Artikel Ilmiah : B1J008143 a.n. WONDO PRIYANTO

Kembali Update Delete

NIMB1J008143
NamamhsWONDO PRIYANTO
Judul ArtikelPengaruh Pemupukan Ekstrak Salvinia molesta dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Kepadatan dan Produksi Gel Mikroalga Spirulina platensis Kultur Semi Massal
Abstrak (Bhs. Indonesia) Spirulina platensis adalah ganggang renik (mikroalga) berwarna hijau kebiruan yang sering dikultur sebagai pakan alami ikan dan makanan kesehatan. Mikroalga ini banyak mengandung nutrisi seperti protein, asam lemak, vitamin, dan antioksidan. Untuk kultur Spirulina platensis diperlukan pemupukan yang tidak membahayakan organisme pemangsa. Pupuk organik yang ramah lingkungan dapat diperoleh dari ekstrak gulma air. Gulma air merupakan tumbuhan pengganggu alami pertanian, namun kandungan unsur haranya cukup tinggi, sehingga berpotensi sebagai pupuk organik dalam kultur Spirulina platensis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak gulma Salvinia molesta terhadap kepadatan dan produksi gel Spirulina platensis pada kultur semi massal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali. Faktor yang dicobakan adalah penambahan konsentrasi ekstrak gulma Salvinia molesta dengan konsentrasi 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, dan 800 ppm. Parameter utama yang diukur adalah kepadatan Spirulina platensis. Parameter pendukung meliputi suhu, pH, dan salinitas. Metode analisis yang digunakan adalah uji F untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan dan berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui perbedaan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk ekstrak S.molesta memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kepadatan populasi dan produksi gel S. platensis. Penambahan pupuk S. molesta pada konsentrasi 800 ppm menghasilkan kepadatan tertinggi sebesar 1272 sel/ml dan produksi gel tertinggi sebesar 0,175 g/l
Abtrak (Bhs. Inggris)Spirulina platensis is a microscopic algae (microalgae) are often bluish green colored cultured fish as a natural food and health food. Microalgae contain many nutrients such as protein, fatty acids, vitamins, and antioxidants. Spirulina platensis culture necessary for fertilization that does not harm predatory organisms. Eco-friendly organic fertilizer can be obtained from extracts of aquatic weeds. Aquatic weed is a natural distuber plant of agricultural, but it contains of quite high nutrient, so the potential as an organic fertilizer in the culture of Spirulina platensis. This research is aimed to determine the effect of weed Salvinia molesta extract the gel density and production of Spirulina platensis on semi mass culture. The method used in this research is experimental with a complete randomized design (CRD), consisting of 5 and each treatment was repeated 3 times. Factor to be tested are increasing the concentration of the extract weed Salvinia molesta with concentrations of 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, and 800 ppm. The primary parameter measured is the growth of the cell population of Spirulina platensis. Supporting parameter include temperature, pH, and salinity. The analytical method used is the F-test to determine the effect of different between the treatment and if it is real, then followed by LSD test to determine differences in treatment. The results showed that the concentration of the extract S. molesta provide a significantly different effect on the population density and the production of gel S. platensis. The addition of fertilizer S. molesta with a concentration of 800 ppm produced the highest population density of 1272 cells / ml and the highest gel production of S. platensis 0.175 g / l.
Kata kunciMikroalga, Kultur Semi Massal, Gulma air, Spirulina platensis.
Pembimbing 1Dra. Hj. Christiani, M.Si.
Pembimbing 2Dra. Dwi Sunu Widyartini, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2014-08-27 09:02:02.662715
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.