Home
Login.
Artikelilmiahs
11372
Update
JOKO WALUYO
NIM
Judul Artikel
EFISIENSI PEMASARAN MELATI PUTIH (Jasminium sambac) DI KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Melati putih termasuk komoditas utama pengembangan tanaman hias dataran rendah di Indonesia. Jika bagian atau keuntungan yang diterima produsen cukup besar, maka mereka akan lebih meningkatkan usahataninya. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengidentifikasi saluran pemasaran melati putih di Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, (2) Menghitung besarnya marjin pemasaran melati putih pada setiap saluran pemasaran, (3) Menghitung bagian harga yang diterima petani (farmer’s share), persentase biaya dan keuntungan, (4) Mengevaluasi saluran pemasaran yang paling efisien berdasarkan indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis. Penelitian dilakukan di Desa Maribaya, Plumbungan, dan Kramat Kecamatan Kramat dengan sasaran penelitian petani melati putih dan pedagang perantara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel petani melati putih menggunakan metode Simple Random Sampling. Jumlah petani yang menjadi responden sebanyak 42 orang.dan pengambilan sampel pedagang perantara melati putih menggunakan metode snowball sampling dan diperoleh sebanyak 11 orang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis marjin, farmer’s share, persentase biaya, keuntungan dan analisis efisiensi teknis dan ekonomis. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Terdapat 4 pola saluran pemasaran melati putih di Kecamatan Kramat yakini saluran I yaitu petani – pengumpul – pedagang besar – eksportir, saluran II yaitu petani – pengumpul – pedagang besar – pabrik teh, saluran III yaitu petani – pedagang besar – eksportir, dan saluran IV yaitu petani – pengumpul – pengecer – konsumen. (2) Besarnya marjin pemasaran melati putih Kecamatan Kramat di setiap saluran pemasaran yaitu: saluran I sebesar Rp21.808,00/kg, saluran II sebesar Rp24.000,00/kg, saluran III sebesar Rp17.500,00/kg dan saluran IV sebesar Rp19.500,00/kg. Marjin pemasaran yang paling kecil terdapat saluran III (petani – pedagang besar - konsumen). (3) Farmer’ s share terbesar ada pada saluran pemasaran III sebesar 55,69 persen. Persentase biaya terkecil ada pada saluran III sebesar 26,08 persen. Persentase keuntungan terbesar pada saluran pemasaran III sebesar 73,92 persen. (4) Berdasarkan nilai indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis diketahui saluran pemasaran melati putih yang paling efisien terdapat pada saluran III, karena memiliki nilai indeks efisiensi teknis terkecil dan indeks efisiensi ekonomis terbesar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
White jasmine including major commodities in the priority development of low-lying plants in Indonesia. By looking at the marketing of white jasmine, it can be seen gains (share) received by farmers. If part or benefits received is large enough, then the farmers will further intensify farming producers. The research aims to, (1) Identify the marketing channels of white jasmine in District Kramat Tegal,(2) Calculate the magnitude of marketing margins of white jasmine on each marketing channel, (3) Calculating part of the price received by farmers (farmer's share), the percentage of costs and benefits and, (4) Determine the marketing channel most efficient based on the index of technical efficiency and economic efficiency index. The study was conducted in the village Maribaya, Plumbungan, and Kramat Kramat District of targeted research onion farmers and middlemen. The method used was a survey, and sampling of white jasmine farmers use a Simple Random Sampling The number of farmers who responded to as many as 42 people and sampling white jasmine middlemen obtained using snowball sampling as many as 11 people. Data analysis using descriptive analysis, margin analysis, the farmer's share, the percentage of the costs, benefits, and analysis of technical and economic efficiency. The results showed that : (1) There are three patterns of white jasmine marketing channels in the District Kramat channel I are farmers - collectors - wholesaler – tea factory, channe III that farmers - wholesaler – exportir ,and channels IV that farmers - collectors - retailers - consumers. (2) Marketing margin of white jasmine in District Kramat on each channel marketing are: Channel I have a marketing margin of Rp21.808/kg, marketing channel II of Rp24.000/kg, channel marketing III of Rp17.500/kg and marketing channels IV of Rp19.500/kg. (3) Farmer's largest share for the third marketing channel by 55.69%. The smallest percentage of the cost is in line III of 26.08%. The largest percentage gain in channel marketing III of 73.92%. (4) Based on the value of the index of technical efficiency and economic efficiency, the most efficient marketing channels for white jasmine are on the third line because it has the smallest technical efficiency index and the biggest economical efficiency index.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save