Artikelilmiahs

Menampilkan 901-920 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
9016894E1A009131UPAYA PAKSA TERHADAP PEJABAT TATA USAHA NEGARA
YANG TIDAK MELAKSANAKAN PUTUSAN PENGADILAN
DALAM LINGKUNGAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA
(Tinjauan Yuridis Putusan No. 89/G/2009/PTUN-BDG)
Pasal 116 Undang-Undang No. 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara menyebutkan apabila Tergugat tidak bersedia melaksanakan putusan pengadilan yang telah inkracht, maka terhadap Tergugat dapat dikenakan Upaya Paksa berupa pengenaan uang paksa (dwangsom) dan/atau sanksi administratif. Sanksi berupa pengenaan uang paksa (dwangsom) dimulai dengan adanya permohonan dari Penggugat agar Tergugat melaksanakan putusan pengadilan, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 116 ayat (3) Undang-Undang No. 51 Tahun 2009. Setelah adanya permohonan dari Penggugat, Ketua Pengadilan segera membuat surat peneguran yang dikirimkan kepada Tergugat agar melaksanakan Putusan Pengadilan dalam jangka waktu 60 hari. Selama jangka waktu 60 hari tersebut Tergugat tetap tidak melaksanakan, kemudian Ketua Pengadilan membuat penetapan yang ditunjukan kepada Kepala Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah (KPKD) yang memerintahkan agar gaji Tergugat dipotong guna pemenuhan pembayaran uang paksa. Jangka waktu pembayaran uang paksa tersebut sampai dengan dilaksanakannya Putusan Pengadilan oleh Tergugat maksimal 90 hari kerja (asas Kepatutan). Sanksi administratif dapat dikenakan kepada Tergugat (Bupati Bandung) setelah lewatnya jangka waktu pembayaran uang paksa, dan Tergugat tetap tidak mau untuk melaksanakan putusan pengadilan. Tindakan Bupati Bandung yang tidak bersedia melaksanakan putusan pengadilan, dapat dijadikan alasan untuk pemberhentian dalam jabatan karena dikategorikan melanggar Pasal 29 Ayat (2) UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Prosedur pemberhentian diatur dalam Pasal 29 Ayat (4), yang pada intinya menyebutkan, bahwa usul pemberhentian Kepala Daerah diajukan oleh DPRD setelah adanya putusan Mahkamah Agung bahwa Kepala Daerah telah melanggar kewajibannya. Setelah terbukti, usul pemberhentian tersebut harus ditanggapi oleh Presiden, dalam jangka waktu 30 hari setelah DPRD menyampaikan usul tersebut.Article 116 of Law No.. 51 Year 2009 on the Second Amendment Act No.. 5 of 1986 on the State Administrative Court if the Defendant is not willing to mention carry inkracht a court, then the defendant is liable Forced efforts include the imposition of forced money (dwangsom) and / or administrative sanctions. Forced imposition of sanctions in the form of money (dwangsom) begins with the application of Plaintiff that Defendants implement court decisions, as referred to in Article 116 paragraph (3) of Law No. 51 of 2009. Upon the request of the plaintiff, Chief Judge immediately accost a letter that was sent to the Defendant in order to implement the court verdict within 60 days. During the 60 day period the Defendant still did not carry, then President of the Court made a determination that is shown to the Head of Regional Treasury Office (KPKD) which ordered that the Defendant pay cut in order to meet the compulsory payments. Duration of compulsory payments to the implementation of the court verdict by Defendants maximum of 90 working days (principle of Appropriateness). Administrative sanctions can be imposed on the defendant (Regent Bandung) after the termination of the period of compulsory payments, and Defendants still refused to implement court decisions. Bandung Regent actions are not willing to implement court decisions, can be a reason for dismissal in the office since it is violation of Article 29 Paragraph (2) of Law no. 32 of 2004 on Regional Government. Dismissal procedure provided for in Article 29 paragraph (4), which basically states that the proposal for dismissal filed by the Head of Parliament after the Supreme Court ruling that the Regional Head had violated its obligations. Once proven, the proposal for dismissal shall be taken by the President, within 30 days after the parliament had proposed.
9026895F1F008063An Analysis of Borrowing Technique in Self Improvement 1O1
And Its Acceptability
Penelitian ini dilakukan untuk memaparkan peminjaman kata yang digunakan penerjemah dan untuk mengetahui bagaimana keberterimaan dari kata-kata pinjaman dalam buku terjemahan Self Improvement 1O1.
Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari buku Self Improvement 1O1 dan terjemahannya. Terdapat 123 data yang ditemukan. Data primer tersebut berupa kata. Sementara untuk data sekunder diambil dari dari skor kuesioner yang diberikan oleh tiga penilai dalam mengukur keberterimaan kata-kata pinjaman.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif sebab penelitian ini hanya menggunakan teknik pengumpulan, pengklasifikasian, penganalisisan data, yang kemudian diikuti dengan penarikan kesimpulan berdasarkan analisis data. Dalam mengambil data primer, penelitian ini menerapkan total sampling sebagai teknik pengambilan sample dan purposive sampling dalam memilih penilai, sebab penilai harus memenuhi beberapa kriteria yang dipersyaratkan.
Analisis tipe peminjaman kata ini menunjukan ada dua tipe yang diterapkan penerjemah dalam menerjemahkan buku Self Improvement 1O1 ke dalam bahasa Indonesia. Tipe tersebuat adalah pure (18 data atau 14,63%) dan Naturalized (105 data atau 85,37%). Hasil dari kuisioner yang dibagikan pada tiga penilai dalam mengukur tingkat keberterimaan terjemahan menunjukan bahwa sebagian besar data dapat diterima yang meliputi 109 data atau 88,61%. Sementara 10 data atau 8,13% adalah kurang dapat diterima, dan 4 data atau 3,26% tergolong tidak dapat diterima. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kata-kata pinjaman yang digunakan dalam bahasa target diterima oleh pembaca.


Abstract
This research is conducted to describe the borrowing words employed by the translator and to know the acceptability of borrowed words in Indonesian version of Self Improvement 1O1.This research used two kinds of source data, primary and secondary data. The primary data were taken from Indonesian version book of Self Improvement 1O1. There were 123 data found. While the secondary data, they were taken from the scores of the questionnaire given by three raters in measuring the acceptability of borrowed words.This research is a descriptive qualitative research since it uses the technique of collecting, classifying, analyzing data, followed by drawing conclusion based on the data analysis. In taking the primary data, this research employed total sampling as the sampling technique and purposive sampling in choosing the raters because they must fulfill some required criteria.The analysis of the type of borrowing shows that there are two types of borrowing in the Indonesian version book of Self Improvement 1O1. The type are pure (18 data or 14.63%) and naturalized (105 data or 85.37%). The result of the questionnaire distributes to the three raters in measuring the acceptability of borrowed words shows that most of the data are acceptable amount to 109 data or 88.61%, 10 data or 8.13% are less acceptable, and 4 data or 3.26% are unacceptable. It can be concluded that most of the borrowed words used in target text is acceptable for the target reader.
9036896P2AA11051PENGARUH SEKOLAH LAPANGAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SLPTT) TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI PADI DI KECAMATAN MANDE KABUPATEN CIANJURPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh SLPTT terhadap produktivitas dan pendapatan tanaman padi sawah, 2) membandingkan penggunaan jumlah benih, tenaga kerja, pupuk anorganik, pupuk organik, pestisida kimia dan pestisida nabati antara lahan petani SLPTT dan non-SLPTT, 3) mengetahui daya saing hasil usahatani padi sawah PTT terhadap non PTT. Penelitian dilaksanakan di Desa Bobojong Kecamantan Mande Kabupaten Cianjur pada bulan September 2012 sampai Desember 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 63 petani SLPTT dan 31 petani non-SLPTT. Metode analisis data uji produktivitas dan pendapatan petani SLPTT lebih tinggi dari petani non-SLPTT menggunakan uji t satu sisi; uji perbedaan penggunaan jumlah benih, jumlah tenaga kerja, pupuk anorganik, pupuk organik, pestisida kimia dan pestisida nabati menggunakan uji t dua sisi. Analisis daya saing hasil menggunakan analisis Nilai Peningkatan Produktivitas (NPP) dan Nilai Peningkatan Keuntungan (NPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Produktivitas lahan dan pendapatan petani SLPTT lebih tinggi dibandingkan petani non-SLPTT; 2) Terdapat perbedaan penggunaan jumlah benih, tenaga kerja, pupuk anorganik, pupuk organik, pestisida kimia dan pestisida nabati antara petani SLPTT dengan petani non-SLPTT.; 3)Daya saing hasil usahatani padi sawah dengan teknologi PTT lebih tinggi dibandingkan teknologi non PTT, yaitu dibuktikan dengan syarat teknologi PTT tersebut memiliki kemampuan meningkatkan produktivitas dan keuntungan dibandingkan dengan teknologi non PTT.The research is aim to 1) knowing the influence of SLPTT through rice crops income and productivity, 2) compare the usage the number of seed, worker, inorganic fertilizer, organic fertilizer, chemical pesticide, and natural pesticide to SLPTT farmer field and non-SLPTT 3) knowing the competitiveness result of PTT’s field farming to non-PTT. The research was taken place in Bobojong village, Cianjur regency on September 2012 to December 2012. The research method that is used was a survey method. Sampling technique using proportionate stratified random sampling, with a total sample of 63 farmers SLPTT and 31 farmer non-SLPTT. The test data analysis methods SLPTT farmer productivity is higher than the productivity and income of farmers using non-SLPTT one-sided t test and the method for calculating farm income at the farm level in this study used analysis of gross margin; test differences in the use of the number of seeds, number of employees, inorganic fertilizers, organic fertilizers, chemical pesticides and natural pesticides using two-sided t test. Competitiveness analysis results using Value analysis Productivity Improvement (NPP) and Increased Value Gain (NPK). The results of research showed that: 1) the average productivity of farmers' fields higher SLPTT 5831.42 kg / ha compared to non-farmers SLPTT of 4.678,98 kg/ha, and the average income of farmers SLPTT higher at Rp 15.233.844, 88 per hectare compared with non-farm income of Rp 11.093.909,48 SLPTT per hectare; 2) there are differences in the use of the number of seeds, labor, inorganic fertilizers, organic fertilizers, chemical pesticides and botanical pesticides among farmers' fields SLPTT with farmers land non-SLPTT; 3) the competitiveness of rice farming with PTT technology is higher than the non-PTT technology.
9046897H1D009046ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR DAN KAJIAN TARIF PARKIR DI PUSAT PERBELANJAAN MORO PURWOKERTOFasilitas parkir merupakan salah satu bentuk pelayanan untuk pengunjung yang disediakan oleh Pusat Perbelanjaan Moro Purwokerto. Peningkatan jumlah pengunjung akan mengakibatkan peningkatan permintaan kebutuhan parkirnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik parkir, melakukan prediksi permintaan kebutuhan area parkir pada Pusat Perbelanjaan Moro Purwokerto, dan metode penerapan tarif parkir yang sesuai.
Penelitian dilakukan dengan survei lapangan dimana pengolahan datanya menggunakan metode analisis statistik untuk mengetahui karakteristik parkirnya dan analisis finansial untuk pembuatan gedung parkir. Pengumpulan data primer dilakukan survei langsung pada area parkir Pusat Perbelanjaan Moro Purwokerto dari pukul 09:00 sampai pukul 21:00. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan dari dinas atau instansi terkait.
Hasil analisa karakteristik parkir pada Pusat Perbelanjaan Moro Purwokerto menunjukan bahwa akumulasi parkir sepeda motor terbesar sebesar 782 kendaraan, volume parkir sebesar 3457 kendaraan, turn over parkir sebesar 6,64 berdasarkan petak parkir di lapangan dan 7,10 berdasarkan standar SRP Dirjen Perhubungan Darat 1998, rerata durasi parkir sebesar 68,95 menit, indeks parkir sebesar 150,09% berdasarkan SRP di lapangan dan 160,57% berdasarkan standar SRP Dirjen Perhubungan Darat 1998, kapasitas parkir sepeda motor sebesar 521 SRP berdasarkan SRP di lapangan dan 487 SRP berdasarkan standar SRP Dirjen Perhubungan Darat 1998. Sedangkan karakteristik parkir mobil penumpang menunjukan akumulasi parkir terbesar sebesar 171 kendaraan, volume parkir sebesar 1088 kendaraan, turn over parkir sebesar 6,25 berdasarkan petak parkir di lapangan dan 6,33 berdasarkan standar SRP Dirjen Perhubungan Darat 1998, rerata durasi parkir sebesar 98,27 menit, indeks parkir sebesar 98,28% berdasarkan SRP di lapangan dan 99,42% berdasarkan standar SRP Dirjen Perhubungan Darat 1998, kapasitas parkir sepeda motor sebesar 174 petak parkir berdasarkan SRP di lapangan dan 172 berdasarkan standar SRP Dirjen Perhubungan Darat 1998. Petak parkir yang tersedia tidak dapat menampung bertambahnya jumlah kendaraan baik untuk waktu sekarang ataupun 5 tahun yang akan datang. Pembangunan gedung parkir untuk area parkir sepeda motor dan mobil penumpang sangat dibutuhkan untuk menampung kebutuhan parkir kendaraan, selain itu kajian tarif parkir. Kajian tarif parkir dilakukan dengan analisis kelayakan finansial yang memiliki tingkat suku bunga 10,25% per tahun dan tingkat inflasi 5,893%. Analisis kelayakan finansial menunjukan bahwa alternatif tarif parkir sepeda motor yang dipilih adalah metode tarif tetap Rp 1.000,00 tetapi tarif dinaikan Rp 500,00 setiap 2 tahun sekali, alternatif ini memiliki NPV dan BCR terbesar. Sedangkan tarif parkir mobil penumpang yang dipilih adalah metode tarif tetap Rp 2.000,00 tetapi tarif dinaikan Rp 1.000,00 setiap 2 tahun sekali, alternatif ini memiliki NPV dan BCR terbesar serta payback period tercepat. Pemilihan alternatif tarif parkir sepeda motor dan mobil penumpang juga harus disertai dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan parkir.

Kata kunci : Moro Purwokerto, Satuan Ruang Parkir, Karakteristik Parkir, Tarif Parkir, Kelayakan Finansial
Parking facility is one of the services to be provided for the Moro visitors Purwokerto shopping center. The increasing number of visitors day by day, cause the increasing of parking demand. The purpose of this research was to determine the characteristics of the parking lot, to predict the demand parking in Moro shopping center, and the method of parking rates which need to be applied.
The research was conducted by a field surveys, using statistical analysis methods to determine the characteristics of parking park, and financial analysis. Primary data were collected by field surveys at the parking area Moro mall from 09:00 to 21:00. and the secondary data was collected by collecting the required data from related agencies or institutions.
Analysis result of the parking characteristics at the Moro shopping center showed that the biggest accumulation of the motorcycle was 782 vehicles, parking volume was 3457 vehicles, turn over was 6,64 based on parking space in location and 7,10 based on parking space of Directorate General Land Transportation 1998, an average duration was 68.95 minutes, parking index was 150,09% based on parking space in location and 160,57% based on parking space of Directorate General Land Transportation 1998, parking capacity was 521 parking space based on parking space in location and 487 parking space based on parking space of Directorate General Land Transportation 1998. But in the other side, characteristics of the car parking showed that the biggest accumulation of the car was 782 vehicles, parking volume was 1088 vehicles, turn over was 6,25 based on parking space in location and 6,33 based on parking space of Directorate General Land Transportation 1998, an average duration was 98,27 minutes, parking index was 98,28% based on parking space in location and 99,42% based on parking space of Directorate General Land Transportation 1998, parking capacity was 174 parking space based on parking space in location and 172 parking space based on parking space of Directorate General Land Transportation 1998. Existing parking park can not accommodate the increasing number of vehicles for nowdays or 5 years in the future. Expansion of the parking park for motorcycles and cars are needed, at the same time the new parking tariff policies are also needed. Analysis of parking tariff is relized with financial feasibility analysis which has 10,25% interest rate per year and 5,893% inflation rate per year. The finansial analysis showed that the chosen of motorcycle’s tariff is fixed tariff with Rp 1.000,00 but tariff increase Rp 500,00 every 2 years, this alternative is chosen because has the biggest of NPV and BCR. In other side the chosen of car’s tarif is fixed tariff with Rp 2.000,00 but tariff increase Rp 1.000,00 every 2 years. The chosen of motorcycle’s tariff and car’s tariff must be suited with increase of parking facility and parking servise.

Keywords : Moro Purwokerto, Parking Space, Parking Characteristics, Parking Tariff, Finansial Analysis
9056899F1A007054KONFLIK PROSES PENATAAN ULANG PASAR WAGE DI PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan memberikan penjelasan tentang persepsi pedagang tentang proses penataan Pasar Wage dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab terjadinya konflik dalam proses penataan Pasar Wage. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sasaran utama dalam penelitian ini yaitu para pedagang Pasar Wage antara lain pedagang yang tidak memiliki kios, pedagang berkios, dan pedagang yang berada di pinggiran Pasar Wage. Sedangkan sasaran pendukung dalam penelitian ini yaitu pihak-pihak yang mempunyai kaitan erat dengan permasalahan yang akan diteliti oleh peneliti. Pihak-pihak tersebut antara lain yaitu pembeli dan pengunjung pasar, dan anggota Satpol PP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pedagang yang pro terhadap pemerintah adalah mereka pedagang besar yang memiliki langganan. Sehingga meskipun tempat relokasi kurang nyaman, namun tidak sepi pembeli. Sedangkan pedagang yang kontra terhadap kebijakan pemerintah adalah mereka yang merasa dirugikan yaitu pedagang yang ada di lantai dasar pasar, menurut mereka, apabila lokasi pedagang dipindah, maka mereka akan kehilangan pelanggan.
Saran yang diajukan adalah : Perlu dilakukan kajian ulang baik permasalahan makro maupun mikro oleh Pemerintah kabupaten. Pemerintah hendaknya konsisten dalam menegakkan peraturan yang telah dibuat, khususnya tentang penataan Pasar Wage. Para Pedagang para pedagang juga harus ikut menaati peraturan yang telah dibuat oleh Pemerintah, sembari tetap mempertahankan strategi untuk meningkatkan jumlah pembeli maupun omset penjualan, agar tercipta suasana pasar yang bersih dan teratur.
This study aims to provide an explanation of the perception of traders on the Market Wage structuring process and to know what are the factors that cause conflicts in the process of structuring the Market Wage. The method used in this research is descriptive qualitative. The main objectives of this research are market traders Wage among other traders who do not have a stall, berkios merchants, traders who are in the outskirts of Market Wage. While the goal of this research is supporting parties that have close links with the issues to be studied by researchers. These parties include the buyer's market and visitors, and members of the municipal police.
The results showed that the perception of the government's pro merchant wholesalers are those who have a subscription. So although the relocation less comfortable, but not deserted buyers. While traders are counter to government policy are those who feel aggrieved that existing traders on the ground floor of the market, according to them, if the merchant's location was moved, then they will lose customers.
The suggestions are: Need to be a review of both macro and micro issues by the district government. Government should be consistent in enforcing the rules that have been made, particularly on structuring Market Wage. The traders Traders should also follow obeying rules that have been made by the Government, while maintaining a strategy to increase the number of buyers and sales turnover, in order to create a market environment clean and orderly
9066902F1C006024STRATEGI KOMUNIKASI KONSELOR DALAM KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA
(Suatu Studi Kasus tentang Strategi Komunikasi Konselor PIK Remaja GIBITA dalam Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja di Desa Rempoah Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas).
Usia remaja merupakan usia yang sangat rentan terpengaruh hal-hal yang negatif. Sifat remaja yang senang mencoba sesuatu yang baru, seringkali melakukan tindakan-tindakan yang beresiko, seperti hubungan seks pra nikah, kehamilan di luar nikah, dan pengguguran kandungan. Melihat hal ini remaja sangat beresiko terancam gangguan kesehatan reproduksinya. Pemerintah melalui program PIK-KRR memberikan kemudahan akses terhadap pendidikan kesehatan khususnya kesehatan reproduksi remaja. Program PIK-KRR menuntut konselor PIK dapat memberikan pemahaman terhadap remaja tentang pentingnya kesadaran kesehatan reproduksi.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengkaji strategi komunikasi konselor dalam konseling kesehatan reproduksi remaja. Bentuk penelitian ini adalah penelitian studi kasus terpancang (embedded research), dengan teknik pemilihan informan yang diterapkan adalah tehnik purposive sampling atau sampel bertujuan. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membandingkan data pengamatan, wawancara dan dokumen.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan bahwa Konselor PIK Remaja GIBITA berhasil dalam pelaksanaan kegiatan konseling kesehatan reproduksi remaja karena penggunaan strategi komunikasi yaitu dengan melakukan pendekatan, pengidentifikasian dan pemecahan masalah, serta mengoptimalkan penggunaan media. Penggunaan media baik media cetak maupun media elektronik dalam kegiatan konseling, memudahkan konselor dalam menyampaikan materi informasi serta memudahkan konseli dalam mencari dan memperoleh informasi terkait kesehatan reproduksi remaja.
Adolescence is a particularly vulnerable age affected the negative things. Nature teens who like to try something new, often perform risky actions, such as premarital sex, pregnancy outside marriage, and abortion. Seeing this is very risky adolescent reproductive health problems threatened. Government through PIK-KRR program provides easy access to health education especially adolescent reproductive health. Program PIK PIK-KRR requires the counselor can provide an understanding of the importance of awareness of adolescent reproductive health.
This study aims to understand and assess the counselor's communication strategy in adolescent reproductive health counseling. Form of research is a case study were fixed (embedded research), the technique is applied to the selection of informants was purposive sampling or sample technique aims. This study uses triangulation techniques by comparing observational data, interviews and documents.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the counselor of PIK Remaja GIBITA succeed in the implementation of adolescent reproductive health counseling because of the use of communication strategies is by doing approach, identifying and solving problems, and optimize the use of media. Use of media both print and electronic media in counseling activities, facilitate counselor in conveying information material as well as facilitate the counselee in finding and obtaining information related to adolescent reproductive health.
9076908F1B006085IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN PERSALINAN DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Implementasi Program Jaminan Persalinan di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan meneliti implementasi program Jaminan Persalinan di Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian adalah satuan pelaksana di tingkat desa, masyarakat yang menjadi pekerja program, masyarakat yang tidak menjadi pekerja program, dan sasaran pendukung yang berasal dari kalangan birokrasi. Teknik pengambilan informan adalah dengan menggunakan tekhnik purposif dan aksidental. Tekhnik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi (pengamatan). Metode analisis data menggunakan model analisis interaktif. Sedangkan untuk menguji validitas data digunakan model triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program jaminan persalinan bermanfaat bagi masyarakat miskin yang menjadi sasaran program. Sasaran program Jaminan Persalinan di Kecamatan Karanglewas meliputi sasaran langsung yakni ibu hamil yang belum memiliki jaminan kesehatan untuk perawatan kehamilan, persalinan, dan perawatan nifas. Sumber daya yang dimiliki dalam pelaksanaan program Jaminan Persalinan di Kecamatan Karanglewas adalah sebanyak 22 bidan dan 4 orang perawat yang melayani 13 desa di wilayah Karanglewas. Sarana dan prasarana pendukung yang dimiliki antara lain alat-alat kesehatan, ambulance dan ruang perawatan yang cukup memadai. Komunikasi yang terjalin selama pelaksanaan program terjadi secara intensif. Hal ini memudahkan untuk memantau keadaan selama pelaksanaan program. Komunikasi antar tenaga kesehatan dilakukan rutin tiap bulan sedangkan untuk komunikasi pada tingkat atas bersifat situasional. Kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat mempengaruhi pelaksanaan program Jaminan Persalinan di Kecamatan Karanglewas. Masyarakat dengan kondisi ekonomi yang relatif tidak mampu memiliki antusiasme yang lebih tinggi terhadap program. Faktor ekonomi adalah faktor yang melatarbelakangi partisipasi masyarakat tersebut. Struktur organisasi mempengaruhi pelaksanaan program Jaminan Persalinan di Kecamatan Karanglewas. Pengorganisasian kegiatan Jampersal mendukung pelaksanaan manajemen kegiatan Jampersal untuk dapat berjalan secara efektif dan efisien. Disposisi pelaksana dalam hal ini dilihat pada pemahaman pelaksana dapat disimpulkan pelaksana memahami program yang sedang dijalankan.
This research entitled The Implementation of Program Jaminan Persalinan In Karanglewas, Banyumas Regency. The purpose of this study was to describe and examine the implementation of the Jampersal program at Karanglewas, Banyumas.
The method used in this research is descriptive qualitative method. Objectives of this research is the unit of implementation at the village level, people who become worker program, which is not to be people worker program, and targeted support from the bureaucracy. Informant retrieval technique used the technique of purposive and accidental. Techniques of data collection used interviews, documentation and observation. Methods of data analysis used interactive analysis. While the validity of the data used to test the model of triangulation.
The results showed that the Jampersal program is useful for the poor who were targeted in this program. The targets of Jampersal program in District Karanglewas are the direct target pregnant women who have not had health insurance for prenatal care, childbirth, and postpartum care. Owned resources in the implementation of the Jampersal program in the District Karanglewas is as much as 22 midwives and 4 nurses who serve 13 villages in the district Karanglewas. Supporting facilities and infrastructure that owned are medical equipment, ambulances, and adequate treatment space. Communication is established during the implementation of the program occurs intensively. This makes it easy to monitor the situation during the implementation of the program. Communication between health workers conducted regularly every month while for communication at the top level is situational. Conditions of social, economic, and cultural of the people affecting the implementation of Jampersal program in District Karanglewas. Communities with low economic conditions have higher enthusiasm to the program. Economic factor is a factor underlying the participation of the society. Organizational structure affects the implementation of the Jampersal program in District Karanglewas. Organizing activities support the implementation of Jampersal management activities in order to run effectively and efficiently. Implementing disposition in this case can be seen on the understanding of implementers that can be concluded implementers understand the programs that are running.
9086904C1C006122PENGARUH KEPUTUSAN PENDANAAN DAN KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
(Studi Empiris Pada Perusahaan Consumer Goods Industry yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia)
Penelitian ini merupakan studi empiris pada perusahaan manufaktur sektor consumer goods industry yang listing di Bursa Efek Indonesia, dengan judul “Pengaruh Keputusan Pendanaan dan Karakteristik Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan” (Studi Empiris pada Perusahaan Consumer Goods Industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011).
Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sektor consumer goods industry yang listing di BEI selama periode 2009-2011. Metode dokumentasi digunakan dalam penelitian ini dan dihasilkan75 sampel perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis asumsi klasik, regresi linear berganda, dan analisis elastisitas menunjukkan bahwa debt to equity ratio, profitabilitas, dan likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dan debt to equity ratio berpengaruh dominan terhadap nilai perusahaan.
This research is an empirical study of listing consumer goods industry sector of manufacturing companies in Indonesia Stock Exchange, which title is “The Influence of Financing Decision and Firm’s CharacteristicToward Firm’s Value” (An Empirical Study of Manufacturing Companies Consumer Good Industry Sector Which Are Listed In Indonesia Stock Exchange During 2009-2011).
The population of this research is consumer goods industry sector of manufacturing companies which are listed in Indonesia Stock Exchange during 2009-2011. Documentation method is used in this research and it’s resulted 75 sample companies.
Based on the research and data analysis using classic assumption, multiple linear regression and elasticity analysis shows that debt to equity ratio, profitability, and liquidity has positive influence on the firm’s value. And debt to equity ratio give the most dominant influence toward firm’s value.
9096910F1D006043IMPLEMENTASI STRATEGI DALAM KEBIJAKAN E-KTP DI KOTA BEKASIPenelitian ini berjudul Implementasi Strategi Kebijakan E-KTP di Kota Bekasi. Penelitian ini mendeskripsikan tentang administrasi kependudukan yang disebut Elektronik KTP atau E-KTP. Di dalam E-KTP memuat sistem keamanan/pengendalian, baik dari sisi administrasi ataupun teknologi berbasis pada database kependudukan nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan tentang implementasi strategi dalam kebijakan E-KTP, serta faktor-faktor pendukung maupun penghambat implementasi tersebut. Penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Untuk meneliti proses atau makna, metode ini merupakan yang paling tepat dan relevan. Proses pengambilan data dalam penelitian ini, menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, implementasi strategi yang dilakukan pemerintah sudah cukup efektif karena target yang diharapkan untuk mentertibkan administrasi kependudukan sudah tercapai dan secara signifikan mengurangi kepemilikan KTP ganda di wilayahnya walaupun masalah yang terjadi di lapangan (pengembalian dana talangan, keterlambatan maupun kesalahan dalam proses pencetakan) belum terselesaikan. Penelitian ini juga menguak faktor-faktor yang mendukung keberhasilan implementasi strategi pemkot Bekasi seperti dengan membentuk kelompok kerja, sosialisasi, mobilisasi penduduk wajib KTP,dll. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain, keterbatasan dan kerusakan alat, minimnya tenaga teknis, terbatasnya anggaran, dll.
The study was entitled “Implementation Strategy of Electronic ID Card’s Policy in Bekasi. This study described the administration it called Electronic ID card or E-KTP. In the E - ID card included security/control system, both in terms of administration or technology based on a national population database. Government policy objectives make this e-ID card, in order to prevent the creation of orderly administration and the negative impact of the use of ID manual cards are usually duplicated for the specific interests of the parties are not responsible..
The research method used is descriptive qualitative research methods to described the implementation strategies in e-KTP policies and factors supporting or inhibiting the implementation . This study uses a model of interactive analysis . To investigate the process or meaning , this method is the most appropriate and relevant. The process of data collection in this study , using interviews , observation , and documentation.
This study aims to determine the implementation strategy of e - ID card policy in Bekasi and also to finded out what was the factors that support or hinder the implementation of e - ID card policy in Bekasi . Implementation strategy of the government's had been quite effective because the target is expected to control population administration has been achieved and significantly reduce double KTP in the region despite the problems that occur in the field ( refund bailout , delays or errors in the printing process ) have not been resolved . This study also reveals the factors that support the successful implementation of strategies such as Bekasi local administration by forming working groups , socialization, mobilization of compulsory ID cards , etc. . Whereas the inhibiting factors , among others , limitations and equipment failure , lack of technical personnel , budget constraints , etc.
9106905C1H008048PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK DENGAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Kasus pada Kantor Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga)Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kejelasan sasaran anggaran terhadap kinerja korganisasi Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga serta untuk mengetahui dan menganalisis peranan Standar Operasional Prosedural (SOP) dalam memoderasi pengaruh kejelasan sasaran anggaran terhadap kinerja organisasi Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga
Jenis penelitian ini adalah survei dengan teknik analisis regresi sederhana dan regresi moderasi. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana diperoleh nilai t hitung variabel kejelasan sasaran anggaran lebih besar dari nilai t tabel, dengan demikian maka hipotesis pertama diterima. Adapun dari hasil regresi moderasi diperoleh nilai t hitung variabel moderasi lebih besar dari nilai t tabel, dengan demikian maka hipotesis kedua, diterima.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa kejelasan sasaran anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi Kecamatan Bukateja dan Standar Operasional Prosedural secara signifikan memoderasi pengaruh kejelasan sasaran anggaran terhadap kinerja organisasi Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga
This research is entitled “The Effect of Budget Goal Clarity on Organization
Performance in Public Sector with the Standard Operating Procedures as
Moderator Variable (Case Study at the Subdistrict Office of Bukateja in
Purbalingga Regency)”. The aims of research are to find out and to analyze the effect
of budget goal clarity on organization performance, and so to find out and to analyze the
role of Standard Operating Procedures in moderating effect of budget goal clarity on
organization performance of Bukateja Subdistrict office in Purbalingga Regency.
The proposed hypotheses of research are:
1. Budget goal clarity has significant effect on organization performance of Bukateja
Subdistrict office in Purbalingga Regency.
2. Standard Operating Procedures has significant moderating in the effect of budget
goal clarity on organization performance of Bukateja Subdistrict office in
Purbalingga Regency.
The method of research is survey with technique data analysis are simple linear
regression and moderated regression analysis. To test the first hypothesis, it has used the
result of simple linear regression analysis, which it has got the value of t statistic is greater
than the value of t table, therefore the first hypothesis can be accepted. To test the second
hypothesis, it has used the moderated regression analysis, which it has got the t statistic
value of moderation variable (XY) is greater than the value of t table, therefore the
second hypothesis is accepted.
Based on the result of data analysis, it can be concluded that Budget goal clarity
has significant effect on organization performance and so the Standard Operating
Procedures has significant moderating in the effect of budget goal clarity on
organization performance of Bukateja Subdistrict office in Purbalingga Regency.
Based on the conclusions, it can be implied that the management of Bukateja
Subdistrict office in Purbalingga Regency need to implement the budgeting system that
clear, measurable and applicable, in addition, the management also need to implement
the Standard Operating Procedural in appropriately in accordance with the
characteristics of the organization’s work program.
9116906F1F008049Understanding Southern Women: A Study of Stereotypes in The Same Sweet Girls by Cassandra KingKarya sastra yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebuah novel berjudul The Same Sweet Girls karya Cassandra King yang mengangkat tema wanita AS selatan dan stereotipnya. Novel ini bercerita tentang sebuah grup wanita yang berasal dari Amerika Serikat belahan selatan dan kehidupan mereka yang sangat kental dengan penilaian masyarakat terhadap mereka. Penelitian ini menerapkan teori Sosiologi Sastra, Stereotip, dan Stereotip Wanita Selatan untuk menganalisa bagaimana keenam karakter dalam novel menggambarkan stereotip yang ada di masyarakat. Metode yang digunakan untuk menganalisa data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kebanyakan stereotip yang ada pada masyarakat digambarkan dengan akurat di dalam novel, (2) Sebagian perilaku karakter tidak sesuai dengan stereotip karena ada peran penulis untuk menyimpang dari apa yang terjadi di masyarakat, (3) positif dan negatif stereotip yang dibebankan pada wanita selatan, akan lebih baik jika masyarakat menilai individu suatu grup tidak berdasarkan karakteristik umum dari grup tersebut.The literary work that is discussed in this research is a novel entitled The Same Sweet Girls by Cassandra King that focuses on southern women stereotypes. This novel talks about a women group consisting six southern women and the behavior under stereotypes. The theories that are applied in this research are Sociology of Literature, Stereotypes, and Southern Women Stereotypes to find the depiction between stereotypes in society and the six women characters in the novel. The method that is used to analyze the data in this research is descriptive qualitative method. The results of this research show that (1) Most stereotypes in society is accurately portrayed by the six women characters, (2) There are some inaccuracy to stereotypes in society because the author’s authority to mislead the social condition, (3) positive and negative stereotypes infused to southern women, it is better to judge not on the general characteristics of those certain groups.
9126901F1D006024Formulasi Kebijakan Pemerintah Desa Mengenai Aturan Merokok
(Studi Kasus di Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas)
Penelitian tentang formulasi kebijakan pemerintah desa mengenai aturan merokok yang berfokus pada proses dan peran aktor dalam formulasi kebijakan aturan merokok serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam proses formulasi kebijakan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana proses dan peran aktor dalam formulasi kebijakan mengenai aturan merokok di Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Untuk menjelaskan tentang. peran aktor-aktor dalam membentuk kebijakan serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam proses formulasi kebijakan aturan merokok. Melalui paradigma non positivisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus.
Hasil penelitian ini menguak bahwa kebijakan aturan merokok yang dibuat oleh Pemerintah Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas melibatkan aktor antara lain Kepala Desa, BPD, Kader Posyandu, Karang Taruna, dan Tokoh Agama. Kebijakan aturan merokok ini mengacu dari Peraturan Desa Nomer 10 Tahun 2008 tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), aturan ini mewajibkan warga untuk tidak merokok. Aturan merokok ini dibuat dengan tujuan mengikuti lomba PHBS tingkat Jawa Tengah. Pada proses formulasi kebijakan aturan merokok ini dibuat tanpa adanya kejelasan perangkat penegak hukum, sanksi bagi pelanggar aturan, aturan terkesan dipaksakan, peran Kepala Desa dan BPD pasif terhadap pasal aturan merokok.
Research on the formulation of government policy regarding the village smoking rules that focus on the process and the role of actors in policy formulation smoking rules and the factors that support and hinder the process of policy formulation. The purpose of this study is to understand and describe how the process and the role of actors in the formulation of policy regarding smoking rules in the Village Cikidang, Cilongok district, Banyumas. To explain. the role of actors in shaping policy and the factors that support and hinder the process of policy formulation smoking rules. Through non-positivism paradigm, this study used qualitative research methods and case study approach.
Results of this study reveal that the smoking policy rules made by the village government Cikidang, District Cilongok, Banyumas involving actors such as the Village Head, BPD, Kader IHC, Youth, and religious figures. This smoking regulation policy refers Village Regulation Number 10 of 2008 on Clean and Healthy Lifestyle (PHBs), this rule requires citizens to not smoke. Smoking rule was created with the goal of running a race PHBs Central Java level. In the process of policy formulation smoking rule was made in the absence of the clarity of the law enforcement, penalties for violators of the rules, the rules seemed forced, the role of the village chief and the article BPD passive smoking rules.
9136909F1B009015IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
(STUDI KASUS PADA PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya warga Kota Cirebon yang belum memiliki akta kelahiran, hal itu dikarenakan kurangnya informasi yang didapatkan oleh masyarakat mengenai proses pembuatan akta kelahiran serta proses pembuatannya yang dianggap rumit oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses implementasi Peraturan daerah Kota Cirebon Nomor 16 Tahun 2012 pada proses pembuatan akta kelahiran dan menilai tingkat kepatuhan pelaksana pada pedoman kebijakan. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling dan teknik aksidental. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Milles dan Huberman dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 16 Tahun 2012 telah dilaksanakan dengan cukup baik, hanya saja masih perlu perbaikan terutama dalam proses sosialisasi dan proses pelayanan. Dengan ditunjukkan oleh para pelaksana yang secara umum telah memiliki kepatuhan cukup baik pada pelaksanaan pembuatan akta kelahiran. Hal ini dibuktikan dengan kejelasan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, yaitu adanya kepastian waktu pembuatan akta kelahiran yaitu batas maksimal pelayanan selama 30 hari setelah semua persyaratan diterima dan dalam pembuatan akta kelahiran ini telah dibebaskan biaya.

This research is taken due to so many people in Cirebon citys who do not possess a birth certificate, it is caused of less information for citizen about process of making birth certificate and also considered as a difficult proces. The purpose of this study was to describe the process of the implementation of Regulation Cirebon City area No. 16 of 2012 in particular on the process of the birth certificate and implementers the level of compliance to policy guidelines. The research method used was descriptive qualitative method, with the selection of informants purposive sampling technique and techniques accidental. Data was collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The analytical method used is interactive model by Milles and Huberman and validity of the data was tested with triangulation. The results of this study it can be concluded that the implementation of the Regional Regulation No. 16 of 2012 Cirebon has been implemented quite well, it's just that still need improvement, especially in the socialization process and service process. With demonstrated by the implementers who generally had some pretty good adherence to the implementation of the birth certificate. This is evidenced by the clarity of service provided to the community, which is in the birth certificate has been released, and the certainty of future costs the birth certificate is a limit on the service for 30 days after all acceptable terms.


9146912G1A006071REN’S PERSONALITY CHANGES AS THE EFFECT OF FAULT
PARENTING
IN HANNAH TINTI’S THE GOOD THIEF
Hasi ldari penelitian ini menunjukkan bahwa The Good Thief karya Hannah
Tinti menggambarkan perubahan kepribadian, terutama pada anak-anak. Dalam novel
tersebut, Hannah Tinti menuliskan pesan mengenai akibat dari salah asuh dari
karakter dan seting. Yang pertama perubahan kepribadian ditunjukkan dalam agama,
tingkah laku, dan dewasa sebelum waktunya. Ini menggambarkan kondisi buruk pada
tokoh utama yang merupakan seorang anak laki-laki yang baik, tidak berdosa, dan
hidup sebagai anak yatim yang taat kepada agamanya, tapi tiba-tiba berubah menjadi
anak laki-laki yang sarkastik. Kedua kesalahn pengasuhan yang merubah sifat tokoh
utama. Hal tersebut menggambarkan ketidakkonsistenan orang tua dan menjadi
contoh yang buruk bagi anak-anak. Ini juga menggambarkan tentang eksploitasi anak
dikarenakan orang tua yang meterialistis.
The result of this research shows that the Hannah Tinti’s The Good Thief
illustrates about the personality changes, especially in children. In this novel, Hannah
Tinti delivers the massage of the effect of fault parenting from characters and setting.
The main character in this novel is Ren. Ren’s personality changes as the effect of
fault parenting since a man named Benjamin adopted him. The first is the personality
changes that are shown in the religious, behavior, and precocious. It portrays the bad
condition of criminality personality changes in the main character as a young boy
who is a protagonist boy, the innocent one, and lives as a religious orphan when he
still lives in Saint Anthony’s Orphanage, but suddenly turns into sarcastic boy after
adopted by Benjamin. The second is the fault parenting that changes the character of
the main character. It represents the inconsistency of the parent and the bad matters
model for children. It also portrays about the children exploitation, which is caused
by the materialistic parent.
9156913G1A006161PERSPECTIVE OF NATURALISM IN SARAH WATER’S FINGERSMITHPenelitian yang berjudul “PERSPECTIVE OF NATURALISM IN SARAH
WATER’S FINGERSMITH” bertujuan untuk menganalisa perspektif naturalism
melalui pendekatan naturalism. Untuk mendukung analysis maka peneliti
menganalisis karakteristik naturalisme dari substansi naturalism yaitu Aesthetic
yang merupakan unsur intrinsic dari karya sastra naturalist, yaitu karakter, setting,
dan plot yang terdapat dalam novel Fingersmith karya Sarah Water. Dalam
penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisa perspektif
naturalism melalui karakter, setting, dan plot pada novel Fingersmith. Dalam novel
Fingersmith terdapat beberapa bukti dari perspektif naturalisme. Hal tersebut
teridentifikasi dari adanya dua dari tiga isi pokok karya naturalist yang terdapat
dalam novel, yaitu etik dan aesthetic. Dalam analysis naturalisme, maka karakter,
setting dan plot akan dianalisis lebih jauh kaitannya dengan segi aesthetic dalam
karya naturalisme. Selain itu dalam analisis intrinsic novel ini menunjukkan bahwa
Fingersmith termasuk dalam karya naturalist. Susan Trider sebagai karakter utama
dalam novel menunjukkan bahwa kehidupannya sangat dipengaruhi oleh kekuatan
untuk bertahan hidup, naluri, dan hasrat. Setting pada Fingersmith menggambarkan
daerah urban kumuh yang terdapat di kota Borough Inggris pada abad ke 19. Plot,
Plot dalam novel ini merefleksikan rangkaian perjalanan Susan Trider, yang
tercernin pada perjuangan Susan Trider untuk bertahan hidup.
The research entitled “PERSPECTIVE OF NATURALISM IN SARAH WATER’S
FINGERSMITH” is aimed to analyze the perspective of naturalism through the
naturalism approach. To support the analysis, the researcher also analyze naturalism
characteristic from the naturalism substances that is Aesthetic which are including to
the intrinsic novel which characterized the naturalistic work that is character , setting
and plot in novel Fingersmith by Sarah Water. In this research, descriptive
qualitative method is applied to analyze the perspective of naturalism through the
character, setting, and plot. Fingersmith novel shows and provides some evidences of
naturalism perspectives. It is identified by the two of three main substances that
includes in the novel, that is ethics and aesthetics. The further analysis in Naturalism
perspectives in Novel Fingersmith are analyzed from character, setting and plot
9166914G1A005097The Students’Ability in the Writing of Recount Text Using Quantifiers (A Study
on the Eighth Graders of SMP Negeri 1 Patikraja in the Academic Year of 2012-
2013)
Memiliki kemampuan yang baik dalam bahasa Inggris khususnya
dalam menulis merupakan salah satu tujuan setiap orang yang belajar
bahasa Inggris. Penelitian ini berhubungan dengan kemampuan siswa teks
recount.Perhatian utama penelitian ini adalah untuk melakukan riset
tentang kemampuan menulis siswa dalam menulis recount text di SMP N
1 Patikraja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan
menulis siswa dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi serta
solusinya.Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian qualitative
dengan menggunakan metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu 33 siswa kelas dua di SMP N 1 Patikraja dengan
jumlah 170 siswa. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan:
pengamatan, kuesioner dan wawancara.. Pertama, kemapuan menulis
siswa dianalisis dengan memberikan tes dan kusioner kepada siswa.
Kedua, permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa dalam recount
text dengan pengamatan dan wawancara kepada siswa.Hasil penelitian ini
adalah: (1) kemampuan menulis siswa adalah dalam kategori bagus
(51,51%), (2) permasalahan-permasalahan yaitu tata bahasa, kosakata.
Kata kunci: Kemampuan menulis, permasalahan, SMP N 1 Patikraja.
Having a good mastery in English especially writing is one of
every learner’s aims in learning the language. This research concerns with
the students’ writing ability in.The main concern of this research is to
conduct a research about the students writing ability in recount text. The
research is aimed to find out the students’ writing ability and their
problems. This research is a qualitative research with used descriptive
method. The sample of this research is 33 out of 170 students. Data
collected by, observation, questionnaire and interview.. First, the students’
writing ability analysis was conducted by giving writing test and
questionnaire to the students. The second, the students’ problems in was
conducted by using observation and interview to the students.The
conclusion of this research are: (1) the students’ writing ability was in
good category (51,51 %), (2) the students’ problems content, language use
and vocabulary.
9176915G1D007043FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KEIKUTSERTAAN SUAMI DALAM PROGRAM KB DI KELURAHAN TELUKAbstrak
Latar belakang: KB merupakan upaya pemerintah Indonesia mengendalikan
jumlah penduduk dengan penggunaan alat kontrasepsi. Sejak diberlakukan
program KB hingga saat ini jumlh akseptor pria hanya 3,8% (2011) dan sisanya
wanita.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi rendahnya keikutsertaan suami dalam program KB di kelurahan
Teluk.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross
sectional yang dilakukan terhadap 92 suami pasangan usia subur yang terdiri dari
17 akseptor KB dan 75 bukan akseptor KB yang diambil dengan cara simple
random sampling . Analisis statistik menggunakan uji chi square untuk bivariat
dan regresi logistik untuk multivariat.
Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara
pengetahuan dengan rendahnya keikutsertaan suami dalam program KB
(p=0,107) , tidak ada hubungan antara lingkungan dengan rendahnya keikutsertaan
suami dalam program KB (p=0,052), ada hubungan antara keterbatasan
aksesibilitas informasi dan pelayanan kontrasepsi pria dengan rendahnya
keikutsertaan suami dalam program KB (p=0,000), ada hubungan antara
keterbatasan jenis kontrasepsi dengan rendahnya keikutsertaan suami dalam
program KB (p=0,000) dan keterbatasan aksesibilitas informasi dan pelayanan
kontrasepsi pria merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi rendahnya
keikutsertaan suami dalam program KB (EXP.(B)=18,380).
Kesimpulan: Faktor pengetahuan dan lingkungan tidak mempengaruhi rendahnya
keikutsertaan suami dalam program KB. Faktor keterbatasan aksesibilitas
informasi dan pelayanan kontrasepsi pria dan faktor keterbatasan jenis kontrasepsi
berpengaruh terhadap rendahnya keikutsertaan suami dalam program KB. Faktor
keterbatasan aksesibilitas informasi dan pelayanan kontrasepsi pria merrpakan
faktor yang paling dominan mempengaruhi rendahnya keikutsertaan suami dalam
program KB.
Abstract
Background:KB is the Indonesian government's efforts to control the population
with the use of contraceptives. Since the family planning program implemented
until now, men acceptor only 3.8% (2011).
Purpose: The purpose of this study was to determine the factors that affect
husband’s low participation in family planning programs at Kelurahan Teluk.
Methods: This research is a descriptive cross sectional study, respondent that
involved in this study is 92 fertile couples husbands consisting of 17 instead of 75
acceptors, and acceptors taken by simple random sampling. Data was analyzed by
chi square test for bivariate and logistic regression for multivariat.
The results: The results showed no association between husband's knowledge and
the husband's low participation in the program (p = 0.107), there was no
relationship between environment with husband's low participation in the program
(p = 0.052), there was a relationship between the limited information accessibility
and male contraception servicewith husband's low participation in the program (p
= 0.000), there was a relationship between the limited types of contraception for
male with husband's low participation in the program (p = 0.000) and the limited
accessibility of information and services for male contraception was the most
dominant factor that affects the low participation of husband in family planning
programs (exp. (B) = 18.380).
Conclusion: knowle dge and environmental factors did not affect the husband's
lack of participation in the program. In other side, limited accessibility of
information and contraceptive services for male affected the husband's low
participation in the program. Limited the accessibility of information factor was
the most affecting factor.
9186976C1B009114KUALITAS PELAYANAN SEBAGAI INDIKASI KEPUASAAN NASABAH
(STUDI KASUS BCA CABANG PURWOKERTO)
Konsep kualitas layanan menjadi faktor yang sangat berperan terhadap keberhasilan suatu organisasi, baik organisasi berbentuk profit maupun organisasi berbentuk non profit. Karena apabila nasabah atau konsumen merasa kualitas layanan yang diterimanya baik, maka akan merasa puas, percaya dan mempunyai komitmen manjadi nasabah yang loyal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh convenience, queue management, personalization, security, kepuasaan dan trust terhadap komitmen nasabah.
Penelitian ini merupakan penelitian survey, yaitu penelitian dengan teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan pada responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah BCA cab Purwokerto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Alat analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah Structural Equation Modelling (SEM).
Berdasarkan hasil pembahasan penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Terdapat pengaruh positif antara convinience , management, personalization, dan security terhadap kepuasan nasabah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif kepuasanterhadap trust nasabah, terdapat pengaruh positif trust nasabah terhadap komitmen nasabah dan kepuasan berpengaruh signifikan secara tidak langsung terhadap komitmen nasabah melalui trust.
Implikasi dari penelitian ini bahwa untuk meningkatkan kepercayaan nasabah perlu dilakukan dengan meningkatkan kepuasan nasabah sedangkan untuk, meningkatkan kepuasan nasabah maka dapat dilakukan dengam meningkatkan convenience(kenyamanan) bagi nasabah, selain itu perlu memperbaiki manajemen antrian, personalization(personalisasi) dan security. Setelah meningkatkan kepercayaan dan kepuasan nasbah maka akan terciptalah komitmen nasabah.

Kata kunci : convenience, queue management, personalization, security, kepuasaan, trust, komitmen nasabah.
ABSTRACT
The concept of quality of service to be a factor that was instrumental to the
success of an organization , whether profit organization shape and form of nonprofit
organizations . Because if the customer or consumer feel good quality of
service delivered, it will be satisfied , trust and commitment have even become
loyal customers . This study aimed to analyze the influence of convenience, queue
management, personalization, security on customer satisfaction, analyzing the
influence of customer trust and satisfaction to analyze the influence of trust and
commitment to customer satisfaction with the BCA Purwokerto.
The population in this study were all customers of BCA Purwokerto
Districtk and the sampling technique used in this research is purposive sampling.
Analysis tool used is Structural Equation Modeling (SEM).The results showed
that there is positive convinience , fqueue management , security personalization
on customer satisfaction . Research also shows that there is positive satisfaction
with customer trust , there is positive significant effect on trust and satisfaction
indirectly to customers through a commitment of trust.
Key word : convinience, queue management, security personalization,
customer satisfaction, trust and commitment
9196918F1C006094PENGARUH TAYANGAN IKLAN
TERHADAP ADVERTISING AVOIDING BEHAVIOR
(STUDI KORELASI PENGARUH TAYANGAN IKLAN DALAM ACARA OPERA VAN JAVA TRANS7 TERHADAP ADVERTISING AVOIDING BEHAVIOR PADA PEMIRSA TELEVISI DI KELURAHAN GRENDENG KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS)
Skripsi ini berjudul Pengaruh Tayangan Iklan terhadap Advertising Avoiding Behavior (Studi Korelasi Pengaruh Tayangan Iklan Dalam Acara Opera Van Java Trans7 Terhadap Advertising Avoiding Behavior Pada Pemirsa Televisi Di Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas). Pokok permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengetahui seberapa kuat pengaruh tayangan iklan dalam meningkatkan perilaku menghindari iklan (advertising avoiding behavior).
Media massa yang menjadi favorit pengiklan adalah televisi. Televisi dipilih karena keunggulannya yaitu mampu menampilkan suara dan gambar (audiovisual) secara bersamaan. Kemudian pengiklan juga akan berusaha untuk memasang iklan pada acara di televisi, salah satu yang dilihat adalah dari rating program acara tersebut. Semakin tinggi rating sudah pasti penonton akan semakin banyak. Opera Van Java yang ditayangkan di stasiun Trans7 merupakan salah satu program acara yang memiliki rating tinggi. Melalui metode kuantitatif dengan menggunakan program SPSS for Windows, dan mengambil sampel warga Kelurahan Grendeng 100 orang yang diambil dengan proportioned stratefied random sampling.
Hasil dari perhitungan koefisien Product Moment maka koefisien korelasi sebesar 0,489 pada taraf signifikansi 95% dapat diartikan bahwa hubungan yang terjadi antara tayangan iklan dan perilaku menghindari iklan (advertising avoiding behavior) cukup berarti dan signifikan. Guna memperkuat analisis tersebut, kemudian dilakukan analisis regresi untuk menguji hipotesis dimana diperoleh t hitung sebesar 5,549, sedangkan t tabel dengan taraf kepercayan 95 persen (alpha 5 persen) dan 100 responden maka dk = n – 2 atau 100 – 2 = 98 diperoleh t tabel 1,985, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh antara tayangan iklan dalam acara Opera Van Java terhadap perilaku menghindari iklan (advertising avoiding behavior) pada pemirsa televisi di Kelurahan Grendeng Purwokerto Utara diterima.

Kata kunci: tayangan iklan, perilaku menghindari iklan
This thesis is titled “Ads Impression Impact to Advertising Avoiding Behavior (Correlation Study of Ads Impression Impact in Opera Van Java program at Trans7 to Advertising Avoiding Behavior Audience of Grendeng Village Kecamatan Purwokerto Utara District Banyumas)”. The principal issues raised in this research is to determine how is strong ads impression impact to raised advertising avoiding behavior.
Mass media which become favourite for advertiser is television. Television choosed because it can showed a sound and picture (audiovisual) both together. And then advertiser will attach their ads in program which have high rating. Increasly high rating it definite have much audience. Opera Van Java which shown in Trans7 is one of the program which have high rating. This research uses quantitative methods and taked sample 100 people of Grendeng Village with proportioned stratefied random sampling.
The result from Product Moment Coefisien counting explain that corellation coefisien is 0,489 at 95% significancy degree. It mean that corellation beetween ads impression and advertising avoiding behavior is enough but sure and significant. To strengthen the analysis, then did regression analyze to test the hypothesis which t test results obtained at 5.549, while the t table with the 95 percent level of trust (alpha 5 percent) and 100 respondents then dk = n - 2 or 100-2 = 98 obtained 1.985 t table, so that hypothesis that there is a impact beetween ads impression in Opera Van Java program to advertising avoiding behavior audience of Grendeng Village Kecamatan Purwokerto Utara can be accepted.

Keywords: ads impression, advertising avoiding behavior
9206631A1H009005Dinamika Unsur Hara Tanah Pada Lahan Padi Metode SRI (System Of Rice Intensification) Dan Konvensional Dengan Perlakuan Penambahan ArangTujuan penelitian adalah (1) Mengetahui dinamika unsur hara (N, P, K) nilai EC dan pH tanah pada metode SRI dan konvensional dengan perlakuan penambahan arang (2) Mengetahui tingkat kesuburan tanah dan hasil produktivitas padi metode SRI dan konvensional.
Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai bulan Juli 2013 di Desa Banjarsari wetan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Ilmu Tanah dan mekanisasi pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Lahan yang digunakan seluas 54 m2 (9x6 m) yang dibagi menjadi 6 plot. 3 plot untuk metode SRI (1) dan 3 plot untuk metode konvensional (2). Arang yang diberikan sebesar 5 ton/ha (A), 10 ton/ha (B), dan 20 ton/ha (C) untuk setiap metode SRI dan konvensional. Variabel pengukuran meliputi (1) kandungan unsur hara (N, P dan K tersedia dan total) tanah, EC dan pH tanah pada metode SRI dan konvensional selama masa pertumbuhan untuk setiap plot. (2) faktor yang menunjukan tingkat kesuburan tanah (C/N rasio tinggi dan diameter tanaman) dan produktivitas (berat kering gabah/ha) untuk setiap metode SRI dan konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi arang mempengaruhi dinamika unsur hara , nilai EC dan pH.
Arang pada tanah menyebabkan terlepasnya unsur hara yang tersimpan dalam tanah karena berfungsi sebagai tempat mikroba, meningkatkan aerasi tanah dan mencegah hilangnya nutrisi akibat pencucian dan penguapan dengan air dan udara sehingga terjadi peningkatan kesuburan tanah. Perlakuan SRI yaitu petak A1, B1, dan C1 memiliki hasil masing-masing 4,1 ton / ha, 3,4 ton / ha dan 3,5 ton / ha. Produktivitas Perlakuan konvensional plot A2, B2, dan C2 adalah masing-masing 4,3 ton / ha, 3,7 ton / ha, 3,3 ton / ha. Hasil ini menunjukkan produktivitas yang sama baik untuk SRI maupun konvensional. Hal ini mengindikasikan bahwa pengeringan penting dalam mengelola bidang padi SRI sehingga dapat menciptakan kondisi aerob.
The aim of this research are (1) To determine the dynamics of macro nutrients (N , P , K) , EC and pH on both SRI and conventional methods using the addition of charcoal treatment, (2) To determine the level of soil fertility and productivity gains on the SRI method compared to conventional method.
The research was conducted in April 2013 to July 2013 in the village Banjarsar wetan, Banyumas district and in the Laboratory of Soil Science Jendral Sudirman University Purwokerto.. An area of 54 m2 (9 x 6 m2) were divided into six plots. Three plots were SRI method (1) and another three plots were Conventional method (2). Charcoal were given in amount of 5 ton/ha (A), 10 ton/ha (B) and 20 ton/ha (C) for each SRI and Conventional method. Variables measured are (1) nutrient content (available and total N , P and K) soil , EC and pH of the soil during rice growth period for each plot. (2) factors of soil fertility (C/N ratio, plant height, plant diameter) and productivity (dry grain weight/ha) for both SRI and conventional methods .The results showed charcoal affect nutrient dynamics, EC and pH values.
Charcoal causing the release of nutrients stored in the soil because it hold a function as microbial place, increase soil aeration and prevent the loss of nutrients due to leaching and evaporation by water and air resulting in increased soil fertility.Productivity of SRI treatments that is plot A1, B1, and C1 has the result of 4.1 ton / ha , 3.4 ton / ha and 3.5 ton / ha respectively. Productivity of the Conventional treatment of plot A2, B2 and C2 are 4.3 ton/ ha, 3.7 ton / ha, 3.3 ton / ha respectively. This result shows the similar productivity for both SRI and Conventional field. It indicates that drainage is important in managing SRI paddy field so that it can creates aerobic condition.