| NIM | G1B010043 |
| Namamhs | ERNIATI |
| Judul Artikel | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KUSTA TIPE MB (MULTIBASILER) DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2013 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kusta adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Kabupaten Kebumen merupakan daerah endemik rendah kusta, namun kasus yang ditemukan setiap tahunnya tidak menunjukkan penurunan berarti. Penemuan kasus kusta sebagian besar tipe Multibasiler, sebagai indikator tingginya penularan penyakit tersebut karena sumber penularan dari penyakit kusta adalah penderita kusta Multibasiler. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit kusta tipe Multibasiler. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain kasus kontrol. Kasus adalah penderita kusta Multibasiler sebanyak 22 orang dan kontrol adalah tetangga penderita yang telah diskrining oleh petugas kesehatan dan hasilnya negatif sebanyak 44 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor resiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian kusta Multibasiler adalah personal hygiene (p=0,000; OR=28,5; CI=7,142-113,725), riwayat kontak (p=0,000; OR=35,8; CI=4,162-308,542), kebiasaan mandi (p=0,034; OR=3,3; CI=2,277-4,828), jenis lantai (p=0,01; OR=3,4; CI=2,334-5,083) dan luas ventilasi (p=0,002; OR=6,5; CI=2,070-20,410). Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit kusta tipe MB di Kabupaten Kebumen tahun 2013 adalah personal hygiene, riwayat kontak, kebiasaan mandi, jenis lantai dan luas ventilasi. Saran yang diajukan adalah meningkatkan kebersihan perorangan dan meningkatkan fungsi ventilasi rumah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Leprosy is communicable disease which have public health problem. Kebumen District was a low endemic area of leprosy, but this case which founds every years not show significantly decrease. Most discoveries of leprosy case was Multibacilarry leprosy, as an indicator of the high transmission of the disease because sources transmission of leprosy is Multibacillary leprosy patients. The purpose of this research was to know the factors that related to the type MB (Multibacillary) of leprosy disease. This research is an analytic case-control design. There were 22 peoples of Multibacillary leprosy patients as a cases and 44 peoples as a control, get from neighbor of patients which have screened by health officer. Data analyzed by univariate and bivariate analyze with Chi square test formula. The research result show that proved risk factors with Multibacillary leprosy disease are personal hygiene (p=0,000; OR=28,5; CI=7,142-113,725), contact history (p=0,000; OR=35,8; CI=4,162-308,542), bathing habits (p=0,034; OR=3,3; CI=2,277-4,828), type of floor (p=0,01; OR=3,4; CI=2,334-5,083) and extensive ventilation (p=0,002; OR=6,5; CI=2,070-20,410). Based on this research conclude that factors related to the type MB of leprosy disease at Kebumen District in 2013 were personal hygiene, contact history, bathing habits, type of floor and extensive ventilation.Suggestions submitted is to improve personal hygiene and improving home ventilation function. |
| Kata kunci | Faktor resiko, Kusta, Multibasiler |
| Pembimbing 1 | Dwi Sarwani SR, SKM., M.Kes (Epid) |
| Pembimbing 2 | Sri Nurlaela, SKM., M.Epid |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2014-08-20 20:37:31.313631 |
|---|