Artikelilmiahs

Menampilkan 61-80 dari 52.028 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
616025C1C009107Analisis Pengaruh Struktur Pembiayaan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan (Studi Empiris pada Perbankan Syariah di Indonesia dan Malaysia)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana struktur pembiayaan yang diproksikan dengan Pembiayaan Jual Beli, Pembiayaan Bagi Hasil dan Pembiayaan Sewa mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Perbankan Syariah di Indonesia dan Malaysia. Juga untuk membandingkan Kinerja Keuangan pada Perbankan Syariah di kedua negara tersebut. Kinerja Keuangan diukur menggunakan Return On Assets. Penelitian ini menggunakan data time series yang di analisis menggunakan metode Regresi Linear Berganda. Penelitian ini dilakukan pada Perbankan Syariah yang ada di Indonesia dan Malaysia dengan menggunakan data Laporan Keuangan Tahinan dari tahun 2010 samapi 2011 yang dipublikasikan di website masing-masing perusahaan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pembiayaan Jual Beli dan Pembiayaan Bagi Hasil berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perbankan Syariah di Indonesia dan Malaysia, sementara untuk Pembiayaan Sewa menunjukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara Kinerja Keuangan Perbankan Syariah di Indonesia dengan Perbankan Syariah di Malaysia.
The aims of this study are to examine how Financing Structure is proxied by trading based financing, profit and loss sharing based financing, and lease based financing affect the Financing Performance of Islamic Banking in Indonesia and Malaysia. Also to compare the financial performance of Islamic banks in both countries. The Financing Performance is measured by Return On Assets. It uses time series data which are analyzed by using multiple regression method. This research conducted at sharia banks in Indonesia and Malaysia by using data from the annual financial reports of 2010 to 2011 were obtained from the website of each company. The results showed that trading based financing, and profit and loss sharing based financing significantly affected financial performance, while lease based financing has no effect. In addition, this study showed that there was no difference between the financial performance of Islamic banking in Indonesia and Malaysia.
626026A1H009046KETAHANAN MUTU JAMUR TIRAM (Pleurotus Ostreatus) KERING SELAMA PENYIMPANAN MENGGUNAKAN KEMASAN POLIPROPILEN DAN ALUMUNIUM FOILJamur tiram merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki khasiat dan nilai gizi yang tinggi, salah satu pengawetan sayuran kering khususnya jamur yaitu dengan pengeringan dan pengemasan, karena dapat memberikan pengaruh terhadap sifat fisik bahan selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan jamur tiram kering selama penyimpanan menggunakan kemasan polipropilen (0,05 mm dan 0,12 mm) dan alumunium foil 0,2 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengeringan jamur tiram pada suhu 50oC mempengaruhi mutu jamur tiram. Kemasan yang baik digunakan untuk jamur tiram kering selama penyimpanan adalah Polipropilen 0,12 mm yaitu mencapai kadar air 8,08 % bb dengan umur simpan selama 106 hari. Tekstur dan warna jamur tiram dengan kemasan PP 0,12 mm sangat disukai panelis. Model matematika jamur tiram kering dengan kemasan PP 0,12 mm yaitu At = A0 exp (0,0056 t) dengan nilai error 5,39 %. Berdasarkan warna, model matematika jamur tiram kering dengan kemasan PP 0,12 mm yang diperoleh adalah warna kecerahan (L): At = A0 exp (-0,0466 t) , nilai error : 2,62 %, warna kromatik a-: At = A0 exp (-0,1288 t), nilai error : 21,14 %, warna kromatik b : At = A0 exp (-0,1029 t), nilai error : 20,39 %. Umur simpan jamur tiram kering yaitu dihitung dengan menggunakan reaksi kinetika, mengacu pada kadar air sebesar 7,16 % bb sehingga diperoleh umur simpan sebesar 106 hari. Oyster Mushrooms are one of the vegetables that have efficacy and high nutrient value. One of preserving dried vegetables especially mushrooms is drying and packaging, because it can give effect on the physical properties of materials during storage. This research aims to know the durability of the dry oyster mushroom during storage by using polypropylene packaging (0.12 mm and 0.05 mm) and aluminum foil 0,2 mm. The results showed that the drying oyster mushroom at 50oC affected oyster mushroom quality. A good packaging for dry oyster mushroom during storage is 0.12 mm Polypropylene which reach moisture 8,08% bb by 106 days of the storage age. The texture and color of Oyster Mushrooms with PP 0.12 mm package is highly preferred by the panelists. Mathemathics Model of drying oyster mushroom is At = A0 exp (0, 0056 t) with error value is 5,39 %. Based on colour, mathemathic model of oyster mushroom with PP0,12 mm packaging is the brightness colour : At = A0 exp (-0,0466 t) , nilai error : 2,62 %, cromatic colour a-: At = A0 exp (-0,1288 t), error value : 21,14 %, warna kromatik b : At = A0 exp (-0,1029 t), nilai error : 20,39 %. The age storage of dry oyster mushroom is counted by kinetics reaction. It is according to the water storage levels about 7,16%bb, so the storage age is 106 days.
636012C1C009106PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KEPASTIAN TUJUAN SISTEM KREDIT TANPA AGUNAN BANK BTPN MITRA USAHA RAKYAT WILAYAH PEMASARAN CILACAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian internal (lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan) terhadap kepastian tujuan sistem kredit tanpa agunan Bank BTPN Mitra Usaha Rakyat wilayah pemasaran Cilacap.
Responden meliputi seluruh individu yang terlibat langsung dengan pengendalian internal kredit tanpa agunan Bank BTPN Mitra Usaha Rakyat wilayah pemasaran Cilacap sebanyak 49 orang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan data primer. Alat analisis menggunakan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal (lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan) berpengaruh (secara simultan maupun parsial) terhadap kepastian tujuan sistem kredit tanpa agunan.
Implikasi penelitian adalah dengan meningkatkan aspek lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pada Bank BTPN Mitra Usaha Rakyat wilayah pemasaran Cilacap.
This study aims to find out the effect of internal control (control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring) on the certainty of the purpose of unsecured loan system of Bank BTPN Mitra Usaha Rakyat marketing area Cilacap.
Respondents are the person who directly involved with the internal control of unsecured loan system of Bank BTPN Mitra Usaha Rakyat marketing area Cilacap. Research data are perception data about the internal control of unsecured loan system of Bank BTPN Mitra Usaha Rakyat marketing area Cilacap that had been collect by using questionnaires. Descriptive statistic and multiple linear regression analysis were employed.
The results of this research are the internal control (control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring) effect (simultaneously or partially) on the certainty of the purpose of unsecured loan system of Bank BTPN Mitra Usaha Rakyat marketing area Cilacap.
Implication. The certainty of the purpose of unsecured loan system can be achieved by increasing the various aspects of control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring in Bank BTPN Mitra Usaha Rakyat marketing area Cilacap.
646027G1A009031KORELASI ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA JURUSAN KEDOKTERAN FKIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANKORELASI ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA JURUSAN KEDOKTERAN FKIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

ABSTRAK

Latar Belakang: Latar Belakang: Prevalensi kelebihan berat badan di dunia terus meningkat. Kelebihan berat badan disebabkan karena peningkatan kadar adipositas dalam tubuh. Peningkatan berat badan berhubungan dengan risiko terjadinya peningkatan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan indeks yang dapat digunakan sebagai indikator adipositas tubuh. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa terdapat korelasi antara IMT dengan tekanan darah, tetapi nilainya masih bervariasi.
Tujuan: Mengetahui korelasi antara IMT dengan tekanan darah pada mahasiswa Jurusan Kedokteran FKIK UNSOED.
Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada mahasiswa jurusan Kedokteran FKIK UNSOED angkatan 2009 - 2012. Subyek sebanyak 154 mahasiswa dipilih melalui teknik consecutive sampling : berjenis kelamin laki-laki, berusia 18 – 23 tahun, tidak merokok, dan tidak mengkonsumsi alkohol. Variabel IMT didapatkan dari berat badan (kilogram) dibagi dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). Variabel tekanan darah didapatkan dengan mengukur tekanan darah sistolik-diastolik sebanyak tiga kali pengukuran dan direrata. Korelasi IMT dan tekanan darah dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil: Hasil uji korelasi Spearman antara IMT dengan tekanan darah sistolik-diastolik diperoleh nilai p < 0.05 dengan nilai r masing-masing 0.733 dan 0.727 dengan arah positif. Semakin tinggi IMT maka semakin tinggi pula tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik.
Kesimpulan: Terdapat korelasi antara IMT dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa jurusan Kedokteran, FKIK, Unsoed dengan kekuatan korelasi kuat dan arah korelasi positif.

Kata kunci: IMT, tekanan darah.
CORRELATION BETWEEN BODY MASS INDEX
AND BLOOD PRESSURE ON THE STUDENTS OF THE DEPARTMENT OF MEDICINE FKIK JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY

ABSTRACT

Background: The prevalence of overweight in the world continues to increase. Overweight due to increased levels of adiposity in the body. Weight gain associated with the risk of increased blood pressure. Increased blood pressure can cause heart attack and stroke. Body mass index (BMI) is an index that can be used as an indicator of body adiposity. Several studies have proven that there is a correlation between BMI and blood pressure.
Objective: To determine the correlation between BMI and blood pressure on the students of the Department of Medicine FKIK Jenderal Soedirman University (JSU).
Methods: The study was observational analytic cross-sectional approach to students majoring in Medicine FKIK JSU force from 2009 to 2012. The subjects chosen by consecutive sampling technique according to the inclusion criteria: male sex, age 18-23 years old, don’t smoke, and don’t consume alcohol. As many as 154 students study subjects. Body mass index variable obtained from weight (kilograms) divided by square of height (meters). Blood pressure variable is obtained from the average measurements of systolic-diastolic blood pressure as much as three times. Correlation of BMI and blood pressure were analyzed using Spearman correlation test.
Results: Spearman correlation test results between BMI and systolic-diastolic blood pressure values obtained p <0.05 with r values of each 0.733 and 0.727 with the positive direction.
Conclusion: There is a correlation between BMI and systolic and diastolic blood pressure on students majoring in Medicine, FKIK, Unsoed strong correlation with the strength and direction of a positive correlation.

Keywords: BMI, blood pressure.
656028A1H009059UJI PERFORMANSI RAPID QUALITY DETECTOR (PROTOTYPE II) UNTUK PENGUKURAN KUALITAS BUAH MANGGASebagian besar, kematangan buah mangga biasanya ditandai dengan perubahan warna kulit buah. Perubahan warna kulit buah dapat dibaca dengan sensor LDR melalui prinsip pemantulan cahaya yang dikenakan terhadap buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik luaran sensor LDR yang merupakan respon terhadap cahaya yang direfleksikan oleh buah mangga pada berbagai indikator kualitas (warna, kekerasan, dan total padatan terlarut) buah mangga dan merumuskan hubungan perubahan respon sensor LDR terhadap indikator kualitas buah mangga. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu, persiapan, meliputi pengujian terhadap karakteristik alat dan menyiapkan bahan yang akan digunakan. Tahap kedua yaitu pengukuran dan tahap ketiga yaitu pengujian organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin gelap warna maka semakin besar resistansinya dan sebaliknya.Nilai kekerasan yang besar diikuti dengan respon sensor yang semakin besar.Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin keras tekstur buah mangga, maka warna kulit buah semakin gelap (hijau), karena respon sensor menunjukan nilai resistansi yang besar. Nilai resistansi pada respon sensor yang semakin besar diikuti dengan nilai kadar padatan terlarut yang semakin kecil. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin besar nilai resistansi, maka warna kulit semakin gelap (hijau) dan kadar padatan terlarut semakin kecil atau tingkat kemanisan buahnya rendah.Hubungan antara respon sensor dengan warna koefisien determinasinya yaitu R²=0,910 dan persamaan regresinya y= -6,832x2+341,1x–4251. Hubungan sensor dengan kekerasan koefisien determinasinya yaitu sebesar R2=0,915dan persamaan regresi yang didapatkan adalah y= 0,299x2-14,43x+174,4. Sedangkan hubungan respon sensor dan total padatan terlarut, koefisien determinasinya sebesar R2=0,914, dan persamaan regresinya adalah y= -4,497x2+219,2x–2663.Mainly, the maturity of the fruit mango is usually characterized by a discoloration of the skin of fruit. Fruit skin discoloration can be read by the sensor light reflection principles via LDR imposed on fruit. This research aims to study the characteristics of external sensor the LDR is a response to the light that is reflected by the mangoes on a variety of indicators of quality (colour, hardness and total dissolved solids) mangoes and formulating relationships change sensor response LDR against indicators of quality of mangoes. This research was carried out in three stages, namely, preparations, including testing the characteristics of the tool and preparing materials that will be used. The second stage is the third stage of the measurement and testing organoleptik. The results showed that the darker the color the more great values and vice versa. The value of violence followed by the response of the sensor. It can be interpreted that thehard texture of the fruit mango fruit skin color, the darker (green), since the sensor response shows a great resistance value. The value of the resistance in the sensor response is the larger value is followed by the levels of dissolved solids that is getting smaller. This means that the larger the value of resistance, then the darker skin color (green) and lower levels of dissolved solids or low level of sweetness of the fruit. Relationship between the response of the sensor with colour determination coefficients of R2 = 0,910 and regression equations y =-6,832x2 + 341,1x – 4251. Connection of sensors with the violence of the determinasinya coefficient R2 = 0,915 and regression equation obtained was y =0,299x2 - 14,43x + 174,4. While the relationship of the sensor response and total dissolved solids, determination coefficient of R2 = 0,914, and regression is the equation y =-4,497x2 + 219,2x – 2663.
666029C1C009021PENGARUH SKEPTISISME PROFESIONAL, META PROGRAM, DAN MORAL REASONING AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH PADA INSPEKTORAT KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini merupakan penelitian survei pada auditor Inspektorat Kabupaten Banyumas. Penelitian berjudul Pengaruh Skeptisisme Profesional, Meta Program, dan Moral Reasoning Auditor Terhadap Kualitas Audit Pengawasan Keuangan Daerah pada Inspektorat Kabubaten Banyumas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh skeptisisme profesional, meta program, dan moral reasoning auditor terhadap kualitas audit pengawasan keuangan daerah pada Inspektorat Kabupaten Banyumas. Responden meliputi auditor Inspektorat Kabupaten Banyumas yang terdiri dari pejabat fungsional auditor, Pejabat Pengawas Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD), dan pejabat struktural lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan regresi linier berganda menunjukkan bahwa: (1) Skeptisisme profesional auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, (2) Meta program auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, (3) Moral reasoning auditor berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kualitas audit, (4) Skeptisisme profesional, meta program, moral reasoning auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit,
Implikasi penelitian adalah dengan peningkatan sikap kritis, gaya berpikir prosedural, dan komitmen yang tinggi dapat dilakukan melalui pelatihan audit secara berkala bagi jajaran aparatur inspektorat.
This research is a survey research on auditors of Banyumas Local Government. The title of research is The Effect of Professional Scepticism, Meta-program, and Moral Reasoning Auditor towards Audit Quality of Financial Statement of Banyumas Local Government. The aims of research is to find out the effect of professional scepticism, meta program, and moral reasoning auditor towards audit quality of financial statement of Banyumas Local Government. Respondents in this research involve auditors and officers of Banyumas Local Government.
The research using primary data through qualitative descriptive study. Based on result of research and data analysis using multiple linear regresion it has got the conclusions: (1) professional scepticism auditor has a positive and significant effect on audit quality, (2) meta-program auditor has a positive and significant effect on audit quality, (3) moral reasoning auditor has a positive and not significant effect on audit quality, (4) professional scepticism, meta-program, and moral reasoning auditor have a significant effect on audit quality.
The implication of the conclusion is to improve scepticism, meta program (procedural thinking), and commitment can be conducted by regularly training for auditors and officers.
676030A1H009013ANALISIS TEKNOEKONOMI ALAT PENGAYAK GULA KELAPA KRISTAL MEKANIS TIPE FLAT BED TERMODIFIKASI Permintaan ekspor gula kelapa kristal sangat tinggi sekitar 400 ton/tahun atau kurang lebih 33 ton/bulan, namun baru terpenuhi sekitar 50% dari total permintaan (Pragita, 2010). Proses pengolahan yang masih tradisional menyebabkan rendahnya tingkat produktifitas gula kelapa kristal, dengan penggunaan alat pengayak gula kelapa kristal mekanis tipe flat bed termodifikasi diharapkan produktifitas dapat meningkat. Tujuan penelitian adalah: Mengetahui aspek teknis (kinerja), aspek ekonomi penggunaan alat pengayak mekanis serta membandingkan pengayak mekanis dengan pengayak tradisional. Data dan parameter diperoleh dari survey, asumsi, dan rancangan percobaan sederhana, selanjutnya data diolah dan dibandingkan menggunakan analisis grafik dan dilanjutkan dengan uji “t”. Analisis selanjutnya yaitu analisis finansial menggunakan metode IRR, net B/C ratio, NPV, PBP, BEP, dan analisis sensitivitas. kemudian dibandingkan antara pengayakan tradisional dengan mekanis. Hasil penelitan diketahui bahwa pengayak gula kelapa kristal mekanis memiliki efisiensi pengayakan 36,52%, kapasitas 334,31 kg/jam, dan efisiensi energi 54%. Berdasarkan asumsi dan parameter yang digunakan pengayak gula kelapa kristal mekanis memiliki nilai IRR 62,248%; net B/C ratio3,261; NPV Rp.973.467.383,-; PBP selama 1,402 tahun, dan BEP Rp.1.032.750.247,- atau 6.454,69 ton. Pengayak mekanis secara keseluruhan lebih unggul dan dianjurkan untuk industri gula kelapa kristal sekala besar.The demand of export for crystal palm sugar is very high which is about 400 tons / year or approximately 33 tons / month, but only produces 50% from the total of demand are satisfied (Pragita, 2010). The traditional treatment process wich low productivity of crystal palm sugar.The use of a crystal palm sugar sieving machine modified flat bed typeis expected to increase the productivity. The aim of this research is: understand the technical aspects (performances), economic aspects of the use of a mechanical sieving and mechanical sieving compared to traditional sieving. Data and parameter were obtained from ssurvey, assumptions, and simple to experimental design. The data was then processed and compared using analysis of graphs and proceed with "t" test. The financial analysis using IRR, net B / C ratio, NPV, PBP, BEP and sensitivity analysis were used compare to between traditional and mechanical sieving. Research showed that crystal palm sugar sieving machine have a sieving efficiency 36.52%, 334.31 capacity kg / hour, and 54% energy efficiency. Based on the assumptions and parameters used crystal palm sugar sieving machine have a value of 62.248% IRR; net B / C ratio 3.261; NPV Rp.973,467,383, -; PBP for 1.402 years, and BEP Rp.1,032,750,247, - or 6,454.69 tons. Mechanical sieving is overall superior and recommended for large-scale crystal palm sugar industries.
686031A1L009114RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA
(Lactuca sativa L) TERHADAP BEBERAPA KONSENTRASI
URIN MANUSIA YANG DIFERMENTASI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.) terhadap perbedaan fermentasi pupuk urin manusia, mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.) terhadap perbedaan konsentrasi pupuk urin manusia, dan mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.) terhadap interaksi antara perbedaan fermentasi dan konsentrasi pupuk urin manusia. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kontras orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk urin berpengaruh nyata terhadap beberapa variabel tanaman, diantaranya tinggi tanaman, warna daun, dan jumlah daun. Konsentrasi 25% urin memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, dan konsentrasi 75% urin memberikan hasil terbaik pada jumlah daun.

The purpose of this study was to determine the response of plant growth and yield of lettuce (Lactuca sativa L.) against the difference fermented human urine fertilizer, study the response of plant growth and yield of lettuce (Lactuca sativa L.) to the difference in concentration of human urine fertilizer, and study the response of growth and yield of lettuce (Lactuca sativa L.) on the interaction between the different fermentation and the concentration of human urine fertilizer.The eksperiment design using a completely randomized design (CRD). The data obtained were analyzed using orthogonal contrasts. The results showed that the urine fertilizer treatments significantly affected plant some variables, such as plant height, leaf color, and leaf number. Urine concentration of 25% gave the best results for plant height, and urine concentrations of 75% gives the best results on the number of leaves.

6921819A1L013019PENGARUH KOMPOSISI PUPUK MAJEMUK NKS-ZEO GRANUL TERHADAP PENINGKATAN SERAPAN K DAN HASIL DUA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA TANAH ULTISOLBawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki peranan ekonomis yang penting di Indonesia. Usaha taninya memiliki keunggulan komparatif. Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan bawang merah, akan tetapi kendala di lapangan berupa karakteristik tanah yang berbeda dari daerah sentra membuat produktivitasnya lebih rendah. Bawang merah menghendaki tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung humus dengan radiasi sinar matahari 70% dan suhu udara 25−32ºC. Jenis tanah yang paling baik yaitu lempung berpasir atau lempung berdebu dengan pH 5,5−6,5 serta drainase dan aerasi tanah yang baik. Disamping itu karakteristik tanah yang digunakan bawang merah sebaiknya bersifat mudah menyimpan air, aerasinya baik dan tidak becek.
Tanah Ultisol sering diidentikkan dengan tanah yang tidak subur, dimana mengandung bahan organik yang rendah, nutrisi rendah dan pH rendah tetapi sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian potensial jika dilakukan pengelolaan yang memperhatikan kendala yang ada (Munir, 1996). Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas tanah Ultisol maka perlu dilakukan penambahan bahan organik. Pemberian bahan organik dapat menurunkan bulk density tanah karena membentuk agregat tanah yang lebih baik dan memantapkan agregat yang telah terbentuk sehingga aerasi, permeabilitas dan infiltrasi menjadi lebih baik. Akibatnya adalah daya tahan tanah terhadap erosi akan meningkat. Selain dengan bahan organik, pemberian pupuk NKS-Zeo granul dan pembenah lainnya juga dapat menjadi solusi untuk memperbaiki kondisi tanah Ultisol yang cukup besar sebarannya di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh komposisi pupuk majemuk NKS-Zeo Granul terhadap serapan K pada bawang merah dan 2) mengetahui komposisi pupuk majemuk NKS-Zeo Granul yang optimal untuk pertumbuhan dua varietas bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian dan analisis pupuk, tanah, dan jaringan tanaman dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.Waktu pelaksanaanya pada Agustus sampai Oktober 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan dua faktor dan tiga kali ulangan, faktor pertama adalah varietas bawang merah yang terdiri atas dua aras (level) : varietas Bima dan Ampenan, faktor kedua adalah komposisi pupuk majemuk NKS-Zeo Granul yang terdiri atas lima komposisi : NKS 1 (7-0-0), NKS 2 (7-1,75-1,75), NKS 3 (7-3,50-3,50), NKS 4 (7-5,25-5,25), NKS 5 (7-7-7). Variabel yang diamati adalah sifat kimia tanah, hasil bawang merah dan serapan K oleh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi NKS-Zeo Granul berpengaruh terhadap pH H2O, DHL, K tersedia tanah, K jaringan,bobot segar tanaman, bobot segar daun, bobot segar umbi, dan bobot kering umbi. Terdapat interaksi antara komposisi pupuk NKS-Zeo Graul dengan varietas bawang merah terhadap bobotsegar daun, namun tidak memberikan pengaruh pada bobot kering tanaman dan bobot kering daun.Komposisi pupuk NKS 3 (7% N, 3,50% K, 3,50% S) memberikan pengaruh yang paling baik terhadap kadar K tersedia tanah.
Kata kunci: Kalium, serapan K, hasil, bawang merah, dan Ultisol

IOnion is one of the vegetable commodities that have an important economic role in Indonesia. His business has a comparative advantage. Indonesia has potential in the development of onion, but the obstacles in the field of different soil characteristics of the central area to make lower productivity. Onions require fertile, loose, and humus-rich soils with 70% sunlight and 25-32ºC temperatures. The best type of soil is sandy clay or dusty clay with a pH of 5.5-6.5 and good drainage and aeration of soil. Besides, the characteristics of the soil used onion should be easy to store water, good aeration and not muddy.
Ultisol soils are often identified with infertile soils, which contain low organic matter, low nutrients and low pH but can actually be used for potential farming if management takes into account the constraints (Munir, 1996). Therefore to increase the productivity of Ultisol soil needs to be done addition of organic matter. Provision of organic materials can decrease the soil bulk density as it forms better soil aggregates and solidifies the aggregates that have been formed so that aeration, permeability and infiltration become better. The result is that the soil resistance to erosion will increase. In addition to organic materials, the provision of NKS-Zeo granule fertilizers and other pembenah also be a solution to improve the condition of ultisol soil large enough spread in Indonesia
This research aims to: 1) knowthe effect of NKS-Zeo Granule compound fertilizer composition on K uptake on onion, 2) know the composition of NKS-Zeo Granul compound fertilizer optimal for the growth of two varieties of red onion.The research was conducted at Screen House of Faculty of Agriculture and analysis of fertilizer, soil, and plant tissue was done at Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Its implementation time from August to October 2017. This study used a Complitely Randomize Design (CRD), with two factors and three replications, the first factor is the onion varieties consisting of two level: varieties of Bima and Ampenan. the second factor is composition of NKS-Zeo Granule fertilizer of five levels: NKS 1 (7-0-0), NKS 2 (7-1,75-1,75), NKS 3 (7-3,50-3,50) , NKS 4 (7-5,25-5,25), NKS 5 (7-7-7).The observed variables were soil chemical properties, onion growth and K tissue absorption. The results showed that the composition of NKS-Zeo Granule influenced the pH of H2O, DHL, K available soil, K tissue, fresh weight of plant, fresh weight of leaves, fresh weight of bulbs, and dry weight of bulbs. There is an interaction between NKS-Zeo Granule fertilizer composition and onion varieties to fresh weight of leaves, but does not affect dry weight of plant and leaf dry weight. Composition of NKS 3 fertilizer (7% N, 3.50% K, 3.50% S) gives the best effect to the level of K available soil.
Keywords: Potassium, K uptake, yield, onion, and Ultisol

706032E1A008232PROSES PEMERIKSAAN SIDANG TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt.)
Tindak pidana narkotika dalam kenyataannya tidak hanya dilakukan oleh orang yang sudah dewasa, tetapi juga dilakukan oleh anak-anak. Penjatuhan pidana terhadap anak hendaknya berbeda dengan penjatuhan pidana terhadap terdakwa yang sudah dewasa oleh karena itu pelaksanaan penegakan hukum kepada anak hendaknya dilakukan secara khusus dari mulai penyidikan hingga pelaksanaan putusan. Proses pemeriksaan terhadap terdakwa anak menggunakan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak sebagai dasar hukumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemeriksaan terdakwa anak dalam putusan nomor: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt.
Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif. Penelitian ini menggunakan data primer berupa putusan nomor 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. dan Undang-Undang Nomor 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak dan data sekunder peraturan perundangan dan literatur yang ada relevansinya dengan permasalahan yang diteliti data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan metode normatif kualitatif.
Kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut Proses pemeriksaan terdakwa anak dalam putusan nomor: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. belum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak
Criminal acts of narcotics, in fact, not only done by people who are already adults, but also by the children. Imposition of criminal proocedings against defendants who have adults. Therefore the implementation of law enforcement to the childs should be made specifically from the start the investigation until the execution of the verdicht. The process of examining the accused child use provisions of law number 3 Year 1997 about juvenile court. Study purpose to determine the defendant dropped the child in decision number 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt.
The research method used a normative juridical approach. This study used primary data from decision number: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. and provisions of law number 3 Year 1997 about juvenile court and secondary data from legislation and literature relevant to the issues under study. The data obtained than analyzed used qualitative normative methods
Conclusion the results of the study as follows the process of examining the accused child in decision number: 18/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. not accordance with the provisions of law number 3 year 1997 about juvenile court.
716033B1J009033UPAYA MEMACU PEMBENTUKAN KALUS DARI EKSPLAN
EMBRIO KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DENGAN
PEMBERIAN KOMBINASI 2,4-D DAN KINETIN
SECARA KULTUR IN VITRO
Tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu sumber protein nabati karena kandungan protein yang tinggi. Permintaan dan kebutuhan kacang tanah di Indonesia semakin meningkat, namun produksi kacang tanah belum memenuhi kebutuhan. Rendahnya produksi kacang tanah di Indonesia disebabkan antara lain penggunaan bibit berkualitas rendah, adanya serangan hama dan penyakit. Mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan perbanyakan bibit tanaman secara kultur in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi hormone 2,4-D dan kinetin terhadap pertumbuhan kalus embrio kacang tanah dan menentukan kombinasi 2,4-D dan kinetin yang terbaik untuk memacu pertumbuhan kalus embrio kacang tanah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Faktor 1 : 2,4-D terdiri dari 3 taraf, yaitu: 0; 20; 40 ppm. Faktor 2: Kinetin terdiri dari 3 taraf, yaitu: 0; 2; 4 ppm. Sehingga diperoleh 9 kombinasi, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga memperoleh 27 unit perlakuan. Parameter utama yang diamati terdiri dari waktu tumbuh kalus, berat basah dan berat kering kalus, persentase tumbuh kalus dan tipe-tipe kalus yang terbentuk. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 2,4-D dan kinetin dapat memacu pembentukan kalus dari eksplan embrio kacang tanah dengan waktu terbentuknya kalus pada hari ke-5 setelah tanam, berat basah sebesar 0,31 gram, berat kering sebesar 0,227 gram dan persentase kalus yang terbentuk mencapai 100%, yang berupa tipe kalus embriogenik 52,47%, tipe kalus proliferatif 30,25% dan tipe kalus senesen 14,82%.Peanut plant (Arachis hypogaea L.) is one of the main sources of vegetable protein due to its high protein content. The demand and needs of peanuts in Indonesia is increasing, but production has not met the required demand. The low production of peanut in Indonesia is caused by low seed quality, the presence of pests and diseases. To overcome this, we need to propagate plant seed by using in vitro culture. The aim of this research is to determine the effect of combinations of 2,4-D hormone and kinetin on the peanut embryo’s callus growth, and to determine the best combination of 2,4-D hormone and kinetin to stimulate the growth of a peanut embryo’s callus. This research uses experimental methods with a completely randomized design (RAL) with factorial pattern. Factor 1 : 2,4-D is composed of 3 degrees, which is: 0; 20; 40 ppm. Factor 2: Kinetin is composed of 3 degrees, which is: 0; 2; 4 ppm. Thus we obtained 9 combinations, with each treatment repeated 3 times so as to obtain 27 units of treatment. The observed main parameter consist of time to grow callus, wet and dry weight of callus, callus growth percentage and the types of callus formed. The results of the research showed that the combination of 2,4-D and kinetin can stimulate callus formation from embryonic explant of peanut with callus formation time on day 5 after planting, with 0,31 gram wet weight, 0,227 gram dry weight and the percentage of callus formed reaches 100%, which were grouped into embryogenic callus type 52,47%, proliferative callus type 30,25% and senescent callus type 14,82%.
726034A1H009058PRODUKTIVITAS AIR PADA TANAMAN PADI VARIETAS IR64 DENGAN METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DI DESA BANTERAN, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMASMetode SRI adalah salah satu metode penanaman padi dengan prinsip hemat air dan bertujuan meningkatkan produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah konsumsi air yang dibutuhkan pada tanaman padi varietas IR64 melalui metode SRI pada masing-masing perlakuan dengan analisis neraca air, mengetahui jumlah produktivitas padi dan mengetahui jumlah produktivitas air. Lahan seluas 90 m2 dibuat 12 petak kemudian dibagi menjadi 4 perlakuan (masing-masing 3 ulangan) yaitu dengan dosis pupuk 0 ton/ha (P0), 5 ton/ha (P1), 10 ton/ha (P2), dan 15 ton/ha (P3). Penelitian ini dilakukan di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang pada bulan Mei hingga September 2012. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap. Tahap pertama menghitung neraca air dan tahap selanjutnya yaitu pendugaan produktivitas padi varietas IR64 dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan (Artificial Neural Network). Dalam perhitungan neraca air, variabel yang diamati adalah input dan output air pada lahan. Input berupa irigasi dan presipitasi. Sedangkan output berupa infiltrasi, seepage, drainase dan evapotranspirasi. Penyimpanan air dalam lahan diukur secara periodik menggunakan metode gravimetri. Pendugaan produksi padi menggunakan ANN memerlukan input yaitu panjang malai, tinggi tanaman, diameter rumpun, jumlah daun, jumlah malai serta sebagai output adalah jumlah bulir. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang signifikan untuk jumlah gabah dengan perlakuan P3 adalah 13,03 ton/ha. Produktivitas air rata-rata untuk P3 (produksi terbesar) yaitu 21,14 kg/ha/mm air.SRI method is one method of rice cultivation with water saving principles and aims to increase rice productivity using lower input. This study aims to determine the required amount of water consumption on IR64 rice variety through SRI method in each treatment using a water balance analysis, determine the number of grains of rice, and determine the number of water productivity. A land area of 90 m2 were made into 12 plots and then divided into 4 treatments (3 replication each) at a dose of fertilizer of 0 ton/ha (P0), 5 ton/ha (P1), 10 ton/ha (P2), and 15 ton/ha (P3). The research was conducted in the village of Banteran, Sumbang District in May to September 2012. This research was conducted with 2 stages. The first stage is calculation of water balance and the next stage is estimating productivity of IR64 rice variety using artificial neural networks (ANN). For calculation of water balance, observed variables are the input and output of water in the plots. Inputs are irrigation and precipitation, while output are infiltration, seepage, drainage and evapotranspiration. Water storage in the plot were measured periodically using gravimetry method. Estimation of rice production using ANN requires the input of panicle length, plant height, clump diameter, number of leaves, number of panicles while the output is the number of grains. The results showed significant results for the amount of grain of P3 treatment that is 13.0 ton/ha. Average water productivity for P3 (the largest production) is 21.1 kg/ha/mm water.
736037A1H009047KETAHANAN MUTU WORTEL KERING SELAMA PENYIMPANAN MENGGUNAKAN KEMASAN POLIPROPILEN DAN ALUMUNIUM FOILWortel mempunyai keterbatasan umur simpan, sehingga perlu dicari metode pengawetan dan pengemasan yang tepat untuk memperpanjang umur simpan. Pengeringan merupakan salah satu cara untuk meminimalkan kerusakan mutu wortel. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui perubahan mutu wortel dan karakteristik wortel selama penyimpanan, 2) Mengetahui pengaruh tipe jenis pengemas terhadap umur simpan, 3) Mengetahui perubahan kandungan gizi sebelum dikeringkan, setelah dikeringkan dan setelah penyimpanan. Pengeringan wortel dilakukan dengan menggunakan pengeringan kabinet dengan suhu 50 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air pengeringan wortel sudah mencapai kriteria wortel kering yaitu 7,18%. Wortel kering yang dikemas menggunakan alumunium foil dan PP 0,12 mm mempunyai kadar air terendah 8,2% dibandingkan dengan PP 0,05 mm 9,4%. Wortel kering yang disimpan dengan kemasan alumunium foil menghasilkan mutu wortel kering yang paling baik dilihat dari parameter kadar air, warna, dan uji organoleptik kesukaan (aroma, warna, tekstur) pada panelis menghasilkan parameter disukai. Wortel yang disimpan pada kemasan PP 0,05 mm menghasilkan mutu yang paling rendah. Kandungan gizi wortel kering dari wortel segar, wortel setelah dikeringkan dan wortel kering setelah penyimpanan 20 hari mengalami penurunan. Wortel kering tersebut dapat dicari umur simpannya dengan menggunakan reaksi kinetika. Namun, untuk saat ini, umur simpan sayuran kering belum terdapat standar SNI.Carrots have a limited shelf life, so we needed sought a method of preserving and packaging of proper to extend the life keep. Drying is one way to minimize damage quality carrots. This research aimed at 1 ) acknowledge the changing the quality of the carrot and characteristic of carrots, for storage 2 ) know the influence of a type of pengemas against the age of meals, 3 ) acknowledge the changing the content of nutrition before being dried, after dried and after the deposit. Drying of carrot made using drying cabinet with a temperature of 50 ° c. The results showed that the value of water content drying the carrot was up dried carrot criteria i.e. 7,18%. Dried carrots are packaged using aluminum foil and PP 0.12 mm has the lowest water levels of 8.2% compared to 9.4% PP 0.05 mm. Dried carrots are stored in aluminium foil produces quality dried carrots are best seen from the water content, colors, and organoleptic preference (aroma, color, texture) on a panelist resulting parameters. Carrots are kept on packaging pp 0.05 mm produce the quality of the most barbarous. The content of nutrition carrot dry fresh, from the carrot carrot after dried and carrots to dry after storage 20 days to decline. The carrot dry able to be searched the age of simpannya by using reaction kinetics. However, for the moment, the age of store vegetables dry yet there are standards SNI.
746039A1L008150PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR
TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS
KEDELAI (Glycine max LMerril)
Kebutuhan akan kedelai di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sementara produksi nasional belum mencukupi, sehingga ketergantungan akan kedelai impor terus meningkat. Rendahnya produksi kedelai salah satunya disebabkan oleh penggunaan varietas kedelai yang masih rendah. Upaya untuk meningkatkan produksi kedelai dengan dengan menggunakan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh macam konsentrasi pupuk organik cair terhadap tigavarietaskedelai, 2) mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga varietas kedelai 3) mengetahui konsentrasi pemupukan yang sesuai untuk menghasilkan produktivitas kedelai yang tinggi.
Penelitian dilakukan di Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah serta di Laboratorium Agronomidan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Pelaksanaan penelitian mulai Juli 2012- Oktober 2012. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan utama adalah varietas kedelai, V1 (Agromulyo), V2 (Grobogan), V3 (Tanggamus) sedangkan anak petak adalah konsentrasi pupuk organik cair, P0 (Kontrol), P1 (Konsentrasi pupuk 3%), P2 (Konsentrasi pupuk 6%), P3 (Konsentrasi pupuk 9%). Variabel pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah daun trifoliat per tanaman, sedangkan variabel hasil adalah jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, umur panen, bobot 100 biji, hasil biji per petak efektif , bobot kering tanaman, dan indeks panen. Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji F dengan taraf kesalahan 5%, apabila berbeda nyata diuji lanjut dengan BNT (Beda Nyata Terkecil).
Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil berbagai macam varietas kedelai. Pertumbuhan dan hasil kedelai beragam antar varietas dan dipengaruhi oleh pemberian konsentrasi pupuk.Konsentrasi pupuk organik cair 3% menunjukan pengaruh yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.
The need for soybean in Indonesia each year continues to increase while the national production has not been sufficient, so that dependence on imported soybeans continues to increase. The low production of soybeans one of them caused by the use of soybean variety are still low. Attempts to increase soybean production by using a liquid organic fertilizer.
The objective of this study were 1) determine the effect concentrations of organic fertilizer on three soybean variety, 2) determine growth and yield of three soybean variety, 3) determine the appropriate fertilizer concentration to produce high soybean productivity. The study was conducted in the village of Tambaksogra, District Sumbang, Banyumas regency, Central Java, and in the Laboratory of Agronomyand Horticulture Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman Purwokerto. The experiment starting July 2012 - October 2012.Plot experimental design using the Split-Plot Design with three replications.The main plot is soybean variety,V1 (Agromulyo), V2 (Grobogan), V3 (Tanggamus) while the subplot is the concentration of organic fertilizer, P0 (Control), P1 (Concentration fertilizer 3%), P2 (Concentration fertilizer 6%), P3 (Concentration fertilizer 9%). Variable growth observed plant height, number of productive branches, trifoliat number of leaves per plant, while the yield variable is the number of pods per plant, number of seeds per plant, seed weight per plant, harvest age, weight of 100 seeds, seed yield per plot efective, plant dry weight, and harvest index. Data were analyzed by Uji F with 5% error level,significantly different when tested further with LSD (Least Significant Difference).
The results showed the concentration of liquid organic fertilizer effect on growth and yield of various soybean varieties. Growth and yield of soybean variety between varieties and fertilizer concentration is affected by the provision. Concentration of 3% liquid organic fertilizer showed a good effect for the growth and yield of soybean.
756040A1L009107PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN
JAMBU BIJI KRISTAL (Psidium guajava L.)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh GA3 terhadap pertumbuhan dan pembungaan jambu biji kristal dan untuk mengetahui pengaruh interaksi konsentrasi dengan frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh GA3 terhadap pertumbuhan dan pembungaan jambu biji kristal. Penelitian dilaksanakan di Cilengko Farm Jalan Raya Baturaden Km 6, Desa Pandak Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, pada ketinggian tempat ± 180 m dpl, dari Januari 2013 sampai Mei 2013. Penelitian dirancang secara faktorial yang tersusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 yang terdiri dari 3 taraf yaitu 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, faktor kedua adalah frekuensi pemberian GA3 yang terdiri dari 3 macam yaitu 1 kali, 2 kali, 3 kali, dan sebagai kontrol adalah tanaman tanpa perlakuan. Variabel yang diamati yaitu pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, jumlah cabang, saat muncul bunga pertama, jumlah bunga, jumlah bunga tidak rontok, jumlah buah muda. Analisis data menggunakan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Dunnet 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi dan frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh GA3 tidak mampu meningkatkan semua variabel pertumbuhan jambu biji kristal. Perlakuan frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh GA3 dua kali pada semua konsentrasi mampu mempercepat muncul bunga pertama pada hari ke 63,94 (hspt), sedangkan perlakuan frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh GA3 tiga kali pada semua konsentrasi menghambat jumlah bunga dan jumlah buah muda jambu biji kristal. Tidak ada interaksi antara perlakuan konsentrasi dengan frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh GA3 pada semua variabel pertumbuhan dan pembungaan jambu biji kristalThe research was aimed to determine the effect of concentration and frequency of application GA3 plant growth regulator on growth and flowering guava crystal and to determine the effect of frequency of interaction with the concentration of application GA3 plant growth regulator on growth and flowering guava crystal. The research was conduted at Cilengko Farm Baturaden Street 6 Kilometres, Pandak village Baturaden district, Banyumas regency, at altitude ± 180 m asl, from January 2013 to May 2013. The research factorial designed was arranged in Completely Randomized Block Design with three replication. The first factor was the concentration of GA3 which consists of 3 levels of 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, the second factor was the frequency of application GA3 which consists of 3 kinds, namely once, twice, three times, and the control without untreatment plant. The observed variable that increase plant height, increase number of leaves, number of branches, when the first flower appearance, the number of flower, number of flower was not loss, the number of young fruit. Data was analyzed by F test 5%, if significant then continue by Dunnet test 5%. The result showed that the treatment of concentration and frequency of application GA3 plant growth regulator was not able to increase all variable guajava crystal growth. The treatment of frequency application GA3 plant growth regulator twice at all concentration was able to accelerate the first flower appearance (63.94 hspt), whereas the treatment of frequency application GA3 plant growth regulator three times at all concentration inhibit the number of flower and the number of young fruit guava crystal. There was not interaction between the treatment of concentration with frequency application GA3 plant growth regulator on growth and flowering all variable guava crystal
766038E1A007257SITA JAMINAN YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA HUTANG-PIUTANG YANG DIPUTUS DENGAN VERSTEK (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NOMOR : 35/Pdt.G/2011/PN.TNG)

Sita jaminan (Conservatoir Beslag) merupakan tindakan yang menyita barang debitur sebelum dijatuhkan putusan berkekuatan hukum tetap agar barang tersebut tidak dialihkan selama proses berlangsung. Dalam suatu proses persidangan adakalanya Tergugat yang tidak datang memenuhi panggilan persidangan, acara pemeriksaan persidangan kemudian dilanjutkan dengan ketidakhadiran Tergugat (verstek). Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas mengenai penerapan hukum pengabulan sita jaminan dan putusan verstek. Penulis dalam penelitian ini tertarik untuk menjelaskan dan menganalisis bagaimana penerapan hukum sita jaminan dan putusan verstek dalam putusan nomor : 35/Pdt.G/2011/PN.TNG.
Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan metode pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian ini adalah penemuan hukum in concreto dengan menggunakan sumber bahan hukum. Bahan hukum tersebut disajikan dengan uraian secara sistematis, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif terhadap obyek yang diteliti.
Berdasarkan analisis, hakim pada putusan nomor : 35/Pdt.G/2011/PN.TNG telah tepat dalam mengabulkan sita jaminan karena sudah memenuhi sangka yang berasalan sebagai dasar yang paling kuat untuk mengabulkan sita jaminan. Hakim juga telah tepat dalam menerapkan putusan verstek karena sudah memenuhi ketentuan dalam pasal 125 HIR. Pembuktian dalam putusan verstek diperlukan agar dapat meminimalisir kesalahan putusan hakim dalam menjatuhkan putusan
Sequestration (Conservatoir beslag) is an action that the debtor seized before judgment imposed binding so that the goods are not transferred during the process. In a trial that Defendant sometimes do not come to the call hearing, the trial examination followed by the absence of Defendant (verstek).
This thesis discusses and elaborates on the application of the law and the decision granting verstek sequestration. Authors of this research are interested in explaining and analyzing how the implementation of laws and decisions verstek sequestration in decision number: 35/Pdt.G/2011/PN.TNG.
Type used in the study is normative, the case method approach and the approach of legislation. Specifications of this study is the discovery of the law in concreto by using sources of primary legal materials, source materials and secondary sources of secondary legal materials. The legal materials systematically presented with descriptions, then analyzed qualitatively normative.
Results of this study are Decision Number: 35/Pdt.G/2011/PN.TNG favor with most of the verstek Plaintiff. Granted Plaintiffs' petition for sequestration because it meets the basic thought is groundless as the most powerful to grant sequestration because Defendants have bad faith will transfer their property to the Defendant's absence at trial. Plaintiff's claim is granted in part with verstek indicate that the need for evidence in a case decided by verstek order to minimize errors the judge's decision.


Keywords : Sequestration (Conservatoir beslag), Verstek.
776042A1H009017KARAKTERISTIK BRIKET ARANG BUNGA PINUS MENGGUNAKAN PEREKAT TEPUNG GAPLEK DAN TEPUNG NASI AKING
(The Characteristic Of Pine Flower Charcoal Briquette Using Cassava Flour
And Parched Flour Adhesive)
Energi biomassa dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi kelangkaan sumber energi bahan bakar minyak dan gas bumi. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu memanfaatkan bunga pinus untuk dijadikan briket arang. Bunga pinus merupakan sampah biomassa yang memiliki ketersediaan melimpah di alam dan memiliki nilai kalor yang cukup tinggi yaitu 5454,23 kal/g sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi briket arang. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui karakteristik briket arang bunga pinus, mengetahui pengaruh jenis perekat dan persentase perekat terhadap karakteristik briket arang bunga pinus dan mengetahui kombinasi yang tepat antara jenis perekat dan persentase perekat yang sesuai untuk briket arang bunga pinus.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 6 kombinasi perlakuan dengan 4 kali ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat, nilai kalor, kerapatan dan kuat tekan.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik briket arang bunga pinus yaitu kadar air (5,61-6,33%), kadar abu (4,51-4,76%), kadar zat mudah menguap (1,54-1,76%), kadar karbon terikat (87,16-88,32%), nilai kalor (5573,06-6900,81 kal/g), kerapatan (0,47-0,71 g/cm3) dan kuat tekan (2,27-7,65 kg/cm2). Briket arang bunga pinus terbaik yaitu menggunakan perekat tepung gaplek dengan persentase perekat 5%.
Biomass energy can become the alternative solution to solve fuel energy sources and nature gas scarcity. One of the ways which can be used is by using pine flower to become charcoal briquette. Pine flower is the biomass waste has the availability of abundant in nature and has a fairly high heat value of 5454,23 cal/g so it has the potential to be developed into a charcoal briquette. The purpose of this research are to find out the characteristic of pine flower charcoal briquette, determine the effect of the type of adhesive and percentage of adhesive on the characteristic of pine flower charcoal briquette and determine the right combination between the type of adhesive and percentage of adhesive given on making of pine flower charcoal briquette.
This research uses Completely Randomized Design method with combination treatment by 6 variations of experiment with 4 time repetitions. The variables which were analyzed in this research were the water content, ash content, volatile matter, fixed carbon, heat value,density and compression.
The test results shows the characteristic of pine flower charcoal briquette that water content (5.61-6.33%) ash content (4.51-4.76%), volatile matter (1.54-1.76%), fixed carbon (87.16-88.32%), heat value (5573.06-6900.81 cal/g) density (0.47-0.71 g/cm3) and compression (2.27-7.68 kg/cm2). The best pine flower charcoal briquette is the one using cassava flour adhesive with adhesive percentage by 5%.
786043A1L008174APLIKASI PUPUK ORGANIKCAIR DENGAN PERLAKUAN
BEDA KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L). Merr)
Kedelai (Glycine max (L). Merr) adalah salah satu komoditas utama kacang-kacangan yang merupakan sumber protein nabati penting untuk diversifikasi pangan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Manfaat kedelai sebagai bahan pangan, pakan, bahan baku berbagai industri manufaktur dan produk olahan.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai sesuai dengan konsentrasi yang berbeda, 2) mengetahui jenis varietas kedelai yang lebih bagus sesuai dengan pemberian konsentrasi pupuk organik cair yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil, dan 3) mengetahui interaksi antara pupuk organik cair dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan September 2012, di lahan tadah hujan Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Terpisah (Splitplot) dengan tiga kali ulangan. Banyaknya perlakuan yaitu ada sepuluh dengan dua varietas, tiga kali ulangan yaitu dengan perlakuan tanpa konsentrasi (K0), perlakuan konsentrasi 3% (K1), perlakuan konsentrasi 6% (K2), perlakuan konsentarsi 9% (K3), perlakuan konsentrasi 12% (K4).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pupuk organik cair Bio P2000Z berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai yaitu variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong pertanaman, umur berbunga, jumlah cabang produktif per tanaman, jumlah trifoliat, dan umur panen, bobot 100biji, bobot biji per tanaman, hasil petak efektif, hasil tanaman kering, jumlah biji per tanaman, jumlah polong per tanaman dan pada varietas Grobogan yang diberikan pupuk organik cair Bio P2000Z dengan konsentrasi 6% menunjukkan hasil kedelai pada variabel jumlah polong yaitu 21,10 buah. Interaksi antara varietas dan pupuk organik cair Bio P2000Z berpengaruh nyata pada jumlah biji per tanaman dan jumlah polong.
Soybean (Glycine max (L) merr) is one of the commodities that become the national mainstay becausse it has important vegetables protein for food diversification in order to support national food tenacity. Soybean is useful plant that is used for food ingredient, cattle foods, materials and cultivating for manufacturing industries.
This results aimed to 1) determine the effect of liquid organic fertilizer on growth and yield of soybean in accordance with different concentrations, 2) know the type of better soybean varieties that fit with the provision of the concentration of different liquid organic fertilizer on growth and yield, and 3) the interaction between the liquid organic fertilizer with varieties on the growth and yield of soybean. The experiment results conducted in Juli to September 2012, was conducted in the rainfed land Tambaksogra village Sumbang district regency, Banyumas. This study uses a Separated Random Design (Splitplot) with three times repetitions. The number of tratment were ten times with two varieties, three times repetition without concentration treatment(K0), concentration treatment 3%(K1), concentration treatment 6% (K2), concentration treatment 9% (K3), concentration treatment 12% (K4).
The results showed that treatment of liquid organic fertilizer Bio watering P2000Z potential in growth and yield of soybeans, with a lower incidence of disease on soybean plants and increased the plant height increment, showing tangible results on the number of seeds per plant and number of pods.

796122G1G008044PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KITOSAN SEBAGAI COUPLING AGENT TERHADAP MIKROSTRUKTUR DAN KEKERASAN KOMPOSIT ZIRKONIA ALUMINA SILIKA APATIT HASIL SINTESISKomposit merupakan salah satu bahan restorasi direk dan dibentuk oleh tiga komponen utama yakni matriks, filler dan coupling agent. Saat ini banyak dikembangkan filler menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam seperti zirkonia alumina silika apatit. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh konsentrasi kitosan yang paling baik sebagai coupling agent terhadap mikrostruktur dan kekerasan pada komposit zirkonia alumina silika apatit hasil sintesis dengan menggunakan variasi konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratoris murni. Pembuatan sampel diawali dengan mensintesis filler zirkonia alumina silika apatit kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok ditambah kitosan 2%, 4%, dan 6% sebagai coupling agent. Hasil SEM menunjukkan ukuran partikel sampel A: 197nm, B: 103 nm, C: 90 nm. Gambaran distribusi partikel sampel A dan B belum begitu merata, dan gambaran distribusi paling baik ditunjukkan pada sampel C. Hasil uji kekerasan yang diperoleh secara berurutan 17,30VHN; 20,46 VHN dan 29,02 VHN. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa semakin tinggi konsentrasi kitosan yang ditambahkan pada komposit hasil sintesis maka semakin baik distribusi dan ukuran partikelnya serta semakin tinggi pula nilai kekerasannya.ABSTRACT
Composite is one of the direct restoration materials and formed by the three main components that is matrix, filler, and coupling agent. Nowadays much filler developed by using the materials from nature such as zirconia alumia silica apatite. This study aimed to prove the effect of the best chitosan concentration as a coupling agent against the microstructure and the hardness of composite zirconia alumina silica apatite synthesized by using the concentration variation of 2%, 4%, and 6%. The method of this study using purely experimental laboratory research. Sample preparation started with synthesize the filler zirconia alumina silica apatite were then divided into three groups and each group added chitosan 2%, 4%, and 6% as a coupling agent. The results of SEM showed the particle size of sample A: 197nm, B: 103nm, C: 90nm. Particle distribution view of sample A and B are not spread evenly and the best distribution view showed in sample C. The hardness test results obtained sequentially 17,30 VHN; 20,46 VHN and 29,02 VHN. The conclusion of this study are that more higher chitosan concentration added to the composite synthesized so the better distribution and particle size also the higher the hardness values.
806061A1H008046EVALUASI KEBUTUHAN AIR DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KOPI DI KEBUN ASSINAN-KEMPUL PASCA PEMBANGUNAN TOL SEMARANG-SOLOKopi merupakan salah satu bahan minuman masyarakat di seluruh dunia. Di Indonesia tahun 2002 hampir 76% hasil produksi kopi ditujukan untuk ekspor dan sisanya digunakan untuk kebutuhan domestik. Sebagian besar produksi kopi di Indonesia dihasilkan dari perkebunan milik rakyat dibandingkan dengan perkebunan besar negara dan perkebunan swasta. Perkebunan besar negara dan perkebunan swasta seiring berjalannya waktu mengalami penyusutan produktivitas produksi kopi yang diakibatkan dari beralih fungsinya lahan. Hal ini secara tidak langsung memberikan dampak penurunan jumlah produksi kopi di Indonesia.Seperti yang terjadi pada perkebunan kopi PTPN IX Kebun Assinan-Kempul pasca pembangunan tol Semarang-Solo. Konversi lahan yang terjadi pada wilayah tersebut dilaksanakan ketika lahan tersebut memiliki tanaman kopi dengan umur produktif berdampak pada menurunnya jumlah produksi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air tanaman dan efisiensi penggunaan air pada tanaman kopi serta pengaruhnya terhadap produksi kopi.Penelitian dilaksanakan di kebun kopi Assinan-Kempul PTPN IX Semarang. Penelitian ini dimulai dari bulan Oktober 2012 sampai Desember 2012. Penelitian dilakukan dengan menghitung kebutuhan air tanaman serta menganalisis tingkat efisiensi penggunaan air pada tanaman kopi. Perhitungan untuk ETo menggunakan persamaan ETo Penman-Monteith untuk kemudian menghitung ETc. Kebutuhan air tanaman kopi selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan. Tingkat efisiensi penggunaan air pada tanaman kopi mengalami kenaikan akibat adanya konversi lahan yang berarti semakin efektif pemakaian air yang digunakan oleh tanaman. Penggunaan air untuk mencukupi kebutuhan air irigasi yang kemudian tidak tergunakan dengan baik menyebabkan turunnya produksi kopi di tahun 2011 hingga mencapai 40%.Coffee is one of the drink ingredients consumed by worldwide community. In 2002, almost 76% of the Indonesian coffee production is intended for export, and the remaining is used for domestic needs. Most of the coffee product in Indonesia is produced by local people plantation rather than from the national and private estate. However, over time period, the coffee production from the national and private estate tends to decrease due to land conversion, as occurred in PTPN IX Assinan-Kempul after the Semarang-Solo highway project.Such project was carried outon land cultivated with the most productive coffee crops, so that it has negative impact on decreasing the production. This research was aimed to analyze the crop water requirement and water use efficiency of thecoffeecrop, and its impact on the coffee production.The research was conducted in the Assinan-Kempul PTPN IX Semarang coffee plantation. This research was started from October 2011 until December 2012. The research was performed by calculating the crop water requirement as well as analyzing the water use efficiency of the coffee crop. Actual evapotraspiration (ETc) was calculated from potential evaporation (ETo) and crop coefficient (k) by employing Penman-Monteith method. The results showed that the coffee crop water requirement during the last 5 years has generally decreased. Inversely, the water used efficiency of the crop was increased that caused by land conversion, reflecting more effective of water used by the crop.The unusedwater allocation for the coffee crop plantation during the highway project resulted in the decline of coffee production in 2011 up to 40%.