Artikelilmiahs

Menampilkan 9.681-9.700 dari 50.309 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
968111792F1C011023KONFLIK DAN PENEGUHAN HUBUNGAN PASANGAN KEKASIH LONGDISTANCE RELATIONSHIP DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDRIMANRemaja adalah masa di mana seseorang mulai mencari jati diri, pencarian jati diri tersebut adalah membentuk hubungan yang baru dan lebih matang dengan lawan jenis. Dalam menjalani hubungan, seringkali individu tidak dapat selalu berdekatan dengan pasangannya, sehingga pasangan kekasih tersebut melakukan pacaran jarak jauh atau Longdistance Relationship. Oleh sebab itu penelitian ini berjudul Konflik Dan Peneguhan Hubungan Pasangan Kekasih Longdistance Relationship Di Kalangan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konflik dan cara peneguhan hubungan pasangan kekasih Longdistance Relationship di Kalangan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pemilihan informan dengan menggunakan purposive sampling. Informan dalam penelitian ini ialah Mahasiswa UNSOED yang menjalani Longdistance Relationship dan menjalin hubungan pacaran minimal satu tahun. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan triangulasi data model sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi karena kurangnya komunikasi antar pasangan kekasih, adanya kesibukan di antara masing-masing individu, cemburu, ketidakjujuran yang dilakukan oleh pasangannya serta masalah internal dari masing-masing individu. Peneguhan hubungan yang dilakukan adalah dengan penggunaan media untuk berkomunikasi, pengungkapan pesan verbal, tindakan romantis, keintiman dan komitmen antar pasangan.
Teenagers are a period when someone is looking for their identity through establishing a brand new mature relationship with their partner. On that condition, they sometimes ae separated far by. So it makes them do a longdistance relationship. Because of that this research entitled Conflict and Relationships Affirmation in Longdistance Relationship Couples among Universitas Jenderal Soedirman Students. The purpose of this research is to find out about conflict and relationship affirmation in longdistance relationship couples among Universitas Jenderal Soedirman students.
This research is a qualitative research with descriptive method. Informant choosing method used is purposive sampling, namely Unsoed students that undergo longdistance relationship and in a relationship for at least one year. Data collection method uses in-depth interview and observation. Data analysis is done by interactive analysis model which are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Validity that used is data triangulation source model.
This research shows that conflict is happen because of lack communication in couples, busy activities between each individu, jealously, dishonesty, and internal problems in each individu. Affirmation relationship that they do is by media using to communicate, verbal message statement, romantic activities, intimate, and commitment between couples.
96829632A1M010065KAJIAN AKTIVITAS PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN MALONALDEHID JENANG JAKET WIJEN PADA VARIASI PROPORSI GULA KELAPA CETAK DAN CARA PREPARASI WIJENJenang jaket merupakan makanan tradisional khas kabupaten Banyumas yang dibuat dari tepung beras ketan, gula, santan dan bahan-bahan lain seperti vanili, wijen atau perasa makanan sebagai bahan tambahan untuk mendapatkan cita rasa yang khas. Jenang jaket yang dibuat dengan penambahan wijen dikenal dengan “jenang jaket wijen”. Gula kelapa cetak sebagai pemanis dan juga wijen yang digunakan dalam pembuatan jenang jaket wijen diketahui mengandung antioksidan. Kombinasi perlakuan yang tepat dari kedua jenis bahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan jenang jaket wijen pada uji aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh variasi proporsi gula kelapa cetak : tepung beras ketan dan cara preparasi wijen terhadap aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen dan 2) mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan antara variasi proporsi gula kelapa cetak : tepung beras ketan dan cara preparasi wijen pada pembuatan jenang jaket wijen yang menghasilkan aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi gula kelapa cetak : tepung beras ketan berpengaruh terhadap aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen. Semakin tinggi proporsi gula kelapa cetak : tepung beras ketan yang digunakan menghasilkan aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen yang semakin meningkat. Cara preparasi wijen juga berpengaruh terhadap aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen. Semakin lama waktu pemblenderan biji wijen menghasilkan aktivitas penghambatan pembentukan malonaldehid yang semakin tingggi. Kombinasi perlakuan tidak berpengaruh pada akivitas penghambatan pembentukan malonaldehid jenang jaket wijen.“Jenang jaket” is a traditional food from Banyumas district made of glutinous rice flour, sugar, coconut milk and other ingredients such as vanilla, sesame or food flavorings as additional materials for a distinctive flavor. Jenang jaket which is made with addition of sesame seeds known as “jenang jaket wijen”. Coconut sugar as a sweetener and sesame are also used in ingredients of jenang jaket wijen known to contain antioxidants. The combination of proper treatment of the two types of materials is expected to increase antioxidant activity of sesame jenang jaket. The purpose of this research are: 1) to know the effect of variation on solidified coconut sugar proportion : glutinous rice flour and sesame method preparation to the malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen and 2) to know the effect of combination treatments from variation of coconut sugar proportion : glutinous rice flour and sesame method preparation at jenang jaket wijen making which provides the highest malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen. The results showed that the proportion of solidified coconut sugar : glutinous rice flour had effect on malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen. The higher proportion of solidified coconut sugar: glutinous rice flour were used provides the malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen increasingly high. Sesame preparation had effect on malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen. The longer blended time of sesame seeds provides inhibition of malonaldehyde formation increasingly high. Combination treatment had no effect to inhibition activity of malonaldehyde formation inhibitory activity of jenang jaket wijen.
96839633A1C010078KONTRIBUSI PENDAPATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA TEH RAKYAT TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KELUARGA DI KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANGSalah satu wilayah yang secara agroekologi sesuai dengan syarat tumbuh tanaman teh di Indonesia adalah Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Daun teh yang diproduksi dari perkebunan teh milik masyarakat di Kecamatan Pulosari umumnya diolah menjadi teh kering oleh industri rumah tangga. Permasalahan yang terdapat pada industri rumah tangga adalah lemahnya analisis ekonomi dan tidak ada pengetahuan besar sumbangan pendapatan terhadap pendapatan usahatani keluarga. Oleh sebab itu, maka dilaksanakan penelitian pada bulan Maret sampai April 2014. Penentuan desa penelitian secara sengaja (Purposive) yaitu Desa Pagenteran dan Pulosari karena kedua desa tersebut merupakan sentra produksi teh rakyat. Metode pengambilan responden pada penelitian ini adalah sensus.
Tujuan penelitian ini yaitu, (1) Menganalisis besarnya biaya dan pendapatan industri rumah tangga pengolahan teh rakyat, (2) Menganalisis besarnya pendapatan usahatani rumah tangga pengusaha teh rakyat, (3) Menganalisis kontribusi pendapatan industri rumah tangga pengolahan teh rakyat terhadap pendapatan usahatani rumah tangga di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp269.507,59 dan rata-rata penerimaan sebesar Rp242.666,67. Pendapatan industri rumah tangga adalah sebesar Rp-26.840,92. Kontribusi pendapatan industri pengolahan teh rakyat sebesar -8,26 persen
One of the areas which are in accordance with the terms of agroecology grow tea plants in Indonesia is the Pulosari District Pemalang Regency. Tea leaves produced from perkebunan teh milik rakyat at the District Pulosari, generally processed into dried tea by the household industry. Problems found in household industry is no economic analysis and haven’t knowledge contribution of industry income to the family farm income. Therefore, the research conducted in March and April 2014. Determination of the study villages intentionally (purposive) at Pagenteran and Pulosari Village, because the two villages is the center of traditional tea production. Methods of making the respondents in this study was a census.
The purpose of this study, namely, (1) to analyze the cost and revenue in the household industry traditional tea processing, (2) to analyze the amount of farm household income, (3) to analyze the contribution of household industry processing traditional tea income to farm income households in the Pulosari District Pemalang Regency. Based on the results of the study, the average cost of production incurred by Rp269.507,59 and an average revenue of Rp242.666,67. Domestic industry revenue is Rp-26.840,92. So as to know the tea processing industry revenue contribution amounting to -8,26 percent.
968410813H1D010065ANALISIS INFILTRASI KAWASAN KAMPUS TEKNIK BLATER AKIBAT ALIHFUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI LAHAN TERBANGUNAlih fungsi lahan pertanian yang tidak terkendali dapat mengancam kapasitas resapan air tanah yang mengakibatkan berkurangnya daerah resapan dan penyimpanan air sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan air saat musim kemarau. Semakin sempit daerah resapan, maka semakin banyak air yang terbuang di permukaan dan semakin sedikit air yang dapat tersimpan untuk dimanfaatkan kembali.
Metode penelitian ini adalah dengan analisis penggunaan lahan, analisis perubahan debit banjir, serta pengukuran langsung dilapangan dengan meggunaka double ring infiltromete.r
Hasil penelitian ini menghasilkan kapasitas infiltrasi persamaan Horton, yaitu 0,6+1/2(9,5e^(-0,612t) +11,8e^(-2,109t)), kurva hubungan kapasita infiltrasi dengan intensitas hujan dan total penambahan debit banjir setelah 5 tahun mendatang dari tahun 2015 sampai 2020 mencapai 18297,189 m3/hari.

Kata Kunci : Alihfungsi lahan, Infiltrasi, Kurva kapasitas infiltrasi
ABSTRACK
ANALYSIS OF INFILTRATION IN THE AREA OF CAMPUS TEKNIK BLATER DUE TO TRANSFORMATION OF FARM FIELD TURNING INTO BUILDING FIELD

Agricultural land conversion which uncontrolled can be threat of absorbing capacity ground water catchment areas and water storage, which causes the scarcity of water during the dry season. The more narrow catchment area , the more water being wasted on the surface and getting a little water that can be stored to be used again.
The method of this research isthe analysis of land use , the analysis of change discharge flood , and directly measurement in the field using a double ring infiltromete.r
The result of this research is prroduces the capacity of infiltration of an equation Horton, that 0,6+1/2(9,5e^(-0,612t) +11,8e^(-2,109t)), a curve relations of capacity infiltration with the itensity of rainfall and total discharge additions of flooding after five years form 2015 t0 2020 reached 18297,189 cubic meter per day.

Keywords : conversion land , infiltration , the capacity of infiltration a curve
96859634H1H010044PRODUKSI PEMBENIHAN GURAMI (Osphronemus gouramy) BEBERAPA DESA DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAHIkan gurami merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki peluang usaha menjanjikan, namun belum dapat memenuhi jumlah permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi pembenihan gurami dan kesesuaian kegiatan pembenihan gurami di Desa Beji, Karangnangka, dan Karangsalam Kidul, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan SNI 01-6485.1-2000, 01-6485.3-2000, 7473:2009. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survey. Metode sampling yang digunakan yaitu sampling purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penggunaan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pembenihan di Desa Beji sebanyak 2600-3500 ekor benih/satu pemijahan, Desa Karangnangka sebanyak 1600-2500 ekor benih/satu pemijahan dan Desa Karangsalam Kidul sebanyak 2600-3500 ekor benih/satu pemijahan. Persentase kesesuaian dengan SNI di Desa Beji sebesar 67,96%, Desa Karangnangka sebesar 60,78% dan Desa Karangsalam Kidul sebesar 62,12%.

Kata kunci: Gurami, produksi pembenihan, SNI Pembenihan
Gouramy is one of freshwater fish commodity which has a promising business opportunity, however gouramy production can’t fulfill the market demand yet. This research aimed to determine the hatchery production of gouramy and the suitability of gouramy hatchery activities at Beji, Karangnangka and Karangsalam Kidul village, Kedungbanteng subdistrict, Banyumas regency, Centrall Java with SNI 01-6485.1-2000, 01-6485.3-2000, 7473:2009. The method used in this study was survey method. The sampling method used was purposive sampling. All the data obtained through observation and questionaire. The result of this research showed that the production of hatchery at Beji village was 2600-3500 seed each spawning, Karangnangka village was 1600-2500 seed each spawning and desa Karangsalam Kidul village was 2600-3500 seed each spawning. The suitability percentage according to SNI at Beji village was 67,96%, Karangnangka village was 60,78% and Karangsalam Kidul village was 62,12%.
Keywords: Gouramy, hatchery production, SNI of hatchery.
968610808H1D009035ANALISIS KINERJA RUAS JALAN BERDASARKAN TINGKAT PELAYANAN
(Studi Kasus : Ruas Jalan Kerteg Wonosobo)
Terminal Mendolo Wonosobo yang mulai beroperasi setelah direlokasi tahun 2000 pada Jalan Kerteg Wonosobo diprediksi akan menurunkan kinerja jalan. Untuk mengetahui hal tersebut perlu dilakukan penelitian pada Jalan Kerteg Wonosobo baik pada jalan yang terpengaruh terminal ataupun tidak terpengaruh terminal dengan menggunakan metode MKJI 1997. Penelitian tersebut mencakup derajat kejenuhan, tingkat pelayanan dan kecepatan kendaraan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan recorder untuk mengetahui arus serta kecepatan, juga menempatkan surveyor untuk menghitung hambatan samping pada hari libur dan hari kerja pada periode pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian berupa tingkat pelayanan pada jalan Kerteg Wonosobo yang tidak dipengaruhi terminal pada hari libur dan hari kerja periode pagi, siang, dan sore adalah C. Sedangkan pada jalan Kerteg Wonosobo yang dipengaruhi terminal tingkat pelayanan jalan pada hari libur dan hari kerja periode pagi dan siang adalah C, sedangakan sore hari adalah D. Akibat adanya terminal, tingkat pelayanan turun dari C menjadi D dan apabila dibandingkandengan Keputusan Menteri Perhubungan KM 14 tahun 2006 tingkat pelayanan pada kedua ruas jalan tidak memenuhi kriteria karena disyaratkan harus B, maka diperlukan solusi untuk meningkatkan tingkat pelayanan jalan. Solusi guna meningkatkan kinerja jalan dengan perlebaran jalan dengan menghilangkan taman kecil pada trotoar, pemasangan rambu lalu lintas dilarang parkir pada badan jalan, mensiagakan pihak yang berwajib guna mengatur lalu lintas pada saat jam puncak, dan pengalihan arus melalui Jalan Kerteg – Selomerto.Terminal Mendolo Wonosobo which began operating after being relocated since 2000 to the Kerteg Wonosobo Road predicted to degrade the performance of the road. Method MKJI 1997 is used in this research to know the performance of the Kerteg Wonosobo Road affected and not affected by terminal The main aim of this research is to know the degree of saturation, level of service, and speed of the vehicle. In this research, recorder used to know flow and speed of the vehicle, also observe side friction by surveyor on holiday and working day on morning, afternoon, and evening period. The level of service results in this research on Kertek Wonosobo Road which segment is not affected by terminal on holiday and working day period morning, afternoon, and evening is C. But on the other hand, the level of service on segment that affected by terminal on morning and afternoon period is C, while the afternoon period is D. Due to terminal operation, the level of service down from C to D. Compare with Minisitry of Transportation Decision, KM 14 Tahun 2006, the level of service results for both segments are unworthy, because the minimum requirements of that policy is B. The solutions to improve the performance of the road are widening the road, eliminating the small park on the pavement, installation of traffic signs, improve traffic controlling by authority, and redirects the flow through Kerteg – Selomerto Road.
96879635A1C010036KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA PEMANFAATAN PEKARANGAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA
(Studi Kasus pada Anggota KRPL KWT Mekar Sari Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas)
KRPL merupakan salah satu alternatif pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, gizi keluarga, dan peningkatan pendapatan yang pada hasil akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme dari kegiatan KRPL, mengetahui persepsi masyarakat mengenai kegiatan KRPL, mengetahui pendapatan yang diperoleh anggota KWT dari pemanfaatan pekarangan, mengetahui nilai R/C rasio dan mengetahui kontribusi pemanfaatan pekarangan terhadap pendapatan rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data dilaksanakan sejak 24 April sampai 24 Mei 2014, dengan sasaran penelitian adalah anggota KWT Mekar Sari penerima dana bantuan kegiatan KRPL di Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas. Penentuan responden dilakukan secara sensus yang berjumlah 20 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, biaya, penerimaan dan pendapatan, R/C rasio dan income share.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme yang diterapkan anggota KWT Mekar Sari Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas sudah sesuai dengan yang dijelaskan dalam pedoman umum Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), dilihat dari sub-sub kegiatan: kebun bibit desa, kebun sekolah, pemanfataan pekarangan, dan peningkatan pemahaman pola pangan beragam, bergizi seimbang dan aman. Persepsi dari pelaksanaan KRPL di Kelurahan Bobosan memberikan perubahan aktivitas dari sebelum dan sesudah adanya KRPL khususnya dalam hal pemanfaatan pekarangan. Responden merasakan manfaat paling besar dari KRPL yaitu pekarangan menjadi lebih produktif, dan kendala yang paling besar dihadapi adalah serangan hama wereng putih. Usahatani di pekarangan anggota terdiri sayuran, buah dan TOGA seperti cabai, pisang dan jahe, sedangkan ayam terdiri ayam kampung jantan dan betina, dan ikan terdiri dari gurame, mujair, bawal, patin, melem, tawes, dan lele. Total biaya selama tiga bulan dari pemanfaatan pekarangan (on farm) yaitu Rp5.444.250,00, total penerimaan sebesar Rp10.095.550,00 dan total pendapatan diperoleh Rp4.651.300,00, rata-rata pendapatan per responden yaitu Rp232.565,00 untuk tiga bulan, dengan rata-rata luas lahan yaitu 68,6 m2. Nilai R/C rasio sebesar 1,85 artinya kegiatan pemanfaatan pekarangan menguntungkan karena setiap Rp100.000,00 biaya yang dikeluarkan, akan memberikan penerimaan sebesar Rp185.000,00. Kontribusi pendapatan diperoleh 7,30 persen, artinya kontribusi yang diperoleh dari pemanfaatan pekarangan terhadap pendapatan rumah tangga sangat kecil dan bukan menjadi mata pencaharian utama melainkan usaha sampingan anggota.

Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) activities is an alternative by using the utilization of eco-friendly yard to meet the needs of food, family nutrition, and the increase in income which the result can improve welfare through community empowerment. This research aims to know the mechanism of KRPL activities, know perceptions of the people regarding of KRPL activities, know the amount of net income obtained by KWT member from the use of the yard, know the value of R/C ratio, and know the amount contribution of yard utilization on household income. Research method that use is case study. This research was being conducted from 24th April to 24th May 2014, with research target are KWT Mekar Sari members who assist fund receiver KRPL activities in Bobosan Subdistrict, Banyumas Regency. The number of respondents in this research is 20 (twenty) individuals. The analysis used is descriptive analysis, analysis of costs, acceptance and income, R/C ratio, and income share.
The result of this study shows that the mechanism applied by the members of KWT Mekar Sari, Bobosan Subdistrict, Banyumas Regency its already accordance with those explained in the general guidelines of KRPL, seen through subs-activities: (village yard seed, school yard, utilization yard and a better understanding of various, nutritious, balanced and safe food pattern. Perceptions of yard utilization implementation in Bobosan Subdistrict provides a change of activity before and after the KRPL, especially in terms of the yard utilization. Respondents felt the greatest benefit of KRPL that the yard becomes more productive, and the greatest obstacle faced is white pests attack. Farming in the yard members consist of vegetables, fruits and TOGA such as chilli, banana and ginger, while the chicken is composed of rooster and hen, and fish consisting of gurame, mujair, bawal, patin, melem, tawes and lele. The total cost during three months of utilization yard is Rp5,444,250.00, the total revenues is Rp10,095,550.00 and the total income is Rp4,651,300.00. the average of total income by the respondent is Rp232,565.00 by the three months, with the average land area namely 68.6 m2. The value of R/C ratio earned is equal to 1.85 means that the activity is profitable because each cost of Rp100,000.00 spent will provide income of Rp185,000.00. The contribution earned of the yard utilization is equal to 7.30 percent, which means that resulted share of utilization yard on household income is deemed small and it is not the main living but the sideline of the members.

968810787H1B011004PENDEKATAN REGRESI SPASIAL DALAM PEMODELAN SPATIAL ERROR PADA PERSENTASE KELUARGA PRA SEJAHTERA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013Tujuan penelitian ini adalah menentukan model persentase keluarga pra sejahtera dan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh berdasarkan indikator perumahan hasil SUSENAS tahun 2013 di Provinsi Jawa Tengah. Adanya informasi hubungan spasial antar kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah, maka Model yang digunakan adalah model Spatial Error Models (SEM). Model ini diperoleh dengan cara memperhatikan efek spasial antar wilayah pengamatan yang tidak diperhatikan dalam regresi klasik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5%, indikator yang berpengaruh terhadap persentase keluarga pra sejahtera adalah persentase rumah tangga dengan dinding terluas bangunan bukan tembok dan persentase rumah tangga tanpa listrik. Kebaikan model yang dihasilkan oleh model SEM sebesar 91,42%. Hal ini berarti bahwa model SEM mempu menjelaskan variasi dari persentase keluarga pra sejahtera sebesar 91,42% dan sisanya sebesar 8,58% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.This research was conducted to determine the percentage of pre-prosperous family model and finding out the influenced factors on the housing indicator result of SUSENAS in 2013 in Central Java Province. The model was used by Spatial Error Models (SEM). This model was acquired by paying attention to spatial effect on inter area observation which was not observed in classic regression. The analysis result indicated that the significant degree was 5%, indicator which influenced toward percentage of pre-prosperous family model was household percentage with the largest non-brick wall building and household percentage without electricity. The benefit of model produced by SEM is 91, 42%. It mean that SEM was able to explain the variation of pre-prosperous family as big as 91,42% that explained by other variable outside model.
968910810H1B010039MODEL PREDATOR-PREY
MENGGUNAKAN RESPON FUNGSIONAL TIPE II
DENGAN DUA JENIS PREY YANG BERSIMBIOSIS MUTUALISME
ABSTRAK. Model Lotka-Volterra adalah model matematika yang paling sederhana untuk menggambarkan hubungan antara predator dan prey. Model matematika ini hanya memodelkan hubungan antara satu predator dan satu prey saja, padahal pada ekosistem terdapat interaksi predasi dimana prey bersimbiosis mutualisme dengan prey lain. Pada model Lotka-Volterra, waktu yang diperlukan predator untuk menangani prey tidak diperhatikan, sehingga model Lotka-Volterra dikembangkan dengan memperhatikan waktu yang diperlukan predator untuk menangani prey, yaitu model predator-prey dengan respon fungsional tipe II. Pada penelitian ini, dikaji perilaku dinamik model predator-prey menggunakan respon fungsional tipe II dengan dua jenis prey yang bersimbiosis mutualisme berdasarkan analisis titik kesetimbangan. Model tersebut mempunyai tujuh titik kesetimbangan yaitu yang bersifat tidak stabil dan sifat kestabilannya berdasarkan nilai parameter. Berdasarkan simulasi pada yang bersifat stabil asimtotis, semakin besar tingkat interaksi prey 1 terhadap prey 2, maka dalam jangka waktu yang lama jumlah prey 1 dan predator akan meningkat, sedangkan jumlah prey 2 akan mengalami kepunahan. Semakin besar tingkat interaksi prey 2 terhadap prey 1, maka dalam jangka waktu yang lama jumlah prey 2 dan predator akan meningkat, sedangkan jumlah prey 1 akan mengalami kepunahan. ABSTRACT. Lotka-Volterra model is the basic mathematical model for describing the relationship between predator and prey. This mathematical model only discribed the relation between one predator and one prey, but in ecosystem there is predation interaction where prey symbotic mutualism with other prey. In the Lotka-Volterra model, the time for predator to handle a prey is unnoticed, so that the Lotka-Volterra model is develoved by cosidering the time required by predator to handle prey, that is predator-prey model with functional response type II. In this research, the dinamic behavior of predator-prey model using functional response type II with two preys symbiotic mutualism was analized based on the stability of equilibrium point. The model has seven equilibrium points, they are which are unstable and wich the stability depend on value of parameters. Based on simulation of it is asymptotically stable, when the interaction among prey 1 and prey 2 is greater, then in the long term the number of prey 1 and predator is increasing, while the number of prey 2 is extincted. When the interaction among prey 2 and prey 1 is greater, then in the long term the number of prey 2 and predator is increasing, while the number of prey 1 is extincted.
96909637D1E010127Jumlah Pembentukan Zigot dan Blastosis Hasil Fertilisasi Invitro yang Dikultur dengan Menggunakan Media TCM-199 dan CR1aaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media yang lebih baik dalam menghasilkan zigot dan blastosis secara invitro. Penelitian dilaksanakan di Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor pada tanggal 26 Juni 2014 sampai dengan 18 Juli 2014. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei. Parameter yang diamati meliputi tingkat pembentukan zigot pada hari ke-2 sebagai indikator keberhasilan fertilisasi dan pembentukan blastosis hari ke-6 hingga ke-9. Data yang digunakan adalah data produksi zigot dan blastosis invitro hasil fertilisasi menggunakan media TCM-199 dan CR1aa pada tahun 2011. Data yang diperoleh diuji menggunakan Uji chi square. Hasil penelitian menyatakan tidak terdapat perbedaan yang nyata (p > 0,05) pada pembentukan zigot tetapi pada pembentukan blastosis terdapat perbedaan yang nyata (p < 0,05) dan ini menunjukan penggunaan media CR1aa memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan zigot dan blastosis dibandingkan media TCM-199.The purpose of this study was to determine the best media to produce zygotes and blastocyst by in vitro. The research was conducted in the Central Animal Embryo, Cipelang, Bogor from June 26, 2014 until July 18 2014. The research was conducted with the survey method. The parameters observed was zygote formation phase at on day 2 as an indicator of the success of fertilization and blastocyst formation at day 6 to 9. The data used were the production of zygotes and blastocysts by in vitro fertilization as the results of using TCM-199 medium and CR1aa in 2011. The data were tested using the chi square test. The study stated, there were no significant differences (p> 0.05) on the formation of the zygote but there was a differences in blastocyst formation (p <0.05) and this showed, the use of media CR1aa had a better ability to produce zygotes and blastocysts compared to TCM-199 medium.
96919638C1C010025Hubungan Antara Efektivitas Sistem Pengendalian Internal dengan Realisasi Pendapatan Rumah Sakit Umum Pemerintah Di Wilayah Priangan TimurPenelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui keeratan dan arah hubungan antara efektivitas sistem pengendalian internal dengan realisasi pendapatan di Wilayah Eks Karesidenan Tasikmalaya (Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tasikmlaya, Rumah Sakit Umum Kota Tasikmalaya, dan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ciamis).
Populasi penelitian adalah seluruh pejabat bidang keuangan pada lingkungan Rumah Sakit Umum Pemerintah Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis dan laporan realisasi pendapatan tahun 2008 s/d 2013. Jumlah responden sebanyak 12 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan metode sampel jenuh (Sensus).
Analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas sistem pengendalian internal berhubungan erat dan searah (0,998) dengan realisasi pendapatan.
Implikasi dari kesimpulan tersebut yaitu upaya untuk meningkatkan realisasi pendapatan adalah dengan memperbaiki sistem pengendalian internal. Perbaikan sistem pengendalian internal diupayakan dengan melakukan monitoring terhadap tujuan dan rencana secara berkala, melakukan riset terhadap risiko, melakukan orientasi, seminar, dan workshop bagi pegawai baru ,serta pemeliharaan manajemen sistem infomasi untuk menghindari kehilangan data anggaran dan keuangan yang dibutuhkan sebagai acuan penyusunan anggaran.




This research is a case study which has purpose is to determine the Correlation between the effectiveness of Internal Control System with Revenue Realization in Public Hospital of Tasikmalaya Regency, Tasikmalaya City, and Ciamis Regency .
The research population is the whole financial functionary in Tasikmalaya regency, Tasikmalaya City, and Ciamis regency Hospital and report of revenue realization from 2008 to 2013. The number of respondents was 12 peoples.
Based on the result of research and data analysis using Pearson Correlation Product Moment shows that the efectiveness of Internal Control System has a strong and positive (0,998) correlation with Revenue Realization
Implications: in order to improve revenue realization with maintain the effectiveness of internal control system. It can be done with monitoring about budget and plan frequently, observing risk assessment, orientation period and workshop for freshman, and maintaining management information system to avoid budget and financial data loss that necessary for budgeting process.

96929639D1E009001PENGARUH BERBAGAI DOSIS PROSTAGLANDIN (PGF2a) DAN GnRH TERHADAP VOLUME AMBING DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN INDUK DOMBA GARUTTujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh berbagai dosis hormon PGF2α dan GnRH terhadap volume ambing dan pertambahan bobot badan. Pada penelitian ini menggunakan 18 ekor domba Garut yang pernah beranak, serta 6 ekor domba jantan dewasa yang digunakan sebagai pejantan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dengan enam perlakuan tiga kali ulangan (setiap prelakuan terdiri atas 3 ekor domba). Domba Garut yang diteliti adalah domba yang sehat, normal dan tidak sedang bunting. Kandang yang digunakan adalah 3 kandang kelompok dengan ukuran 3 m x 2 m tipe panggung. Setiap kandang ditempati 6 ekor domba betina yang sudah dikelompokkan dan dilengkapi dengan tempat pakan. Pakan yang diberikan berupa hijauan yang diberikan pada pagi dan sore hari. Preparat stimulator estrus yang digunakan adalah PGF2α 1 ml (P1), 1,5 ml (P2), 2 ml (P3) dan untuk superovulasi adalah GnRH 0 ml (G1) dan 1 ml (G2) yang berisi 300 IU secara intramuscular. Peralatan yang digunakan adalah alat tulis, buku untuk mencatat, alat suntik dan kamera. Rataan yang didapat dari volume ambing adalah 57,92 ± 1,49 cm3. Rataan yang didapat dari pertambahan bobot badan adalah 67,77 ± 10,03 g/ekor/hari. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi pemberian hormon PGF2α dan GnRH pada domba Garut tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap volume ambing dan pertambahan bobot badan induk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah volume ambing dan pertambahan bobot badan induk domba Garut induk yang diberi perlakuan PGF2α dan GnRH serta PGF2α tanpa GnRH relatif sama.The purpose of the study was to determine the effect of various doses of PGF2α and GnRH on the volume of the udder and body weight gain of Garut ewes. A total of 18 Garut ewes ever give birth, and 6 adult rams were used. Research was carried out using the experimental method and using a completely randomized design (CRD) factorial, with 6 treatments and three replicates (each of treatment was replicated three times). Garut sheep used was healthy, normal and not pregnant. Cages used were 3 cages with a group size of 3mx2m stage type. Each cage occupied by 6 ewes that have been grouped and equipped with a feed. Forage was given to sheep in the morning and evening. Estrus stimulator used was 1 ml (P1), 1.5 ml (P2) and 2 ml (P3)of PGF2α and for superovulation was used GnRH of 0 ml (G1) and 1 ml (G2) of GnRH containing 300 IU intramuscularly. The equipment used was stationery, a book , a syringe and a camera. The mean volume obtained from the udder was 57.92 + 1.49 cm3. Data obtained from the average weight gain was 67.77 + 10.03 g/head/day. Analysis of variance showed that there is no interaction effect between GnRH and PGF2α (P> 0.05) on udder volume and body weight gain of Garut ewes, moreover the udder volume and body weight gain were not affected (P>0.05) by administering of PGF2α and GnRH. It can be concluded that the Garut ewes given PGF2α and GnRH or PGF2α without GnRH intramuscularly had the same response in term of the volume of the udder and body weight gain.
96936070F1C008104Komunikasi Transendental dan Pergeseran Nilai dalam Tradisi Upacara Sedekah Laut pada masyarakat nelayan di Sentolokawat Cilacap.Penelitian ini berjudul Komunikasi Transendental dan Pergeseran dalam tradisi Upacara Sedekah Laut pada masyarakat nelayan di Sentolokawat Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi transendental dan pergeseran nilai tradisi sedekah laut pada masyarakat nelayan dalam upacara sedekah laut di Sentolokawat, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap.
Penelitian ini dilakukan di Desa kebon jati atau Sentolokawat, Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Fokus penelitian ini ada dua hal, yang pertama yaitu mengenai komunikasi transendental di dalam Upacara Ritual Sedekah Laut. Kemudian yang kedua akan diulas pergeseran nilai di dalam Upacara yang dilaksanakan kelompok nelayan Sentolokawat tersebut. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data secara kualitatif yang ditempuh dengan beberapa metode yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam Tradisi Upacara Ritual Sedekah Laut terdapat komponen-komponen komunikasi transendental yang berupa siapa, kepada siapa, isi pesan, media perantara, dan efeknya. Kemudian, di dalam Tradisi Upacara Ritual Sedekah Laut yang dilaksanakan masyarakat nelayan Sentolokawat sampai sekarang juga sudah mengalami pergeseran nilai. Pergeseran yang ada yaitu dari segi pemaknaan dan terhadap tradisi upacara adat tersebut. Tradisi Upacara Ritual Sedekah Laut yang dulunya dilaksanakan dengan khusyuk dan khidmat, seiring dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat menyebabkan perlahan anggapan tersebut bergeser atau berubah sehingga tujuan masyarakat nelayan pun berubah sehingga tidak menjalankan Tradisi Upacara Ritual Sedekah Laut dengan khusyuk dan khidmat. Hal itu memang tidak terlihat apabila tidak didasarkan sebuah pengamatan secara mendalam.
Untuk itu ke depannya, masyarakat nelayan pelaku Upacara Ritual Sedekah Laut diharapkan dapat memahami pentingnya makna Upacara Ritual Sedekah Laut sebagai salah satu kearifan lokal yang perlu dilestarikan.
The research titled is Transcendental Communications and shifting value in the tradition of Alms Sea Ceremony on fisherman communities in Sentolokawat Cilacap. This study aims to determine how communication transcendental values and traditions of the sea alms shift in fisherman communities in marine alms ceremony in Sentolokawat, Cilacap.
The research was conducted in the Kebon Baru or Sentolokawat, Cilacap City. This study focused on two things, the first is the transcendental communication in the Alms Sea Ceremony Ritual. Then the second shift will be reviewed at the ceremony that the value of the group carried out the Sentolokawat fishermen. This descriptive type of research, with qualitative data collection techniques adopted by several methods such as observation, interviews, and documentation.
Results of this study indicate that in the tradition of Alms Sea Ceremony Ritual, there are components in the form of transcendental communication whom, to whom, the contents of the message, the medium, and the effect. Then, in the tradition of Alms Sea Ceremony Ritual held Sentolokawat fishing community until now also been experiencing a shift in values. That there is a shift in terms of meaning and to the ceremonial traditions. Alms Sea Ceremony ritual traditions that were once held by the solemn and reverent, along with increasing public knowledge led to the supposition slowly shifted or changed so that the destination was changed so that fishing communities are not running tradition of Alms Sea Ceremony Ritual with solemn and reverent. It is not visible if not based on an in-depth observation.
For the future, the fisherman community actors Alms Sea Ceremony Ritual expected to understand the significance of Alms Sea Ceremony Ritual as one local wisdom that needs to be preserved.
96949640A1C010094TAHAP ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA KEGIATAN SLPTT DI KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS
Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) usahatani kedelai merupakan kebijakan program pemerintah untuk mewujudkan swasembada kedelai. Kecamatan Wangon dipilih secara sengaja (purposive) karena pada tahun 2012 telah dilaksanakan program tersebut. Serangkaian paket teknologi telah diadopsikan, namun perlu dikaji sejauh mana tahap adopsi yang terlaksana pada petani peserta program SLPTT kedelai. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis tahapan adopsi petani terhadap kegiatan SLPTT usahatani kedelai. (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi petani terhadap kegiatan SLPTT usahatani kedelai di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survei, dengan teknis pengambilan sampel stratified cluster sampling. Metode analisis data menggunakan deskriptif dengan bantuan sistem skoring dan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) petani yang berada pada tahap satu (awareness) nol persen, tahap dua (interest) nol persen, tahap tiga (evaluation) 10,53 persen, tahap empat (trial) 39,47 persen, dan tahap lima (adoption) 50 persen. Secara rata-rata pada setiap petani, jumlah nilai tahap adopsi teknologi budidaya tanaman kedelai pada SLPTT mencapai 24,13 dan termasuk dalam tahap empat, trial. (2) Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tahap adopsi adalah umur dan informasi yang didapat, sedangkan pendidikan, luas lahan, pendapatan, dan interaksi dengan penyuluh tidak berpengaruh signifikan.
Integrated Crop Management Field School (SLPTT) of soybean farming is a goverment’s policy program to realize self-sufficiency in soybean. Wangon district was selected accidentally (purposive) related in 2012, has been implemented that program. A series of technological packages has been adopted in the program, but needs to be studied how adoption stage has been completed the farmer participants SLPTT. The research was aimed to: (1) analyze farmers' adoption stages towards SLPTT soybean farming activities, (2) analyze factors that influece farmers' adoption stages towards SLPTT soybean farming activities in Wangon District, Banyumas Regency. The research was conducted by survey method, with technical sampling stratified cluster sampling. Methods of data analysis using descriptive analysis and multiple linear regression analysis.
Research results show that: (1) the farmers are at stage one (awareness) zero persen, stage two (interest) zero persen, stage three (evaluation) 10,53 persen, stage four (trial) 39,47 persen, dan stage five (adoption) 50 persen. Then, the average on each farmer, the amount of value stage of adoption soybean plant cultivation technology on SLPTT is 24,13 and the value of position included in the trial stage. (2) Factors that influenced significantly towards the stage of adoption are age and information obtained, while education, land area, income and interaction with instructor is nowt influenced significantly.
969510811H1B010047REGRESI SPLINE KUADRATIK UNTUK MEMODELKAN PENGARUH WAKTU GENERASI TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI LACTOBACILUS BULGARICUS DENGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD
Regresi spline merupakan salah satu model pendekatan regresi nonparametrik yang fungsinya merupakan polinom tersegmen, sehingga membutuhkan titik-titik knots pada setiap intervalnya. Pemilihan parameter penghalus  yang optimal adalah penentuan lokasi titik knots sehingga dalam regresi spline titik knots sangat berperan penting. Regresi splineberdasarkan ordenya dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu linier, kuadratik, kubik, dan polinom. Regresi spline yang digunakan adalah regresi spline kuadratik pada data pertumbuhan bakteri Lactobacilus Bulgaricus berdasarkan waktu generasinya. Hasil model regresi spline kuadratik optimal yang didapat dengan jumlah empat titik knotsyaitu 6, 10, 14, dan 22 dengan nilai kriteria generalized cross validation (GCV) sebesar 0.007725885.Spline regresion is one of the nonparametric approach models with segmented polynomial function, that needs some points of knots in every interval. An optimal smoothing parameter is the determination of recipient knots so that point in regression spline point knots a very important role. Based on the order, spline regression can be divided into liniear, quadratic, cubic, and polinomial. Spline regresion used is quadratic spline regresion on the data of the grow of bacteri L.Bulgaricus based onthe time of his generation. The result of optimal quadratic spline regression model obtained in four knots. They are 6, 10, 14, and 22 with creterion value generalized cross validation (GCV) shows 0,007725885.
96965892A1L009152BIOAKTIVITAS LIMBAH TANAMAN NILAM TERHADAP WERENG COKLAT (Nilaparvata lugens Stål) HAMA TANAMAN PADIPenelitian ini mengkaji pengaruh limbah tanaman nilam terhadap wereng coklat (Nilaparvata lugens Stål) sebagai hama tanaman padi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemempanan limbah padat dan cair terhadap mortalitas, jumlah dan penetasan telur wereng coklat, serta mengetahui sifat repelensi limbah cair nilam terhadap wereng coklat. Penelitian dilaksanakan selama selama 8 bulan dari bulan April sampai November 2012 di rumah kaca dan ruang hama tanaman, Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan bujur sangkar latin (RBL) pada uji kontak dan uji residu dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, dan rancangan acak lengkap (RAL) pada uji repelensi dengan 2 perlakuan 16 kali ulangan. Faktor yang dicoba pada uji kontak adalah N0= kontrol, N1= 2 %; N2= 5 %; N3= 10 %; N4= 20 % limbah cair, sedangkan pada uji residu adalah N0= kontrol; NC1= 2 %; NC2= 6 %; NC3= 10 % limbah cair, NP = 10 % limbah padat. Pada uji repelensi faktor yg dicoba adalah N0= kontrol dan N1= 10 % limbah cair. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan limbah cair nilam konsentrasi 20 % (N4) dengan uji kontak efektif membunuh wereng coklat sebanyak 64%. Perlakuan limbah cair nilam konsentrasi 6 – 10 % (NC2; NC3) dengan uji residu mampu mengurangi jumlah telur yang diletakkan oleh imago sebanyak 235 butir daripada kontrol sebanyak 559 butir. Pada pengujian sifat repelensi limbah cair nilam terhadap wereng coklat menunjukkan jumlah wereng coklat yang mendekati daerah perlakuan sebanyak 37 ekor, lebih kecil dari kontrol sebanyak 123 ekor.This research studied the effect of patchouli waste toward brown planthopper (Nilaparvata lugens Stal) rice pest. This goals of research were to know the toxicity of solid and liquid waste for the mortality, fertility and fecundity of brown planthopper, and the repellency of liquid waste against brown planthopper. The research was conducted in 8 months from April until November 2012 at screen house and Plants Protection Laboratory, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. The experiment design used Latin Square Design (LSD) for contact test and residual test with 5 treatments and 5 times replication, and Completely Randomized Design (CRD) for repellency test with 2 treatments and 16 times replication. Factors were tried on contact test was N0= control, N1= 2 %; N2= 5 %; N3= 10 %; N4= 20 % of liquid waste, on residual test N0= control, NC1= 2 %; NC2= 6 %; NC3= 10 % of liquid waste, NP = 10 % of solid waste, and repellency test consisted of N0= control and N1= 10 % of liquid waste. The result showed that concentration of liquid waste treatment 20 % (N4) with contact test was more effective to kill insect with quantity 64 %. Concentration of liquid waste treatment 6 – 10 % with residual test were able to reduce of fecundity laid by imago as much as 235 eggs than control 559 eggs. The number of imago attracted to treatment repellency test were 37 insects more less than control were 123 insects.
969711143F1A010018PERAN SERTA SISWA SMAN 2 CIAMIS DALAM MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAHNYAPerkembangan pendidikan lingkungan adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan. Hal ini yang sekarang sedang dilakukan oleh warga SMAN 2 Ciamis. Setiap tahun SMAN 2 Ciamis selalu menjadi salah satu perwakilan lomba kebersihan “Adipura” dari Kabupaten Ciamis, yang tentunya, merupakan suatu kebanggaan bagi sekolah tersebut karena bisa mengalahkan sekolah lain yang ada di Kabupaten Ciamis dalam hal kebersihan. Tujuan penelitian ini adalah : Kebijakan SMAN 2 Ciamis terhadap kebersihan lingkungan sekolahnya dan peran serta siswa dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif. Pengetahuan akan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah berasal dari kesadaran diri sendiri akan pentingnya kebersihan dan mengenai upaya guna mempertahankan kebersihan kelas merupakan tanggung jawab bersama antara para siswa, wali kelas serta guru PLH beserta anggota sekolah lainnya. Karna kesadaran akan kebersihan lingkungan sekolah merupakan hal yang sangat penting guna menumbuhkan rasa nyaman, aman dan tentram dalam lingkungan sekolah itu sendiri. Mengenai peran siswa di SMAN 2 Ciamis dalam menjaga lingkungan sekolah didukung oleh berbagai pihak. Dalam upaya menyadarkan siswa akan kebersihan lingkungan sekolah, para guru dan ketua kelas atau wali kelas harus memberikan contoh yang baik. Peran siswa di antaranya dengan pembuatan kompos dan melaksanakan kegiatan lomba kelas terbersih setiap minggu di SMAN 2 Ciamis.Development of the Environment Education is One of the process to develop human population that aware and pay attention to the Environment. These one isrecently doing by SMAN 2 ciamis. Each year SMAN 2 Ciamis always be one of the delegation to “Adipura” from ciamis district. It is of course, things can be proud of from that school because the school can out schools inside of ciamis district incleanliness issues. The purpose of the problem is : SMAN 2 Ciamis policies from the school affect to the cleanliness their school. and student partisipasion in maintaining the cleanliness and healt of the school. The method that will use inside of this researc his qualitative descriptive method, with data analysis techniques that will be use in this researc his qualitative and decriptive analysis. Knowledge about the clean linessand heal thiness of the school area is come from the own conscience about how important the clean linessand about the effort to maintainhe clean liness of the irclassisone of shared responsibillity from the students, the home room teachers, also PLH teacher as well as other member of the school. Because their awareness about the cleanliness of the school area is the most important thing to build the comfortness, safeness, and peaceful from the school it self. About the role of the studen tin SMAN 2 Ciamis to keep the school issupported by otherparties. From the effort to create the awareness of the student to create clean linessin the school area, the teacher and the leader of the class or the home room teacher should give a good example, in this. The role of student are making compos and implement the contest cleanest class activity every week in SMAN 2 Ciamis
96989641A1M010003PERUBAHAN KUALITAS GULA KELAPA KRISTAL PADA BERBAGAI VARIASI KEMASAN SELAMA PENYIMPANANGula kelapa kristal bersifat higroskopis atau mudah menyerap air. Untuk menjaga kualitas mutu selama penyimpanan diperlukan pengemasan yang tepat agar gula kelapa kristal memiliki daya simpan yang lama. Penelitian ini bertujuan 1)Mengetahui pengaruh variasi kemasan terhadap perubahan kualitas gula kelapa kristal selama penyimpanan 2)Menentukan variasi kemasan dan lama penyimpanan yang menghasilkan gula kelapa kristal yang masih baik.Penelitian menggunakan rancangan Split Plot. Faktor pertama adalah variasi kemasan (K) meliputi: K1= Polipropilen 0,03 mm, K2= Polipropilen 0,05 mm, K3= Polipropilen 0,07 mm, K4= Polietilen 0,01 mm + Polipropilen 0,05 mm, K5= Polipropilen 0,03 mm + Karton, K6= Polipropilen 0,05 mm + Karton, K7= Polipropilen 0,07 mm + Karton, K8= Polietilen 0,01 mm + Polipropilen 0,05 mm + Karton, K9= Kemasan terbuka. Faktor kedua adalah lama penyimpanan (B) meliputi: B1= 0 bulan, B2= 2 bulan, B3= 4 bulan, B4= 6 bulan. Hasil penelitian menunjukan selama penyimpanan gula kelapa kristal yang dikemas menggunakan polipropilen, polietilen dan karton menghasilkan kualitas gula kelapa kristal yang lebih baik dibandingkan kemasan terbuka. Perubahan yang terjadi selama penyimpanan mengakibatkan gula kelapa kristal dengan kadar air dan kadar gula reduksi meningkat. Gula kelapa kristal yang dikemas dengan polipropilen, polietilen dan karton selama penyimpanan 6 bulan memiliki kualitas yang masih baik, sedangkan gula kelapa kristal yang dikemas terbuka selama penyimpanan 2 bulan sudah tidak layak dikonsumsi. Kemasan yang tepat untuk menghasilkan kualitas gula kelapa kristal terbaik yaitu pada kemasan polipropilen 0,07 mm.Granulated coconut sugar of hygroscopic or easily absorb water. To keep the quality during the storage, it’s need the right packaging so that granulated coconut sugar have power to be save for a long time. This research aimed to1 )Know the influence of variation packaging to changes in the qualities of granulated coconut sugar during the storage, 2) determine the variation of packaging and long storage which is produces a good granulated coconut sugar. Research using design split plot. First factor is a variant packaging ( k ) includes: k1 = polypropylene, 0.03 mm k2 = polypropylene 0.05 mm, k3 = polypropylene 0.07 mm, k4 = polyethylene 0.01 mm + polypropylene 0.05 mm, k5 = polypropylene 0.03 mm + carton, k6 = polypropylene 0.05 mm + carton, k7 = polypropylene 0.07 mm + carton, k8 = polyethylene 0.01 mm + polypropylene 0.05 mm + carton, k9 = open packaging.The second factor is long storage ( b ) includes: b1 = 0 months, b2 = two months, b3 = 4 months, b4 = six months. The results was showed during the storageof coconut sugar crystals which are packed using polypropylene, polyethylene and carton produce better qualities than open package. There are many changes occur during storage cause granulated coconut sugar with the water level and the content of reduction sugar is increase. Granulated coconut sugar packed with polypropylene, polyethylene and carton for six months has good quality,while granulated coconut sugar which are packed with open packing for 2 months already unworthily to consumed. The right packaging to produce the best qualities of granulated coconut sugar is polypropylene 0.07 mm packaging.
96999642A1M010001KAJIAN NILAI ENERGI, INDEKS GLIKEMIK, DAN BEBAN GLIKEMIK GULA KELAPA CAIRGula kelapa cair merupakan salah satu diversifikasi produk dari gula kelapa. Pemanis atau gula dapat menaikkan kadar glukosa darah. Memilih pemanis yang tidak menaikkan kadar gula darah secara drastis diantaranya melalui pendekatan nilai energi, indeks glikemik dan beban glikemik. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui nilai indeks glikemik, nilai energi, dan beban glikemik gula kelapa cair2) Mengklasifikasikan nilai indeks glikemik dan beban glikemik gula kelapa cair terhadap parameter indeks glikemik dan beban glikemik, serta porsi penyajiannya. Penelitian ini melibatkan 12 orang responden yang telah memenuhi kriteria responden uji indeks glikemik.Nilai indeks glikemik ditentukan dengan membandingkan luas daerah dibawah kurva antara pangan yang diukur IG-nya dengan pangan acuan menggunakan metode IAUC (Incremental Area Under Curve). Beban glikemik dihitung dengan rumus nilai indeks glikemik dikalikan dengan jumlah gram karbohidrat dibagi 100.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai energi gula kelapa cair sebesar 303,99 Kkal, nilai indeks glikemik gula kelapa cairsebesar 47,31, dan nilai beban glikemik gula kelapa cair sebesar 19,06. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, gula kelapa cair termasuk dalam golongan IG rendah dan BG sedang.Porsi penyajian gula kelapa cair ≤ 50 gram.Liquid coconut sugar is one of the coconut sugar product's diversification.Sweetener or sugar could raise blood glucose levels. Choosing a sweetener that is not drastically raise blood sugar levels through the value of energy, glycemic index and glycemic load.This research is aimed to: 1) know the value of the energy, glycemic index, glycemic loadof liquid coconut sugar.2 ) classify glycemic index, glycemic load of liquid coconut sugar on the parameters of glycemic index, glycemic load, and the serving portions.This research involved 12 respondents who fulfilled the criteria of respondents for glycemic index test. The product is analyzed about nutrient content, counted the value of energy and the amount of food test given. Glycemic index is determined with comparing broad areas under a curve between test food with food reference used IAUC ( Incremental Area Under Curve ) method. Glycemic load counted with the formula the value of the glycemic index multiplied by the number of g carbohydrates divided 100.The results of this research show that the energy value of liquid coconut sugar(303,99 Kcal), the value of glycemic index of liquid coconut sugar (47,31),and the value of glycemic load of liquid coconut sugar (19,06). According to the result of this research, liquid coconut sugar belonged to low GI and medium GL. The serving portion of liquid coconut sugar is ≤ 50 g.
97009644A1M010031PENGARUH JENIS PELARUT DAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK Ganoderma lucidum
ISOLAT 2 DAN 4 CIANJUR.
Ganoderma lucidum mempunyai kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk
kesehatan, kekebalan tubuh dan berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh jenis pelarut, metode ekstraksi dan kombinasi terbaik yang mempunyaii
aktivitas antioksidan tertinggi ekstrak G. lucidum isolat 2 dan 4 Cianjur. Penelitian ini merupakan
penelitian eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Fakktor
pertama yaitu jenis pelarut (P) yang terdiri atas heksana, etil asetat, etanol, metanol dan air. Faktor
kedua yaitu metode ekstraksi (E) yang terdiri atas metode satu tahap dan bertingkat. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh terhadap aktivitas penghambatan
peroksida dan aktivitas penghambatan malonaldehid (MDA). Ekstrak metanol lebih tinggi
dibandingkan ekstrak heksana, etil asetat, etanol dan air berdasarkan aktivitas penghambatan
peroksida sebesar 75,93% dan aktivitas penghambatan MDA sebesar 71,39%, sedangkan metode
ekstraksi satu tahap menghasilkan aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan metode
bertingkat berdasarkan aktivitas penghambatan peroksida yaitu 66,66% dan aktivitas
penghambatan MDA sebesar 61,19%. Kombinasi perlakuan terbaik dihasilkan oleh ekstrak
metanol dengan metode satu tahap berdasarkan penghambatan peroksida sebesar 79,28% dan
penghambatan MDA sebesar 72,98%.
Ganoderma lucidum has a bioactive compound was useful for health, immunity and has a
potential as an antioxidant. This study aims were determining the effect of solvent types, extraction
methods and the best combination which had the highest antioxidant activity of G. lucidum isolates
2 and 4 Cianjur extracts.This study used the experimental with a randomized block design (RBD).
The treatments tested were consist of two factors. First factor was the solvent types (P) consisted
of hexane, ethyl acetate, ethanol, methanol and water. Second factor was the extraction method
(E) consisted of one step and gradual methods. The results showed that the solvent types and
extraction methods were the effects for peroxide inhibitory activity and malonaldehide inhibitory
activity. The results showed that methanol extract higher than hexane, ethyl asetat, ethanol and
water extracts which peroxide inhibitory activity was 75.93% and malonaldehide inhibitory
activity was 71.39%, while one step method extraction was higher than gradual method which
peroxide inhibitory activity was of 66.66%; malonaldehide inhibitory activity was 61.19. %. The
best combination which had the highest antioxidant activity of extracts was methanol extract with
one step method based on the peroxide inhibitory activity was 79.28% and malonaldehide
inhibitor activity was 72.98%.