Artikelilmiahs

Menampilkan 141-160 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1416096F1F007171Analyzing Racist Utterances on the Dialogue Reflected in CRASH MovieABSTRAK
Edward Prambudi S.H. August, 2013. Analyzing Racist Utterances on the Dialogue Reflected in CRASH Movie. Program Sarjana Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tahun Akademik 2012/2013. Pmbimbing 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Penguji: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd.

Kata Kunci: Tindak Ujar, Tindak Illokusi, Rasisme, Subtitle, Film

Judul dari penelitian ini adalah “Analyzing Racist Utterances on the Dialogue Reflected in CRASH Movie”. Studi dari penelitian ini tentang Tindak ujar dan penggunaan tindak ujar dalam ungkapan dialog film CRASH. Penelitian ini mencari kata-kata yang mengandung rasisme dalam ungkapan dialog yang dilakukan oleh para tokoh dalam film dan menganalisis ungkapan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengklasifikasikan tipe dari tindak illokusi dari ungkapan dalam dialog film CRASH dan menganalisis ungkapan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Searle dan Austin. Penelitian ini merepresentasikan rasisme dengan mengklasifikasikan ungkapan berdasarkan kalimat yang digunakan. Data utama di peroleh dari www.awesomefilm.com
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 4 kategori ilokusi tindak ujar seperti yang dipaparkan oleh Searle yang di temukan dalam ungkapan film CRASH. Ada 23 data ungkapan yang mengandung rasisme dan 19 data yang merepresentasikan rasisme yang berdasar dalam kalimat yang digunakan. Tipe kesimpulan dan tipe tidak suka adalah tipe yang paling banyak digunakan oleh karakter. Kalimat prasangka dan kalimat menghina adalah kalimat yang paling sering digunakan karakter untuk merepresentasikan rasisme.


ABSTRACT
Edward Prambudi S.H. August, 2013. Analyzing Racist Utterances on the Dialogue Reflected in CRASH Movie. English Language and Literature Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto. Academic Year 2012/2013. First Advisor: R. Pujo Handoyo, S. S., M. Hum. Second Advisor: Dyah Raina Purwaningsih, S. S., M. Hum. Examiner: Indriyati Hadiningrum, S. S., M.Pd.

Keywords: Speech Act, Illocutionary Acts, Racism, Subtitle, Movie

The title of this research is “Analyzing Racist Utterances on the Dialogue Reflected in CRASH Movie”. It studies about speech acts types and the used of speech acts to represent racism in the dialogue of CRASH movie. This research finds out the utterances containing racism used by the character in the movie and analyzes the utterance.
This research uses qualitative method that classifies the types of illocutionary speech acts in the utterance of the dialogue of CRASH movie and analyzes the utterances based on the theory proposed by Searle and Austin. The researcher represent the racism by classified the utterance based on the sentence. The primary data of this research are taken from www.awesomefilm.com
The result of this research shows that there are four categories of illocutionary speech acts proposed by Searle are found in the utterance of CRASH movie. There are 23 data of utterances containing racism and 19 data of utterances that represent racism based on the sentence. Concluding and dislike types are the most type uses by the character. Prejudice sentences and verbal abuse/insult sentences is the most sentence uses by the character to represent racism.










1426089F1A009044“Hubungan antara Keterlibatan Orang Tua dan Status Sosial Ekonomi
dengan Pencapaian Belajar”
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan orang tua dan status sosial ekonomi dengan pencapaian belajar anak di SLB C Yakut Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan dengan strategi penelitian menggunakan embedded konkuren. Metode kuantitatif diposisikan sebagai metode utama, sementara metode kualitatif sebagai pendukung. Teknik pengambilan Sampel penelitian menggunakan metode stratified random sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara, lalu kemudian dianalisis dengan korelasi Tau Kendall. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama adalah terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara keterlibatan orang tua dengan pencapaian belajar murid. Kedua adalah terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dengan pencapaian belajar murid. Terakhir yaitu terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara keterlibatan orang tua dan status sosial ekonomi dengan pencapaian belajar.
Kata kunci : Keterlibatan orang tua, status sosial ekonomi, pencapaian belajar.
Abstract
The purpose of this research was to determine the correlation between parents participation and socioeconomic status with the studies achievement of students in SLB C Yakut Purwokerto. This research used mixed method and embedded konkuren strategy which quantitative method as the main method, and qualitative method as support method. The sampel collecting technique that used in this research was stratified random sampling. Research Instrument that used was questionnaire and interview, and then would be analyzed with tau kendall test. Research results about parents of mental retardated students in SLB C Yakut Purwokerto shows three things. The first is there was very strong and significant correlation between parents participation and studies achievement on students in SLB C Yakut Purwokerto. The second is there was very strong and significant correlation between parents socio economic status and studies achievement on students in SLB C Yakut Purwokerto. The last is there was strong and significant correlation between parents participation and socioeconomic status with studies achievement on students in SLB C Yakut Purwokerto.
Keywords: parents participation, socio economic status, studies achievement.
1436098G1B009073PENGARUH PELATIHAN PENGELOLAAN DATA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PETUGAS SURVEILANS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA TINGKAT PUSKESMAS DI KABUPATEN BANYUMASBeraneka ragamnya latar belakang pendidikan dari tenaga surveilans yang ada mengakibatkan tingkatan kemampuan dalam mengelola data kesehatan pun berbeda-beda, sehingga dapat menyebabkan adanya perbedaan kualitas informasi mengenai masalah kesehatan yang terkumpul dari masing-masing Puskesmas. Oleh sebab itu perlu diadakannya pelatihan mengenai pengelolaan data yang mencakup pengolahan, penyajian dan analisis data kesehatan bagi petugas surveilans penyakit DBD agar terdapat kesetaraan kemampuan dari masing-masing petugas surveilans penyakit DBD yang ada di Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan pengelolaan data terhadap pengetahuan dan keterampilan petugas surveilans DBD tingkat Puskesmas di Kabupaten Banyumas. Jenis metode yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-One Group Posttest Design. Sampel penelitian yang diperoleh dengan menggunakan purposive sampling adalah sebanyak 35 orang petugas surveilans DBD tingkat Puskesmas di Kabupaten Banyumas. Analisis data yang digunakan adalah uji Paired T-Test dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan pada pengetahuan responden (p=0,057) saat sebelum dan sesudah pelatihan serta ada perbedaan pada keterampilan responden (p=0,000) saat sebelum dan sesudah pelatihan. Saran dari peneliti adalah supaya pihak Dinas Kesehatan Kabupaten mengadakan pelatihan pengelolaan data secara berkala bagi petugas surveilans tingkat Puskesmas agar kemampuan dan informasi yang diperoleh kualitasnya semakin meningkat.The diverse of educational background from the surveillance officer make the ability to manage some health data was different, which may cause the difference in the quality of information on the health issues was collected from each public health service. Therefore, the training of the data management was needed. This training includes processing, presentation and analysis of health data for the surveillance officer for dengue fever disease. So that, there is equality of capabilities from all of officer's surveillance of dengue fever in Banyumas. The purpose of this study was to determine the effect of training against the knowledge and data management's skill of dengue fever's surveillance officer in public health service in Banyumas. The method of this study was pre experimental design with the design of one group pre test and one group post test. The sample was obtained by using purposive sampling are 35 people from dengue fever's surveillance officer in public health service in Banyumas. Analysis of the data was used paired t-test and wilcoxon test. The results showed no differences in the respondent’s knowledge (p = 0.057) when before and after training and there are differences in the skills of respondents (p = 0.000) when before and after training. The suggestion from this research is organize the training of data management in periodic for dengue fever's surveillance officer in public health service in Banyumas, so we can get the best information in dengue fever’s surveillance and good skills from the officer.
1446099F1A009080Saat Mengemis Menjadi Pilihan
(Potret Kehidupan Pengemis yang Berada di Kecamatan Purwokerto Timur)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang orang memilih menjadi pengemis dan untuk menggambarkan potret kehidupan para pengemis di Kawasan Kecamatan Purwokerto Timur. Teori yang digunakan adalah interaksionisme simbolik Herbert Blumer yang mengatakan setiap orang melakukan sesuatu berdasarkan makna terhadap sesuatu tersebut, makna tersebut terbentuk melalui proses interaksi sosial, dan makna tersebut diyakini dan dimodifikasi, melalui proses interpretatif. Selain itu juga menggunakan teori pengambilan keputusan, Soepranto yang menyatakan bahwa mengambil atau membuat keputusan berarti memilih satu diantara sekian banyak alternatif.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukan adanya alasan seseorang memilih menjadi pengemis, tidak hanya karena alasan ekonomi, maupun keterbatasan keahlianakan tetapi juga adanya nilai-nilai yang hayati dan dimaknai oleh para pengemis itu sendiri sehingga menjadikan pekerjaan ini begitu bermakna bagi para pelakunya. Selain itu juga penelitian menggambarkan potret kehidupan pengemis itu sendiri, dari kedatangan ke kota dan kembalinya pengemis di daerah asalnya, hingga perilaku konsumsinya, juga sampai gambaran keadaan fatalistiknya.This research aim to determine the background of people to choose become beggars and potraits to illustrated the lives of the beggars in the eastern district officials Purwokerto. The theory used is symbolic interactionist theory Herbert Blumer stating that human beings act to ward things on the basis of the meanings that the things have for them. That the meaning of such things is derived from, or arises out of the social interaction. That these meanings are handeld in, and modified trough, an interpretative process used by the person in the dealing with the things he encounters. Beside that the theory used is arranging decision, Soepranto stating that arranging decision is choose one alternative of all.This research used qualitative method with interactive analysis. The techniques that were used in taking the informants were purposive sampling, and snowball sampling. The data collecting technique used In-depth interview, passive observation, and documentation. There are the result of this study demonstrate the diversty of backgrounds of people choose the become beggars like, beggaring due to economics factor that not only stuck in the premier needs but also in ht secondary needs and thirdly needs wich are limited expertise. It is also the most fundamental is the meaning in wich there and value factors are internalized by beggars and also judging about the halal beggaring and about the easy way to beggar. The background can also be illustrated through potraits of life, from arival to beg in the city and retrun to their home areas or the use of consumption behavior result also beg to state fatalistic picture.
1456101C1C009099PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA APARATUR PEMERINTAH DAERAH DENGAN BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI


Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah partisipasi anggaran berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah, selain itu juga bertujuan untuk menguji apakah faktor-faktor situasional seperti budaya organisasi, komitmen organisasil, dan ketidakpastian lingkungan dapat mempengaruhi hubungan antara partisipasi anggaran terhadap kinerja kinerja aparatur pemerintah daerah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pejabat penatausahaan keuangan (PPK-SKPD), yaitu pejabat yang terlibat langsung dalam penyusunan anggaran. Analisis data yang digunakan yaitu uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, sedangkan untuk pengujian hipotesis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA). Berdasarkan hasil analisis data, semua variabel valid dan dapat diandalkan (reliabel), serta uji asumsi klasik terpenuhi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan pengaruh hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja aparatur pemerintah daerah adalah positif dan signifikan. Hasil untuk Interaksi budaya organisasi dan komitmen organisasi juga positif dan signifikan mempengaruhi hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja aparatur pemerintah daerah. Sedangkan, hasil untuk interaksi ketidakpastian lingkungan negatif dan signifikan mempengaruhi hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja aparatur pemerintah daerah.

The subject of this reseach is the Regional Working Units (SKPD) in Kebumen Regency. This reseach is to examine whether budgetary participation significantly affect the performance of local government officials, but is also aim to examine whether situational factors such as organizational culture, organizational commitment, environmental uncertainty may affect the relationship between budgetary participation and performance against the performance of local government officials. This research is quantitative research using primary data obtained by distributing questionnaires. Population and sample in this study is the financial administration officials (PPK-SKPD), the officials directly involved in the preparation of the budget. Analysis of the data used is test validity and reliability, the classic assumption test, while for hypothesis testing used is a simple linear regression analysis and Moderated Regression Analysis (MRA). The results are all variables valid and reliable and fulfilled the classic assumption test. The results in this research show that the effect of relation between budgetary participation and performance of local government officials is positive and significant. The result for interaction of organizational culture and organizational commitment is also positive and significant affect the relation between budgetary participation and performance of local government officials. And, The result for interaction of environmental uncertainty negatife and significant affect the relation between budgetary participation and performance of local government officials.


1466107C1B007133PENGARUH KOMUNIKASI, KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEPRIBADIAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA UNIT PELAYANAN KESEHATAN PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
CABANG KABUPATEN BANYUMAS
Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi, kecerdasan emosional, dan kepribadian terhadap kinerja karyawan di Palang Merah Indonesia Layanan Kesehatan di Kabupaten Banyumas.
Metodologi / pendekatan - Menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh, studi ini menganalisis 42 sampel. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda.
Temuan - Hasil penelitian ditunjuk bahwa tidak ada hubungan antara komunikasi, kecerdasan emosional dan kepribadian terhadap kinerja karyawan.
ABSTRACT
Purpose – The research seeks to find out the influence of communication, emotional intelligence, and personality towards employee performance in Palang Merah Indonesia Health Service at Banyumas regency.
Methodology/approach – Using saturated sampling techniques, the study analyze 42 samples. The study used multiple regression analysis.
Findings – The result of the study appointed that there is no relationship between communication, emotional intelligence and personality toward employee performance.
1476102G1B009070EFEKTIVITAS METODE CERAMAH TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG THALASSAEMIA DI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMASKecamatan Pekuncen menjadi salah satu Kecamatan dengan kasus thalasaemia cukup tinggi yaitu 6,06%. Pengetahuan yang belum memadai diduga menjadi salah satu penyebab upaya pencegahan penyakit thalassaemia belum bisa berjalan dan hal ini berdampak pada terus bertambahnya kasus thalassaemia. Ceramah merupakan metode pendidikan kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan. Kader kesehatan menjadi salah satu ujung tombak untuk melakukan upaya penyebaran informasi pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang thalassaemia di Kecamatan Pekuncen. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi experimental) dengan rancangan pre-test and post-test design. Hasil uji statistik dengan 34 sampel menggunakan metode Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah adanya perlakuan pada responden (p < 0,05). Peningkatan skor pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberi ceramah tentang thalassaemia sebesar 11,19%. Hal ini menunjukkan bahwa metode ceramah efektif dalam meningkatkan pengetahuan. Meningkatnya pengetahuan kader kesehatan thalassaemia diharapkan dapat membantu pemerintah dalam penyebaran informasi kepada masyarakat.Pekuncen district is the districts with a high case thalassaemia that 6,06%. Inadequate knowledge suspected to be one cause of thalassemia disease prevention efforts have not been able to work and this affects the continued increase in cases of thalassemia. Lecture is effective education health method for improving knowledge. Health volunteers are the one of the spearhead for doing dissemination of information people. This research aims was find out effectiveness of the lecture method in improving knowledge health volunteer about thalassaemia in Pekuncen district. The used of method was a quasi experiment research with pretest and post test design. The result of statistical test with 34 sample used Wilcoxon method showed the difference before and after treatment to the respondent (p<0,05). Increase of knowledge score respondent before and after give lecture about thalassaemia in the amount of 11,19%. The suggest that the lecture method is effective in improving knowledge. Increased knowledge of health volunteers about thalassemia is expected to assist the government in disseminating information to the public.
1486103G1G008040PERBANDINGAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI PASAK FIBER REINFORCED NANOKOMPOSIT KAOLIN-ZIRKONIA-APATIT
ETSA-BONDING KITOSAN DENGAN KONVENSIONAL
PADA APLIKASI INTI PASAK GIGI
Inti pasak gigi sebagai pengganti dentin gigi yang telah hilang dapat terbuat dari logam atau resin komposit. Kaolin-zirkonia-apatit dapat dijadikan bahan sintesis nanokomposit serta memiliki nilai mekanik dan karakteristik yang lebih baik daripada resin komposit. Kitosan pada penelitian sebelumnya terbukti dapat digunakan sebagai bioadhesive dan bonding agent yang lebih baik dibandingkan bahan etsa-bonding di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta membandingkan karakteristik morfologi pasak fiber reinforced nanokomposit kaolin-zirkonia-apatit yang dietsa-bonding kitosan 2%, 4%, dan 6% dengan pasak fiber reinforced composite konvensional yang dietsa-bonding menggunakan self etch. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperimental laboratoris murni. Sampel dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari tiga sampel dengan ukuran tinggi 3 mm dan diameter 6 mm. Kaolin-zirkonia-apatit disintesis satu persatu, kemudian ketiganya dicampurkan CaO sampai homogen dengan ditambahkan pula liquid (Na2SiO3-H2O-NaOH). Campuran powder dan liqud dimasukkan ke dalam cetakan dengan tinggi 3 mm dan diameter 6 mm. Pasak yang telah direndam kitosan selama 15 menit diletakkan di tengah-tengah cetakan tersebut. Hasil penelitian dengan karakteristik morfologi SEM menunjukkan pasak dengan etsa¬-bonding kitosan 6% memiliki celah terkecil yaitu sekitar 0,632 µm - 1,000 µm dan pada hasil ini pula terlihat terbentuknya nanorod dan plate-like partikel.Dental post core as teeth replacement of the dentin that has been lost can be made of metal or composite resin. Kaolin-zirconia-apatite can be used as nanocomposite synthesise materials also has mechanical value and characteristics better than composite resin. Chitosan on previous study proved can be used as bioadhesive and bonding agent that is better than etching bonding materials in the market. The aim of this study is to knowing and comparing the morphological characteristics of fiber reinforced nanocomposite kaolin-zirconia-apatite post etching-bonding by chitosan of 2%, 4%, and 6% to fiber reinforced composite conventional post etching-bonding by self etch. The method of this study is purely experimental laboratory. Samples were divided into four groups, each group consists of three samples by 3 mm height and 6 mm diameter. Kaolin-zirconia-apatite was synthesized one by one, then the third mixed by CaO to homogenous with also adding the liquid (Na2SiO3-H2O-NaOH). The mixture of powder and liquid was inserted into the mold by 3 mm height and 6 mm diameter. The post that has been soaked by chitosan for 15 minutes was placed in the middle of the mold. The result of morphological characteristics with SEM showed that post with etching bonding by chitosan 6% has the smallest crack which is about 0,632 µm - 1,000 µm and in this result also seen the formation of nanorod and plate-like particles.
1496104G1B009022HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI ENERGI PROTEIN DAN CAIRAN
DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA BAGIAN CETAK
DI PT. ANEKA ADHILOGAM KARYA
INTISARI
Kelelahan kerja adalah perasaan lelah dan adanya penurunan kesiagaan pada tenaga kerja. Kelelahan kerja akibat kekurangan konsumsi energi, protein dan cairan dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan penurunan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi energi, protein dan cairan dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja bagian cetak di PT. Aneka Adhilogam Karya. Hasil penelitian dari 40 tenaga kerja menunjukkan bahwa sebanyak 24 orang (60%) mengalami lelah sedangkan 16 orang (40%) tidak lelah. Sebagian besar tenaga kerja memiliki tingkat konsumsi energi sedang sebanyak 18 orang (45%), tingkat konsumsi protein kurang sebanyak 15 orang (37,5%), dan konsumsi cairan < 2 liter sebanyak 24 orang (60%). Ada hubungan antara konsumsi energi dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja dengan P=0,000, ada hubungan antara konsumsi protein dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja dengan P=0,000 dan ada hubungan antara konsumsi cairan dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja dengan P=0,001. Disarankan pada pekerja untuk mengkonsumsi minuman tambahan sebanyak ± 100-500 ml/hari untuk mencegah dehidrasi yang berdampak pada kelelahan kerja, sedangkan pihak perusahaan disarankan untuk menyediakan makanan tambahan yang berupa makanan selingan pada jam istirahat seperti snack berat, pisang, telur rebus, tempe, tahu, susu kedelai, minuman berenergi dan air minum mineral.


ABSTRACT
Work fatigue is a feeling of tiredness and a decrease in the workforce readiness. Fatigue due to lack of protein, energy and fluid consumption can cause accidents and decreased work productivity. This study aims to determine correlation of protein, energy and fluid consumption with work fatigue in part mold workers at PT. Aneka Adhilogam Karya. The results showed that 24 of 40 workers (60%) experienced fatigue while 16 workers (40%) are not tired. Most of the workers have high levels of energy consumption are as many as 18 workers (45%), less protein consumption by 15 workers (37,5%), and fluid consumption <2 liters as many as 24 workers (60%). There was a correlation between energy consumption with fatigue in workers with P = 0.000, there was a correlation between the consumption of protein with fatigue in workers with P = 0,000 and there was a correlation between the consumption of fluid with fatigue in workers with P = 0,001. Advised the workers to consume additional drinks as much as ± 100 ml-500 ml during work to prevent dehydration that impact on fatigue, while giving the company the right to gives extra fooding in the rest time consist of snack, banana, egg, tempe, tahu, soy milk, water of energy and mineral water .

1506105G1G009015PERBEDAAN KADAR Ca dan PO4 SALIVA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS ANTARA PASIEN HEMODIALISIS DAN CONTINOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD) DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJOTerapi penyakit gagal ginjal yang sering dijadikan pilihan adalah terapi dialisis, terdapat dua jenis yaitu hemodialisis dan continous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Beberapa perubahan yang terjadi di dalam tubuh pasien yang mengalami gagal ginjal dan menjalani terapi dialisis ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap perubahan komposisi urea, kalsium dan fosfat di dalam saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium dan fosfat saliva antara pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dan pasien yang menjalani terapi continuous ambulatory peritoneal dialysis. Penelitian ini menggunakan metode survei observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional, dan pengukuran sampel penelitian terdiri dari 32 orang yaitu 17 orang pasien di Instalasi Hemodialisa RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dan 15 orang pasien continous ambulatory peritoneal dialysis. Pengukuran kadar kalsium menggunakan spektrofotometri serapan atom dan pengukuran kadar fosfat mengggunakan spektrofotometri UV-vis. Uji beda pada kadar fosfat saliva dianalisis dengan menggunakan Independent T-Test dengan hasil terdapat perbedaan bermakna antara kadar fosfat saliva pasien hemodialisis dan CAPD dengan nilai p=0,000 (p<0,05), sedangkan kadar kalsium saliva menggunakan uji Mann- Whitney, hasilnya tidak terdapat perbedaan bermakna dengan nilai p=0,664 (p>0,05). Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna kadar kalsium saliva antara pasien hemodialisis dan CAPD, dan terdapat perbedaan bermakna kadar fosfat saliva antara antara pasien hemodialisis dan CAPD.Renal disease therapies are frequently used options are dialysis therapy, there are two types, hemodialysis and continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Some changes that occur in the body of patients with renal failure and undergoing dialysis therapy indirectly influence changing in the composition of urea, calcium and phosphate in the saliva. This study aims to determine the differences salivary calcium and phosphate levels among patients undergoing chronic renal failure patients undergoing hemodialysis and continuous ambulatory peritoneal dialysis therapy. This study used methods of observational analytic, cross-sectional approach, and measurement study sample consisted of 32 patients in the Haemodialysis Installation Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital consists of 17 patient, and 15 patients with continuous ambulatory peritoneal dialysis. Measurement of calcium levels using atomic absorption spectrophotometry and phosphate levels use traditional measurements of UV-vis spectrophotometry. Differences test, salivary phosphate levels were analyzed using the Independent T-Test there is a difference between the levels of salivary phosphate hemodialysis and CAPD patients with p = 0.000 (p <0.05) as a result, whereas the salivary calcium levels using the Mann-Whitney test, there are no difference with p=0.664 (p> 0,05) as a result. Based on these results it can be concluded that there is no significant difference between the levels of salivary calcium hemodialysis and CAPD patients, and there is a significant difference between the salivary phosphate levels between patients on hemodialysis and CAPD.
1516108H1D007124ANALISIS KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS DAN UPAYA PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS
(Studi Kasus di Ruas Jalan Perkotaan di Kabupaten Purbalingga)
Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Purbalingga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut data dari Polres Kabupaten Purbalingga, untuk tiga tahun terakhir (2010-2012) terjadi peningkatan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan transportasi juga semakin meningkat. Hal itu merupakan salah satu faktor penyebab peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Dengan kondisi tersebut diperlukan upaya untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan (blackspot area) dan upaya penanganan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan tingkat fatalitas korban kecelakaan.
Data sekunder berupa data kecelakaan lalu lintas yang diperoleh dari Polres Kabupaten Purbalingga dan data dari Bina Marga Kabupaten Purbalingga yang berupa data kelas dan fungsi jalan. Data kecelakaan tersebut selanjutnya dianalisis karakteristiknya dan dihitung Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) dengan menggunakan metode pembobotan yang mengacu pada Pedoman Konstruksi dan Bangunan Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah Pdt T-09-2004-B tahun 2004. Setelah diperoleh lokasi black spot, maka dilakukan pengambilan data primer yang meliputi data kecepatan, data geometrik jalan, hambatan samping, rambu dan marka serta tata guna lahan di lokasi black spot tersebut dengan jumlah lokasi sebanyak 2 lokasi di setiap tahunnya berdasarkan nilai AEK tertinggi.
Dari hasil analisis data diperoleh bahwa lokasi rawan kecelakaan (black spot) di ruas jalan perkotaan untuk tahun 2010 yaitu di jalan raya turut Desa Gembong, Kecamatan Bojongsari, dan jalan raya turut Kelurahan Bojong, Kecamatan Purbalingga. Untuk tahun 2011 yaitu di jalan raya turut Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon dan jalan raya S.Parman turut Kelurahan Bancar, Kecamatan Purbalingga. Untuk tahun 2012 yaitu di jalan raya turut Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon dan jalan raya Jend. Sudirman, Kecamatan Purbalingga. Upaya penanganan di lokasi black spot tersebut adalah memperbaiki kondisi jalan yang rusak, melengkapi rambu dan marka jalan, dan memasang rambu batas kecepatan maksimum.
Number of traffic accidents in Purbalingga District has increased every year. Based on data from the Purbalingga District Police, for the last three years (2010-2012) has been an increased number of traffic accidents. Along with the increase of population, then transportation demand is also increasing. That is one of factors causing an increase in the number of traffic accidents. With these conditions is necessary to know the black spot location and the effort to reduce the number of traffic accidents and the fatality rate of accident victims.
Secondary data is data that contains the traffic accidents were obtained from Purbalingga District Police and data that contains the class and the function of road were obtained from Bina Marga Department. Furthermore, the characteristic of traffic accident data were analyzed and the traffic equivalent value were calculated using the weighting method refers to Guidelines of Construction and Buiding Settlement and Infrastructure Area Department Pdt T-09-2004-B 2004. After determining the black spot locations, then make primary data that includes speed data, geometrical data, side friction data, signs and markings of road, and land use in the black spot location that amount by 2 locations have the highest of traffic equivalent value in each year.
From the analysis of data further defined the black spot area in urban roads in Purbalingga District, i.e. Gembong Village street and Bojong Village street (2010); Jetis Village street and S.Parman street (2011); Toyareka Village street and Soedirman street (2012). The efforts to handle the black spot locations are repair the damage roads, completing the signs and markings of road, and installing the maximum speed limit signs.
1526109H1F008043GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK MINERALOGI BUTIR
OKSIDA BESI PADA PELAPUKAN LAVA BASALT DAERAH BELIK DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BELIK, KABUPATEN PEMALANG
JAWA TENGAH
Kajian dilakukan di Desa Belik, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, yang bertujuan untuk mempelajari geologi dan karakteristik mineralogi butir oksida besi. Daerah penelitian terdiri dari tiga satuan geomorfologi yaitu Satuan Perbukitan Denudasional Agak Curam, Satuan Pegunungan Kuesta Curam, dan Satuan Volkanik Aliran Lava Landai dengan pola aliran berkembang adalah dendritik dan parallel , dengan genetik sungai insekuen dan obsekuen. Daerah penelitian terdiri dari tiga satuan stratigrafi tidak resmi yaitu Satuan Batulempung, Satuan Batupasir, dan Satuan Lava Basalt.
Berdasarkan data pengamatan di lapangan dan analisis laboratorium (XRF dan grain counting) dapat diketahui bahwa oksida besi yang ada di daerah penelitian ada 2 mineral, yaitu hematit dan magnetit. Kadar hematit dan magnetit yang ada di daerah penelitian bervariasi nilainya. Oksida besi yang ada merupakan hasil dari pelapukan lava basalt yang ada di daerah penelitian.
The study was conducted in the village of Belik, District Belik, Pemalang, which aims to study the geological and mineralogical characteristics of iron oxide grains. Study area consists of three units namely Unit geomorphology Denudasional Somewhat Steep hills, Kuesta Steep Mountains Unit, and Unit Volcanic Lava Flow Ramps with evolving flow pattern is dendritic and parallel, with genetic and obsekuen insekuen river. Study area consists of three stratigraphic units ie Unit unofficial mudstone, sandstone units, and Lava Basalt Unit. Based on data from field observations and laboratory analyzes (XRF and grain counting) it is known that iron oxide is in the study area there are two minerals, namely hematite and magnetite. Hematite and magnetite levels that exist in the study area varies in value. Iron oxide was the result of weathering of basalt lava that exist in the area empirically.
1536111G1A006034PSYCHOLOGY REGISTERS FOUND IN THE DIALOGUE AMONG CHARACTERS OF LEHANE’S SHUTTER ISLAND
( A SOCIOLINGUISTICS APPROACH )
Penelitian yang berjudul “Psychology Registers Found in The Dialogue Among Characters of Lehane’s” bertujuan untuk menganalisa register psikologi yang terdapat pada novel Shutter Island. Penelitian ini juga menyajikan Faktor Faktor SPEAKING dari percakapan antar karakter di dalam novel.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Shutter Island dan data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi. Sejumlah 25 kata register diambil dari novel menggunakan metode purposive sampling.
Hasil dari penelitian ini adalah 25 register, terdapat 24 register spesial yang digunakan dikalangan psikolog, contohnya seperti Psychopharmacology and Grief trauma. Faktor faktor SPEAKING yang ditemukan adalah; Scene and Setting, penggunaan register dilakukan di dalam area rumah sakit; Participants atau orang yang menggunakan register adalah orang yang bekerja dibidang psikologi; Ends dari percakapan adalah representative and directive; Act Sequences dari percakapan adalah serious matter; Keys dari percakapan antara lain, serious, curious, high tune and low tune tetapi yang paling sering digunakan adalah enthusiastic; Instrumentality dari percakapan adalah oral speech; Norm dari percakapan adalah informing, answering, asking and commanding; and Genre dari percakapan adalah problem talks.
The research entitled “Psychology Registers Found in The Dialogue Among Characters of Lehane’s Shutter Island” is intended to analyze the psychology registers in the novel Shutter Island by Denis Lehane. This research also presents the SPEAKING factors of the conversation between characters using the registers.
In this research, a descriptive qualitative method is used to analyze the data. The data source of this study is Shutter Island novel. The data are collected by using documentation method and by using purposive sampling method.
The result of the research is 25 registers. There are 24 words have special registers used only in psychological field. For example: Psychopharmacology and Grief trauma. The SPEAKING factors found in the analysis are; the Scene and Setting, the registers are used mainly in the hospital area; the participants who used the registers are mainly people who worked in psychological field; the Ends are mainly representative and directive; the Act Sequences are mainly about the serious matter; the Keys are enthusiastic, serious, curious, high tune and low tune but the most frequently used is enthusiastic; the Instrumentality is oral speech; the Norm are informing, answering, asking and commanding; and the Genre are mainly problem talks.
1546112G1B009003ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA MAKANAN YANG
DIJUAL OLEH PEDAGANG KAKI LIMA DI SEPANJANG
JALAN dr. SOEPARNO DAN JALAN KAMPUS
Asap kendaraan bermotor (transportasi) merupakan sumber pencemaran udara terbesar 60%, sektor industri 20% dan lain-lain 20%. Salah satu polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor yaitu timbal (Pb). Timbal (Pb) adalah bahan yang dapat meracuni lingkungan dan mempunyai dampak pada seluruh sistem di dalam tubuh. Timbal (Pb) masuk ke tubuh melalui inhalasi, makanan dan minuman serta absorbsi melalui kulit. Makanan yang menarik, nikmat dan tinggi gizinya tidak akan berarti sama sekali jika tidak aman untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan timbal (Pb) pada makanan yang dijual oleh pedagang kaki lima di sepanjang Jalan dr. Soeparno dan Jalan Kampus. Variabel yang diteliti meliputi kandungan timbal (Pb) pada makanan, pengolahan makanan, kondisi peralatan yang digunakan pedagang, cara penyajian makanan dan kepadatan kendaraan bermotor. Sampel penelitian adalah 26 jenis makanan yang dijual oleh pedagang kaki lima di sepanjang Jalan dr. Soeparno dan Jalan Kampus. Kepadatan kendaraan bermotor yang melintas di sepanjang Jalan dr. Soeparno dan Jalan Kampus pada titik I, II dan III yaitu sebanyak 13.983; 1.446 dan 3.132 kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan timbal (Pb) pada makanan rata-rata sudah sangat melebihi ambang batas sehingga tidak memenuhi standar Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009 sebesar 0,25 ppm. Masyarakat sebaiknya lebih selektif dalam mengkonsumsi makanan yang dijual oleh pedagang kaki lima di sepanjang Jalan dr. Soeparno dan Jalan Kampus.Motor vehicle smoke (transportation) is the largest source of air pollution 60%, industry 20% and others 20%. One of pollutant from motor vehicle is lead (Pb). Lead (Pb) is a substance that can poison the environment and have an impact on the entire system in the body. Lead (Pb) entrance the body through inhalation, food and beverage and absorption through the skin. The food that interesting, delicious and high nutrition are not valvable if it is not safe for consumption. The purposed of research was to know the content of lead (Pb) in food sold by street vendors along dr. Soeparno and kampus street. Variables which examined, such as the content of lead (Pb) in food, food processing, condition of merchant equipment, ways of presenting food and motor vehicle density. The samples were 26 varians of food sold by street vendors along dr. Soeparno and kampus street. Density of motor vehicles crossed the road along dr. Soeparno and kampus street at point I, II and III were 13.983; 1,446 and 3,132 vehicles. The results showed that the content of lead (Pb) had greatly exceeded the threshold so it didn’t fulfill the standards of Regulation of BPOM RI No.HK.00.06.1.52.4011 2009 amounted to 0,25 ppm. Society should be more selective in consuming food sold by street vendors along dr. Soeparno and kampus street.
1556182C1B006014PENGARUH STRES KERJA, KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT SINAR KASIH PURWOKERTO
PENGARUH STRES KERJA, KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT SINAR KASIH PURWOKERTO
EFFECT OF WORK STRESS, JOB SATISFACTION AND ORGANIZATIONAL COMMITMENT TO EMPLOYEES PERFORMANCE IN SINAR KASIH HOSPITAL PURWOKERTO
1566113P2CB11020PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DAN ORIENTASI PASAR TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MELALUI KEUNGGULAN BERSAING DAN PERSEPSI KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN SEBAGAI PREDIKSI VARIABEL MODERASI (Survey pada UMKM Perdagangan di Kabupaten Kebumen)
Penelitian ini dilakukan pada UMKM Perdagangan di Kabupaten Kebumen, dengan judul “Pengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Orientasi Pasar terhadap Kinerja melalui Keunggulan Bersaing dan Persepsi Ketidakpastian Lingkungan sebagai Prediksi Variabel Moderasi”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Orientasi Pasar pada Keunggulan Bersaing terhadap Kinerja dan pengaruh moderasi Persepsi Ketidakpastian Lingkungan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden 100 pemilik toko di Kabupaten Kebumen yang ditentukan dengan rumus Solvin. Alat analisis yang digunakan Partial Least Square.
Dari hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap orientasi pasar, orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing, orientasi pasar tidak berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing, orientasi kewirausahaan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja, orientasi pasar tidak berpengaruh positif terhadap kinerja, keunggulan bersaing tidak berpengaruh positif terhadap kinerja, keunggulan bersaing tidak memediasi hubungan orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar terhadap kinerja dan persepsi ketidakpastian lingkungan tidak memoderasi hubungan keunggulan bersaing dan kinerja.
This research is done on the UMKM retail in Kebumen Regency, by the title “The influence of entrepreneurship and market orientation to performance by competitive advantage as mediation and it is moderated by the perception of environment uncertainty”
The purpose of this research is testing the influence of entrepreneurship and market orientation to performance by competitive advantage as mediating and the perception of environment uncertainty as moderating variable. This research is quantitative approach using survey method. The number of respondents is 100 shop owners in Kebumen regency which is determined by using Slovin’s formula. Analysis’s device that used is “Partial Least Square”
From the result of this research and data analysis can be concluded that entrepreneurship orientation gives positive impact to market orientation, entrepreneurship orientation gives positive impact to competitive advantage, market orientation does not influence to competitive advantage, entrepreneurship orientation does not influence to performance, market orientation does not influence to performance, competitive advantage does not influence to performance, entrepreneurship and market orientation does not affects to relation performance and competitive advantage and perception of environment uncertainty which does not moderating the relation of competitive advantage and performance.
1576114F1G008014KONFLIK SOSIAL
DALAM NASKAH TELAH PERGI IA TELAH KEMBALI IA
KARYA ARIFIN CHAIRIN NOER
Penelitian ini berjudul Konflik Sosial dalam Naskah Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia Karya Arifin Chairin Noer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang struktur drama naskah tersebut menggunakan teori struktural, serta menjelaskan tentang konflik sosial naskah tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan sosiologi sastra. Fokus penelitian adalah konflik sosial.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membaca naskah yang menjadi objek penelitian secara berulang-ulang dan teliti. Mengidentifikasi serta mengklasifikasikan unsur-unsur intrinsik, serta menggambarkan konflik sosial yang ada dalam naskah Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia karya Arifin Chairin Noer. Teknis analisis data dalam penelitian ini adalah mengklasifikasikan unsur intrinsik seperti plot, penokohan dan perwatakan, dialog, setting, tema, amanat, petunjuk teknis, dan drama sebagai interpretasi kehidupan. Unsur-unsur tersebut diuraikan kembali menggunakan pendekatan sosiologi sastra.
Konflik sosial yang terdapat dalam naskah drama Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia karya Arifin Chairin Noer adalah konflik mengenai perebutan kekuasan saat Nabi Muhammad meninggal dunia. Tema sosiologi dalam naskah tersebut ialah keagamaan, peperangan. Masalah-masalah tersebut digambarkan dengan jelas. Digambarkan jelas bahwa setelah Nabi meninggal ada yang mengaku Nabi dan memerangi Umat Nabi Muhammad. Itulah sedikit kisah yang terjadi ketika Nabi Muhammad meninggal dunia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan antara naskah dengan sejarah Islam. Di mana ketika Nabi tiada umat Islam banyak yang goyah imannya.
The research entitled Konflik Sosial Dalam Naskah Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia KaryaArifin C. Noer is conducted to explain the structure of drama script using the theory of structuralism, and to explain the social conflict within the script. In this research, descriptive qualitative method and sociology of literature are applied. The focus of this research is social conflict.
In this research, the data will be collected through reading the script of the object of this research repeatedly. Identifying and classifying the intrinsic elements and portraying Konflik Sosial Dalam Naskah Telah Pergi Ia Telah Kembali Ia Karya Arifin C. Noer. There are some steps done in analyzing the data of this research such as classifying the intrinsic elements such as plot, characterization, dialogue, setting, theme, moral and technical guidance and drama as the representation of life. Those elements will be explained again using sociology of literature.
Social conflict which is depicted in the drama script used in this research is the conflict about the struggle for power after prophet Mohammed had died. The sociology themes within this script are religion and war. Those problems depicted obviously that after the death of prophet Mohammed there were persons were claimed themselves as prophet and start a war with the followers of prophet Mohammed. That was the summary about what had happened after the death of prophet mohammed. Based on the result of this research, it can be concluded that there is connectivity between the script with the history of Islam. The phase when the prophet was gone, lot of moslem's faith had been shakeable.
1586115H1D007044AUDIT KESELAMATAN JALAN PADA LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN ANTAR KOTA DAN PERKOTAAN
(Studi kasus di Kabupaten Purbalingga)
Salah satu permasalahan transportasi di Indonesia yaitu masalah kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Angka kecelakaan lalu lintas juga mengalami peningkatan di provinsi Jawa Tengah dengan tingkat kematian sebesar 2,7 per 100.000 penduduk. Salah satu Kabupaten yang mengalami peningkatan tingkat kecelakaan tiap tahunnya di Jawa Tengah adalah Kabupaten Purbalingga yaitu sebesar 93 kejadian pada tahun 2010 menjadi 473 kejadian pada tahun 2012. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut adalah karena kondisi geometrik jalan. Dari kondisi tersebut dapat dilakukan audit keselamatan jalan pada lokasi rawan kecelakaan di ruas jalan antar kota dan perkotaan untuk mengurangi tingkat fatalitas kecelakaan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Lokasi black spot pada ruas jalan antar kota dan perkotaan di Kabupaten Purbalingga didapat dari analisis data kecelakaan lalu lintas pada tahun 2010 – 2012 yang diperoleh dari Polres Purbalingga. Data primer diperoleh dari survey yang dilakukan pada lokasi black spot untuk mengetahui kondisi eksisting geometrik jalannya, yang kemudian dilakukan audit keselamatan jalan dengan membandingkan kondisi eksisting dengan standar perencanaan jalan antar kota dan perkotaan.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh lokasi black spot di Kabupaten Purbalingga untuk ruas jalan antar kota adalah Jalan Raya Dukuh Bayeman, Desa Tlahap Lor Kecamatan Karangreja, dan Jalan Raya turut Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari. Untuk ruas jalan perkotaan di Kabupaten Purbalingga adalah Jalan Raya turut Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon, dan Jalan Raya turut Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon. Dari hasil audit keselamatan jalan berdasarkan data lapangan didapatkan beberapa kondisi geometrik jalan yang belum memenuhi standar perencanaan jalan antar kota dan perkotaan. kondisi tersebut secara umum meliputi lebar bahu dan kondisi perkerasan jalan yang tidak sesuai standar baik antar kota maupun perkotaan, berkurangnya fungsi rambu lalu lintas, tidak tersedianya marka jalan, jumlah lampu penerangan jalan kurang dan berkurangnya fungsi lampu penerangan jalan karena lampu mati. Usulan penanganan secara umum adalah dengan meningkatkan fungsi rambu lalu lintas dan penerangan jalan serta pengadaan marka jalan.
One of the problems of transportation in Indonesiais the problem of traffic accidents on the highway. Number of traffic accidents is also increasing in the province of Central Java with a death rate of 2.7 per 100,000 population. One of the districts that have increased levels of accidents each year in Central Java is Purbalingga is equal to 93 events in 2010 to 473 events in 2012. One of the causes of traffic accidents are due to the geometric conditions. Of these conditions can be carried out road safety audits at locations prone to accidents on roads between cities and towns to reduce the fatality rate of accidents and improve traffic safety.
Locations black spot on the road between cities and urban Purbalingga obtained from the data analysis of traffic accidents in 2010 - 2012 were obtained from the Police Purbalingga. Primary data obtained from a survey conducted at the location of the black spots to determine the condition of the existing road geometric, who then conducted a road safety audit by comparing with the standard conditions of the existing inter-city planning and urban roads.
Based on the analytical results obtained black spot location in the Regency Purbalingga for intercity road links are Bayeman Hamlet Road, Rural District Karangreja Tlahap Lor, and also Country Road Bojongsari, District Bojongsari. For urban road section in the Regency Purbalingga is also Country Road Toyareka, District Kemangkon, and also Country Road Coper, District Kemangkon. From a road safety audit results based on field data obtained some geometric conditions are not met the standard path planning intercity and urban roads. The condition generally includes shoulder width and condition of the road pavement Inappropriate good standard inter-city or urban areas, reduced function of traffic signs, road markings unavailability, total lack of street lighting and street lighting reduced functionality because the lights go out. Proposed handling in general is to improve the function of traffic signs and street lighting as well as the provision of road markings.
1596116F1G009019“5 cm Karya Donny Dhirgantoro : Transformasi dari Novel ke Film.”Skripsi ini berjudul “5 cm Karya Donny Dhirgantoro : Transformasi dari Novel ke Film.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alur cerita novel dan film “5 cm”, serta mendeskripsikan persamaan dan perbedaan alur cerita dalam “5 cm” versi novel dan film. 5 cm adalah sebuah novel yang mengangkat tema tentang persahabatan. Novel karya Donny Dhirgantoro ini merupakan salah satu novel best seller yang banyak menginspirasi para pembaca. Membaca novel 5 cm ini sama seperti melihat kehidupan nyata, hubungan persahabatan yang diceritakan terlihat hidup.
Manfaat penelitian secara teoritis diharapkan dapat membantu mengembangkan teori sastra khususnya tentang interteks yang berhubungan dengan transformasi bentuk serta unsur pembangun karya sastra. Adapun manfaat praktis dalam penelitian ini, yaitu dapat memberikan referensi untuk penelitian selanjutnya serta menambah pengetahuan bagi peneliti dan pembaca tentang transformasi novel ke film, khususnya novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro.
Metode yang digunakan untuk analisis adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara menentukan objek penelitian, membaca serta menyimak baik novel maupun film, mencatat bagian-bagian yang penting dalam novel, mentranskripsikan bahasa audiovisual film 5 cm, menginventarisasi dan mengklasifikasi data dalam novel dan film 5 cm, serta mengumpulkan data-data dari berbagai sumber. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi hal-hal yang tidak relevan, mendeskripsikan data yang sesuai dengan rumusan masalah, menyajikan data persamaan serta perbandingan antara novel dan film, menganalisis perbandingan film dan novel serta menyimpulkan data yang telah diperoleh sesuai dengan fokus penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro merupakan novel yang sarat nilai-nilai kehidupan. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam novel ini adalah nilai persahabatan, nilai nasionalisme dan nilai kemanusiaan. Selain memaparkan nilai-nilai kehidupan, novel ini juga memaparkan bagaimana kekuatan mimpi itu mampu mengubah diri seseorang menjadi manusia yang lebih memaknai hidup masih tetap berjuang meskipun dihadapkan pada kesulitan-kesulitan di dalam kehidupan. Dengan kepercayaan diri yang kuat, mimpi yang mungkin sulit diwujudkan ternyata dapat diraih meskipun dengan perjuangan yang berat. Dalam novel 5 cm alur cerita yang digambarkan lebih kompleks dibandingkan dengan film. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan durasi di dalam film. Keterbatasan durasi dan pengurangan cerita tidak berarti membuat film ini terlepas jauh dari cerita aslinya. Pengurangan alur cerita pada film ini bertujuan memadatkan isi cerita tanpa menyimpang dari tema dan amanat di dalam novel yang akan disampaikan melalui film.
This research is entitled “5 cm Karya Donny Dhirgantoro : Transformasi dari Novel ke Film.” The research’s objective is to describe the plot sequence in the novel and “5cm” motion pictures. It is also aimed to describe the similarities and the distinctions between them. The novel contains friendship merits, which has been very inspiring for many readers and this makes the novel to be the “best seller”. Reading this novel is almost like a reality and the friendship portrayal is vividly seen. Theoretically, the significance of the research is to trigger literature theory, chiefly, about inter-text in accordance with transformation and the establishing aspects of literary works. The practical significance of the research is to contribute future research as a reference for researchers and readers to continually enrich them about novel-to-movie transformation, especially, Donny Dhirgantoro’s novel; “5 cm”.
This is a descriptive-qualitative research. The object of the research, “5 cm” which is authored by Donny Dhirgantoro and published by PT Grasindo, 11th edition containing 381 pages and the movie’s duration 125 minutes is directed by Rizal Mantovani. The research focus is laid on the transformation of the novel “5cm” authored Donny Dhirgantoro into Rizal Mantovani’s “5 cm” movie which is reviewed from the plot sequence. The research uses reader-response data collecting techniques for the novel and uses viewing-and-transcript. The data analysis techniques are reduction, description, and elaboration of the comparison data between the novel and the movie.
The result of the research shows that in the novel authored by Donny Dhirgantoro has been a novel which compactly contains life values. In addition, there are also fellowships, nationalism, and humanity values within the novel. Besides portraying life values, the novel also evokes reader’s mind how a power of dreams can change an individual to be a person who sees life is worthwhile and keep striving for although being faced by many hardships in life. By having a strong confidence, dreams that seems too hard to reach is actually reachable by tough consistency and struggle. In “5 cm” novel, the plot sequence is much more complex than “5 cm” the movie. This difference is caused by limited duration in the movie. The limited duration and story reduction does not mean the movie is set too far from the original story. The reduction of the plot sequence is aimed to compact the whole story without deviating from the main theme and the values within the novel which is going to be delivered through motions pictures product.

1606119G1A006030English Language and Literature Study Program, Humanities Departmen,
Faculty of Social and Political Science, Jenderal Soedirman University
Jl. Dr. Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto 53122
Sukma Devi Nurpratama. Agustus, 2013. The Portrayal of Bella Swan’s Happiness in Stephenie Meyers’ Breaking Dawn. Skripsi. Dibimbing oleh Dra. Mimien Aminah Sudja’ie, M.A dan Tribuana Sari, S.S, M.Si, Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tahun Akademik 2012/2013.
Kata kunci: happiness, portrayal, breaking-dawn

Skripsi yang berjudul “The Portrayal of Bella Swan’s Happiness as Reflected in Stephenie Meyers’ Breaking Dawn” bertujuan untuk meneliti bentuk-bentuk kebahagiaan dan usaha- usaha Bella Swan, karakter wanita utama di novel Breaking Dawn, untuk mencapai kebahagiaan. Teori kebahagiaan umum digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisa data- data di dalam novel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kebahagiaan Bella Swan hanya berdasarkan beberapa pemenuhan kebutuhan contohnya barang kebutuhan, kebaikan, perasaan, dan keberartian. Sedangkan kekayaan tidak bisa membuatnya bahagia dan agama bukan termasuk hal yang mempengaruhi kebahagiaanya. Dengan menganalisa gaya bahasa dan karakterisasai, ditemukan bahwa pemenuhan kebahagiaan Bella berbeda dengan orang-orang secara umum. Selain itu ditemukan bahwa Bella mencapai kebahagiaannya dengan cara yang berbeda pula dengan orang-orang secara umum yaitu dengan melakukan hal-hal yang berbahaya bagi dirinya sendiri.
Sukma Devi Nurpratama. July, 2013. The Portrayal of Bella Swan’s Happiness as Reflected in Stephenie Meyers’ Breaking Dawn. Thesis. Supervised by Dra. Mimien Aminah Sudja’ie, M.A and Tribuana Sari, S.S, M.Si, English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto. Academic Year 2012/2013.
Keywords: happiness, portrayal, breaking-dawn

The research entitled “The Portrayal of Bella Swan’s Happiness in Stephenie Meyers’ Breaking Dawn” is aimed to analyze the portray of happiness and the effort to pursue the happiness of Bella swan, the main of female character of the Breaking Dawn novel. The happiness theory is used to describe and analyze the data from the novel. The qualitative method is applied in this research.
The finding and analysis present that shows that Bella Swan’s happiness is only based on the several fulfillments such as goods virtue, emotion, and the golden means. The wealth does not make her happy while religion is not included in her happiness. By analyzing the figurative language and characterization. It is found that Bella’s fulfillment is different from human in general. Besides, she also pursues the happiness by endangering herself which is contradictive with people in general.