Artikelilmiahs
Menampilkan 981-1.000 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 981 | 6979 | G1F009058 | PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP STABILITAS MIKROBIOLOGI SUSPENSI AMOXICILLIN PADA Haemophilus influenzae | Amoxicillin adalah antibiotika golongan β-laktam dengan spektrum luas dan bersifat bakterisidal. Sediaan suspensi amoxicillin sering digunakan untuk anak-anak yang terkena infeksi saluran pernafasan akut yang disebabkan oleh bakteri seperti Haemophilus influenzae. Suspensi amoxicillin memiliki waktu simpan yang singkat, maka untuk mengetahui stabilitasnya pada bakteri selama penyimpanan perlu dilakukan uji kestabilan secara mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap stabilitas mikrobiologi suspensi amoxicillin terhadap Haemophilus influenzae. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan cara difusi cakram. Konsentrasi amoxicillin 125 mg/5ml diujikan terhadap Haemophilus influenzae pada hari ke-0, ke-2, ke-4, ke-6, ke-8, ke-10, ke-12, dan ke-14 dalam suhu lemari pendingin dan suhu kamar. Data yang diperoleh berupa diameter daerah hambat yang dianalisis menggunakan Regresi untuk mengetahui nilai ED teoritik. Nilai ED teoritik diuji dengan uji T independent dan uji T satu sampel untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap stabilitas suspensi amoxicillin. Hasil penelitian berdasarkan analisis regresi dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan bahwa suhu penyimpanan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap aktivitas antibakteri suspensi amoxicillin terhadap bakteri Haemophilus influenzae dan suspensi amoxicillin relatif stabil disimpan pada suhu lemari pendingin selama 7 hari. | Amoxicillin is a class of β-lactam antibiotics with a broad spectrum and bactericidal. Amoxicillin suspension often used for children who infected by acute respiratory infections caused by bacteria such as Haemophilus influenzae. Amoxicillin suspension has a short shelf life. Hence, to determine its stability in bacteria during the storage should be conducted the stability test in microbiology. This study aimed to determine the effect of storage temperature on microbiological stability of amoxicillin suspension against Haemophilus influenzae. The research method used the experimental laboratory method with disc diffusion method. The amoxicillin concentration 125 mg/5ml tested to Haemophilus influenzae at day 0, 2nd, 4th, 6th, 8th, 10th, 12th, and 14th in the refrigerator temperature and room temperature. The data was the diameter of inhibition zone that analyzed by regression method to determine the ED theoretical value. The ED theoretical value was tested by independent T-test and one sample T-test. The results based on regression analysis with 95% confidence level showed that the storage temperature gave the effect that was not significantly different to the stability of amoxicillin suspension against Haemophilus influenzae and amoxicillin suspension relatively stable stored at refrigerator temperature for 7 days. | |
| 982 | 6981 | H1L008049 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LAYANAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PENDIDIKAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN BERBASIS SMS GATEWAY | Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Universitas Jenderal Soedirman menggunakan sistem informasi rumah sakit untuk menjalankan bisnis organisasinya agar pelayanan terhadap pasien dapat maksimal. Beberapa layanan pasien seperti registasi, penyebaran informasi, dapat memanfaatkan teknologi SMS gateway sehingga transaksi pasien dapat lebih cepat, mudah dan efisien. Teknologi sms gateway juga memungkinkan pasien untuk mengetahui jadwal dokter dan tagihan pengobatan pasien dengan cara mengirimkan sms menggunakan format tertentu ke sistem. Sistem Informasi Layanan Pasien (SILAP) berbasis SMS gateway di desain dan dikembangkan agar pasien dapat melakukan registrasi, mengetahui jadwal dokter, mengetahui biaya pengobatan dan penyebaran informasi oleh petugas rumah sakit untuk pasien atau karyawan rumah sakit melalui sms. | Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Jenderal Soedirman University using hospital information system in order to run a bussiness organization. Some services such as registrastion of patients, dissesmintion of information, can utilize sms gateway technology so that patients can more transactions quickly, easily and efficiently. Sms gateway technology also allows the patient to know the doctor's schedule and find out about medical bills of patients with a way to send sms using a specific format to the system. Patient Care Information System (SILAP) based SMS gateway is designed and developed so that patients can register, know the schedule of the doctor, find out medical bills, and the dissemination of information by the hospital staff to patients or hospital employees via sms. | |
| 983 | 6539 | H1K007023 | ANALISIS STRUKTUR VERTIKAL DAN HORIZONTAL BERDASARKAN TINGKAT KERAPATAN VEGETASI MANGROVE DI PLAWANGAN TIMUR, CILACAP | Perairan Plawangan Timur merupakan muara dari Sungai Donan, Sapuregel, Kembang Kuning, serta beberapa sungai kecil dari Pulau Nusakambangan dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia melalui Selat Motean. Kondisi ini memungkinkan vegetasi mangrove tumbuh membentuk hutan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerapatan, struktur vertikal dan horizontal, profil arsitektur vegetasi mangrove di Plawangan Timur, Segara Anakan Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei menggunakan line transek, yaitu melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik dengan teknik pengambilan sampel vegetasi secara vertikal yang terbagi menjadi 5 stasiun. Kerapatan vegetasi mangrove kategori pohon dikategorikan dalam keadaan rusak, permudaan kategori anakan dan semai dikategorikan dalam keadaan baik. Struktur vegetasi vertikal menunjukkan tingginya dominasi tumbuhan muda. Struktur vegetasi horizontal didapatkan tajuk yang relatif rapat, penyebaran secara individu maupun populasi tidak tampak adanya penyebaran yang merata. Profil arsitektur vegetasi mangrove diperoleh gambaran bahwa untuk masing-masing lokasi penelitian mempunyai profil arsitektur yang tidak sama, terdiri dari satu strata, yaitu stratum C (Anakan dan semak). | Plawangan Timur ecosystem is an estuary of Donan, Sapuregel, Kembang Kuning rivers and several small rivers from Nusakambangan Island and closes to directly Indian Ocean via Motean Strait. These conditions allow Mangrove vegetation to grow and form forests. This research aimed to determine density, vertical and horizontal structures, architectural profiles of mangrove vegetation at Plawangan Timur, Segara Anakan, Cilacap. A survey method was applied using line transect covering systematic observation and recording of vertical vegetation. Sampling technique was conducted in 5 stations. Vegetation density of tree mangrove was categorized as damage. Saplings and seedlings regeneration were categorized as good. Vertical vegetation structure showed a high domination of young plants. Horizontal vegetation of top structure was relatively dense. Individual and population did not spread unequally. Mangrove vegetation architecture profiles presented different profile, consisting of a single stratum, the stratum C (saplings and shrubs). | |
| 984 | 6982 | C1C007143 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN UNTUK MEMBAYAR PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA CILACAP | Penelitian ini berjudul: Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Kesadaran untuk Membayar Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cilacap. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial, simultan dan paling besar variabel pengetahuan dan pemahaman peraturan perpajakan, pelayanan fiskus dan peraturan sanksi perpajakan terhadap kesadaran membayar pajak. Hipotesis yang diajukan adalah variabel pengetahuan dan pemahaman peraturan perpajakan, pelayanan fiskus dan peraturan sanksi perpajakan secara parsial dan simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kesadaran membayar pajak. Pengetahuan dan pemahaman peraturan perpajakan mempunyai pengaruh paling besar terhadap peningkatan kesadaran membayar pajak dibandingkan pelayanan fiskus dan peraturan sanksi perpajakan. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan uji F, uji t dan uji elastisitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel pengetahuan dan pemahaman peraturan perpajakan, pelayanan fiskus dan peraturan sanksi perpajakan secara parsial dan simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kesadaran membayar pajak. Pengetahuan dan pemahaman peraturan perpajakan mempunyai pengaruh paling besar terhadap peningkatan kesadaran membayar pajak dibandingkan pelayanan fiskus dan peraturan sanksi perpajakan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa dalam rangka meningkatkan kesadaran membayar pajak, hendaknya pemerintah terus memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan kepada masyarakat, meningkatkan pelayanan fiskus dan penerapan sangksi perpajakan yang tegas. Pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan dapat menjadi titik berat untuk lebih meningkatkan kesadaran wajib pajak. | The study is titled: Factors Affecting Awareness to Pay Tax on Tax Office Primary Cilacap. The research objective was to determine the effect partially, most of the variables simultaneously and the knowledge and understanding of tax laws, tax authorities and regulatory services tax penalties against paying taxes consciousness. The hypothesis is variable knowledge and understanding of tax laws , tax authorities and regulatory services tax penalties partially and simultaneously have a significant influence on the consciousness of paying taxes. Knowledge and understanding of tax laws have the most effect on increasing awareness of the tax authorities to pay the tax and regulatory services than tax penalties. The analytical tool used is the analysis of the regression analysis with the F test, t test and elasticity. Based on the results of this study concluded that knowledge and understanding of tax laws, tax authorities and regulatory services tax penalties partially and simultaneously have a significant influence on the consciousness of paying taxes. Knowledge and understanding of tax laws have the most effect on increasing awareness of the tax authorities to pay the tax and regulatory services than tax penalties. The implication of this study is that in order to increase awareness of paying taxes , the government should continue to provide knowledge and understanding of tax laws to the people , improve service tax authorities and tax firm sangksi application . Knowledge and understanding of tax laws can be a tough point to further raise awareness of the taxpayer. | |
| 985 | 6984 | B1J009066 | PREVALENSI DAN TINGKAT SERANGAN RAYAP TANAH TERHADAP POHON PELINDUNG DI SEPANJANG JALAN dr. ANGKA KOTA PURWOKERTO. | Rayap tanah merupakan serangga yang tergolong dalam ordo Isoptera. Rayap memperoleh nutrisi dengan mencerna selulosa kayu. Pohon pelindung di pinggir jalan dr. Angka kota Purwokerto berfungsi sebagai penyerap polusi. Keragaman jenis rayap perlu diinventarisasi untuk mengetahui cara pengendalian serangan rayap dengan tepat, terutama terhadap pohon pelindung. Kerusakan yang ditimbulkan pada pohon pelindung jika tidak diantisipasi dimungkinkan dapat mengakibatkan kerugian bahkan kematian pohon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis rayap tanah yang menyerang pohon pelindung sepanjang jalan dr. Angka kota Purwokerto, jenis pohon pelindung yang terserang rayap tanah serta prevalensi dan tingkat serangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengumpanan menggunakan potongan kayu Albizia falcata dengan ukuran 2 cm x 2 cm x 25 cm yang ditancapkan sedalam 20 cm ke dalam tanah di dekat pohon pelindung. Pengambilan sampel rayap dilakukan pada pohon pelindung yang ditentukan dengan teknik sensus. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk identifikasi jenis pohon dan jenis rayap tanah yang didapat, sedangkan untuk perhitungan prevalensi dan tingkat serangan menggunakan rumus prevalensi dan menggunakan kategori tingkat serangan rayap. Hasil yang diperoleh adalah terdapat dua spesies rayap di sepanjang jalan dr. Angka kota Purwokerto, yaitu Macrotermes gilvus Hagen dan Microtermes insperatus Kemner. Kedua spesies rayap tersebut menyerang pohon Polyalthia longifolia dan Delonix regia. Prevalensi yang diperoleh sebesar 6,45% dengan tingkat serangan yang tergolong sangat ringan. | The Subterranean termites are insect belonging to order Isoptera. Termites find nutrient by digesting wood cellulose. Shade trees on the roadside of dr. Angka Purwokerto serve as pollution absorbents. The diversity of termites should be inventoried to determine how to control termites attack, especially on shade trees. If its not anticipated, the damage may affect the health shade tree. This research aimed to determine the types of subterranean termites that attack shade trees along the roadside dr. Angka Purwokerto, to find out species of shade trees that were attacked by termites, the prevalence and the level of severity attacked shade tree. The study used biting technique using pieces of Albizia falcata wood with the size of 2 cm x 2 cm x 25 cm which were planted as deep as 20 cm close to shade tree. All termites found attacking the shade trees as well as those found on the bites were counted. Data were analyzed descriptively to identification species of shade trees and species of subterranean termites that were obtained. Prevalence and the level of severity attacked were analyzed by using prevalence formula and termite attack level category using SNI 01.7207. The result showed that two specieses of termite, they were Macrotermes gilvus Hagen and Microtermes insperatus Kemner. Both of them attacked tree Polyalthia longifolia and Delonix regia. The prevalence was 6.45 % and considered to be very low. | |
| 986 | 6987 | B1J009070 | Regenerasi Sirip Ikan Nilem (Osteochilus hasselti C.V.) pada Berbagai Stadia Perkembangan | Sirip merupakan organ gerak utama bagi ikan yang memungkinkan ikan tersebut mencari makan dan melakukan berbagai aktivitas. Keutuhan sirip sangat menentukan kelangsungan hidup ikan. Sirip ikan memiliki kemampuan untuk beregenerasi ketika mengalami kerusakan mekanik misalnya robek atau terpotong. Kemampuan regenerasi sirip ekor telah diteliti pada beberapa spesies, akan tetapi informasi tentang kemampuan regenerasi pada sirip yang lain masih terbatas. Selain itu informasi tentang kemampuan regenerasi sirip ikan pada tahapan perkembangan yang berbeda misalnya tahap post-larva, juvenile, ikan dewasa jantan dan ikan dewasa betina juga masih terbatas. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian untuk mendapatkan informasi tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap regenerasi sirip ikan nilem. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan regenerasi sirip ikan nilem pada stadia post- larva, juvenile, ikan dewasa (jantan dan betina) dan mengetahui jenis sirip pada ikan nilem yang mengalami regenerasi lebih cepat. Penelitian dilaksanakan menggunakan eksperimental dengan pola Faktorial 4X4 dengan Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama berupa tahapan perkembangan ikan terdiri atas empat taraf yaitu tahap post-larva, juvenile, dewasa jantan dan dewasa betina. Faktor kedua adalah jenis sirip terdiri atas empat tarap yaitu sirip pectoral, sirip abdominal, sirip anal, dan sirip kaudal. Jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 12, pada setiap perlakuan disediakan 3 unit ulangan masing-masing berisi 5 ekor ikan. Ikan yang telah dipotong sisipnya dipelihara selama 4 minggu. Data hasil regenerasi ditabulasi kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dua arah. Hasil uji ANOVA yang menunjukkan p<0,05, dianalisis lanjut dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regenerasi sirip yang paling cepat pada ikan Nilem (O. hasselti C.V.) berlangsung pada tahapan perkembangan post-larva. Regenerasi sirip post larva mencapai 100% (1,276 ± 0,190) pada minggu ketiga; Regenerasi sirip stadium juvenile mencapai 90% (0,972 ± 0,403), dewasa jantan 70% (0,778 ± 0,201) dan dewasa betina mencapai 70% (0,715 ± 0,428) pada minggu keempat. Berdasarkan jenis sirip kemampuan regenerasi sirip paling cepat pada ikan Nilem (O. hasselti C.V.) dijumpai pada sirip ekor. | Fin is the main locomotory organ in fish that allow the fish to search food and do all activities. Intact fin is very crucial for fish survival. Fin has the ability to regenerate when it partially damage such as being torn or cut off. Caudal fin regeneration has been investigated in several species, but less informationis is available for other fins. I addition, information on the ability of fin regeneration at different developmental stages such as post-larva, juvenile, and adult is also limited. Therefore studies to reveal factors affecting fin regeneration is important. The objectives of this study were to evaluate the ability of O. hasselti fin regeneration at post-larvae, juvenile, and adult fish (male and female) and to determine which fin capable toregenerate faster than others. This research has been conducted experimentally applying factorial Completely Randomized Design. The first factor was fish’s developmental stages consisted of post-larva , juvenile, adult male and adult female. The second factor was the type of fin, consisted of pectoral fin, abdominal fin, anal fin, and caudal fin. There were 12 treatment combinations each with 3 replicates (n=180). The amputated fish were kept under standard laboratory condition for four weeks. The data were analyzed using two-way ANNOVA followed by Tukey Test when p<0.05. The result showed that post larvae regenerated their fin faster than the juvenile or adult. The caudal fin of the post-larvae has fully regenerate (100%; 1,276 ± 0,190) in three weeks. Four weeks post amputation the juvenile fin regenerate up to 70% (0,972 ± 0,403), adult male fin regenerate up to 70% (0,778 ± 0,201) and adult female fin regenerate up to 70% (0,715 ± 0,428). The caudal fin was the fastest to regenerate amongst other fins. | |
| 987 | 6988 | G1G009007 | PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KITOSAN TERHADAP STRUKTUR PORI, KEKUATAN TEKAN DAN SIFAT BIOAKTIF PADA SCAFFOLD HASIL SINTESIS | Keterbatasan akan jumlah donor untuk transplantasi merupakan permasalahan yang serius, maka perlu dicari alternative material pengganti yang dapat mengatasi masalah keterbatasan akan jumlah donor. Penelitian kali ini dilakukan sintesis scaffold untuk perbaikan jaringan tulang yang rusak bahkan hilang, salah satunya pada rongga mulut. Scaffold merupakan suatu struktur tiga dimensi yang digunakan sebagai penyangga sementara proses perbaikan suatu jaringan tubuh. Sifat yang harus dimiliki oleh scaffold ialah porus, biokompatibel, biodegradasi, bioaktif dan memiliki kekuatan mekanik yang cukup menopang proses pertumbuhan jaringan baru.Sintesis scaffold ini menggunakan bahan alginat, karbonat apatit dan kitosan dengan perbandingan alginat dan kitosan yang digunakan dalam penelitian ini ialah 60:40, 70:30 dan 80:20. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan adanya pengaruh variasi konsentrasi kitosan terhadap struktur pori, kekuatan tekan dan sifat bioaktif pada scaffold. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris murni dengan membagi kelompok sampel menjadi 3, yaitu scaffold alginat- apatit 60:40, 70:30 dan 80:20. Hasil dari uji SEM ukuran pori ketiga sampel berkisar antara 200 mikron. Hasil Uji kekuatan tekan A 0,017 MPa, sampel B 0,013 MPa, dan sampel C 0,011 MPa. Hasil uji EDS untuk melihat sifat bioaktif dari scaffold menyatakan bahwa, terdapat kurva-kurva yang menunjukan adanya unsur Ca dan P pada sampel setelah direndam selama tiga hari dan enam hari pada SBF. | A limitation amount of transplantation’s donor is a serious problem, so we must found an alternative material that can substitute the last of transplantation’s material to conquer those problem. Firstly, in this research the synthesis of a scaffold was done for bone tissue repairment that broke or maybe lysis, one of the example are bone tissue in oral cavity. Scaffold is an object that have three dimension structure and have a function as a temporarily support of the body tissue repairment process. Charateristic that must Scaffold have are including porous, biocompatible, biodegradation, bioactive and have a quite mechanical strength for support the growth process of a new tissue. Alginate, Carbonate Apatite, and Chitosan were used in this research for synthesis a scaffold. Ratio of alginate and chitosan that use were 60:40, 70:30 and 80:20. Aim of this research are to proving there’s an effect from variances consentration of chitosan to porous structure, pressure strength and bioactive characteristic of scaffold. This purely experimental laboratory were having three groups of sample, the sample has been divided into each group according to the ratio of scaffold alginate- apatite, there’re 60:40 for group A, 70:30 for group B and 80:20 for group C. Result of SEM test’s for porous size in three sample of group approximately between 200 micron. Result of pressure strength test for each group A, B, and C were 0,017 Mpa, 0,013 MPa, and 0,011 MPa. EDS test was using to observe a bioactive characteristic from scaffold. The result of EDS test were a specific curves that showing if there’s any element of Ca and P after sample were immersing along three and six days in SBF. | |
| 988 | 6677 | A1L109012 | PENGARUH CAIRAN PRODUK FERMENTASI LIMBAH UDANG TERHADAP PENYAKIT REBAH SEMAI DAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH KERITING VARIETAS LARIS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cairan produk fermentasi limbah udang terhadap penyakit rebah semai pada tanaman cabai merah keriting varietas Laris dan mengetahui pengaruh cairan produk fermentasi limbah udang terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah keriting varietas Laris. Penelitian dilaksanakan di pot plastik di Perumahan Griya Limas Permai, Purwokerto, serta di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Riset Terpadu, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan November sampai Desember 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi terdiri atas 22 perlakuan dan 3 kali ulangan. Petak utama terdiri dari media tanam yang tidak inokulasi dan yang diinokulasi Rhizoctonia solani. Anak petak terdiri dari perlakuan perendaman benih dan penyiraman bibit dengan air (H2O), cairan produk fermentasi limbah udang alami (lama fermentasi 0, 7, 30, 60, 90 hari), dan cairan produk fermentasi limbah udang dengan Bacillus B298 (lama fermentasi 0, 7, 30, 60, 90 hari). Variabel yang diamati adalah daya kecambah benih, kejadian penyakit, jumlah daun per tanaman, tinggi tanaman, panjang akar, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengaruh cairan produk fermentasi limbah udang terhadap pengendalian penyakit rebah semai tidak dapat dilihat. Tinggi tanaman umur 14 hst asal benih yang direndam dan bibitnya disiram dengan cairan produk fermentasi limbah udang dengan Bacillus B298 0 hari lebih tinggi daripada kontrol (asal benih yang direndam dan bibitnya disiram dengan air). Jumlah daun umur 21 hst asal benih yang direndam dan bibitnya disiram dengan cairan produk fermentasi alami 7 hari dari limbah udang lebih banyak daripada kontrol (asal benih yang direndam dan bibitnya disiram dengan air). Semua tanaman asal benih yang direndam dan bibitnya disiram dengan cairan produk fermentasi limbah udang kecuali cairan produk fermentasi alami 30 hari dari limbah udang memberikan hasil yang sama dengan kontrol (asal benih yang direndam dan bibitnya disiram dengan air) terhadap rerata tinggi tanaman umur 21 hst. | This research was aimed 1) to determine the effect of liquid products of shrimp waste fermentation on damping off disease control in curly red pepper var. Laris, 2) to determine the effect of liquid products of shrimp waste fermentation on the growth of the curly red pepper variety Laris. The research was conducted in Griya Limas Permai, Purwokerto and in Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, and Integrated Research Laboratory, The Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was carried out from November to December 2012. The experiment was laid out in Split Plot Design consists of 22 treatments and 3 replications. The main plots consists of media without inoculation of Rhizoctonia solani and media inoculated with Rhizoctonia solani. The sub plots consists of water (H2O), liquid products of 0, 7, 30, 60, 90 day natural fermentation of shrimp waste and liquid products of 0, 7, 30, 60, 90 day Bacillus B298 fermentation of shrimp waste. The variable measured were seed germination, disease incidence, number of leaves per plant, plant height, root length, dry mass of plant, dry mass of canopy, dry mass of root. The results showed that the effect of liquid products of shrimp waste fermentation on controlling damping off disease caused by pathogen R. solani can not be seen. Plant height age 14 hst from the soaked seeds and seedlings watered with liquid products of 0 day Bacillus B298 fermentation of shrimp waste was higher than controls (from the soaked seeds and seedlings watered with water ). Number of leaf age 21 hst from the soaked seeds and seedlings watered with liquid products of 7 day natural fermentation of shrimp waste was more than controls (from the soaked seeds and seedlings watered with water). All plant from the soaked seeds and seedlings watered with liquid products of shrimp waste except liquid product of 30 day natural fermentation of shrimp waste have the same results with controls (from the soaked seeds and seedlings watered with water) on the plant height average of 21 hst. | |
| 989 | 6969 | C1C007134 | Faktor-faktor yang Memengaruhi Profitabilitas pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Size Perusahaan sebagai Variabel Moderating | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh capital adequacy ratio (CAR), non performing loan (NPL), rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), loan to deposit ratio (LDR) dan size tehadap profitabilitas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 perbankan dengan metode purposive sampling. Analisis menggunakan regresi linear berganda dan moderated regression analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, NPL berpengaruh negatif terhadap profitabilitas, BOPO berpengaruh negatif terhadap profitabilitas, LDR tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, size tidak memoderasi hubungan antara CAR, NPL, LDR dan profitabilitas, namun size memoderasi hubungan antara BOPO dan profitabilitas. | The purposes of this research was to find out the effect of capital adequacy ratio (CAR), non performing loan (NPL), the ratio of operating expenses to operating income (BOPO), loan to deposit ratio (LDR) and size to profitability. The samples in this research were 21 banking companies which was selected through purposive sampling. The analysis uses multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The results showed that CAR did not influence to profitability, NPL negative significant influence to profitability, BOPO negative significant to profitability, LDR did not influence to profitability, size did not moderate the relationship between CAR, NPL, LDR and profitability, but size moderates the relationship between BOPO and profitability. | |
| 990 | 6990 | B1J009078 | PENGARUH PEMBERIAN BUBUR TALAS (Colocasia esculenta) TERHADAP PERTUMBUHAN SUB KULTUR PLANTLET ANGGREK Dendrobium sp. | Perbanyakan anggrek Dendrobium sp. dengan tingkat keberhasilan tinggi dapat dilakukan dengan teknik kultur in vitro. Penambahan bahan organik (talas) pada media dapat meningkatkan kandungan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan plantlet anggrek Dendrobium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bubur talas (Colocasia esculenta) terhadap pertumbuhan sub kultur plantlet anggrek Dendrobium sp. serta untuk menentukan konsentrasi talas yang terbaik untuk pertumbuhan plantlet anggrek Dendrobium sp. Percobaan yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan pemberian talas yaitu 0 g/l, 50 g/l, 100 g/l, 150 g/l, dan 200 g/l dan masing–masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga ada 15 perlakuan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah daun 6 mst dan 12 mst, panjang daun rata-rata 12 mst, jumlah akar 12 mst, dan panjang akar rata-rata 12 mst. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian bubur talas (Colocasia esculenta) dapat meningkatkan pertumbuhan plantlet anggrek Dendrobium sp. dan konsentrasi 150 g/l bubur talas merupakan konsentrasi yang terbaik untuk memacu pertumbuhan plantlet anggrek Dendrobium sp. pada panjang daun rata-rata sebesar 1,31 cm dan jumlah akar sebesar 5,29, serta konsentrasi 100 g/l bubur talas merupakan konsentrasi yang terbaik pada panjang akar rata-rata sebesar 2,93 cm pada umur 12 mst. | Propagation of Dendrobium sp. with a high success rate can be done with in vitro culture technique. The addition of organic substance (taro) in the media can increase the content of nutrients that are necessary for the growth of Dendrobium plantlet. This study aimed to determine the effect of tuber taro (Colocasia esculenta) on the growth of Dendrobium sp. plantlet sub-culture and to determine the best concentration of taro to the growth of Dendrobium sp.. The experiment were performed using an experimental method with Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments of Colocasia esculenta concentration, they ware 0 g/l , 50 g/l , 100 g/l , 150 g/l , and 200 g/l. Each treatment was replicated 3 times, so there ware 15 treatments. Parameters in this study were the number leaves at 6 weeks after planting (wap) and 12 wap, the average of leaf length at 12 wap, the number of root at 12 wap, and the average of root length at 12 wap. Results of the study showed that taro (Colocasia esculenta) can increase the growth of Dendrobium sp. plantlet. It was found concentration of 150 g/l taro extract gave rise to the highest average of leaf length is 1.31 cm as well as the highest number of root is 5.29, and concentration of 100 g/l taro extract gave rise to the highest average of root length is 2,93 weeks after planting (wap). | |
| 991 | 6991 | B1J009018 | STUDI POPULASI OWA JAWA (Hylobates moloch) DI LERENG GUNUNG SLAMET JAWA TENGAH | Owa jawa (Hylobates moloch) merupakan salah satu spesies primata endemik di Indonesia. IUCN-World Concervation memberikan status terancam punah (Endangered).Salah satu habitat owa jawa terdapat di Gunung Slamet Jawa Tengah.Penelitian berjudul “Studi Populasi Owa Jawa (Hylobates moloch) di Lereng Gunung Slamet Jawa Tengah” bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi di Lereng Gunung Slamet. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan Juli-November 2013, metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik stratified (random) sampling line transect method. Jalur transek untuk lokasi penelitian dengan memanfaatkan jalur yang sudah ada, tetapi di pilih jalur yang melewati dan memotong kontur lokasi penelitian. Owa jawa yang diperoleh sepanjang garis transek dihitung dan dianalisis menggunakan pendekatan perpendiculars distance dalam program komputer DISTANCE 5.0. Hasil analisis dengan program DISTANCE 5.0 menunjukkan kepadatan owa jawa di Gunung Slamet dengan luasan 170 km2 adalah 0.26 individu/km2, koefisien variasi 34.88%, nilai 95% confidence interval taksiran batas bawah 0.13365 hingga 0.51981. Berdasarkan hasil analisis dalam model ini diperoleh estimasi jumlah populasi di kawasan penelitian Gunung Slamet adalah 45 individu dengan kepadatan 0.26 individu/km2. | Javanese Gibbon (Hylobates moloch) is the endemic primate species in Indonesia. IUCN - World Concervation has given this species an endangered status. The habitat Hylobates moloch’s were found at Slamet Mountain in Central Java. The study entitled"Study of Javanese Gibbon(Hylobates moloch) Population in Slopes of Slamet Mountain, Central Java" aimed to determine the number of population in slopes of Mount Slamet. This research was conducted in the exact line these July -November 2013, the survey method with stratified sampling base on line transect method was used in this research. Transects pathway in this study used existing pathways wich the passed and cut the contour of research sites. Javanese Gibbon(Hylobates moloch) obtained along the transect was calculated and analyzed using perpendiculars distance approach(DISTANCE 5.0’s software). Analysis by DISTANCE 5.0 showed that the density of Javanese Gibbon (Hylobates moloch) at Slamet Mountain in 170 km2 area was 0.26 individual/km2, coefficient of variation was 34.88 % , lower limit of 95 % confidence interval was 0.13365 to 0.51981. Based on the analysis, total number of javanese gibbon population at Slamet Mountain was 45 individuals of the density 0.26 individuals/km2. | |
| 992 | 6992 | B1J008158 | RESPON AKTIVITAS AMILASE DAN PROTEASE IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) TERHADAP PERBEDAAN TEMPERATUR AIR | Penelitian untuk mengetahui aktivitas amilase dan protease digesti ikan gurami pada perbedaan temperatur air telah dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi ikan gurami yang dipelihara pada temperatur air 24oC (P1), ikan gurami yang dipelihara pada temperatur air 28oC (P2), dan ikan gurami yang dipelihara pada temperatur air 32oC (P3). Hasil penelitian aktivitas amilase menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan (P>0,05), sedangkan aktivitas protease menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan (P≤0,05). Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa perbedaan temperatur air menyebabkan perbedaan aktivitas protease usus ikan gurami dan temperatur terbaik aktivitas protease ikan gurami terjadi pada temperatur air 28oC, namun aktivitas amilase tidak mengalami perubahan. | Research to determine the activity of amylase and protease digestion gouramy on various temperature has been carried out experimentally using a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 4 replications. The treatments were included gouramy nurturing on water temperature 24oC (P1), gouramy nurturing on water temperature 28oC (P2), and gouramy nurturing on water temperature 32oC (P3). Parameters measured were amylase and protease activities. The results the amylase activity is showed no significant difference between treatments (P>0,05) where as protease activity showed there are significant difference between treatments (P0≤0,05). In conclusion, the difference in protease activity of gourami occured in water temperature 24oC (P1) and 28oC (P2) and the protease activity was highest at 28oC water temperature, but the amylase activity did not difference. | |
| 993 | 7008 | I1C006020 | GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH KEMAWI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SOMAGEDE, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Daerah penelitian terletak di daerah Kemawi, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, dengan luas sekitar 12 km2 dan skala 1:25.000. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari tatanan geologi serta kondisi alterasi hidrotermal yang ada di lokasi penelitian. Daerah penelitian termasuk ke dalam area eksplorasi pertambangan PT. Aneka Tambang Tbk. Daerah Kemawi dan sekitarnya terbagi menjadi dua satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Struktural Kemawi dan Satuan Bukit Intrusi Pakikiran. Stratigrafi di daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan tidak resmi dari tua ke muda, yaitu Satuan Breksi Vulkanik, Satuan Lava Andesit, Satuan Batupasir, dan Satuan Intrusi Basalt. Struktur geologi yang berkembang terdiri dari dua jenis sesar, yaitu Sesar Naik Menganan Pucung dan Sesar Geser Menganan Cileret. Alterasi hidrotermal dapat diamati dari kenampakan megaskopis di lapangan, sayatan petrografi, maupun dari hasil analisis PIMA di laboratorium. Dari ketiga metode pengamatan tersebut, maka daerah Kemawi dan sekitarnya terdiri dari zona alterasi Kaolinit-Pirofilit-Paragonit-Kalsit atau dapat disebandingkan dengan zona argilik. | The research area is located on Kemawi region, Somagede sub-district, Banyumas regency, Central Java province. It has wide area about 12 km2 and scale 1:25.000. The purposes of this research are to learn about geological setting and hydrothermal alteration condition. The research area is within the exploration area of PT. Aneka Tambang Tbk. The research area consist of three geomorphology units, that is hilly structural unit and intrusion hill unit. The stratigraphy of research area consist of four units from old to young, that is volcanic breccias unit, lava andesitic unit, sandstone unit, and basalt intrusion unit. Geological structures that were developed in research area consist of reverse right-slip fault and right reverse-slip fault. Hydrothermal alteration can be seen by megascopic observation, petrography, and PIMA analysis on laboratory. The result of observation are Kaolinite-Paragonite-Pyrophylite-Calcite zone that can be compared with argillic alteration. | |
| 994 | 7004 | G1F009009 | Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Rs Paru Sidawangi Cirebon | Prevalensi Tuberkulosis Paru di Indonesia masih tinggi, salah satunya dikarenakan kurangnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Tingkat kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis yang rendah disebabkan karena pemakaian obat dalam jangka panjang, frekuensi minum obat yang setiap hari, dan kurangnya kesadaran penderita akan penyakitnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di RS Paru Sidawangi. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, yaitu berupa kuesioner peran keluarga atau PMO (pengawas minum obat), peran petugas kesehatan, pengetahuan tentang TB paru, serta Morisky Medication Adherence Scale untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pasien. Analisis bivariat dilakukan untuk mencari hubungan antara karakteristik pasien, pengetahuan pasien, peran keluarga atau PMO, serta peran petugas kesehatan terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru menggunakan uji Chi-square. Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat pasien TB paru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 responden (9,2%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, 35 responden (40,2%), tingkat kepatuhan sedang dan sisanya 44 responden (50,6%) memiliki tingkat kepatuhan minum obat yang rendah. Hasil analisis uji statistik Chi Square menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan (p < 0,001), peran keluarga atau PMO (p = 0,017) dan pengetahuan (p < 0,001) terhadap tingkat kepatuhan minum obat. Hasil analisis Regresi Logistik menunjukan bahwa nilai Exp (β) = 28,911 yang paling besar adalah pengetahuan pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan tentang TB paru merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di RS Paru Sidawangi Cirebon. | Prevalence of Pulmonary Tuberculosis in Indonesia is still high, one of them due to lack of patient compliance in treatment. Medication adherence rate of tuberculosis patients is low, due to the use of drugs in the long run , the frequency of the medication every day and a lack of awareness of people with their disease. The purpose of this study was to analyze the factors that affect the level of medication adherence in patients with pulmonary tuberculosis in RS Paru Sidawangi. The method used in this study is cross-sectional with purposive sampling technique sampling. Instrument of data collection using questionnaires, namely the role of the family in the form of questionnaires or PMO (Supervisory Role Swallowing Drugs), the role of health personnel, knowledge of pulmonary tuberculosis, also the Morisky Medication Adherence Scale to determine the level of patient drug compliance. Bivariate analysis is performed to find the relationship between patient characteristics , patient knowledge, the role of the family or the PMO, and the role of health workers to the level of drug compliance of patients with pulmonary tuberculosis using Chi - square test. Multivariate analysis using multiple logistic regression to determine the factors that most affect the patient's adherence to treatment of pulmonary tuberculosis. The results showed that 8 respondents (9.2%) had a high compliance rate, 35 respondents (40.2%) moderate adherence rates and the remaining 44 respondents (50.6%) had low medication adherence. There was significant influence of education (p < 0.001), the role of the family or the PMO (p = 0.017) and knowledge (p <0.001) to the level of drug compliance. The highest value of Exp (β) = 28.911 is the knowledge of the patients. The conclusion of this study is the knowledge of pulmonary TB is the most influential factor on the level of medication adherence in patients with pulmonary tuberculosis in RS Paru Sidawangi, Cirebon. | |
| 995 | 6994 | G1F009038 | Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Pengawas Menelan Obat (PMO) Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru di BKPM Purwokerto | Prevalensi TB Paru di Indonesia masih tinggi, salah satunya karena kurangnya kepatuhan pasien menjalani pengobatan. Untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB Paru dapat dilakukan dengan adanya peran Pengawas Menelan Obat (PMO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku Pengawas Menelan Obat (PMO) terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel secara purposive sampling, yaitu 50 responden PMO dan 50 responden pasien TB Paru di BKPM Purwokerto. Alat pengumpulan data adalah kuesioner mengenai pengetahuan PMO, perilaku PMO, serta kepatuhan pasien TB Paru. Analisis bivariat menggunakan analisis Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden PMO (100%) adalah keluarga pasien TB Paru. PMO lebih banyak tinggal serumah dengan pasien TB Paru (90%). Mayoritas pengetahuan PMO terkait TB Paru adalah buruk (60%), namun berperilaku baik (50%), sebagian besar kepatuhan minum obat yang dimiliki pasien TB Paru tergolong tinggi (70%). Berdasarkan hasil analisis Rank Spearman, pengetahuan PMO memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru (p = <0,001), namun hubungan tersebut memiliki arah yang berlawanan (coefficient contingency = -0,527) dan dinyatakan tidak berhubungan terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pasien TB Paru di BKPM Purwokerto. Sedangkan perilaku PMO tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru di BKPM Purwokerto (p = 0,071). | Prevalence of Pulmonary TB in Indonesia is still high, partly because of the lack of patient compliance in treatment. To improve the compliance of Pulmonary TB patients can be done with Supervisory role Swallowing Drugs Controller (PMO). The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge and behavior of Swallowing Drugs Controller (PMO) against drug compliances of Pulmonary TB patients in BKPM Purwokerto. The study was designed with cross-sectional approach and purposive sampling, each of the samples obtained were 50 respondents PMO and 50 respondents Pulmonary TB patients in BKPM Purwokerto. Data collection tool was a questionnaire consisting of three aspects, namely knowledge of PMO, behavior of PMO, as well as compliances of Pulmonary TB patients. Data was analyze by Spearman Rank analysis. The results showed that the overall respondents PMO (100%) have a family relationship with Pulmonary TB patients. PMO also live with Pulmonary TB patients (90%). Knowledge of PMO about pulmonary TB is poor (60%), but well behaved (50%), most of drug compliances which are owned by Pulmonary TB patients is high (70%). Based on the results of Spearman Rank analysis, knowledge of PMO has a significant relationship against drug compliances of Pulmonary TB patients (p = <0,001). However, this relationship has the opposite direction (coefficient contingency = -0,527) and not related to the increase medication adherence of Pulmonary TB patients in BKPM Purwokerto. Whereas behavior of PMO does not have a significant relationship against drug compliances of Pulmonary TB patients in BKPM Purwokerto (p = 0,071). | |
| 996 | 6886 | G1A009099 | Hubungan Preeklamsia Berat dan Ringan dengan Kejadian Sindrom HELLP dan Eklamsia di Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2012 | Latar Belakang: Angka Kematian Ibu di Kabupaten Banyumas pada tahun 2011 yang disebabkan oleh preeklamsia-eklamsia merupakan yang tertinggi (43%). Preeklamsia terbagi atas preeklamsia berat dan ringan. Kejadian preeklamsia di Rumah Sakit Prof. Margono Soekarjo Purwokerto pada tahun 2012 meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2011. Tujuan: Mengetahui hubungan preeklamsia berat dan ringan dengan sindrom HELLP dan Eklamsia. Metode: Desain penelitian menggunakan analitik observational dengan pendekatan cohort. Subjek penelitian yaitu 68 ibu dengan preeklamsia berat dan 68 dengan preeklamsia ringan. Pengambilan data dengan menggunakan rekam medis. Uji statistik yang digunakan yaitu Fisher’s Exact Test dan melihat sisi perbandingannya menggunakan Risiko Relatif. Hasil: (1) Terdapat hubungan yang bermakna preeklampsia berat dan ringan dengan sindrom HELLP di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2012 (P=0.005). Wanita dengan preeklamsia berat memiliki risiko 2.53 kali lebih besar terkena sindrom HELLP daripada wanita dengan preeklamsia ringan (RR=2.53). (2) Tidak terdapat hubungan preeklamsia berat dan ringan dengan Eklamsia dengan nilai (P=1.00). Wanita dengan preeklamsia berat memiliki risiko 0,5 kali lebih besar terkena sindrom HELLP daripada wanita dengan preeklamsia ringan (RR=0.5) Kesimpulan: Terdapat hubungan preeklamsia berat dan ringan dengan Sindrom HELLP di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2012, namun tidak terdapat hubungan preeklamsia berat dan ringan dengan Eklamsia di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2012 . Kata kunci: Hubungan, Sindrom HELLP, Eklamsia, Preeklampsia. | Background : Maternal Mortality Rate in Banyumas in 2011 was caused by preeclampsia - eclampsia was the highest cause (43 %). Preeclampsia is divided into mild preeclampsia and severe preeclampsia. Incidence of preeclampsia in the Prof . Margono Soekarjo Hospital in 2012 was increasing greather than 2011 if there compared. Objectives : Knowing the association between mild and severe preeclampsia with HELLP syndrome and Eclampsia. Methods : The design of this study was observational analytic study with case-control approachment. Research subjects were 68 women with severe preeclampsia and 68 women with mild preeclampsia who passed the inclusion and exclusion criterias. Medical record was used as the data. Fisher’s exact test and Relative Risk were used as analytic statistical test to determinme the difference and comparison. Results : (1) There was asignificant association between mild and severe preeclampsia with HELLP syndrome in Prof. Dr..Margono Soekarjo hospital in 2012 (P value =0.005). Women with severe preeclampsia had 2.53 times greater risk for developing HELLP syndrome than women with mild preeclampsia (RR=2:53). (2) There was no association between mild and severe preeclampsia with eclampsia (P Value =1.00). Women with severe preeclampsia had 0.5 times greater risk for developing HELLP syndrome than women with mild preeclampsia (RR=0.5). Conclusion : There was association between severe and mild preeclampsia with HELLP syndrome in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital in 2012. There was association between severe and mild preeclampsia with eclampsia in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital in 2012. Keywords : Assosiasion, HELLP Sindrome, Eclampsia, Preeclampsia. | |
| 997 | 7007 | G1F009027 | Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lipstik Ekstrak Metanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) | Kosmetika selain sebagai pendukung penampilan juga berfungsi untuk menjaga tubuh dari pengaruh radikal bebas. Penambahan senyawa antioksidan dari ekstrak bahan alam ke dalam sediaan kosmetik seperti lipstik merupakan salah satu cara untuk menghambat aktivitas radikal bebas. Kulit buah manggis memiliki aktifitas antioksidan yang sangat tinggi. Pada penelitian ini dibuat formulasi sediaan lipstik yang mengandung senyawa antioksidan dari ekstrak kulit buah manggis. Sediaan lipstik dibuat 4 formula yaitu lipstik kontrol negatif, lipstik dengan ekstrak metanol kulit buah manggis sebanyak 4 gram, 6 gram dan 8 gram. Sediaan lipstik dievaluasi sifat fisik yang meliputi uji kestabilan, uji oles, uji homogenitas dan uji kesukaan. Sediaan lipstik diuji akitivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH dan dibandingkan dengan kontrol positif berupa sediaan lipstik bermerk yang mengandung vitamin E. Analisis data hasil evaluasi sifat fisik lipstik menggunakan analisis deskriptif dan uji aktivitas antioksidan dengan ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit buah manggis dapat diformulasikan menjadi sediaan lipstik yang memenuhi syarat uji sifat fisik sediaan. Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada Formula 3 sebesar 61,62% lebih tinggi dibanding sediaan lipstik bermerk sebesar 31,38%. Hasil LSD ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna pada tiap konsentrasi ekstrak, setiap kenaikan konsentrasi ekstrak dalam formulasi lipstik dapat menaikkan aktivitas antioksidan. | Cosmetics not just to supporting appearance but also serves to keep the body from the effects of free radicals. The addition of antioxidant compounds from extracts of natural ingredients in cosmetic preparations such as lipstick is one way to inhibit the activity of free radicals. Mangosteen rind has an antioxidant activity similar to vitamin C. This research is made lipstick formulation containing antioxidant compounds from mangosteen rind extract. Lipstick was made 4 formula there is negative control, with methanol extract of mangosteen rind 4 grams, 6 grams and 8 grams. Lipsticks is evaluated to physical properties measurement there is stability test, smear test, pH test, homogenity test and hedonic test. Formulation are tested the antioxidant activity using DPPH method and compared with brand lipstick which has vitamin E. Analysis of data on the evaluation of physical properties lipstick using descriptive analyisis and antioxidant activity test using one way ANOVA. The results showed that extract of mangosteen rind can be formulated into a lipstick that meets requirements of physical properties test preparation. Highest antioxidant activity found in Formula 3 for 61,62% there is higher than brand lipstck for 31,38%. Results of the ANOVA showed significant differences of LSD at each concentration of extracts, any increase in the concentration of the extract in lipstick formulation can increase antioxidant activity. | |
| 998 | 6997 | B1J009017 | KARAKTERISTIK SEL-SEL SPERMATOGENIK IKAN NILEM (Osteochilus hasselti C.V.) YANG DIISOLASI MENGGUNAKAN GRADIEN SENTRIFUGASI SUKROSA PADA BERBAGAI KONSENTRASI | Isolasi sel merupakan langkah pertama dalam kultur sel spermatogenik. Salah satu teknik isolasi sel yang terbukti efisien adalah gradien sentrifugasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi karakter sel-sel spermatogenik ikan Nilem (Osteochilus hasselti C.V.) yang diisolasi menggunakan gradien sentrifugasi sukrosa pada berbagai konsentrasi serta menentukan konsentrasi sukrosa yang efisien untuk isolasi sel-sel spermatogenik ikan Nilem (O. hasselti). Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah gradien konsentrasi sukrosa yaitu perlakuan A (10%, 15%, 20% dan 25%), B (15%, 20%, 25% dan 30%), C (20%, 25%, 30% dan 35%) dan D (25%, 30%, 35% dan 40%). Suspensi testis diisolasi dengan gradien uji dengan kecepatan 400 g selama 10 menit. Data penelitian meliputi morfologi, kepadatan, dan viabilitas sel serta proporsi tahapan sel spermatogenik pada setiap interfase gradien dianalisis dengan ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gradien sentrifugasi sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda membentuk empat interfase yang dapat diamati dengan jelas. Gradien sentrifugasi sukrosa mengisolasi empat tipe sel yang dikategorikan sebagai sel spermatogenik (meliputi spermatogonia, spermatosit, spermatid dan spermatozoa) dan satu tipe sel yang dikategorikan sebagai sel somatik yaitu sel sertoli dari suspensi sel hasil disosiasi testis ikan Nilem. Kepadatan sel bervariasi antar interfase pada masing-masing gradien (p<0,05), kepadatan sel meningkat dari konsentrasi terendah (interfase paling atas) hingga konsentrasi tertinggi (interfase paling bawah) dengan proporsi sel spermatogenik yang didominasi oleh spermatozoa. Viabilitas sel hasil sentrifugasi sukrosa pada semua konsentrasi yang diujikan berkisar antara 70,25 ± 4,84 % hingga 88,71 ± 10,68%. Hasil analisis menunjukkan bahwa viabilitas sel spermatogenik pada antar interfase dari seluruh gradien uji tidak berbeda secara signifikan (p>0,05) namun konsentrasi sukrosa yang diujikan memberikan pengaruh terhadap viabilitas sel (p<0,05), viabilitas sel terendah diperoleh dari gradien sentrifugasi D sedangkan viabilitas tertinggi diperoleh dari gradien A dan B. | Cell isolation is the first important step in the spermatogenic cell culture. One of the cell isolation techniques had been used was Sucrose gradient centrifugation. The purpose of this study were to identify and evaluate the character of Nilem fish (Osteochilus hasselti C.V.) spermatogenic cells isolated using sucrose gradient centrifugation at various concentrations and to determine the efficient concentration of sucrose to isolate spermatogenic cells. This research was carried out experimentally using completely randomized design with four treatments and seven replicates. The tested treatments were sucrose gradient concentrations namely A ( 10 % , 15 % , 20 % and 25 % ), B ( 15 % , 20 % , 25 % and 30 % ), C ( 20 % , 25 % , 30 % and 35 % ), and D ( 25 % , 30 % , 35 % and 40 % ). Testicular suspensions were load to each gradient and centrifuged at 400 g for 10 minutes. Research data consisted of cell morphology, density, and cell viability as well as the proportion of spermatogenic cell in each interphase gradient was analyzed using one-way ANOVA. The results showed that each sucrose gradient centrifugation form four distinct interphase. Four cell types which were categorized as spermatogenic cells (consisted of spermatogonia, spermatocytes, spermatids and spermatozoa) and one somatic cell type, the Sertoli cells were identified in all tested gradient. Cell density were varies amongst interphase gradients (p<0.05), cell density increased from top layer (lowest concentration) to bottom layer (highest concentration) with proportion of spermatogenic cells was dominated by spermatozoa. Cell viability resulted from all concentrations tested ranged from 70.25 ± 4.84 % and 88.71 ± 10.68 %. Cell viability was not significantly different amongst gradient interphase (p>0.05) but significantly different amongst sucrose gradient (p<0.05). The lowest cell viability was obtained from gradient centrifugation D while highest viability was obtained from gradient A and B. | |
| 999 | 7005 | G1B009029 | HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN RASA LELAH PADA PEKERJA LAUNDRY DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS | Kelelahan secara nyata dapat menambah tingkat kesalahan kerja dan menurunkan kinerja, selain itu kelelahan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap terjadinya kecelakaan kerja.Kelelahan kerja ditandai oleh melemahnya tenaga kerja dalam melakukan pekerjaan atau kegiatan.Kelelahan dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam maupun luar.Sikap kerja merupakan salah satu faktor dari dalam yang dapat menyebabkan terjadinya kelelahan kerja.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan sikap kerja dengan terjadinya kelelahan kerja dibagian penimbangan, pencucian, pengeringan, penyetrikaan, dan pengemasan pada pekerja laundry di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan observasional dengan desain penelitian cross sectional, dengan sampel penelitian berjumlah 150 responden terdiri dari 30 sampel di 5 bagian laundry. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi-square).Berdasarkan 5 bagian sikap kerja yang diteliti yaitu penimbangan, pencucian, pengeringan, penyetrikaan dan pengemasan, bagian yang terdapat hubungan yaitu penyetrikaan.Bagian yang tidak berhubungan adalah penimbangan, pencucian, pengeringan dan pengemasan. Sebagai saran untuk mengurangi terjadinya kelelahan yaitu adanya penyuluhan tentang sikap ergonomis pada pekerja laundry, penambahan jumlah waktu isirahat, dan mendesain sarana kerja yang ergonomis seperti meja kursi yang ergonomis untuk bagian penyetrikaan. | Fatigue could significantly degrade performance and increase the error rate of employment. Moreover, fatigue contributed significantly to the occurrence of occupational accidents. Fatigue is characterized by weakening employment of labor in doing the work or activities. Fatigue was influenced by several factors, both internal and external factors. Working attitude was one of the internal factors. The purpose of this study was to determine the relationship of working attitude to the occurrence of working fatigue of workers at Laundry on North Purwokerto district in Banyumas. The study was conducted using observational approach by cross sectional research design with the study sample amounted to 150 respondentsconsisted of 30 samples in 5 section laundry. Analyses of data used are univariate and bivariate analysis(chi square).Based on five section working attitude studied are weighing, washing, drying, ironing and packaging, factor associated with work exhausted is the ironing section. The factor that are not associated with work exhausted is weighing, washing,dryingand packaging. As a suggestion to reduce the occurrence of fatigue, givingeducation of ergonomic attitude on laundry workers and more resting time, andgiving ergonomic design means working as an ergonomic desk chair for ironing section. | |
| 1000 | 6989 | B1J009170 | KAJIAN ANATOMI DAN KANDUNGAN KLOROFIL DAUN JABON (Neolamarckia cadamba (Roxb.) Bosser)BERDASARKAN UMUR TEGAKAN DI WILAYAH BATURRADEN | Kajian struktur anatomi dan kandungan klorofil daun jabon Neolamarckia cadamba (Roxb.)Bosserberdasar umur tegakan pohondapat digunakan sebagai data awal atau pembanding untuk penelitian lanjutan yang berhubungan dengan fungsi fisiologis tanaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survai dengan teknik sampling menggunakan stratified random sampling. Variabel yang diamati adalah umur tegakan pohon jabon dan parameter yang diamati adalah anatomi daun jabon meliputitebal mesofil, ukuran dan jumlah stomata/ mm2, jumlah trikomata/ mm2dan kandungan klorofil. Hasil pengamatan struktur anatomi daun jabon tersusun oleh tiga sistem jaringan dasar yaitu epidermis, mesofil, dan berkas pembuluh. Epidermis terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat dengan bagian atas lebih tebal. Mesfil tersusun rapat dan membentuk dua lapis lapisan palisade, termasuk tipe dorsiventral.Hasil yang berbeda nyata dengan menggunakan uji t berpasangan (taraf uji 5%) hanya terdapat pada kandungan klorofil daun umur 1 dan 3, 1 dan 4 dan 1dan 5 (klorofil b), serta umur 1 dan 5 (klorofil total). | The study about leaf anatomy and chlorophyl contents of jabon Neolamarckia cadamba (Roxb.) Bosser with different ages was aimed to complete the information about plant physiology. This research used survey method with stratified random sampling, different ages of jabons stand was used as a variable. Parameter were mesophyl thickness, stomatal size and density, trichoma density, and chlorophyll contents. Leaf anatomy of jabon is composed by epidermis, mesophyl, and bundle sheat. Epidermis composed one cell with thicker size in adaxial site. Mesophyl type is dorsiventral with extra palisade layer. The result showed that different age of jabon influenced chlorohyl contents. |