantu memahami komunikasi verbal, atau bahkan bisa membantu mereka yang memiliki keterbatasan untuk berkomunikasi secara verbal. Intonasi suara, isyarat, gerak tubuh, sikap, merupakan beberapa contoh bentuk komunikasi nonverbal. Beberapa hambatan yang dialami oleh terapis datang dari kalangan masyarakat, orang tua, dan anak autis itu sendiri. | The title of this research is “Therapeutic Communication Therapist To Children with Autism in Elian Center Purwokerto”. This research is conducted to determine how the process of therapeutic communication therapist to children with autism in Elian Center Purwokerto. The method used in this research is qualitative method. As for the data collection by indeepth interview, observation and study of literature is also associated with therapeutic communication to children with autism. The results obtained from this study is that the method of therapeutic communication by the therapist to children with autism in Elian Center Purwokerto in two ways, namely verbal communication techniques and nonverbal communication techniques. Verbal communication techniques for children with autism used in Elian Center is conducted through by instructions. Verbal communication techniques is a communication technique that uses words, either spoken or written. In verbal communication techniques, use of language plays an important role. Instruction is conducted aiming to improve the varying abilities of autistic children who experience delays, not like a normal child sharing. While nonverbal communication techniques can be used to help understand verbal communication, or can even help those with disabilities to communicate verbally. Tone of voice, gesture, gestures, attitudes, a few examples of this form of nonverbal communication. Some of the barriers experienced by therapists come from the community, parents, and children with autism themselves. | |
| 9670 | 9622 | H1E010020 | Fabrikasi dan Karakterisasi DSSC Ekstrak Dye Organik dari Buah Naga ( Hylocereus undatus) | Penelitian tentang fabrikasi dan karakterisasi DSSC doping ekstrak dye organik dari buah naga (Hylocereus undatus) telah dilakukan. Karakterisasi uji listrik sel surya menggunakan variasi pelapisan ZnO pada kaca ITO mengasilkan arus, tegangan, daya dan efisiensi. Pada pengujian dengan menggunakan layer 1, Imax= 4,9 µA ,Vmax=0,4 mV, Pmax=1,96 x 10-9mW, ɳ=0,002 %. Sedangkan pada layer 2, Imax = 6,5 µA, Vmax =2,5 mV, Pmax=16,25 x 10-9 mW, ɳ=0,02 %, dan layer 3, Imax = 13 µA, Vmax =2,44 mV, Pmax=31,7x10-9mW, ɳ=0,03 %. Dari hasil yang diperoleh, bisa disimpulkan bahwa dye buah naga bisa digunakan sebagai sensitizer solar sel. | Research on the fabrication and characterization of DSSC dye doped organic extracts of dragon fruit ( Hylocereus undatus ) has been performed . Characterization of electrical test solar cells using a variation of the ZnO coating on ITO glass mengasilkan current, voltage , power and efficiency . In testing using layer 1 , Imax = 4.9 uA , V max = 0.4 mV , Pmax = 1.96 x 10-9mW , ɳ = 0.002 % . While at layer 2 , Imax = 6.5 uA , V max = 2.5 mV , Pmax = 16.25 x 10-9 mW , ɳ = 0.02 % , and the third layer , Imax = 13 uA , Vmax = 2 , 44 mV , Pmax = 31,7x10-9mW , ɳ = 0.03 % . From the results obtained , it can be concluded that the dragon fruit dye can be used as a sensitizer solar cells . Keywords : DSSC , ZnO , organic Dye , sensitizer | |
| 9671 | 9623 | D1E009248 | Kadar Lemak Dan Kolesterol Daging Ayam Broiler Pada Substitusi Konsentrat Protein Oleh Tepung Bulu Ayam Olahan | Penelitian bertujuan untuk mengkaji kadar lemak dan kolesterol daging ayam broiler pada substitusi konsentrat protein oleh tepung bulu ayam olahan. Materi yang digunakan adalah 60 ekor ayam broiler umur 1 minggu. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan adalah substitusi konsentrat protein tepung bulu ayam olahan 0% (R0), 3% (R1), 6% (R2), 8% (R3) dan 12% (R4). Peubah yang diukur adalah kadar lemak dan kolesterol daging ayam broiler. Data dianalisis dengan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kadar lemak dan kolesterol daging ayam broiler. Kesimpulan dari penelitian adalah penggunaan tepung bulu ayam olahan sampai 12% dapat menggantikan konsentrat protein tanpa mempengaruhi kadar lemak dan kolesterol daging ayam broiler | The objectives of this research was to investigate The effect of processed chicken feather meal on lipid and cholesterol level of broiler meat. The materials in this study were 60 broiler chickens of 1 weeks old. The research was conducted with the experimental method, using a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. As the treatments were flour processed chicken feathers as substituted concentrate protein as much as 0% (R0), 3% (R1), 6% (R2), 8% (R3) and 12% (R4). Variables measured were the level of lipid and cholesterol meat broiler. The data were analyzed using analysis of variance. The results of variance analysis showed that the treatment didnot significantly effect (P>0.05) lipid and meat cholesterol. The conclusion of this research is flour processed chicken feather can substitute the concentrate protein until 12% in broiler ration. | |
| 9672 | 9624 | A1M010045 | PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI, DAUN TEH DAN DAUN SIRIH HIJAU TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI JENANG JAKET | Jenang jaket merupakan produk semi basah yang memiliki tekstur halus dan kenyal dengan umur simpan yang relatif pendek sekitar 4-5 hari Sebuah inovasi dilakukan untuk meningkatkan umur simpan jenang yaitu dengan menambahkan pengawet alami yang berasal dari ekstrak daun jambu biji, daun teh dan daun sirih hijau. Tujuan penelitian: 1) Menentukan jenis ekstrak yang dapat menghasilkan jenang jaket dengan karakteristik sensori terbaik. 2) Menentukan jumlah penambahan ekstrak yang tepat untuk menghasilkan jenang jaket dengan karakteristik sensori terbaik. 3) Menentukan kombinasi perlakuan antara jenis dan jumlah penambahan ekstrak yang tepat untuk menghasilkan jenang jaket dengan karakteristik sensori terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimenal dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dikaji yaitu: 1) Jenis ekstrak, yang terdiri dari 3 taraf yaitu ekstrak daun jambu biji (E1), ekstrak daun teh (E2), dan ekstrak daun sirih hijau (E3); 2). Jumlah penambahan ekstrak, yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 5% (K1), 10% (K2) dan 15% (K3) sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah sifat sensori yang meliputi tekstur, warna dan aroma ekstrak. Data sifat sensori yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Uji F), apabila pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun jambu biji menghasilkan jenang jaket dengan karakteristik sensori terbaik dibandingkan ekstrak daun teh dan daun sirih hijau. Jumlah penambahan ekstrak 5% menghasilkan jenang jaket dengan karakteristik sensori terbaik dibandingkan jumlah penambahan ekstrak 10% dan 15%. Kombinasi ekstrak daun jambu biji pada jumlah penambahan ekstrak 15% menghasilkan jenang jaket terbaik yaitu warna coklat (3,47), tekstur kenyal (3,67) dan aroma ekstrak tidak terasa (1,87). | Jenang jaket is intermediate moisture food product that has smooth texture and chewy with short save life around 4 until 5 days. An innovation is made to increase save life of jenang jaket by adding guava leaf extract, tea leaf extract and green betel leaf extract. The aims of this research were: 1) Determine the types of extracts that produced jenang jaket with the best sensory characteristics. 2) Determine the amount of a addition of the extracts to produced jenang jaket with the best sensory characteristics. 3) Determine the combination of treatment between the types and addition of extracts to produced jenang jaket with the best sensory characteristics.This research used experimental method with Randomized Block Design (RBD). Factors that tried: 1) Type of extract, which of: Guava leaf extract (E1) tea leaf extract (E2) and green betel leaf extract (E3). The additional of extracts, which consisted of: 5% (K1); 10% (K2); 15% (K3). The number of combination were 9 then reapeated three times to obtained 27 experimental units. The variables measured were sensorial attributes include texture, color and the smell of extract. Data were analyzed by analysis of variance (F test), if data significant then continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. That results showed that the type of guava Leaf extract (E1) produced jenang jaket with the best sensory characteristics than tea leaf extract and green betel leaf extract. The additional extract at 5% produced jenang jaket with the best sensory characteristics than concentration 10% and 15%. The combination treatment the type of leaf extract of guava leaf ekstract with addition of extracts 15% producted jenang jaket with the best sensory characteristics that color is brown (3.47), texture is chewy (3.67), smell of extract is not felt ( 1.87). | |
| 9673 | 9625 | F1C009029 | STRATEGI KOMUNIKASI SEFTER JABAR 4 GUNA MENJALANKAN PROGRAM 2020 INDONESIA FREE FROM PAIN AND POVERTY | SEFTER Jabar 4 adalah sebuah jaringan komunikasi antar sesama alumni TS ( Training SEFT) berasal dari regional Jawa Barat untuk daerah Taikmalaya, Ciamis, Banjar Patroman, dan Pangandaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui planning, manajemen, dan hambatan Sefter Jabar 4 guna menjalankan program Indonesia 2020 free from pain and poverty. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling, diperoleh sebelas informan yang terbagi pada 5 Anggota Sefter Jabar 4, 3 orang dari SEFT Corp dan 3 orang peserta training SEFT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur, observasi partisipasi, dan juga dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan model triangulasi untuk validitas data. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan hasil penelitian yang menunjukan bahwa (1) Sefter Jabar 4 dalam tahapan planning melakukan by one promotion,tv lokal, koran, internet dan pembukaan stand dalam mempromosikan progam membebaskan Indonesia dari kemiskinan dan penderitaan. (2) Pada tahap organizing struktur organisasi Sefter Jabar 4 di bentuk sejalan dengan sistem bisnis multi level marketing (MLM),(3) Ditahap actuating dijelaskan model perekrutan Sefter Jabar 4 menggunakan teknik informatif, edukatif, persuasif dan koersif. (4) Sefter Jabar 4 tidak melakukan controlling, controlling sepenuhnya di ambil alih oleh SEFT Corp.(5) Hambatan dalam menjalankan program ini meliputi Status effect, Perceptual Distorsion, Physical Distractions, No Feed back. Selain itu penelitian ini memberikan saran agar Sefter Jabar 4 lebih memperluas regioanalnya karena masih banyak kota-kota kecil di luar regional Jabar 4 yang belum tersentuh oleh SEFT Corp. | SEFTER Jabar 4 is a communication network among the alumni TS (Training SEFT) originated from West Java region to region Taikmalaya, Ciamis, Banjar Patroman, and Pangandaran. The purpose of this study was to determine the planning, management, and barriers Sefter Jabar 4 to run the program in Indonesia 2020 free from pain and poverty. The method used is descriptive qualitative method. Selection techniques informants was purposive sampling, obtained 11 informants were divided in 5 Member Sefter Jabar 4, 3 people from seft corp and 3 participants training seft.. Data collection techniques used were semi structured interviews, participant observation, and documentation. Data collected analyzed used technique analysis model interactive which includes reduction data, presentation of data and verification. This study uses triangulation models for the validity of the data. Through this study it can be concluded that the study results showed that (1) Sefter Jabar 4 in the planning stages with by one promotion, local tv, newspapers, internet and opening a stand in promoting the program to free Indonesia from pain and poverty. (2) The organizing stage Sefter 4 Jabar organizational structure in the form of business system based on multi-level marketing (MLM). (3) The actuating stage Sefter Jabar 4 at the stage of recruitment models using techniques informative, educative, persuasive and coercive.(4) Sefter Jabar 4 does not do the controlling, controlling completely taken over by SEFT Corp. (5) Obstacles in implementing this program include status effects, Perceptual Distorsion, Physical Distractions, No Feed back. In addition, this study provides suggestions for further expanding Sefter Jabar 4 regioanalnya because there are many small towns outside the West Java region 4 that has not been touched by SEFT Corp. | |
| 9674 | 10806 | A1C010068 | ANALISIS KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA LARU ALAMI DI KABUPATEN BANYUMAS | Laru alami adalah campuran dari kapur, tatal nangka, dan kulit manggis. Laru alami digunakan sebagai bahan pengawet untuk menghambat aktivitas mikroba dan memperthankan pH di dalam nira. Saat ini belum ada produsen laru alami di Kabupaten Banyumas. Penelitian tentang kelayakan usaha dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan pendirian usaha laru alami ditinjau dari aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen dan organisasi, aspek pasar dan pemasaran, dan aspek finansial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling terhadap pemilik usaha laru alami dan petugas dari Disperindagkop Kabupaten Banyumas, serta secara sensus terhadap 22 perajin gula kelapa di Dusun Curug, Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap dan 2 orang perajin gula kelapa di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan April hingga Oktober 2014. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode kuantitatif meliputi trend linear, perhitungan NPV, IRR, PI, PBP dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Lokasi produksi laru alami berada di Dusun Tambaksari Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Proses produksi dilakukan secara semi mekanis yang menggunakan mesin giling (penepung) dengan kapasitas produksi 75 kg laru alami per hari. 2) Struktur organisasi yang digunakan adalah struktur garis dengan jumlah tenaga kerja 7 orang dan manajemen penggajian mengacu pada UMK Banyumas sebesar Rp1.000.000,00 serta upah untuk tenaga penggiling dan penepung sebesar Rp30.000,00 per hari. 3) Pendirian usaha laru alami memiliki peluang cukup besar berdasarkan proyeksi kebutuhan laru alami di Kabupaten Banyumas tahun 2009 – 2018 meningkat sebesar 3,64 persen. Laru alami memiliki harga jual Rp3.250,00 per bungkus di tingkat produsen dan didistribusikan kepada perajin gula kelapa melalui kelompok perajin gula kelapa. 4) Usaha laru alami layak pada kondisi normal, jumlah penjualan turun 5%, biaya tenaga kerja naik 10%, biaya bahan bakar naik 24%, dan investasi naik 25%, sedangkan kondisi jumlah penjualan turun 15%, usaha laru alami tidak layak dilaksanakan. | Natural laru is a mixture of mangoesteen peel, jackfruit chips and lime. Natural laru used to preservative inhibit microbial activity and sustain the sap pH. Now, there are’nt natural laru production in Banyumas. Research about feasibility conducted to determine the manufacturers feasibility of establishing a natural laru in terms of technical, technology, management, organization, marketing and financial aspects.Case study is the used method. Respondents determination conducted by puosive sampling of natural laru business owners and Department of industry, trade and cooperative of Banyumas, 22 palm sugar crafters in Curug hamlet, Jambusari, Jeruklegi, Cilacap district and 2 palm sugar crafters in Sikapat village, Sumbang, Banyumas distric. This research was conducted from April to October 2014. Data analysis method is the qualitative and quantitative include linear trend, NPV, IRR, PI, PBP and sensitivity analysis. The results of this research shows that, 1) Location of natural laru production is in the Tambaksari hamlet, Tambaksogra village, Sumbang, Banyumas distric. Production process is using semi mechanical milling machine with a production capacity of 75kg/day of natural laru. 2)The organizational structure is structure of the line with the amount of 7 labor with payroll management refers to the Banyumas MSE’s 1.000.000,00 IDR and wages for grinders and milling workers 30.000,00 IDR each day. 3) Naturally laru businesses have a big opportunities based on the projected needs of the natural laru Banyumas in 2009-2018 increased by 3.64%. The selling price of natural laru is 3.250,00 IDR at producent level and distributed to palm sugar crafters from palm sugar crafter group. 4) Natural laru business feasible under normal conditions, if sales fell 5%, labor costs rose 10%, fuel costs rose 24% and investment rose 25%, while the condition of sales fell 15%, natural larumanufacturers is not feasible. | |
| 9675 | 10805 | C1J010042 | FACTORS AFFECTING INCOME OF ORNAMENTAL FISH SELLER IN MINA RESTU MARKET PURWANEGARA VILLAGE NORTH PURWOKERTO SUB-DISTRICT AFTER RELOCATION | Penelitian ini berjudul Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Ikan Hias di Pasar Ikan Hias Mina Restu Kelurahan Purwanegara Kecamatan Purwokerto Utara Pasca Relokasi.Seiring dengan perubahan konsumsi ikan dari ikan sebagai konsumsi makanan menjadi pemuas rohani menciptakan prospek baru dalam bisnis perikanan seperti hal nya bisnis ikan hias.Bisnis ikan hias di Purwokerto merupakan salah satu aktifitas di sector informal yang memberikan peluang besar.Pasar Purwanegara di Kecamatan Purwokerto Utara sendiri dijadikan sentral penjualan ikan hias dimana sebelumnya pedagang ikan hias di pasar ini merupakan pedagang ikan hias di Jalan Jenderal Ahmad Yani yang mengajukan proposal kepada pemerintah Kabupaten Banyumas.Tetapi pada nyata nya beberapa pedagang menyatakan jumlah pedagang serta jenis barang dagangan mereka yang homogen membentuk persaingan yang ketat untuk mendapatkan pendapatan yang maksimal. Maka pada penelitian ini bertujuan untuk melihat variabel yang mempengaruhi pendapatan pedagang ikan hias tersebut seperti modal usaha, lama usaha, jam kerja, dan lokasi. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah 50 pedagang berdasarkan tabel Isaac Michael dengan tingkat kesalahan 5% dan juga menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pendapatan pedagang dan uji t berpasangan untuk membandingkan pendapatan sebelum dan sesudah sebagai alat analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah variabel modal, lama usaha, dan jam kerja memiliki pengaruh secara parsial terhadap pendapatan pedagang ikan hias di Mina Restu, tetapi ternyata variabel lokasi tidak memiliki pengaruh terhadap pendapatan pedagang ikan hias di pasar Mina Restu.Dari hasil uji t berpasangan sendiri didapati hasil bahwa ada nya perbedaan yang signifikan pada pendapatan pedagang sebelum dan sesudah relokasi. | This research was entitled “Factors Affecting Income Of Ornamental Fish Sellers In Mina Restu Market Purwanegara Sub-District North Purwokerto District After Relocation”. In line with the shift of fish consumption pattern from food to spiritual gratification create new prospect in fish business such as ornamental fish business. Ornamental fish business is one of activities in informal sector in Purwokerto city Banyumas Regency that give big opportunities. Mina Restu Market in Purwanegara Sub-District North Purwokerto was made to a central of selling ornamental fish. The sellers here were sellers at Jendral Ahmad Yani street that proposed government of Banyumas Regency. But in reality, many sellers confess the number of sellers and type of its goods construct tight competition to get maximal income. Thus, this research aims to examine variable that influence income of ornamental fish sellers such as capital, business period, working hours, and location, and to determine impact to their income before and after relocation. This research use sample 50 sellers based on Isaac Michael table with probability 5% and also use multiple linier regression to examine what factors that has influence to seller’s income and t paired test to compare income before and after as data analysis technique. Result of this research is capital variable, business period, working hours partially has significant impact toward income of ornamental fish sellers in Mina Restu, but location variable has not impact toward income of ornamental fish business in Mina Restu. From t paired test, there is difference between income of sellers in Mina Restu before and after relocation. | |
| 9676 | 9626 | D1E010199 | EVALUASI LAMA PERENDAMAN DENGAN PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP KEEMPUKAN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK DAGING BAGIAN PAHA (Biceps femoris) AYAM NIAGA PETELUR AFKIR | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman air perasan jeruk nipis yang optimal terhadap keempukan dan sifat organoleptik (bau dan warna) daging paha ayam niaga petelur afkir. Penelitian dilaksanakan tanggal 2 sampai dengan 17 Juli 2014. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah daging paha ayam niaga petelur afkir, aquades, air perasan jeruk nipis. Peubah yang diukur adalah keempukan (mm/g/det) dan sifat organoleptik (bau dan warna). Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk keempukan dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk sifat organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman larutan perasan jeruk nipis yang berbeda pada daging paha ayam niaga petelur afkir berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bau dan warna daging dan berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan keempukan dengan persamaan garis Y=0,041+0,000053X2-0,00000067X3 titik tertinggi pada lama perendaman selama 42,05 menit (0,046 mm/g/det) dan titik terendah pada lama perendaman selama 10,35 menit (0,036 mm/g/det). Kesimpulan penelitian yaitu perendaman daging paha ayam niaga petelur afkir menggunakan konsentrasi jeruk nipis 10 % selama 45 menit cenderung meningkatkan keempukan, namun sifat organoleptik bau dan warna relatif sama. | The aim of this research was to study about the effect of optimal time immersion of llime juices on tenderness and organoleptic characteristic thigh meat laying hens culled. This research was done from July 2nd 2014 until 17th July, 2014. Materials used in this study were commercial laying chicken thigh meat of culled, distilled water, lime juice. The variables measured were meat tenderness (mm/g/det) and organoleptic characteristics (odor and color). The research used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and every treatment was repeated 5 times for tenderness, and Randomized Complete Blok Design (RCBD) for organoleptic characteristics. The results showed that different time immersion of lime juice on thigh meat laying hens culled was not significant (P> 0.05) on the odor and color of the meat and significant (P < 0.05) on tenderness with the line equation Y=0,041+0,000053X2-0,00000067X3 the highest point on time immersion at 42.05 minutes (0.046 mm/g/s) and the lowest point on time immersion at 10.35 minutes (0.036 mm/g/s). The conclusion of this research is the immersion of commercial laying chicken thigh meat of culled using a concentration of 10 % for 45 minutes can improve tenderness, but the odor and color of the organoleptic characteristics are relatively similar. | |
| 9677 | 9627 | F1C009005 | STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI POSSI DALAM MENGEMBANGKAN OLAHRAGA SELAM DI BANYUMAS | ABSTRAKSI Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Komunikasi 2014 Ambar Aji Nugroho F1C009005 “Strategi Komunikasi Organisasi POSSI Dalam Mengembangkan Olahraga Selam Di Banyumas” POSSI merupakan induk organisasi yang menaungi penyelam yang ada di Indonesia, organisasi ini menjadi wadah bagi penyelam yang ingin menjadi atlet atau hanya ingin rekreasi saja dalam penyelaman. Tidak semua kota di Indonesia memiliki induk organisasi selam, namun banyak juga kota yang memiliki organisasi POSSI, Banyumas merupakan salah satu kota yang memiliki induk organisasi bagi para penyelam. Peneliti ingin mencoba melihat apa dan bagaimana strategi POSSI Banyumas dalam mengembangkan olahraga selam di Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah POSSI Banyumas dalam melakukan komunikasi organisasi. Sedangkan objek penelitiannya adalah strategi komunikasi yang digunakan dalam mengembangkan POSSI Banyumas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk memilih informan. Dalam penelitian ini didapatkan hasil dan kesimpulan bahwa hambatan dalam mengembangkan olahraga selam di Banyumas salah satunya adalah adanya masalah dalam Komunikasi internal. Dalam hal ini di dalam POSSI komunikasi internal tidak berjalan dengan baik sebagaimana mestinya sebuah organisasi, dalam POSSI terjadi ketidak harmonisan antara anggota dan pengurus. KATA KUNCI: Komunikasi, Organisasi, Possi, Srategi | ABSTRACT University Jenderal Soedirman Faculty of Social and Political Sciences Department of Communication Studies 2014 Ambar Aji Nugroho F1C009005 "Communication Strategy POSSI Organization In Developing Sport Dive In Banyumas" ABSTRACT POSSI is the main organization that organize divers in Indonesia, the organization is a medium for diver who want to be an athlete or just want recreation course in diving. Not all cities in Indonesia have diving organization, but some cities have POSSI organization, Banyumas is the one city that has a organization for divers. Researchers try to identify what strategies and how POSSI Banyumas developing diving in Banyumas. The method used in this research is descriptive qualitative. The subjects is POSSI Banyumas in organizational communication process. The research object is the communication strategies that used in developing the POSSI Banyumas. Techniques of data collection using observation and interviews. This study used purposive sampling to select informan. In this study, the results and conclusions shows that the problem to develop diving in Banyumas is about internal communication. In this case, internal communication POSSI does not good as it should be as an organization, inside POSSI occurs disharmony between members and administrators. KEYWORDS: Communication, Organization, Possi, Strategy | |
| 9678 | 9629 | D1E010268 | PENGARUH PERENDAMAN PADA KONSENTRASI LARUTAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP DAYA IKAT AIR, SUSUT MASAK DAN KEEMPUKAN DAGING PAHA SAPI | Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman pada konsentrasi larutan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap daya ikat air, susut masak dan keempukan daging paha sapi. Bahan penelitian yaitu daging paha sapi, air perasan jeruk nipis, aquades dan alat yang digunakan yaitu baskom, pisau, alat pemeras jeruk nipis, saringan, tiang penggantung daging, kertas whatman 41, plat kaca, beban 35 kg, stopwatch, plastik transparan, milimeterblok, timbangan, kantong plastik, waterbath, penetrometer, oven, cawan porselin dan pisau gulung. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan dan ulangan sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perendaman pada konsentrasi jeruk nipis dengan lama waktu 45 menit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap daya ikat air dan susut masak namun berpengaruh secara linier terhadap nilai keempukan daging paha sapi dengan persamaan Y = -0,0474 + 0,0023 X (r = 0,96). Rataan daya ikat air yang diperoleh 35.80%, rataan susut masak yang diperoleh adalah 41.30%, dan rataan keempukan 0.03 mm/g/dt.. Kesimpulan dari penelitian adalah perendaman daging bagian paha sapi menggunakan konsentrasi perasan jeruk nipis sampai 15 % menghasilkan daya ikat air dan susut masak daging paha sapi relatif sama dan menurunkan keempukan. | The purpose of this research was determine the effects of submerged on lemon (Citrus aurantifolia) water extract concentration toward water holding capacity (WHC), cooking loss and tenderness of cattle thigh meat. The research materials consisted of thigh part beef meat, submerged of lemon water, distilled water, tool table, bowl, knife, lemon squeezer, strainer, meat pole hunger, paper whatman 41, glass plate, balance of 35 kg capacity, stopwatch, transparent plastic, milimeterblock, scales, plastic bags, water bath, penetrometer, oven, porcelain cup, and tissue rolls. The research method was experiment, using completely randomized design (CRD) w treatment and 5 replication. The results showed that soaking in lemon juice concentration with a long time of 45 minutes did not affect significantly (P> 0.05) on water holding capacity and cooking losses but a linear effect on the value of thigh meat tenderness of beef by the equation Y = 0.0474-0.0023 X (r = 0.96). Average of result from Water Holding Capacity which collected is 35,80%, Cooking loss 41,30%, and 0,03 of tenderness. The conclusion of the study is soaking meat beef thigh using lime juice concentration to 15% resulted in water holding capacity and cooking losses of meat are relatively the same thigh and lower beef tenderness. | |
| 9679 | 9630 | H1H009015 | PEMBERIAN PROBIOTIK YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH LELE (Clarias sp.) DENGAN METODE BIOFLOK | Penelitian berjudul Pemberian Probiotik yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih Lele (Clarias sp.) dengan Metode Bioflok. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh probiotik yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan benih Lele dengan metode bioflok. Metode penelitian adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Pemeliharaan benih dilakukan selama 35 hari. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan probiotik dengan P1 : kontrol (tidak menggunakan probiotik), P2: probiotik MEP (Mikroba Efektif Produktif) dengan dosis 35 mL/m3, P3: probiotik EBS (Enviro Balanced System) dengan dosis 35 mL/m3, P4: probiotik Raja Lele dengan dosis 35 mL/m3. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik, sintasan dan kualitas air meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut. Hasil anava menunjukkan antara 4 perlakuan tidak berbeda nyata pada pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, dan laju pertunbuhan spesifik. Hasil kisaran pertumbuhan mutlak yaitu 5,80±1,27-7,68±1,36 g, laju pertumbuhan harian 0,17±0,03-0,22±0,03 g dan laju pertumbuhan spesifik 2,48±0,30-2,85±0,75 %. Sedangkan hasil kisaran sintasan yaitu 98%-99%. Kualitas air pada kondisi yang optimal yaitu pH 7-8, suhu 26-33ᵒC dan DO 6-7 ppm. | The study entitled Giving Different Probiotics on Growth Juvenile Catfish (Clarias sp.) with Biofloc Method. The aim of the study was to determine the effect of different probiotics on the growth and survival of catfish with biofloc method. The research method is experimental method with completely randomized design consisting of 4 treatments and 4 replications.Maintenance juvenile for 35 days. The treatment given is the difference probiotics with P1: control (not using probiotics), P2: probiotics MEP (Effective Microbes Productive) at a dose of 35 mL/m3, P3: probiotics EBS (Enviro Balanced System) at a dose of 35 mL/m3, P4: probiotics Raja Lele with a dose of 35 mL/m3. The variables measured were the absolute growth, daily growth rate, specific growth rate, survival rate and quality of water include temperature, pH, and dissolved oxygen. Anova results showed between 4 treatments were not significantly different in absolute growth, daily growth rate, and the rate of specific pertunbuhan. The results of the absolute growth in the range of ± 1.27 to 7.68 ± 5.80 ie 1.36 g, daily growth rate of 0.17 ± 0.03 to 0.22 ± 0.03 g and the specific growth rate of 2.48 ± 0.30 to 2.85 ± 0.75%. While the results of the range of survival is 98% -99%.Water quality at optimal conditions, namely pH 7-8, temperature 26-33 C and DO ᵒ 6-7 ppm. | |
| 9680 | 9631 | F1F007036 | Surveillance as Tool to Control the Society in Lois Lowry’s The Giver | Penelitian ini berjudul “Surveillance as Tool to Control the Society in Lois Lowry’s The Giver”. The Giver karya Lois Lowry adalah sebuah novel yang menggambarkan bagaimana system pengawasan (surveillance) diterapkan dalam masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana the Elders sebagai aparatur pemerintahan menggunakan metode surveillance untuk mengontrol masyarakat dalam novel The Giver. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data. Sumber data dari penelitian ini adalah Novel The Giver karya Lois Lowry yang dianalisis menggunakan pendekatan New Criticism, teori disiplin dari Michel Foucault dan teori surveillance dari beberapa ahli. Setelah melaksanakan penelitian, peneliti menemukan bahwa untuk mendapatkan kekuasaan secara penuh dari masyarakat, the Elders sebagai aparatur pemerintahan mengontrol masyarakat melalui sistem pengawasan. Hal ini di peroleh dengan cara, pertama, meempersiapkan objek dari sistem engawasan itu sendiri. Untuk mempersiapkan objek dari sistem pengawasan itu, pemerintah menciptakan sebuah masyarakat yang berdasarkan sameness. Untuk menciptakan masyarakat yang berdasarkan istem sameness ini, pemerintah menghilangkan memori masalalu, menghilangkan perbedaan fisik seperti warna kulit maupun non fisik seperti lingkungan dan cuaca melalui rekayasa genetika dan percobaan ilmiah. Selain menciptakan masyarakat yang berdasarkan sistem sameness, pemerintah juga menerapkan beberapa peraturan yang ketat terhadap masyarakat. Di mulai dari rutinitas sehari-hari, peran dan fungsi mereka di dalam masyarakat, sampai dalam proses reproduksi. Untuk mendapatkan kekuasaan penuh dari setiap individu dalam masyarakat, pemerintah menerapkan sistem pengawasan dan observasi terhadap setiap individu. Dalam novel ini, pemerintah menerapkan sistem pengawasan secaralangsung (direct surveillance) dan tidak langsung (indirect surveillance). Sistem pengawasan secara langsung (direct surveillance) bekerja melalui observasi secara berkelanjutan terhadap individu dalam masyarakat ini. Untuk menerapkan sistem pengawasan tidak langsung (indirect surveillance), pemerintah menggunakan Loudspeaker sebagai alat utama untuk memperoleh informasi dari masyarakat. Setiap rumah dan area-area umum dalam komunitas The Giver di tempatkan sebuah Loudspeaker. The Elders menggunakan informasi yang diperoleh dari system pengawasan ini untukmenentukan: pasangan, member nama bayi yang baru lahir, dan untuk menentukan pekerjaan bagi setiap anak. | This research is entitled “Surveillance as Tool to Control the Society in Lois Lowry’s The Giver”. Lois Lowry’s The Giver is a novel which concerned about surveillance in a society. Based on the background of the research, the aim of this research is to find out how the Elders as the ruler of the society use surveillance to control the society in The Giver. This research uses qualitative method to analyze the data. The data source of this research is Lois Lowry’s novel entitled The Giver that are analyzed using new criticism approach, discipline theory by Michel Foucault and surveillance theory by some experts. After conducting the research, the researcher finds that in the society depicted in The Giver, in order to secure their domination, the Elders as the ruler of the society controls the society through surveillance method. In order to employ surveillance to the society, the Elders does two steps, firstly, preparing the object of surveillance. To prepare the object of surveillance, they creating a society based on sameness. To achieve this artificial state of sameness, the state erased all memories of the past, removed external sources of differences such as physical distinctions, colors, and weather through genetic and scientific engineering. In addition of sameness, the state also instituted strict system of control to maintain the artificial state of “sameness”. Start from their daily routine, their role and function in the society, up to reproduction process. Secondly, for total control of the individual, the state constantly observes and monitors the society through surveillance method. In this novel, surveillance has been employed in two ways. The Elders employ surveillance through direct surveillance and indirect surveillance. The direct surveillance mainly works through constant observation from the Elders to the members of the society.In doing indirect surveillance, The Elders use the Loudspeaker as the main tool to getting information from the individual in this society. Every house and public spaces in the society has loudspeakers that are always turning on. The Elders use the information from this surveillance to decide; spouses, naming a newborn child, give a replacement child and the future assignments for children. |