Artikelilmiahs

Menampilkan 81-100 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
816042A1H009017KARAKTERISTIK BRIKET ARANG BUNGA PINUS MENGGUNAKAN PEREKAT TEPUNG GAPLEK DAN TEPUNG NASI AKING
(The Characteristic Of Pine Flower Charcoal Briquette Using Cassava Flour
And Parched Flour Adhesive)
Energi biomassa dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi kelangkaan sumber energi bahan bakar minyak dan gas bumi. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu memanfaatkan bunga pinus untuk dijadikan briket arang. Bunga pinus merupakan sampah biomassa yang memiliki ketersediaan melimpah di alam dan memiliki nilai kalor yang cukup tinggi yaitu 5454,23 kal/g sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi briket arang. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui karakteristik briket arang bunga pinus, mengetahui pengaruh jenis perekat dan persentase perekat terhadap karakteristik briket arang bunga pinus dan mengetahui kombinasi yang tepat antara jenis perekat dan persentase perekat yang sesuai untuk briket arang bunga pinus.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 6 kombinasi perlakuan dengan 4 kali ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat, nilai kalor, kerapatan dan kuat tekan.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik briket arang bunga pinus yaitu kadar air (5,61-6,33%), kadar abu (4,51-4,76%), kadar zat mudah menguap (1,54-1,76%), kadar karbon terikat (87,16-88,32%), nilai kalor (5573,06-6900,81 kal/g), kerapatan (0,47-0,71 g/cm3) dan kuat tekan (2,27-7,65 kg/cm2). Briket arang bunga pinus terbaik yaitu menggunakan perekat tepung gaplek dengan persentase perekat 5%.
Biomass energy can become the alternative solution to solve fuel energy sources and nature gas scarcity. One of the ways which can be used is by using pine flower to become charcoal briquette. Pine flower is the biomass waste has the availability of abundant in nature and has a fairly high heat value of 5454,23 cal/g so it has the potential to be developed into a charcoal briquette. The purpose of this research are to find out the characteristic of pine flower charcoal briquette, determine the effect of the type of adhesive and percentage of adhesive on the characteristic of pine flower charcoal briquette and determine the right combination between the type of adhesive and percentage of adhesive given on making of pine flower charcoal briquette.
This research uses Completely Randomized Design method with combination treatment by 6 variations of experiment with 4 time repetitions. The variables which were analyzed in this research were the water content, ash content, volatile matter, fixed carbon, heat value,density and compression.
The test results shows the characteristic of pine flower charcoal briquette that water content (5.61-6.33%) ash content (4.51-4.76%), volatile matter (1.54-1.76%), fixed carbon (87.16-88.32%), heat value (5573.06-6900.81 cal/g) density (0.47-0.71 g/cm3) and compression (2.27-7.68 kg/cm2). The best pine flower charcoal briquette is the one using cassava flour adhesive with adhesive percentage by 5%.
826043A1L008174APLIKASI PUPUK ORGANIKCAIR DENGAN PERLAKUAN
BEDA KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L). Merr)
Kedelai (Glycine max (L). Merr) adalah salah satu komoditas utama kacang-kacangan yang merupakan sumber protein nabati penting untuk diversifikasi pangan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Manfaat kedelai sebagai bahan pangan, pakan, bahan baku berbagai industri manufaktur dan produk olahan.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai sesuai dengan konsentrasi yang berbeda, 2) mengetahui jenis varietas kedelai yang lebih bagus sesuai dengan pemberian konsentrasi pupuk organik cair yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil, dan 3) mengetahui interaksi antara pupuk organik cair dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan September 2012, di lahan tadah hujan Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Terpisah (Splitplot) dengan tiga kali ulangan. Banyaknya perlakuan yaitu ada sepuluh dengan dua varietas, tiga kali ulangan yaitu dengan perlakuan tanpa konsentrasi (K0), perlakuan konsentrasi 3% (K1), perlakuan konsentrasi 6% (K2), perlakuan konsentarsi 9% (K3), perlakuan konsentrasi 12% (K4).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pupuk organik cair Bio P2000Z berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai yaitu variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong pertanaman, umur berbunga, jumlah cabang produktif per tanaman, jumlah trifoliat, dan umur panen, bobot 100biji, bobot biji per tanaman, hasil petak efektif, hasil tanaman kering, jumlah biji per tanaman, jumlah polong per tanaman dan pada varietas Grobogan yang diberikan pupuk organik cair Bio P2000Z dengan konsentrasi 6% menunjukkan hasil kedelai pada variabel jumlah polong yaitu 21,10 buah. Interaksi antara varietas dan pupuk organik cair Bio P2000Z berpengaruh nyata pada jumlah biji per tanaman dan jumlah polong.
Soybean (Glycine max (L) merr) is one of the commodities that become the national mainstay becausse it has important vegetables protein for food diversification in order to support national food tenacity. Soybean is useful plant that is used for food ingredient, cattle foods, materials and cultivating for manufacturing industries.
This results aimed to 1) determine the effect of liquid organic fertilizer on growth and yield of soybean in accordance with different concentrations, 2) know the type of better soybean varieties that fit with the provision of the concentration of different liquid organic fertilizer on growth and yield, and 3) the interaction between the liquid organic fertilizer with varieties on the growth and yield of soybean. The experiment results conducted in Juli to September 2012, was conducted in the rainfed land Tambaksogra village Sumbang district regency, Banyumas. This study uses a Separated Random Design (Splitplot) with three times repetitions. The number of tratment were ten times with two varieties, three times repetition without concentration treatment(K0), concentration treatment 3%(K1), concentration treatment 6% (K2), concentration treatment 9% (K3), concentration treatment 12% (K4).
The results showed that treatment of liquid organic fertilizer Bio watering P2000Z potential in growth and yield of soybeans, with a lower incidence of disease on soybean plants and increased the plant height increment, showing tangible results on the number of seeds per plant and number of pods.

836122G1G008044PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KITOSAN SEBAGAI COUPLING AGENT TERHADAP MIKROSTRUKTUR DAN KEKERASAN KOMPOSIT ZIRKONIA ALUMINA SILIKA APATIT HASIL SINTESISKomposit merupakan salah satu bahan restorasi direk dan dibentuk oleh tiga komponen utama yakni matriks, filler dan coupling agent. Saat ini banyak dikembangkan filler menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam seperti zirkonia alumina silika apatit. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh konsentrasi kitosan yang paling baik sebagai coupling agent terhadap mikrostruktur dan kekerasan pada komposit zirkonia alumina silika apatit hasil sintesis dengan menggunakan variasi konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratoris murni. Pembuatan sampel diawali dengan mensintesis filler zirkonia alumina silika apatit kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok ditambah kitosan 2%, 4%, dan 6% sebagai coupling agent. Hasil SEM menunjukkan ukuran partikel sampel A: 197nm, B: 103 nm, C: 90 nm. Gambaran distribusi partikel sampel A dan B belum begitu merata, dan gambaran distribusi paling baik ditunjukkan pada sampel C. Hasil uji kekerasan yang diperoleh secara berurutan 17,30VHN; 20,46 VHN dan 29,02 VHN. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa semakin tinggi konsentrasi kitosan yang ditambahkan pada komposit hasil sintesis maka semakin baik distribusi dan ukuran partikelnya serta semakin tinggi pula nilai kekerasannya.ABSTRACT
Composite is one of the direct restoration materials and formed by the three main components that is matrix, filler, and coupling agent. Nowadays much filler developed by using the materials from nature such as zirconia alumia silica apatite. This study aimed to prove the effect of the best chitosan concentration as a coupling agent against the microstructure and the hardness of composite zirconia alumina silica apatite synthesized by using the concentration variation of 2%, 4%, and 6%. The method of this study using purely experimental laboratory research. Sample preparation started with synthesize the filler zirconia alumina silica apatite were then divided into three groups and each group added chitosan 2%, 4%, and 6% as a coupling agent. The results of SEM showed the particle size of sample A: 197nm, B: 103nm, C: 90nm. Particle distribution view of sample A and B are not spread evenly and the best distribution view showed in sample C. The hardness test results obtained sequentially 17,30 VHN; 20,46 VHN and 29,02 VHN. The conclusion of this study are that more higher chitosan concentration added to the composite synthesized so the better distribution and particle size also the higher the hardness values.
846061A1H008046EVALUASI KEBUTUHAN AIR DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KOPI DI KEBUN ASSINAN-KEMPUL PASCA PEMBANGUNAN TOL SEMARANG-SOLOKopi merupakan salah satu bahan minuman masyarakat di seluruh dunia. Di Indonesia tahun 2002 hampir 76% hasil produksi kopi ditujukan untuk ekspor dan sisanya digunakan untuk kebutuhan domestik. Sebagian besar produksi kopi di Indonesia dihasilkan dari perkebunan milik rakyat dibandingkan dengan perkebunan besar negara dan perkebunan swasta. Perkebunan besar negara dan perkebunan swasta seiring berjalannya waktu mengalami penyusutan produktivitas produksi kopi yang diakibatkan dari beralih fungsinya lahan. Hal ini secara tidak langsung memberikan dampak penurunan jumlah produksi kopi di Indonesia.Seperti yang terjadi pada perkebunan kopi PTPN IX Kebun Assinan-Kempul pasca pembangunan tol Semarang-Solo. Konversi lahan yang terjadi pada wilayah tersebut dilaksanakan ketika lahan tersebut memiliki tanaman kopi dengan umur produktif berdampak pada menurunnya jumlah produksi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air tanaman dan efisiensi penggunaan air pada tanaman kopi serta pengaruhnya terhadap produksi kopi.Penelitian dilaksanakan di kebun kopi Assinan-Kempul PTPN IX Semarang. Penelitian ini dimulai dari bulan Oktober 2012 sampai Desember 2012. Penelitian dilakukan dengan menghitung kebutuhan air tanaman serta menganalisis tingkat efisiensi penggunaan air pada tanaman kopi. Perhitungan untuk ETo menggunakan persamaan ETo Penman-Monteith untuk kemudian menghitung ETc. Kebutuhan air tanaman kopi selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan. Tingkat efisiensi penggunaan air pada tanaman kopi mengalami kenaikan akibat adanya konversi lahan yang berarti semakin efektif pemakaian air yang digunakan oleh tanaman. Penggunaan air untuk mencukupi kebutuhan air irigasi yang kemudian tidak tergunakan dengan baik menyebabkan turunnya produksi kopi di tahun 2011 hingga mencapai 40%.Coffee is one of the drink ingredients consumed by worldwide community. In 2002, almost 76% of the Indonesian coffee production is intended for export, and the remaining is used for domestic needs. Most of the coffee product in Indonesia is produced by local people plantation rather than from the national and private estate. However, over time period, the coffee production from the national and private estate tends to decrease due to land conversion, as occurred in PTPN IX Assinan-Kempul after the Semarang-Solo highway project.Such project was carried outon land cultivated with the most productive coffee crops, so that it has negative impact on decreasing the production. This research was aimed to analyze the crop water requirement and water use efficiency of thecoffeecrop, and its impact on the coffee production.The research was conducted in the Assinan-Kempul PTPN IX Semarang coffee plantation. This research was started from October 2011 until December 2012. The research was performed by calculating the crop water requirement as well as analyzing the water use efficiency of the coffee crop. Actual evapotraspiration (ETc) was calculated from potential evaporation (ETo) and crop coefficient (k) by employing Penman-Monteith method. The results showed that the coffee crop water requirement during the last 5 years has generally decreased. Inversely, the water used efficiency of the crop was increased that caused by land conversion, reflecting more effective of water used by the crop.The unusedwater allocation for the coffee crop plantation during the highway project resulted in the decline of coffee production in 2011 up to 40%.
856041A1H009035KARAKTERISTIK BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN KULIT UBI KAYU MENGGUNAKAN
PEREKAT TEPUNG GAPLEK
(The characteristic of coconut shell and cassava skin charcoal briquette)
using gaplek flour adhesive
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik briket arang tempurung kelapa dan kulit ubi kayu dengan menggunakan perekat tepung gaplek, mengetahui pengaruh komposisi bahan penyusun yang tepat antara jumlah tempurung kelapa dan kulit ubi kayu dan mengetahui pengaruh persentase perekat terhadap kualitas briket arang kulit ubi kayu dan tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan sebanyak 9 variasi percobaan. Ulangan dilakukan sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Faktor perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah persentase perekat (P) dan kombinasi bahan (K). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat, nilai kalor, kerapatan, dan kuat tekan. Sampel yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi bahan . dan persentase perekat berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat, nilai kalor, kerapatan dan kuat tekan.
ABSTRAK
The purpose of this research are to find out the characteristic of coconut shell and cassava skin charcoal briquette, to find out the effect of coconut shell and cassava skin material composition and to find out the effect of percentage adhesive coconut shell and cassava skin charcoal briquette. This research using Completely Randomized Design method with 9 variations of combination treatment. The repetitions were conducted 4 times thus obtained 36 units experiment. The treatment factors used in this research are adhesive percentage (P) and material combination (K). The variable which is analyzed is the degree of water, ash content, volatile matter, fixed carbon, density, and pressure. The samples that the researcher got are analyzed using F test and if it gives the real influence by using 5% DMRT test. The results showed the characteristics of cassava skin and coconut shell charcoal briquette by using gluten flour cassavas that water content (6,71%-7.75%,), ash content (4,16%-4,63%), volatile matter (2,01%-2,18%,), fixed carbon (85,53%-87,02%), heat value (6709, 29kal/g-8142, 82kal/g), density (0,56g/cm3-0,76 g/cm3), and compression (2,93 kg/cm2-7,66 kg/cm2). Materials composition and percentage of adhesive a real influence on the water content, ash content, vollatille matter, fixed carbon, heat value, density, and compression.
865992A1L009110APLIKASI BIO P2000Z DAN BIO P60 UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMATPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Bio P2000Z, Bio P60, dan kombinasi Bio P2000Z dengan Bio P60 dalam menekan penyakit layu fusarium serta mengetahui pengaruh tiap perlakuan terhadap pertumbuhan tomat. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2012 sampai Februari 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: kontrol tanpa patogen, kontrol dengan patogen, Bio P60, Bio P2000Z, serta kombinasi Bio P60 dan Bio P2000Z. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, kepadatan akhir fusarium, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, jumlah buah, dan bobot segar buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Bio P2000Z dan Bio P60 mampu menekan penyakit layu Fusarium, dengan menurunkan intensitas penyakit sebesar 41,66 % dan kepadatan akhir F.oxysporum, serta mampu meningkatkan bobot kering tanaman sebesar 24% dan hasil tanaman pada variabel jumlah buah sebesar 118% serta bobot segar buah sebesar 163%. Pemberian Bio P2000Z mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman pada varibel bobot kering tanaman sebesar 25%. Pemberian Bio P60 belum mampu meningkatkan komponen pertumbuhan dan hasil, serta dalam penurunan intensitas penyakit layu Fusarium.Research was aimed to knowing the effect of Bio P2000Z, Bio P60, and combination of Bio P2000Z with Bio P60 in suppressing Fusarium wilt disease and determine the effect of each treatment on the growth of tomato. The research was carried out in greenhouse Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was done from November 2012 to February 2013. This study used a randomized block design with 5 treatments and 5 replications. The treatments tested were control without pathogen, the pathogen control, Bio P60, Bio P2000Z, as well as a combination of Bio P60 and Bio P2000Z. Variable observed was incubation period, the intensity of the disease, fusarium density, plant height, number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, number of fruit, and fruit fresh weight. The results showed that the combination of Bio P2000Z and P60 was able to suppress Fusarium wilt disease, by lowering the intensity of the disease was 41.66% and the final density F.oxysporum, as well as to increase plant dry weight by 24% and yield on a variable number of pieces by 118 % and fruit fresh weight by 163%. Giving Bio P2000Z can improve plant growth in variable plant dry weight by 25%. Bio provision has not been able to increase the P60 component of growth and yield, as well as the decrease in the intensity of Fusarium wilt disease.
876044A1H009004Penyulingan Bunga Kamboja dengan Metode Destilasi Air-Uap

Minyak kamboja merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang berasal dari tanaman, adalah senyawa mudah menguap yang tidak larut di dalam air. Proses penyulingan minyak kamboja dapat dilakukan dengan metode destilasi air, destilasi uap, atau destilasi air-uap. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode destilasi air dan uap. Tujuan penelitian adalah mengkaji metode destilasi air- uap untuk penyulingan bunga kamboja, mengetahui pengaruh kondisi bunga kamboja segar dan kering terhadap kualitas dan kuantitas minyak kamboja yang dihasilkan dan mengetahui kemurnian dari minyak kamboja yang dihasilkan. Variabel yang diukur adalah kadar minyak, rendemen, indeks bias, massa jenis, viskositas, dan uji organoleptik serta analisis kimia yang terkandung dalam minyak kamboja meliputi: Nerolidol, Geranyl acetate, dan Linalool. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode destilasi air-uap cocok digunakan untuk penyulingan minyak kamboja, ditunjukkan oleh adanya minyak yang dihasilkan . Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode destilasi air-uap cocok untuk penyulingan minyak kamboja. Kondisi bunga kamboja segar dan kering berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas minyak kamboja yang diperoleh. Rendemen minyak bunga kamboja kering lebih besar dibandingkan minyak dari kamboja bunga segar. Rendemen minyak kamboja bunga segar sebesar 0,027% dan bunga kamboja kering 0,046%. Sedangkan untuk kualitas minyak kamboja dari bunga segar lebih bagus dibandingkan dengan minyak kamboja dari bunga kering. Kemurnian minyak yang dihasilkan mencapai 100% setelah dilakukan pemurnian minyak dengan Na2SO4 anhidrat.
Frangipani’s oil is one type of essential oil derived from plants, is a volatile compound insoluble in water. The frangipani oil-refining process can be done with water distillation method, steam distillation method , or water- steam distillation method. Research is done by using water and steam distillation. This research aims to study the water-steam distillation method for distillation of frangipani, know the effect fresh and dried frangipani to quality and yield essential oil produced, knowing the purity of essential oils from frangipani. Variable measured are puritys oil, yield, refractive index, density, viscosity, organoleptic test and chemical analysis contained in the oil cambodia includes: nerolidol, geranyl acetate, and linalool The result showed that the water-steam distillation method suitable used for the distillation of frangipani. Condition of frangipani fresh and dried affect the quality and quantity of frangipani oil obtained. Research showed to yield oil from dried flowers higher than the fresh ones. Yield oil of fresh frangipani 0.027 % and dried frangipani 0.046 %. The oil qualities fresh flowers is better than the dried flowers. The resulting oil purity 100% after the oil refining with Na2SO4 anhidrat.

886045A1L008041PENGARUH BOKASHI BERBASIS Azolla microphylla DAN Lemna polyrhiza TERHADAP SERAPAN NITROGEN, PRODUKSI TANAMAN PAKCHOY (Brassica chinensis L.), DAN POROSITAS TANAH INCEPTISOLSPakchoy adalah salah satu sayuran daun yang banyak mengandung berbagai mineral dan vitamin, kaya klorofil yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik (bokashi) berbasis biomassa Azolla microphylla dan Lemna polyrhiza terhadap: 1) serapan unsur N tanaman pakchoy, 2) pertumbuhan dan produksi tanaman pakchoy, dan 3) porositas tanah Inceptisols. Penelitian ini adalah percobaan pot yang dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada ketinggian 110 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2012 sampai Februari 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pupuk organik bokashi meliputi : kontrol; 60% biomassa Azolla microphylla + 40% kompos kotoran sapi; 60% biomassa Lemna polyrhiza + 40% kompos kotoran sapi; 100% kompos kotoran sapi; pupuk majemuk NPK. Variabel yang diamati adalah serapan N tanaman, pertumbuhan, dan hasil tanaman pakchoy, serta BJI, BJP, dan porositas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk bokashi berbasis Azolla microphylla dan Lemna polyrhiza masing-masing mampu meningkatkan serapan N tanaman 669% dan 512% terhadap kontrol tanpa pupuk, produksi terbaik pada perlakuan 100% kompos kotoran sapi dengan nilai 145,53 g atau setara dengan 24,25 ton/ha, dan bokashi Azolla microphylla dan Lemna polyrhiza menurunkan nilai BJI sebesar 16% dan 23%, menurunkan nilai porositas sebesar 11% dan 5%. Pakchoy is one of vegetable contains a lot of minerals and vitamins as well as rich in chlorophyll that can serve as antioxidants. This research purposed to know influence of Bokashi Azolla microphylla and Lemna polyrhiza biomass-based to : 1) plant N uptake, 2) growth and yield of pakchoy, and 3) Inceptisol porosity. This research was a pot experiment using pakchoy plant conducted during October 2012 until February 2013 in screen house of Jenderal Soedirman University, Purwokerto at altitude of 110 m above sea level. This research used RCBD (Randomized Complete Block Design) with 5 treatments and 4 replications. The treatment tested were; control; 60% Azolla microphylla biomass + 40% cow manure; 60% Lemna polyrhiza biomass + 40% cow manure; 100% cow manure; NPK fertilizer. Variabel observed plant N uptake, growth and yield of pakchoy, Bulk Density (BD), Particle Density (PD), and porosity Inceptisols. The result showed that bokashi based of Azolla microphylla and Lemna polyrhiza biomass having ability to increase plant N uptake by 669% and 512% respectivelly, best production was reached on 100% cow manure treatment to yield 145,53 g or equivalent to 24,25 ton/ha, and bokashi Azolla microphylla and Lemna polyrhiza biomass descended value of BD by 16% and 23%, and descended porosity by 11% and 5%.
8912379H1B011040MODUL FAKTOR DARI MODUL ENDOMORFISMA PADA HIMPUNAN BILANGAN BULAT ATAS GAUSSIAN INTEGERPaper ini membahas tentang modul faktor dari modul endomorfisma pada himpunan bilangan bulat atas Gaussian Integer. Dengan menentukan suatu submodul dari modul tersebut, selanjutnya dibentuk himpunan koset-kosetnya. Hasil yang diperoleh adalah himpunan koset-koset tersebut dilengkapi dengan operasi penjumlahan dan perkalian skalar merupakan modul faktor atas Gaussian Integer.This paper discusses about quotient modules of endomorfism module on Integers over Gaussian Integer. We determine a submodules of the module, then formed the set of cosets. The results obtained is the set of cosets are equipped with addition and scalar multiplication operation is a quotient module over Gaussian Integer.
905978A1H009050Variasi Tingkat EC (Electrical Conductivity) dan Media Tanam, dan Pengaruhnya pada Pertumbuhan dan Hasil Benih Kentang dalam Sistem Hidroponik Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) mengetahui respon variasi tingkat EC terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang, dan 2) mengetahui pengaruh variasi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang. Penelitian ini dilakukan di dalam screenhouse di Desa Karangmangu Baturaden. Metode pengambilan data menggunakan Rancangan Acak Leangkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan variasi tingkat EC yaitu EC 1-2 mS/cm (E1) dan EC 3-4 mS/cm (E2). Faktor kedua adalah variasi media tanam yaitu arang sekam (M1) dan sabut kelapa (M2). Variabel yang diamati dibagi menjadi dua golongan yang pertama variabel pertumbuhan tanaman meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman, kedua variabel hasil benih kentang meliputi jumlah umbi, berat umbi, dan ukuran umbi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tingkat EC memberikan respon yang berbeda nyata pada setiap variabel pertumbuhan dan hasil panen kentang kecuali untuk tinggi tanaman. Tingkat EC yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil benih kentang yaitu pada nilai EC 1-2 mS/cm. The purpose of this research were; 1) to know the response of variation in EC level on growth and yield of potato seeds, and 2) to determine the effect of variations in growing media on growth and yield of potato seeds. The research was conducted in the screenhouse in the village of Karangmangu Baturaden. The experimental design used in this research was Completly Randomize Design with two factors. The first factor is level of EC i.e EC 1-2 mS/cm (E1) and EC 3-4 mS/cm (E2). The second factor is the growing media i.e the rice husk (M1) and coconut fiber (M2). Observed variable divided into two groups, first variable is growth variable, include number of leaves, plant height, fresh plant weight, and dry plant weight, the second variable is yields, include number of tubers, tuber weight and tuber size. The results showed that treatment of EC level gives a significantly different response in each growth variable and the yield of potato except in plant height. The best EC for growth and yield of potato seeds on the level of 1-2 mS/cm.
916046G1A006166The changing of Jake Barnes’ characteristic as influenced by French Social Values in Hemingway’s The Sun Also Rises.Penelitian yang berjudul “The changing of Jake Barnes’ characteristic as influenced by French Social Values in Hemingway’s The Sun Also Rises” ini bertujuan untuk menganalisa perubahan karakter Jake Barnes yang ada di dalam novel The Sun also Rises karya Ernest Hemingway. Perubahan karakter tersebut dipengaruhi oleh nilai- nilai sosial yang dialami di prancis.
Pada penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk membahas kalimat-kalimat dan ucapan-ucapan didalam novel dengan menggunakan pendekatan Close Reading.
Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam menganalisa perubahan karakter Jake Barnes. Tahap pertama, mencari arti kata-kata pada kalimat dan ucapan yang ada di novel. Tahap kedua adalah menganalisa kata-kata tersebut untuk mencari bentuk perubahan karakter Jake Barnes. Tahap berikutnya menemukan nilai sosial Prancis yang mempengaruhi perubahan karakter Jake. Tahap selanjutnya adalah membuat kesimpulan.
Dalam mendeskripsikan dan mendukung data, beberapa elemen intrinsik juga digunakan seperti simbol- simbol, majas, seting, dan karakter. Analisis menunjukan bahwa karakter Jake Barnes berubah dari sebelumnya yang tidak relijius dan tidak peduli kepada orang lain khusunya pada wanita menjadi religious dan peduli kepada orang lain. Dia juga mulai mempercayai wanita.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman terhadap pendekatan Close Reading dan elemen intrinsic karya sastra, sehingga para pembaca dapat menerapkan pendekatan tersebut pada karya-karya sastra lainnya.
The research entitled “The changing of Jake Barnes’ characteristic as influenced by French Social Values in Hemingway’s The Sun Also Rises” is aimed to analyze the character changing of Jake Barnes.
In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the sentences and utterances in the novel by using the Close Reading approach.
There are steps done in analyzing the character changing of Jake Barnes. First method is finding out the meaning of words in the utterances and sentences. Second method is analyzing the words to find the character changing of Jake Barnes. Next step is finding out the French social values affecting his character changing. The last step is taking conclusion.
In describing and emphasizing the data of the research, several intrinsic elements are used, such as the symbol, figurative language, the setting, and the character. The analysis shows that Jake Barnes’ character changes from the unreligious and ignorance to people in general and woman into the religious and careful to people. He also starts to trust woman.
The results of the research are expected to enrich the comprehension of Close Reading approach and intrinsic elements, so they can apply them in other objects.

926047E1A008276KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI YANG TIDAK HADIR DI PERSIDANGAN DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 154/Pid.B/2011/PN.Purbalingga)
Penyusunan skripsi dengan judul “KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI YANG TIDAK HADIR DI PERSIDANGAN DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 154/Pid.B/2011/PN.Purbalingga)” yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan pembuktian keterangan saksi yang tidak hadir di persidangan dalam tindak pidana pembunuhan berencana pada Putusan Nomor: 154/Pid.B/2011/PN. Pbg, dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan tindak pidana pidana pembunuhan berencana pada Putusan Nomor: 154/Pid.B/2011/PN. Pbg.

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif yaitu dengan menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode analisis yang digunakan adalah normative kualitatif yaitu dengan mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada putusan maupun perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian.

Dalam Putusan Nomor 154/Pid.B/2011/PN.Purbalingga, jika bertitik tolak pada ketentuan Pasal 162 ayat (2) KUHAP dihubungkan dengan Pasal 185 ayat (7) KUHAP, keterangan saksi yang tidak hadir di persidangan sifatnya tetap tidak merupakan alat bukti, tetapi nilai kekuatan pembuktiannya yang melekat padanya ialah dapat menguatkan keyakinan hakim, dan dapat dijadikan sebagai tambahan alat bukti yang sah lainnya, sepanjang keterangan saksi yang dibacakan ada kesesuaian dengan alat bukti yang sah dan alat bukti yang telah ada telah memenuhi batas minimum pembuktian. Hakim dalam menjatuhkan putusan dalam Perkara Nomor. 154/Pid.B/2011/PN/Purbalingga tersebut telah mendasarkan pada fakta-fakta yuridis dan non yuridis yang ada dalam pertimbangan, dan mendasarkan pada alat-alat bukti yang sah yang diajukan dalam persidangan. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan hakim tersebut, perbuatan terdakwa telah memenuhi rumusan Pasal 340 KUHP, sehingga terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan dijatuhi hukuman 3 (tiga) tahun penjara.

Preparation of the thesis with the title "WITNESS STATEMENT OF EVIDENCE THAT POWER IS NOT present at the hearing PLANNING IN THE CRIME OF MURDER (Judicial Review Decision No. 154/Pid.B/2011/PN.Purbalingga)" which aims to determine the strength of evidence that the witness was not present at the hearing the crime of premeditated murder in the Decision Number: 154/Pid.B/2011/PN. Pbg, and to know the basic legal reasoning the judge in the criminal verdict premeditated murder on Decision Number: 154/Pid.B/2011/PN. Pbg.
This study uses normative juridical approach is to examine the library materials (secondary data) available. The analytical method used was qualitative normative is to process and interpret based on decisions and legislation relating to research.

In Decision No. 154/Pid.B/2011/PN.Purbalingga, if the starting point to the provisions of Article 162 paragraph (2) of Article 185 Criminal Code related to paragraph (7) Code of Criminal Procedure, the witness who was not present at the hearing nature is still not evidence , but the value of the strength of proof attached to it can strengthen the belief is that the judge, and can be used as additional other valid evidence, witness testimony that was read during the accordance with the legal evidence and the evidence that there has been compliance with the minimum threshold of proof. Judges in decisions in Case Number. 154/Pid.B/2011/PN/Purbalingga has been based on the facts of judicial and non-judicial exist under consideration, and based on the evidence presented in the trial legitimate. Based on these considerations, the judge, the defendant has met the formulation of Article 340 of the Criminal Code, so that the defendant has been proven legally and convincingly of committing criminal offenses of premeditated murder and sentenced to 3 (three) years in prison.
Keywords: Evidence, Testimony of Witness, Not Present at TrialAbstract

936048F1A006080KEHIDUPAN PEMULUNG BARANG BEKAS DI DESA BANJARSARI WETAN, PURWOKERTO UTARAPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahwa seorang pemulung pun bisa menghidupi keluarga dan mencukupi kebutuhannya. Pada penelitian ini,peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan alat Analisis Interaktif. Hasil dari penelitian ini adalah kehidupan pemulung yang berawal dari sebuah keprihatinan atas kehidupan pemulung yang pada umumnya hidup di kawasan yang kumuh dan menghadapi berbagai tindakan-tindakan yang dirasa tidak manusiawi. Namun mereka masih dapat bertahan dengan segala peluang dan hambatan yang ada.Pada penenlitian ini, peneliti menggunakan teori Karl Marx,teori ini menitikberatkan perputaran ekonomi yang kapitalistik. Pekerjaan pemulung yang digeluti oleh masyarakat desa Banjarsari Wetan,lebih dikarenakan oleh keadaan internal setiap individu masyarakat,yang meliputi latar belakang pendidikan serta ketrampilan yang dikuasai oleh setiap individu.

This study aims to describe a scavenger that can support a family and provide for kebutuhannya. Pada this study, researchers used a qualitative research method with analysis tools interaktif.Hasil of this research is that life originated from a scavenger concern over life in general scavengers who live in slum areas and face a variety of actions that are found to be manusiawi.Namun they still can survive with all the opportunities and constraints of this penenlitian ada.Pada, researchers used the theory of Karl Marx, this theory emphasizes the economic turnaround is hailed by scavengers kapitalistik.pekerjaan Wetan Banjarsari villagers, more because of the internal state of each individual community, which includes educational background and skills mastered by each individual.
946049G1D009086PENGARUH TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PENURUNAN SKALA INSOMNIA INSOMNIA PADA LANSIA DI UNIT REHABILITASI SOSIAL DEWANATA CILACAPLatar Belakang: Lansia sangat beresiko mengalami insomnia. Hal ini disebabkan karena penurunan fungsi fisiologis dan permasalahan yang mengganggu psikologisnya sehingga menyebabkan lansia mengalami stress dan kecemasaan dalam hidupnya. Pemberian obat dalam menangani insomnia memberikan efek samping sehingga perlu dikembangkan penanganan non farmakologis salah satunya adalah terapi relaksasi autogenik dimana terapi ini merupakan perpaduan dari hipnoterapi yang menggunakan autosugesti dengan teknik pernafasan dalam.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap penurunan skala insomnia pada lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttes with control group design. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 25 kelompok perlakuan dan 25 kelompok kontrol. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon dan uji statistik Mann Whitney-U

Hasil Penelitian : Hasil uji statistik Wilcoxon pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p=0,0001 dengan nilai Z hitung (-4,392) based on positive ranks yang artinya terjadi penurunan skala insomnia pada lansia sedangkan kelompok kontrol didapatkan nilai p=0,011 dengan nilai Z hitung (-2,555) based on negative ranks yang artinya terjadi peningkatan skala insomnia pada lansia. Hasil analisa statistik dengan Mann Whitney-U di peroleh nilai p=0,0001. Hal ini menunjukkan ada perbedaan penurunan skala insomnia yang signifikan pada lansia kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol.

Kesimpulan : Terapi relaksasi autogenik efektif menurunkan skala insomnia pada lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap.

.
The Effects Of Autogenic Relaxation Therapy Toward Elderly
Insomnia Scale Reduction In Dewanata Social Rehabilitation Unit, Cilacap

Ogi Taufan Hamid, Arif Setyo Upoyo, Deny Achiriyati

Abstract
Background: Elderly is highly risky to suffer insomnia, caused by physiological function reduction and another problems that disturb their psychology so they feel stress and anxious. Giving drugs in curing insomnia has side effects, so that non farmacologycal interventions are needed, for example by the autogenic relaxation therapy. It is a combination between autosuggest hypnotherapy and deep breathing technique.
Purpose: This study was purposed to know the effects of autogenic relaxation therapy toward elderly insomnia scale in Dewanata Social Rehabilitation Unit, Cilacap.
Method: This study used quasi experiment design with pretest and posttest group. Sampling technique used simple random sampling technique. The intervention group was 25 respondents, and 25 respondents was control group. Statistical analysis used wilcoxon and Mann Whitney-U.
Result: Wilcoxon statistical analysis showed that in intervention group has p value=0,000 with Z value (-4,392) based on positive rank, It means that there was reduction of elderly insomnia scale. In control group the p value=0,011 with Z value (-2,555) based on negative rank and it means there was improvement of elderly insomnia scale. Mann Whitney-U statistical analysis showed that there was significant differences in elderly insomnia scale between the intervention group and the control.
Conclusion: Autogenic relaxation therapy is effective to reduce elderly insomnia scale in Dewanata Social Rehabilitation Unit of Cilacap.
956050A1H009015KARAKTERISTIK BRIKET ARANG LIMBAH BAMBU MENGGUNAKAN PEREKAT TEPUNG GAPLEK DAN TEPUNG NASI AKINGKetergantungan yang besar pada sumber bahan bakar fosil telah menyebabkan terjadinya eksploitasi besar-besaran pada sumber bahan bakar fosil. Pemanfaatan limbah pertanian ataupun limbah industri merupakan salah satu alternatif pengganti bahan bakar fosil dengan mengubahnya menjadi briket arang. Limbah bambu merupakan limbah pertanian yang berpotensi untuk dijadikan briket arang. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui kualitas sifat fisik dan kimia briket arang limbah bambu, mengetahui pengaruh jenis perekat dan persentase perekat terhadap kualitas briket arang limbah bambu dan mengetahui kombinasi yang tepat antara jenis perekat dan persentase perekat yang diberikan pada pembuatan briket arang limbah bambu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 6 kombinasi perlakuan dengan 4 kali ulangan. Sampel yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kerapatan, kuat tekan, kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon dan nilai kalor. Hasil pengujian briket arang limbah bambu menunjukkan bahwa jenis perekat dan persentase perekat berpengaruh terhadap kuat tekan, kadar abu, volatile matter dan fixed carbon. High dependence on fossil fuel sources has led to massive exploitation of fossil fuel sources. Utilization of agricultural waste or industrial waste is one alternative to fossil fuels by turning it into charcoal briquettes. Bamboo waste is agricultural waste that has the potential to be used as charcoal briquettes. The purpose of the study was to determine the quality of the physical and chemical properties of bamboo waste charcoal briquettes, determine the effect of the type of and percentage of adhesive on the quality of bamboo waste charcoal briquettes and determine the right combination between the type of and percentage of adhesive given on making of bamboo waste charcoal briquettes. This study used a completely randomized design consisting of six treatment combinations with four replications. Samples were analyzed using the F test and if significant then followed by DMRT 5% test. Observed variables in this study include density, compressive strength, water content, ash content, volatile matter, fixed carbon and heat value. The test results of bamboo waste charcoal briquettes shows that the type of and percentage of adhesive effect on compressive strength, ash content, volatile matter and fixed carbon.
966051A1L008084PEMANFAATAN AGENSIA HAYATI UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU KARENA NEMATODA PADA TANAMAN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.)Penelitian untuk mengetahui tanggap beberapa varietas tembakau terhadap macam biopestisida pada populasi NPA, kerusakan oleh NPA, dan hasil tembakau. Penelitian dilaksanakan bulan Juli hingga Oktober 2012, di lahan tembakau Desa Cindaga, Kebasen, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi. Faktor pertama yaitu macam biopestisida sebagai Main Plot: P0 = tanpa biopestisida, P1 = Bacillus spp. B46, P2 = Gliocladium spp., P3 = Pseudomonas spp. P60, P4 = Trichoderma spp., P5 = karbofuran, dan P6 = Bacillus spp. B46 + Gliocladium spp. + Pseudomonas spp. P60 + Trichoderma spp.. Faktor kedua adalah varietas tembakau sebagai Sub Plot: V1 = varietas Lokal Banyumas, V2 = varietas Temanggung, dan V3 = varietas Jember. Hasil penelitian menunjukkan pemberian agensia hayati Pseudomonas spp. dan pestisida kimiawi karbofuran mempengaruhi populasi NPA di dalam tanah tetapi tidak mempengaruhi intensitas serangan. Tiga varietas tembakau menunjukkan adanya perbedaan pada hampir semua komponen tanaman tembakau kecuali jumlah daun, bobot segar daun, dan bobot kering daun. Terdapat interaksi antara varietas tembakau dengan aplikasi agensia hayati pada bobot segar batang dan bobot segar akar. Pada varietas Temanggung bobot segar batang tertinggi tanpa aplikasi agensia hayati, sedangkan pada varietas Jember bobot segar akar tertinggi apabila diberi karbofuran.The research objective was to know the response some variety of tobacco toward kinds of bio pesticide on NPA populations, the damage by NPA, and tobacco products. The study was conducted July to October 2012, at the tobacco field in Cindaga Village, Kebasen, Banyumas. Observation of NPA was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Sudirman, Purwokerto. The research design used was a Split Plot Design with two factors tested. The first factor was bio pesticide as the Main Plot: P0 = no bio pesticides, P1 = Bacillus spp. B46, P2 = Gliocladium spp., P3 = Pseudomonas spp. P60, P4 = Trichoderma spp., Carbofuran = P5, and P6 = Bacillus spp. B46 + Gliocladium spp. + Pseudomonas spp. P60 + Trichoderma spp. The second factor was tobacco varieties as a sub-plot: V1 = Local variety of Banyumas, V2 = variety of Temanggung, and V3 = variety of Jember. The results showed that the provision of biological agents Pseudomonas spp. and chemical pesticide carbofuran affect the population of NPA but did not significally affect the intensity of the infestation. Perceptive of 3 varieties of tobacco showed diversification almost the plants component along with did not affect the number of leaves, leaves fresh weight and leaves dry weight. There was interaction between biological agents and tobacco varieties toward stem fresh weight and root fresh weight of plants. Temanggung variety reached the highest stem fresh weight without application biological agents, meanwhile the Jember variety reached the highest root fresh weight if given carbofuran.
975897A1L008080POTENSI BIOBAKTERISIDA TERHADAP PENGENDALIAN PENYAKIT
HAWAR DAUN BAKTERI SERTA PENGARUHNYA
PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI
Peningkatan hasil padi menemui banyak kendala seperti penyakit hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh Xanthomonas oryae pv. oryzae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biobakterisida dalam menekan penyakit hawar daun bakteri, mengetahui pengaruh biobakterisida terhadap pertumbuhan dan hasil, serta mendapatkan waktu optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada April 2012-Oktober 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 faktor dan 6 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah pemberian biobakterisida bentuk padat dan cair berbasis B. subtilis B1 dengan waktu pemberian yang berbeda yaitu: A (10 hari setelah tanam), B (20 hari setelah tanam), C (30 hari setelah tanam) dan K (kontrol tanpa pemberian biobakterisida). Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, area dibawah curva perkembangan penyakit (AUDPC), tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang akar terpanjang, bobot 1000 biji gabah dan bobot gabah per rumpun. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F, dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa biobakterisida berbasis B. subtilis B1 belum mampu menekan penyakit hawar daun bakteri serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil. Waktu optimum pemberian biobakterisda untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi adalah 14 hari setelah tanam. Increasing of rice yield had many problem such as the infection of bacterial leaf blight (BLB) disease that caused by Xanthomonas oryzae pv. Oryzae. The objective of this experiment were knowing the potential of biobactericide in suppressing the bacterial leaf blight disease, knowing the potential of biobactericide on the growth and yield, and to found out the optimum time to improve growth and yield. The experiment was conducted at Karangsalam village, Baturraden, Banyumas and Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, and Jenderal Soedirman University on April 2012- October 2012. This experiment used randomized completely block design with 4 factors and 6 replications. The attempted factors were the application of liquid and solid biobactericide based on B. subtilis B1 with different applied time, which were: A (10 days after planting); B (20 days after planting); C (30 days after planting); and K (control, without application of biobactericide). The variables measured were incubation time, and intensity of disease, rate of infection, area under disease progress curve (AUDPC), plant height, amount of tiller, amount of productive tiller, the longest root, weight of 1000 grains, and grain weight on every clump. Data of the observation result was analyzed by F test, and then followed by Least Significant Different Test (LSD) at the levels of 5%. The result showed that biobactericide based on B. subtilis B1 had not been able to suppress bacterial leaf blight disease and increase the growth and yield. The optimum application time of biobactericide to increase growth and rice yield was 14 days after planting.
986053G1D009083Pengaruh Latihan AKtivitas Fisik Senam Aerobik Low Impact terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan BrebesPENGARUH LATIHAN AKTIVITAS FISIK SENAM AEROBIK LOW IMPACT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA KELURAHAN BREBES
ABSTRAK
Arfani Asa Baldah1 Asep Iskandar2 Aswin3

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Keperawatan Gerontik dan Komunitas, Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
3Staf Keperawatan Puskesmas Wangon I

Latar Belakang: Hipertensi adalah faktor risiko utama penyakit-penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Diperkirakan 23% wanita dan 14% pria berusia lebih dari 50 tahun menderita hipertensi. Hipertensi dapat diintervensi dengan penatalaksanaan non farmakologis, salah satunya adalah meningkatkan aktivitas fisik aerobik seperti senam aerobik low impact. Senam aerobik low impact merupakan senam yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jantung dan paru.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan aktivitas fisik senam aerobik low impact terhadap tekanan darah pada lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Brebes.
Metode: Penelitian ini bersifat pre experiment dengan rancangan one group pre and post test design. Metode pengambilan purposive sampling dengan jumlah sampel 60 . Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon.
Hasil: Hasil uji statistik uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0.000.
Kesimpulan: Senam aerobik low impact dapat menurunkan tekanan darah pada lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Brebes.
Saran: Hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan atau bahan kajian untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai tindakan keperawatan dalam mengintervensi hipertensi.

Kata kunci: Lansia, Hipertensi, Tekanan Darah, Senam Aerobik Low Impact

THE IMPACT OF PHYSICAL EXERCISE ACTIVITY OF AEROBIC GYMNASTICS LOW IMPACT ON BLOOD PRESSURE HYPERTENSION OF ELDERLY PATIENTS IN ELDERLY POSYANDU BREBES
ABSTRACT
Arfani Asa Baldah 1Asep Iskandar 2Aswin3
1Student of Nursing Majority, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2Supervisor Comunity and Elderly Nursing Majority, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University
3Nursing Staf Health Sevice Puskesmas Wangon I

Background : Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease that is the highest cause of death in the world. An estimated 23% of women and 14% of men over the age of 50 years suffer from hypertension. Hypertension can be intervened by non-pharmacological treatment; one of them is to increase physical activity like a low impact aerobics. Low impact aerobic exercise is an exercise that aims to improve the ability of the heart and lungs.
Objective: The aim of this study is to determine the effect of physical activity aerobic exercise low impact on blood pressure in the elderly in elderly Posyandu Brebes.
Methods: The study design is pre experiment with one group pre and posttest design. Purposive sampling method takes samples of 60 respondent. The analysis of the data in this study is using the Wilcoxon statistical test.
Results: The results of Wilcoxon statistical test in the respondent obtained p value = 0.000.
Conclusion: Gymnastics low impact aerobics can lower blood pressure in the elderly in elderly Posyandu village Brebes.
Suggestion: The results of this study can be used as a foundation or study materials to develop further research on nursing actions in the intervening hypertension.

Keywords: Elderly, Hypertension, Blood Pressure, Low Impact Aerobic Gymnastics

996074F1C006069STRATEGI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PROGRAM JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MASYARAKAT (JPKM)
DI PURBALINGGA

Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Pembangunan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) di Purbalingga”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pembangunan dan kendala yang dihadapi Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga dalam pelaksanaan program JPKM.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 5 orang yaitu 3 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga dan 2 orang petugas radio di Purbalingga. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data mengunakan analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji melalui teknik triangulasi sumber dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara dan membandingkan data hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa strategi komunikasi pembangunan program JPKM/Jamkesda Purbalingga yaitu koordinasi seluruh birokrasi; pelibatan kader kesehatan; pemanfaatan media massa; pelibatan perusahaan di wilayah Purbalingga; pelibatan tokoh masyarakat; dan pemanfaatan media rakyat; dan kendala pelaksanaan program JPKM/Jamkesda Purbalingga adalah penolakan masyarakat menjadi peserta Jamkesda; jarak secara geografis yang berjauhan antar kecamatan; perubahan regulasi; pemberlakuan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM); dan peran kader kesehatan terhambat.


The title of this research is “Development communication strategy of Public Health Care Insuranse (JPKM) in Purbalingga”. The purposes of this research was known development communication strategy and contraints faced by Departement of Health Purbalingga of the implementation JPKM program.
Research method is used by qualitative method with the descriptive research method. Informant selection techniques by using of purpossing sampling. Informants consist of 5 members, namely 3 people from the Departement of Health Purbalingga and 2 radio officers in Purbalingga. Data collection is done by in-depth interviews, observation and documentations. Analyzed using an interactive which consists of three components, namely data reduction, data display and conclusion. The validity data tested by technique triangulate the source by comparing data result of perception with the data result of interview and compare result of interview with the content of interconnected document.
The result of this research stated that the development communication strategy of JPKM/Jamkesda program is coordination of the entire bureaucracy; involvement of health cadres; utilization of mass media; involvement of companies in the region Purbalingga; involvement of community leaders; and utilization of folk media; and the contraints of JPKM/Jamkesda program is rejection of societies become participants of Jamkesda; geographical distance between the far-flug districts; regulatory changes; implementation of poverty letter (SKTM) and role of health cadres obstructed.
.
10017913C1L012036Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Komitmen Organisasi, Gaya Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Sebagai Variable ModerasIPengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Komitmen Organisasi, Gaya Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Sebagai Variable ModerasiThe Effect Of Participatory Budgeting On Management Performance With Organizational Commitment, Leadership Style And Organizational Culture As Moderating Variable