Artikel Ilmiah : F1A010048 a.n. DWI AGUS PRASTIYO

Kembali Update Delete

NIMF1A010048
NamamhsDWI AGUS PRASTIYO
Judul ArtikelEkspresi Kritik Dalam Musik Keras Ala EDANE : Studi Hermeneutik Tentang Ekspresi Kritik Terhadap Karya Grup Band EDANE
Abstrak (Bhs. Indonesia)Musik sebagai sarana kritik sosial merupakan hal penting dalam masyarakat. Edane grup band rock Indonesia, menjadi salah satu aktor yang membubuhi karyanya dengan kritik-kritik sosial. Tujuan penelitian ini adalah menggambaran ekspresi kritik yang disajikan Edane dalam tiap karyanya, kemudian mengkaitkannya dengan kondisi sosial yang melatarbelakanginya. Penelitian ini dilakukan dengan, pertama pengumpulan data terkait dan relevan dengan proses penelitian ini, kemudian melakukan kategorisasi terhadap data, kemudian dianalisis secara sosiologis dengan metode pemahaman teks hermeneutik milik Gadamer. Hasil penelitian ini menunjukan relevansi kritik dengan kondisi sosial yang terjadi bertepatan pada waktu (masa produksi) karya tersebut. Dalam tiga kategorisasi waktu (akhir Orde Baru, Pasca Reformasi, Kekinian) terdapat pola perubahan kritik dalam karya Edane, hal ini menyangkut rezim yang berkuasa saat itu (represif dan demokrasi). Kritik terselubung ditampilkan pada karya (masa produksi) akhir Orde Baru. Pada pasca Reformasi kritik Edane lebih keras dan menyerang pihak-pihak terkait masalah yang diangkat dalam tema lagu tersebut. Sementara pada tiga kategorisasi berdasarkan tema kritik (sosial, politik, budaya), Edane cenderung menampilkan kritik yang mengarah pada sisi sosial-budaya. Pola yang terbentuk pada kategorisasi ini adalah dominasi kritik sosial-politik yang melemah pada masa produksi kekinian. Kritik Edane pada pasca reformasi yang cenderung menyerang berada pada lagu “Goblog”dan “Paraelite”. Pada lagu “Goblog”sasarannya adalah pemuda yang menjadikan konsumsi narkotika sebagai gaya hidup, sementara pada lagu “Paraelite” cenderung memojokkan praktisi politik yang tidak kompeten dalam menjalankan tugas dan amanahnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Music as means of soscial criticism is important things in society. A rock band from Indonesia, Edane, become an actor of social criticism through their music. This research intend to describing the critique expression on every of their music, then correlated it with the social condition that become it’s background. This research was conducted by, first data collection related and relevant to this research process, then perform the categorization of the data, and then analyzed by the method of a sociological understanding of the text (hermeneuitic) belongs to Gadamer. These results indicate the relevance of social criticism with conditions that happen to coincide in time (the production) of Edane’s creations. In three categorization time (the end of the Orde Baru, Post-Reformasi, ‘Present’ ) there is a pattern of change in criticism of Edane’s criticism, it is concerned that the current regime in power (repressive and democratic). Veiled criticism featured in the work (production period) end of the Orde Baru. In post-Reformasi criticism, Edane presenting much harsh and offensive criticism related parties of the issues raised in the theme of the song. While the three categorization based on the theme of criticism (social, political, cultural), Edane tend to show critics that lead to socio-cultural side. Pattern formed in this categorization is the dominance of socio-political criticism that weakened during the ‘present’ production. Edane criticism in post-reform tends to be offensive on the song "goblog" and "Paraelite". In the song "goblog" target is the youth who make drug consumption as a lifestyle, while the song "Paraelite" tend to discredit political practitioners who are not competent in performing their duties and responsibilities.
Kata kunciMusik, Lirik, Edane, Kritik, Hermeneutik
Pembimbing 1Hendri Restuadhi
Pembimbing 2Dalhar Shodiq
Pembimbing 3Jarot Santoso
Tahun2014
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2014-08-21 08:34:30.870484
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.