Artikelilmiahs
Menampilkan 9.701-9.720 dari 50.309 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9701 | 9645 | C1L009053 | THE INFLUENCES OF REGIONAL FINANCIAL MANAGEMENT, ACCOUNTABILITY SYSTEM AND INTERNAL CONTROL SYSTEM ON THE IMPLEMENTATION OF GOOD GOVERNANCE (Study On Regional Work Units In Purbalingga) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji: 1) Pengaruh pengelolaan keuangan daerah terhadap penerapan good governance. 2) pengaruh sistem akuntabilitas instansi pemmerintah terhadap penerapan good governance. 3) Pengaruh sistem pengendalian internal pemerintah terhadap penerapan good governance. Jenis penelitian ini digolongkan pada penelitian yang bersifat kausatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Purbalingga. Pemilihan sampel dengan metode total sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Analisis yang digunakan adalah regresi berganda untuk melihat pengaruh pengelolaan keuangan daerah, sistem akuntabilitas instansi pemmerintah dan sistem pengendalian internal pemerintah terhadap penerapan good governance. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: 1) Pengelolaan keuangan daerah berpengaruh signifikan positif terhadap penerapan good governance. 2) Akuntabilitas instansi pemmerintah berpengaruh signifikan positif terhadap penerapan good governance. 3) Sistem pengendalian internal pemerintah berpengaruh signifikan negative terhadap penerapan good governance. | This study was aimed to examine: 1) The effect of regional financial management on the implementation of good governance. 2) The effect of accountability system of government institution performance on the implementation of good governance. 3) The effect of the government internal control system on the implementation of good governance. This study was classified causative research. The population of this study was the Regional Work Units in Purbalingga Regency. The selection of the sample used was total sampling methods. Data of this study were primary data. Statistic analysis used was multiple regressions to test the impact of regional financial management, accountability system of government institution performance and the government internal control system on the implementation of good governance. The results provided empirical evidences that: 1) Performance of regional financial management has positive and significant effect on the implementation of good governance. 2) Accountability system of government institution performance has positive and significant effect on the implementation of good governance. 3) The government internal control system has negative and significant effect on the implementation of good governance. | |
| 9702 | 10812 | F1F010002 | PROBLEMS ENCOUNTERED BY STUDENTS AND LECTURERS IN USING PRESENTATION TECHNIQUE FOR DELIVERING THE LECTURE (A Case Study in the 6th Semester Students of English Language and Literature Program in Jenderal Soedirman University in Academic Year 2013/2014) | ABSTRAK Dwi Febrianti, Praptika. 2015. Problems Encountered by Students and Lecturers in Using Presentation Technique for Delivering the Lecture (A Case Study in the 6th Semester Students of English Language and Literature Program in Jenderal Soedirman University in Academic Year 2013/2014). Pembimbing 1 : Dr. Syaifur Rochman, M.Ed, TESOL Pembimbing 2 : Dian Adiarti, S.Pd, M.Hum Penelitian ini berjudul Problems Encountered by Students and Lecturers in Using Presentation Technique for Delivering the Lecture (A Case Study in the 6th Semester Students of English Language and Literature Program in Jenderal Soedirman University in Academic Year 2013/2014). Ide umum penelitian ini adalah teknik yang digunakan dalam perkuliahan. Sedangkan, gagasan pokok penelitian ini adalah masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa dan dosen dalam penggunaan teknik presentasi saat perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan teknik presentasi dalam perkuliahan, masalah-masalah yang dihadapi oleh mahasiswa dan dosen dalam penggunaan teknik presentasi, serta opini mahasiswa dan dosen dalam penggunaan teknik presentasi saat perkuliahan. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Oleh karena itu, penelliti menggunakan data triangulasi untuk validasi data. Kemudian, data tersebut dianalisis melalui data reduksi, data display, pemberian kesimpulan, dan verifikasi. Hasil dari analisa data, peneliti menemukan beberapa masalah yang dihadapi mahasiswa dan dosen dalam penggunaan teknis presentasi untuk perkuliahan: 1) Banyak mahasiswa yang tidak dapat memahami materi secara mudah dan jelas melalui teknik presentasi. 2) Kurangnya antusias mahasiswa dalam penggunaan teknik presentasi ini, sehingga mereka merasa bosan dan mengabaikan presentasi. 3) Kurangnya keahlian mahasiswa dalam menyampaikan presentasi, sehingga menyebabkan mereka masih merasa kesulitan dalam mengaplikasikan teknik presentasi dalam perkuliahan. 4) Kurangnya pengelolaan waktu perkuliahan yang terbatas membuat diskusi terkadang belum tuntas dan timbal balik tidak dapat dilaksanakan. 5) Untuk beberapa dosen, sikap dan respon mahasiswa yang kurang sesuai dapat mempengaruhi jalannya proses perkuliahan. Faktanya, teknik presentasi tidak dapat memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mereka lebih dalam. 6) Tidak semua fasilitas mendukung jalannya presentasi dengan baik. Kesimpulannya, teknik presentasi yang digunakan dalam perkuliahan tidak berarti buruk atau gagal, namun diperlukan adanya perbaikan atau pengembangan agar menciptakan proses pembelajaran yang lebih baik dan efektif. | ABSTRACT Dwi Febrianti, Praptika. 2015. Problems Encountered by Students and Lecturers in Using Presentation Technique for Delivering the Lecture (A Case Study in the 6th Semester Students of English Language and Literature Program in Jenderal Soedirman University in Academic Year 2013/2014). Advisor 1 : Dr. Syaifur Rochman, M.Ed, TESOL Advisor 2 : Dian Adiarti, S.Pd, M.Hum This research is entitled Problems Encountered by Students and Lecturers in Using Presentation Technique for Delivering the Lecture (A Case Study in the 6th Semester Students of English Language and Literature Program in Jenderal Soedirman University in Academic Year 2013/2014). The general idea of this research is technique for delivering the lecture. Meanwhile, the main idea of this research is problems encountered by students and lecturers in using presentation technique. The purposes of this research are to know the implementation of using presentation technique for delivering the lecture, problems encountered by students and lecturers in using presentation technique for delivering the lecture, and opinions of students and lecturers in using presentation technique for delivering the lecture. The researcher used a descriptive qualitative method. The data were taken from observation, questionnaire, interview, and documentation. The researcher used a triangulation method to validate the data. Then, the data were analyzed by using qualitative ways; including data reduction, data display, data analysis, conclusion, and verification. Results of data analysis indicated problems encountered by students and lecturers in using presentation technique for delivering the lecture: 1) Many students did not understand the materials easily and clearly through presentation technique caused by several things. 2) Many students had a lack of enthusiasm in using presentation technique that made them bored and ignored the presentation. 3) Many students had a lack of presentation skill, so they still faced some difficulties to apply a meaningful and effective presentation. 4) Limited time sometimes made the discussion unclear and feedback could not occur. 5) For lecturers, students’ behavior and respond influenced the process of lecturing. In fact, presentation technique could not motivate the students to improve their skill deeply. 6) Not all facilities worked well and supported the presentation. In short, presentation technique used in lecturing process did not mean bad or failed, but it needed improvement in order to make a better and effective lecturing. | |
| 9703 | 9646 | A1M010002 | KAJIAN SIFAT ISIKOKIMIA EKSTRAK Ganoderma lucidum ISOLAT 2 DAN 4 CIANJUR MNGGUNAKAN BERBAGAI PELARUT DAN METODE EKSTRAKSI | Ganoderma lucidum merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat dikembangkan sebagai bahan obat alami (herbal). jamur ini telah banyak di budidayakan di daerah Cianjur, Jawa Barat. Jamur G.Lucidum yang telah dibudidayakan diantaranya adalah isolat 2 dan 4 yang pada umumnya penggunaannya dicampur. Jamur ini telah banyak mengandung komponen bioaktif yang baik bagi kesehatan. Komponen bioaktif dapat diperoleh dengan ekstraksi menggunakan pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan metode ekstraksi terhadap sifat fisikokimia ekstrak tubuh buah G. Lucidum isolat 2 dan 4 Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan jenis pelarut etanol dengan metode satu tahap memiliki aroma kuat dan warna orange kehitaman serta terdeteksi adanya senyawa flavonoid dan senyawa terpenoid. | Ganoderma lucidum is a natural resources that can be developed as natural remedy (herb ). This fungus have been widely cultivated in Cianjur, West Java. G.Lucidum has been cultivated isolates including the 2 and 4 in genelar use is mixed . This fungus has to contain bioactive components that are good for health. Bioactive components can be obtained using solvent extraction. This study aims to determine the effect of solvent type and extraction method to extract the physicochemical properties of G. lucidum fruiting body isolates 2 and 4 Cianjur. Results showed that the combination treatment with ethanol solvent extraction method one stage has a strong aroma of orange and black as well detected compounds flavonoids and terpenoids. | |
| 9704 | 9647 | G1B010018 | ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFEKSI KECACINGAN (Studi pada Anak Usia Dini Usia 3-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas II Kembaran, Kembaran, Banyumas) | Kebiasaan bermain anak usia dini di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran seperti masih senang bermain di tanah tanpa menggunakan alas kaki dan tidak memperhatikan kebersihan dirinya. Kondisi lingkungan dan kebersihan perorangan yang buruk dapat memungkinkan terjadinya penularan kecacingan. Hingga saat ini masih belum ada program pencegahan kecacingan pada anak usia dini (3-5 tahun) di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran, Kembaran, Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi kecacingan pada anak usia dini usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran, Kembaran, Banyumas. Jenis penelitian adalah observasional dengan metode potong lintang. Pengumpulan data menggunakan survey dan wawancara, untuk pemeriksaan telur cacing dengan uji laboratorium menggunakan metode apung. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia dini usia 3-5 tahun sebesar 86 anak. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian terdapat 42 (48,8%) anak yang positif terinfeksi kecacingan Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan cacing tambang. Ada hubungan antara kebersihan kuku (p=0,005), kebiasaan menghisap jari (p=0,000), kebiasaan bermain di tanah (p=0,003), dan kepemilikan jamban (p=0,00) dengan infeksi kecacingan. Faktor yang tidak berhubungan dengan infeksi kecacingan adalah kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan memakai alas kaki, kebiasaan membuang tinja, kebiasaan mengkonsumsi obat cacing, kebiasaan jajan sembarangan, kondisi lantai rumah dan ketersediaan air bersih. Saran untuk orang tua atau pengasuh adalah lebih memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan anak serta mengurangi kebiasaan menghisap jari pada anak usia dini. | Early childhood play habits in work areas such as health centers II Kembaran still love playing on the ground barefoot and do not pay attention to personal hygiene. Poor environmental conditions may allows the transmission of worm infection. Until today, there is no worm prevention program to early childhood (3-5 years) in Kembaran II Health Center Kembaran District Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the risk factors associated with worm infection in early children aged 3-5 years in Kembaran II Health Center Kembaran District Banyumas Regency. The study was an observational cross-sectional method. Data collected by the survey and interview, for worm egg examination by laboratory testing using the floating method. The samples in this study were young children aged 3-5 years totaly 86 children. Analysis of univariate and bivariate data using Chi-square test. The results of the study there were 42 (48.8%) children who have positive of worm infection Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura and hookworm. There are link between the cleanliness of nails, finger lick habit, the habit of playing on the ground, and the unhealthy latrine, with worm infection. Factors not associated with worm infection is habit of handwashing (p=0,954), habit of wearing footwear (p=0.401), habit of rid feces (p=0.934), habit of drugs consumption that can be preventif of worm infection (p=0.704), habit of unhealthy snack consumption (p=0.837), house floor conditions (p=0.058), and the availability of clean water (p=0.484). Parents or caretakers more attention to personal hygiene and environmental and reducing the habit of finger lick in early childhood. | |
| 9705 | 9648 | G1B010080 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KOMPLIKASI KEHAMILAN PADA IBU DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Angka kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 sebesar 174/100.000 kelahiran hidup. Kematian ibu di Kabupaten Banyumas tahun 2013 terdapat 26 kasus kematian. Kecamatan Kalibagor pada tahun 2013 tidak ditemukan kasus kematian ibu namun masih ditemukan beberapa kasus resiko tinggi seperti hipertensi kehamilan (tekanan darah >160/90) sebanyak 38,46%, preeklamsi/eklamsi sebanyak 42,3% dan perdarahan pervaginam 7,7% yang termasuk dalam komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan pada ibu di Kecamatan Kalibagor. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 295 ibu hamil, sampel yang digunakan sebanyak 79 ibu hamil, dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang hamil pada umur berisiko sebanyak 24,1%, sebanyak 3,8% yang memiliki paritas yang berisiko, jarak kelahiran berisiko sebanyak 27,8%, perawatan kehamilan buruk yakni sebanyak 64, 6%, keikutsertaan KB buruk sebanyak 65,8%, akses pelayanan kesehatan buruk sebanyak 83,5% dan pemanfaatan pelayanan kesehatan buruk sebanyak 54,4%. Responden yang mengalami komplikasi kehamilan sebanyak 27,8%, komplikasi yang paling banyak dialami adalah perdarahan sebanyak 86%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan adalah paritas sedangkan umur hamil, jarak kelahiran, perawatan kehamilan, keikutsertaan KB, akses pelayanan kesehatan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan tidak berhubungan dengan komplikasi kehamilan. Kesimpulan terdapat hubungan antara paritas dengan komplikasi kehamilan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan supaya ibu hamil menjaga kesehatan selama hamil, aktif dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan (poskesdes, kelas ibu hamil, posyandu) yang berguna mencegah terjadinya komplikasi kehamilan dan resiko–resiko lain yang dapat terjadi selama hamil. | Maternal mortality rate in Central Java province in 2013 amounted to 174/100.000 live births, maternal mortality in Banyumas in 2013 were 26 cases of death, the District Kalibagor until 2013 was not found in cases of maternal death, but still found some high risk cases such as gestational hypertension (blood pressure > 160/90) as much as 38,46%, preeclampsia/eclampsia were 42,3% and 7,7% vaginal bleeding are included in the complications of pregnancy. This research aimd to find factors related to complications of pregnancy in Kalibagor. Type of analytical research with cross sectional approach a population of 295 pregnant women. The samples used is 79 pregnant women, recruited through stratified random sampling. The results showed that respondents who are in high risk of age for pregnancy were 24,1%, 3,8% who have a risk of parity, birth spacing risk as many 27,8%, poor prenatal care as many 64, 6%, poor participation of family planning many 65,8%, poor access to health services as many 83,5% and poor utilization of health services as many 54,4%. Respondents with pregnancy complication as many 28,7%, the most experienced complication was bleeding as many as 86%. The result showed that factors related to complications of pregnancy is parity while were of pregnancy age, birth spacing, antenatal care, family planning participation, access to health care and utilization of health services not related to complications of pregnancy. In conclusion, variable assosiated with complications of pregnancy was parity. Based on the results of the study, suggested to pregnant women to maintain their health during pregnancy, active in utilizing health services (poskesdes, class pregnant, IHC) in order to prevent complications of pregnancy and other risks that may occur during pregnancy. | |
| 9706 | 9649 | G1B010035 | HUBUNGAN KECACINGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA DINI (3-5 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II KEMBARAN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Status gizi merupakan salah satu faktor resiko kesakitan dan kematian di Indonesia. Beberapa hal yang mempengaruhi status gizi anak yaitu konsumsi makanan yang kurang dan penyakit infeksi. Kecacingan merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit yang banyak menyerang balita dan anak usia sekolah dasar. Kecacingan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktifitas penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecacingan dengan status gizi anak usia dini (3-5 tahun) di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah anak usia dini dengan usia 3-5 tahun yang berjumlah 86 responden yang diambil dengan teknik proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 42 responden (48,8%) terinfeksi kecacingan dengan derajat ringan. Terdapat 64 (74,4%) responden memiliki status gizi normal, 14 (16,3%) responden memiliki status gizi kurus, 7 (8,1%) memiliki status gizi gemuk, dan 1 (1,2%) responden memiliki status gizi sangat kurus. Uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kecacingan dengan status gizi anak usia dini (p= 0,573). Sebaiknya orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit kecacingan dengan menjaga higiene sanitasi diri dan lingkungan serta perlu memantau status gizi anaknya secara berkala sehingga dapat dideteksi secara dini jika terdapat masalah gizi. | Nutritional status is a risk factor for morbidity and mortality in Indonesia. Some things that affect the nutritional status of children less food consumption and infectious diseases. Worm infection is a disease caused by parasites that attack many early childhood and primary school age children. Worm infestation can lead to declining health conditions, nutrition, intelligence, and productivity of patients. This study aims to determine the relationship of helminthiasis and nutritional status of early childhood (3-5 years) in Kembaran II Health Center Kembaran District Banyumas Regency. The method used is quantitative research with cross sectional approach. Samples were early childhood aged 3-5 years which amounted to 86 respondents drawn with proportional random sampling technique. The results showed 42 respondents (48.8%) were infected with a mild worm infestation. There are 64 (74.4%) of respondents had a normal nutritional status, 14 (16.3%) of respondents have a lean nutritional status, 7 (8.1%) have the nutritional status of fat, and 1 (1.2%) of respondents have a status nutrition is very thin. Chi-square test showed there was no correlation between worm with early childhood nutritional status (p = 0.573). Parents should raise awareness of the worm to maintain personal and environmental hygiene sanitation and needs to monitor the nutritional status of their children on a regular basis so that it can be detected early if there is a nutritional problem. | |
| 9707 | 9650 | A1M010084 | PENGARUH PENGGUNAAN GULA KELAPA YANG DIPERKAYA MINYAK SAWIT DAN JENIS PENGEMAS TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN SENSORI KECAP SELAMA PENYIMPANAN | Kecap manis adalah produk olahan yang teksturnya kental, berwarna coklat kehitaman, dan digunakan sebagai penyedap makanan. Gula kelapa merupakan penyusun terbesar diantara semua bahan baku yang digunakan. Penggunaan gula kelapa yang diperkaya minyak sawit merah jenis crude palm oil (CPO) dan red palm oil (RPO) yang kaya akan pro vitamin A pada pembuatan kecap akan berpengaruh pada sifat fungsionalnya, sifat fisik, kimia maupun sensorinya. Pada umumnya, kecap memiliki umur simpan yang lama dan selama penyimpanan kecap akan mengalami perubahan akibat kontaminasi dari luar. Pengemasan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan pada kecap selama penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pengaruh penggunaan gula kelapa yang diperkaya minyak sawit yaitu CPO dan RPO terhadap sifat fisik, kimia dan sensori pada kecap yang dihasilkan. (2) Mengetahui jenis kemasan yang tepat yang dapat mempertahankan mutu kecap yang diperkaya pro vitamin A selama penyimpanan. (3) Menentukan perlakuan terbaik didasarkan pada aspek fisik, kimia dan sensori kecap yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 faktor yaitu jenis gula (G) terdiri dari: Gula CPO (G1) dan Gula RPO (G2); jenis kemasan (P) terdiri dari: botol plastik bening (P1), botol plastik warna putih susu (P2) dan kantong plastik PP (P3); lama penyimpanan (L) terdiri dari: 0 bulan (L0), 1 bulan (L1), 2 bulan (L3), 3 bulan (L3). Diperoleh 24 kombinasi perlakuan diulang 2 kali sehingga diperoleh 48 unit percobaan.Variabel yang diamati meliputi sifat fisik, kimia dan sensori. Variabel fisik meliputi: warna. Variabel kimia yang diamati meliputi: kadar air, kadar protein terlarut, kadar gula reduksi, kadar asam lemak bebas, pH, danpada perlakuan terbaik diuji total karoten (spektofotometri). Variabel sensori yang diamati adalah: warna, viskositas, rasa manis, flavor dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik dengan metode indeks efektivitas berdasarkan sifat fisik, kimia dan sensori yaitu kecap yang menggunakan gula RPO dengan kemasan botol plastik warna putih susu pada penyimpanan bulan ketiga (G2P2L3). Hasil analisis fisik, kimia dan sensori menunjukkan bahwa kecap perlakuan terbaik memiliki nilai warna 34,55; kadar air 25,95% (bb); kadar protein terlarut 9,5% (bk); kadar gula reduksi 25,535% (bk); kadar asam lemak bebas 7,91% (bk); pH 4,75; warna coklat kemerahan; viskositas agak kental; rasa agak manis; flavor agak enak, dan agak disukai. | Sweet soy sauce is thick processed products have a viscous texture, blackish brown color and used as flavoring food. Coconut sugar is the main ingredients used for the produced of sweet soy sauce. The use of coconut sugar-enriched palm oil which is rich in pro-vitamin A in the produced of sweet soy sauce will effect on functional properties, physical, chemical and sensory properties. Generally, sweet soy sauce has a long shelf life and during storage of soy sauce will change as a result of contamination from the outside. Packaging is one way that can be done to prevent damage to the sweet soy sauce during storage. The purpose of this research are: (1) Determine the effect of the use of palm sugar-enriched CPO and RPO on physical, chemical and sensory properties of soy sauce. (2) Determine the right type of packaging that can maintain the quality of soy sauce enriched pro-vitamin A during storage (3) Determine the best treatment based on the physical, chemical and sensory properties soy sauce. This study used a completely randomized design (CRD) with three factors: the type of sugar (G) consists of: Sugar of CPO (G1) and Sugar of RPO (G2); type of packaging (P) consists of: transparant plastic bottle (P1), plastic bottle of a white color milk (P2) and PP plastic bag (P3); storage time (L) consists of: 0 month (L0), 1 month (L1), 2 months (L3), 3 months (L3). Every treatments was repeated twice so acquired 48 treatments.The variables measured include physical, chemical and sensory properties. Physical and chemical variables include: color, water content, soluble protein content, reducing sugar content, free fatty acid levels, pH, and the best treatment was tested in total carotenoids (spectophotometric). Sensory variables include color, viscosity, sweetness, flavor and hedonic test. The results showed that the best treatment effectiveness index method based on physical, chemical and sensory properties that is soy sauce using sugar RPO with plastic bottle of a white color milk in the third month of storage (G2P2L3). The results of the analysis of physical, chemical and sensory show that the best treatment of soy sauce has a color value 34.55; water content of 25.95% (wb); soluble protein content of 9.5% (db); 25.535% reduction sugar (db); free fatty acid content was 7.91% (db); pH 4.75; the color is reddish brown; viscosity is slightly thickened; sweet taste is rather sweet; flavor is rather delicious and rather liked. | |
| 9708 | 9651 | A1M010026 | Pengaruh Konsentrasi EkstrakKencur dan Jahe Terhadap Karakteristik Larutan dan Serbuk Minuman Beras Kencur Instan Berbasis Gula Kelapa | Gula kelapa kristal maupun cetak merupakan salah satu diversifikasi produk pangan. Diversifikasi gula kelapa ini dijadikan bahan dasar dalam pembuatan minuman beras kencur instan, untuk menambah selera, sebagai pengawet alami dan mempertahankan kualitas minuman beras kencur berbasis gula kelapa ditambahkan ekstrak rempah-rempah jahe, selain kencur. Oleh karena itu, pengaruh kencur dan pengaruh jahe terhadap variabel sensori dan variabel kimia menjadi faktor yang diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan pada ekstrak kencur berpengaruh terhadap kesukaan flavor, tingkat kesukaan menurun dan tidak berpengaruh nyata terhadap sifat kimia yaitu pada analisis kadar air dan kadar abu. Pada ekstrak jahe berpengaruh terhadap aroma jahe, kesukaan aroma dan aroma jahe, tingkat kesukaan menurun dan tidak berpengaruh nyata terhadap sifat kimia yaitu pada analisis kadar air dan kadar abu | Coconut sugar crystals and print is one of a diversified food products. Diversification of palm sugar is used as a basic ingredient in the manufacture of beras kencur instant beverages, to add taste, as a natural preservative and maintain the quality of beras kencur instant beverages based of coconut sugar added spice ginger extract, besides kencur. Therefore, determine the effect on the sensory properties and kencur with ginger chemical factors that examined in this study. The results showed that the treatments of the extract kencur favorite flavor, favorite levels decreased and no significant effect on the chemical nature of which is the analysis of water content and ash content and the treatments of ginger extract ginger flavor, favorite flavors and aromas of ginger, the level of preference decreased and did not significantly affect the chemical properties namely the analysis of moisture content and ash content | |
| 9709 | 10815 | C1B011030 | ANALISIS PENGARUH HUMAN RELATION, DUKUNGAN ORGANISASIONAL, DAN WORKPLACE SPIRITUALITY TERHADAP ETOS KERJA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus pada Karyawan Bagian Keperawatan RS. Mitra Siaga Tegal) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Human Relation, Dukungan Organisasional, dan Workplace Spirituality terhadap Etos Kerja dan Kinerja. Penelitian ini dilakukan pada salah satu Rumah Sakit di Tegal, yaitu Rumah Sakit Mitra Siaga. Metode yang digunakan adalah survei dengan menyebarkan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal. Penelitian ini menggunakan metode sensus dimana populasi menjadi sampel, sehingga 76 orang yang dipilih sebagai responden. Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hipotesis signifikansi jika P value <0,05. Hasil menunjukkan bahwa etos kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kemudian, human relation, dukungan organisasi dan workplace spirituality berpengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja. | This research aims to examine the effectiveness of Human Relation, Organisational Support, and Workplace Spirituality to the improvement of Work Ethic and Performance. This study was held at one of Hospitals in Tegal, Mitra Siaga Hospital. The method used is survey by distribute the questionnaires. The population in this research was all nurses in Mitra Siaga Hospital Tegal. This research used census method that means population became sample, so 76 persons are selected as the respondent. The analysis technique was partial least square analysis (PLS). The hypothesis test was significance level of P value <0.05. the result shows that work ethic has positive and significant effect to performance. Then, human relation organisational support and workplace spirituality has positive and significant effect to work ethic. | |
| 9710 | 11144 | F1A011056 | Industri Kreatif Fashion (Studi Tentang Strategi Kelangsungan Hidup Kidal Kolektif) | Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi kelangsungan hidup dan idealisme Kidal Kolektif. Strategi kelangsungan hidup meliputi proses pengelolaan dan berbagai kendala serta upaya yang dilakukan oleh Kidal Kolektif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah member dari Kidal Kolektif, sedangkan sasaran pendukungnya adalah perwakilan dari organisasi yang pernah terlibat kerjasama dengan Kidal Kolektif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan berpedoman pada model analisis interaktif. Penelitian ini menemukan bahwa strategi kelangsungan hidup yang dilakukan oleh Kidal Kolektif adalah dengan tetap memiliki keyakinan dan kepercayaan tentang apa yang ingin mereka wujudkan, membangun kemandirian ekonomi dalam gerakan dan bekerja sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan setiap individu untuk memenuhi kebutuhannya. Strategi kelangsungan hidup Kidal Kolektif dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan organisasi lain dalam bentuk sharing profit. Kendala terbesar yang ditemui dalam Kidal Kolektif adalah hilangnya para member Kidal Kolektif karena memudarnya konsistensi mereka terhadap Kidal Kolektif dan segmentasi pasar yang terlalu sempit. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah menjalin kerjasama dengan berbagai organisasi baik sebagai konsumen, membantu dalam hal produksi, distribusi hingga pemasaran. Bentuk idealisme yang mereka yakini adalah membangun badan usaha berbasis koperasi murni yang dibangun dengan kolektifitas anarkis, yakni tidak ada kepemilikan secara pribadi dan menolak hak milik secara kolektif yang dikontrol oleh kelompok tertentu. Kidal Kolektif itu sendiri merupakan wujud dari idealisme yang mereka yakini, yakni badan usaha yang berawal dari sebuah gerakan dan memiliki tujuan untuk membangun kemandirian ekonomi. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, hingga kini, Kidal Kolektif masih tetap konsisten dengan aspek-aspek yang mereka bangun dalam upaya mewujudkan apa yang mereka inginkan. | The main purpose of this research is analyzing the survival strategies and the idealism of Kidal Kolektif. The survival strategies contained in the management process and the various obstacles also the efforts experienced by the Kidal Kolektif. The main target of this research is the members of Kidal Kolektif. The targeted support in this study is an delegation of organization that has been involved and collaborated with Kidal Kolektif. This research is a qualitative research and using purposive sampling technique in determining the informant. The collecting data technique in this study is observation, in-depth interviews and documentation. The analysis method in this research is based on the interactive analysis model. The results of this research can be concluded that the survival strategies done by the Kidal Kolektif are retaining the confidence and the trust about what they want to achieve, builing the economic independence in action and work based on their interests, talents and abilities of each individual to meet their needs. Kidal Kolektif survival strategy is done by cooperating with other organizations in the form of profit sharing. The biggest obstacle encountered in this research is the loss of members due to the waning of members’ consistency to Kidal Kolektif and market segmentation that is too narrow. The efforts to overcome these obstacles is by building cooperation to various organizations both as a consumer and help in terms of production, distribution and marketing. The form of idealism that they believe is to build a business entity based on purely cooperative which is built by the anarchist collectivity, there is no private property and reject collective property are controlled by certain groups. Kidal Kolektif itself is a form of idealism that they believe as the business entity that originated from an action and has the goal to establish economic independence. As a form of social responsibility, until now, The Kidal Kolektif keeps its consistency with those aspects they build in the term of achieving what they want. | |
| 9711 | 9652 | D1F012012 | PERBEDAAN NON KARKAS LUAR DOMBA EKOR TIPIS BERDASARKAN JENIS KELAMIN | Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) perbedaan bobot non karkas luar (darah, kepala, kaki, kulit dan bulu)domba berdasarkan jenis kelamin, (2)hubungan antara masing-masing bobot non karkas luar (darah, kepala, kaki, kulit dan bulu) dengan bobot potong. Penelitian dilaksanakan diwilayah Bumiayu Kabupaten Brebes. Jumlah ternak yang diteliti 30 ekor domba betina dan 10 ekor domba jantan.Penelitian dilakukan dengan metode survei kemudian di analisis menggunakan statistik deskriptif, uji t dan analisis regresilinear. Variabel yang diamati bobot potong, bobot non karkas luar (darah, kepala, kaki, kulit dan bulu) dan persentase non karkas luar. Hasil penelitian menunjukan rataan bobot potong betina (20,00±0,63)kg dan rataan bobot potong jantan (24,19±0,67)kg. Hasil uji t menunjukan berbeda nyata pada semua variabel yaitu bobot potong, darah, kepala, kaki, kulit dan bulu. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa bobot potong dipengaruhi oleh darah sebesar 64,00 %, kepala 50,00, kaki 63,00 serta kulit dan bulu 58,00 %. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan non karkas luar pada domba serta terdapat hubungan antara bobot non karkas luar dengan bobot potong domba. | The purpose of the study were to kwon(1)the differences external non-carcass weight (blood, head, feet, and skin) of sheep based on sex, (2) to determine the relationship between each of the external non-carcass weights (blood, head, feet, and skin) of the slaughterweight. The study seller in Brebes region, the number of animals studied consists of 30 heads of females and 10 heads of males sheep. The study was observe survey and then analyzed using descriptive statistics, t-test and linear regression analysis. Variables observed were the slaughterweight, the weight of external non-carcass (blood, head, feet, and skin) and percentage of externalnon-carcass. The results of the experiment showed that the average slaughterweight of females (20.00 ± 0.63)kg and males (24.19 ± 0.67)kg. The results of the t test showed that there were significant a differences on all the variables to the slaughterweight, blood, head, feet, and skin. Regression analysis showed that theslaughterweightof sheep based on the sex influenced by the blood of 64.00 %, heads 50.00, feet 63.00, and of skin 58.00 %. The conclusion of this research that there was significantly differences beetwen the external non-carccas and their was relationship between the weight of external non-carcass with slaughterweight of sheep. | |
| 9712 | 9653 | C1A011036 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI INDONESIA (Aplikasi Regresi Data Panel Periode 2008-2012) | Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks yang ditetapkan oleh UNDP pada tahun 1996 untuk mengukur kesejahteraan masyarakat. IPM Indonesia meningkat selama periode 2008-2012. Namun, ketimpangan antar wilayah terjadi di 33 provinsi di Indonesia. Posisinya di dunia masih di bawah rata-rata (121 dari 187 negara) dan peringkat 5 di antara negara-negara ASEAN (UNDP, 2013). Berdasarkan fenomena tersebut penelitian ini mencoba untuk menganalisis trend IPM selama periode 2004-2012, untuk memprediksi tingkat IPM Indonesia pada tahun 2015, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi IPM yaitu PDRB, rasio ketergantungan, konsumsi rumah tangga untuk makanan, APBD untuk pendidikan, dan APBD untuk kesehatan. IPM Indonesia telah menunjukkan trend positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB dan APBD untuk kesehatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, sedangkan rasio ketergantungan dan konsumsi rumah tangga untuk makanan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM. Namun, APBD untuk pendidikan tidak berpengaruh terhadap IPM. IPM merupakan indikator penting dalam pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus berupaya untuk meningkatkan IPM setiap tahunnya. Pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan, pengendalian populasi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan IPM. | Human Development Index (HDI) is an index established by UNDP in 1996 to measure the well-being of society. Indonesian HDI increased during the period of 2008-2012; however, there is high variation among 33 provinces. Its position in the world is still below the average (121 of 187 countries) and ranks 5 among ASEAN countries (UNDP, 2013). Based on this phenomenon this study tries to analyze the trend of HDI during the period of 2004-2012, to predict the level of Indonesian HDI by 2015, and to analyze the determinants of HDI which include GDP, dependency ratio, household consumption for food, government budget for education, and the budget for health. Indonesia has shown a positive trend of HDI. The results indicate that GDP and government budget for health have positive effect on HDI, whereas dependency ratio and household consumption for food have negative effect. However, the budget for education has no effect on HDI. HDI is an important indicator of development; therefore, the government and the society should have to take efforts to improve the HDI. Economic growth, income distribution, population control, poverty alleviation, as well as improvement in health services and education are needed in order to improve the HDI. | |
| 9713 | 9655 | C1A010085 | Perkembangan Wisata Bahari Terhadap Pendapatan Masyarakat Pulau Nusakambangan | Penelitian ini berjudul “Perkembangan Wisata Bahari Terhadap Pendapatan Masyarakat Pulau Nusakambangan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan setelah adanya obyek wisata di Pulau Nusakambangan serta untuk menganalisis pendapatan masyarakat di Pulau Nusakambangan dan sekitarnya berdasarkan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Cilacap. Metode penelitian ini menggunakan uji t before-after untuk mengetahui apakah terjadi perubahan pendapatan masyarakat sebelum dan setelah adanya obyek wisata kemudian dibandingkan dengan KHL (kualitashiduplayak) di KabupatenCilacappadabulan November 2013. Hasil penelitian ini menunjukan adanya perubahan peningkatan pendapatan pada pedagang dan tukang perahu di Pulau Nusakambangan dan sekitarnya. Namun masih ada pedagang dan tukang perahu yang pendapatannya masih dibawah KHL Kabupaten Cilacap. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah Masyarakatdiharapkan mampu meningkatkan usaha dagang dan jasa mereka agar usaha tersebut senantiasa mampu menjadi sumber mata pencaharian yang menjanjikan bagi masyarakatdanPeran pemerintah diperlukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. | The research entitled “Development of marine tourism on the income of the people in the Nusakambangan Island and surrounding”. This study aims to determine how the socio-economic conditions of society before and after the introduction of a tourist attraction in Nusakambangan Island and surrounding. As well as to analyze income in Nusakambangan Island and surounding society based on the needs of decent living standards (KHL) in Cilacap regency. Research using t test before-after the change to determine whether the income of the people before and after the introduction of a tourist attraction then comparen with the needs of decent living standard (KHL) in cilacap Regency nov 2013. The result of these studies show the chage in the increase in revenue in the merchant and the boatman in Nusakambangan Island and surounding. But still there are merchant and boatman whose income is below the KHL in Cilacap Regency. The implication of this research is communiy are expected to increase their trading bussines and services that the bussines is able to be a good source of livehood for the community can be avoided and the role of government is necessary to increase incomes. | |
| 9714 | 9656 | C1A010072 | DAMPAK PARIWISATA OWABONG TERHADAP SOSIAL EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DESA BOJONGSARI KECAMATAN BOJONGSARI KABUPATEN BOJONGSARI | Penelitian ini berjudul “Dampak Pariwisata OWABONG Terhadap Sosial Ekonomi Dan Sosial Budaya Masyarakat Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial ekonomi dan sosial budaya masyarakat Desa Bojongsari yang ditimbulkan dari kegiatan Objek Wisata OWABONG. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan Objek Wisata OWABONG, unit usaha, tenaga kerja unit usaha, dan masyarakat Desa Bojongsari. Sampel wisatawan diambil sebanyak 100 orang responden, sampel unit usaha yang diambil sebanyak 30 responden, sampel tenaga kerja unit usaha diambil sebanyak 15 responden dan sampel masyarakat Desa Bojongsari diambil sebanyak 45 responden. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Untuk menganalisis dampak sosial ekonomi yaitu dengan menghitung penerimaan total unit usaha, menghitung upah tenaga kerja lokal yang bekerja di unit usaha, dan menghitung pengeluaran perbulan masyarakat lokal yang didukung secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan wisata yang membelanjakan pendapatan mereka di daerahnya, dan ratio income multiplier. Untuk menganalisis dampak sosial budaya data yang telah terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk grafik dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dampak sosial ekonomi menunjukkan bahwa total dampak langsung perbulan yaitu sebesar Rp 2.091.951.340,00, dampak tidak langsung yaitu sebesar Rp 70.300.000,00, terdapat dampak lanjutan, yaitu sebesar Rp 328.025.770,00. Nilai Ratio Income Multiplier Tipe I adalah sebesar 1,03 dan nilai Ratio Income Multiplier Tipe II adalah sebesar 1,19, dapat disimpulkan bahwa kegiatan Objek Wisata OWABONG telah mampu memberikan dampak sosial ekonomi terhadap perekonomian lokal. Dampak sosial budaya yang ditimbulkan dapat disimpulkan sebagai berikut: pertama, tidak menyebabkan hubungan interpersonal antara anggota masyarakat (kerjasama) dengan tetangga sekitar berkurang. Kedua, masyarakat Desa Bojongsari lebih banyak berpindah jenis pekerjaan dari sektor non pariwisata ke sektor pariwisata. Ketiga, tidak menyebabkan stratifikasi sosial (pelapisan sosial) masyarakat Desa Bojongsari berubah, masyarakat Desa Bojongsari lebih menghormati orang-orang yang mempunyai pengaruh dan berajasa terhadap masyarakat luas di Desa Bojongasari daripada orang yang mempunyai kekayaan. Keempat, sebagian besar tingkat pendidikan keturunan lebih baik/naik dari pada (orang tua). Secara garis besar masyarakat Desa Bojongsari sudah menerima wisatawan sebagai suatu yang lumrah/biasa, dan hubungan wisatawan dengan masyarkat Desa Bojongsari lebih didominasi oleh hubungan komersial. | The title of this research is “OWABONG Tourism Effect to Social Economy and Social Culture of Bojongsari Village People Bojongsari Sub District Purbalingga Regency”. The purpose of this research is to find out the social economy and social culture effect from OWABONG tourism. Population of this research are tourists or visitors of OWABONG tourism, business unit, business unit employee, and Bojongsari Village people. Sample of tourist taken 100 respondents, sample of business unit taken 30 respondents, sample of business unit employee taken 15 respondents, and sample of Bojongsari Village people taken 45 respondents. Sample determined by purposive sampling technique. The indicator of social economy effect, will count the value of direct effect, indirect effect, and induced effect. To analyze social economy, by calculate total revenue the business units, counting the wage of local employee who work in business unit, and counting the monthly expenditure of local people that supported directly and indirectly by tourism activity spend their income in their area., and income multiplier ratio. To analyze social culture effect, the collected data present by graphics and anayze it by qualitative descriptive. Social economy effect shows that total direct effect per month is Rp 2.091.951.340,00, indirect effect is Rp 70.300.000,00, induced effect is Rp 328.025.770,00. Ratio Income Multiplier value Type I is 1,03 and Ratio Income Multiplier value Type II is 1,19. Can be concluded that OWABONG tourism activity has been able to provide social economy effect to local economy. Social culture effect can be concluded : first, there is no change of interpersonal relationship between Bojongsari Village people. Second, most of Bojongsari Village people switch the type of work from non tourism sector to tourism sector. Third, doesn’t lead to change of Bojongsari Village people social startification, Bojongsari Village people more respectful of the people who have influence and meritorious to Bojongsari Village than those who have wealth. Fourth, education level of most ancestry better than their parent. In essentials, Bojongsari Village people have accepted tourist as a normal or usual, and relation between tourist and Bojongsari Village people dominated by commercial relationship. | |
| 9715 | 10817 | E1A009239 | PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA DALAM PERKARA GUGAT CERAI (Suatu Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 225/Pdt.G/2013/PA.Jambi) | Putusan Pengadilan Agama pada Pengadilan Agama Jambi atas perkara Nomor 225/Pdt.G/2013/PA.Jambi tertanggal 17 Juli 2013 tentang “Gugat Cerai” antara seorang ibu rumah tangga (istri) sebagai penggugat dan seorang laki-laki (suami ) sebagai tergugat, hakim memberikan pertimbangan hukum bahwa penggugat tidak hadir dalam persidangan yang telah ditentukan dan memberikan putusan gugatan penggugat Tidak Dapat Diterima (Niet Onvankelijk Verklaard). Hal ini tidak sesuai dengan peraturan yang terdapat dalam pasal 124 HIR/148 Rbg yang menyatakan bahwa jika penggugat tidak hadir pada hari sidang yang telah ditentukan atau tidak menyuruh wakilnya untuk menghadiri persidangan maka hakim dapat menjatuhkan putusan gugur. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian dengan mengambil judul skripsi “PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA DALAM PERKARA GUGAT CERAI (Suatu Tinjuan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 225/Pdt.G/2013/PA.Jambi)”. Tipe penelitian ini adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutus Gugatan Tidak Dapat Diterima dalam perkara gugat cerai dan untuk mengetahui akibat hukum terhadap Gugatan Yang Tidak Dapat Diterima dalam perkara gugat cerai. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa majelis hakim pengadilan agama jambi dalam memutus perkara Nomor 225/Pdt.G/2013/PA.Jambi tidak cermat karena pertimbangan hukum hakim atas ketidakhadiran penggugat dalam persidangan yang telah ditentukan maka seharusnya hakim menggunakan pasal 124 HIR/ 148 Rbg yakni menjatuhkan putusan Gugur bukan putusan Gugatan Tidak Dapat Diterima. Akibat hukum dari Gugatan Tidak Dapat Diterima dalam perkara gugat cerai, maka penggugat dapat mengajukan gugatan kembali ke persidangan dengan jalan memperbaiki atau menghilangkan cacat formil yang terdapat pada gugatan. Kata Kunci : Gugatan, Gugat Cerai, Putusan, Pengadilan Agama | Religion court decision in Jambi Religion Court in case number : 225/Pdt.G/2013/PA.Jambi date 17 July 2013 about divorce lawsuit between a housewife (wife) as plaintiff and men as defendant, judges give legal consideration that plaintiff is absent in process of court which has been determined and give decision that lawsuit from plaintiff is unacceptable (Niet Onvankelijk Verklaard). It is not accordance with the regulation in article 124 HIR/148 Rbg which is state : if plaintiff is absent in the day of court that has been determined or does not sent representative to attend the court than judges can give droped decision. Based on the description, author has interest to do research by take title of the thesis “DECISION OF COURT WHICH STATES THAT LAWSUIT IS UNACCEPTABLE IN DIVORCE LAWSUIT CASE ( Judicial Review of Decision Number : 225/Pdt.G/2013/PA.Jambi). The type of research is normative juridical with approaching method is statute approach and analytical approach. This research has goal to know the legal considerations of judges to make unacceptable lawsuit decision in divorce lawsuit case also to know legal consequences of unacceptable lawsuit decision in divorce lawsuit case. Based on result of research obtained conclusion that judges of Jambi Religion Court in decision making process for case Number : 225/Pdt.G/2013/PA.Jambi were not meticulous because legal consideration of the judges about plaintiff absence in process of court which has been determined, so judges must use article 124 HIR/ 148 Rbg which give droped decision and it is not unacceptable lawsuit decision. Legal consequences of unacceptable lawsuit decision in divorce lawsuit case then plaintiff can resubmit the lawsuit to the court with fix or eliminate formal defect in that lawsuit. Key words : Lawsuit, Divorce Lawsuit, Judge Decision, Religion Court | |
| 9716 | 10814 | F1C011041 | Penggunaan Sticker LINE dan Kepuasan Mengekspresikan Diri | ABSTRAKSI Judul penelitian ini adalah “Penggunaan Sticker LINE dan Kepuasan Mengekspresikan Diri”. LINE Sticker merupakan salah satu fitur yang terdapat di dalam aplikasi LINE Messenger. Pemakaian Sticker ini juga menjadi tren tersendiri dikalangan pengguna aplikasi LINE. Berbagai bentuk dan karakter yang terdapat di dalam sticker LINE dapat membuat penggunanya untuk mengekspresikan perasaan, emosi, atau keadaan yang dirasakannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan sticker LINE dan kepuasan mengekspresikan diri yang dirasakan oleh pengguna LINE, khususnya mahasiswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan metode survai. Subjek di dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 82 orang dari total 448 orang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportionate stratified random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uses and Gratification yang dikembangkan oleh Katz dan Blumer. Untuk menganalisis data dari kuesioner, peneliti menggunakan uji korelasi Pearson’s Product Moments dan uji regresi linear sederhana untuk menentukan R2. Dari hasil analisis uji korelasi Pearson, terdapat hubungan linear positif cukup berarti antara penggunaan Sticker LINE dan kepuasan mengekspresikan diri. Hal ini ditandai dengan koefisien korelasi diantara dua variabel, yaitu penggunaan Sticker LINE dan kepuasan mengekspresikan diri adalah sebesar 0,468 (dalam skala Guilford) dengan nilai probabilitas 0,00 dan nilai signifikansi 0,01 (2 tailed). Selain itu, berdasarkan hasil dari uji regresi dalam penelitian ini, ditemukan nilai R2 sebesar 0,219. Hasil ini berarti bahwa sebanyak 21,9% kepuasan mengekspresikan diri mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed dipengaruhi oleh penggunaan sticker LINE. | ABSTRACT The title of this research is “The Usage of LINE’s Sticker and The Satisfaction of Self-Expression”. LINE Sticker is one of the features in LINE Messenger application. Nowadays, the usage of this stickers also being a trend among the users. The shapes and characters of LINE’s Sticker allow the users to express their feelings, emotions, or conditions to others. This research aims to determine the relationship between the usage of stickers and the satisfaction of self-expression among their users, especially the students. This is a quantitative research and uses survey as its method. The subjects are the students of Communication Science of FISIP Jenderal Soedirman University. This research uses 82 respondents as samples out of a total of 448 people. Sampling technique used in this research is proportionate stratified random sampling and the data are obtained from questionnaires. This research based on Uses and Gratification Theory developed by Katz and Blumer. To analyze data from the questionnaires, researchers use Pearson’s Product Moments Correlation’s test and simple linear regression’s test to determine R2. From the Pearson’s correlation analysis result that the usage of stickers and the satisfaction of self-expression has a significant linear positive relationship. It is characterized by a correlation coefficient between two variables, namely usage of LINE’s Sticker (x) and the satisfaction of self-expression (y) that is 0,468 (in Guilford scale) with probability value 0,00 and significant value 0,01 (2-tailed). The value indicates that with the higher usage of LINE’s Sticker, the satisfaction of self-expression levels will also be higher. Based on the simple linear regression’s test in this research, the value of R2 is 0,219. This result means that 21,9 % gratification of self-expression that felt by Communication Science students come from or influenced by the usage of LINE’s sticker. | |
| 9717 | 10809 | H1E009003 | PENELUSURAN JEJAK SUMBER AIR PANAS KALIBACIN DESA TAMBAKNEGARA KECAMATAN RAWALO KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN SURVEI GEOLISTRIK RESISTIVITAS | Penelitian geolistrik resistivitas menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner telah dilakukan di Kalibacin Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susunan perlapisan batuan bawah permukaan tanah dan mengetahui jejak sumber air panas Kalibacin. Pengukuran dilakukan pada tiga lintasan menggunakan Resistivitymeter tipe Naniura NRD 22S. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv 3.54.54. Hasil pengolahan data berupa pemodelan sebaran nilai resistivitas batuan. Interpretasi struktur batuan bawah permukaan tanah menunjukkan bahwa di lintasan Kalibacin 1 terdiri dari lapisan lempung pasiran dengan nilai resistivitas (2,35-5,71) Ωm, lempung (1,51-4,57) Ωm dan lempung pasiran (3,67-7,12) Ωm. Lintasan Kalibacin 2 terdiri dari lempung pasiran dengan nilai resistivitas (2,06-6,23) Ωm, lempung (1,33-4,00) Ωm dan lempung pasiran (1,33-6,23) Ωm. Lintasan Kalibacin 3 terdiri dari lempung pasiran (2,66-4,63) Ωm dan lempung (2,13-3,71) Ωm. Ketiga lintasan tersebut memiliki kesamaan yang ditunjukkan pada batuan dan litologi yang saling berhubungan. Hasil tersebut menunjukkan adanya jejak sumber air panas yang mengalir dari utara ke selatan menuju sumber air panas Kalibacin. | Geoelectrical resistivity research using the Wenner configuration of geoelectrical method has been done in the Kalibacin Tambaknegara Village, Rawalo Subdistrict, District of Banyumas. This study aims to determine the composition of subsurface rock bedding and determine Kalibacin hot springs trace. Measurements were performed on three lines using Resistivitymeter, Naniura NRD 22S type. The data were processed using Res2Dinv 3.54.54 software. The results of data processing are distribution of rock resistivity values. The interpretation of sub surface rock structures shows that the first Kalibacin line consist of the layer of sandy clay with the resistivity value (2.35-5.71) Ωm, clay (1.51-4.57) Ωm and sandy clay (3.67-7.12) Ωm. The second Kalibacin line consist of a layer of sandy clay with the resistivity value (2.06-6.23) Ωm, clay (1.33-4.00) Ωm and sandy clay (1.33-6.23) Ωm. The third Kalibacin line consist of a layer of sandy clay with the resistivity value (2.66-4.63) Ωm and clay (2.13-3.71) Ωm. The three lines have shown similarities and lithologies in interconnected rock. These results showed the presence of traces of hot springs flowing from north to south towards the Kalibacin hot spring. | |
| 9718 | 9654 | A1M010027 | PERUBAHAN KUALITAS GULA KELAPA CETAK DENGAN BERBAGAI VARIASI KEMASAN SELAMA PENYIMPANAN | Gula kelapa cetak merupakan produk yang mudah rusak, sehingga perlu diberi perlakuan kemasan untuk menghambat kerusakan. Kemasan yang umum digunakan untuk produk pangan adalah plastik dan karton. Plastik polipropilen dan polietilen merupakan kemasan plastik yang paling aman digunakan untuk produk pangan. Untuk menjaga kualitas selama penyimpanan diperlukan pengemasan yang tepat agar gula kelapa cetak memiliki daya simpan yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh variasi kemasan terhadap kualitas gula kelapa cetak; 2) Mengetahui perubahan kualitas gula kelapa cetak selama penyimpanan; 3) Menentukan variasi kemasan yang mempertahankan kualitas gula kelapa cetak terbaik dan lama penyimpanan yang menghasilkan gula kelapa cetak yang masih baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) atau Split Plot Design dengan dua faktor perlakuan yang disusun dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah variasi kemasan (K) dan faktor kedua adalah lama penyimpanan (B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Variasi kemasan berpengaruh terhadap kadar gula reduksi dan tekstur gula kelapa cetak. Kemasan terbuka menghasilkan kualitas yang kurang baik, sedangkan pada kemasan tertutup menghasilkan kualitas gula kelapa cetak yang baik. 2) Selama penyimpanan kualitas gula kelapa cetak mengalami perubahan yaitu meningkatnya kadar gula reduksi dan tekstur gula kelapa cetak semakin lunak 3) Gula kelapa cetak yang dikemas dengan kemasan tertutup selama penyimpanan 6 bulan masih baik sedangkan gula kelapa cetak dengan kemasan terbuka sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Variasi kemasan polipropilen 0,05 + karton merupakan kemasan yang terbaik untuk penyimpanan gula kelapa cetak sampai 6 bulan. | Solidified coconut sugar is products that are easily damaged, so needed given packaging treatment to hinder it. The pack commonly used for food products is plastic and carton. Polypropylene and polyethylene plastic is used most secure plastic packaging to food products.to maintain the necessary for storage of packaging right to having stored for a long time. The research aims to: 1) know how the variations of packaging to quality produce solidified coconut sugar; 2) know how long save against the quality of solidified coconut sugar; 3) find out and determine the variation of the old save packaging and produce the best solidified coconut sugar. The research includes experimental design using experimental Designs Divided Compartments (RPT) or a Split Plot Design with two factors that are compiled with 5 treatment of Deuteronomy. The first factor is the variations of packaging (K) and the second factor is prolonged storage (B). The results showed that 1) Variation of packaging effect on reducing sugar levels and texture palm coconut sugar. Solidified coconut sugar with opened packaging produce poor quality sugar, while the sugar are closed package using. 2) During the storage of solidified coconut sugar quality changes is resulting solidified coconut sugar reducing sugar content increased and texture decreased. 3) solidified coconut sugar are packaged with closed packaging storage for 6 months still goods, while the solidified coconut sugar packaging with opened packaging is not suitable for consumption. Variations proper packaging to mantain the best quality of block palm sugar which is polypropilene 0,05 and cartons package. | |
| 9719 | 9657 | A1M010025 | KAJIAN NILAI ENERGI, NILAI INDEKS GLIKEMIK, DAN BEBAN GLIKEMIK GULA KELAPA CETAK | Banyumas merupakan sentral tanaman kelapa sekaligus penghasil gula kelapa yang sangat potensial di Jawa Tengah bahkan di Indonesia. Gula kelapa adalah gula yang dihasilkan dari penguapan nira kelapa (Cococ nusifera Linn). Gula kelapa tidak tersedia dalam bentuk cetak saja, tetapi diversifikasi gula kelapa sudah tersedia dalam bentuk kristal maupun cair. Gula sebagai pemanis sangat rentan efeknyam terhadap kesehatan, terutama dalam peningkatan kadar glukosa darah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : 1) Menentukan komposisi kimia dan nilai energi gula kelapa cetak. 2) Mengetahui dan mengklasifikasikan nilai indeks glikemik,dan beban glikemik gula kelapa cetak. Penelitian ini melibatkan 12 orang responden yang telah memenuhi kriteria responden uji indeks glikemik. Nilai indeks glikemik ditentukan dengan membandingkan luas daerah dibawah kurva antara pangan yang diukur IG-nya dengan pangan acuan menggunakan metode IAUC (Incremental Area Under Curve). Beban glikemik dihitung dengan rumus nilai indeks glikemik dikalikan dengan jumlah g karbohidrat dibagi 100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gula kelapa cetak memiliki kadar air 11,70%bb, kadar abu 2,50%bk, kadar lemak 1,45%bk, kadar protein 4,20%bk, kadar karbohidrat 80,15%bk dan nilai energi sebesar 350,45 Kkal. Gula kelapa cetak memiliki nilai indeks glikemik sebesar 52,97 dan beban glikemik sebesar 26,54 termasuk golongan pangan dengan indeks glikemik rendah dan beban glikemik tinggi. | Banyumas is central areas of coconut producer and palm sugar with huge potential in Central Java and even in Indonesia. Palm sugar is sugar made by destilation coconut flower water. Sugar palm not only available in solid shape but also has diversification into granulated and liquid sugar. Sugar is additional sweet flavour is verry tangible harm damage health, mostly increasing glicogen. This research involved 12 respondents who fulfilled the criteria of respondents for glycemic index test. The product is analyzed about nutrient content, counted the value of energy and the amount of food test given. Glycemic index is determined with comparing broad areas under a curve between test food with food reference used IAUC (Incremental Area Under Curve) method. Glycemic load counted with the formula the value of the glycemic index multiplied by the number of g carbohydrates divided 100. The results of this research show that solidified coconut sugar have water content (11,70% b/b), mineral (2,50%), fat (1,45% b/k, protein (4,20 b/k), carbohydrate (80,15% b/b) and energy value (350,45 Kcal). Solidified coconut sugar have glycemix index (52,97) and glycemic load (26,54) are belonged to low glycemix index and high glycemic index | |
| 9720 | 6110 | G1D009080 | PENGARUH TERAPI NUTRISI BUAH PISANG TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SDN 3 GRENDENG PURWOKERTO | PENGARUH TERAPI NUTRISI BUAH PISANG TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SDN 3 GRENDENG PURWOKERTO Nurmala Sari1 Eko Winarto2 Sobihin3 ABSTRAK Latar Belakang : Memori jangka pendek merupakan penyimpanan sementara item yang diterima dalam waktu sekejap. Orang dewasa dapat mengingat sampai 7 digit angka namun anak usia 10-12 tahun biasanya dapat mengingat 3 digit. Meningkatkan kemampuan memori jangka pendek bisa dengan berbagai macam hal salah satunya dengan memberikan nutrisi makanan yang mengandung gula yang cukup untuk tubuh sepertii buah pisang. Gula buah yang terkandung dalam buah pisang adalah fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibanding dengan glukosa. Tujuan :Mengetahui pengaruh terapi nutrisi buah pisang terhadap memori jangka pendek pada anak usia 10-12 tahun di SDN 3 Grendeng Purwokerto. Metode : Penelitian ini bersifat quasi experiment dengan non probability sampling pretest-posttest with control group design. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel18 kelompok perlakuan dan 18 kelompok kontrol. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik t berpasangan dan t tidak berpasangan. Hasil :Hasil analisa statistik dengan uji t berpasangan didapatkan nilai pada kelompok perlakuan p=0,000 dan pada kontrol p=0,602. Hasil analisa statistik dengan uji t tidak berpasangan didapatkan nilai p=0,006. Kesimpulan :Buah pisang dapat meningkatkan memori jangka pendek anak usia 10-12 tahun di SDN 3 Grendeng Purwokerto. Kata Kunci : terapi nutrisi, buah pisang, memori jangka pendek, anak-anak | THE EFFECT OF NUTRITION THERAPY : BANANA FRUIT ON SHORT TERM MEMORY IN 10-12 YEARS OLD CHILDREN AT SDN 3 GRENDENG PURWOKERTO Nurmala Sari1 Eko Winarto2 Sobihin3 ABSTRACT Background: The short term memory is a temporary storage items accepted in a short time. An adult usually can remember until 7 digits numbers in short time, but 10-12 years old children usually can remember until 3 digits. Increasing the ability of short term memory can be done by many ways, for example by giving foods that contain enough sugar for body, such as bananas. Fruit sugar in banana is fructose which has a lower glycemic index than glucose. Objective: To know the effect of banana therapy toward short term memory in 10-12 years old children at SDN 3 Grendeng Purwokerto Method: This study is a quasi experiment with non probability sampling pretest-posttest with control group design. The method of sampling was a purposive sampling with the amount of 18 treatment group and 18 control groups. Analysis used in this study was the pair t test and non pair t test statistic test. Result: The result of statistical analysis with pair t test in treatment groupgot the p value= 0,000 and in control group p value = 0,602. The statistical analysis result with non pair t testgot p value = 0,006. Conclusion: banana fruit can increase the short term memory in 10-12 years old children at SDN 3 Grendeng Purwokerto Keywords: nutrition therapy, banana, short term memory, children |