Artikelilmiahs
Menampilkan 9.681-9.700 dari 48.946 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9681 | 11142 | E1A111066 | Makna Demokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Berdasarkan Pasal 18 ayat 4 Undang-Undang Dasar 1945 | ABSTRAK MAKNA DEMOKRASI DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH BERDASARKAN PASAL 18 AYAT 4 UNDANG-UNDANG DASAR 1945 Oleh : Raras Narulita Rakasiwi E1A111066 Penelitian ini mengambil judul “Makna Demokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Berdasarkan Pasal 18 ayat 4 Undang-Undang Dasar 1945”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah makna demokrasi dalam Pasal 18 ayat 4 Undang-Undang Dasar 1945 menimbulkan multitafsir dalam pemahaman tentang mekanisme pemilihan Kepala Daerah. Pembentuk undang-undang tidak menentukan mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung atau tidak langsung. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dan diolah dalam bentuk teks deskriptif naratif dengan analisis bahan dilakukan secara kualitatif. Dari hasil penelitian dapat diketahui tentang perkembangan demokrasi di Indonesia dari masa Orde Lama, Orde Baru, Reformasi sampai sekarang. Sistem pemilihan kepala daerah yang berubah-ubah dari masa ke masa ini mempengaruhi juga terhadap kedemokrasian di bangsa ini. Pasal 18 ayat 4 Undang-Undang Dasar 1945 memberikan ruang kepada publik tentang mekanisme pemilihan kepala daerah, baik langsung maupun tidak langsung keduanya mempunyai makna demokratis. Menurut pasal tersebut, penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dengan menerapkan asas-asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil serta menerapkan nilai-nilai demokrasi sehingga tercapai suatu pemilihan kepala daerah yang demokratis. Kata Kunci : Demokrasi, Kepala Daerah, Undang-Undang Dasar 1945 | ABSTRACT The essence of Democracy in Legal Elections Pursuant to Article 18 paragraph 4 of the Constitution 1945 By : Raras Narulita Rakasiwi E1A111066 The tittle of this research is “The essence of Democracy in Legal Elections Pursuant to Article 18 paragraph 4 of the Constitution 1945”. The issue on this research is the essence of democracy in legal elections pursuant to article 18 paragraph 4 of the constitution 1945 give rise multiple interpretation in the understanding of the mechanisms of legal elections. The legislators didn’t give the specify mechanisms of local elections is direct or indirect. This research uses normative juridical approach, with specification of descriptive research. The sources of legal materials used are secondary data obtained and processed in the form of descriptive narrative text with materials analysis is conducted qualitatively. From the research results can be known about the development of democracy in Indonesian of the Old Order, New Order, the Reformation until now. System of local elections which change from time to time affects also against democracy in this nation. Article 18, paragraph 4 of the Act of 1945 gives the public space of the mechanisms of local elections, either direct or indirect, both have democratic meaning. According to the article, the organization of local elections by applying the principles of direct, general, freedom, confidential, honest, and fair and implement democratic values in order to reach a democratic local elections. Key words : Democracy, Legal Elections, Constitution 1945 | |
| 9682 | 6060 | D1F011010 | HUBUNGAN ANTARA LINGKAR DADA, PANJANG BADAN, TINGGI BADAN DAN LOKASI DENGAN PRODUKSI SUSU KAMBING SAPERA | Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2013 di peternakan kambing “ C.V. Origin Dairy Farm” Desa Sumingkir Kecamatan Jeruk Legi Kabupaten Cilacap dan peternakan kambing “C.V. Bangun Karso Farm” Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara lingkar dada, panjang badan, tinggi badan dan lokasi dengan produksi susu kambing Sapera, dan mengetahui besarnya sumbangan relatif dan sumbangan efektif ukuran lingkar dada, panjang badan, tinggi badan dan lokasi terhadap produksi susu kambing Sapera di Cilacap dan Bogor. Materi penelitian yang digunakan adalah kambing perah Sapera laktasi sebanyak 34 ekor dengan rincian 18 ekor di Cilacap dan 16 ekor di Bogor. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Regresi Linier Berganda, sebagai independent variabel adalah lingkar dada, panjang badan, tinggi badan dan lokasi, sedangkang dependent variabelnya adalah produksi susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan linier tubuh kambing Sapera di Cilacap untuk lingkar dada, panjang badan dan tinggi badan masing-masing adalah 85,61 ± 4,46 cm, 71,30 ± 4,17 cm, 74,21 ± 3,46 cm dan di Bogor masing-masing adalah 90,97 ± 2,42 cm, 71,86 ± 3,74 cm, 73,68 ± 3,40 cm. Nilai rataan produksi susu di Cilacap 1,230 ± 0,454 liter/hari dan di Bogor adalah 1,210 ± 0,624 liter/hari. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lingkar dada, panjang badan, dan tinggi badan dengan produksi susu kambing Sapera di Cilacap dan Bogor. Sumbangan relatif lingkar dada, panjang badan, tinggi badan dan lokasi terhadap produksi susu kambing Sapera sebesar 0,021%, 39,721%, 59,929%, 0,327% dan sumbangan efektif sebesar 0,001%, 1,890%, 2,852%, 0,015%. Saran dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan linier tubuh dengan total produksi susu selama satu masa laktasi kambing Sapera. | This study was Executed from in Month April-May 2013 in the goat farm "CV Origin Dairy Farm "Village Sumingkir District, Jeruklegi, Cilacap Regency and goat farm" CV Wake Karso Farm "Village Palasari District, Cijeruk, Bogor Regency. The purpose of this study was to determine the relationship between heart girth, body length, body height and location to the Sapera goat milk production, and to know the magnitude of the relative and effective contributions of the measures of heart girth, body length, bady height and location on the production of Sapera goat milk in Cilacap and Bogor. The material used were lactating Sapera dairy goats as many as 34 heads mamely 18 heads in Cilacap and 16 heads in Bogor. This study used Linear Regression Analysis, the independent variables were the heard girth, body length, body height and location, whereas the dependent variable was the milk production. The results showed that the average value linear body Sapera goad in Cilacap for heart girth, body length, and body height each were 85,61 ± 4,46 cm, 71,30 ± 4,17 cm, 74,21 ± 3,46 cm and in Bogor each were 90,97 ± 2,42 cm, 71,86 ± 3,74 cm, 73,68 ± 3,40 cm. While the average value milk production in Cilacap 1,230 ± 0,454 litre/day and in Bogor were 1,210 ± 0,624 litre/day. The conclusions of the research showed that there was no relationship between heart girth, body length, and body height to the Sapera goat milk production in Cilacap and Bogor. Overall relative contribution indicated that heart girth, body length and body height had very small effects on Sapera goat milk production of 0,021%, 39,721%, 59,929%, 0,327% and efective contribution of 0,001%, 1,890%, 2,852%, 0,015%. Suggestions of this research is need further research to determine the linear relationship with the body total milk production during the lactation period Sapera goat. | |
| 9683 | 10807 | C1K011022 | THE FACTORS INFLUENCING CAPITAL STRUCTURE IN INDONESIAN MANUFACTURING COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) | This research investigated the factors influencing capital structure in manufacturing companies listed in the Indonesia Stock Exchange (IDX). The purpose of this research were to analyze the effect of the size, the business risk, the growth of asset, the profitability, the tangible asset, the Degree of Operating Leverage (DOL), the liquidity on capital structure. This research was conducted during the period of 2009 until 2013. Data collection techniques used were method of documentation, literature review and internet search. This research used multiple regression model as a means of testing the hypothesis. Population of this research was the entire manufacturing companies listed in the Indonesia Stock Exchange, using purposive sampling as a sampling technique. This study used capital structure as dependent variable, while the independent variables were size, business risk, growth of asset, profitabiliy, tangible asset, Degree of Operating Leverage (DOL), liquidity. The results of this research showed that the growth of asset, and tangible asset had no significant effect on capital structure, while the size, business risk, profitability, Degree of Operating Leverage (DOL), liquidity had significant effect on capital structure. So the manager can use these variables as a consideration in deciding an appropriate capital structure decisions to make an optimal capital structure policy for the company. | This research investigated the factors influencing capital structure in manufacturing companies listed in the Indonesia Stock Exchange (IDX). The purpose of this research were to analyze the effect of the size, the business risk, the growth of asset, the profitability, the tangible asset, the Degree of Operating Leverage (DOL), the liquidity on capital structure. This research was conducted during the period of 2009 until 2013. Data collection techniques used were method of documentation, literature review and internet search. This research used multiple regression model as a means of testing the hypothesis. Population of this research was the entire manufacturing companies listed in the Indonesia Stock Exchange, using purposive sampling as a sampling technique. This study used capital structure as dependent variable, while the independent variables were size, business risk, growth of asset, profitabiliy, tangible asset, Degree of Operating Leverage (DOL), liquidity. The results of this research showed that the growth of asset, and tangible asset had no significant effect on capital structure, while the size, business risk, profitability, Degree of Operating Leverage (DOL), liquidity had significant effect on capital structure. So the manager can use these variables as a consideration in deciding an appropriate capital structure decisions to make an optimal capital structure policy for the company. | |
| 9684 | 11749 | C1J010007 | PERFORMANCE ANALYSIS OF JENANG JAKET MERSI HOUSEHOLD INDUSTRY, MERSI VILLAGE, EAST PURWOKERTO, BANYUMAS REGENCY | Penelitian ini berjudul “Analisis Kinerja Industri Rumah Tangga Jenang Jaket Mersi, Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja industri serta struktur biaya dan pendapatan pada industri rumah tangga jenang jaket mersi di Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Peneltian ini merupakan analisis data primer dengan mengolah data yang diperoleh melalui wawancara langsung dan dengan kuisioner terhadap 5 responden yang merupakan industri rumah tangga jenang jaket di Kelurahan Mersi. Analisis yang digunakan adalah Price Cost Margin (PCM), Efisiensi Internal (X-Efficiency), Produktivitas Tenaga Kerja, Market Share, dan Growth untuk mengukur kinerja, serta analisis struktur biaya dan analisis pendapatan. Berdasarkan hasil perhitungan kinerja industri rumah tangga jenang jaket mersi di Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas yang memiliki nilai paling besar dari tingkat keuntungan (PCM), nilai Efisiensi Internal (X-Efficiency), Nilai Produktivitas Tenaga Kerja dan Pangsa Pasar adalah industri rumah tangga Jenang Jaket Asli. Dengan nilai PCM industri Jenang Jaket Asli adalah 35 persen. Nilai efisiensi internal adalah 28 persen. Nilai produktivitas tenaga kerja adalah Rp33.968.000. Dan nilai pangsa pasar adalah 36 persen. Berdasarkan hasil analisis struktur biaya industri rumah tangga jenang jaket mersi termasuk biaya tetap selama satu tahun dengan total sebesar Rp234.667.500, sedangkan biaya untuk biaya variabel (beras ketan, gula jawa, kelapa, arang dan upah) dengan total biaya variabel sebesar Rp8.180.272.500. Tingkat pendapatan bersih yang diperoleh oleh produsen industri rumah tangga jenang jaket mersi selama satu tahun dari hasil analisis data primer adalah Rp9.579.125.000. Maka laba bersih yang diterima oleh produsen adalah Rp1.164.185.000 selama satu tahun. | This study entitled "Performance Analysis of Jenang Jaket Mersi Home Industry, Mersi Village, East Purwokerto, Banyumas Regency." This study aims to determine the industry's performance as well as cost and revenue structure on jenang jaket Mersi home industry in East Purwokerto, Banyumas Regency. This study is an analysis of primary data by processing data through direct interviews and questionnaires to the five respondents who are the producer of jenang jaket in Mersi. The analysis uses Price Cost Margin (PCM), Internal Efficiency (X-Efficiency), Labor Productivity, Market Share and Growth to measure the performance, as well as the analysis of cost and revenue structure. Based on the calculation of jenang jaket home industry performance in East Purwokerto, Banyumas Regency shows that the greatest value of profit rate (PCM), internal efficiency (X-Efficiency), Labor Productivity and Market Share is Jenang Jaket Asli home industry. With the PCM value is 35 percent. The internal efficiency value is 28 percent. The labor productivity value is Rp33,968,000. And market share value is 36 percent. Based on the cost structures analysis, jenang jaket Mersi home industry has fixed costs for a year is Rp234,667,500 while the variable costs (glutinous rice, sugar, oil, charcoal and wages) is Rp8,180,272,500. The level of income generated by jenang jaket home industry for one year is Rp9,579,125,000. So, net income received by producers is Rp1,164,185,000 for one year. | |
| 9685 | 11792 | F1C011023 | KONFLIK DAN PENEGUHAN HUBUNGAN PASANGAN KEKASIH LONGDISTANCE RELATIONSHIP DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDRIMAN | Remaja adalah masa di mana seseorang mulai mencari jati diri, pencarian jati diri tersebut adalah membentuk hubungan yang baru dan lebih matang dengan lawan jenis. Dalam menjalani hubungan, seringkali individu tidak dapat selalu berdekatan dengan pasangannya, sehingga pasangan kekasih tersebut melakukan pacaran jarak jauh atau Longdistance Relationship. Oleh sebab itu penelitian ini berjudul Konflik Dan Peneguhan Hubungan Pasangan Kekasih Longdistance Relationship Di Kalangan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konflik dan cara peneguhan hubungan pasangan kekasih Longdistance Relationship di Kalangan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pemilihan informan dengan menggunakan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini ialah Mahasiswa UNSOED yang menjalani Longdistance Relationship dan menjalin hubungan pacaran minimal satu tahun. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan triangulasi data model sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi karena kurangnya komunikasi antar pasangan kekasih, adanya kesibukan di antara masing-masing individu, cemburu, ketidakjujuran yang dilakukan oleh pasangannya serta masalah internal dari masing-masing individu. Peneguhan hubungan yang dilakukan adalah dengan penggunaan media untuk berkomunikasi, pengungkapan pesan verbal, tindakan romantis, keintiman dan komitmen antar pasangan. | Teenagers are a period when someone is looking for their identity through establishing a brand new mature relationship with their partner. On that condition, they sometimes ae separated far by. So it makes them do a longdistance relationship. Because of that this research entitled Conflict and Relationships Affirmation in Longdistance Relationship Couples among Universitas Jenderal Soedirman Students. The purpose of this research is to find out about conflict and relationship affirmation in longdistance relationship couples among Universitas Jenderal Soedirman students. This research is a qualitative research with descriptive method. Informant choosing method used is purposive sampling, namely Unsoed students that undergo longdistance relationship and in a relationship for at least one year. Data collection method uses in-depth interview and observation. Data analysis is done by interactive analysis model which are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Validity that used is data triangulation source model. This research shows that conflict is happen because of lack communication in couples, busy activities between each individu, jealously, dishonesty, and internal problems in each individu. Affirmation relationship that they do is by media using to communicate, verbal message statement, romantic activities, intimate, and commitment between couples. | |
| 9686 | 9632 | A1M010065 | KAJIAN AKTIVITAS PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN MALONALDEHID JENANG JAKET WIJEN PADA VARIASI PROPORSI GULA KELAPA CETAK DAN CARA PREPARASI WIJEN | Jenang jaket merupakan makanan tradisional khas kabupaten Banyumas yang dibuat dari tepung beras ketan, gula, santan dan bahan-bahan lain seperti vanili, wijen atau perasa makanan sebagai bahan tambahan untuk mendapatkan cita rasa yang khas. Jenang jaket yang dibuat dengan penambahan wijen dikenal dengan “jenang jaket wijen”. Gula kelapa cetak sebagai pemanis dan juga wijen yang digunakan dalam pembuatan jenang jaket wijen diketahui mengandung antioksidan. Kombinasi perlakuan yang tepat dari kedua jenis bahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan jenang jaket wijen pada uji aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh variasi proporsi gula kelapa cetak : tepung beras ketan dan cara preparasi wijen terhadap aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen dan 2) mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan antara variasi proporsi gula kelapa cetak : tepung beras ketan dan cara preparasi wijen pada pembuatan jenang jaket wijen yang menghasilkan aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi gula kelapa cetak : tepung beras ketan berpengaruh terhadap aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen. Semakin tinggi proporsi gula kelapa cetak : tepung beras ketan yang digunakan menghasilkan aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen yang semakin meningkat. Cara preparasi wijen juga berpengaruh terhadap aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen. Semakin lama waktu pemblenderan biji wijen menghasilkan aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid yang semakin tingggi. Kombinasi perlakuan tidak berpengaruh pada akivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen. | “Jenang jaket” is a traditional food from Banyumas district made of glutinous rice flour, sugar, coconut milk and other ingredients such as vanilla, sesame or food flavorings as additional materials for a distinctive flavor. Jenang jaket which is made with addition of sesame seeds known as “jenang jaket wijen”. Coconut sugar as a sweetener and sesame are also used in ingredients of jenang jaket wijen known to contain antioxidants. The combination of proper treatment of the two types of materials is expected to increase antioxidant activity of sesame jenang jaket. The purpose of this research are: 1) to know the effect of variation on solidified coconut sugar proportion : glutinous rice flour and sesame method preparation to the malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen and 2) to know the effect of combination treatments from variation of coconut sugar proportion : glutinous rice flour and sesame method preparation at jenang jaket wijen making which provides the highest malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen. The results showed that the proportion of solidified coconut sugar : glutinous rice flour had effect on malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen. The higher proportion of solidified coconut sugar: glutinous rice flour were used provides the malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen increasingly high. Sesame preparation had effect on malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen. The longer blended time of sesame seeds provides inhibition of malonaldehyde formation increasingly high. Combination treatment had no effect to inhibition activity of malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen. | |
| 9687 | 9633 | A1C010078 | KONTRIBUSI PENDAPATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA TEH RAKYAT TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KELUARGA DI KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANG | Salah satu wilayah yang secara agroekologi sesuai dengan syarat tumbuh tanaman teh di Indonesia adalah Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Daun teh yang diproduksi dari perkebunan teh milik masyarakat di Kecamatan Pulosari umumnya diolah menjadi teh kering oleh industri rumah tangga. Permasalahan yang terdapat pada industri rumah tangga adalah lemahnya analisis ekonomi dan tidak ada pengetahuan besar sumbangan pendapatan terhadap pendapatan usahatani keluarga. Oleh sebab itu, maka dilaksanakan penelitian pada bulan Maret sampai April 2014. Penentuan desa penelitian secara sengaja (Purposive) yaitu Desa Pagenteran dan Pulosari karena kedua desa tersebut merupakan sentra produksi teh rakyat. Metode pengambilan responden pada penelitian ini adalah sensus. Tujuan penelitian ini yaitu, (1) Menganalisis besarnya biaya dan pendapatan industri rumah tangga pengolahan teh rakyat, (2) Menganalisis besarnya pendapatan usahatani rumah tangga pengusaha teh rakyat, (3) Menganalisis kontribusi pendapatan industri rumah tangga pengolahan teh rakyat terhadap pendapatan usahatani rumah tangga di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp269.507,59 dan rata-rata penerimaan sebesar Rp242.666,67. Pendapatan industri rumah tangga adalah sebesar Rp-26.840,92. Kontribusi pendapatan industri pengolahan teh rakyat sebesar -8,26 persen | One of the areas which are in accordance with the terms of agroecology grow tea plants in Indonesia is the Pulosari District Pemalang Regency. Tea leaves produced from perkebunan teh milik rakyat at the District Pulosari, generally processed into dried tea by the household industry. Problems found in household industry is no economic analysis and haven’t knowledge contribution of industry income to the family farm income. Therefore, the research conducted in March and April 2014. Determination of the study villages intentionally (purposive) at Pagenteran and Pulosari Village, because the two villages is the center of traditional tea production. Methods of making the respondents in this study was a census. The purpose of this study, namely, (1) to analyze the cost and revenue in the household industry traditional tea processing, (2) to analyze the amount of farm household income, (3) to analyze the contribution of household industry processing traditional tea income to farm income households in the Pulosari District Pemalang Regency. Based on the results of the study, the average cost of production incurred by Rp269.507,59 and an average revenue of Rp242.666,67. Domestic industry revenue is Rp-26.840,92. So as to know the tea processing industry revenue contribution amounting to -8,26 percent. | |
| 9688 | 10813 | H1D010065 | ANALISIS INFILTRASI KAWASAN KAMPUS TEKNIK BLATER AKIBAT ALIHFUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI LAHAN TERBANGUN | Alih fungsi lahan pertanian yang tidak terkendali dapat mengancam kapasitas resapan air tanah yang mengakibatkan berkurangnya daerah resapan dan penyimpanan air sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan air saat musim kemarau. Semakin sempit daerah resapan, maka semakin banyak air yang terbuang di permukaan dan semakin sedikit air yang dapat tersimpan untuk dimanfaatkan kembali. Metode penelitian ini adalah dengan analisis penggunaan lahan, analisis perubahan debit banjir, serta pengukuran langsung dilapangan dengan meggunaka double ring infiltromete.r Hasil penelitian ini menghasilkan kapasitas infiltrasi persamaan Horton, yaitu 0,6+1/2(9,5e^(-0,612t) +11,8e^(-2,109t)), kurva hubungan kapasita infiltrasi dengan intensitas hujan dan total penambahan debit banjir setelah 5 tahun mendatang dari tahun 2015 sampai 2020 mencapai 18297,189 m3/hari. Kata Kunci : Alihfungsi lahan, Infiltrasi, Kurva kapasitas infiltrasi | ABSTRACK ANALYSIS OF INFILTRATION IN THE AREA OF CAMPUS TEKNIK BLATER DUE TO TRANSFORMATION OF FARM FIELD TURNING INTO BUILDING FIELD Agricultural land conversion which uncontrolled can be threat of absorbing capacity ground water catchment areas and water storage, which causes the scarcity of water during the dry season. The more narrow catchment area , the more water being wasted on the surface and getting a little water that can be stored to be used again. The method of this research isthe analysis of land use , the analysis of change discharge flood , and directly measurement in the field using a double ring infiltromete.r The result of this research is prroduces the capacity of infiltration of an equation Horton, that 0,6+1/2(9,5e^(-0,612t) +11,8e^(-2,109t)), a curve relations of capacity infiltration with the itensity of rainfall and total discharge additions of flooding after five years form 2015 t0 2020 reached 18297,189 cubic meter per day. Keywords : conversion land , infiltration , the capacity of infiltration a curve | |
| 9689 | 9634 | H1H010044 | PRODUKSI PEMBENIHAN GURAMI (Osphronemus gouramy) BEBERAPA DESA DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Ikan gurami merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki peluang usaha menjanjikan, namun belum dapat memenuhi jumlah permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi pembenihan gurami dan kesesuaian kegiatan pembenihan gurami di Desa Beji, Karangnangka, dan Karangsalam Kidul, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan SNI 01-6485.1-2000, 01-6485.3-2000, 7473:2009. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survey. Metode sampling yang digunakan yaitu sampling purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penggunaan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pembenihan di Desa Beji sebanyak 2600-3500 ekor benih/satu pemijahan, Desa Karangnangka sebanyak 1600-2500 ekor benih/satu pemijahan dan Desa Karangsalam Kidul sebanyak 2600-3500 ekor benih/satu pemijahan. Persentase kesesuaian dengan SNI di Desa Beji sebesar 67,96%, Desa Karangnangka sebesar 60,78% dan Desa Karangsalam Kidul sebesar 62,12%. Kata kunci: Gurami, produksi pembenihan, SNI Pembenihan | Gouramy is one of freshwater fish commodity which has a promising business opportunity, however gouramy production can’t fulfill the market demand yet. This research aimed to determine the hatchery production of gouramy and the suitability of gouramy hatchery activities at Beji, Karangnangka and Karangsalam Kidul village, Kedungbanteng subdistrict, Banyumas regency, Centrall Java with SNI 01-6485.1-2000, 01-6485.3-2000, 7473:2009. The method used in this study was survey method. The sampling method used was purposive sampling. All the data obtained through observation and questionaire. The result of this research showed that the production of hatchery at Beji village was 2600-3500 seed each spawning, Karangnangka village was 1600-2500 seed each spawning and desa Karangsalam Kidul village was 2600-3500 seed each spawning. The suitability percentage according to SNI at Beji village was 67,96%, Karangnangka village was 60,78% and Karangsalam Kidul village was 62,12%. Keywords: Gouramy, hatchery production, SNI of hatchery. | |
| 9690 | 10808 | H1D009035 | ANALISIS KINERJA RUAS JALAN BERDASARKAN TINGKAT PELAYANAN (Studi Kasus : Ruas Jalan Kerteg Wonosobo) | Terminal Mendolo Wonosobo yang mulai beroperasi setelah direlokasi tahun 2000 pada Jalan Kerteg Wonosobo diprediksi akan menurunkan kinerja jalan. Untuk mengetahui hal tersebut perlu dilakukan penelitian pada Jalan Kerteg Wonosobo baik pada jalan yang terpengaruh terminal ataupun tidak terpengaruh terminal dengan menggunakan metode MKJI 1997. Penelitian tersebut mencakup derajat kejenuhan, tingkat pelayanan dan kecepatan kendaraan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan recorder untuk mengetahui arus serta kecepatan, juga menempatkan surveyor untuk menghitung hambatan samping pada hari libur dan hari kerja pada periode pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian berupa tingkat pelayanan pada jalan Kerteg Wonosobo yang tidak dipengaruhi terminal pada hari libur dan hari kerja periode pagi, siang, dan sore adalah C. Sedangkan pada jalan Kerteg Wonosobo yang dipengaruhi terminal tingkat pelayanan jalan pada hari libur dan hari kerja periode pagi dan siang adalah C, sedangakan sore hari adalah D. Akibat adanya terminal, tingkat pelayanan turun dari C menjadi D dan apabila dibandingkandengan Keputusan Menteri Perhubungan KM 14 tahun 2006 tingkat pelayanan pada kedua ruas jalan tidak memenuhi kriteria karena disyaratkan harus B, maka diperlukan solusi untuk meningkatkan tingkat pelayanan jalan. Solusi guna meningkatkan kinerja jalan dengan perlebaran jalan dengan menghilangkan taman kecil pada trotoar, pemasangan rambu lalu lintas dilarang parkir pada badan jalan, mensiagakan pihak yang berwajib guna mengatur lalu lintas pada saat jam puncak, dan pengalihan arus melalui Jalan Kerteg – Selomerto. | Terminal Mendolo Wonosobo which began operating after being relocated since 2000 to the Kerteg Wonosobo Road predicted to degrade the performance of the road. Method MKJI 1997 is used in this research to know the performance of the Kerteg Wonosobo Road affected and not affected by terminal The main aim of this research is to know the degree of saturation, level of service, and speed of the vehicle. In this research, recorder used to know flow and speed of the vehicle, also observe side friction by surveyor on holiday and working day on morning, afternoon, and evening period. The level of service results in this research on Kertek Wonosobo Road which segment is not affected by terminal on holiday and working day period morning, afternoon, and evening is C. But on the other hand, the level of service on segment that affected by terminal on morning and afternoon period is C, while the afternoon period is D. Due to terminal operation, the level of service down from C to D. Compare with Minisitry of Transportation Decision, KM 14 Tahun 2006, the level of service results for both segments are unworthy, because the minimum requirements of that policy is B. The solutions to improve the performance of the road are widening the road, eliminating the small park on the pavement, installation of traffic signs, improve traffic controlling by authority, and redirects the flow through Kerteg – Selomerto Road. | |
| 9691 | 9635 | A1C010036 | KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA PEMANFAATAN PEKARANGAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus pada Anggota KRPL KWT Mekar Sari Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas) | KRPL merupakan salah satu alternatif pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, gizi keluarga, dan peningkatan pendapatan yang pada hasil akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme dari kegiatan KRPL, mengetahui persepsi masyarakat mengenai kegiatan KRPL, mengetahui pendapatan yang diperoleh anggota KWT dari pemanfaatan pekarangan, mengetahui nilai R/C rasio dan mengetahui kontribusi pemanfaatan pekarangan terhadap pendapatan rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data dilaksanakan sejak 24 April sampai 24 Mei 2014, dengan sasaran penelitian adalah anggota KWT Mekar Sari penerima dana bantuan kegiatan KRPL di Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas. Penentuan responden dilakukan secara sensus yang berjumlah 20 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, biaya, penerimaan dan pendapatan, R/C rasio dan income share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme yang diterapkan anggota KWT Mekar Sari Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas sudah sesuai dengan yang dijelaskan dalam pedoman umum Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), dilihat dari sub-sub kegiatan: kebun bibit desa, kebun sekolah, pemanfataan pekarangan, dan peningkatan pemahaman pola pangan beragam, bergizi seimbang dan aman. Persepsi dari pelaksanaan KRPL di Kelurahan Bobosan memberikan perubahan aktivitas dari sebelum dan sesudah adanya KRPL khususnya dalam hal pemanfaatan pekarangan. Responden merasakan manfaat paling besar dari KRPL yaitu pekarangan menjadi lebih produktif, dan kendala yang paling besar dihadapi adalah serangan hama wereng putih. Usahatani di pekarangan anggota terdiri sayuran, buah dan TOGA seperti cabai, pisang dan jahe, sedangkan ayam terdiri ayam kampung jantan dan betina, dan ikan terdiri dari gurame, mujair, bawal, patin, melem, tawes, dan lele. Total biaya selama tiga bulan dari pemanfaatan pekarangan (on farm) yaitu Rp5.444.250,00, total penerimaan sebesar Rp10.095.550,00 dan total pendapatan diperoleh Rp4.651.300,00, rata-rata pendapatan per responden yaitu Rp232.565,00 untuk tiga bulan, dengan rata-rata luas lahan yaitu 68,6 m2. Nilai R/C rasio sebesar 1,85 artinya kegiatan pemanfaatan pekarangan menguntungkan karena setiap Rp100.000,00 biaya yang dikeluarkan, akan memberikan penerimaan sebesar Rp185.000,00. Kontribusi pendapatan diperoleh 7,30 persen, artinya kontribusi yang diperoleh dari pemanfaatan pekarangan terhadap pendapatan rumah tangga sangat kecil dan bukan menjadi mata pencaharian utama melainkan usaha sampingan anggota. | Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) activities is an alternative by using the utilization of eco-friendly yard to meet the needs of food, family nutrition, and the increase in income which the result can improve welfare through community empowerment. This research aims to know the mechanism of KRPL activities, know perceptions of the people regarding of KRPL activities, know the amount of net income obtained by KWT member from the use of the yard, know the value of R/C ratio, and know the amount contribution of yard utilization on household income. Research method that use is case study. This research was being conducted from 24th April to 24th May 2014, with research target are KWT Mekar Sari members who assist fund receiver KRPL activities in Bobosan Subdistrict, Banyumas Regency. The number of respondents in this research is 20 (twenty) individuals. The analysis used is descriptive analysis, analysis of costs, acceptance and income, R/C ratio, and income share. The result of this study shows that the mechanism applied by the members of KWT Mekar Sari, Bobosan Subdistrict, Banyumas Regency its already accordance with those explained in the general guidelines of KRPL, seen through subs-activities: (village yard seed, school yard, utilization yard and a better understanding of various, nutritious, balanced and safe food pattern. Perceptions of yard utilization implementation in Bobosan Subdistrict provides a change of activity before and after the KRPL, especially in terms of the yard utilization. Respondents felt the greatest benefit of KRPL that the yard becomes more productive, and the greatest obstacle faced is white pests attack. Farming in the yard members consist of vegetables, fruits and TOGA such as chilli, banana and ginger, while the chicken is composed of rooster and hen, and fish consisting of gurame, mujair, bawal, patin, melem, tawes and lele. The total cost during three months of utilization yard is Rp5,444,250.00, the total revenues is Rp10,095,550.00 and the total income is Rp4,651,300.00. the average of total income by the respondent is Rp232,565.00 by the three months, with the average land area namely 68.6 m2. The value of R/C ratio earned is equal to 1.85 means that the activity is profitable because each cost of Rp100,000.00 spent will provide income of Rp185,000.00. The contribution earned of the yard utilization is equal to 7.30 percent, which means that resulted share of utilization yard on household income is deemed small and it is not the main living but the sideline of the members. | |
| 9692 | 10787 | H1B011004 | PENDEKATAN REGRESI SPASIAL DALAM PEMODELAN SPATIAL ERROR PADA PERSENTASE KELUARGA PRA SEJAHTERA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 | Tujuan penelitian ini adalah menentukan model persentase keluarga pra sejahtera dan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh berdasarkan indikator perumahan hasil SUSENAS tahun 2013 di Provinsi Jawa Tengah. Adanya informasi hubungan spasial antar kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah, maka Model yang digunakan adalah model Spatial Error Models (SEM). Model ini diperoleh dengan cara memperhatikan efek spasial antar wilayah pengamatan yang tidak diperhatikan dalam regresi klasik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5%, indikator yang berpengaruh terhadap persentase keluarga pra sejahtera adalah persentase rumah tangga dengan dinding terluas bangunan bukan tembok dan persentase rumah tangga tanpa listrik. Kebaikan model yang dihasilkan oleh model SEM sebesar 91,42%. Hal ini berarti bahwa model SEM mempu menjelaskan variasi dari persentase keluarga pra sejahtera sebesar 91,42% dan sisanya sebesar 8,58% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. | This research was conducted to determine the percentage of pre-prosperous family model and finding out the influenced factors on the housing indicator result of SUSENAS in 2013 in Central Java Province. The model was used by Spatial Error Models (SEM). This model was acquired by paying attention to spatial effect on inter area observation which was not observed in classic regression. The analysis result indicated that the significant degree was 5%, indicator which influenced toward percentage of pre-prosperous family model was household percentage with the largest non-brick wall building and household percentage without electricity. The benefit of model produced by SEM is 91, 42%. It mean that SEM was able to explain the variation of pre-prosperous family as big as 91,42% that explained by other variable outside model. | |
| 9693 | 10810 | H1B010039 | MODEL PREDATOR-PREY MENGGUNAKAN RESPON FUNGSIONAL TIPE II DENGAN DUA JENIS PREY YANG BERSIMBIOSIS MUTUALISME | ABSTRAK. Model Lotka-Volterra adalah model matematika yang paling sederhana untuk menggambarkan hubungan antara predator dan prey. Model matematika ini hanya memodelkan hubungan antara satu predator dan satu prey saja, padahal pada ekosistem terdapat interaksi predasi dimana prey bersimbiosis mutualisme dengan prey lain. Pada model Lotka-Volterra, waktu yang diperlukan predator untuk menangani prey tidak diperhatikan, sehingga model Lotka-Volterra dikembangkan dengan memperhatikan waktu yang diperlukan predator untuk menangani prey, yaitu model predator-prey dengan respon fungsional tipe II. Pada penelitian ini, dikaji perilaku dinamik model predator-prey menggunakan respon fungsional tipe II dengan dua jenis prey yang bersimbiosis mutualisme berdasarkan analisis titik kesetimbangan. Model tersebut mempunyai tujuh titik kesetimbangan yaitu yang bersifat tidak stabil dan sifat kestabilannya berdasarkan nilai parameter. Berdasarkan simulasi pada yang bersifat stabil asimtotis, semakin besar tingkat interaksi prey 1 terhadap prey 2, maka dalam jangka waktu yang lama jumlah prey 1 dan predator akan meningkat, sedangkan jumlah prey 2 akan mengalami kepunahan. Semakin besar tingkat interaksi prey 2 terhadap prey 1, maka dalam jangka waktu yang lama jumlah prey 2 dan predator akan meningkat, sedangkan jumlah prey 1 akan mengalami kepunahan. | ABSTRACT. Lotka-Volterra model is the basic mathematical model for describing the relationship between predator and prey. This mathematical model only discribed the relation between one predator and one prey, but in ecosystem there is predation interaction where prey symbotic mutualism with other prey. In the Lotka-Volterra model, the time for predator to handle a prey is unnoticed, so that the Lotka-Volterra model is develoved by cosidering the time required by predator to handle prey, that is predator-prey model with functional response type II. In this research, the dinamic behavior of predator-prey model using functional response type II with two preys symbiotic mutualism was analized based on the stability of equilibrium point. The model has seven equilibrium points, they are which are unstable and wich the stability depend on value of parameters. Based on simulation of it is asymptotically stable, when the interaction among prey 1 and prey 2 is greater, then in the long term the number of prey 1 and predator is increasing, while the number of prey 2 is extincted. When the interaction among prey 2 and prey 1 is greater, then in the long term the number of prey 2 and predator is increasing, while the number of prey 1 is extincted. | |
| 9694 | 9637 | D1E010127 | Jumlah Pembentukan Zigot dan Blastosis Hasil Fertilisasi Invitro yang Dikultur dengan Menggunakan Media TCM-199 dan CR1aa | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media yang lebih baik dalam menghasilkan zigot dan blastosis secara invitro. Penelitian dilaksanakan di Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor pada tanggal 26 Juni 2014 sampai dengan 18 Juli 2014. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei. Parameter yang diamati meliputi tingkat pembentukan zigot pada hari ke-2 sebagai indikator keberhasilan fertilisasi dan pembentukan blastosis hari ke-6 hingga ke-9. Data yang digunakan adalah data produksi zigot dan blastosis invitro hasil fertilisasi menggunakan media TCM-199 dan CR1aa pada tahun 2011. Data yang diperoleh diuji menggunakan Uji chi square. Hasil penelitian menyatakan tidak terdapat perbedaan yang nyata (p > 0,05) pada pembentukan zigot tetapi pada pembentukan blastosis terdapat perbedaan yang nyata (p < 0,05) dan ini menunjukan penggunaan media CR1aa memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan zigot dan blastosis dibandingkan media TCM-199. | The purpose of this study was to determine the best media to produce zygotes and blastocyst by in vitro. The research was conducted in the Central Animal Embryo, Cipelang, Bogor from June 26, 2014 until July 18 2014. The research was conducted with the survey method. The parameters observed was zygote formation phase at on day 2 as an indicator of the success of fertilization and blastocyst formation at day 6 to 9. The data used were the production of zygotes and blastocysts by in vitro fertilization as the results of using TCM-199 medium and CR1aa in 2011. The data were tested using the chi square test. The study stated, there were no significant differences (p> 0.05) on the formation of the zygote but there was a differences in blastocyst formation (p <0.05) and this showed, the use of media CR1aa had a better ability to produce zygotes and blastocysts compared to TCM-199 medium. | |
| 9695 | 9638 | C1C010025 | Hubungan Antara Efektivitas Sistem Pengendalian Internal dengan Realisasi Pendapatan Rumah Sakit Umum Pemerintah Di Wilayah Priangan Timur | Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui keeratan dan arah hubungan antara efektivitas sistem pengendalian internal dengan realisasi pendapatan di Wilayah Eks Karesidenan Tasikmalaya (Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tasikmlaya, Rumah Sakit Umum Kota Tasikmalaya, dan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ciamis). Populasi penelitian adalah seluruh pejabat bidang keuangan pada lingkungan Rumah Sakit Umum Pemerintah Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis dan laporan realisasi pendapatan tahun 2008 s/d 2013. Jumlah responden sebanyak 12 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan metode sampel jenuh (Sensus). Analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas sistem pengendalian internal berhubungan erat dan searah (0,998) dengan realisasi pendapatan. Implikasi dari kesimpulan tersebut yaitu upaya untuk meningkatkan realisasi pendapatan adalah dengan memperbaiki sistem pengendalian internal. Perbaikan sistem pengendalian internal diupayakan dengan melakukan monitoring terhadap tujuan dan rencana secara berkala, melakukan riset terhadap risiko, melakukan orientasi, seminar, dan workshop bagi pegawai baru ,serta pemeliharaan manajemen sistem infomasi untuk menghindari kehilangan data anggaran dan keuangan yang dibutuhkan sebagai acuan penyusunan anggaran. | This research is a case study which has purpose is to determine the Correlation between the effectiveness of Internal Control System with Revenue Realization in Public Hospital of Tasikmalaya Regency, Tasikmalaya City, and Ciamis Regency . The research population is the whole financial functionary in Tasikmalaya regency, Tasikmalaya City, and Ciamis regency Hospital and report of revenue realization from 2008 to 2013. The number of respondents was 12 peoples. Based on the result of research and data analysis using Pearson Correlation Product Moment shows that the efectiveness of Internal Control System has a strong and positive (0,998) correlation with Revenue Realization Implications: in order to improve revenue realization with maintain the effectiveness of internal control system. It can be done with monitoring about budget and plan frequently, observing risk assessment, orientation period and workshop for freshman, and maintaining management information system to avoid budget and financial data loss that necessary for budgeting process. | |
| 9696 | 9639 | D1E009001 | PENGARUH BERBAGAI DOSIS PROSTAGLANDIN (PGF2a) DAN GnRH TERHADAP VOLUME AMBING DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN INDUK DOMBA GARUT | Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh berbagai dosis hormon PGF2α dan GnRH terhadap volume ambing dan pertambahan bobot badan. Pada penelitian ini menggunakan 18 ekor domba Garut yang pernah beranak, serta 6 ekor domba jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dengan enam perlakuan tiga kali ulangan (setiap prelakuan terdiri atas 3 ekor domba). Domba Garut yang diteliti adalah domba yang sehat, normal dan tidak sedang bunting. Kandang yang digunakan adalah 3 kandang kelompok dengan ukuran 3 m x 2 m tipe panggung. Setiap kandang ditempati 6 ekor domba betina yang sudah dikelompokkan dan dilengkapi dengan tempat pakan. Pakan yang diberikan berupa hijauan yang diberikan pada pagi dan sore hari. Preparat stimulator estrus yang digunakan adalah PGF2α 1 ml (P1), 1,5 ml (P2), 2 ml (P3) dan untuk superovulasi adalah GnRH 0 ml (G1) dan 1 ml (G2) yang berisi 300 IU secara intramuscular. Peralatan yang digunakan adalah alat tulis, buku untuk mencatat, alat suntik dan kamera. Rataan yang didapat dari volume ambing adalah 57,92 ± 1,49 cm3. Rataan yang didapat dari pertambahan bobot badan adalah 67,77 ± 10,03 g/ekor/hari. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi pemberian hormon PGF2α dan GnRH pada domba Garut tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap volume ambing dan pertambahan bobot badan induk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah volume ambing dan pertambahan bobot badan induk domba Garut induk yang diberi perlakuan PGF2α dan GnRH serta PGF2α tanpa GnRH relatif sama. | The purpose of the study was to determine the effect of various doses of PGF2α and GnRH on the volume of the udder and body weight gain of Garut ewes. A total of 18 Garut ewes ever give birth, and 6 adult rams were used. Research was carried out using the experimental method and using a completely randomized design (CRD) factorial, with 6 treatments and three replicates (each of treatment was replicated three times). Garut sheep used was healthy, normal and not pregnant. Cages used were 3 cages with a group size of 3mx2m stage type. Each cage occupied by 6 ewes that have been grouped and equipped with a feed. Forage was given to sheep in the morning and evening. Estrus stimulator used was 1 ml (P1), 1.5 ml (P2) and 2 ml (P3)of PGF2α and for superovulation was used GnRH of 0 ml (G1) and 1 ml (G2) of GnRH containing 300 IU intramuscularly. The equipment used was stationery, a book , a syringe and a camera. The mean volume obtained from the udder was 57.92 + 1.49 cm3. Data obtained from the average weight gain was 67.77 + 10.03 g/head/day. Analysis of variance showed that there is no interaction effect between GnRH and PGF2α (P> 0.05) on udder volume and body weight gain of Garut ewes, moreover the udder volume and body weight gain were not affected (P>0.05) by administering of PGF2α and GnRH. It can be concluded that the Garut ewes given PGF2α and GnRH or PGF2α without GnRH intramuscularly had the same response in term of the volume of the udder and body weight gain. | |
| 9697 | 6070 | F1C008104 | Komunikasi Transendental dan Pergeseran Nilai dalam Tradisi Upacara Sedekah Laut pada masyarakat nelayan di Sentolokawat Cilacap. | Penelitian ini berjudul Komunikasi Transendental dan Pergeseran dalam tradisi Upacara Sedekah Laut pada masyarakat nelayan di Sentolokawat Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi transendental dan pergeseran nilai tradisi sedekah laut pada masyarakat nelayan dalam upacara sedekah laut di Sentolokawat, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan di Desa kebon jati atau Sentolokawat, Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Fokus penelitian ini ada dua hal, yang pertama yaitu mengenai komunikasi transendental di dalam Upacara Ritual Sedekah Laut. Kemudian yang kedua akan diulas pergeseran nilai di dalam Upacara yang dilaksanakan kelompok nelayan Sentolokawat tersebut. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data secara kualitatif yang ditempuh dengan beberapa metode yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam Tradisi Upacara Ritual Sedekah Laut terdapat komponen-komponen komunikasi transendental yang berupa siapa, kepada siapa, isi pesan, media perantara, dan efeknya. Kemudian, di dalam Tradisi Upacara Ritual Sedekah Laut yang dilaksanakan masyarakat nelayan Sentolokawat sampai sekarang juga sudah mengalami pergeseran nilai. Pergeseran yang ada yaitu dari segi pemaknaan dan terhadap tradisi upacara adat tersebut. Tradisi Upacara Ritual Sedekah Laut yang dulunya dilaksanakan dengan khusyuk dan khidmat, seiring dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat menyebabkan perlahan anggapan tersebut bergeser atau berubah sehingga tujuan masyarakat nelayan pun berubah sehingga tidak menjalankan Tradisi Upacara Ritual Sedekah Laut dengan khusyuk dan khidmat. Hal itu memang tidak terlihat apabila tidak didasarkan sebuah pengamatan secara mendalam. Untuk itu ke depannya, masyarakat nelayan pelaku Upacara Ritual Sedekah Laut diharapkan dapat memahami pentingnya makna Upacara Ritual Sedekah Laut sebagai salah satu kearifan lokal yang perlu dilestarikan. | The research titled is Transcendental Communications and shifting value in the tradition of Alms Sea Ceremony on fisherman communities in Sentolokawat Cilacap. This study aims to determine how communication transcendental values and traditions of the sea alms shift in fisherman communities in marine alms ceremony in Sentolokawat, Cilacap. The research was conducted in the Kebon Baru or Sentolokawat, Cilacap City. This study focused on two things, the first is the transcendental communication in the Alms Sea Ceremony Ritual. Then the second shift will be reviewed at the ceremony that the value of the group carried out the Sentolokawat fishermen. This descriptive type of research, with qualitative data collection techniques adopted by several methods such as observation, interviews, and documentation. Results of this study indicate that in the tradition of Alms Sea Ceremony Ritual, there are components in the form of transcendental communication whom, to whom, the contents of the message, the medium, and the effect. Then, in the tradition of Alms Sea Ceremony Ritual held Sentolokawat fishing community until now also been experiencing a shift in values. That there is a shift in terms of meaning and to the ceremonial traditions. Alms Sea Ceremony ritual traditions that were once held by the solemn and reverent, along with increasing public knowledge led to the supposition slowly shifted or changed so that the destination was changed so that fishing communities are not running tradition of Alms Sea Ceremony Ritual with solemn and reverent. It is not visible if not based on an in-depth observation. For the future, the fisherman community actors Alms Sea Ceremony Ritual expected to understand the significance of Alms Sea Ceremony Ritual as one local wisdom that needs to be preserved. | |
| 9698 | 9640 | A1C010094 | TAHAP ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA KEGIATAN SLPTT DI KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS | Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) usahatani kedelai merupakan kebijakan program pemerintah untuk mewujudkan swasembada kedelai. Kecamatan Wangon dipilih secara sengaja (purposive) karena pada tahun 2012 telah dilaksanakan program tersebut. Serangkaian paket teknologi telah diadopsikan, namun perlu dikaji sejauh mana tahap adopsi yang terlaksana pada petani peserta program SLPTT kedelai. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis tahapan adopsi petani terhadap kegiatan SLPTT usahatani kedelai. (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi petani terhadap kegiatan SLPTT usahatani kedelai di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survei, dengan teknis pengambilan sampel stratified cluster sampling. Metode analisis data menggunakan deskriptif dengan bantuan sistem skoring dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) petani yang berada pada tahap satu (awareness) nol persen, tahap dua (interest) nol persen, tahap tiga (evaluation) 10,53 persen, tahap empat (trial) 39,47 persen, dan tahap lima (adoption) 50 persen. Secara rata-rata pada setiap petani, jumlah nilai tahap adopsi teknologi budidaya tanaman kedelai pada SLPTT mencapai 24,13 dan termasuk dalam tahap empat, trial. (2) Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tahap adopsi adalah umur dan informasi yang didapat, sedangkan pendidikan, luas lahan, pendapatan, dan interaksi dengan penyuluh tidak berpengaruh signifikan. | Integrated Crop Management Field School (SLPTT) of soybean farming is a goverment’s policy program to realize self-sufficiency in soybean. Wangon district was selected accidentally (purposive) related in 2012, has been implemented that program. A series of technological packages has been adopted in the program, but needs to be studied how adoption stage has been completed the farmer participants SLPTT. The research was aimed to: (1) analyze farmers' adoption stages towards SLPTT soybean farming activities, (2) analyze factors that influece farmers' adoption stages towards SLPTT soybean farming activities in Wangon District, Banyumas Regency. The research was conducted by survey method, with technical sampling stratified cluster sampling. Methods of data analysis using descriptive analysis and multiple linear regression analysis. Research results show that: (1) the farmers are at stage one (awareness) zero persen, stage two (interest) zero persen, stage three (evaluation) 10,53 persen, stage four (trial) 39,47 persen, dan stage five (adoption) 50 persen. Then, the average on each farmer, the amount of value stage of adoption soybean plant cultivation technology on SLPTT is 24,13 and the value of position included in the trial stage. (2) Factors that influenced significantly towards the stage of adoption are age and information obtained, while education, land area, income and interaction with instructor is nowt influenced significantly. | |
| 9699 | 10811 | H1B010047 | REGRESI SPLINE KUADRATIK UNTUK MEMODELKAN PENGARUH WAKTU GENERASI TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI LACTOBACILUS BULGARICUS DENGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD | Regresi spline merupakan salah satu model pendekatan regresi nonparametrik yang fungsinya merupakan polinom tersegmen, sehingga membutuhkan titik-titik knots pada setiap intervalnya. Pemilihan parameter penghalus yang optimal adalah penentuan lokasi titik knots sehingga dalam regresi spline titik knots sangat berperan penting. Regresi splineberdasarkan ordenya dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu linier, kuadratik, kubik, dan polinom. Regresi spline yang digunakan adalah regresi spline kuadratik pada data pertumbuhan bakteri Lactobacilus Bulgaricus berdasarkan waktu generasinya. Hasil model regresi spline kuadratik optimal yang didapat dengan jumlah empat titik knotsyaitu 6, 10, 14, dan 22 dengan nilai kriteria generalized cross validation (GCV) sebesar 0.007725885. | Spline regresion is one of the nonparametric approach models with segmented polynomial function, that needs some points of knots in every interval. An optimal smoothing parameter is the determination of recipient knots so that point in regression spline point knots a very important role. Based on the order, spline regression can be divided into liniear, quadratic, cubic, and polinomial. Spline regresion used is quadratic spline regresion on the data of the grow of bacteri L.Bulgaricus based onthe time of his generation. The result of optimal quadratic spline regression model obtained in four knots. They are 6, 10, 14, and 22 with creterion value generalized cross validation (GCV) shows 0,007725885. | |
| 9700 | 5892 | A1L009152 | BIOAKTIVITAS LIMBAH TANAMAN NILAM TERHADAP WERENG COKLAT (Nilaparvata lugens Stål) HAMA TANAMAN PADI | Penelitian ini mengkaji pengaruh limbah tanaman nilam terhadap wereng coklat (Nilaparvata lugens Stål) sebagai hama tanaman padi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemempanan limbah padat dan cair terhadap mortalitas, jumlah dan penetasan telur wereng coklat, serta mengetahui sifat repelensi limbah cair nilam terhadap wereng coklat. Penelitian dilaksanakan selama selama 8 bulan dari bulan April sampai November 2012 di rumah kaca dan ruang hama tanaman, Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan bujur sangkar latin (RBL) pada uji kontak dan uji residu dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, dan rancangan acak lengkap (RAL) pada uji repelensi dengan 2 perlakuan 16 kali ulangan. Faktor yang dicoba pada uji kontak adalah N0= kontrol, N1= 2 %; N2= 5 %; N3= 10 %; N4= 20 % limbah cair, sedangkan pada uji residu adalah N0= kontrol; NC1= 2 %; NC2= 6 %; NC3= 10 % limbah cair, NP = 10 % limbah padat. Pada uji repelensi faktor yg dicoba adalah N0= kontrol dan N1= 10 % limbah cair. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan limbah cair nilam konsentrasi 20 % (N4) dengan uji kontak efektif membunuh wereng coklat sebanyak 64%. Perlakuan limbah cair nilam konsentrasi 6 – 10 % (NC2; NC3) dengan uji residu mampu mengurangi jumlah telur yang diletakkan oleh imago sebanyak 235 butir daripada kontrol sebanyak 559 butir. Pada pengujian sifat repelensi limbah cair nilam terhadap wereng coklat menunjukkan jumlah wereng coklat yang mendekati daerah perlakuan sebanyak 37 ekor, lebih kecil dari kontrol sebanyak 123 ekor. | This research studied the effect of patchouli waste toward brown planthopper (Nilaparvata lugens Stal) rice pest. This goals of research were to know the toxicity of solid and liquid waste for the mortality, fertility and fecundity of brown planthopper, and the repellency of liquid waste against brown planthopper. The research was conducted in 8 months from April until November 2012 at screen house and Plants Protection Laboratory, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. The experiment design used Latin Square Design (LSD) for contact test and residual test with 5 treatments and 5 times replication, and Completely Randomized Design (CRD) for repellency test with 2 treatments and 16 times replication. Factors were tried on contact test was N0= control, N1= 2 %; N2= 5 %; N3= 10 %; N4= 20 % of liquid waste, on residual test N0= control, NC1= 2 %; NC2= 6 %; NC3= 10 % of liquid waste, NP = 10 % of solid waste, and repellency test consisted of N0= control and N1= 10 % of liquid waste. The result showed that concentration of liquid waste treatment 20 % (N4) with contact test was more effective to kill insect with quantity 64 %. Concentration of liquid waste treatment 6 – 10 % with residual test were able to reduce of fecundity laid by imago as much as 235 eggs than control 559 eggs. The number of imago attracted to treatment repellency test were 37 insects more less than control were 123 insects. |