Artikel Ilmiah : F1A010023 a.n. GALIH SUDANSYAH
| NIM | F1A010023 |
|---|---|
| Namamhs | GALIH SUDANSYAH |
| Judul Artikel | SELF DISCLOSURE DALAM CUITAN SEBAGAI CITRA DIRI PENGGUNA JEJARING SOSIAL TWITTER DIKALANGAN SISWA SMAN 1 DAN 2 DI MAJALENGKA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Jejaring sosial Twitter, pengungkapan diri dan citra diri menjadi kajian pokok pembahasan dalam skripsi ini. Seiring perkembangannya jejaring sosial Twitter dimanfaatkan sebagai salah satu ruang pengungkapan diri. Penggunanya bebas menuangkan segala macam hal mengenai situasi dan keadaan dirinya. Disadari atau tidak dari pengungkapan diri yang diungkapkan melalui Twitter tersebut dapat menunjukan kepribadiannya dari berbagai segi hal mengenai karakteristik si pemilik akun. Sehingga hal tersebut dapat menunjukan berbagai citra diri yang dipertunjukan oleh setiap penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan citra diri dalam penggunaaan jejaring sosial Twitter dikalangan Siswa SMAN 1 dan 2 di Majalengka ketika Twitter digunakan sebagai ruang self disclosure. Metodologi penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dengan mengcapture teks cuitan self disclosure di Twitter. Data yang berhasil dikumpulkan dan dipaparkan secara kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis semiotika. Hasil penelitian menunjukan bahwa para remaja khususnya Siswa SMAN 1 dan 2 di Majalengka lebih condong menggunakan Twitter sebagai ruang pengungkapan diri yang berhasil mempertunjukan citra diri dari masing-masing penggunanya. Dalam setiap cuitan pengungkapan diri terungkap citra diri virtual yang dipertunjukan mulai dari sosok percaya diri, gaul, humoris, emosional, religius, pemberani, bahkan kritis. Dalam jejaring sosial Twitter, seseorang bisa menjadi siapapun atau apa saja yang diinginkannya, itulah pencitraan diri secara virtual yang terbentuk melaui pengungkapan diri dalam Twitter. Peneliti juga mengungkap bahwa dalam perkembangan dunia maya saat ini, kehadiran individu sebagai objek diwakili dengan animasi (avatar) sesuai dengan keinginan individu. Hubungan antar individu telah diwakili oleh perangkat teknologi komunikasi. Hal tersebut menunjukan adanya ketidakpahaman remaja dalam penggunaan tekhnologi Twitter sehingga pemanfaatanya menjadi bebas dan tidak tepat guna. Maka pengguna jejaring sosial Twitter khususnya para remaja harus menyadari bahwa jejaring sosial merupakan dunia hiperrealitas, sehinnga penggunaannya dapat sesuai dengan fungsi dari jejaring sosial tersebut khususnya Twitter. Dalam implikasinya, kebebasan remaja dalam hal membuat cuitan pengungkapan diri bersifat privat yang dipublisnya menunjukan pula bahwa remaja tersebut dalam keadaan labil. Keadaan labil tersebut dapat menimbulkan masalah yang fatal misalnya ketika menjadi incaran kejahatan ataupun adanya penilaian dari dari orang lain sehingga timbulnya penolakan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Social media Twitter, self disclosure, and self image become main discussions in this thesis. Twitter has also been utilized as one of self enclosure space. The users are free to show their own situation and condition, whether it is. Twitter can show their users. It can show their self image. The purpose of this research is to describe self image of particularly twitter users among the student of state senior high school 1 and 2 in Majalengka, when Twitter used as self disclosure place. Methodology of this research is qualitative descriptive, data collected by captured text of self disclosure in Twitter I analyzed the collected data by qualitative descriptive with semiotic analysis. The result show that teenagers especially state senior high school 1 and 2 in Majalengka tend to use Twitter as a place of self disclosure which can show self image from every single users. Every tweet of self disclosure revealed virtual self image which shows a confident self, sociable, funny, religious, brave, even critical. Twitter, someone can be everyone or anything they want, that is virtually self image which is formed by self enclosure in Twitter. Researcher also show that there are virtual world development, individual as object represented by animation (avatar) as what they want. The relation between individuals has been represented by communication are less understand technology. It shows that teenagers who use of Twitter technology so that its utilization are free and not efficient. Then Twitter users especially teenagers have to realized that social media is a hiperreal world, so that every users can use the function of social media accordingly. It is implicated, that teens freedom to tweet about self disclosure shows that teenager are unstable. Unstable condition can create fatal problem, for example: become crime target, other people valuation, or rejection. |
| Kata kunci | Twitter, cuitan self disclosure, citra diri |
| Pembimbing 1 | Prof.Dr.Imam Santosa, M.Si |
| Pembimbing 2 | Hariyadi, MA, Ph.D |
| Pembimbing 3 | Dr. Masrukin, M.Si |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2015-03-04 11:47:54.621255 |