Artikelilmiahs
Menampilkan 9.721-9.740 dari 48.948 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9721 | 10809 | H1E009003 | PENELUSURAN JEJAK SUMBER AIR PANAS KALIBACIN DESA TAMBAKNEGARA KECAMATAN RAWALO KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN SURVEI GEOLISTRIK RESISTIVITAS | Penelitian geolistrik resistivitas menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner telah dilakukan di Kalibacin Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susunan perlapisan batuan bawah permukaan tanah dan mengetahui jejak sumber air panas Kalibacin. Pengukuran dilakukan pada tiga lintasan menggunakan Resistivitymeter tipe Naniura NRD 22S. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv 3.54.54. Hasil pengolahan data berupa pemodelan sebaran nilai resistivitas batuan. Interpretasi struktur batuan bawah permukaan tanah menunjukkan bahwa di lintasan Kalibacin 1 terdiri dari lapisan lempung pasiran dengan nilai resistivitas (2,35-5,71) Ωm, lempung (1,51-4,57) Ωm dan lempung pasiran (3,67-7,12) Ωm. Lintasan Kalibacin 2 terdiri dari lempung pasiran dengan nilai resistivitas (2,06-6,23) Ωm, lempung (1,33-4,00) Ωm dan lempung pasiran (1,33-6,23) Ωm. Lintasan Kalibacin 3 terdiri dari lempung pasiran (2,66-4,63) Ωm dan lempung (2,13-3,71) Ωm. Ketiga lintasan tersebut memiliki kesamaan yang ditunjukkan pada batuan dan litologi yang saling berhubungan. Hasil tersebut menunjukkan adanya jejak sumber air panas yang mengalir dari utara ke selatan menuju sumber air panas Kalibacin. | Geoelectrical resistivity research using the Wenner configuration of geoelectrical method has been done in the Kalibacin Tambaknegara Village, Rawalo Subdistrict, District of Banyumas. This study aims to determine the composition of subsurface rock bedding and determine Kalibacin hot springs trace. Measurements were performed on three lines using Resistivitymeter, Naniura NRD 22S type. The data were processed using Res2Dinv 3.54.54 software. The results of data processing are distribution of rock resistivity values. The interpretation of sub surface rock structures shows that the first Kalibacin line consist of the layer of sandy clay with the resistivity value (2.35-5.71) Ωm, clay (1.51-4.57) Ωm and sandy clay (3.67-7.12) Ωm. The second Kalibacin line consist of a layer of sandy clay with the resistivity value (2.06-6.23) Ωm, clay (1.33-4.00) Ωm and sandy clay (1.33-6.23) Ωm. The third Kalibacin line consist of a layer of sandy clay with the resistivity value (2.66-4.63) Ωm and clay (2.13-3.71) Ωm. The three lines have shown similarities and lithologies in interconnected rock. These results showed the presence of traces of hot springs flowing from north to south towards the Kalibacin hot spring. | |
| 9722 | 9654 | A1M010027 | PERUBAHAN KUALITAS GULA KELAPA CETAK DENGAN BERBAGAI VARIASI KEMASAN SELAMA PENYIMPANAN | Gula kelapa cetak merupakan produk yang mudah rusak, sehingga perlu diberi perlakuan kemasan untuk menghambat kerusakan. Kemasan yang umum digunakan untuk produk pangan adalah plastik dan karton. Plastik polipropilen dan polietilen merupakan kemasan plastik yang paling aman digunakan untuk produk pangan. Untuk menjaga kualitas selama penyimpanan diperlukan pengemasan yang tepat agar gula kelapa cetak memiliki daya simpan yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh variasi kemasan terhadap kualitas gula kelapa cetak; 2) Mengetahui perubahan kualitas gula kelapa cetak selama penyimpanan; 3) Menentukan variasi kemasan yang mempertahankan kualitas gula kelapa cetak terbaik dan lama penyimpanan yang menghasilkan gula kelapa cetak yang masih baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) atau Split Plot Design dengan dua faktor perlakuan yang disusun dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah variasi kemasan (K) dan faktor kedua adalah lama penyimpanan (B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Variasi kemasan berpengaruh terhadap kadar gula reduksi dan tekstur gula kelapa cetak. Kemasan terbuka menghasilkan kualitas yang kurang baik, sedangkan pada kemasan tertutup menghasilkan kualitas gula kelapa cetak yang baik. 2) Selama penyimpanan kualitas gula kelapa cetak mengalami perubahan yaitu meningkatnya kadar gula reduksi dan tekstur gula kelapa cetak semakin lunak 3) Gula kelapa cetak yang dikemas dengan kemasan tertutup selama penyimpanan 6 bulan masih baik sedangkan gula kelapa cetak dengan kemasan terbuka sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Variasi kemasan polipropilen 0,05 + karton merupakan kemasan yang terbaik untuk penyimpanan gula kelapa cetak sampai 6 bulan. | Solidified coconut sugar is products that are easily damaged, so needed given packaging treatment to hinder it. The pack commonly used for food products is plastic and carton. Polypropylene and polyethylene plastic is used most secure plastic packaging to food products.to maintain the necessary for storage of packaging right to having stored for a long time. The research aims to: 1) know how the variations of packaging to quality produce solidified coconut sugar; 2) know how long save against the quality of solidified coconut sugar; 3) find out and determine the variation of the old save packaging and produce the best solidified coconut sugar. The research includes experimental design using experimental Designs Divided Compartments (RPT) or a Split Plot Design with two factors that are compiled with 5 treatment of Deuteronomy. The first factor is the variations of packaging (K) and the second factor is prolonged storage (B). The results showed that 1) Variation of packaging effect on reducing sugar levels and texture palm coconut sugar. Solidified coconut sugar with opened packaging produce poor quality sugar, while the sugar are closed package using. 2) During the storage of solidified coconut sugar quality changes is resulting solidified coconut sugar reducing sugar content increased and texture decreased. 3) solidified coconut sugar are packaged with closed packaging storage for 6 months still goods, while the solidified coconut sugar packaging with opened packaging is not suitable for consumption. Variations proper packaging to mantain the best quality of block palm sugar which is polypropilene 0,05 and cartons package. | |
| 9723 | 9657 | A1M010025 | KAJIAN NILAI ENERGI, NILAI INDEKS GLIKEMIK, DAN BEBAN GLIKEMIK GULA KELAPA CETAK | Banyumas merupakan sentral tanaman kelapa sekaligus penghasil gula kelapa yang sangat potensial di Jawa Tengah bahkan di Indonesia. Gula kelapa adalah gula yang dihasilkan dari penguapan nira kelapa (Cococ nusifera Linn). Gula kelapa tidak tersedia dalam bentuk cetak saja, tetapi diversifikasi gula kelapa sudah tersedia dalam bentuk kristal maupun cair. Gula sebagai pemanis sangat rentan efeknyam terhadap kesehatan, terutama dalam peningkatan kadar glukosa darah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : 1) Menentukan komposisi kimia dan nilai energi gula kelapa cetak. 2) Mengetahui dan mengklasifikasikan nilai indeks glikemik,dan beban glikemik gula kelapa cetak. Penelitian ini melibatkan 12 orang responden yang telah memenuhi kriteria responden uji indeks glikemik. Nilai indeks glikemik ditentukan dengan membandingkan luas daerah dibawah kurva antara pangan yang diukur IG-nya dengan pangan acuan menggunakan metode IAUC (Incremental Area Under Curve). Beban glikemik dihitung dengan rumus nilai indeks glikemik dikalikan dengan jumlah g karbohidrat dibagi 100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gula kelapa cetak memiliki kadar air 11,70%bb, kadar abu 2,50%bk, kadar lemak 1,45%bk, kadar protein 4,20%bk, kadar karbohidrat 80,15%bk dan nilai energi sebesar 350,45 Kkal. Gula kelapa cetak memiliki nilai indeks glikemik sebesar 52,97 dan beban glikemik sebesar 26,54 termasuk golongan pangan dengan indeks glikemik rendah dan beban glikemik tinggi. | Banyumas is central areas of coconut producer and palm sugar with huge potential in Central Java and even in Indonesia. Palm sugar is sugar made by destilation coconut flower water. Sugar palm not only available in solid shape but also has diversification into granulated and liquid sugar. Sugar is additional sweet flavour is verry tangible harm damage health, mostly increasing glicogen. This research involved 12 respondents who fulfilled the criteria of respondents for glycemic index test. The product is analyzed about nutrient content, counted the value of energy and the amount of food test given. Glycemic index is determined with comparing broad areas under a curve between test food with food reference used IAUC (Incremental Area Under Curve) method. Glycemic load counted with the formula the value of the glycemic index multiplied by the number of g carbohydrates divided 100. The results of this research show that solidified coconut sugar have water content (11,70% b/b), mineral (2,50%), fat (1,45% b/k, protein (4,20 b/k), carbohydrate (80,15% b/b) and energy value (350,45 Kcal). Solidified coconut sugar have glycemix index (52,97) and glycemic load (26,54) are belonged to low glycemix index and high glycemic index | |
| 9724 | 6110 | G1D009080 | PENGARUH TERAPI NUTRISI BUAH PISANG TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SDN 3 GRENDENG PURWOKERTO | PENGARUH TERAPI NUTRISI BUAH PISANG TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SDN 3 GRENDENG PURWOKERTO Nurmala Sari1 Eko Winarto2 Sobihin3 ABSTRAK Latar Belakang : Memori jangka pendek merupakan penyimpanan sementara item yang diterima dalam waktu sekejap. Orang dewasa dapat mengingat sampai 7 digit angka namun anak usia 10-12 tahun biasanya dapat mengingat 3 digit. Meningkatkan kemampuan memori jangka pendek bisa dengan berbagai macam hal salah satunya dengan memberikan nutrisi makanan yang mengandung gula yang cukup untuk tubuh sepertii buah pisang. Gula buah yang terkandung dalam buah pisang adalah fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibanding dengan glukosa. Tujuan :Mengetahui pengaruh terapi nutrisi buah pisang terhadap memori jangka pendek pada anak usia 10-12 tahun di SDN 3 Grendeng Purwokerto. Metode : Penelitian ini bersifat quasi experiment dengan non probability sampling pretest-posttest with control group design. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel18 kelompok perlakuan dan 18 kelompok kontrol. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik t berpasangan dan t tidak berpasangan. Hasil :Hasil analisa statistik dengan uji t berpasangan didapatkan nilai pada kelompok perlakuan p=0,000 dan pada kontrol p=0,602. Hasil analisa statistik dengan uji t tidak berpasangan didapatkan nilai p=0,006. Kesimpulan :Buah pisang dapat meningkatkan memori jangka pendek anak usia 10-12 tahun di SDN 3 Grendeng Purwokerto. Kata Kunci : terapi nutrisi, buah pisang, memori jangka pendek, anak-anak | THE EFFECT OF NUTRITION THERAPY : BANANA FRUIT ON SHORT TERM MEMORY IN 10-12 YEARS OLD CHILDREN AT SDN 3 GRENDENG PURWOKERTO Nurmala Sari1 Eko Winarto2 Sobihin3 ABSTRACT Background: The short term memory is a temporary storage items accepted in a short time. An adult usually can remember until 7 digits numbers in short time, but 10-12 years old children usually can remember until 3 digits. Increasing the ability of short term memory can be done by many ways, for example by giving foods that contain enough sugar for body, such as bananas. Fruit sugar in banana is fructose which has a lower glycemic index than glucose. Objective: To know the effect of banana therapy toward short term memory in 10-12 years old children at SDN 3 Grendeng Purwokerto Method: This study is a quasi experiment with non probability sampling pretest-posttest with control group design. The method of sampling was a purposive sampling with the amount of 18 treatment group and 18 control groups. Analysis used in this study was the pair t test and non pair t test statistic test. Result: The result of statistical analysis with pair t test in treatment groupgot the p value= 0,000 and in control group p value = 0,602. The statistical analysis result with non pair t testgot p value = 0,006. Conclusion: banana fruit can increase the short term memory in 10-12 years old children at SDN 3 Grendeng Purwokerto Keywords: nutrition therapy, banana, short term memory, children | |
| 9725 | 9658 | A1C010092 | PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BUAH IMPOR PADA TOKO BUAH DI KOTA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS | Adanya perbedaan berupa keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif merupakan faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional. Aktifitas dalam perdagangan internasional salah satunya adalah impor. Buah impor yang masuk ke Indonesia juga dapat disebabkan oleh tanaman tersebut tidak dapat berbuah di Indonesia. Ada beberapa jenis tanaman yang memang tidak dapat berbuah di Indonesia berkaitan dengan tanah dan iklim yang tidak cocok. Misalnya adalah buah pir, kurma dan kiwi. Buah impor yang semakin banyak diperjualbelikan, akan mempengaruhi perilaku konsumen khususnya preferensi konsumen serta keputusan pembelian terhadap buah impor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian buah impor, serta untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut buah impor di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Foodmart Matahari, kios buah “Segar Sari Buah” Jl. HR Bunyamin (depan Lapangan Glempang), dan kios buah “Agung” Limas Agung P2/12 (depan Lapangan golf) pada bulan Juni 2014. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebagai responden sebanyak 96 orang. Hasil pengumpulan data ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan Analisis Q Cochran dan Analisis Conjoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian buah impor yaitu atribut harga, kesempurnaan fisik, rasa, dan kemasan. Atribut harga merupakan atribut terpenting yang paling dipertimbangkan oleh konsumen. Preferensi konsumen dalam pembelian buah impor di Purwokerto adalah harga buah yang bekisar Rp16.000,00-Rp24.000,00/kg, kesempurnaan fisik yang kulitnya tanpa bercak dan terdapat lubang, rasa buah yang manis, dan kemasan tanpa spons jaring maupun plastik. | The differences in the form of comparative advantage or competitive advantage is driving factors behind international trade. One of the activities on international trade was the import. Import fruits which entering Indonesia can be caused by that plant can’t be fruitful in Indonesia. There are some kinds of plant that can’t be fruitful in Indonesia because the land and climate are not compatible. For example are pear, date palm, kiwi. Becomes more import fruits in the markets, it would influence consumer behavior specifically consumer preference and decision of buying import fruits. This research aims to find out the attribute what thet considered by consumer in decision of buying import fruits, and to find out the consumer preference toward attribute import fruits in Purwokerto Banyumas Regency. The locations of research were selected including Foodmart Matahari, fruit kiosk “Segar Sari buah” HR Bunyamin st (front of the Glempang field), and fruit kiosk “Agung” Limas Agung P2/12 (front of the golf course)on June 2014. The design of sampling used accidental sampling method. Total sample are 96 respondents. The method of analyzing data used was Q Cochran test and Conjoint analysis. The result of this research showed that the attributes what the considered consumer for making purchase decision of import fruits are price, completeness physical, taste, and package. The price is the attribute most considered by consumer in decision of buying import fruits. Consumer preference of buying import fruits in Purwokerto is the one with price level was IDR 16.000-24.000/kilos, completeness physical that the skin of fruit without spotting and punch, sweet taste, and without net sponge or plastic package. | |
| 9726 | 9659 | A1M010016 | Preferensi Konsumen terhadap Kemasan Model Baru, Tempat Pembelian dan Media Promosi Jenang Jaket Asli, Kelurahan Mersi Purwokerto | Jenang jaket merupakan makanan tradisional khas Purwokerto dan Banyumas. Saa tini, jenang jaket yang ada di Purwokerto masih menggunakan kemasan plastik sederhana sehingga kurang menarik dan kurang bisa bersaing dengan produk makanan lain yang sudah dikemas dengan kemasan yang bagus. Inovasi pada kemasan diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada produk jenang jaket sehingga dapat meningkatkan penjualan dan memperluas pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui warna kemasan, ukuran kemasan, tempat pembelian dan media promosi jenangjaket yang paling disukai konsumen. Penelitian ini dilaksanakan secara survei di IKM Jenang Jaket Asli, Kelurahan Mersi Purwokerto pada bulan Maret sampai Juni 2014. Responden penelitian adalah pengunjung toko sekaligus konsumen Jenang Jaket Asli sebanyak 31 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode Accidental Sampling. Data dianalisis menggunakan uji Friedman dilanjutkan uji Perbandingan Ganda pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna kemasan yang disukai konsumen adalah warna merah, kuning, coklat dan hijau. Ukuran kemasan yang paling disukai konsumen adalah ukuran isi 16. Tempat pembelian yang paling disukai konsumen adalah toko oleh-oleh dan swalayan besar. Hampir semua media promosi yang ada sekarang seperti media cetak, radio, TV lokal, spanduk, poster, brosur dan jejaring facebook disukai oleh konsumen. | Jenang jaket is a traditional food of Purwokerto and Banyumas. Currently, jenang jaket in Purwokerto still using simple plastic packaging so it is less attractive and less able to compete with other food products which are already packed with nice packaging. Innovation in packaging is expected to provide added value to jenang products so as to increase sales and expand its market. This study aims to know the color , the size, the purchase place and the promotional media of jenang jaket most preferred by consumers. This research was carried out by survey methodeon Jenang Jaket Asli company, Mersi, Purwokerto in March to June 2014. The respondents were visitors of the store and customers of jenang jaket as many as 31 people. Sampling was conducted using accidental sampling method. The data were analyzed using the Friedman test followed by Multiple Comparison test at level 5%. The results showed that consumers preferred packaging color are red, yellow, brown and green. The size of packaging most preferred by consumers ispackaging which contains 16 pieces. Place of purchase most preferred by consumers are souvenir shops and large supermarkets. Almost all existing promotional media such as print, radio, local TV, banners, posters, flyers and facebook favored by consumers. | |
| 9727 | 9660 | A1C010098 | SIKAP PETANI TERHADAP KEBIJAKAN PERLUASAN AREAL SIKAP PETANI TERHADAP KEBIJAKAN PERLUASAN AREAL TANAM KEDELAI DI KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS | Program Perluasan Areal Tanam (PAT) kedelai merupakan kebijakan program pemerintah untuk mewujudkan swasembada kedelai di Kabupaten Banyumas. Kecamatan Wangon merupakan Kecamatan percontohan untuk PAT kedelai. Setiap petani diperbolehkan ikutserta dalam program ini. Pengukuran sikap petani dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana sikap petani terhadap kebijakan PAT tersebut. Selaras dengan itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis : (1) Sikap petani terhadap kebijakan perluasan areal tanam kedelai di Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. (2) Atribut yang paling dipertimbangkan pada Perluasan areal tanam kedelai. Penelitian dilakukan dengan metode survey, dengan metode penngambilan sampel stratified cluster sampling. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bantuan analisis multiatribut Fishbein dan analisis Chi-Square (x2). Hasil analisis menunjukan : (1)Pengujian sikap petani dalam tingkat kepercayaan dan evaluasi menunjukan bahwa atribut teknis lebih besar skornya dibandingkan dengan skor atribut sosial dan ekonomi,hal ini berarti bahwa petani lebih mempertimbangkan atribut teknis dibanding atribut lainnya. Hasil analisis menempatkan sikap petani terhadap perluasan areal tanam kedelai dalam kriteria “baik”. (2) analisis Chi-Square menunjukan terdapat perbedaan atribut yang paling dipertimbangkan oleh petani terhadap atribut-atribut yang ada pada perluasan areal tanam kedelai di Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas dengan nilai yang paling tinggi adalah pada atribut teknis. | The expansion of an area planted soybean is a Government program to make a soybean pomp in Banyumas district. Wangon region is an example of regency for expansion of soybean land . every farmer can follow this programme. The farmer attitude measure needed to know how far a farmr attitude with expansion of soybean land. Same as that, the goal of this reaserch is to analyze : (1) farmer attitude with the expansion of soybean land in Wangon regency Banyumas district. (2) The most weigh attribute to expansion of soybean land . Reaserch is done by a survey methodeis descriptive method to helping by Fishbein multiatribute analyze and Chi Square analyze. Analyze result are (1) the referenced of farmer attitude in a trust level and evaluation snow that the technic attribute score is largest than a social attribute score and economic score. This thing that farmer more consideration technic attribute than the others. The analyse research is farmer attitude with the expansion of soybean land on a goal criteria “good attitude”. (2) Chi Square analyze there are differences a which more weigh in farmer the attribute in a expansion of soybean land in Wangpm regency Banyumas district with a high value is a technic attribute. | |
| 9728 | 10818 | H1L010041 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (STUDI KASUS DESA PREMBUN KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS) | Desa Prembun merupakan salah satu instansi pemerintahan yang menangani administrasi kependudukan di Desa Prembun. Adapun jenis pelayanan administrasi antara lain pembuatan surat keterangan, pendataan penduduk, pendataan kelahiran, kematian, pendatang dan penduduk pindah. Pencatatan data masih menggunakan buku administrasi. Dari buku administrasi tersebut akan direkap ke Microsoft Word dan Microsoft Excell untuk kemudian dicetak sebagai laporan. Petugas administrasi harus menghadapi data yang kompleks dengan menggunakan banyak buku administrasi untuk proses pencatatan. Atas dasar permasalahan tersebut dibangunlah sebuah Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) menggunakan Bahasa pemrograman Delphi, database MySQL dan menggunakan metode Waterfall. SIAK merupakan sebuah sistem yang dibentuk dengan tujuan untuk mengelola dan menyimpan data penduduk secara komputerisasi. Adanya sistem ini semakin memudahkan pihak Pemerintah Desa dalam mendata penduduk dengan efektif dan efisien. | Desa Prembun is a government authority which handles citizenship administration in Prembun village. Some services this office offers are resident data collection, administration for mortality, nativity, immigration or emigration. They use books to record those data. From the book, the data then stored to Word processor and spreadsheet for printing as report. Administration officer must face complex and many kinds of record books. From these problems, there’s an idea to build with waterfall method. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) using Delphi programming language, MySQL database. SIAK is a system built to manage and save resident data in computerized manner. SIAK will make recording resident’s data more effective and efficient. | |
| 9729 | 11373 | D1E011035 | UKURAN JENGGER (LEBAR, TEBAL DAN TINGGI) DAN SHANK (PANJANG DAN LINGKAR) SERTA KORELASINYA DENGAN BOBOT BADAN BERBAGAI AYAM SENTUL UMUR 32 MINGGU | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan ukuran jengger dan shank serta korelasinya dengan bobot badan berbagai ayam sentul umur 32 minggu. Materi yang digunakan terdiri atas 103 ekor ayam sentul umur 32 minggu. Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan yaitu Sa: sentul abu, Sb: sentul batu, Sd: sentul debu, Se: sentul emas dan Sg: sentul geni. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antara ukuran jengger dan shank dengan bobot badan. Hasil menunjukkan berbagai ayam sentul berpengaruh tidak nyata terhadap ukuran jengger dan shank (P>0,05). Koefisien korelasi ukuran jengger terhadap bobot badan berbagai ayam sentul jantan sebesar 0,38 dan koefisien korelasi tertinggi ayam sentul betina yaitu sentul batu sebesar 0,35. Koefisien korelasi ukuran shank terhadap bobot badan berbagai ayam sentul jantan sebesar 0,49 dan koefisien korelasi tertinggi ayam sentul betina yaitu sentul batu sebesar 0,69. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan ukuran jengger dan shank berbagai ayam sentul umur 32 minggu. Ukuran shank memiliki nilai korelasi terhadap bobot badan lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran jengger. | The purpose of the experiment was to study the differences of size of comb and shank and its correlation with body weight of many various of sentul chicken. The materials used were 108, 32 weeks old Sentul Chickens. This research was conducted using experimental method, Completely Randomized Design (CRD) with treatment consisted i.e. : Sa = sentul abu, Sb = sentul batu, Sd = sentul debu, Se = sentul emas, and Sg = sentul geni. The data obtained were analysed using variance analysis and multiple linear regression to determine the connection between the size of the comb and the shank by weight. Variance analysis result showed that the treatment had non significant effect (P>0.05) on the amount of size comb and shank. The coefficient of correlation of comb size on weight of males sentul chicken was 0.38 and the highest correlation coefficient of females sentul batu chicken was 0.35. The coefficient of correlation between shank size on weight of males sentul chicken was 0.49 and the highest correlation coefficient of females sentul batu chicken was 0.69. Based on the results of the study, it was concluded that there were no differences both comb size and size of many various of sentul chickens at 32 weeks. The size of the shank has the highest correlation to weigth than the size of the comb. | |
| 9730 | 9666 | A1L009189 | PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL PADI GOGO PADA LAHAN YANG DITANAMI RUMPUT GAJAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan gulma dalam budidaya tumpangsari padi gogo-rumput gajah, dan respon varietas padi gogo yang ditumpangsarikan dengan rumput gajah terhadap hasil panen. Penelitian dilaksanakan di Desa Banjaranyar Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas pada bulan April sampai September 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji terdiri atas perlakuan rumput gajah (pangkas dan herbisida), dan tiga varietas padi gogo (Kalimutu, Situ Patenggang, Jatiluhur) dengan tiga kali ulangan. Variabel yang diamati antara lain pertumbuhan gulma yang meliputi jumlah spesies gulma, kerapatan gulma (Kerapatan Mutlak, Kerapatan Nisbi, Frekuensi Mutlak, Frekuensi Nisbi, Dominansi Mutlak, Dominansi Nisbi, Nilai Penting, Summed Dominance Ratio), dan hasil padi gogo berupa bobot gabah kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies gulma yang paling dominan tumbuh berasal dari famili Poaceae, spesies gulma dominan yang tumbuh berturut-turut pada umur padi 4, 8, 12 mst yaitu Dactiloctenium aegyptium, Cyperus rotundus, Paspalum conjugatum. Budidaya tumpangsari padi gogo-rumput gajah mampu mengurangi persaingan antara tanaman padi gogo dengan gulma, dan tidak menurunkan hasil gabah per petak pada semua varietas. | The objectives this study were to know the growth of weed in upland rice-elephant grass intercropped, and response upland rice varieties in upland rice- elephant grass intercropped with different grass treatments. This study was done in Banjaranyar village Sokaraja sub-district Banyumas regency on april to september 2013. Experimental design of Randomized Complete Block Design was used with following treatments of elephant grass treatments (slash and herbicide application) and three upland rice varieties (Kalimutu, Situ Patenggang, Jatiluhur) with three replications. The variables observed were growth of weed in the number of weeds, weed density (absolut density, relative density, absolut frequency, density frequency, dominance absolute, relative absolut, important value, summed dominance ratio), and the dry grain weight per plot of upland rice. The result showed that dominance weeds species was poaceae family, and most weed dominance in 4, 8, 12 weeks after sowing were Dactiloctenium aegyptium, Cyperus rotundus, Paspalum conjugatum. The intercropping cultivation of upland rice-elephant grass decreased the competition among upland rice with weeds and it couldn’t decrease the yield per plot in all varieties. | |
| 9731 | 11395 | D1E011130 | Volume Semen dan Konsentrasi Spermatozoa Berbagai Ayam Sentul | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume semen dan konsentrasi spermatozoa berbagai ayam Sentul. Materi yang digunakan dalam Penelitian menggunakan ayam Sentul jantan umur 34 minggu sebanyak 25 ekor ayam Sentul. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan dasar rancangan acak lengkap (RAL). Sebagai perlakuan adalah berbagai ayam Sentul yang terdiri atas Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Dentul Emas dan Sentul Geni. Peubah yang diamati adalah volume semen dan konsentrasi spermatozoa berbagai ayam Sentul. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa berbagai jenis ayam Sentul berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap volume semen dan konsentrasi spermatozoa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berbagai ayam sentul memiliki volume semen dan konsentrasi spermatozoa relatif sama. | The aim of this study was to determine the volume of semen and concentration of spermatozoa of various Sentul chicken. The material used in the study were male Sentul chicken at the age of 34 weeks, thus involved 25 Sentul chickens. This research used experimental method with Completely Randomized Design (CRD). The treatments were the kinds of Sentul chicken consisted of Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas and Sentul Geni. The variables observed were volume of semen and concentration of spermatozoa of Sentul chicken. The Data were analyzed using analysis of variance. The Results of analysis of variance showed that various male Sentul chicken had no significant different (P> 0.05) in terms of the volume of semen and concentration of spermatozoa. It can be concluded that various type of Sentul chicken produce similar volume of semen and concentration of spermatozoa. | |
| 9732 | 9661 | H1G010030 | PENGARUH WAKTU KONTAK LIMBAH CAIR TAHU DENGAN LAHAN BASAH BUATAN SISTEM FWS MENGGUNAKAN Eichhornia crassipes DALAM PERBAIKAN KUALITAS AIR | Industri tahu merupakan salah satu industri makanan yang sedang berkembang pesat akibat meningkatnya konsumsi masyarakat. Limbah cair tahu memiliki karakteristik bahan organik dan nitrat tinggi yang dapat mempengaruhi perubahan kualitas air dan kehidupan biota akuatik, sehingga perlu pengolahan terlebih dahulu. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam pengolahan limbah adalah waktu kontak. Oleh sebab itu, telah dilakukan penelitian pengaruh waktu kontak limbah cair tahu dengan lahan basah buatan sistem free water surface-flow menggunakan Eichhornia crassipes dalam perbaikan kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan waktu kontak optimal dan mengetahui besar penurunan biological oxygen demand (BOD), nitrat dan total suspended solid (TSS) selama waktu percobaan 4, 8, 12, dan 16 hari hingga sesuai baku mutu yang ditetapkan Perda Jateng No. 5/2012. Penelitian ini menggunakan air limbah dengan pengenceran 50% (konsentrasi BOD 1950 mg/L, nitrat 16,894 mg/L, dan TSS 659,54 mg/L), dan media yang tersusun atas kerikil, pasir, dan tanah. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa waktu kontak paling optimal agar kualitas air limbah tahu sesuai baku mutu yaitu 12 hari dengan penurunan BOD, nitrat, TSS berturut-turut sebesar 1946 mg/L (99,77%); 14,7368 mg/L (93,96%); 579,747 mg/L (87,90%). | Tofu industry is a one of food industry which growing rapidly due to increased consumption. The characteristic of tofu wastewater was high organic matter and nitrate, which influence a water quality and aquatic organism, therefore it need treatment properly. One of important things in wastewater treatment is hydraulic retention time (HRT). Therefore, this study conducted about the effect HRT of tofu wastewater with constructed wetland free water surface (FWS) system using Eichhornia crassipes to improve water quality, aiming to know optimal HRT and biological oxygen demand (BOD), nitrate, and total suspended solid (TSS) removal during 4, 8, 12, 16 days of research to comply the water quality standard (Perda Jateng No. 5/2012). The research use 50% dilution of tofu wastewater (BOD 1950 mg/L, nitrate 16,894 mg/L, and TSS 659,54 mg/L) and using gravel, sand, and soil for the media. The result showed that optimal HRT to comply the water quality standard is 12 days with BOD, nitrate, and TSS removal i.e. 1946 mg/L (99,77%); 14,7368 mg/L (93,96%); 579,747 mg/L (87,90%). | |
| 9733 | 9662 | H1G010029 | PENGARUH WAKTU KONTAK LIMBAH CAIR TAHU DENGAN LAHAN BASAH BUATAN SISTEM SSF MENGGUNAKAN Cyperus papyrus DALAM PERBAIKAN KUALITAS AIR | Waktu kontak dalam pengolahan limbah cair dengan lahan basah buatan merupakan salah satu hal penting untuk diamati. Penelitian mengenai pengaruh waktu kontak terhadap penurunan nilai parameter Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS), dan nitrat dalam limbah cair tahu dengan proses lahan basah buatan sistem aliran bawah permukaan (subsurface flow/SSF) menggunakan Cyperus papyrus telah dilakukan dalam skala laboratorium. Tujuannya untuk mengetahui waktu kontak yang optimal, besar nilai penurunan pada ketiga parameter, dan hasil proses pengolahan sudah memenuhi baku mutu atau belum. Waktu kontak yakni 0, 4, 8, 12, dan 16 hari. Susunan media yakni tanah, pasir, dan kerikil. Hasil percobaan menunjukkan bahwa waktu kontak yang optimal yakni 12 hari dalam pengolahan limbah cair tahu dengan proses lahan basah buatan menggunakan C. papyrus sudah memenuhi baku mutu, dengan penurunan nilai BOD 1994,19 mg/L (99,68%), TSS 597,812 mg/L (90,64%), dan nitrat 15,4803 mg/L (91,63%). Secara umum sistem lahan basah buatan yang telah digunakan dapat memperbaiki kualitas limbah cair tahu, sehingga aman dilepaskan ke perairan umum. | Hydraulic retention time (HRT) in wastewater treatment with constructed wetlands is one of important things to observed. The lab-scale research about effect of HRT to removal Biologycal Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS), and nitrate in tofu wastewater with constructed wetlands subsurface flow (SSF) system used Cyperus papyrus was conducted. This research aiming to know optimal HRT, values decrease of BOD, TSS & nitrate and result of wastewater treatment already comply quality standards or not. HRT used 0, 4, 8, 12, and 16 days. Media used are composed of soils, gravels, and sands. The result shown that 12 days was an optimal HRT in wastewater treatment with constructed wetlands using C. papyrus and it was already comply quality standards, which value decrease of BOD 1994,19 mg/L (99,68%), TSS 597,812 mg/L (90,64%), and nitrate 15,4803 mg/L (91,63%). In generaly, constructed wetlands system which has been used able to improve tofu wastewater quality, so it safe if release to open waters. | |
| 9734 | 9664 | A1L010258 | UJI KEMAMPUAN MIKROBA ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU BAKTERI PADA TANAMAN KENTANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikroba antagonis dalam mengendalikan penyakit layu bakteri serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai Juni 2014, di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan di screen house Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: kontrol, P. fluorescens P60, P. fluorescens P60+P8, P. fluorescens P60+T. harzianum, P. fluorescens P60+P8+T. harzianum, dan bakterisida. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, kepadatan akhir patogen dan antagonis, tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, jumlah cabang per tanaman, bobot segar dan kering tanaman, bobot segar dan kering akar, jumlah umbi, bobot umbi, dan analisis senyawa fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroba antagonis belum mampu menunda masa inkubasi dan menekan intensitas penyakit layu bakteri pada tanaman kentang. Perlakuan gabungan P. fluorescens P60+P8+T. harzianum mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 33,87% dan jumlah umbi sebesar 32%, namun belum mampu meningkatkan jumlah daun per tanaman, jumlah cabang pertanaman, bobot segar dan kering tanaman, bobot segar dan kering akar serta bobot umbi. | This research was aimed to know the effectiveness of microbial antagonists in controlling bacterial wilt disease and its influence on the growth and yield of potato. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory of Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto and in the screen house at Serang Village, Subdistrict Karangreja, Purbalingga Regency from March to June 2014. Randomized Block Design was used in the research with six treatments and four replications. The treatments tested include: control, P. fluorescens, P. fluorescens P60+P8, P. fluorescens P60+T. harzianum, P. fluorescens P60+P8+T. harzianum, and bactericide. Variables observed were incubation period, disease intensity, final density of the pathogen and the antagonistic microbes, plant height, number of leaves per plants, number of branch per plants, fresh and dry weight of plants, fresh and dry of roots, number of tubers, tubers weight, and analysis of phenolic compounds. The results showed that the antagonistic microbes have not been able to delay the incubation period and have not been able to suppress bacterial wilt disease intensity on potato. The combination treatments of P. fluorescens P60+P8+T. harzianum was able to increase plant height as 33,87% and number of tubers as 32%, but the antagonistic microbes have not been able to increase the number of leaves per plants, number of branch per plants, fresh and dry weight of plants, fresh and dry of roots, and tubers weight. | |
| 9735 | 9671 | C1B010019 | PENGARUH IKLAN, CITRA MEREK, KEPUASAN KONSUMEN DAN KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN (Studi Pada Mahasiswa Pengguna Produk Merek Garnier di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh iklan, citra merek, kepuasan konsumen dan kepercayaan merek terhadap loyalitas konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Fakultas Universitas Jenderal Soedirman. Dengan menggunakan purposive sampling, penelitian ini menggunakan 100 siswa sebagai sampel. Menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan, citra merek, kepuasan konsumen dan kepercayaan merek berpengaruh positif signifikan terhadap terhadap loyalitas konsumen. | The purpose of this research was to analyze the influence of advertising, brand image, customer satisfaction and brand trust on consumer loyalty. The population in this study are all student on Economic and Business Faculty of Jenderal Soedirman University. By using purposive sampling, this research used 100 student as the sample. Using multiple regression analysis. The result show that advertising, brand image, customer satisfaction and brand trust has positive influence to on consumer loyalty | |
| 9736 | 11397 | H1D009008 | UNJUK KERJA MODEL MOCK DAN MODEL HEC-HMS UNTUK ANALISIS IMBANGAN AIR DENGAN STUDI KASUS BENDUNG SLINGA | Perencanaan sebuah bangunan air memerlukan analisis hidrologi lebih lanjut. Perkembangan software untuk bidang analisis hidrologi sangat berkembang pesat dan sistem pemodelan umum mampu mewakili banyak DAS yang berbeda. Sebuah model DAS dibangun dengan memisahkan siklus hidrologi menjadi potongan-potongan siklus dikelola dengan batas-batas tertentu dan diaplikasikan di sekitar DAS. Bendung Slinga merupakan bangunan air yang di bangun pada tahun 2012 berlokasi di Sungai Klawing yang termasuk dalam satuan DAS Serayu. Bendung Slinga d rencanakan akan mengaliri luas area 6696 ha, tetapi sebagian masih dalam perancanaan. Pada kondisi saat ini intake sebelah kanan sudah beroprasi sedangkan intake sebelah kiri belum beroprasi dan masih dalam tahap perencanaan. Analisis imbangan air pada bendung membutuhkan analisis ketersedian air DAS dan kebutuhan air tanaman. Analisis ketersediaan air. Pada penelitian menggunakan 2 pemodelan dengan model software HEC-HMS dan Model Mock untuk analisis ketersediaan air. Model software HEC-HMS merupakan model yang dibuat dan di kembangkan oleh US Army Corps Engineers. HEC-HMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk mensimulasikan proses hujan-aliran/limpasan (rainfall-runoff) pada suatu sistem tangkapan hujan atau daerah aliran sungai (DAS). Model Mock merupakan metode empiris dari Dr. FJ. Mock. Model ini menganggap bahwa hujan yang jatuh pada DAS sebagian akan hilang sebagai evapotranspirasi, sebagian akan menjadi limpasan langsung (direct run-off) dan sebagian lagi akan masuk ke tanah sebagai infiltrasi. Kebutuhan air dianalisis menggunakan accuan Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan KP 01-06 dibuat oleh Direktorat Jendral Pengairan Departemen Pekerjaan Umum, tahun1986. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ketersediaan air menghasilkan analisis yang kurang memuaskan pada verifikasi model HEC-HMS ataupun Model Mock, dimana diperoleh kesalahan volume dan koefisieen korelasi yang besar. Kesalahan volume dan koefisien korelasi Model Mock dimulai dari tahun 2008-2013 sedangkan kesalahan volume Model HEC-HMS dimulai dari tahun 2005-201. Kalibrasi untuk Model Mock dan Model HEC-HMS di lakukan pada tahun 2004. Kalibrasi Model Mock menghasilkan kesalahan error 0.76 dan koefisien korelasi 21.86%. sedangkan untuk Model HEC-HMS menghasilkan kesalahan volume 18.52 % dan peek flow 8.8%. Analasis kebutuhan air di peroleh kebutuhan tiap setengah bulan maksimal terjadi pada bulan agustus sebesar 6.28 m3/dt. Berdasarkanan analisis kebutuhan air dan ketersediaan air untuk imbangan air pada bulan Januari s/d desember terpenuhi debit sungai melebihi kebutuhan irigasi (surplus) | The design of waterworks needed a further hydrological analysis. The development of software in the field of hydrological analysis grown quickly and the general modeling system was able to represent the different watersheds. A watershed model was built by separating the hydrological system into pieces of cycle which was managed by some particular limits and applied in the area of watershed. Slinga Dam was a waterwork wich was built in 2012 and located in Klawing River, included to Serayu watershed. Slinga Dam was planned to flow through 6696 ha. Based on its implemetation in the field, the right intake has been operated while the left side was on the progress. The analysis of water balance of dam needed the water supplies and the plant needs analyses. The analysis of water supplies used two kinds of software model, they were HEC-HMS and Mock models. HEC-HMS software model was a model designed and made by US Army Corps Engineers. HEC-HMS was the software designed to stimulate the process of rainfall-runoff in the system of rain catchment or watershed. Mock model was an empirical method from Dr. FJ. Mock. This model assumed that the rain fell on the watreshed would be partially disappeared as an evapotranspiration, another part would be direct run-off and the rest part would get into the soil as infiltration. The water needs was analyzed using Irrigation Planning Standard Criteria Planning Section Building KP 01-06 by Directorate General of Water Resources Ministry of Public Works (1986). Based on the result of the analysis, it was concluded that the water supplies produced an unsatisfied analysis in the verification of both HEC-HMS and Mock models. There was a big error of volume and coefficience correlations. The error of volume and coefficience correlations of Mock Model was started in 2008-2013 while the error of volume of HEC-HMS model was started in 2005-2013. The calibration for Mock and HEC-HMS models were done in 2004. The calibration of Mock model produced 0.76 error and 21.86% coefficient correlation, while for HEC-HMS model produced 18.52% volume error and 8.8% peek flow. From the analysis of water needs, it was obtained that the water needs in every two weeks in August was 6.28 m3/sec. Based on the analysis of water needs and water supplies of water balance in January to December, the streamflow was fulfilled exceed the irrigation needs (surplus). | |
| 9737 | 9665 | A1L009177 | PENGARUH UKURAN DAN TAKARAN PUPUK NZEO-SR TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi komposisi dan takaran pupuk NZEO-SR terhadap ketersediaan nitrogen pada Ultisol serta mendapatkan takaran terbaik untuk produktivitas Ultisol. Faktor yang dicoba menggunakan 2 komposisi pupuk (U1 dan U2) dan 6 takaran pupuk NZEO-SR yang diberikan kedalam Ultisol yang ditanami varietas padi gogo aromatik G136, dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) tiga kali ulangan. Penelitian dilakukan di Laboraturium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari Oktober 2013 sampai Juli 2014. Variabel yang diamati terdiri atas analisis sifat kimia tanah yaitu pH H2O, DHL, Hdd tanah, KTK tanah, N-total tanah, N-tersedia tanah. Pengaruh interaksi komposisi dan takaran menunjukan peningkatan nilai N-total sebesar 1,70 % dan pada pengaruh takaran pupuk diperoleh takaran terbaik yaitu pada takaran setara 75 kg N/ha yaitu sebesar 0,56%, pengaruh komposisi dan takaran pada N-tersedia tertinggi pada takaran setara 30 kg N/ha yaitu 207,79 ppm dan takaran terbaik pada takaran setara 30 kg N/ha yaitu 69,26 ppm, pH terbaik pada takaran setara 45 kg N/ha yaitu 6,62, DHL terbaik pada takaran setara 15 kg N/ha yaitu 108,60, Hdd terbaik ditunjukan pada takaran setara 75 kg N/ha yaitu 0,16, KTK tanah menunjukan hasil terbaik pada takaran setara 45 kg N/ha yaitu sebesar 34,66 cmol kg-1. Namun demikian, kedua komposisi tersebut (U1 dan U2) mampu meningkatkan N-total, N-tersedia, pH, DHL, Hdd dan KTK tanah tetapi belum menunjukan pengaruh yan nyata pada variabel tersebut, perbedaan yang nyata ditunjukan pada pengaruh takaran pupuk yaitu pada variabel N-total dan N-tersedia. | The objectives of this research are to know the influence of the composition of reaction and the dosage of NZEO-SR fertilizer in availableness of nitrogen in Ultisol. In also to get it best dosage in Ultisol productivity. Tried factor use 2 fertilizer composition (U1 and U2) and 6 dosage of NZEO-SR fertilizer that is given to Ultisol that is planted with aromatic gogo rice variety with 3 time RSBD. This research is conductedin soil science laboratory agriculture faculty of jenderal soedirman university from october’13 until juli’14. The observed varable is chemistry attitude of soil that are pH H2O, DHl, soil Hdd, soil KTK, total-Nsoil, N-available of soil. This research the influence of the composition interaction and dosage show the increasing of N-total value 1,70 % and the influence of fertilizer dosage show the best dosage of fertilizer is 75 kg N/ha or 0,56 %. The influence of composition and dosage in the highest available N in the dosage of 30 kg N/ha is 207,79 ppm and the best dosage of 30 kg N/ha is 69,26 ppm, the best pH of is 45 kg N/ha, the best DHL of 15 kg N/ha is 108,60, the best Hdd of 75 kg N/ha is 0,16 Cmol(+)kg-1, the best KTK of 45 kg N/ha is 34,66 Cmol(+)kg -1. Both compositon (U1 and U2) able to increase N-total, N-available, pH, DHL, Hdd and KTK but didn’t showed real influence to variable. The real influence showed in the influence of fertilizer dosage, when are N-total variable and availability-N. | |
| 9738 | 10771 | F1D009047 | FORMULASI KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) TAHUN 2011-2031 DI KOTA CIREBON | Kebijakan RTRW Kota Cirebon merupakan bentuk dari sistem otonomi daerah, dimana setiap daerah memiliki kewenangan untuk mengatur, mengelola dan mengembangkan daerahnya sendiri. Oleh karena itu Pemerintah Kota Cirebon membentuk Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) melalui proses kebijakan publik, dimana RTRW merupakan tanggungjawab pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan tata ruang kota. Hal ini terlihat bahwa dalam proses formulasi Kebijakan Perda RTRW terdapat interaksi aktor, kepentingan aktor politik dan proses integrasi dari berbagai pembina aktor politik di tingkat lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat mengetahui mengenai proses interaksi aktor politik baik resmi maupun non resmi dalam proses formulasi kebijakan RTRW Kota Cirebon. Peneltian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, studi dokumen, serta teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa Kebijakan Perda RTRW Pemerintah Kota Cirebon adalah amanat UU No/26 Tahun 2007 tentang tata ruang. Proses formulasi kebijakan perda ini melibatkan aktor resmi dan aktor non resmi di dalam perumusan kebijakan. Aktor resmi diwakili oleh lembaga eksekutif dan legislatif, sedangkan aktor non resmi diwakili oleh LSM maupun akademisi. Kedua aktor tersebut baik legislatif maupun eksekutif mengindentifikasikan bahwa proses formulasi berjalannya proses interaksi yaitu asosiatif dengan menekankan pada proses kerjasama antara eksekutif maupun legislatif. Sedangkan, aktor non resmi yaitu akademisi bersifat asosiatif dengan menekankan pada kerjasama, selain itu LSM bersifat disosiatif yang menekankan pada pertentangan didalam proses formulasi kebijakan Perda RTRW Kota Cirebon. | Spatial Policy Cirebon is a form of regional autonomy system, where each region has the authority to organize, manage and develop their own region. Therefore, the City of Cirebon forming Regulation (Regulation) Spatial Plan (RTRW) through the process of public policy, where spatial planning is the responsibility of local authorities in order to optimize the management of urban spatial structure. It is seen that in the process of policy formulation Spatial regulation there is an interaction of actors, interests of political actors and the integration of various builder political actors at the local level. The purpose of this research is to get to know about the process of interaction of political actors both official and non-official in the process of policy formulation Spatial Cirebon. This study uses a qualitative method with a case study approach and informant selection techniques using purposive sampling, data collection techniques in this study using the technique of in-depth interviews, the study documents, as well as data analysis techniques using interactive model Miles and Huberman. The results of the study explained that the Spatial Regulation Policy Cirebon City Government is mandated by Law No. / 26 of 2007 on the layout. This regulation policy formulation process involving official actors and non-official actors in the policy formulation. Official actors represented by the executive and the legislature, while the non-official actors represented by NGOs and academics. Both actors are both legislative and executive identifies that goes formulation process is associative interaction process with emphasis on the process of cooperation between the executive and legislative branches. Meanwhile, non-official actors such as academics is associative with emphasis on co-operation, in addition to the NGO is dissociative which emphasizes the contradictions in the process of policy formulation Spatial Regulation Cirebon. | |
| 9739 | 13451 | B1J011150 | Pertumbuhan Miselium Hypsizygus ulmarius Pada Beberapa Medium Untuk Sediaan Bibit Jamur F0 dan F1 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber inokulum yang terbaik (H1 atau H2), serta untuk mengetahui jenis medium F0 dan F1 terbaik untuk pertumbuhan miselium Hypsizygus ulmarius. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, tahap pertama menggunakan metode eksperimental Split Plot Design dengan asal inokulum (inokulum P1 H. ulmarius dan inokulum P0 H. ulmarius) sebagai main plot dan medium uji F0 [Potato Dextrose Agar (PDA), Malt Extract Agar (MEA), Tauge Dextrose Agar (TDA), Potato Dextrose Yeast Agar (PDYA), dan Oatmeal Malt Yeast Agar (OMYA)] sebagai sub plot, dilakukan 3 kali ulangan. Variabel bebas berupa jenis medium uji F0 dan asal inokulum H. ulmarius, sedangkan variabel terikat adalah pertumbuhan koloni H. ulmarius. Tahap ke dua menggunakan metode eksperimental RAL dengan perlakuan 3 formula medium bibit F1, yaitu formula Food Agriculture Organization (FAO), formula CV. Asa Agro Corporation (CV. AAC), dan formula Stamets, yang dilakukan dengan 9 kali ulangan. Variabel bebas berupa jenis medium uji F1 dan inokulum H. ulmarius terbaik dari medium F0, sedangkan variabel terikat pertumbuhan koloni miselium H. ulmarius pada medium uji F1. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Uji F) pada tingkat kesalahan 5% dan 1% dan hasilnya dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulum terbaik yaitu inokulum H2 (miselium P0 H. ulmarius). Jenis medium uji F0 terbaik untuk pertumbuhan H. ulmarius yaitu medium OMYA, sedangkan jenis medium uji F1 terbaik untuk pertumbuhan miselium H. ulmarius yaitu formula Stamets yang menggunakan biji sorghum dan gypsum. | This study aims to determine the best source of inoculum (H1 or H2), as well as to determine the best kind of mediums F0 and F1 for the growth of mycelium Hypsizygus ulmarius. This study consisted of two stages, the first stage using the experimental method Split Plot Design with the origin of inoculum (inoculum P1 of H. ulmarius and inoculum P0 of H. ulmarius) as the main plot and test medium F0 (Potato Dextrose Agar (PDA), Malt Extract Agar (MEA), Tauge Dextrose Agar (TDA), Potato Dextrose Yeast Agar (PDYA), and Oatmeal Malt Yeast Agar (OMYA) as a sub-plot, with three times repetition. The second stage uses experimental methods Completely Randomized Design (RAL) with three treatment of formula medium F1, namely the formula from Food and Agriculture Organization (FAO), the formula from CV. Asa Agro Corporation (CV.AAC) and the formula from Stamets, with nine times repetition. Data were analyzed by analysis of variance (F test) at error rate of 5% and 1%, and the result was continued with Least Significant Difference Test (LSD) and T test. The results showed that the best inoculum is H2 (mycelium P0 of H. ulmarius). The best kind of test medium F0 for H. ulmarius growth was OMYA, while the kind of test medium F1 for H. ulmarius growth was the formula from Stamets, used sorghum and gypsum. | |
| 9740 | 9663 | A1M009003 | PENGARUH KONSENTRASI KENCUR DAN JAHE TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK GULA KELAPA KRISTAL BERAS KENCUR | Beras kencur instan yang dijual di pasar kebanyakan adalah gula pasir. Produk beras kencur gula kelapa kristal diharapkan menjadi alternatif minuman tradisional beras kencur yang digemari setiap orang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh konsentrasi kencur terhadap sifat sensori gula kelapa kristal beras kencur; 2) Mengetahui pengaruh konsentrasi jahe terhadap sifat sensori gula kelapa kristal beras kencur; 3) Mengetahui kombinasi perlakuan terbaik sesuai kesukaan tertinggi produk gula kelapa kristal beras kencur. Hasil penelitian dari analisis kristal dan larutan menunjukkan bahwa konsentrasi kencur berpengaruh nyata terhadap tingkat kemanisan gula kelapa kristal beras kencur, tetapi tidak berpengaruh pada warna, ukuran butiran kristal. Semakin tinggi konsentrasi kencur menyebabkan tingkat kemanisan menurun. Konsentrasi jahe berpengaruh sangat nyata terhadap aroma dan rasa kencur gula kelapa kristal beras kencur, tetapi tidak berpengaruh pada rasa jahe. Semakin tinggi konsentrasi jahe menyebabkan aroma dan rasa kencur menurun. Kombinasi perlakuan konsentrasi jahe dengan konsentrasi kencur tidak berpengaruh terhadap rangking kesukaan gula kelapa kristal beras kencur.Umumnya panelis agak menyukai gula kelapa kristal beras kencur pada semua variasi kombinasi perlakuan. | Beras kencur instant sold in the market are mostly sugar. Granulated coconut sugar beras kencur products are expected to be an alternative to beras kencur traditional beverage favored everyone. This research aimed to: 1) determine the effect of kencur concentration on the sensory properties beras kencur of granulated coconut sugar, 2) determine the effect of ginger concentration on the sensory properties beras kencur of granulated coconut sugar; 3) determine the best treatment combination in accordance highest kencur beras kencur of granulated coconut sugar products. The results of the analysis showed that the crystal and solution concentration kencur significant effect on the level of sweetness in beras kencur of granulated coconut sugar, but had no effect on the color, crystal grain size. The higher the concentration kencur cause decreased levels of sweetness. Concentration ginger very significant effect on the aroma and flavor of kencur in beras kencur of granulated coconut sugar, but has no effect on the flavor of ginger. The higher concentration of aroma and flavor of ginger causes kencur decreased. Combination treatment with kencur concentrations and ginger concentration does not affect the ranking in beras kencur of granulated coconut sugar. Panelists generally somewhat like beras kencur of granulated coconut sugar on all the variations of treatment combination. |